29 January 2023
29 January 2023
26 C
Malang
ad space

Kerugian Ditaksir Rp 10 Juta

MALANGVOICE – Kebakaran yang menghanguskan gudang  pabrik keramik Pendowo ditaksir menelan kerugian Rp 10 juta.

Pemilik pabrik, Bahak Effendi mengatakan, kerugian tersebut karena barang yang hangus adalah mebel dan perkakas rumah tangga.

“Ada lemari dan perabotan milik anak kos. Sebagian keramik bekas pabrik di sini,” katanya kepada MVoice.

Mengenai penyebab kebakaran, Hadak belum bisa menjawab. Pasalnya, pabrik keramik Pendwowo terakhir beroprasi tahun 2006 lalu dan tidak berpenghuni.

“Di sini cuma ada ayam, sesekali saya cek untuk kasih makan ayam. Lha koksaya dikabari ada kebakaran. Saya belum tau penyebabnya,” ungkapnya.

Gudang Keramik Pendowo Dilalap Si Jago Merah

MALANGVOICE –  Gudang pabrik keramik Pendowo di Jalan Mayjend Panjaitan RT 9/RW 6, Malang dilalap api. siang tadi.

Api menghanguskan gudang yang terletak di belakang pabrik yang sudah 10 tahun tidak aktif berproduksi.

Saksi mata, Rere, menjelaskan ia melihat asap muncul dari gudang belakang pabrik sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian dirinya lari memanggil warga di sekitar gudang.

“Adik saya lihat ada asap, saya langsung cek dan ternyata benar ada kebakaran,” katanya.

Lima unit mobil PMK  Kota Malang langsung diterjunkan guna memadamkan api di gudang berukuran 12 x 6 m tersebut. Kondisi TKP yang sempit dan masuk gang menyulitkan petugas menjangkau kobaran api.

Sekitar satu jam api berhasil dipadamkan, gudang yang berisi bahan mebel dan perkakas rumah tangga hangus. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kejadian ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Mayjend Panjaitan tersendat selama satu jam.

Musik Rock Bakal Menghentak Stadion Gajayana

MALANGVOICE – Kota Malang sebagai barometer musik rock di tanah air, kembali akan terbuktikan.  Sebuah konser rock yang mengusung lagu-lagu cadas, bakal tersaji di
Konser  Rock Agustusan.

Sejumlah grup rock asli Arek Ngalam, bakal tampil bergantian. Stadion Gajayana yg selama ini diramaikan suporter sepak bola,  giliran para rockers Arek Ngalam yang bersorak seiring alunan lagu keras.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang, Ir. Ade Herawanto, membenarkan rencana konser musik rock di Stadion Gajayana pada sekitar pertengahan Agustus ini.

Ade yang juga pemilik kelompok musik d’Kross ini mengatakan konser di Gajayana menjadi titik awal penggunaan stadion untuk konser musik. Bahkan, pihaknya sedang menyiapkan kerjasama dengan sebuah event organizer (EO).

“Nanti kita gelar konser Kemerdekaan, kemungkinan tanggal 23 Agustus,” kata Ade Herawanto, di Malang Jawa Timur

Selain menyiapkan untuk konser musik, Ade juga mengaku menyiapkan even lain agar stadion tersebut tidak mati suri karena berhentinya kompetisi.

Suhu Bromo Mencapai 0 Derajat Celcius

MALANGVOICE – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengidentifikasi suhu di kawasan Gunung Bromo mencapai 0 derajat celcius pada hari ini.

Kepala BBTNBTS, Ayu Dewi Utari, mengatakan, kondisi suhu dingin itu diketahui pada sekitar pukul 06.43 WIB. “Kondisi suhu di Bromo pagi hari ini mencapai 0 derajat,” ucap Ayu, kepada MVoice, Sabtu (1/8) petang.

Lantaran suhu yang cukup dingin, BBTNTBS memprediksi banyak pengunjung yang menggunakan api unggun untuk menghangatkan diri.

Karenanya, para pendaki diimbau untuk berhati-hati dan memadamkan api hingga tuntas sebelum melanjutkan perjalanan. Sebab, jika masih menyisakan api dikhawatirkan menjadi penyeban kebakaran kawasan gurun atau hutan.

“Api saya minta harus dimatikan dan pendaki harus memastikan kondisi benar benar mati total,” beber dia.

Selain api, Ayu juga berpesan kepada pendaki agar tetap menjaga kebersihan di kawasan itu serta menjaga kondisi tubuh saat berada di puncak.

“Kami juga mohon agar sampah tidak dibiarkan  berserakan dan pengunjung menjaga diri, karena cucaca tidak bersahabat,” pungkasnya.

Tumbuhkan Percaya Diri, Dihadapan Tamu Hotel

Anak-anak yayasan Bhakti Luhur yang mengikuti games Fun Therapy di Swiss-belinn

MALANGVOICE – Anak berkebutuhan khusus dari yayasan Bhakti Luhur Malang
mendapatkan pengalaman menarik dari Swiss-belinn berupa CSR Fun Therapy.

Dalam Fun Therapy, Kamis (30/7)  hari ini,  sekitar 20 anak mendapat empat permainan
yang disediakan Swiss-belinn. Antara lain, permainan puzzle gambar, puzzle bentuk
dan race and toss. Mereka bermain sambil belajar dengan didampingi 9 pendamping dari
Bhakti Luhur.

Public Relations Swiss-belinn, Ires Mariska mengatakan kegiatan yang masih dalam
rangka peringatan hari anak nasional 23 Juli lalu ini bertujuan agar anak
disabilitas mendapatkan kepercayaan diri.

“Dengan bermain sambil belajar, mereka dapat pengalaman baru di dalam hotel dan
percaya diri saat bertemu orang lain karena Fun Therapy adalah games yang memakai
stimulasi otak,” katanya.

Kegiatan yang dilakukan setiap bulan ini membidik sasaran dan tema yang berbeda. Ke
depan Ires berharap ada acara sosial yang bisa membantu orang lain.

Sementara itu, koordinator Yayasan Bhakti Luhur  Malang,  Yuliana Supriani menyambut
baik kegiatan Fun Therapy tersebut.

“Kami lihat anak – anak dengan keterbatasan bisa senang bermain. Swiss-belinn juga
sangat peduli dengan kami,” katanya kepada Mvoice.

Yuliana berharap bisa jadi hal positif bagi anak – anak Bhakti Luhur. “Jika suatu
saat mereka keluar dari yayasan bisa diterima masyarakat,” harapnya.

Sholikin Gantung Diri Diduga karena Tekanan Batin

Korban bunuh diri tengah ditangani pihak Kepolisian

MALANGVOICE – Tewasnya M Sholikin (64), warga Jalan Kolonel Sugiono Gang 3 RT 01 RW 04 Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, diduga karena tekanan batin.

Adik korban, Syaiful Bakri, mengakui, sehari-hari kakaknya memang hanya lontang-lantung di rumah, sejak beberapa bulan terakhir.

“Setelah pulang dari Kalimantan memang seperti itu. Mungkin stres karena menganggur,”  ungkapnya.

Sementara itu, seorang warga setempat, H Ishak (53), mengatakan, beberapa hari terakhir Sholikin memang tampak kurang stabil. Ia menceritakan, sebelumnya korban tinggal dan bekerja di Kalimantan.

Sholikin baru kembali ke Malang sekitar 6 bulan lalu. “Korban punya dua anak, dia cerai dengan istri sudah sekitar 20 tahun lalu,” paparnya.

Ia mengaku kenal betul dengan Sholikin. Selama menduda, lanjut Ishak, korban tinggal bersama adik kandung, Siti Hanayani (50), bersama dua anak Siti Handayani, masing-masing Hakiyat (16) dan Tanti (15).

Sholikin ditemukan tewas menggantung pada seikat tali di kamar rumahnya, Selasa (28/7). Jasad korban kali pertama ditemukan adik kandungnya, Syaiful Bakri, sekitar pukul 14.00 WIB.

Jasad Menggantung Gegerkan Mergosono

MALANGVOICE – Tewasnya M Sholikin (64), warga Jalan Kolonel Sugiono Gang 3 RT 01 RW 04 Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, mengegerkan warga setempat.

Pasalnya, Sholikin ditemukan tewas menggantung pada seikat tali di kamar rumahnya, Selasa (28/7). Jasad korban kali pertama ditemukan adik kandungnya, Syaiful Bakri, sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah itu, dia langsung mengabarkan kejadian ini pada para tetangga, dan ketua RT setempat. Tewasnya Sholikin sempat membuat warga sekitar berbondong-bondong ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi yang juga mendapat laporan langsung mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke ruang jenazah RSSA Malang, guna dilakukan autopsi.

Ortu Wajib Antar Siswa Masuk Kelas

MALANGVOICE – Orang tua  murid wajib mengantar anaknya di hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru. Hal  tersebut sesui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 21 Tahun 2015 tentang hari pertama masuk sekolah.

Dalam release yang diterima malangvoice.com, Senin (27/7), Permendikbud tersebut terdiri dari empat hal teknis dan salah satunya mewajibkan orang tua untuk mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah.

“Kemendikbud ingin memperdalam keterikatan orangtua dengan sekolah. Hubungan antara orang tua dengan guru yang erat saling bekerja sama bisa memecahkan persoalan siswa,” jelas Mendikbud,  Dr Anies Baswedan dalam releasenya.

Mengenai kerja sama tersebut, Anies berharap dilaksanakan antara kedua  pihak baik dalam belajar atau pergaulan di sekolah maupun di rumah. Karena selama ini, lanjutnya, orang tua ke sekolah ketika pembagian rapor atau saat perpisahan saja.

“Aktivitas ini tidak sebatas mengantar anak di luar pagar sekolah saja. Kemudian siswa masuk sekolah dan orang tua pulang sambil keduanya melambaikan tangan,” tambahnya.

Anies berharap orang tua harus benar-benar ikut masuk sampai di dalam kelas. Setelah sampai di dalam sekolah, orangtua harus berkomunikasi dengan para guru, khususnya guru yang akan mengajar sang anak.

Selain peraturan tersebut, tiga peraturan lainnya adalah penegasan mengenai upacara bendera pada hari Senin, kewajiban berdoa sebelum dan sesudah belajar dan wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dan sesudah belajar.

Warga Persoalkan Traffic Light dan Pintu Masuk UB

MALANGVOICE – Kemacetan lalu lintas jalan  menjadi pemandangan yang kerap dijumpai di beberapa titik jalan di Kota Malang.

Kemacetan itu membuat warga bertanya-tanya, bagaimana program dan kinerja Dinas Perhubungan (Dishub)  dalam mengatasi masalah itu.

Titik kemacetan yang menjadi momok warga pengguna jalan raya selama ini antara lain di kawasan Jembatan Soekarno-Hatta menuju Jalan Mayjen Panjaitan atau mengarah ke Jalan MT Haryono.

Pantauan MVoice di lokasi, kendaraan kerap menumpuk dari arah jembatan menuju dua titik itu.

Kondisi itu diperparah dengan traffic light yang masih berantakan, serta pintu alternatif masuk Universitas Brawijaya melalui depan Makam Muslim di Jalan Mayjen Panjaitan.

“Kemacetan masih sering terjadi, baik siang maupun malam,” ungkap Feri Alkahfi, warga setempat kepada media MVoice, Senin (27/7).

Dia menjelaskan, tidak tanggapnya Dishub  mengatur lampu traffic light di perempatan lokasi itu membuat penumpukan kendaraan terjadi dari arah Mayjen Panjaitan.

“Traffic light jadi permasalahan klasik. Lampu hijaunya terlalu singkat, hingga membuat kendaraan dari Mayjen Panjaitan menumpuk,” ungkapnya.

Ia juga menyesalkan kebijakan UB  membuka pintu masuk alternatif melalui depan Makam Muslim. Menurutnya, selain menambah kemacetan, seharusnya tidak diperkenankan ada jalur masuk ke arah tersebut dengan memotong jalan.

“Posisi Jalan Mayjen Panjaitan sudah macet kok masih ditambah akses masuk kampus,” tandasnya.

Sebagai warga, Ferri berharap Pemkot Malang tidak berpangku tangan melihat kekacauan lalu lintas di kawasan itu.

“Kami berharap pemkot turun tangan bersama forum lalu lintas membahas masalah ini, tentu warga harus diikutsertakan,” harapnya

ER: Koalisi Kami Dengan PDIP Kota/Malang dan Batu

Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Eddy Rumpoko, saat menyerahkan berkas pendaftaran pada Ketua KPU

MALANGVOICE – Sekalipun mengusung calon bupati dan wakil bupati tanpa dukungan partai lain, Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Eddy Rumpoko, optimistis bisa bersaing dengan calon lainnya.

“Koalisi kami PDIP Kota Malang dan Batu. Kalau ada partai yang mau bergabung, tentu kami terbuka,” katanya, di sela-sela acara, Senin (27/7).

Dikatakan, pihaknya telah menyerahkan berkas ke KPU, selanjutnya menunggu kabar apakah ada berkas yang kurang lengkap.

Wali Kota Batu itu menyebut tim pemenang telah menyiapkan sejumlah program. Namun ia masih enggan membocorkan program yang dimaksud.

“Kami perbanyak even dan silaturrahmi, agar calon yang kami usung dikenal dan turun langsung ke masyarakat,” ungkapnya.

Dengan slogan Malang Anyar, tambah dia, pasangan Dewanti-Masrifah dipastikan membawa perubahan dan program yang dapat mempercepat pembangunan di Kabupaten Malang.

“Jika dipercaya memimpin, kader kami siap mengabdi kepada masyarakat,” paparnya.