Toko Modern Ilegal Harus Ditindak!

Pemuda Demokrat Hearing

MALANGVOICE – Dalam dengar pendapat antara Pemuda Demokrat Indonesia bersama Komisi C DPRD, BP2T dan Disperindag, diketahui, sebanyak 223 toko modern bisa dikatakan ilegal.

Alasannya, berdasar Peraturan Daerah Kota Malang No 8 tahun 2010, untuk Izin Usaha Toko Modern (IUTM) tidak ditemui loketnya, baik di badan perizinan maupun Disperindag.

“Jelas toko modern ini ilegal. Nah, kalau ilegal, penegakan hukumnya bagaimana, ini yang harus kita pikirkan,” ungkap Ketua Pemuda Demokrat Indonesia, Soetopo, beberapa menit lalu.

Ia menuturkan, dengan masih beroperasinya toko modern hingga saat ini, jelas-jelas merupakan pelecehan terhadap Perda yang berlaku. “Ini bentuk pelecehan Perda, harus ada tindakan tegas,” tegasnya.

Soetopo juga menambahkan, keberadaan toko modern juga mematikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Malang. Ia menghitung, dengan jumlah 223 toko modern dengan nilai transaksi rata-rata perhari Rp 10 juta, maka setiap bulan ada Rp 900 miliar uang beredar yang tidak jelas jluntrungannya.

“Yang jelas uang itu lari ke pusat ke Jakarta, karena ini perusahaan besar bentuknya tbk (terbuka),” tandasnya.

Soal Toko Modern, BP2T Akui Tidak Survei Lapangan

Kepala BP2T Kota Malang, Indri Ardoyo. (Kanan)

MALANGVOICE – Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Malang, Indri Ardoyo, mengaku Izin Usaha Toko Modern (IUTM) tidak dimunculkan. Selama ini pihak BP2T hanya melaksanakan administrasi perizinan, tidak cek langsung ke lapangan.

“IUTM memang tidak dimunculkan di BP2T. Kami hanya melaksanakan administrasi perizinannya saja,” kata Indri, saat hearing dengan DPRD dan Pemuda Demokrat, beberapa menit lalu.

Dia menjabarkan tugas pokok dan fungsi BP2T, yakni menyelenggarakan administrasi di bidang perizinan, dan tidak serta merta mengeluarkan izin. “Kami hanya mengeluarkan izin HO atau gangguan, lalu kami tanya Amdal dan Amdal Lalin, hanya itu,” beber dia.

Ditambahkan, sesuai Perda No 8 tahun 2010, BP2T bisa menghentikan sementara izin pendirian toko modern baru dan perpanjangan toko modern yang sudah ada. “Jadi kami saat ini pending dulu soal toko modern baik yang baru atau perpanjangan,” kata Indri.

Sementara itu Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Umi Kulsum, menegaskan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan Perda No 1 tahun 2014 dan masih dievaluasi di Pemerintah Provinsi. “Ada juga Perda mengenai toko waralaba, masih diajukan,” tuturnya.

Ia mengaku tidak bisa menjelaskan secara rinci, karena Kepala Disperindag sedang ibadah haji dan Kepala Bidang Perdagangan sedang di Jakarta. “Jadi, kami tidak bisa menjelaskan secara rinci,” ucap Umi Kulsum.

UKM di Batu Harus Bermental Wirausaha

Kusmartono (Fathul)

MALANGVOICE – Instruktur manajemen Balai Latihan Kerja (BLK) Jatim, Kusmartono, mengatakan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Batu mengeluhkan manajemen pengelolaan usaha, mulai pemasaran hingga peralatan produksi.

Karena itu pihaknya diminta Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Batu untuk mengajari mental dan manajemen berwirausaha. Pesertanya terdiri dari 20 UKM yang sudah berjalan namun sulit berkembang.

“Pertama-tama, usaha rumahan, atau UKM ini dicampur-campur antara kepentingan bisnis maupun kepentingan keluarga. Seharusnya ada pemisahan yang jelas supaya kelihatan keuntungan bisnisnya,” kata Kusmartono kepada MVoice, sore ini.

Berbagai pelaku usaha yang mengikuti pelatihan, antara lain usaha kue kering, usaha warung, produk kerajinan, oleh-oleh khas, dan ada usaha fotografi. Mereka digodok supaya pola pikir berubah dalam memandang bisnis.

“Macam-macam kelemahan UKM dalam mengembangkan usahanya, misalnya modal, baik modal uang ataupun barang. Kemudian ada juga lemah kemasan produknya, lemah manajemen, lemah fasilitas dan lain-lain. Inilah yang harus kami atasi,” tambahnya.

Ia mengatakan, pada proses pelatihan akan dibagi-bagi sesuai dengan persoalan yang dihadapi. Ada pelatihan khusus mental berwirausaha, pelatihan kemasan produk, dan juga pelatihan peningkatan kualitas atau nilai produk.

“Kami dari BLK mendorong upaya pemerintah untuk membentuk masyarakat mandiri melalui UKM. Jadi tidak boleh warga jadi penonton, sementara Kota Batu hendak membangun Kota Wisata,” tandasnya.-

Hearing dengan Dewan, Sutopo: Toko Modern Ilegal!

Hearing DPRD Kota Malang, Disperindag, BP2T dan Pemuda Demokrat. (hamzah)

MALANGVOICE – Keberadaan toko modern di Kota Malang dinilai ilegal oleh Pemuda Demokrat Indonesia. Hal itu disampaikan dalam hearing dengan Komisi C DPRD Kota Malang, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), sore ini.

Ketua Pemuda Demokrat Indonesia, Soetopo di hadapan eksekutif dan legislatif menjabarkan, segala permasalahan administratif pendirian toko modern dianggapnya cacat formal.

Hasil kajian yang dilakukan baik dari Peraturan Presiden, Permendag No 70 tahun 2013 tentang pedoman penataan pasar tradisional dan toko modern, serta Perda No 8 tahun 2010, dijelaskan pengusaha toko modern harus mengantongi izin usaha toko modern. “Kalau kita lihat fakta di lapangan ternyata loket dan layanan untuk izin usaha toko modern tidak ada,” tegas Soetopo.

Dijelaskan, usaha mencari cantolan izin dilakukan dengan meneliti tugas, pokok dan fungsi baik dari BP2T dan Disperindag, ternyata juga tidak ditemukan aturan khusus mengenai izin usaha toko modern.

“Dari kajian hukum dan kajian kelembagaan kita tidak menemukan tempat izin toko modern karena itu ia ilegal, dan kalau mereka beroperasi ini disebut pelecehan kepada pemerintah,” tegas Sutopo.

Tak hanya masalah hukum, dijelaskan Sutopo, hasil kajian yang sama diperoleh satu toko modern bisa menghancurkan sepuluh toko tradisional milik warga yang masuk kategori usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).-

Disambangi Gus Ipul, Tosan Mengaku Bak Selebriti

Gus Ipul dan M Anton saat menjenguk Tosan di ruang ICU RSSA. (deny)

MALANGVOICE – Kesehatan Tosan yang dikabarkan berangsur membaik, dibenarkan dr Muhammad S Niam. “Yang pasti kondisinya sudah membaik, sudah diizinkan pindah ruangan, tapi mempertimbangkan masalah lain (keamanan, red) juga perlu,” katanya kepada wartawan, siang ini.

Saat Wagub Jatim Saifullah Yusuf berada di ruang 12 ICU, memang sempat menanyakan kondisi kesehatan Tosan ke dr Mohammad S Niam. Menurutnya, kondisi pasien korban penganiayaan itu sudah 90 persen sembuh.
Selama perawatan di RSSA, Tosan menjalani operasi karena sobek di bagian lambung. Saat ini seluruh alat medis yang menempel di badan Tosan sudah dilepas, hanya menyisakan alat bantu pernapasan.

Dijelaskan, paru-paru Tosan mengalami infeksi karena penyakit yang diderita, bukan karena akibat lain. “Di paru-paru hanya infeksi karena keterlambatan penanganan saja waktu itu, dan kini sudah mulai baik juga. Jadi bukan karena kena pukul atau siksaan,” jelasnya.

Sementara ibu kandung Tosan, Sumiati, menyatakan, Tosan merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Menurutnya, saat ini Tosan sudah bisa bicara jelas dan ketawa guyon. “Dia (Tosan, red.) bilang seperti selebriti waktu didatangi Gus Ipul,” tutur Sumiati.-

Jalan Ki Ageng Gribig sampai Bululawang Diusulkan Jadi Jalan Nasional

Sekda Kota Malang, Wasto. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang akan mengusulkan Jalan Ki Ageng Gribig sampai perbatasan Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, menjadi jalan nasional.

Kepala Bappeda, Wasto, menjelaskan, sebelum proses pengusulan, pihaknya bersama Bappeda Kabupaten Malang melakukan kajian bersama tentang jaringan jalan. “Salah satu contoh kajian itu ada di Jalan Ki Ageng Gribig hingga Bululawang,” katanya, beberapa menit lalu.

Dikatakan juga, pada 2016 Bappeda berusaha melebarkan Jalan Ki Ageng Gribing agar jalan yang nantinya dilewati pintu keluar tol Malang-Pandaan itu bisa representatif.

Upaya melebarkan jalan dimulai dengan mengidentifikasi kepemilikan lahan milik perorangan di sepanjang kawasan itu. Telaah awal, di Jalan Danau Toba mengarah ke Utara hingga Masjid Madyopuro akan dilakukan pelebaran, dimana hampir separuh jalan dihuni pedagang kaki lima (PKL).

“Jadi di sana ada tanah Pemkot yang dipakai PKL, nanti kami juga akan anggarkan kepada Dinas Pasar untuk sosialisasi kepada mereka,” beber Wasto.

Selain itu, jika hasil identifikasi diketahui ada jalan milik perorangan maka akan dianggarkan kepada Dinas Pekerjaam Umum (PU) untuk pembebasan jalan.

“Kalau jalan di Ki Ageng Gribig sudah lebar dan nanti sambung dengan Bululawang akan kita usulkan jadi nasional. Selama ini Pemkab sudah melebarkan jalan di Bululawang tinggal kami sinkronkan,” ungkapnya.

Jika nanti masuk jadi jalan nasional akan mempermudah dari segi pembiayaan yang nanti datang dari pusat.-

Apersi Harus Jadi Soko Guru Perumahan

Ketua Umum Apersi, Ir Eddy Ganefo, (dua dari kanan)

MALANGVOICE – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) berharap menjadi soko guru perumahan di Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua DPD Apersi Jatim, Adhita Setyawan, dalam Rakerda di Malang, siang ini.

“Sesuai tema Rakerda kali ini, ‘Gerakan Nasional Ayo Kerja Wujudkan Program Sejuta Rumah’, saya berharap Apersi ke depan bisa jadi soko guru perumahan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia sepakat dengan statemen Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, tentang perlunya komunikasi antara pengusaha dengan pemerintah. Sebab, peran keduanya sama-sama penting dalam pelaksanaan percepatan pembangunan.

Sementara itu, Ketua Umum Apersi, Ir Eddy Ganefo, menegaskan, Apersi sangat peduli terhadap penyediaan perumahan untuk rakyat miskin. Hanya saja, ia mengelukan adanya kendala kebiijakan pemangku kepentingan yang belum kondusif dan sejalan.

Dicontohkan, ketentuan standar maksimal harga jual yang dipatok pemerintah sulit disesuaikan dengan harga beli tanah yang terus meningkat.

“Karena itu, Rakerda ini harus jadi sarana memberi solusi bersama stakeholder untuk keberlangsungan dan kesinambungan melanjutkan pembangunan perumahan rakyat, khususnya di Jatim,” pungkasnya.

Gus Ipul: Pemprov akan Evaluasi Izin Pertambangan

Wagub Jatim, Saifullah Yusuf usai menjenguk Tosan. (deny)

MALANGVOICE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, akan mengevaluasi seluruh izin pertambangan di Jatim agar tidak terjadi lagi kasus seperti yang dialami Tosan dan Salim Kancil di Lumajang.

Ia mengatakan, di Jatim saat ini ada 900 lokasi pertambangan. Setelah terbongkarnya kasus penambangan liar di Lumajang, Pemprov akan mengevaluasi izin operasional tambang.

Gus Ipul juga mengatakan, ada yang izinnya lengkap, tapi praktek di lapangan tidak sesuai. ”Ada juga tanpa izin, tapi prakteknya sudah benar, itu yang kami evaluasi,” katanya, usai menjenguk Tosan di RSSA Kota Malang, siang tadi.

Jika diketahui izin pertambangan menyalahi aturan dan tidak memenuhi syarat, menurut dia, pemprov dipastikan akan mencabut izinnya. Ia juga menyarankan agar aktivis peduli lingkungan atau LSM yang terkait bisa melaporkan tindakan penambangan yang menyalahi aturan.

“Kalau ke depan bisa menyuarakan lebih keras kepada pemerintah Jatim khususnya, nanti bisa diatasi. Karena salah satu kendala adalah jarak terlalu jauh. Nah bagaimana caranya bisa terdengar, mungkin bisa lewat media sosial,” tuturnya.

Perpustakaan Kota Batu Dilengkapi Novel Harry Potter

Endang Purwanti dan Nethafani Oktaria mencari buku favoritnya. (fathul)

MALANGVOICE – Perpustakaan Kota Batu sekarang terlihat bersih dan tertata. Ada ribuan judul buku yang dibagi dalam rak-rak sesuai keilmuannya, seperti sastra, sejarah, politik, sosiologi, ekonomi, administrasi, negara, dan lain-lain.

Selain buku, dua komputer juga disediakan sebagai digital library. Dua unit komputer ini berfungsi sebagai katalog dan bisa untuk searching dan browshing berbagai hal di internet.

Salah satu pengunjung siswi SMA 1 Kota Batu, Endang Purwanti, mengaku, ke perpustakaan seminggu tiga kali untuk sekadar baca ataupun browshing. “Paling seneng di ruang baca anak karena bisa lesehan. Tadi ujian, jadi ke sininya agak cepat,” kata Endang kepada MVoice.

Di perpustakaan, Endang sering mencari novel-novel yang menarik. Hobinya membaca novel Harry Potter dan beberapa novel petualangan. “Susah nyari buku Harry Potter, di sini lumayan lengkap,” tambahnya.

Siswa lainnya, Nethafani Oktaria, juga mengaku sering ke sana untuk mencari buku-buku sejarah. Ia senang membaca berbagai koleksi buku di perpustakaan karena jika harus membeli, ia harus menyisihkan uang jajannya lebih banyak.

“Sendirian saja biasanya mas, teman-teman gak mau diajakin ke sini. Karena suka baca ya ke sini saja,” alasan Nethafani saat ditanya teman-temannya yang lain.

Dibesuk Gus Ipul, Tosan Sempat Guyon

Gus Ipul didampingi M Anton menjenguk Tosan di RSSA. (deny)

MALANGVOICE – Setelah membuka Rakerda DPD Apersi Jatim, Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf, menyempatkan menjenguk Tosan, korban penganiayaan mafia tambang pasir besi di Lumajang. Gus Ipul datang ke RS Saiful Anwar didampingi Wali Kota Malang, HM Anton.

Di pintu ruang 12 intensif, Gus Ipul disambut istri Tosan, Ati Haryati. “Bagaimana kabar, ibu?” tanya Gus Ipul kepada Ati Haryati. Mendapat sapaan itu, istri Tosan tersenyum dan menyampaikan jika kondisi dalam keadaan baik.

Gus Ipul berada di ruang rawat Tosan sekitar 10 menit. Menurut dia, aktivis penolak tambang pasar besi ilegal itu saat ini sudah dalam kondisi membaik. ”Alhamdulillah, kondisinya 90 persen membaik,” tuturnya.

Melihat kondisi Tosan membaik, menurut Gus Ipul, seharusnya sudah bisa dipindah ke ruangan umum. Namun atas pertimbangan keamanan, dia menyarankan agar Tosan tetap dirawat di ruang 12 ICU dulu, sampai kondisi benar-benar sehat dan aman.

Sebelum meninggalkan ruangan, Tosan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gus Ipul. ”Ya, sempat guyon juga, banyak yang perhatian dia bilang terima kasih. Gitu aja,” kata Gus Ipul.