Polisi Libatkan Psikolog Tangani Gama dan Pacarnya

Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata

MALANGVOICE – Kasus pembiusan dan pencabulan yang dilakukan Gama Mulya bersama kekasihnya, SAN kepada korban EWW, membuat Polres Malang Kota bertindak lebih komprehensif dalam penanganan kasus ini.

Untuk penyidikan kasus ini. Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata bakal melibatkan psikolog . Selain berperan menunjang jalannya proses hukum, psikolog diharapkan mampu memberi solusi bagi kedua tersangka dan korban.

“Kami tdk ingin terulang lagi kejadian seperti ini ke depannya,” kata Singgamata kepada MVoice, Rabu (12/8) sore ini.

Mantan Kapolres Lumajang itu mengaku prihatin melihat ‘kelainan’ yang terjadi pada Gama Mulya. “Betapa sedih dan khawatirnya para orang tua yang anak gadisnya kuliah di Kota Malang. Kami ingin tersangka sembuh dari ‘sakitnya’,” harapnya.

Kelakuan bejat pasangan Gama Mulya dan SAN yang membius EWW terungkap setelah kedua mahasiswa UB itu ditangkap 8 Agustus lalu atas laporan dari korban karena merasa ada perlakuan tidak senonoh.-

Banyak Lansia Terlantar, DPRD Kebut Raperda Lansia

Anggota Pansus DPRD, Zia Ulhaq.(Miski/Malangvoice)

MALANGVOICE – Banyaknya warga lanjut usia (lansia) yang terlantar di Kabupaten Malang, membuat DPRD kebut pembahasan raperda lansia.

Anggota Pansus, Zia Ulhaq mengatakan, raperda lansia merupakan inisiatif DPRD. Pasalnya, selama ini banyak orang tua yang ditelantarkan oleh anak dan keluarganya.

Apalagi, kondisi masyarakat Kabupaten Malang daerah pedesaan. Selama ini, panti jompo baru disediakan pemerintah provinsi.

“Kabupaten Malang butuh panti jompo, untuk menampung orang tua yang terlantar,” katanya, beberapa menit lalu.

Saat ini, lanjut dia, penyelesaian poin-poin dalam raperda. Sebelumnya, naskah akademik sudah selesai.

Politisi Gerindra itu menyebut, lahirnya perda lansia untuk memberikan perlindungan bagi lansia.

“Bukan hanya tempat tinggal dan makannya, tetapi juga biaya kesehatan dan akses fasilitas publik wajib dipenuhi sama pemerintah,” papar mantan aktivis MCW itu.

Dasar raperda lansia berupa UU kesejahteraan sosial, dan jaminan sosial. Serta mengacu peraturan Gubernur Jatim.-

Dishub Tata Lalin, Dinas Pasar Temui Pengembang

Pasar Oro-oro Dowo (hamzah/malangvoice)

MALANGVOICE – Jelang relokasi pedagang Pasar Oro-oro Dowo, Malang, beberapa SKPD terkait melakukan beberapa persiapan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kini menyiapkan rekayasa lalu lintas diseputaran Jalan Malabar, Jalan Guntur dan Jalan Cermai.

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan, sebab para pedagang selama empat bulan akan berjualan di badan jalan saat pasar dilakukan renovasi.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, nantinya kendaraan akan diperbolehkan melintas ke arah selatan Jalan Cermai yang selama ini hanya untuk satu arah.
Selain itu, lalu lintas di Jalan Guntur juga akan mengalami perubahan selama masa pembangunan pasar. ”Jadi kami lakukan rekayasa ini selama empat bulan,” kata Handi, Rabu (12/8).

Sementara Dishub menyiapkan rekayasa jalan, Dinas Pasar juga bakal bertemu dengan pemborong untuk mengetahui konsep pembangunan.

Meski proyek berada di bawah kendali Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), namun selaku penerima manfaat Dinas Pasar harus mengetahui pembangunan.

“Utamanya kita mau lihat pembangunan di bagian atapnya itu,” kata Kepala Dinas Pasar, Wahyu Setiyanto.

Ia juga mengatakan, bahwa nantinya tidak akan ada penambahan atau pengurangan bedak di Pasar Oro-oro Dowo sesuai kesepakatan dengan pedagang.

“Pedagang gak mau ada yang berubah dalam artian adanya tambahan kios atau pengurangan,” tuturnya.

Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Qudban berharap, agar renovasi bangunan ini bisa digunakan untuk jangka panjang.

“Ini kan percontohan pemugaran pasar lewat dana APBN, jadi harapan kami sebagai dewan agar pemugaran ini bisa untuk jangka panjang,” ucap Nanda.

Gama Mulya Tak Hanya Sekali Lakukan Pembiusan

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro merilis perkembangan kasus pembiusan mahasiswa UB. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Gama Mulya, pelaku pembiusan dan tindak asusila terhadap EWW, ternyata pernah melakukan hal serupa kepada korban lain.

Hasil pemeriksaan penyidik Polres Malang Kota, beberapa bulan lalu ada korban lain mendapat perlakuan asusila dari Gama Mulya. Korbannya juga mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB).

Dalam aksinya, kala itu Gama Mulya juga dibantu sang pacar, SAN. Modusnya pun sama. Korban terpedaya ajakan pasangan ini, kemudian tidak sadarkan diri akibat pengaruh obat bius.

Korban juga sempat ditelanjangi dan diikat oleh kedua pelaku, di kediaman Gama di Jalan Asrikaton, Pakis, Kabupaten Malang. Namun, Gama tiba-tiba membatalkan niatnya memperkosa korban.

“GM mengaku kehilangan nafsu, padahal sudah dibantu SAN merangsang nafsunya. Akhirnya perbuatan itu tidak jadi dilakukan,” jelas Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro saat merilis perkembangan kasus ini, Rabu (12/8) di Mapolres Malang Kota.

Kelakuan bejat pasangan Gama Mulya dan SAN yang membius EWW terungkap setelah kedua mahasiswa UB itu ditangkap 8 Agustus lalu atas laporan dari korban karena merasa ada perlakuan tidak senonoh.-

Kinerja Baik, Gaji Perawat Desa Ditambah Rp 500 Ribu

Kadinkes, Abdurachman. (Miski/Malangvoice).

MALANGVOICE – Para tenaga perawat desa di Kabupaten Malang, bakal mendapat tambahan gaji sebesar Rp 500 ribu. Maka total, tiap bulan mereka akan menerima tambahan gaji Rp 1 juta.

“Ini kabar baik bagi perawat, diharapkan kinerjanya lebih baik lagi,” kata Kadinkes Kabupaten Malang, Abdurachman di Gedung Dewan, Rabu (12/8) ini.

Jumlah tersebut belum termasuk tunjangan lainnya, seperti lembur kerja dan praktik. Soal besar tunjangan tergantung keaktifan tenaga setiap harinya, kata Kadinkes.

Dikatakan, selama ini perawat desa berperan penting sebagai perwakilan Dinas Kesehatan. ”Gaji tenaga honorer juga naik, sesuai SK Bupati,” tuturnya.-

Pendaki Belum Ditemukan, Besok Lakukan Open SAR

MALANGVOICE – Sampai Rabu (12/8) sore ini, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencari pendaki yang hilang di Gunung Semeru.

Apabila pendaki bernama Daniel Saroha asal Bogor tidak juga ditemukan, maka jalur pendakian di Semeru rencananya bakal ditutup sementara. “Kalau pencarian hari ini tidak ketemu maka besok akan kita tutup,” kata Kepala BB TNBTS Ayu Dewi Utari, Rabu (12/8).

Saat ini, tim kedua berjumlah lima orang sudah diturunkan mencari Daniel Saroha yang hilang sejak dua hari lalu. Total ada sepuluh anggota BBTNBTS yang sudah terjun langsung ke lokasi.

“Kalau hari ini masih tidak ketemu, kita akan Open SAR dan menutup jalur pendakian,” tandasnya lagi. –

Dishub Siapkan Rp 300 Juta untuk Seragam Baru Jukir

Kepala Dishub Handi Priyanto

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk pembuatan seragam baru bagi para jukir yang resmi terdaftar.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, anggaran itu akan digunakan membuat 2 ribu seragam baru bagi para jukir.

“Saat ini kita masih dalam pengadaan untuk seragam itu,” kata Handi, Rabu (12/8).

Seragam baru tersebut nantinya digunakan sebagai tanda, jika jukir dan tempat parkir resmi milik Dishub. Sebab, selama ini penggunaan rompi jukir rawan disalahgunakan. ”Selain seragam juga kita beri name tag,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Abdul Hakim mendukung langkah Dishub soal seragam baru jukir.

Selain untuk menata parkir untuk kesiapan tarif baru, pemberiam seragam juga upaya mendata dengan baik para jukir. “Langkah itu sangat baik, agar tidak ada lagi jukir abal-abal di Kota Malang” tegas Hakim.-

Anggaran Distop, Dewan Beri Solusi Nasib Poltekom

Ketua Komisi D, Imam Fauzi,
Ketua Komisi D, Imam Fauzi, (hamzah/malangvoice)

MALANGVOICE – Komisi D DPRD Kota Malang mencari langkah guna memikirkan nasib Politeknik Kota Malang (Poltekom). Hal ini menyusul rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang meminta anggaran perguruan tinggi itu dihentikan.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Imam Fauzi mengatakan, hasil koordinasi dengan para anggotanya ada dua solusi yang diberikan untuk Poltekom.

Pertama, penjajakan kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya dan membuat rumusan pinjam-pakai. “Hasil rapat internal kami ada solusi untuk kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya,” kata Imam Fauzi, Rabu (12/8).

Kerjasama dengan perguruan tinggi lain, lanjut dia, merupakan cara menyelamatkan mahasiwa yang ada disana. Hal ini merupakan langkah antisipatif, bila ada hal negatif yang menimpa kampus itu.

“Kalau pinjam pakai, nantinya pihak Poltekom harus menyewa lahan, karena dengan tidak lagi diberi anggaran, kampus itu harus mandiri,” beber politisi PKB itu.

Rencananya, Komisi D beserta pihak Poltekom akan segera melakukan hearing, untuk menentukan nasib setelah tidak ada anggaran dari Dinas Pendidikan.

Perlu diketahui, BPK merekomendasi anggaran Poltekom diberhentikan. Perguruan tinggi ini setiap tahunnya menerima kucuran anggaran Rp 1,8 miliar.

Berdasar rekomendasi, BPK melarang anggaran perguruan tinggi berada di bawah naungan Dinas Pendidikan.-

ER Tidak Khawatir Mundurnya Geng

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko

MALANGVOICE – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, H Eddy Rumpoko, tak terlalu pusing oleh mundurnya Geng Wahyudi sebaga ketua relawan Cabup PDIP Dewanti Rumpoko.

Pria yang biasa disapa ER itu mengatakan bahwa mundurnya Geng Wahyudi dari barisan pemenangan Cabup Dewanti Rumpoko dan Cawabup Masrifah Hadi, bukan masalah besar di intern PDIP Kabupaten Malang.

ER mengatakan bahwa tujuan PDIP ikut Pilbup Kabuoaten Malang bukan hanya untuk memenangkan calon bupati, tapi tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat. Apalagi PDIP juga dijamin tetap solid.

“PDIP adalah partai yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Jadi pemenangan Pilkada bukanlah serta-merta, tujuannya kesejahteraan masyarakat,” ungkap ER kepada wartawan, Rabu (12/8).

Ia tidak ingin masyarakat melihat PDIP dalam arti sempit Pilkada saja, tapi dalam upayanya membangun bangsa dan masyarakat.

“Saya tegaskan kalau Pilkada itu proses. Menang tapi tidak punya tujuan pembangunan, itulah yang menjadi masalah,” tandas ER yang juga Wali Kota Batu itu. –

Sebagian Besar Bangunan Pasar Tradisional di Kabupaten Malang Rusak

Anggota Komisi B, Mustofa Hadi. (Miski/Malangvoice)

MALANGVOICE – Kondisi bangunan pasar tradisional di Kabupaten Malang, sangat memprihatinkan.

Data yang dihimpun Komisi B DPRD Kabupaten Malang, dari 30 pasar yang tersebar di 33 kecamatan, 60 persen kondi bangunannya rusak. Sementara jumlah pedagang ada 18 ribu orang.

Mustofa menjelaskan jika ia sering menerima laporan dari pedagang terkait infrastruktur pasar yang kurang baik, terutama saat musim hujan.

“Tiap tahun sudah dianggarkan untuk biaya perawatan dan pemeliharaan pasar,” ungkap Anggota Komisi B, Mustofa Hadi saat berbincang dengan MVoice, beberapa menit lalu.

Dikatakan, saat ini pembangunan pasar dilakukan secara bertahap. Salah satunya Pasar Sumedang, Kepanjen yang murni dibiayai APBD. ”Kendalanya, anggaran yang ada sangat terbatas,” papar dia.

Dikatakan Mustofa, DPRD dan pemerintah berupaya proses pembangunan pasar dari APBD, bukan melibatkan pihak investor.

“Kalau investor biasanya banyak masalah, belum lagi pedagang harus beli lapak dengan harga tinggi,” tandasnya.-

Komunitas