Soal RSUD, Hadi: Pemkot Tak Kooperatif!

Hadi Susanto.

MALANGVOICE – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Hadi Susanto, menyayangkan sikap Pemerintah Kota Malang yang tidak kooperatif menyikapi permasalahan RSUD.

Menurutnya, selama ini Direktur RSUD, Rohana, sudah bekerja maksimal mengurus beberapa hal untuk keperluan launching.

“Sesuai hasil hearing, direktur memang menyatakan kesiapannya, harusnya pemerintah membantu, karena ini rumah sakitnya sendiri. Kok kelihatannya sulit sekali,” kritik Hadi.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, jika launching gagal dilakukan pada 12 November, bisa saja dilakukan pada akhir tahun. Yang penting izin operasional segera diturunkan, agar bisa melakukan lelang obat.

“Kan bisa buka poliklinik dulu, gak harus langsung opening,” tandasnya.

Sebagai rumah sakit milik daerah, ia berharap permasalahan RSUD bisa terselesaikan, sehingga dalam waktu dekat bisa memberikan pelayanan kepada warga.

“Jangan sampai timbul masalah di lain waktu, karena RSUD tak kunjung segera dilaunching. Kalau Pemkot kooperatif, sebenarnya masalah ini bisa tuntas,” tandasnya.-

Banyak Kendala, Rohana Pesimis RSUD Launching 12 November

Direktur RSUD, Rohana.

MALANGVOICE – Direktur RSUD Kota Malang, Rohana, pesimis rumah sakit milik pemerintah itu bisa dilaunching 12 November mendatang.

Kendalanya, selain masalah izin operasional belum turun, pengadaan beberapa item serta obat juga stagnan.

“Kalau launching 12 November mungkin tidak bisa direalisasi, karena beberapa hal tadi,” kata Rohana, beberapa menit lalu.

Ia memprediksi RSUD akan dilaunching pada akhir tahun sebagaimana dikatakan Wali Kota Malang, HM Anton, beberapa waktu lalu.

“Mutlak kami sudah berusaha. Ada beberapa hal termasuk lelang dan pengadaan obat pokok yang tidak bisa kami lakukan,” bebernya.

Pada anggaran tahun depan, RSUD digelontor Rp 25 miliar. Hak itu dilakukan untuk rehabilitasi, pemeliharaan dan pengembangan.

“RSUD juga sedang bekerjasama dengan PT PRIA di Mojokerto soal limbah padat,” ungkapnya.-

Rp 4,8 M untuk Program Tanam Sayur di Pekarangan

Pertanian sayur organik Kota Batu akan menuju pekarangan. (fathul)

MALANGVOICE – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kota Batu memfokuskan program pertanian 2016 dengan memanfaatkan pekarangan warga di 24 desa untuk menanam sayur organik.

Program ini disebut Kawasan Pekarangan Organik (KPO) yang per-desanya dibantu anggaran sebesar Rp 200 juta. Jika di Kota Batu ada 24 desa/kelurahan, maka total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 4,8 miliar.

“Kami memiliki target, meski petaninya sedikit, tapi keberhasilannya tinggi, dibanding penanaman di hamparan yang luas tapi keberhasilannya tidak seperti yang diharapkan,” ungkap Kadistanhut, Budi Santoso.

Anggaran Rp 200 juta per desa dan kelurahan digunakan membeli bibit, polibag, hingga kebutuhan pupuk organiknya. Warga yang diikutkan dalam penanaman di KPO tidak dipungut biaya.

“Kami masih godog untuk jenis sayuran yang akan ditanam karena butuh penelitian dulu. Jadi tidak asal tanam. Nah, bibit sampai polibagnya kami akan sediakan gratis, warga tinggal merawat,” imbuhnya.

Alih program dari pertanian organik hamparan ke pekarangan, jelas Budi Santoso, karena melihat evaluasi tahun ini. Meskipun namanya penanaman sayur organik, namun kenyataan selama ini baru “go organik” alias menuju organik, belum betul-betul penanaman organik.

“Sudah ada 14 desa yang ikut program pertanian organik di hamparan tahun ini, per desa menyediakan lahan 10 hektar tapi belum maksimal. Makanya saya sebutkan, saya butuh sedikit saja tapi berhasil, dari pada banyak tapi keberhasilan rendah,” tandasnya.-

Wow, Juara ‘Putra-Putri Gatra Pajak 2015’ Diangkat Karyawan Kontrak!

MALANGVOICE – Dinas Pendapatan Kota Malang tak pernah berhenti berinovasi dalam rangka menggalang perolehan pajak. Aspek non teknis yang diharapkan mampu mendekatkan dengan wajib pajak juga dilakukan, antara lain pergelaran Pemilihan Putra-Putri Gatra Pajak 2015.

Selain berhadiah total puluhan juta rupiah, juara pada even bergengsi tahunan ini juga mendapat tropy, piagam, bahkan diangkat sebagai karyawan kontrak. Hadiah dalam bentuk lain juga tersedia, seperti 2 unit sepeda motor dan barang-barang elektronik.

Untuk yang berminat mendaftar, bisa langsung datang ke Kantor Dispenda Kota Malang di Jalan Mayjen Sungkono (kompleks Block Office), Bagian Humas Pemkot Malang di Jalan Tugu No 1, Kantor Radar Malang di Jalan Arjuno 23 dan Kantor IJTI di Jalan Jaksa Agung Suprapto 79A. Syarat dan ketentuan lebih lanjut bisa disimak di tempat-tempat pendaftaran.

Bersamaan Pemilihan Putra-Putri Gatra Pajak 2015 kali ini, panitia juga menggelar lomba foto. Ketentuan dan syarat teknis juga bisa diketahui di tempat-tempat pendaftaran.

Selanjutnya, untuk penganugerahan penghargaan bagi para juara, akan digelar Gebyar Malang Anugerah Tax Idol, pada Sabtu, 28 November mulai pukul 06.00 hingga 23.00, di Halaman Balai Kota Malang.

Acara yang berkaitan dengan Ulang Tahun ke 9 d’Kross Community itu juga bakal dimeriahkan konser music, DJ party, pentas seni tradisional, hingga jalan sehat colour war.

Di Sumber Pucung dan Kalipare, Dewanti Tekankan Bela Negara

Kampanye Dewanti di Kalipare.

MALANGVOICE – Calon Bupati Malang dari PDI Perjuangan, Hj Dewanti Rumpoko, menggelar kampanye di Kecamatan Sumberpucung dan Kalipare, hari ini.

Di Desa Pakel, Sumberpucung, Dewanti mengajak warga ikut terlibat dalam kegiatan bela negara. Menurutnya, sesuai ketentuan UUD 1945, seluruh warga negara wajib ikut serta secara aktif dalam bela negara.

“Kewajiban bela negara harus terus dipupuk dan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara yang tangguh,” kata Dewanti.

Dijelaskan, bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara, salah satunya dengan menjadi anggota TNI dan Polri.

Karenanya Dewanti meminta kepada seluruh warga Desa Pakel, Sumberpucung, untuk bersedia menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam kegiatan bela negara.

“Jangan halangi anak-anak yang ingin menjadi anggota TNI dan Polri. Negara ini butuh TNI yang kuat, serta polisi yang cakap, berani dan jujur agar menjadi negara besar dan kuat,” imbau Dewanti.

Dengan kondisi wilayah yang aman tertib dan kondusif, menurutnya, seluruh bidang kehidupan di Kabupaten Malang akan berkembang dengan cepat.

“Kuncinya, anak-anak Kabupaten Malang harus sekolah, sehingga bisa menjadi tentara dan polisi.” tutur istri Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko itu.

Ditegaskan, pasangan calon nomor urut 2 Hj Dewanti Rumpoko – Hj Masrifah Hadi mempunyai program sekolah gratis. ”Ini adalah amanah UU dan pemerintah daerah wajib hukumnya untuk mewujudkan sekolah gratis,” tandasnya.

Giliran Asrena Mabes Polri Terpikat Panic Button

Kunjungan Asrena Polri Irjen Pol Arif Wahyunadi (deny)

MALANGVOICE – Asisten Perencanaan Anggaran (Asrena) Mabes Polri, Irjen Pol Arif Wahyunadi, petang ini, melihat kinerja Panic Button.

Arif Wahyunadi didampingi Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata, menuju Makota Command Center (MCC) untuk menjelaskan kinerja Panic Button yang baru saja dirilis Polres Malang Kota.

Menurutnya, aplikasi Panic Button ini langkah efektif kepolisian untuk dekat dengan masyarakat. “Ini sudah saya coba dan efektif 24 jam. Nanti akan dibahas di Mabes,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Arif juga memuji kinerja Singgamata hingga berhasil masuk nominator 9 besar Kompolnas Award. Saat ini Singgamata menjadi wakil Jatim bersama Kapolres Jember.

“Dari 452 calon, disaring hingga jadi sembilan. Ini prestasi yang bagus bagi Polres Malang Kota,” puji Wahyunadi.

Sebelumnya, Senin kemarin, tim Kompolnas melihat kinerja Panic Button yang menjadi kebanggaan kepolisian Polres Malang Kota.-

Sore Ini, Kota Batu Hujan Gerimis

Salah satu warga Jalan Abdul Ghani mengenakan jas hujan. (fathul)

MALANGVOICE – Mendung yang menyelimuti langit Kota Batu sejak satu jam lalu, akhir membuahkan gerimis.

Pengendara motor langsung kebut-kebutan untuk menghindari hujan yang lebih deras. Dari Oro-Oro Ombo hingga Jalan Abdul Ghani, gerimis terus mengguyur.

Beberapa pengendara yang menepi segera memakai mantel pelindung hujan. Meski sebagian besar tetap melanjutkan perjalanan.

Salah satu warga Jalan Abdul Ghani Atas, Subhan (38), mengatakan, hujan kali ini merupakan yang pertama kalinya sejak kemarau.

Beberapa kali ia bersama warga, membahas soal kemarau panjang dan harapan agar segera hujan.

“Ya kali ini gerimis saja gak papa, mungkin awal-awal. Sudah lama gak hujan rasanya segar sekali,” ujarnya di salah satu warung bersama MVoice.

Hingga saat ini, gerimis masih berlangsung di Batu. Meskipun tidak deras, cukup membuat jalanan basah dan bau humus menguar ke permukaan.-

Rumah di Tengah Sawah Terbakar Habis

Sanusi usai memadamkan api. (fathul)

MALANGVOICE – Satu rumah di Dusun Gangsiran Puthuk, RT-05/RW-05, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dilalap si jago merah, siang ini. Rumah di tengah sawah itu pun rata dengan tanah.

Satu sepeda motor Honda Tiger ikut terbakar dan tinggal rangkanya saja. Televisi, lemari pakaian, dan peralatan masak dapur, semuanya hangus terbakar.

Menurut saksi mata, Sanusi, warga RT-01/RW-05 Dusun Gangsiran, saat terbakar rumah itu dalam keadaan kosong, karena hanya digunakan istirahat keluarga Darno ketika mengurus kambing di sana.

Di bagian belakang rumah memang ada puluhan kambing dengan kandang yang terpisah. Rumah itu dulunya kandang bebek, karena bebek sudah dijual sehingga dipakai istirahat saja.

“Pagi memang ada yang masak, tapi jam 6 sudah selesai. Jadi tidak ada yang tahu kebakaran disebabkan apa dan bagaimana,” kata Sanusi.

Ia bersama pemilik rumah dan warga lain gotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beberapa jam kemudian api berhasil dipadamkan.

“Tidak ada pemadam mas, jauh soalnya. Jalannya juga menanjak, jelek, kayaknya susah mobil pemadam masuk,” tandasnya.

Berantas Judi, Satu Bulan Ungkap Empat Kasus

Kapolsek Karangploso AKP Prayitno dalam publik ekspos tangkapan, siang tadi. (fathul)

MALANGVOICE – Polsek Karangploso terus memberantas perjudian di wilayahnya. Hasilnya, dalam satu bulan terakhir, empat kasus judi diungkap dengan barang bukti jutaan rupiah.

“Di manapun namanya penyakit masyarakat selalu ada, di sini juga ada. Apalagi judi termasuk atensi dari pimpinan, kami dari Polsek terus berusaha memberantasnya,”ungkap Kapolsek Karangploso, AKP Prayitno dalam publik ekspos, siang ini.

Minggu lalu, polisi Karangploso berhasil meringkus tiga orang pelaku. Mereka adalah ASJ dan ASS, warga Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, dan MAS, warga Manggisari, Karangploso.

Kronologis kejadiannya, saat anggota reskrim menerima laporan warga adanya perjudian di rumah ASJ. Anggota segera mendatangi lokasi, lalu menangkap tangan ketiga orang pelaku.

“Dari tangan mereka kami sita barang bukti uang berjumlah Rp 515 ribu dan dua set kartu remi,” ungkap Prayitno.

Ketiga pelaku terancam Pasal 303 KUHP Ayat 2 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.-

ER Temui Menkeu Konsultasi Pengembalian Dana Desa

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, menegaskan, dalam waktu dekat akan mengembalikan dana desa yang diberikan pemerintah pusat.

Hal itu ia tegaskan saat hadir di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) II Jawa Timur di Blimbing, Kota Malang. Ia bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro untuk mengkomunikasikan dana desa itu.

“Saya sudah komunikasi dengan pak menteri soal masalah dana desa itu,” kata ER, beberapa menit lalu.

Dikatakan, keputusan mengembalikan dana desa merupakan salah satu bukti kemandirian Pemerintah Kota Batu dalam hal keuangan daerah.

“Dana desa sudah ditransfer, tapi akan kami kembalikan,” bebernya

Mengenai rencana mengembalikan dana desa itu, sambung ER, juga sudah dikomunikasikan dengan 19 Kepala Desa di Batu, dan semuanya menyepakati hal itu.

“Karena sebagian besar program kami adalah membangun desa, program pertanian dan sebagainya sudah tercover,” tandas Eddy Rumpoko.-