Pangkostrad: Alutsista TNI AD Memadai

Pangkostrad Letnan Jendra TNI Eddy Harmayadi

MALANGVOICE – Pangkostrad Letjen TNI Eddy Rahmayadi, menegaskan kondisi alutsista TNI Angkatan Darat saat ini cukup memadai.

Dijelaskan, cukup memadai lantaran antara kekuatan pasukan dengan alutsista saat ini masih dalam porsi yang imbang. “Saat ini kebutuhan alutsista masih cukup memadai,” kata Eddy usai serah terima jabatan Pangdivif 2 Kostrad, Selasa (7/9) pagi.

Ia menjabarkan, negara yang kuat berjalan seimbang dengan kekuatan TNI yang ditopang dengan alutsista yang baik.

Sehingga profesionalitas TNI dalam menjalankan tugasnya selain lebih profesional juga mampu menyesuaikan perkembangan zaman.

“Kalau memang menuntut modernisasi kemampuan negara dalam alutsista, ke depan harus diperhatikan, tapi gambaran secara umum saat ini alutsista sudah oke,” tandasnya.-

Humas Sebut Jasa Media Rp 1,7 Miliar

Kabag Humas Pemkab Malang, Budi Anwar bersama Kasubag Humas, Johan D Saputro.(Miski/Malangvoice)

MALANGVOICE- Belanja jasa pemberitaan di mass media oleh Pemkab Malang, mengalami kenaikan drastis selama lima tahun terakhir. Namun, hal itu dibantah Kabag Humas Pemkab Malang Budi Anwar.

Saat ditemui di kantornya, Selasa (8/9), Budi Anwar mengatakan angka Rp 4 miliar lebih itu anggaran humas keseluruhan. Sedangkan, dana pemberitaan di media elektronik dan cetak hanya Rp 1,7 miliar.

Total untuk biaya penyebarluasan informasi dan sosialisasi tahun 2015 sebesar Rp 2,2 miliar. Setiap bulan, ada Rp 100 juta-Rp 150 juta dana yang dikeluarkan untuk media. Itu pun untuk media skala lokal Malang Raya dan Jawa Timur.

“Baik untuk cetak kalender, siaran radio, sisanya untuk media,” katanya, beberapa menit lalu.

Dikatakan, setiap tahun anggaran di dinas mengalami kenaikan. Hal itu disesuaikan dengan adanya perubahan harga, seperti harga BBM untuk perjalanan dinas.

Anggaran media, lanjut dia, sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab, visi misi bupati selama lima tahun sudah diatur dalam Perda.

“Ada sekitar 120 media yang kerja sama, baik media lama dan baru. Dengan syarat yang telah kami tetapkan. Ke depan kami akan cetak kartu khusus media, sehingga terfilter jumlahnya,” jelas dia.

Kendati begitu, besaran anggaran tersebut masih sangat kurang. Sebab, dengan penyebarluasan informasi ke masyarakat menjadi palang pintu program pemerintah.

Ia juga membantah adanya praktik bagi (persen) setiap media mendapatkan iklan dari humas. “Mulai saya masuk tidak ada praktik demikian, kalau ada silahkan bantu kami untuk menyelesaikannya,” tegas dia.

“Anggaran tahun ini saja mengalami penurunan, mungkin PAK 2016 ada tambahan,” pungkasnya.-

Ganip Siap Tingkatkan Disiplin Prajurit

MALANGVOICE – Pangdivif 2 Kostrad, Brigjen TNI Ganip Warsito menegaskan akan melakukan pembinaan prajurit Divisi 2 Kostrad dengan baik sesuai amanah Pangkostrad Letjen TNI Eddy Rahmayadi.

Ia mengatakan, pembinaan operasional baik secara taktis maupun strategis merupakan program utama pembiaan satuan. “Pembinaan ini sangat penting sesuai dengan amanah bapak Pangkostrad,” kata Ganip, Selasa (8/9).

Pembinaan, lanjut Ganip, juga akan lebih disasar pada pengetatan anggota yang diketahui indisipliner, sehingga nantinya melalui mekanisme yang ada aturan itu akan ditegakkan.

“Tindakan indisipliner nanti akan kawal ketat sesuai peraturan sehingga nanti kedisiplinan prajurit bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

Brigadir Jenderal TNI Ganip Warsito lahir di Magelang, Jawa Tengah, 23 November 1963; adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 18 Agustus 2015 mengemban amanat sebagai Pangdivif 2 Kostrad menggantikan Mayjen TNI Bambang Haryanto.

Ganip Warsuto, lulusan Akmil 1986 ini berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Dirlat Kodiklat TNI-AD.

Pendidikan Militer:

Akmil 1986
Sussarcabif
Selapa I
Selapa II
Seskoad
Sesko TNI Sus Sar Para
Sus Ops Gab
Sus Dan Brigif

Riwayat Jabatan:

Danyonif 900/Raider (2001-2003)
Danrindam Jaya
Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (2011-2012) Dankorsis Seskoad (2012-2013)
Danpuslatpur Kodiklat TNI AD (2013-2014)
Dirlat Kodiklat TNI AD (2014-2015)
Pangdivif 2/Kostrad (2015-sekarang)

Kesan Bambang: Warga Malang Sangat Guyub

Mantan Pangdivif 2 Kostrad, Mayor Jenderal TNI Bambang Haryanto

MALANGVOICE – Mantan Pangdivif 2 Kostrad, Mayor Jenderal TNI Bambang Haryanto, mengaku mempunyai kesan sendiri selama 15 bulan bertugas di Malang. Ia merasakan ada atmosfer yang guyub.

Kondisi guyub ini ditunjukkan baik dari prajurit di Divisi 2 Kostrad maupun seluruh warga di Malang Raya.  ”Pengalaman tak terlupakan di Malang adalah warganya yang sangat guyub antara satu dan yang lainnya,” ucap Bambang usai acara sertijab, Selasa (7/9).

Sebagai mantan pimpiman, ia berharap agar tampuk pimpinan baru di bawah naungan Brigjen TNI Ganip Warsito, lebih meningkatkan profesionalisme prajurit sehingga bisa semakin berjaya.

“Profesionalitas saya harap lebih baik sesuai dengan amanah bapak Pangkostrad tadi,” tandasnya.-

Tahun Ini Tidak Ada Tokoh Aktivis

Relawan Omah Munir saat menabur bunga di makam Munir Said Thalib. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Peringatan 11 tahun kematian Munir diperingati cukup sederhana. Berbeda dengan peringatan tahun lalu yang dipenuhi tokoh besar seperti Seno G Ajidarma Butet Ketarejasa dan Happy Salma plus disiapkan acara besar

Direktur Executive Omah Munir, Salmah Safitri menganggap, kuantitas tidak menjadi persoalan karena kualitas tetap ada. “Saat ini ada 40 pemuda yang ikut, ini sudah membuat kami bangga,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jika tokoh-tokoh yang dulu ikut peringatan di Kota Batu sudah melakukan peringatan yang sama di Jakarta. Sehingga memang agenda ini bukan saja milik Omah Munir Batu, tapi juga relawan dan aktivis HAM se Indonesia.

“Semalam di Galeri Cemara Jakarta sudah ada peringatan pula, misalnya ada Happy Salma mementaskan monolog yang ditulis oleh Seno Gumira, ada resital piano oleh Ananda Sukarlan. Ini kerja bersama, kita di Batu tidak berdiri sendiri,” tambahnya.

Tahun laku,  acara 10 tahun peringatan kematian Munir dipusatkan di Batu sehingga banyak tokoh nasional datang, baik seniman ataupun pejabat. Namun saat ini, acara hanya dihadiri oleh pelajar dan aktivis sekitar Batu.-

Malang Raya Digoyang Gempa

MALANGVOICE – Gempa bumi kembali dirasakan warga Malang Raya. Selasa (8/9) hari ini, pukul 08.06 WIB terjadi gempa di dasar laut 23 km tenggara Kabupaten Malang.

Call center BMKG menyebut, kekuatan gempa 4,4 skala richter dan tidak berpotensi tsunami. Titik gempa yakni 8,42 LS-112,71 BT dengan kedalaman 10 km.

“Di Malang gempa dirasakan 3 mmi, kalau di Batu dan Blitar 2 sampai 3 mmi,” ujar petugas BMKG.-

Pamer Debus di Depan Pangkostrad

MALANGVOICE – Aksi prajurit Divisi 2 Kostrad di acara serah terima jabatan Pangdivif 2 Kostrad, cukup menarik para pengunjung yang hadir.

Usai atraksi terjun payung mendapat sambutan  tepuk meriah undangan,  kali ini para prajurit kembali berhasil unjuk kepiawaian khusus.

Para pasukan yang memiliki kemampuan khusus ini mulai beratraksi dari memakan pecahan kaca, bara api, tidur di atas paku serta dilindas sepeda motor.

Atraksi di depan Pangkidtrad,  prajurit pamer kemampuan bela diri prajurit yakni Young Modo, juga ditampilkan. Para prajurit memperagakan gerakan tendangan dan pukulan yang merupakan basik dasar tentara.

Aksi ini cukup sukses, karena berhasil menggabugkan antara kesenian Reog Ponorogo dan kemampuan bela diri pasukan.-

Pakai Topeng Munir, Orasikan Penegakan HAM

Relawan berorasi sembari memakai topeng Munir

MALANGVOICE – Relawan Omah Munir berjalan dari Pemakaman Umum Sisir ke Alun-alun Batu dengan memakai topeng Munir dan kaos putih bertuliskan Munirpad, nama sebuah jalan di Belanda.

Di Alun-alun Batu, relawan melakukan orasi penegakan HAM dan menuntut Jokowi agar menuntaskan kasus pembunuhan Munir.

Long march memakai topeng dimaksudkan agar masyarakat mengingat bahwa Munir tidak pernah mati, tapi tetap di hati. Munir tidak kemana-mana, karena Munir ada di mana-mana.

“Kita hari ini mengingatkan Presiden RI yang tidak juga beritikad baik menuntaskan penegakan HAM atas kasus kematian Munir. Ini adalah proses yang tidak akan berhenti, melawan lupa,” ungkap perwakilan MCW, Akmal Adi Cahya di Alun-alun Kota Batu.

Orasi di Alun-alun Kota Batu diiringi Lagu Indonesia Raya dan Lagu Gugur Bunga. “Kita mengheningkan cipta mendoakan kasus Munir cepat tuntas, juga mendoakan agar penyelesaian kasus HAM di Indonesia semakin baik,” tegas Salmah Safitri.-

Aksi Terjun Payung Pukau Para Undangan

MALANGVOICE – Aksi terjun payung prajurit Divisi 2 Kostrad menyemarakkan upacara serah terima jabatan Pangdivif 2 Kostrad, Selasa (7/9) pagi.

Aksi unjuk kebolehan ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta yang hadir baik dari jajaran pimpinan TNI maupun masyarakat yang hadir.

Puluhan penerjun ini terlihat piawai meliuk-liuk di udara sebelum akhirnya mendarat di lapangan Sapta Marga Makostrad 2 Singosari lokasi diadakannya upacara.

Beberapa penerjun juga membawa bendera kebesaran Divif 2 Kostrad sebagai bentuk penghormatan kepada institusi dan negara.

Usai acara terjun payung, dilanjut dengan tari kolosal yang menampillan keragaman budaya Nusantara dari Bali, Madura serta tarian khas daerah lainnya.-

Relawan Khusyuk Tahlil di Makam Munir

Relawan Omah Munir membaca tahlil di makam Munir Said Talib. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Relawan Omah Munir mulai membersihkan makam Munir Said Talib di Pemakaman Umum Desa Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Selada (8/9) dipandu Direktur Eksekutif Omah Munir, Salmah Safitri.

Usai bersih-bersih, mereka membaca tahlil dan doa untuk melapangkan kubur aktivis Hak Asasi Manusia ini. “Ini salah satu cara kita mengenang Cak Munir,” ungkap Salmah sebelum membaca tahlil.

Para relawan yang menggunakan baju putih bertuliskan “Munirpad”, ini membaca tahlil dengan khusyuk melingkari makam Munir yang bersanding dengan makam ibunya, Jamilah Umar Thalib (1918-2008).

Setelah ini, relawan akan long march ke Alun-alun Kota Batu untuk happening art. Rangkaian kegiatan dalam rangka 11 tahun kematian Munir ini akan bergulir hingga malam nanti. Seluruh masyarakat diharapkan bisa hadir pula.-

Komunitas