Lintas Komunitas d’Kross Bantu Cari Perusak Mobil

Ade Herawanto bersama musisi rock (istimewa)

MALANGVOICE – Perusakan mobil yang dilakukan oknum Aremania saat konvoi perayaan HUT ke-28 Arema, Selasa (11/8) lalu, mendapat perhatian serius sejumlah tokoh.

Kepala Dispenda Kota Malang yang juga tokoh Aremania, Ir Ade Herawanto menyayangkan aksi brutal kelompok yang tidak bertanggung jawab itu.

“Ayas atas nama komunitas d’Kross dan musisi Arema yang tergabung dalam gelaran rock kemerdekaan juga mengutuk keras aksi brutal yang mencoreng nama baik Aremania itu,” kata Ade kepada MVoice, Kamis (13/8) siang ini.

Dia berjanji, membantu pihak kepolisian memburu pelaku. “Saat ini kami juga memburu pelaku dengan semua data dan info yang tersedia. Nanti kalau bisa tertangkap akan segera kami serahkan ke pihak kepolisian,” tambahnya.

Menurut Ade, pelaku harus menjalani proses hukum agar bisa menjadi pelajaran bagi Aremania. Ia mengimbau, ke depan Aremania jangan sampai menyontoh perbuatan tercela itu.

Ia meminta Aremania turut merasakan nasib korban yang mengalami kerugian atas tindakan itu. “Ini saya sedang koordinasi dengan Dishub untuk memelototi CCTV ATACS. Kami lihat siapa saja yang terlibat,” pungkasnya.-

Inilah Lima Tuntutan Pemuda Demokrat Soal Toko Modern

Hearing Pemuda Demokrat dengan Komisi C

MALANGVOICE – Carut marut aspek legal formal toko modern, membuat Pemuda Demokrat memberikan rekomendasi dan desakan kepada Pemerintah Kota dan DPRD Kota Malang.

Ketua Pemuda Demokrat, Soetopo mengatakan, rekomendasi ini merupakan sikap dan desakan organisasi ini agar pemerintah segera menindak tegas toko modern.

Adapun desakan tersebut yakni:

1. DPRD harus menggunakan hak-nya membuat Perda yang khusus dan detil sebagai instrumen hukum tata kelola toko modern.

2. Pemkot Malang harus memiliki political will yang kuat dalam menerapkan peraturan perundang-undangan yang ada.

3. Pemkot Malang tidak menerbitkan izin toko modern baru atau memperpanjang izin toko modern yang sudah ada.

4. Pemkot harus menindak tegas melakukan penyegelan toko modern yang tak miliki Tanda Daftar Perusahaannya.

5. Pemkot harus hentikan operasional toko modern yang secara hukum melanggar ketentuan persyaratan.

Pemkot Malang Dianggap Lakukan Pembiaran Toko Modern

Ketua Pemuda Demokrat, Soeotpo memakai jas merah. (hamzah/malangvoice).

MALANGVOICE РPemuda Demokrat  Malang menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pembiaran terhadap toko modern yang diketahui ilegal.

Ketua Pemuda Demokrat, Soetopo mengatakan, bentuk pembiaran yang dilakukan oleh Pemkot yakni tidak adanya toko modern yang memasang foto copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang dapat diketahui oleh masyarakat umum.

“Jika memang toko modern masuk dalam izin kelompok perekonomian kategori SIUP, maka TDP wajib dimiliki setiap badan usaha,” tegas Ketua Demokrat, Soetopo, Kamis (12/8) siang ini.

Dijelaskan, kewajiban adanya TDP tersebut sangat bersinggungan dengan izin gangguang atau HO. Sehingga masyarakat mengetahui toko modern itu memgantongi izin atau tidak.

“Selain itu jarak 500 meter antara minimarket dengan pasar tradisional selalu dilanggar,” tegasnya.-

Kata Sutopo: Semua Toko Modern di Malang Ilegal

Ketua Pemuda Demokrat Kota Malang, Soetopo saat hearing dengan Komisi C DPRD

MALANGVOICE – Pemuda Demokrat meminta Pemerintah Kota Malang agar menghentikan izin operasional toko modern. Pasalnya, berdasar Perda No 8 Tahun 2010, keberadaan 223 toko modern di Kota Malang dianggap ilegal.

“Hasil kajian kami toko modern adalah ilegal,” kata Ketua Pemuda Demokrat Kota Malang, Soetopo saat hearing dengan Komisi C DPRD Kota Malang, Kamis (12/8) pagi ini.

Dijabarkan, dalam pasal 25 ayat 1 Perda No 8 Tahun 2010 syarat mutlak berdirinya toko modern yakni adalah Izin Usaha Toko Modern (IUTM).

Aturam khusus soal perizinan, lanjut Soetopo, dalam Perwal No 28 Tahun 2009 tentang tata cara pelayanan perizinan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) tidak diatur secara khusus mekanisme dan persyaratan mendirikan toko modern.

“Saat kami melihat website perizinan ada tiga kelompok perizinan yakni usaha pariwisata, pekerjaan umum dan perekonomian. Saat kami cek di kelompok perekonomian, itu tidak ada,” beber Soetopo.

Hasil penelusuram Pemuda Demokrat, ternyata dalam kelompok izin perekonomian ada 9 sembilam jenis izin tanpa ada nomenklatur IUTM. “Disana ada SIUP, tapi pengurusan SIUP dan IUMT sangat berbeda sekali,” tandasnya

Sementara itu, Ketua Komisi C Bambang Soemarto mengatakan, bakal berkoordinasi dengan komisi terkait tentang permasalahan ini.

“Kami mendapat tugas dari ketua dewan, dan akan memanggil beberapa pihak termasuk BP2T,” kata Bambang.-

Gugat Pasar Modern, Pemuda Demokrat Sambat ke Dewan

Hearing Pemuda Demokrat dengan Komisi C

MALANGVOICE – DPC Pemuda Demokrat Malang, Kamis (13/8) pagi ini, hearing dengan Komisi C DPRD Kota Malang terkait pasar modern.

Ketua Pemuda Demokrat, Soetopo mengatakan, pembangunan pasar modern i dari kajiannya diketahui tanpa dasar hukum sesuai dengan peraturan daerah (Perda) No 8 Tahun 2010.

“Pelaku usaha pasar modern wajib memiliki izin usaha toko modern (IUTM), namun tidak ada hal itu di bagian layanan,” kata Soetopo.

Dikatakan, tidak adanya operasional unit layanan khusus itu menyebabkan pihaknya mempertanyakan legal formal pembangunan pasar modern.

Ditemui langsung oleh Komisi C, Bambang Soemarto beserta anggota, Pemuda Demokrat membeberkan hasil kajian dan temuannya perihal pasar modern.

Hingga berita ini diturunkan, proses hearing antara keduanya masih berlangsung.-

Manajemen Arema Kecam Aremania Kepruk Mobil Mewah

Mobil Range Rover Evoque yang dikepruk oknum suporter Arema saat konvoi. (medsos for malangvoice).

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus mengecam perusakan mobil sport utility vehicle (SUV) Range Rover Evoque, warna putih nomor polisi N 138 B oleh oknum Aremania saat kegiatan konvoi pada HUT ke-28 Arema, Selasa ( 11/8) lalu.

Kelakuan tak beradab yang terjadi di sekitar kawasan Jalan Bogor Kota Malang itu patut dikutuk, apalagi mobil yang menjadi korban sasaran pelaku tidak bertanggungjawab itu adalah milik Ketua Pembina Arema Cronus, Agus Soerjanto.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris tak ingin memberi toleransi pada suporter yang melakukan tindak kriminal saat konvoi. “Malah yang jadi korban Ketua Pembina Arema sendiri Pak Agus. Padahal beliau sudah banyak membantu pendanaan di Klub Arema,” kata Haris.

Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan itu tak habis pikir dengan kelakuan si oknum yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Mobil mewah yang harga bekasnya sekitar Rp 1,5 Miliar itu mengalami rusak di bagian spion, kaca depan dan kaca belakang.

Menindaklanjuti itu, dia mengatakan, manajemen Arema telah menggelar rapat koordinasi. “Hasilnya, manajemen resmi mendesak polisi mengusut dan menangkap pelaku. Jika tidak berhasil tertangkap, akan merusak nama baik manajemen dan Aremania,” tambahnya.-

Terdengar Suara ”Awas”, Bongkahan Batu pun Menghantam Dania

illustrasi (ft. istimewa)

MALANGVOICE – Musibah yang dialami Dania Agustina Rahman (19) warga Sukabumi, Jawa Barat, dan M Randika (20) asal Deli Serdang, datang begitu mendadak. Tidak ada tanda-tanda jika pendakian ke Puncak Mahameru akan dihadang oleh musibah.

Yoga Aditya, adik M Randika korban patah kaki, menceritakan perjalanan mereka sebelum mengalami musibah yang mewaskan Dania Agustina Rahman.

Diceritakan, bahwa rombongan beranggotakan 16 orang. Senin (10/8) rombongan ini tiba di Ranu Pane. Sejenak istirahat di Ranu Pane, rombongan melanjutkan perjalanan dan bermalam di Ranu Kumbolo.

”Baru Rabu pagi kami berangkat, sampai Kalimati pukul 00:00 WIB lanjut ke puncak,” cerita Yoga saat mendampingi kakaknya, M Randika dirawat di IGD RS dr Saiful Anwar Malang.

Awalnya perjalanan menuju puncak tertinggi di Jawa Timur itu biasa saja. Namun, di tengah perjalanan atau sekitar 200 meter sebelum puncak, terdengar suara dari pendaki bahwa ada longsoran bongkahan batu. ”Awas batu, awas sebelah, besar,” kata Yoga menirukan suara pendaki yang ia dengar.

Saat itu Randika, Dania, dan Yoga dalam satu baris. Melihat ada bongkahan batu dari atas, mereka menghindar ke sebelah kanan. Batu yang menggelinding itu menghantam batu lain. Naas, pecahan batu sebesar kepala orang dewasa itu malah mengarah ke mereka.

Randika yang berada di atas Dania sempat menghindar. Meski demikian, batu itu menghantam kaki kanan Randika hingga patah. Sedangkan Dania tidak sempat menghindar. Bongkahan batu menghantam bagian wajah Dania. Nyawa Dania pun tak tertolong.

Rombongan akhirnya tidak melanjutkan ke puncak Semeru. Yoga dan teman pendaki lainnya mengevakuasi korban dengan alat seadanya.

Ketua rombongan, Hendri dan teman-temannya mengevakuasi korban ke bawa dengan tandu. ”Tongkat kami beri kain dan tali untuk membopong Randika, sementara Dania kami bawa menggunakan sleeping bed,” cerita Yoga.

Kedua korban dibawa turun ke Kalimati dan sampai sekitar pukul 10:00 WIB. Di sana mereka menunggu tim evakuasi datang. “Keadaan di sana waktu itu ramai, ada sekitar 200 orang,” jelasnya.
Tim evakuasi yang ditunggu akhirnya tiba pukul 14:00 WIB dan langsung dibawa ke Pos Ranu Pane untuk mendapatkan pertolongan. “Dari Ranu Pane sudah ditunggu banyak mobil ambulance, saya dan mas langsung naik,” kata Yoga.

Randika dan Yoga tiba di RSSA Kota Malang Rabu (12/8 malam sekitar pukul 22:00 WIB. Sedangkan mayat Dania dibawa ke RSU Lumajang.-

Korban Patah Tulang Semeru Dioperasi di RSSA

MALANGVOICE – Saah seorang pendaki Gunung Semeru, M. Rendika (20), warga Jalan Penguin 7 No 157 Desa Kenanga Baru, Kecamatan Pecut Sei Tuan, Deli Serdang, Medan, kini dirawat intensif di IGD RS dr Saiful Anwar Malang.

Rendika mengalami patah tulang. Ia dibawa oleh mobil ambulance dari Ranupane pukul 19.00 dan tiba di rumah sakit pukul 22.00 WIB. I
Evakuasi Rendika didampingi adiknya bernama Yoga Aditya.
Yoga menjelaskan jika kakanya akan menjalani operasi kaki kanan yang patah akibat terkena batu saat mendaki 200 meter dari puncak Semeru.

“Saat ini masih pembersihan luka, rencananya akan dioperasi dan dikasih pen,” kata Yoga, dini hari ini.

Sekadar diketahui, Rendika dan adiknya berangkat dari Jakarta menuju Semeru bersama rombongan berjumlah 16 orang.

Namun sebelum sampai ke puncak Mahameru, bongkahan batu besar menggelinding hingga mengenai Randika dan Diana. Randika mengalami patah tulang di bagian kaki, sedangkan Diana harus meregang nyawa.-

Pendaki Semeru Tewas Tertimpa Batu

illustrasi (ft. istimewa)

MALANGVOICE – Dania Agustina Rahman (19) pendaki Gunung Semeru yang ditemukan tewas pada malam ini, dikarenakan tertimpa batu berukuran 80 sentimeter pada 200 meter dari arah puncak.

“Korban tertimpa batu dan akhirnya tewas,” Kata Kepala BBTNBTS, Ayu Dewi Utari, Rabu (12/8) malam ini.

Sebenarnya, pihak BBTNBTS sudah mengingatkan batasan pendakian sampai dengan wilayah Kalimati, namun banyak pendaki yang melewati batas itu.

“Saat ini jenazah korban sudah di bawa ke RSU Lumajang dan pihak keluarga sedang perjalanan,” jelasnya.-

Aksi Gama Mulya Jadi Sorotan Komnas Perempuan

Perwakilan Komnas Perempuan, Naumi Werdisastro

MALANGVOICE – Pembiusan dan tindak asusila yang dilakukan mahasiswa UB, Gama Mulya, bersama kekasihnya, SAN, terhadap korban berinisial EWW, menjadi sorotan Komnas Perempuan.

Perwakilan Komnas Perempuan, Naumi Werdisastro, Rabu (12/8) hari ini mendatangi Mapolres Malang Kota untuk menemui kedua tersangka dan korban. Dikatakan Naumi, SAN sampai saat ini masih dalam kondisi tertekan.

“Perlu dipahami bahwa SAN membantu perbuatan GM karena tekanan. Dia diintimidasi sehingga terpaksa menuruti GM,” kata Naumi.

Saat bertemu SAN, Naumi melihat mata SAN berkaca-kaca, menandakan penyesalan yang begitu dalam atas perbuatannya. Sebaliknya, korban berinisial EWW justru tampak lebih tegar.

Menurut Naumi, EWW masih bisa bercanda dan berusaha melupakan kejadian itu. “Untuk korban, saya melihatnya hanya shock, dan ketika saya tanya apa butuh pendampingan psikolog? Dia jawab tidak. Dia cuma berfikir kok ada kejadian seperti ini,” imbuhnya.

Komunitas