Jawaban ER Atas Pandangan Umum PAK Diterima

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko

MALANGVOICE – Jawaban Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko (ER) atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap penyampaian Raperda Perubahan APBD Kota Batu tahun 2015 akhirnya disetujui, Selasa (1/9) malam.

Tentunya hal ini melegakan mengingat pelaksanaan sidang penetapan PAK harus selesai bulan ini juga. Apalagi sejak Juli dan Agustus, pelaksanaan sidang paripurna berkali-kali mundur karena berbagai alasan.

Salah satu kritik dalam pandangan umum disampaikan oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Batu, Didik Mahmud, soal kebijakan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko selama Januari hingga Agustus 2015 ini.

“Kami mencatat fakta bukan karena suka atau tidak suka. Ada beberapa hal bagi kami yang menjadi catatan, pertama adalah dokumen, antara rincian dan jumlah tidak sama,” kata Didik usai menyampaikan pandangan umum.

Kedua, ia mengkritisi terkait SKPD yang meminta dana harus memiliki perencanaan yang matang. Bahkan sebisa mungkin, saat anggaran didok, perencanaan penggunaan dana sudah ada.

“Pembangunan yang belum selesai atau dipaksakan selesai, ya sudah bayar sesuai dengan itu sehingga ada Silpa, kalau bangunannya tidak sesuai rencana ya jangan dibayar. Kalau dipaksakan akhirnya bangunan gak kepakai,” sambung Didik.

Menanggapi beberapa komentar pedas dari anggota dewan, ER menjawabnya dalam kesempatan tersendiri dengan tenang. Meskipun rupanya, dari jawaban lisan wali kota tidak ada yang langsung menjawab persoalan.

“Itu tidak masalah karena semua yang ditanyakan oleh anggota dewan tadi dijawab wali kota melalui dokumen yang dibagikan kepada kami,” tegas Didik usai sidang.-

Tidak Ada Instruksi, SPSI Batu Tidak Turun Jalan

Ilustrasi pekerja di Kota Batu. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Batu, memilih tidak turun jalan dalam memperingati hari buruh, 1September.

“Kita tidak ada agenda yang sifatnya turun ke jalan atau pengerahan massa di Kota Batu,” tegas Ketua SPSI Kota Batu, Purtomo kepada MVoice, Selasa (1/9).

Meskipun punya anggota hampir 5.000 orang dari 278 perusahaan di Batu, namun SPSI tidak melakukan gerakan macam-macam.
Kata Purtomo, jika ada persoalan akan dilakukan pembicaraan secara internal karena semuanya bisa didiskusikan.

“Untuk SPSI memang tidak ada koordinasi untuk turun jalan dalam memperingati hari buruh ini. Kalau ada pergerakan dari buruh atau pekerja, itu organisasi buruh yang lain,” ujarnya saat ditanya soal buruh yang rencananya demo di 20 provinsi.

Mengenai persoalan pekerja di Batu yang perlu dikawal oleh SPSI, Purtomo menjawab tidak ada masalah. Semua pekerja selama ini dapat bekerja dengan lancar tanpa ada keluhan kepada pihaknya.-

Duo Afrika Tampil, Kurnia Meiga Absen

Kedua kesebelasan bersiap melakoni pertandingan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus langsung menurunkan dua pemain asing teranyarnya, Morimakan Koita dan Lancine Kone, saat menghadapi Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9) malam ini.

Dua pemain asal Afrika itu masuk starting line up mengenakan nomor punggung masing-masing 8 dan 33. Sementara itu, kiper utama Arema, Kurnia Meiga tak masuk pada daftar susunan pemain yang diturunkan.

Sebagai gantinya, I Made Wardana tampil mengawal gawang Singo Edan, sedangkan Ahmad Kurniawan dipasang sebagai kiper cadangan pada laga pertama Arema di Grup B Piala Presiden 2015 ini.

Berikut Line Up Selengkapnya:

Arema Cronus
I Made Wardana (GK), Fabiano Beltrame, Purwaka Yudhi, Hasyim Kipuw, Alfarizi, I Gede Sukadana, Ahmad Bustomi (C), Lancine Kone, Morimakan Koita, Samsul Arif Munip, Cristian Gonzales.
Cadangan: Ahmad Kurniawan (GK), Beny Wahyudi, Juan Revi, Hendro Siswanto, Ferry Aman Saragih, Suroso.
Pelatih: Joko Susilo

Persela Lamongan
Khoirul Huda (GK) (C), Taufik Kasrun, Asep Budi, Eki Taufik, Mahyadi Panggabean, Jusmadi, Radikal Edialis, Zaenal Arifin, Arif Aryanto, Bijahil Calwa, Diallo Mamodou.
Cadangan: Rony Tri (GK), MT Bako, Jules Basile, Andika Rama, Edi Gunawan, Iman Budi Hernandi, Dendy Sulistyuawan.
Pelatih: Didik Ludianto

Wasit: Novari Iksan
Asisten Wasit 1: M Samsuri
Asisten Wasit 2: Fajar Sigit
Wasit Cadangan: Jerry Elly

Gali Timbunan Selang Untuk Pastikan Api Padam

Warga sekitar membantu memadamkan api dengan mengeruk ke bawah selang (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Kemungkinan adanya api yang masih mengendap ditumpukan selang yang terbakar membuat warga was-was. Maka dari itu, petugas dan warga mulai menggali selang tersebut.

“Ini kalau tidak digali-gali, bisa muncul lagi apinya,” ujar salah satu warga sembari mencangkul. Setiap cangkulannya di lepas, asap tebal memenuhi udara.

Karyawan yang membakar sampah siang tadi juga turut membantu. Setiap hendak ditanya wartawan, ia menghindar dengan wajah was-was.

“Kita gunakan alat seadanya agar air dapat menjangkau bawah selang. Saat ini sudah tangki ke tiga, tinggal tangki terakhir semoga apinya padam sempurna,” jelas Komandan Regu Pemadam, Sukaryono.

Karena malam sudah menjelang, Sukaryono mengaku akan memaksimalkan tangki terakhir. “Setelah ini pulang, sudah malam dan api bisa dijinakkan,” tutupnya.-

Dinsos Beri Sinyal Bantu Biaya Kelahiran Bayi Kembar

Iis Juna Indah saat berada di RSUD Kanjuruhan.

MALANGVOICE – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang akan ikut menanggung biaya persalinan Iis Juna Indah, warga Dusun Cungkal, Desa Sumber Petung, Kalipare, Kabupaten Malang.

Kepala Dinsos, Sri Pudji Lestari menyebut, pihaknya memang belum menerima laporan adanya kasus tersebut. Namun, ia mempersilahkan keluarga pasien untuk mengurusnya ke Dinsos dengan membawa surat keterangan dari desa.

“Silahkan besok ke Dinsos, biar dibantu sama karyawan prosedurnya,” katanya saat dihubungi MVoice.

Sri Pudji Kestari belum bisa berbicara banyak apakah akan mengcover semua kekurangannya atau sifatnya hanya ikut membantu biaya persalinan

“Nanti kami cek apa yang bersangkutan benar tidak tercover dalam Jamkesda dan Jamkesmas, biar dilihat dulu kasusnya seperti apa,” paparnya.

Soal database yang kurang maksimal, ia menyebut, selama ini data yang dimiliki sudah mencover semua masyarakat kurang mampu.

Bahkan, ia mengakui setiap tahun mengajukan tambaham anggaran ke dewan.

“Masyarakat Kabupaten Malang cukup banyak, jika ada yang terlewatkan, nanti kami evaluasi proses databasenya,” pungkasnya.-

Butuh 4 Tangki Padamkan Api di PT Surya Agung

Karyawan dan warga setempat ikut melihat kondisi kebakaran di PT Surya Agung Karangploso. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Meskipun tidak seberapa luas, namun petugas pemadam kebakaran membutuhkan dua tangki mobil lagi untuk memadamkan api yang mengendap di dasar selang LPG Pabrik Surya Agung, Karangploso.

Untung dalam kejadian tersebut tidak ada korban luka. Karena waktu kebakaran terjadi, karyawan Pabrik Surya Agung sedang istirahat siang sehingga tidak ada di lokasi kebakaran.

“Tadi kami sedang istirahat salat, lalu salah satu karyawan bakar rumput kering itu lho mas, kan banyak rumput di halaman belakang,” ujar karyawan pabrik, Harmani kepada MVoice.

Harmani beercerita setiap hari mereka berlima bekerja membuat selang untuk kompor gas LPG sepanjang 100 meter.

Ujung selang biasanya dipotong, lalu dibuang ke belakang pabrik bertahun-tahun. “Sudah banyak tahun mas, ya bertumpuk-tumpuk itu limbahnya,” jelas Harmani.

Menurut kesaksian warga setempat, selang yang berada di belakang pabrik tersebut sedalam 50cm bercampur dengan sisa bambu kering bekas cor-coran. Maka dari itu, api dipastikan masih mengendap di dasarnya.-

71 PNS Pemkot Malang Naik Haji

MALANGVOICE – Sebanyak 71 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Malang, tahun ini menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci. Pelepasan dan Sosialisasi Haji Mabrur bagi PNS dihelat di Masjid Baiturahim, Balai Kota Malang.

Kgiatan ini untuk menigkatkan pemahaman dan pembekalan bagi anggota Korpri di Pemerintahan Kota Malang sekaligus meningkatkan kebersamaan di antara anggota Korpri.

Dari 71 PNS yang akan ke tanah suci, sebanyak 22 orang laki-laki sedangkan perempuan 49 orang.

Dalam sambutanya Wakil Wali Kota Malang mewakili Walikota Malang berpesan agar selalu menjaga kondisi fisik saat haji.”Semoga calon jamaah haji akan menjadi haji yang mabrur selalu di jauhkan dari sifat yang sombong dan dengki,” Kata Sutiaji.

Setelah sambutan, acara lanjutan yaitu penyerahan bingkisan kepada calon haji oleh Ir. Sapto P. Santoso, M.Si dan Woro Tanty. P, acara berikutnya adalah siraman rohani dari K.H. Baidowi Muslih dan di tutup dengan doa.-

Karyawan Bakar Sampah, Limbah Selang LPG Terbakar

Anak-anak menonton petugas PMK memadamkan api di lokasi. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Limbah selang kompor LPG milik Pabrik Surya Agung di Jalan Sentana No 2, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso terbakar hebat, Selasa (1/9) siang.

Hingga saat ini, asap hitam masih mengepul mengganggu jarak pandang petugas pemadam kebakaran. Pemadaman masih terus diupayakan agar api yang mengendap di bawah benar-benar padam.

Komandan Koramil Karangploso, Kapten Arm Abdul Qodir saat ditemui di lokasi menjelaskan kronologis kejadian. Saat itu karyawan sedang istirahat lalu salah satu karyawan bernama Mutiah membakar sampah.

“Dia tidak tahu kalau di bawah sampahnya ada limbah selang sehingga terbakar dan susah dipadamkan. Namanya saja karet, jadi ya asap ngepul terus,” jelas Abdul Qodir kepada MVoice.-

Cukup Rp 100 Ribu, Tiga Hari KK Selesai

Salah satu calo saat menunjukkan berkas kliennya yang sedang dalam proses.

MALANGVOICE – Lambannya pengurusan administrasi di Kabupaten Malang, membuat masyarakat memilih jalur pintas dengan menggunakan jasa calo.

Jika mengurus sendiri melalui loket, selesainya bisa tiga minggu. Belum lagi harus pulang pergi karena persyaratan kurang. Namun, apabila menggunakan jasa calo, tiga hari sudah selesai.

Dengan menyiapkan biaya Rp 100 ribu, calon pengurus tidak perlu berlama-lama dan ikut antri di kantor pelayanan surat-surat (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil).

“Untuk KK biayanya Rp 100 ribu, KTP cukup Rp 75 ribu, dan akta kelahiran Rp 50 ribu,” aku salah satu calo saat ditemui MVoice.

Dari biaya Rp 100 ribu, lanjut dia, ia hanya kebagian Rp 20 ribu. Sedangkan Rp 80 ribu disetor ke oknum di dinas. Sama halnya dengan pengurusan KTP, ia mendapat bagian Rp 25 ribu, sisanya untuk orang dalam.

Kendati begitu, setiap hari tidak menentu jumlah calon pengurus yang meminta bantuannya.

Selain melayani langsung dari masyarakat, ia juga berjejaring dengan perangkat desa.

“Kadang tiap hari ada tiga dan empat berkas, kebanyakan perangkat desa minta bantuan kami. Asal harganya pantas, saya bantu dan selesaikan tepat waktu,” jelasnya.

Dikatakan, beberapa bulan belakangan permintaan jasa turun drastis. Sebab, selain dirinya juga ada komplotan penyedia jasa lainnya.

“Hampir semua calo punya orang dalam, kalau gak gitu gak mungkin bisa selesai cepat,” paparnya.

Sementara itu, pantauan MVoice, tampak masyarakat berjubel setiap harinya di Kantor Dispendukcapil. Bahkan, tak jarang dari mereka antri berjam-jam guna mendapat pelayanan dari petugas.

“Kebetulan ngurus KTP, karena blankonya kosong hanya dapat surat keterangan. Itu pun selesainya lama. Minta tolong calo biayanya cukup mahal,” ucap warga Tumpang, Solikhin.

Dihubungi terpisah, Kepala Dispendukcapil, Purnadi belum bisa dihubungi, baik melalui sms maupun telfon.

Sekadar diketahui, untuk biaya mengurus KTP, KK dan akta kelahiran gratis tanpa dipungut biaya.-

Dewan Rekom Penghentian Revitalisasi Malabar sambil Tunggu Konsep DKP

MALANGVOICE – Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto sepakat memberikan rekomendasi untuk penghentian revitalisasi Hutan Kota Malabar.

Hal ini ditegaskan, menjawab keinginan Aliansi Peduli Hutan Kota Malabar yang meminta agar proses revitalisasi dihentikan.

“Kalau masalah rekomendasi ada mekanismenya, tapi kami akan mengeluarkan rekomendasi penghentian,” tegas Bambang Sumarto, Selasa (1/9) saat hearing dengan aliansi.

Menurutnya, rekomendasi penghentian proyek dilakukan sembari menunggu konsep revitalisasi dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

“Maksud kita sama karena itu, kami harap agar aliansi berjuang pada jalurnya dan kami berjuang dengan tupoksi kami,” tegas politisi Partai Golkar itu.-

Komunitas