Bangunan Apel Green Harus Ikut Aturan

Siswo Adi saat sidak ke pembongkaran bangunan (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Staf Bidang Perizinan Badan Penanaman Modal Kota Batu, Siswo Adi ikut melihat pelaksanaan pembongkaran Guest House Apel Green di Batu. Ia menegaskan agar pekerja proyek patuhi peraturan, bukannya melihat bangunan lain.

“Ya jangan melihat bangunan lain di kanan kiri, kan beda perijinannya. Bisa jadi bangunan lain itu sudah berizin di tahun sebelumnya, yang peraturan perizinannya juga berbeda,” ungkap Siswo.

Dikatakan, bahkan perizinan yang baru nantinya jarak bangunan bagian depan dengan sempadan jalan raya haruslah 20 meter. Sementara untuk peraturan yang digunakan pembangunan Apel Green, jarak pembangunan harus 17,5 meter.

“Perlu diketahui kalau pembongkaran ini adalah inisiatif dari owner karena sadar kalau bangunan yang di depan ini harusnya tidak ada,” sambung Siswo Adi.

Mengenai pengawasan yang dilakukan sehingga tidak perlu membongkar bangunan bila diperingatkan sejak awal, Siswo mengelak. Menurutnya, dari owner sendiri harus menyadari bahwa pembangunan harus ikut IMB yang diterbitkan.

Bila tidak sesuai IMB, katanya, maka harus diterbitkan ijin ulang. Kalau tidak mengurus IMB yang baru, maka bangunan terpaksa harus dibongkar. Karena dalam IMB semua harus masuk dalam Rencana Detil Tata Ruang (RDTR).

“Di IMB kan ada peraturan, misalnya sesudah ijin kalau tidak ada pembangunan ya kudu ijin lagi. Sama dengan bangunan ini, kalau berubah ya ngurus ijin lagi,” tandasnya.

Orangtua Pisah Ranjang, Anak Dicabuli Sang Kakek

Korban saat bersama keluarganya melapor ke Polres Malang.

MALANGVOICE – Gara-gara rumah tangga tidak harmonis, anak pun menjadi korban. Itulah yang dialami NO, yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Rabu (30/9), NO bersama pamannya mendatangi Mapolres Kabupaten di Kepanjen. Kedatangan NO tersebut melaporkan ulah bejat kakek tirinya, Sukiman (50). Dalam pengakuannya kepada petugas kepolisian, NO telah dicabuli oleh kakek tirinya. Kalau dihitung, sudah lima kali NO mendapat perlakuan bejat kakek tirinya itu.

Sukiman merupakan keluarga dari pihak ibu NO. Sedangkan ibu NO saat ini pisah ranjang dengan sang suami. Selama orangtuanya pisah ranjang, NO lebih sering tidur di rumah keluarga ibunya di Perumahan Griya Permata Alam Ngijo, Kecamatan Karangploso.

Perbuatan cabul Sukiman diketahui oleh adik korban NI yang setiap malam tidur bersama. Saat kejadian, mereka menginap di Perumahan Griyo Permata Alam, Ngijo. Perilaku bejat itu selanjutnya diceritakan oleh adik NO kepada sang ayah. “Saat kakeknya membuka rok dan celana dalam korban, dan sang kakek melepas celananya, adik korban melihatnya tapi takut mau bangun,” ungkap paman korban yang tidak mau disebut namanya.

Ayah korban lantas meminta tolong ke bidan agar memeriksa kondisi korban. Beruntung, selaput dara NO masih utuh. Tetapi bagian pinggir alat vital NO ada bekas gesekan. “Saat kencing korban merasa perih dibagian kemaluannya. Namun, saat dicabuli korban tidak merasakan apa-apa,” jelasnya.

Karenan itu, polisi dimohon supaya dapat menangkap Sukiman yang kini diduga lari ke Surabaya. “Dari keluarga minta dihukum seberat-beratnya, karena perbuatan ini membuat kedua cucu saya trauma,” paparnya.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, mengatakan kasus tersebut masih ditangani pihaknya. Selanjutnya proses visum akan dilakukan apabila dibutuhkan. “Kalau cuma meraba-raba tidak perlu dilakukan visum, karena visum untuk mengetahui korban sudah diapakan saja,” katanya di kantornya.-

GBN Tolak Rekonsiliasi dengan PKI dan Serukan Waspadai Neo PKI!

Massa GBN berdemo di depan Balai Kota Malang. (Muhammad Choirul /MalangVoice)

MALANGVOICE – Massa yang mengatasnamakan Gerakan Bela Negara (GBN) menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Rabu (30/9) siang ini.

Mereka menolak wacana rekonsiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Koordinator aksi, Haris Kuncahyo, meminta masyarakat tetap waspada terhadap kebangkitan PKI dan Neo PKI.

Dikatakannya, indikasi kebangkitan itu sudah mulai tumbuh di berbagai daerah. “Jangan sampai kejadian 1948 dan 1965 terulang lagi. PKI adalah musuh bangsa. Kini mereka berusaha bangkit. Tahun 2010 mereka kongres dan menyepakati Neo PKI dengan logo baru,” tambahnya.

Dalam aksinya, massa membawa sejumlah spanduk kecaman terhadap PKI. Mereka juga meminta eksekutif dan legislatif keluar ruangan untuk menyampaikan dukungan pada aksi kali ini.

“Kami ini rakyat, terdiri dari beberapa ormas dan LSM seperti GP Ansor, Muhammadiyah, FKPPI, dan Pemuda Pancasila. Legislatif dan eksekutif harus mendukung aspirasi kami,” tegas Haris.

Simulasi di Depo Pertamina Terapkan SMK

Senior Supervisor Head of Security Marketing Operations Pertamina Region 5, Parman (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Simulasi unjuk rasa dan penanganannya di Depo Pertamina Kota Malang, menurut Senior Supervisor Head of Security Marketing Operations Pertamina Region 5, Parman, dirasa perlu, sebagai antisipasi sekaligus penerapan Sistim Manajemen Keamanan (SMK).

Hal itu dikatakan, saat sesi evaluasi, beberapa saat lalu. “Setiap simulasi ada skenario, sehingga kami siap menindaklanjuti kejadian emergency apapun, entah unjuk rasa atau kebakaran,” katanya.

Parman yang juga koordinator simulasi menjelaskan, Depo Pertamina Malang melibatkan 50 persen dari jumlah karyawan. “Ada 75 orang termasuk pekerja pembantu dan pekerja tangki, semua bisa siap dan melakukan aksi keamanan,” paparnya.

Untuk pelatihan simulasi dilakukan 2 kali dalam setahun, itu sesuai peraturan Polri tentang pengamanan objek vital nasional yang harus menerapkan SMK, termasuk Pertamina.

Sebelumnya, Bank Indonesia Kantor Malang juga melakukan simulasi pencegahan teror, melibatkan pasukan anti teror Brimob Detasemen B Polda Jatim.

Bongkar Bangunan, Apel Green Minta Waktu 1 Bulan

Bagian depan guest house yang akan dihilangkan. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Kepala Proyek Pembangunan Guest House Apel Green, Khoirul Anwari, mengakui ada kesalahan dalam membangun. Namun ia sudah berniat baik dengan mengikuti instruksi pembongkaran.

“Kami minta waktu 1 bulan untuk menyelesaikan pembongkaran. Dimulai hari ini hingga satu bulan mendatang kami usahakan selesai,” ungkap Khoirul kepada wartawan.

Dikatakan, pembongkaran itu didasari kesadaran dan iktikad baik dari pemilik. Pembangunan guest house itu memang ada kesalahan dan ketidakcermatan. “Kalau soal izin sudah lengkap, dari IMB, HO, semua sudah ada,” sambungnya.

Dalam izinnya, lanjut Khoirul, pembangunan sudah sesuai untuk lantai tiga dengan luas 500 x 600 meter persegi. Hanya saja bangunan yang saat ini dibongkar memang tidak sesuai spesifikasinya.

“Posisi bangunan mepet ke jalan semua. Kami ditegur, dan dengan iktikad baik kami membongkarnya,” tandasnya.

Karena pembongkaran itu, rencana launching guest house dengan 25 kamar di awal 2016 akan dimundurkan. Untuk kerugian akibat pembongkaran sendiri, Khoirul enggan menyebutkan.

Sutiaji: Satpol PP Harus Hayati Filosofi Sandal

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, secara resmi melepas 40 peserta Diklat Dasar Satpol PP yang diselenggarakan di Balai Diklat Bela Negara Rindam V/Brawijaya, hari ini.

Diklat yang sudah berlangsung selama 15 hari dari tanggal 15 s/d 30 September 2015, ini menjadi momen bagi peningkatan kualitas kinerja anggota Satpol PP Kota Malang.

Dalam sambutannya Sutiaji mengatakan, setiap anggota Satpol PP harus terus mengoptimalkan fungsi, satu di antaranya adalah sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), maka wajib memahami regulasi yang berlaku.

“Anggota Satpol PP harus menanamkan filosofi keberadaan sandal, selalu di bawah dan selalu diinjak, namun memiliki manfaat sangat besar,” kata Sutiaji.

Dijelaskan, meski berada pada posisi lapis bawah, setiap peran anggota Satpol PP sangat krusial dalam menegakkan Perda di Kota Malang.

Tak hanya itu, Sutiaji juga menekankan agar warga yang jadi objek penertiban harus diposisikan secara proporsional. “Kedisiplinan juga harus ditekankan pada semua anggota Satpol PP,” ungkapnya.

Dandim: Ketahanan Negara Bisa Terbangun Melalui Kesehatan

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama sejumlah pejabat Kodim 0833 Kota Malang memantau pasien di Puskesmas Gribik. (Humas Pemkot for MalangVoice)

MALANGVOICE – Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Aria Yudha Setiawan, mendukung penuh langkah Pemkot Malang mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan.

Pada acara Pencanangan Pembukaan KB dan Kesehatan, Rabu (30/9) siang ini, di Puskesmas KA Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, Aria Yudha menilai, kesehatan merupakan aspek penting untuk mewujudkan ketahanan negara.

Langkah TNI di bidang KB dan kesehatan tidak lepas dari perspektif manunggal TNI dengan masyarakat, terkait dirgahayu TNI. Karena itu Kodim 0833 Kota Malang membuka lebar-lebar kran kerjasama dengan Pemkot Makang di bidang kesehatan.

“Ketahanan negara dan ketahanan masyarakat, di antaranya terbangun melalui kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dandim.

Acara yang digelar pagi tadi itu, mampu menjaring 120 akseptor KB baru untuk jenis KB IUD, erta implan dan 100 pelayanan kesehatan umum dari warga di wilayah Kecamatan Kedung Kandang.

Bangunan Liar Guest House Apel Green Mulai Dikepras

Anggota Satpol PP saat membongkar bangunan Apel Freen. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Manajemen Guest House Apel Green di Jalan Diponegoro, Kota Batu, akhirnya mematuhi instruksi Pemkot Batu untuk membongkar bagian depan seluas 3 meter x15 meter, agar sesuai peraturan jarak bangunan dengan jalan.

Belasan anggota Satpol PP Kota Batu dikerahkan untuk melakukan pembongkaran awal pada bangunan itu. Saat MVoice ke lokasi, tembok bagian kanan kiri sudah jebol, dan bagian depan sudah dikisis sedikit demi sedikit.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batu, Robiq Yunianto, mengatakan, pembangunan Apel Green tidak sesuai izin spesifikasi yang telah diajukan ke Dinas Perizinan.

Karena itu, bulan lalu, usai disidak Komisi A DPRD Kota Batu dan Badan Penanaman Modal Kota Batu, dilakukan pengkajian oleh tim perizinan, dan diperoleh keputusan harus dibongkar pada bangunan yang tidak sesuai.

“Kalau untuk teknis perizinannya silahkan konfirmasi ke beberapa dinas yang masuk dalam tim perizinan. Saya mendapatkan instruksi guna melakukan eksekusi,” tandasnya.

Plt Kepala Badan Penanaman Modal Kota Batu, Eny Rachayuningsih, saat dikonfirmasi MVoice, juga menegaskan, bangunan bagian depan Apel Green tidak sesuai izin dan wajib dibongkar.-

Sutiaji Minta Warga Pahami Makna KB

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, saat pencanangan pembukaan KB. (Humas Pemkot for MalangVoice)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta warga Kota Malang memahami makna pelaksanaan Keluarga Berencana (KB). Hal itu diungkapkan pada Pencanangan Pembukaan KB dan Kesehatan, beberapa menit lalu, di Puskesmas Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedung Kandang.

Pemahaman terkait makna itu, menurut dia, ditekankan pada aspek perencanaan dan pengendalian. “Artinya, bukan sekadar bicara jumlah anak, tapi yang penting dan mendasar, orang tua harus mampu membangun tanggung jawab utuh atas masa depan setiap anak,” imbuhnya, pada kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Pemkot dengan Kodim 0833 Kota Malang itu.

Orang nomor dua di Kota Malang itu menilai, aspek perencanaan dan pengendalian berperan menentukan dampak pada bidang-bidang lain ke depannya. “Dengan memahami itu, kebutuhan dan kesejahteraan ekonomi keluarga bisa terpikirkan,” pungkasnya.-

Depo Pertamina ‘Diserbu’ Demonstran, Satu Mobil Terbakar

Kumpulan foto simulasi penanggulangan kejadian di Depo Pertamina Malang.(deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Ratusan mahasiswa berbaur dengan massa, mengepung kantor Depo Pertamina Kota Malang, Jalan Halmahera No.13, Rabu (30/9) siang ini. Dengan membawa spanduk dan meneriakan yel yel tuntutan turunkan harga BBM, mereka berusaha masuk ke halaman Depo yang dijaga pertugas keamanan internal.

Beberapa saat kemudian, datang bantuan petugas kepolisian turut mengamankan aksi massa itu. Suasanya mulai hangat ketika petugas mengamankan sesorang yang dianggap sebagai provokator.

Gerombolan massa semakin beringas dengan melempar bom molotov ke dalam depo hingga mengenai mobil tangki dan terbakar. Pasukan Dalmas dipimpin Kabag Ops, Kompol Bindriyo, serta 200 personel polri dengan peralatan lengkap berupaya menghalau massa dan memukul mundur.

Kumpulan foto simulasi penanggulangan kejadian di Depo Pertamina Malang.(deny/malangvoice)

Semakin siang, massa semakin beringas. Mereka melempari petugas dengan batu dan sebagainya. Sementara petugas di dalam berusaha memadamkan api.

Kumpulan foto simulasi penanggulangan kejadian di Depo Pertamina Malang.(deny/malangvoice)

Serangkaian aksi demo itu hanya simulasi pelatihan keamanan atas kerjasama Polisi dan Pertamina yang dilakukan untuk antisipasi kejadian seperti unjuk rasa.

Bindriyo mengatakan, simulasi itu juga mengecek kesiapan anggotanya saat dibutuhkan masyarakat. “Kami simulasi dari tahap ke tahap, mulai fasilitas, negoisasi, persuasif hingga penanggulangan saat terjadi tindakan anarkis,” katanya saat ditemui wartawan usai gelar simulasi.

Kumpulan foto simulasi penanggulangan kejadian di Depo Pertamina Malang.(deny/malangvoice)
Kumpulan foto simulasi penanggulangan kejadian di Depo Pertamina Malang.(deny/malangvoice)

Komunitas