Edan, Pria Ini Tega Bacok Anak dan Istrinya

Jenazah Wiwik Halimah di ruang jenazah RSSA (Muhammad Choirul/Malang Voice)

MALANGVOICE – Pembunuhan sadis terjadi Selasa (4/8) dini hari tadi, di Kabupaten Malang. Abdullah (50), warga Desa Argosari RT 2 RW 1, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, tega membunuh istrinya, Wiwik Halimah (48), dan anaknya sendiri, Putri Sari Devi (16).

Belum diketahui kronologis terjadinya pembunuhan sadis ini. Sampai berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan.

Namun, menurut informasi yang dihimpun MVoice, pembunuhan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat ini, kedua jenazah korban masih disemayamkan di ruang jenazah RSUD dr Syaiful Anwar Malang.

Pantauan MVoice menunjukkan kedua korban mengalami luka bacok dan luka bakar di sekujur tubuh.

Niat Padamkan Api, Ternyata Ada Dua Mayat Berdarah

Korban pembunuhan sadis oleh ayahnya sendiri, Putri Sari Devi (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pembunuhan yang dilakukan Abdullah (50), warga Desa Argosari RT 2 RW 1, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, kepada istrinya Wiwik Halimah (48), dan anaknya sendiri, Putri Sari Devi (16),  tidak diketahui para tetangga.

Supriyadi, salah seorang tetangga korban dan tersangka, mengaku berbondong-bondong ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama warga lainnya. Kesigapan warga itu dilakukan setelah melihat api melalap bangunan rumah milik Abdullah.

“Tahu-tahu kondisi rumah terbakar, awalnya semua tetangga mengira yang punya rumah tidak tahu kalau ada kebakaran. Warga fokus memadamkan api,” kata dia kepada MVoice, di ruang jenazah RSUD dr Syaiful Anwar Malang, pagi ini.

Ia menambahkan, warga baru mengetahui ada korban pembunuhan ketika warga hendak memadamkan api di dalam rumah. “Kami mau menyelamatkan mereka dari api, tahu-tahu sudah ada korban,” pungkasnya.

Abdullah tega membunuh istri, Wiwik Halimah (48), dan anaknya sendiri, Putri Sari Devi (16). Menurut penurutan Supriyadi, kejadian itu terjadi Selasa (4/8) dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 WIB.-

Pemkot Bantu Pasarkan Sayur Organik

Endang Trianingsih (Fathul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Tanaman sayur organik di Batu masih harus ditingkatkan produksinya guna memenuhi kebutuhan konsumen di Kota Batu dan sekitarnya.

Asisten 2 Pemkot Batu, Endang Trianingsih mengatakan, pihaknya akan ikut membantu memasarkan bila petani bisa lebih produktif.
“Nah, ke depan akan kita buat lebih banyak lagi produknya, kalau orang sudah tahu pasarnya kan dia akan mau menanam sayuran organik ,” jelas Endang kepada MVoice.

Endang berjanji akan membantu pemasaran hasil pertanian bila petani memberitahukan kepada dirinya saat waktunya panen. “Hasil pertanian organik kita belum meningkat, belum melimpah. Ini baru yang di KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari -red),” ujarnya.

Dispenda Kota Batu Diminta Inovatif

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso (Fathul/MalangVoice)

 

MALANGVOICE – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang diminta lebih inovatif dalam menjaring pajak dari masyarakat.
Indikasinya, kata Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso, adalah belum maksimalnya informasi kepada masyarakat baik di jalan ataupun di hotel dan restoran.
”Kemarin saya ikut acara bersama Presiden di Tangerang, nah Tangerang ini kan kota industri tapi pengelolaan Pendapatan Asli Daerahnya bagus. Nah kita harus bisa bagus karena Batu ini Kota Wisata, bisa mencontoh Kota Malang juga,” ungkap Punjul Santoso.

Ia menceritakan bahwa hampir tiap bulan ia mendapatkan sms yang mengingatkan soal pajak. Namun setelah dilacaknya, ternyata sms tersebut dari Dispenda Kota Malang. Menurut Punjul, metode dengan sms ini adalah inovasi yang bisa diadaptasi ke Kota Batu agar PAD meningkat khususnya dari sektor pajak.

“SMS dari Dispenda itu sederhana, misalnya apakah bapak sudah membayar pajak kendaraan bermotor, apakah bapak sudah membayar pajak PBB, apakah bapak sudah membayar pajak yang terkait dengan rumah makan. Itu saya mesti mendapatkan sms begitu, entah awal, pertengahan, atau akhir bulan,” jelas Punjul.

Punjul sendiri resah karena dalam Coffee Morning tersebut disampaikan oleh dinas terkait bahwa target pendapatan pajak diperkirakan 100% tetapi untuk retribusi baru mencapai 23% saja. “Ini sangat ironis, mengapa tidak ada upaya dari Dispenda untuk seperti itu,” papar Punjul.

Selain itu, Punjul juga berharap agar ada papan informasi terkait pajak di front office hotel dan kasir pembayaran di rumah makan atau restoran.
Tulisan pajak 10% tersebut memang sudah ada, aku Panjul, namun kurang maksimal karena banyak berdiri hotel dan restoran baru yang belum tersentuh pajak sebesar 10 persen itu.

PNS Wajib Setor Ijazah Legalisir

MALANGVOICE – Guna mengantisipasi adanya ijazah palsu, Pemerintah Kota Malang, memerintah seluruh PNS agar melakukan legalisir ijazah pendidikan terakhir mereka.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nurwidyanto, mengatakan, perintah itu tertuang dalam surat edaran dari Inspektorat yang ditujukan kepada sekitar 16 ribu PNS yang ada.

Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) yang sudah jauh hari mengisyaratkan hal tersebut.

Dalam SE Menpan Nomor 3 tahun 2015 tentang penanganan ijazah palsu aparatur sipil Negara, maka Pemerintah Daerah harus menindaklanjuti hal tersebut.

“Edaran ini sesungguhnya merupakan tindaklanjut dari surat Kemenpan untuk antisipasi ijazah palsu di kalangan PNS,” kata Nurwidyanto, Senin (3/8) di Malang.

Pengumpulan fotocopy ijazah yang sudah dilegalisir itu dilakukan sejak tanggal 28 Juli hingga tanggal 4 Agustus 2015.

Dijelaskan, meski PNS diwajibkan meminta legalisir, namun hal itu tidak berdampak pada kinerja mereka dalam pelayanan publik. Sebab, kebijakan itu sudah ditimpahkan pada masing-masing SKPD.

“Semua ditimpahkan pada SKPD masing-masing jadi kami berharap itu tidak mengganggu kinerja,” pungkasnya.

Jadi Tuan Rumah karena Minim Kasus Anak

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso (Fathul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Kongres Anak Indonesia ke XIII 2015 memilih Kota Batu sebagai lokasi penyelenggaraan karena Kota Batu merupakan daerah paling minim pelanggaran kasus anak.

”Alasan pelaksanaan Kongres Anak di Kota Batu ini adalah karena pusat atau dari kementrian melihat bahwa Batu itu sangat minim kejadian yang terkait dengan pelecehan, terutama kepada anak-anak,” jelas Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, kepada wartawan.

Punjul juga menyebutkan bahwa biasanya anak-anak usai mengikuti Kongres juga butuh rekreasi ke tempat wisata.

”Selain Kongres, biasanya peserta dan pendamping juga melakukan study tour. Nah wisata di Kota Batu kan kelasnya sudah mendunia sehingga kita tidak perlu anak-anak kita ke tempat yang jauh,” ungkap Punjul Coffee Morning di Kota Batu.

Punjul yakin bahwa lokasi-lokasi seperti 3T41, Museum Tugu, Museum Angkut, dan yang terbaru adalah Predator Park akan menjadi tempat pembelajaran. Sebagaimana salah satu wahana yang ada di Jatim Park I tentang Budaya Jawa sehingga orang dari luar Jawa bisa mengenal budaya Jawa juga.

Dana Cukai Hanya Terserap 2 Persen

Dyah Lies

MALANGVOICE – Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Batu, Dyah Lies, mengatakan pihaknya akan mengadakan asistensi terhadap SKPD pengguna cukai.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan diminta ikut asistensi tersebut adalah Disperindag, Humas, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Ekbang, dan BPKD.

“Kita harus maksimalkan dana cukai karena dana cukai kan dari pusat. Pemakaiannya memang belum maksimal karena harus sesuai dengan petunjuk teknis,” kata Dyah kepada wartawan usai Coffee Morning, Senin (3/8) pagi.

Adapun penyerapan dana cukai tiap tahunnya, kata Dyah, sangat kecil. Hingga Semester I tahun 2015 baru terserap 2 persen. “Kita kesulitan penggunaannya karena dana ini kan beda dengan bloggrant kan bebas, kalau dana cukai ada pembatasan sesuai PMK 84 sama PMK 20,” ungkap Dyah.

Solusi adanya pemanfaatan dana yang kurang inilah akhirnya pihaknya mengadakan asistensi pada tanggal 11 Agustus nanti.

Menurut Dyah, SKPD yang menggunakan dana cukai selama ini takut dan terkekang karena tidak tahu penggunaannya, padahal dana cukai banyak.

“Kita mendatangkan narasumber dari Biro Perekonomian karena dia yang menangani seluruh pemda, pemkab, pemkot se Jawa Timur, dengan harapan SKPD ada referensi mengenai penggunaan dana tersebut,” tandasnya.

Mendiknas dan Mensos Mendadak Dipanggil Jokowi

Beberapa panitia lokal memasang spanduk untuk menghias perhelatan Kongres Anak Indonesia di Hotel Purnama Kota Batu. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Kongres Anak Indonesia ke XIII di Kota Wisata Batu yang rencananya dibuka Senin (3/8), diundur Kamis (6/8).

“Pembukaan tidak jadi hari ini, tapi diundur hari Kamis mendatang karena Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan yang rencananya akan datang ada acara dengan Bapak Jokowi,” jelas Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, kepada wartawan usai Coffee Morning, Senin (3/8) pagi.

Nantinya, peserta yang datang akan langsung melaksanakan kongres tanpa pembukaan terlebih dahulu.
Mengenai pembukaannya sendiri, Punjul menginginkan menunggu dari Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa pada Kamis mendatang.

Adapun menteri yang dipastikan hadir pada saat pembukaan Kongres Anak Indonesia ke XIII yaitu Menteri Pendidikan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yohana Yambise.

Prioritas Warga Asli Malang

Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy Proetanto. (Muhammad Choirul /malangvoice)

MALANGVOICE – Operasi yustisi yang digelar pekan ini, Pemkot Malang bakal memilah identitas PKL. Yang jelas, PKL asli warga Malang akan dinomersatukan.

“Ada pendataan di Dinas Pasar, dari data yang masuk, diprioritaskan warga Kota Malang yang boleh berjualan,” tandas Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto.

PKL yang telah terdata nantinya mendapat kartu tanda PKL dari Pemkot Malang. Pembuatan kartu ini, melibatkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Malang.

“Kartu itu untuk PKL, jadi benar-benar menjadi legal di mata Pemkot,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy Proetanto. Ia berjanji, PKL yang tidak memiliki identitas sebagai warga Kota Malang bakal ditindak tegas.

“Diutamakan KTP Kota Malang, yang dari luar Kota Malang akan dihimpun untuk dipulangkan,” pungkasnya.

Pemkot Gelar Operasi Yustisi

Walikota Malang, HM Anton. (Muhammad Choirul/malangvoice)

MALANGVOICE – Setelah menertibkan PKL di kawasan Pasar Besar, Pemkot Malang segera menggelar operasi yustisi. Operasi bakal digelar pekan ini, dimaksudkan untuk mendata PKL dalam rangka penataan di Jalan Ade Irma Suryani.

“Ini sebagai tindak lanjut pengamanan, kami cek setelah operasi penataan,” kata Wali Kota Malang, HM Anton, Senin (3/8).
Setelah terdata, PKL mendapat kartu tanda PKL dari Pemkot Malang. Kartu itu berguna untuk pembinaan PKL, yang berhak mendapat bantuan gerobak, tenda, dan modal.

Suami Hj Dewi Farida Suryani itu menambahkan, penataan juga berlaku untuk pedagang buah yang selama ini beroperasi di sekitar Pasar Besar.
“Pedagang buah kami lihat dulu jumlahnya berapa, kami sesuaikan dengan kuota di Jalan Ade Irma Suryani. Kalau tidak cukup, sudah disiapkan tempat tertentu yang sedang dikaji,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Metawati Ika W, siap menjalankan petunjuk Anton. “Sekarang sudah mulai kami sosialisasikan. PKL kami beri arahan untuk menyiapkan apa saja yang perlu, seperti KTP, surat pengantar dari daerah asal atau surat keterangan tinggal sementara (SKTS),” pungkasnya.

Komunitas