Selain Memberi Makan, Memandikan Hewan Juga Perlu

Salah satu penjual kambing, M Taufik. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Banyaknya penjual hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah atau tanggal 24 September mendatang, calon pembeli harus pintar memilih kambing dan sapi yang akan disembelih untuk kurban.

Ada beberapa cara penjual agar hewan kurban tetap sehat. Seperti dijelaskan M Taufik, penjual hewan kurban di Velodrome Malang, kandang hewan kurban rutin dibersihkan. Setelah itu memberikan makan dan memandikan hewan kurban.

Memandikan kambing atau sapi, selain bersih hewan kurban bisa diketahui penyakitnya. “Tujuan memandikan kalau ada penyakit kulit bisa diketahui,” katanya kepada wartawan, Senin (21/9).

Ia juga menjelaskan, kambing kurban yang ia jual berkisar Rp 1,7 hingga Rp 2 juta lebih, tergantung kondisi hewan. Setelah dicek oleh Dinas Pertanian, tempat Taufik dinilai baik dan sehat. “Alhamdulillah kambing di sini dinyatakan sehat. Pemeriksaan ini bagus sekali, bisa memberikan pengetahuan yang kami jual,” tutur Taufik yang juga wartawan harian Bhirawa biro Malang ini.

Parkir Sembarangan, Dishub Tak Segan Gembosi Ban Kendaraan

Kepala Dishub, Handi Priyanto

MALANGVOICE – Peringatan bagi para pengguna kendaraan yang parkir sembarang di jalan raya Kota Malang. Sebab, jika petugas Dinas Perhubungan (Dishub) menemui adanya kendaraan yang parkir seenaknya di jalan, maka mereka tidak segan-segan menggembosi ban kendaraan tersebut.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan upaya penggembosan ban kendaraan yang parkir sembarangan merupakan langkah tegas yang kini sedang diterapkan. “Sebagai upaya shock terapi bagi pengendara agar tidak parkir sembarangan,” kata Handi, Senin (21/9).

Dikatakannya, sebelum mengambil langkah ini, Dishub sudah seringkali melakukan langkah persuasif dengan menyebar selebaran yang berisi peringatan kepada para pengguna kendaraan agar tidak parkir sembarangan.

“Langkah persuasif kita yang lalu belum memberikan efek jera, jadi saat ini perlu dilakukan upaya tegas,” tandasnya.

Rencananya tahun 2016 mendatang, Dishub sudah berencana melakukan pengadaan mobil derek untuk mengatasi parkir liar ini. “Ini fungsinya bila ada yang parkir sembarangan langsung kita derek dan kami bawa ke kantor kendaraanya,” ucap Handi.

Hasil Pemeriksaan Distan, Hewan Kurban di Kota Malang Sehat

Tim Dinas Pertanian Kota Malang lakukan pemeriksaan hewan kurban. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Dinas Pertanian (Distan) Kota Malang, terus melakukan pemeriksaan hewan menjelang Idul Adha 1436/2015 di sejumlah titik penjualan hewan kurban di kecamatan.

Dari 50 tim Dinas Pertanian yang dibagi lima orang tiap kecamatan melakukan pemeriksaan, hasilnya tidak ditemukan hewan kurban yang bermasalah, Senin (21/9).

Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan pengecekan sapi dan kambing dimulai dari gigi kemudian berlanjut ke fisik.

“Dari gigi kami mengetahui hewan sudah cukup umur atau belum, jika masih belum tanggal giginya maka dilarang dijual,” katanya, Senin (21/9).

Hadi yang membawa dokter dan paramedis juga menambahkan, bila ada kondisi hewan mengalami cacat fisik harus segera diperiksa untuk mengetahui penyakit.

“Melihat secara umun keadaan fisik, kalau dicurigai ada sesuatu tidak normal akan ada pemeriksaan suhu badan, detak jantung, selaput lendir, dan pulsus atau tekanan nadi,” kata dr Hilda, selaku Kasi Kesehatan Hewan Distan Kota Malang.

Pemeriksaan itu dilakukan terus menjelang Hari Raya Idul Adha pada 24 September mendatang, kemudian tahap kedua adalah penyuluhan kepada panitia penyalur kurban di masjid. “Pokoknya kami selalu mengawasi hingga hari H pelaksana,” tandas Hadi.

Bawaslu Instruksikan Pengawasan Maksimal pada Calon Incumbent

Ketua Bawaslu RI, Muhammad (tengah), saat memberikan pengarahan bagi Panwascam, di Kantor Panwaslu.

MALANGVOICE – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Muhammad, meminta Panwaslu kabupaten/kota memberi pengawasan maksimal pada calon petahana atau incumbent selama masa kampanye, jelang pilkada, Desember mendatang.

“Salah satu indeks kerawanan selama pilkada adalah potensi penyalahgunaan wewenang dan penggunaan fasilitas negara oleh petahana,” jelasnya, didampingi lomisioner panwaslu, beberapa menit lalu.

Menurutnya, calon incumbent merupakan keberuntungan tersendiri dalam pilkada. Namun bukan lantas menggunakan segala cara, termasuk penyalahgunaan wewenang dan kampanye terselubung.

“Saya kira calon incumbent tahu diri, kalau memaksakan diri, masyarakat tahu harus memilih calon yang mana,” paparnya ramah.

Sekadar diketahui, Bupati Malang, Rendra Kresna, maju kembali dalam pilkada. Ia menggandeng H Sanusi selaku wakilnya.

Hingga kini calon incumbent memilih fokus menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah, alias enggan mengambil cuti kampanye.

Jatim Masuk Zona Merah, Kecuali Kabupaten Malang

Ketua Bawaslu RI, Muhammad, memberikan pengarahan pada para Panwascam.(miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Provinsi Jawa Timur mendapat perhatian khusus dari Bawaslu RI. Pasalnya, ada beberapa daerah diprediksi berpotensi konflik sangat tinggi.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu, Muhammad, saat memberi pengarahan pada Panwascam, beberapa saat lalu. Perhatian khusus itu mengacu pada pelaksanaan pemilu sebelumnya.

“Alhamdulillah Kabupaten Malang tidak masuk di dalamnya. Daerah tapal kuda dan Madura masuk zona merah,” katanya.

Dikatakan, sejumlah kasus yang saat ini ditangani Bawaslu, mayoritas bisa diselesaikan.

Jika ada keluhan paslon dan tim sukses saat penertiban alat peraga kampanye (APK), penyelenggara (KPU-Panwaslu) selalu dinilai tidak independen dan berpihak.

“Selama ini kami dituding demikian, mari buktikan kalau kita pengawas yang bekerja sesuai amanat undang undang,” ajaknya.

Ditambahkan, ia belum mendapat laporan adanya kasus yang saat ini ditangani Panwas Kabupaten Malang.

“Kalau ada laporan otomatis ditindaklanjuti, namun di Kabupaten Malang belum ada masalah,” pungkasnya.

ER Kurban Sapi Limousin Seharga Rp 50 Juta

Supangat bersama sapi jenis Limousin yang sudah dibeli Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, menqurbankan seekor sapi jenis Limousin seharga Rp 50 juta yang diambil dari peternakan Kelompok Tani Sri Sejati, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo.

Pengelola peternakan, Supangat (50), mengatakan, ER sudah empat kali membeli sapi kurban di tempatnya. Tahun-tahun sebelumnya harga sapi tidak sampai Rp 50 juta. Sekarang harga daging naik, harga sapi juga naik.

“Hitungan membeli sapi itu bobot dagingnya. Kalau miliknya pak wali ini berat hidupnya 1 ton, kalau berat dagingnya nanti kurang lebih ada 5 kuintal,” papar Supangat kepada wartawan, beberapa menit lalu.

Di peternakan sapi itu, lanjutnya, ada tiga jenis sapi super yang dijual, yaitu Limousine, Peranakan Ongole (PO) dan Fresh Holland (FH). Semuanya akan laku menjelang Hari Raya Idul Adha seperti saat ini, dengan kisaran harga paling rendah Rp 15 juta, dan paling tinggi Rp 50 juta.

“Pembeli sapi kami bukan hanya dari Kota Batu, tapi se Malang Raya, termasuk juga dari Surabaya hingga Gresik. Saya tidak tahu kenapa, tapi mereka lebih suka beli di sini dibanding tempat lain,” sambung Supangat.

Hingga saat ini, sapi miliknya sudah terjual 35 ekor dari berbagai jenis. Tinggal 20 ekor lagi sapi yang belum ada pemiliknya. Namun Supangat optimis semua sapi miliknya akan habis terjual.

Disinggung asal sapi itu sendiri, Supangat memberitahukan kalau ia membeli dari peternak di kampung-kampung, kebanyakan dari Kecamatan Bumiaji. Termasuk sapi yang dibeli oleh wali kota ini, dulu ia mendapatkannya usia 3 tahun lebih.

“Saya dulu dapat usia 2 tahunan, tapi masih kurus. Harganya saya beli sudah Rp 24 juta. Sekarang usia bertambah satu tahu dan gemuk, jadi wajar harga demikian. Bahkan ada yang seharga Rp 60-70 juta di tempat lain,” tutupnya.

Nelly Awali Beri Bantuan kepada Yanuar

Riza Min Nelly, Ketua DPD Perindo Kota Malang bersama penyadang difabel

MALANGVOICE – Kondisi Yanuar, penderita difabel yang menyedihkan, mengetuk perasaan Riza Min Nelly. Tokoh muda dan enerjik ini, terpanggil memberikan bantuan kepada keluarga Yanuar.

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masalah sosial di Kota Malang, khususnya bagi keluarga Yanuar.

“Bantuan ini hanyalah sedikit yang bisa saya berikan, dan saya mencoba menggugah warga lain yang mampu agar mau mengulurkan tangan kepada warga yang tidak mampu seperti Yanuar,” tutur Nelly.

Dijelaskan, kondisi Yanuar merupakan bahan perenungan bagi warga lainnya yang hidup normal agar lebih bersyukur dan mau membantu sesamanya. “Ini adalah pelajaran hidup, dimana kita harus lebih pandai bersyukur,” ucap Nelly sembari berurai air mata.

Sementara itu, nenek Yanuar, Suharma mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang sudah dikucurkan untuk kepentingan Yanuar.
“Alhamdulilah, ini sangat membantu sekali semoga bermanfaat bagi Yanuar,” tandasya.-

Gerakan Bahasa Tubuh Yanuar, Mengisyaratkan Ingin Sekali Sekolah

Riza Min Nelly, Ketua DPD Perindo Kota Malang bersama penyadang difabel

MALANGVOICE – Yanuar (15) warga Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Kauman penderita difable mungkin bisa menjadi contoh bagi warga masyarakat lainnya.

Ditengah keterbatasan fisik yang dialaminya dengan kondisi ekonomi dan sosial keluarga yang carut marut, Yanuar ternyata ingin mengenyam pendidikan.

Nenek Yanuar, Suharma, mengatakan, keinginan Yanuar untuk sekolah terlihat saat ia melihat teman sebaya-nya memakai seragam membawa tas dan berangkat sekolah. Ini terpantau Yanuar, sebab di depan rumah tempat ia tinggal yakni SDN Kauman 3.

“Kalau ada anak sekolah Yanuar ini sepertinya semangat dari caranya melihat anak sekolah,” kata Suharma.

Bahasa tubuh Yanuar ini, lanjut Suharma mengisyaratkan jika cucunya ini ingin sekolah jika kondisinya normal laiknya anak-anak lainnya. “Bagaimana lagi, kondisi Yanuar seperti ini dan tidak bisa sekolah,” tandasnya.

Melihat kondisi ini, tokoh masyarakat, Liza Min Nelly menyebut, kondisi Yanuar adalah pelajaran berharga bagi masyarakat. “Ditengah kekurangannya Yanuar ingin sekolah, ini yang membuat hati saya trenyuh,” kata Nelly.

Melalui program RumahKu, Inspirasiku yang didukung Malangvoice.com dan Gajayana TV, Nelly mencoba menggugah masyarakat agar lebih peduli dan mengambil hikmah dari pelajaran hidup yang dialami Yanuar.

“Selain ini program sosial, kami juga mengajak warga untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup warga yang kurang beruntung,” ungkap Ketua DPD Perindo Kota Malang ini.

Sampai Bulan September, Polisi Batu Sukses Tangkap 35 Pelaku Narkoba

Kasubbag Humas Polresta Batu, AKP Waluyo memberikan keterangan pers (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Sejak Januari hingga September 2015, Polresta Batu telah menangkap 35 tersangka dari 21 kasus kepemilikan, pengedar, dan gembong narkoba.

Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2014 lalu. Diakhir tahun lalu, Polresta Batu menangkap 20 tersangka dari 19 kasus narkoba. Sedangkan tahun 2015 belum habis, sudah ada 35 tersangka yang diringkus.

Kasubbag Humas Polresta Batu, AKP Waluyo mengatakan, kasus narkoba mendapatkan atensi dari Kapolres Batu sesuai perintah dari Polda Jatim bahwa Indonesia darurat narkoba.

“Anggota kami di lapangan, khususnya dari jajaran Satresnarkoba bekerja keras mengejar dan membekuk para pengedar narkoba hingga bisa didapat 35 orang tersebut,” kata Waluyo usai release penangkapan pengedar pil dobel L, Senin (21/9).

Menurut Waluyo, kasus narkoba di Batu membahayakan generasi muda. Apalagi pil koplo selama ini dijual murah kepada anak-anak sekolah. Jika dibiarkan, dikhawatirkan masa depan generasi muda bakal hancur.

“Kebanyakan kasusnya pil koplo, kan dijual murah ke anak-anak sekolah. Beberapa pengedarnya sudah tertangkap, kita juga masih mengejar DPO lain yang kebanyakan putus sampai di pengedar saja,” tandasnya.-

Diintai Sebulan, Pengedar Pil Setan Kota Batu Berhasil Ringkus

MU alias Sinyo saat diamankan di Mapolresta Batu. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Setelah menangkap dua tersangka kasus narkoba, minggu lalu, Polresta Batu kembali menangkap tersangka lain berinisial MU (19) alias Sinyo yang diduga sebagai pengedar pil dobel L.

Kasubbag Humas Polresta Batu, AKP Waluyo mengatakan, anggota Reskirm Polres Batu sudah melakukan penyamaran sejak satu bulan terakhir untuk membuntuti pelaku. Ketika sedang melakukan transaksi, MU langsung diringkus.

“Pelaku diamankan di rumahnya di Desa Binangun, Kecamatan Bumiaji setelah diintai selama satu bulan. Selain 300 butir pil dobel L, kita juga amankan uang Rp 300 ribu yang diduga hasil penjualan,” ungkap Waluyo.

Saat ini, pihak kepolisian sedang mengejar pemasok barang tersebut. Dari informasi, bandar pil dobel L ini masih bersembunyi di luar Kota Batu sehingga pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Polres lain.

“Kami sudah tetapkan menjadi tersangka terhadap MU sesuai Pasal 197 subsider Pasal 196 UU RI Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara,” tandasnya.

Komunitas