Wow, Beringin Alun-Alun Merdeka Dicat Warna-warni…

Pohon beringin di Alun-Alun Merdeka berubah warna. (hamzah)

MALANGVOICE – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang berinovasi dengan mengecat pohon beringin yang tumbuh di Alun-Alun Merdeka.

Pantauan MVoice di lokasi, pohon yang dicat itu berdiri persis di antara playground dan ruang ibu menyusui.

Beringin itu diwarnai sesuai pagar dan warna playground, berkarakter warna hijau mencolok, dengan kombinasi warna kuning, merah dan biru.-

Masykuri: MDC Kurang Proaktif…

Prof Masykuri (kanan) bersama Dubes RI untuk Thailand Lutfi Rauf.

MALANGVOICE-Rektor Universitas Islam Malang (unisma), Prof Masykuri, mengakui, prinsipnya Unisma ingin persoalannya dengan Mall Dinoyo City (MDC) segera selesai.

“Sebagai tetangga, tentu kita tetap ingin menyelesaikan semua persoalan secara kekeluargaan. Pokoknya tinggal menunggu itikad baik dari MDC saja,” katanya kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Dikatakan juga, selain menghabiskan energi, persoalan ini juga membuang-buang waktu. “Intinya kami tidak ingin berlarut-larut,” tegasnya.

Bahkan, pihaknya juga sudah menyerahkan persoalan ini ke DPRD Kota Malang, sejak pihak Unisma maupun MDC diundang, namun MDC juga tidak hadir.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada langkah atau kebijakan yang diambil MDC. “Unisma sifatnya menunggu, kami siap berkompromi. MDC belum proaktif mengambil langkah untuk menyelesaikan,” tambahnya.

Seperti diketahui, beberapa cerobong MDC memang sudah ditutup. “Bagaimana dengan cerobong yang lain? Apa kalau sebagian sudah ditutup, masalahnya sudah selesai?” Masykuri balik bertanya.

APK Malang Anyar di Ampel Gading Dibakar!

Tim malang anyar lapor ke polres malang, tadi malam.

MALANGVOICE – Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Hj Dewanti Rumpoko-Hj Masrifah Hadi, diketahui dibakar seseorang di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampel Gading, Kamis (19/11) pagi.

Koordinator relawan Malang Anyar di Ampel Gading, Hanafi, kepada MVoice, menceritakan, awalnya ia dilapori relawan lain yang melihat APK Malang Anyar terbakar.

Mengetahui hal itu, ia mengerahkan beberapa orang untuk mencari tahu siapa pembakar APK itu.

Akhirnya relawan menemukan warga bernama Usman yang mengaku disuruh Kades setempat untuk membakar APK bergambar Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi.

“Baliho Paslon nomor 1 dan nomor 3 masih utuh, hanya baliho Malang Anyar yang terbakar,” kata Hanafi.

Para relawan mengambil inisiatif melaporkan hal itu kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Ampel Gading. Namun pihak Panwascam menghendaki agar ditempuh jalur damai.

“Setelah laporan, Panwascam mengumpulkan kami dan intinya mengarahkan agar masalah ini ditempuh secara damai,” ungkap Hanafi.

Sementara itu anggota tim pemenangan pasangan Dewi-Sri, Bagyo Prasasti Prasetyo, menegaskan, tetap membawa masalah ini ke ranah hukum karena termasuk kategori pidana Pemilu.

“Ini pidana Pemilu. Kami tetap akan membawa ini ke ranah hukum dengan melaporkan kepada pihak kepolisian,” kata Bagyo, semalam.-

Singgamata: Waspadai Pencurian Pecah Kaca!

Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata.(deny)

MALANGVOICE – Kejahatan dengan modus pecah kaca mobil marak terjadi di wilayah hukum Polres Malang Kota. Rabu (18/11), seorang korban mengalami kerugian karena kehilangan tas berisi surat penting serta uang puluhan juta rupiah.

Atas kejadian itu, Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata, mengimbau agar waspada dan tidak meninggalkan barang berharga sembarangan saat mobil di parkir.

“Parkirlah di tempat yang terpantau dan jangan pernah meninggalkan barang berharga tanpa penjagaan,” kata Singgamata kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Pria kelahiran Aceh itu akan terus mengungkap dan mengejar penjahat modus pecah kaca mobil. “Kami sudah beberapa mengungkap kasus pecah kaca. Memang belum semua karena pengungkapan seperti itu cukup rumit,” tegasnya.

Peristiwa pecah kaca mobil yang terjadi Rabu lalu, terjadi saat korban memarkir mobilnya. Tak sampai satu jam, di depan gang rumahnya, Jalan Brigjen Katamso IV, Kecamatan Klojen, sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat korban kembali ke mobil, dia kaget melihat kaca mobil bagian kiri sudah pecah dan tas berisi uang Rp 20 juta miliknya raib. Kemudian korban melapor ke kantor polisi.-

RAPBD Batu Molor Lagi, PNS-Dewan Terancam Tidak Gajian

Cahyo Edy Purnomo. (fathul)

MALANGVOICE – Pimpinan dewan memprediksi pembahasan RAPBD 2016 Kota Batu dipastikan molor melebihi batas maksimal penetapan, akhir November ini.

Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edy Purnomo, memaparkan, secara normal tahapan yang harus dilakukan hingga masuk ke penetapan APBD membutuhkan waktu lebih dari 10 hari.

Prosesnya, kata Cahyo, ada pelemparan RAPBD, pandangan umum fraksi-fraksi, jawaban wali kota, pembahasan, laporan badan anggaran, dan penetapan. ”Itu kalau dihitung setiap tahapan 1 hari, maka butuh 6 hari,” papar Cahyo.

Hal itu ditambah paripurna KUA-PPAS yang belum ditetapkan, serta pembahasan dalam RAPBD yang biasanya membutuhkan waktu minimal 10 hari kerja. “Itupun sudah lembur-lembur, malam-malam digenjot,” jelasnya.

Dengan asumsi pengerjaan tahapan seperti itu, kenyataan pembahasan dipastikan molor hingga batas akhir November. Konsekuensinya jelas, pejabat eselon IV dan seluruh anggota dewan tidak akan menerima gaji.

Terkait mepetnya waktu, politisi PDI Perjuangan ini tidak mau anggota dewan hanya diminta memelototi draf anggaran secara singkat lalu setuju. Bagaimana pun, dewan harus teliti membaca anggaran pendapatan dan penggunaannya untuk apa saja.

“Kami sudah konsultasikan ke gubernur terkait kemoloran ini. Kami menunggu langkah eksekutif karena kami sudah kirim surat pemberitahuan hingga teguran. Ini bukan kesalahan dewan, kalau eksekutif tidak ada pelemparan, apa yang mau dibahas?,” tandasnya.-

Kepala Staf Presiden Ajak Kerjasama Forum Pimpinan ‘Metal’

MALANGVOICE – Terbentuknya Forum Pimpinan Media Digital (FPMDI) mendapat perhatian dari Kepala Staf Presiden RI, Teten Masduki. Selain mengucapkan selamat, dia juga mengapresiasi, karena kebutuhan atas informasi digital mengakibatkan arus informasi makin kuat.

“Kami punya teknologi untuk mengetahui produsen informasi yang mengkritik atau memberi masukan kepada pemerintahan Presiden Jokowi,” jelas Teten Masduki, saat bertemu dengan Ketua Umum Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI), SS Budi Rahardjo, di Jakarta.

“Nomer telepon saya dari dulu sampai sekarang juga tidak berubah. Kita bisa terus whatsapp-an, untuk berkomunikasi,” jelasnya kepada pimpinan forum ‘metal’ (media digital) itu.

Dijelaskan, ketika dulu buku menjadi sumber utama untuk pencarian informasi, kini mesin pelacak/search engine menjadi alat paling diandalkan untuk melacak suatu informasi.

Karena perangkat lunak yang umumnya digunakan untuk mengolah informasi hasil pencarian adalah pengolah kata, pengolah angka, dan pengolah presentasi.

Penggunaan kata kunci yang tepat pada mesin pelacak sangat diperlukan agar dapat menemukan informasi yang dimaksud dengan cepat dan tepat. “Tidak hanya sebatas melacak suatu informasi, hasil pelacakan tersebut perlu ditindaklanjuti dan diolah sehingga menjadi informasi yang siap dikomunikasikan atau disajikan,” katanya.

Dia menambahkan, media digital bagian imbas dari kehadiran internet dan merupakan bagian dari pers juga.

“Pers dengan langgam lama akan ketinggalan, tapi era digital memang perlu ada aturan dan etikanya, itu sudah tentu,” ujar Teten. Pasalnya, teknologi memungkinkan setiap orang menjadi konsumen sekaligus produsen informasi, bahkan dengan piranti telepon genggam sederhana.

Dengan adanya forum pimpinan media digital, Teten menyebut para pengelola Informasi Digital akan memasuki domain etik dan punya etika. “Cepet dong bikin etikanya di antara kalian,” Teten menantang. “Teman lama saya yang menjadi pengurusnya, salam erat,” katanya.

Teten menyebut e-government (e-Gov) sudah siap di Sekretariat Negara (Setneg) dan Sekretariat Kabinet (Setkab).“Mari kita cari terobosan, untuk kemajuan bangsa,” ujar Teten Masduki yang kini selalu berjalan berdampingan dengan Presiden Jokowi kemanapun.

“Mari kita bicarakan dengan detil, membicarakan arus informasi menderas batas ruang dan waktu,” ajaknya kepada pengurus Forum Pimpinan Media Digital Indonesia.

Tiga Poin Awal Modal Persija Hadapi SFC

Pelatih Persija Jakarta, Banur (deny)

MALANGVOICE – Pelatih Persija Jakarta, Bambang Nurdiansyah, mengaku, kemenangan atas Persipasi Bandung Raya (PBR) di lanjutan Piala Jenderal Sudirman, semalam, jadi modal menghadapi Sriwijaya FC pada laga Rabu (25/11) nanti.

“Tiga poin sangat disyukuri. Saya ingin permainan lebih meningkat lagi. Waktu seminggu ini kami manfaatkan dengan latihan terpusat,” katanya.

Lawan PBR merupakan laga awal Persija di turnamen ini di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Bambang Nurdiansyah mengaku senang dengan hasil kemenangan 2-0.

“PBR bukan lawan mudah. Mereka punya pemain muda dan pelatih bisa antisipasi dengan baik. Pertandingan pertama ini kami akui sangat sulit,” kata pelatih asal Banjarmasin.

“Saya sudah wanti-wanti pada pemain, pada pertandingan pertama rata-rata berlangsung seri,” lanjutnya.

Dengan kemenangan atas PBR, otomatis tim Macan Kemayoran mendapat tiga poin dan akan dijadikan modal penting pada laga kontra Sriwijaya FC (SFC).-

Pemkot Malang Siapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Wawali Sutiaji

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Malang tengah mematangkan persiapan menuju Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T).

PTSP nantinya memudahkan masyarakat mengurus segala macam perizinan melalui satu SKPD.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, Perda mengenai PTSP sudah masuk dalam Prolegda dan segera dibahas.

“Selama proses pembahasan Perda, beberapa item mulai kami kerjakan sehingga target Januari tahun depan PTSP bisa diberlakukan,” kata Sutiaji.

Hasil studi di Kabupaten Badung, Bali, diketahui, PTSP dilakukan dengan baik, warga cukup membawa berkas melalui BP2T.

Ia mencontohkan pengurusan pendirian Ruko. Warga tidak perlu lagi ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengurus advice planing (AP), tapi cukup ke BP2T.

Nantinya petugas BP2T yang akan mengurus segala hal, hingga terbit rekomendasi Kepala Dinas dan langsung di proses izin mendirikan bangunan (IMB).

“Kami juga masukkan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), karena konteks masalah izin bangunan terkait RDTRK dan RTRW,” bebernya.

Dalam waktu dekat, Pemkot juga menyiapkan standar operasional pelayanan (SOP) untuk menjalankan PTSP, agar maksimal.

“Modelnya nanti akan dibuat loket-loket, ada loket untuk pengurusan PU, loket pengurusan Disperindag, dan sebagainya,” jelas Sutiaji.-

MDC Tawari Unisma Perjanjian dan Pihak Ketiga

Mall Dinoyo City

MALANGVOICE – Perseteruan Universitas Islam Malang (Unisma) dan Mall Dinoyo City (MDC) belum juga tuntas, karena ada beberapa poin yang belum disepakati.

Direktur Operasinal MDC, Jufri Naz, mengatakan, sebenarnya mudah membuat kesepakatan, tapi masalahnya, selama belum ada kesamaan pandangan, kesepakatan itu akan sia-sia.

“Karenanya, untuk membuat surat pernyataan itu butuh adanya kesamaan pandangan,” kata Jufri Naz.

Pihak MDC menawarkan, jika memang Unisma ingin ada perjanjian, maka pihak lain seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan DPRD Kota Malang, bisa dilibatkan dalam pembahasan bersama.

“Kalau ada pihak lain kan bisa ada penengah dan jalan keluar, jadi kami mau kalau ada pihak lain pada pembahasan itu,” paparnya.

Selama ini MDC sudah menuruti keinginan Unisma menutup beberapa cerobong asap yang masuk ke kampus. Terkait masalah cerobong air conditioner (AC) milik Ramayana, ia katakan, sedang dalam proses pemindahan.-

PT CGA Serahkan 521 Kios ke Pedagang Pasar Dinoyo

Perwakilan PT CGA, Jufri Naz.

MALANGVOICE – PT Citra Gading Asritama (CGA) telah membuka 521 kios tahap pertama kepada pedagang Pasar Dinoyo, dan direncanakan 26 Desember nanti sudah dioperasikan.

“Jangka waktunya satu bulan, kami sudah kirim undangan serah terima itu,” kata perwakilan PT CGA, Jufri Naz.

Untuk tahap kedua akan diserahkan 1.136 kios pada awal Desember sampai 24 Desember, sehingga deadline operasional bisa dilaksanakan pada 26 Desember.

“Rata-rata mereka sudah mengurus administrasi, bahkan ada juga yang sudah melunasi,” tandasnya.

Terkait sebagian pedagang yang masih mempermasalahkan harga dan pembayaran kios, Jufri menegaskan, masalah itu sudah diselesaikan saat hearing dengan DPRD, Kamis kemarin.

Pedagang bisa mengangsur selama 15 tahun dengan skema pembayaran setiap hari, seperti tertulis dalam perjanjian kerjasama (PKS).

“Sebenarnya kalau masalah skema pembayaran dari dulu tidak berbeda, bisa dicicil dan harganya sama, tidak ada yang berubah. Ini hanya miskomunikasi saja,” kata Jufri.

Ia benarkan, ada skema pembayaran 11 bulan. Namun, hal itu merupakan opsi yang dipilih sebagian pedagang dengan perhitungan bunga lebih rendah.

“Jelas beda antara yang 11 bulan dan 15 tahun bunganya, tapi itu urusan bank selaku lembaga pembiayaannya,” timpal Jufri.

Soal kondisi bangunan pasar yang masih menyimpan polemik, ia enggan mengomentari karena hal itu berkaitan dengan site plan dan sebagainya.

“Kalau tidak layak ya Pemkot tidak mengeluarkan IMB,” kata Jufri.

Koordinator pedagang Pasar Dinoyo, Sabil el Ahsan, mengaku puas dengan kesepakatan harga dan skema pembayaran selama 15 tahun. Namun, pedagang masih mempertanyakan kondisi pasar yang kurang efektif, karena tinggi pasar dan ventilasi yang tidak memadai.

“Kami menyarankan agar ada tim independen yang bisa menilai pasar itu sudah layak atau belum,” kata Sabil.-

Komunitas