PBB 2015 Lampaui Target, Ade Bertekad Terus Inovasi

caption fotonya diganti : Ir H Ade Herawanto MT (kiri), bersama Wali Kota Malang, HM Anton, dan Dubes RI untuk Kroasia.

MALANGVOICE – Filosofi pajak ‘Dari Masyarakat Dikembalikan kepada Masyarakat’, menjadi pemicu semangat tersendiri bagi Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang, terutama terkait meningkatnya tuntutan masyarakat akan pembangunan.

“Maka berbagai langkah terobosan harus dilakukan. Khusus  untuk PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), sejak awal tahun sudah  dilaksanakan pendistribusian SPPT PBB 2015, pemasangan stiker dan patok,  dan berbagai terobosan, termasuk blusukan bersama Walikota  ke seluruh kelurahan,” tutur Kepala Dispenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT, beberapa menit lalu.

Sebab itu, bertepatan berakhirnya triwulan ke 3, tepatnya  sampai 30 September 2015, khusus PBB, dari target 2015 sebesar Rp 53.869.267.940, terealisasi  sebesar  Rp 55.830.955.800 atau 103,64%, termasuk denda yang mencapai Rp 1.899.459.528.

Terkait pajak daerah selain PBB, Ade yang juga dikenal sebagai musisi itu menambahkan, rata-rata capaiannya sesuai yang diprogramkan. “Artinya, sampai saat ini sudah  tercapai sesuai target,” tegasnya.

Sebab itu pendiri dan pembina komunitas kreatif d’Kross itu menyampaikan terima kasih  dan penghargaan  kepada  seluruh masyarakat, mulai masyarakat  biasa sampai pengusaha besar yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Termasuk PT Untaian Rejeki Abadi, pengelola  pusat grosir pertokoan Matahari, yang kini telah memenuhi kewajibannya, khususnya PBB. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan wajib pajak (WP), karena yang dilakukan selama ini, seperti pemasangan stiker dan patok, hanyalah upaya untuk meningkatkan kesadaran WP, membuka ruang komunikasi  khususnya untuk WP tanah Kosong, rumah kosong dan upaya  mengurai tunggakan pajak daerah,” rincinya.

Sebagai salah satu SKPD yang menjadi pilot project integritas wilayah bebas korupsi (WBK) dan WBBM, sambung Ade, pihaknya akan terus mengadakan evaluasi dan membuat inovasi, baik terkait penyempurnaan regulasi, kelembagaan, maupun SDM, serta sarana dan prasarana.

Sebelum Tampil, Mustafa Debu Puji Kampung Cempluk Festival

Debu
Persiapan Mustafa Debu dan Enda Kombet bersama Redy Eko Prastyo. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Salah satu personel grup Debu, Mustafa, Rabu (30/9) malam ini menampilkan musik dawai berkolaborasi dengan Enda Kombet, musisi asal Sumedang, Jawa Barat. Dia juga akan tampil bersama beberapa musisi lain yang terlibat dalam gelar budaya Kampung Cempluk, termasuk Redi Eko Prastyo.

Sejak tiba di Kampung Cempluk, Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang sore tadi, Mustafa langsung berlatih bersama musisi lain. “Saya akan main empat lagu bersama yang lain,” katanya pada MVoice, sambil memetik dawai.

Mustafa, juga memuji Kampung Cempluk Festival (KCF) ke-6. “Apapun masalah bisa diatasi di sini, termasuk ekonomi, karena di sini semua bahagia,” lanjut pria berambut gondrong itu.

Sementara itu, Redy Eko Prasetyo mengaku kolaborasi yang ia namakan ‘Kolaborasi Cempluk Berbunyi’ itu adalah lanjutan dari Festival Dawai Nusantara yang diadakan beberapa bulan lalu di Taman Krida Budaya. “Waktu itu si Mustafa dan Enda gak ikut, jadi ditampilkan di sini bersama langsung,” tutupnya.

Sisa Tiga Bulan, PBB Kota Malang Sudah Lampaui Target

Kepala Dispenda Kota Malang, Ade Herawanto. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang meraup pendapatan dari sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar Rp 55,7 miliar. Jumlah itu tercatat pada pembukuan hingga Rabu (30/9) hari ini.

Kepala Dispenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto, mengatakan, capaian itu telah melampaui target awal yang dipatok, yakni Rp 53 miliar. Ia menambahkan, Rp 55,7 miliar itu belum termasuk denda pajak yang dibayar wajib pajak akibat menunggak.

“Kalau denda ikut neraca kas yang berbeda karena dihitung sebagai pendapatan bukan pajak. Jadi untuk PBB kami sudah melampaui target,” imbuh Ade, sapaan akrabnya.

Sementara itu, untuk sektor pajak lain, Ade mengaku belum semuanya bisa memenuhi target. Menurutnya, dari target keseluruhan, saat ini sudah berhasil dicapai 75 persen.

“Tapi kami optimis target keseluruhan tercapai sebelum akhir tahun ini. Kami terus memaksimalkan penagihan pajak ke wajib pajak,” urai pendiri d’Kross Community itu.-

Kaca Mobil Dipecah, MacBook Digondol

Ilustrasi

MALANGVOICE – Aksi kejahatan kepruk kaca mobil terjadi di wilayah hukum Polres Malang Kota. Korbannya Pediatricia, mahasiwi sebuah perguruan tinggi di Malang.

Peristiwanya terjadi Selasa (29/9), pukul 19.30 WIB. Kejadian berawal ketika Pediatricia, memarkir mobil Yaris di Jalan Sigura-gura dan hendak memasuki sebuah warnet di kawasan tersebut.

Saat ditinggal, mobil dalam keadaan terkunci rapat. Namun pada pukul 19.30 WIB, ia mendapati mobil kaca belakang sebelah kiri sudah pecah dan laptop MacBook seharga Rp 15 juta raib digondol maling.
Korban warga Banjar Agung, Kabupaten Mojokerto itu lantas melapor kejadian ke Polres Malang Kota, pukul 21.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Harianto Rantesalu, membenarkan kejadian itu dan pihaknya sedang melakukan penyidikan untuk menangkap pelaku. “Kami masih lakukan penyidikan dan melakukan pengejaran terhadap tersangka,” singkatnya.-

Pedagang-Dinas Pasar Mulai Bahas Site Plan Pasar Blimbing

Suasana penampungan sementara pedagang Pasar Blimbing. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Site plan renovasi Pasar Blimbing mulai dibahas di kalangan pedagang bersama Dinas Pasar Kota Malang. Pembahasan itu dimulai Rabu (30/9) sore, diperkirakan masih terus berlangsung hingga sepekan ke depan.

Kepala UPT Pasar Blimbing, Tumiran, mengatakan, pembahasan itu merupakan tindak lanjut Dinas Pasar Kota Malang menanggapi tuntutan pedagang. Ia menambahkan, ada kemungkinan site plan akan berubah sesuai dengan kesepakatan yang terjalin nantinya.

“Kami belum tahu persis perubahannya seperti apa. Belum bisa dipastikan, karena pembahasan masih berlangsung,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara pedagang Pasar Blimbing, Sutrisno, mengakui sudah mendapat jalinan komunikasi terkait pembahasan site plan. Namun, ia masih enggan berkomentar banyak terkait hal ini.

“Hari ini yang dibahas baru awalan saja. Teman-teman pedagang belum kami temui untuk membicarakan lebih lanjut, jadi saya belum bisa bicara terlalu banyak,” tuturnya.

Besok, Batas Akhir KPU Jawab Surat Panwas soal Spanduk Dewi Sri

Komisioner Panwaslu, George Da Silva.

MALANGVOICE – Panwaslu Kabupaten Malang sudah tidak sabar menunggu jawaban surat yang dilayangkan ke KPU Kabupaten Malang, terkait rekomendasi pembetulan spanduk pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Malang nomor 2. Panwaslu memberi batas waktu KPU untuk menjawabnya hingga Kamis (1/10) besok.

Surat Panwaslu sudah dilayangkan tanggal 27 September lalu. Isi surat berupa permintaan penjelasan rekomendasi Panwaslu soal penarikan spanduk Paslon nomor 2 yang terdapat nama Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.

“Sampai hari ini, Rabu (30/9) kami belum terima surat dari KPU, apa sudah menjalankan rekomendasi kami, atau langkah-langkah apa belum,” kata Komisioner Panwaslu, George Da Silva kepada MVoice, Rabu (30/9) petang.

Selain itu mempertanyakan jawabab surat rekomendasi, Panwas telah bersurat ke KPU meminta penjelasan kontrak kerja antara KPU dan rekanan. Surat itupun sampai saat ini belum terjawab. “Dari kontrak kerja sama itu bisa dilihat spek dan apa saja yang dikerjakan rekanan,” jelas George Da Silva.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko, mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti rekomendasi Panwaslu. Di antaranya mengundang tim pasangan Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi untuk mengkomunikasikan dan koordinasi terkait rekomendasi, konsultasi kepada KPU Jawa Timur.

“Dalam usaha tindaklanjut, tidak serta merta kami lakukan eksekusi terkait rekom tersebut. Karena hal-hal tadi merupakan bagian dari tindaklanjut,” paparnya.-

Direktur PDAM Definitif Tunggu Akhir Tahun

Cahyo Edy Purnomo. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Batu sampai saat ini belum memiliki direktur definitif, pasca berakhirnya jabatan Zainul Arifin, yang hingga kini masih dipercaya memimpin perusahaan milik BUMD itu.

Masih kosongnya jabatan direktur PDAM itu, oleh Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edy Purnomo, sempat dikomunikasikan kepada Wali Kota Eddy Rumpoko. Jawaban wali kota, belum terpilihnya direktur baru, karena pemerintah kota masih menyelesaikan beberapa agenda.

Agenda yang dipersiapkan, selain memilih direktur PDAM juga menyiapkan direktur PT Batu Wisata Resource (BWR) yang juga kosong. ”Insya Allah katanya (wali kota, red) diselesaikan akhir tahun ini,” ungkap Cahyo Edy Purnomo kepada MVoice, sore tadi.

Soal pergantian Direktur PDAM, jelas Cahyo, tinggal menunggu keputusan wali kota untuk menggelar fit and propper test guna menentukan siapa yang layak memimpin. Bila sudah ada direkturnya, kata Cahyo, pelayanan PDAM kepada masyarakat diharapkan semakin maju.

“Sekarang pun sudah bagus dipimpin Pak Jinung (Zainul Arifin -red) ini. Tapi kalau ada pimpinan yang baru kan lebih fresh dan PDAM bakal punya program baru yang lebih baik,” sambungnya.

Selain PDAM, kini Cahyo juga menunggu pemerintah untuk menyelesaikan kasus PT Batu Wisata Resources dengan melakukan RUPS sehingga bisa pergantian jajaran direksi. Bahkan Cahyo mengaku sudah memanggil berkali-kali dari pihak eksekutif supaya menyelesaikan dengan cepat.

“Mereka menyanggupi bulan ini selesai kok, apalagi kemarin sudah dianggarkan dalam PAK sebesar Rp 2,5 miliar. Jadi mereka harus segera RUPS supaya ini bisa cair dan perusahaan kembali sehat,” tegas Cahyo.

Beli Vixion Murah, Rp 10,5 Juta Amblas di Tawaran Online

Ilustrasi (dsci)

MALANGVOICE – Terpikat beli motor murah via online, membawa M Basuki, warga Jalan Raya Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, harus kehilangan uang Rp 10,5 juta. Akibatnya, pria 47 tahun itu melapor ke Polres Malang Kota, Selasa (29/9) pukul 20.00 WIB.

ia menceritakan penipuan itu berawal pada 28 September lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, Basuki hendak mencari motor di situs OLX. Ia menemukan motor Yamaha Vixion tahun 2013 dengan harga murah dibanding lainnya.

Tak pikir panjang, Basuki menghubungi si penjual dan saling tawar menawar. Setelah mencapai kesepakatan, Basuki langsung mentrasfer Rp 10,5 juta via ATM di Jalan Galunggung. Uang sudah ditransfer, namun sepeda motor Vixion belum muncul.

Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni, membenarkan adanya laporan korban, dan saat ini kasus itu sedang tahap penyidikan.

Ia juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat bertansaksi secara online. “Jangan tergiur dengan harga murah melalui media sosial online. Pastikan penjual aman dan jangan gampang mengirim uang,” katanya saat ditemui MVoice, Rabu (30/9).

Ketua Dewan Batu Wacanakan Kantor KPU Pindah dari Junrejo

Cahyo Edy Purnomo
Cahyo Edy Purnomo. (fathul)

MALANGVOICE – Kantor KPU Kota Batu dinilai tidak representatif oleh Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edy Purnomo. Karena itu, ia mengusulkan agar kantor yang saat ini berada di Kecamatan Junrejo, dipindah ke tengah kota.

“Kepinginnya kami seperti itu, Pemkot kan nanti sudah punya gedung sendiri. Nah, kantor-kantor lama mulai diidentifikasi. Kalau ada yang representatif berikan ke KPU untuk ditempati,” ujar Cahyo usai melakukan pertemuan dengan KPU Kota Batu.

Menurut Cahyo, Kantor KPU saat ini berdekatan dengan masjid dan tempat rekreasi. Bila nanti terjadi demo saat ada yang tidak puas dengan kinerja KPU, maka akan mengganggu orang yang beribadah dan orang yang sedang berwisata.

“Kita hargailah KPU, kan KPU yang menyelenggarakan Pemilu dan menjadikan wali kota, anggota dewan. Jadi mereka perlu diberikan reward, rewardnya apa? Ya mungkin kantornya ini yang layak,” tegasnya.

Ketua KPU Kota Batu, Rochani, mengatakan, tanah dan bangunan adalah milik Pemkot Batu. Namun, jika memutuskan kantor KPU harus pindah, maka perlu diperhatikan apakah mengganggu persiapan jalannya Pilkada atau tidak.

“Awal tahun 2016 ini pun kami sudah harus memulai persiapan yang luar biasa, jadi jangan malah kita disibukkan perpindahan kantor, arsip, dan segala macamnya, makanya hal itu perlu dipertimbangkan,” tandas Rochani.

Kepada Warga Kalipare, Dewi Sri Siap Majukan Pertanian

Cabup dari PDIP, Hj Dewanti Rumpoko saat blusukan di Kecamatan Kalipare.(istimewa)

MALANGVOICE – Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Malang dari PDI Perjuangan, Hj Dewanti Rumpoko-Hj Masrifah Hadi, memprioritaskan kemajuan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Malang.

“Kabupaten Malang bisa jadi lumbung nasional, asal dikelola dan ditata dengan baik,” katanya dihadapan warga Dusun Pitrang, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Rabu (30/9).

Menurutnya, apabila terpilih sebagai pemimpin daerah, di tahun pertama pemerintahan Dewi Sri, salah satu prioritasnya adalah pertanian. Disamping itu, pendidikan, kesehatan, kesenjangan sosial dan kesejahteraan.

Dikatakan, langkah awal memajukan sektor pertanian adalah mendudukkan bersama Dinas Pertanian, petani, dan pelaku usaha pertanian untuk merumuskam kebijakan pertanian ke depannya.

“Kabupaten Malang gudangnya pangan, kebutuhan masyarakat Pulau Jawa bisa disuplai dari petani Malang. Karenanya, segala kebutuhan petani harus terjamin dan tepat waktu distribusi pupuknya,” papar istri Wali Kota Batu itu.

Selain itu, para petani perlu di support terkait permodalan, sekaligus menjaga stabilitas harga jual di pasar. “Bisa dalam bentuk regulasi yang jelas, ini bisa dilakukan jika semua pihak turut serta di dalamnya,” tuturnya.

Komunitas