BREAKING NEWS: Balai Kota Malang Digeledah KPK

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan pemeriksaan di Balai Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kabar mengejutkan muncul dari Balai Kota Malang. Bangunan milik Pemkot Malang itu digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (9/8).

Pantauan MVoice di lokasi, sekitar lima penyidik KPK memeriksa beberapa ruangan. Penggeledahan berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 WIB.

Pemeriksaan berlangsung tertutup. Awak media hanya diperkenankan mengambil gambar dari depan Ruang Sidang Balai Kota. Sementara, petugas melakukan penggeledahan di Ruang Wali Kota dan  Ruang Sekretaris Daerah (Sekda). 

Wali Kota Malang, HM Anton, tampak tidak sedang di lokasi. Beberapa pejabat Pemkot yang berada di lokasi antara lain Sekda, Wasto, dan Kepala Bagian Humas Pemkot, Nur Widianto.

Belum ada pihak yang dikonfirmasi terkait pemeriksaan ini. Hingga berita ini ditulis pukul 12.43, penggeledahan masih berlangsung. 


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Guyub Rukun Ngunduh Seduluran Jadi Tema Puncak Peringatan HUT RI di Perum BTU

Suasana gerak jalan Perum BTU dalam puncak peringatan HUT RI. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Puncak peringatan HUT ke-72 RI, warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kedung Kandang, Kota Malang menggelar gerak jalan sehat, Minggu (27/8).

Sekitar 700 warga dari RW 17 tumplek blek di panggung sekaligus tempat start di kawasan BTU. Peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa kompak untuk meramaikan acara dengan tema ‘Guyub Rukun Ngunduh Seduluran’.

Ketua RW 17, Emik Gandamana, mengaku tema yang diambil memiliki makna khusus, yakni agar seluruh warga BTU tercipta kerukunan.

“Kami ingin mengembalikan warga yang bersitegang. Dengan acara ini kan semuanya berkumpul dan bersatu lagi. Saya harap itu tadi, seduluran bisa terjalin antar warga,” katanya pada MVoice.

Rute yang diambil dalam acara itu sepanjang kurang lebih 5 km. Peserta diarahkan untuk memutar perumahan dari atas hingga ke bawah dan kembali lagi di ke tempat start. Di sana, sudah ada panggung hiburan dan bazaar.

Setelah menempuh perjalanan pagi dengan pemandangan asyik, para warga menunggu pengundian kupon berhadiah. Adapun hadiah yang disiapkan panitia antara lain sepeda gunung, handphone, TV, mesin cuci, dan banyak lainnya. “Ada juga pengumuman lomba RT yang diadakan sebelumnya,” lanjutnya lagi.

Ia berharap kegiatan serupa bisa terus diadakan. Pastinya harus dengan skala lebih besar. Terlebih diselenggarakan bersamaan dengan RW 16 di BTU. “Ya kami berupaya menyatukan warga dengan kegiatan ini. Kami ingin ciptakan perumahan bersuasana kampung serta gotong royong,” harapnya.

Senada dengan Emik, tokoh masyarakat Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, yang diundang untuk memberangkatkan peserta gerak jalan, mengaku sangat mengapresiasi kebersamaan warga BTU.(Der/Ak)

Meskipun berada di kota, namun kerekatan antar satu warga dan warga lain tak boleh renggang dan harus dijaga. “Di sini bagaikan rumah ke dua saya. Saya salut dengan kegiatan yang ada untuk menyatukan warga. Intinya kerukunan harus tetap dijaga,” tandasnya.

Kader PKB Desak Copot Keanggotaan Sutiaji

Sekretaris DPC PKB Kota Malang, Zamroni Sofyan (kiri), bersama pengurus lain. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Status keanggotaan Sutiaji sebagai kader PKB terancam dicopot. Sebabnya, ada desakan dari kader di tataran akar rumput untuk memberi ketegasan kepada Wakil Wali Kota Malang itu.

“Banyak suara-suara yang ingin keanggotaan Pak Sutiaji dicopot, ini dari bawah minta begitu. Tapi kami belum mengambil keputusan,” ungkap Sekretaris DPC PKB Kota Malang, Zamroni Sofyan.

Desakan itu muncul lantaran Sutiaji dinilai membelot dan melanggar aturan partai. Hanya saja, ketika ditanya detil aturan yang dilanggar, Zamroni tidak menjelaskan secara rinci.

“Jelas melanggar, karena Pak Sutiaji mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Malang di PDIP tanpa izin ke PKB terlebih dulu,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, pengurus PKB segera mengambil sikap merespon desakan ini. Jika nanti Sutiaji benar-benar dipecat PKB, lanjut Zamroni, pihaknya tak terlalu resah terhadap konsekuensi ke depan.

Ia tidak khawatir ada perpecahan di tubuh PKB karena keluarnya Sutiaji. Menurutnya, simpatisan Sutiaji di PKB tidak terlalu signifikan.

“Tidak akan ada dampak apa-apa. Kami tetap solid menyongsong Pilwali nanti,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Maling Gagal Curi Motor di Mergan

Hasil percobaan pencurian sepeda motor. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Waspada terhadap aksi pencurian sepeda motor harus terus dilakukan masyarakat. Pencuri selalu memanfaatkan kesempatan apapun demi mendapat buruan sehingga lengah sedikitpun bisa menjadi korban.

Seperti yang terjadi di Jalan Mergan Musola 39, Selasa (22/8). Percobaan pencurian sepeda motor diduga dilakukan orang yang menyasar rumah Dwi Purnomo, karyawan RS Soepraoen.

Sepeda motor jenis Mio M3 N 5693 AAO itu hampir saja berpindah tangan apabila terlambat diketahui. Diceritakan Dwi Purnomo, ia pada pukul 19.00 WIB bergegas pulang dari RS ia kaget karena mendapati motornya itu sudah berpindah tempat dari tempat asal.

Ia sebelumnya menaruh motornya itu di belakang rumah, namun saat ditemukan sudah berada di samping pintu samping. “Tadi diparkir di dapur belakang. Terus saya masuk sudah pindah. Pagar terbuka dan pintu rumah jebol,” katanya.

Tak hanya itu saja, bagian dalam rumah juga diduga dikunjungi pelaku. Terbukti dari pengecekan Dwi yang melihat ada bekas congkelan di mana-mana.

“Lemari dijebol dan mengambil kunci serep sepeda motor. Mungkin pintu belakang terlalu sempit jadi susah mengeluarkan sepedanya,” tandasnya.

Beruntung tidak ada barang yang hilang. Peristiwa itu pasti dijadikan pelajaran bagi Dwi dan warga sekitar untuk berhati-hati saat meninggalkan rumah.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Dikepung Karnaval, Pengguna Jalan Diminta Sabar

Karnaval di jalanan Kota Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Jajaran Satlantas Polres Malang Kota mengimbau pada seluruh masyarakat agar memilih jalur alternatif saat bepergian pada Minggu (27/8). Pasalnya, saat ini banyak sekali kegiatan karnaval dari warga.

Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ady Nugroho, menyatakan, ada beberapa titik yang bakal diprediksi terjadi penumpukan kendaraan. Antara lain simpang Rajabali dan simpang Hotel Trio Indah 2 serta Jalan Ijen.

“Acara warga ada di tiap kecamatan. Kepadatan juga diprediksi ada di Gadang, Oro-oro Dowo serta di Mayjen Panjaitan,” katanya.

Di kawasan Jalan Ijen, kata Ady, ditutup sementara. Hal itu karena imbas Festival Kendaraan Hias yang berangkat dari Balai Kota dan finish di Museum Brawijaya. “Imbas dari itu bisa sampai banyak tempat,” tambahnya lagi.

Karena itu, ia mengimbau agar selalu sabar di jalan dan memikirkan jalur alternatif saat bepergian. Pihaknya sendiri menerjunkan sekitar 100 personel anggota di beberapa titik untuk membantu kelancaran lalu lintas.

“Selalu patuhi lalu lintas, sabar dan jangan menerobos jalan. Karena itu akan semakin mengakibatkan kemacetan,” pesannya.(Der/Ak)

Jadi Tersangka KPK, Arief Wicaksono Urung Maju Pilwali

Ketua DPRD Kota Malang non-aktif, Arief Wicaksono. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Ketua DPC PDIP Kota Malang, Arief Wicaksono, mengurungkan niatnya bertarung dalam Pilwali Kota Malang, 2018 mendatang. Ketua DPRD non-aktif ini ingin lebih fokus menghadapi dua kasus dugaan suap yang menyeretnya sebagai tersangka.

Padahal, sebelumnya dia telah mendaftar dan mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon Wali Kota Malang melalui partai berlambang banteng ini. Bahkan, dia menjadi satu-satunya bakal calon yang mendapat dukungan penuh lima Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kota Malang.

Dia pun sempat digadang-gadang menjadi salah seorang bakal calon kuat untuk mendapatkan rekomendasi DPP. Ini tak lepas dari posisinya sebagai kader internal dan Ketua DPC, serta Ketua DPRD Kota Malang.

“Pak Arif sudah menyatakan tidak akan melanjutkan proses pencalonannya. Ini sudah disampaikan. Secara pribadi beliau ingin fokus menyelesaikan kasusnya,” kata Ketua Tim 5 Penjaringan Bacalon Kepala Daerah DPC PDIP Kota Malang, I Made Rian, Sabtu (26/8).

Sedianya, proses penjaringan segera memasuki tes wawancara dan uji kelayakan publik. Dengan demikian, Arief dipastikan tidak turut serta dalam tahapan yang mulai digeber awal September mendatang.

“Dengan mundurnya beliau, kami tidak memberi sanksi karena rekomendasi DPP belum turun. Sanksi bisa diberikan jika ada bakal calon mundur setelah mendapat rekomendasi,” pungkasnya.

Sementara, Arief belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini. Sebelumnya diberitakan, Arief menjadi tersangka karena diduga menerima suap hadiah dari mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan, dan Pengawasan Bangunan (DPU-PPB) dan dari rekanan perusahaan swasta, Hendarwan Maruzzaman (Komisaris PT ENK).(Choi/Yei)

Songsong Idul Adha, Pemkot Pastikan Kesiapan Juleha dan Hewan Kurban

Ilustrasi hewan kurban. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pemkot Malang menggelar serangkaian persiapan menyongsong peringatan Idul Adha 1438 H. Kesiapan juru sembelih hewan halal (Juleha) dan hewan kurban itu sendiri menjadi fokus perhatian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Malang, Sri Winarni, menyampaikan, diseminasi Juleha tengah dilaksanakan. Disemenasi tersebut berlangsung mulai 21 – 25 Agustus 2017 di Hotel Pelangi dan praktek di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang.

“Sasaran kegiatan Juleha ini adalah juru sembelih hewan di musala, masjid atau tempat penyembelihan lain di wilayah Kota Malang,” ungkapnya, Kamis (24/8).

Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan pasar kaget, serta pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan hewan kurban. Pemeriksaan antemortem (sebelum) dan postmortem (sesudah) di tempat penyembelihan bertujuan menjaga kualitas daging kurban.

“Kami ingin daging yang dihasilkan adalah ASUH yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujar Sri Winarni lagi.

Sementara itu, pemeriksaan hewan di penjual hewan kurban atau yang biasa disebut pasar kaget akan digeber di lima kecamatan. Dia tak ingin ada satu wilayah pun yang luput dari pemeriksaan.

Pasar kaget ini akan berlangsung 28 – 30 Agustus 2017 mendatang. “Tujuannya agar hewan kurban yang dijual memenuhi kriteria sesuai dengan peraturan yang berlaku serta dapat diberikan label sehat dan cukup umur,” pungkasnya.(Choi/Ak)

Kunjungi Kota Malang, Pemkab Karangasem Tergiur ‘Desaku Menanti’

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kabupaten Karangasem. (Bagian Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kabupaten Karangasem. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Segenap pejabat Kabupaten Karangasem melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Malang, Jumat (4/8). Mereka tergiur menerapkan konsep ‘Desaku Menanti’ yang telah dijalankan Pemkot Malang.

“Kami ingin sharing sekaligus meminta izin meniru program ‘Desaku Menanti’ untuk diterapkan, karena kami lihat Kota Malang ini sudah cukup maju dari sisi ekonomi,” kata Wakil Bupati Kabupaten Karangasem, I Wayan Artha Dipa, yang memimpin rombongan tersebut, di Balai Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, yang menemui rombongan, menyambut baik itikad baik tamunya tersebut. Dia juga mengucapkan terima kasih karena telah memberikan kepercayaan menjadikan Kota Malang sebagai kota tujuan.

Sutiaji menjelaskan tentang kondisi Kota Malang. Dikatakan, dengan beragam program Pemkot, Kota Malang telah meraih banyak hasil pembangunan yang positif.

“Kota kami adalah kota hidup, dari pagi sampai pagi lagi. Program Desaku Menanti ini alhamdulillah menjadikan angka pertumbuhan perekonomian Kota Malang cukup tinggi dan tertinggi se-Jawa Timur,” ujar Sutiaji.

Melalui agenda pada hari ini, dia berharap mampu mempererat lagi hubungan kerjasama yang harmonis, antara Pemerintah Kota Malang dengan Kabupaten Karangasem.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Wow! Meriahnya Pembukaan Pawai Kendaraan Hias 2017

Acara pembukaan Festival Kendaraan Hias 2017. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Pawai Kendaraan Hias Kota Malang 2017 digelar hari ini (27/8). Warga Malang berbondong-bondong ikut serta dalam gelaran peringatan hari Kemerdekaan RI itu.

Mulai dari komunitas, organisasi, lembaga bisnis dan banyak lagi dari golongan masyarakat ikut serta dengan mengendarai mobil yang sudah dirias semenarik mungkin. Kendaraan-kendaraan sudah terparkir rapi di sekitar Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang.

Pagi ini, sebagai acara pembukaan, pertunjukan bela diri pencak silat ditampilkan. Kemudian ada pula penampilan anak-anak dari cabang olahraga sepatu roda Kota Malang. Mereka menari dan pamer skill bersepatu roda di depan para undangan dan pejabat Kota Malang. Penonton juga nampak terbengong-bengong melihat kelincahan anak-anak yang tergabung dalam Perserosi Kota Malang itu.

Pertunjukan terakhir dipersembahkan Komunitas Sepeda Kayu Malang Pit Kanjeng. Walaupun terbuat dari kayu, tapi kuat dinaiki dan didesain layaknya motor Harley. Produk asli Malang ini unik, dan diproduksi di Bandulan, Malang.(Der/Yei)

Tertipu Beli Rumah Murah di Merjosari, Lima Korban Mengadu ke Polres Malang Kota

Para korban penipuan di Mapolres Malang Kota. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Polres Malang Kota pada Jumat (25/8) siang tadi digeruduk sebanyak lima orang yang mengaku menjadi korban penipuan penjualan rumah. Kelimanya menemui anggota Reskrim untuk meminta kejelasan tentang kasus yang dialami.

Dijelaskan salah satu korban, Henky Dimas Setiabudi, ia dan korban lain melaporkan Linda Yunus dam Tommy Hartaji, selaku direktur PT Dua Permata Kembar (Natha Land) karena rumah yang dibeli tak pernah menjadi miliknya. Padahal ia sudah melunasi biaya pembelian senilai Rp 310 juta secara cash.

“Saya ingin tahu sampai mana pelaporan kami terhadap kasus ini. Tadi sudah bertemu polisi jawabnya masih belum memuaskan,” katanya saat ditemui wartawan. Sebelumnya, para korban ini melapor ke Polda Jatim. Namun, dilimpahkan ke Polres Malang Kota pada 9 Agustus lalu.

Kepada awak media, ia menceritakan kasus yang dialami. Henky sejak awal tertarik pada promo tentang rumah murah di wilayah Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang bernama The Valley Residence. Setelah menghubungi marketing, Henky semakin tertarik dan segera melunasi pembayaran di kantor Jalan Ki Ageng Gribig, Kedung Kandang sebanyak dua kali pada Maret dan April 2017.

“Tapi setelah saya bayar secara cash, PPJB tidak dikirim,” ujarnya.

Akhirnya, Henky kembali ke kantor PT Dua Permata Kembar dan melakukan pembatalan karena ternyata tanah yang dijual masih dalam sengketa. Korban kemudian diberi cek oleh Linda senilai kerugian dan segera mencairkan di bank. “Setelah tiga kali saya cairkan tidak bisa. Ternyata saldo tidak cukup. Saat itu saya merasa cemas dan galau,” lanjutnya.

Kini, para korban meminta polisi segera mengusut tuntas kasus ini. Henky menyebut, ada belasan korban lain yang ada dan diperkirakan kerugian mencapai Rp 1,7 miliar. “Kami ingin polisi bergerak. Karena kasus First Travel yang banyak korban aja bisa segera ditangani,” tandasnya.(Der/Ak)

Komunitas