01 December 2022
01 December 2022
22.5 C
Malang
ad space

Bripda M.Kevin, Anggota Polres Batu Jago Judo, Wakili Polda Jatim di Piala Kapolri 2017

Bripda M. Kevin saat menerima apresiasi dari Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto. (istimewa)

MALANGVOICE – Olahraga bela diri Judo jadi bagian hidup Bripda M. Kevin Firmansyah. Berbagai prestasi telah diraihnya. Teranyar, anggota Sabhara Polres Batu ini mewakili Polda Jatim dalam ajang Piala Kapolri dan Ibu Asuh Tahun 2017, Agustus mendatang, di Jakarta.

Hampir dua pekan terakhir ini, kelahiran 17 Desember 1998 digembleng pelatihan di Polda Jatim. Padahal sebelumnya, sekitar awal Juli, Kevin baru selesai berlaga di Internasioanl Bali Open dan meraih peringkat tiga.

“Lawannya cukup kuat. Apalagi dari atlet Judo asal Uzbekistan. Badanya kekar -kekar maka harus pintar cari titik kelemahannya agar menang,” kenang Kevin.

Di usianya yang masih muda, Kevin yang juga anggota Sat Sabhara Polres Batu, berhasil mendapatkan juara satu dibeberapa kejuaraan internasional. Seperti Juara 1 Kejurda Sejatim tahun 2012-2016, Juara 3 Sirkuit Judo tahun 2013, Juara 1 pon remaja I tahun 2014, Juara 2 internasional bali open 2015, Juara 1 Sirkuit Judo tahun 2014, Juara 3 Popnas Jatim tahun 2015, Juara 2 Porprov Jatim 2015, Juara 3 internasional bali open 2016, Juara 3 internasional bali open 2017.

Tak heran, Polda Jatim melirik Alumus SMA bersekolah di SMANOR (SMA Negeri Olah Raga), Sidoarjo ini untuk menjadi untuk berlaga di Piala Kapolri dan Ibu Asuh Tahun 2017, Agustus mendatang, di Jakarta.

“Kepercayaan dan amanah ini harus saya buktikan dengan medali emas,” ujarnya optimis.

Kevin menambahkan, inspirasi awal menekuni Judo datang dari ayahnya yang juga atlet Judo. Kevin pun menginginkan menjadi seorang atlet Judo. Sepenuhnya, ia didukung oleh keluarganya dalam setiap kegiatan apapun. Ia tak pernah mendapat larangan untuk mengembangkan bakatnya.

Sya audah mengikuti Judo sejak SD kelas 6. Pertama kali ikut Judo langsung dapat juara satu. Dari situ saya teruskan hobi saya di Judo ini sampai jadi Polisi,” kata putra pasangan Dodik Triadi Firmanto dan Neny Wuryani Indah Jaya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Poponopo Art Project Kritisi Perkembangan Kota Batu Lewat Seni Rupa

Karya komunitas Poponopo Art Project dipajang di Galeri Raos Kota Batu, Jumat (28/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Perkembangan Kota Wisata Batu, baik positif dan negatif dilampiaskan 12 seniman muda Kota Batu lewat karya seni. Puluhan karya, mulai seni gambar (drawing) lukis dan seni instalasi dibeber di Galeri Raos, Jalan Panglima Sudirman, Ngaglik, Kota Batu.

Pameran bertajuk Batu Hari Ini dipelopori komunitas Poponopo Art Project. Mayoritas anggotanya muda-mudi asli Kota Batu. Mulai pelajar sampai mahasiswa. Komunitas ini dibentuk 2014 silam.

Karya komunitas Poponopo Art Project dipajang di Galeri Raos Kota Batu, Jumat (28/7). (Aziz Ramadani)

Ahmad Kholili, Ketua Pelaksana pameran Batu Hari Ini mengatakan, dipilihnya tema tersebut di atas karena sangat menarik untuk diulas. Bukan sisi positif saja, melainkan juga negatif perkembangan Kota Batu saat ini. “Peserta pameran bebas berkarya. Teman-teman berkarya dengan sudut pandang dan pemikiran masing-masing terhadap keadaan Kota Batu,” jelasnya.

Pria akrab disapa Benol ini mencontohkan lukisan bergenre surialis. Yakni dilukiskan buah apel berwarna hijau segar khas Kota Batu, yang salah satu sisi telah berlubang. Di dalam lubang apel terdapat berbagai bangunan, gedung, dan termasuk bianglala atau komedi putar.

“Maksudnya bisa diartikan bahwa Kota Batu dulu asri banyak pepohon kini berubah. Akibat pembangunan, sudah banyak berdiri gedung gedung,” jelas alumnus Seni Rupa FIB Universitas Brawijaya ini.

Pria domisili Jalan Munif Kelurahan Sisir Kecamatan Batu ini menambahkan, agenda serupa akan dijadikan event tahunan agar terus memotivasi untuk terus berkarya. Selain itu, menumbuhkan semangat silaturahmi sesama seniman muda khususnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Ormas Anti Pancasila Dinilai Berpotensi Hancurkan NKRI

Korlap Aliansi Masyarakat Kota Batu, Elvis Revualu (pegang mic) berorasi terkait dukungan Perppu No.2 Tahun 2017, Jumat (28/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Aliansi Masyarakat Kota Batu ngotot agar pemerintah tegas terhadap ormas anti Pancasila. Sebab, indikasi kuat dapat menghancurkan keutuhan NKRI.

Hal ini disampaikan Koordinator aksi, Elvis Refualu. Ketua LSM Presidium Rakyat Kota Batu (PRB) ini mengatakan banyak gerakan yang diduga sengaja dilakukan semata-mata kepentingan untuk mrnghancurkan NKRI. Mereka ini sembunyi dalam balutan ormas mengatasnamakan agama.

“Ormas ini biasanya melakukan sweeping, mengambil alih tugas aparat penegak hukum kepolisian. Itu tugas aparat bukan ormas,” keluhnya.

Massa Aliansi Masyarakat Kota Batu menenteng spanduk dukungan. (Aziz Ramadani)

Memang, masih kata Elvis, sejauh ini belum terdeteksi aktifitas ormas yang dimaksud di wilayah Kota Batu. Namun, pihaknya tetap khawatir, sehingga besar harapan agar pemerintaj bertindak tegas. Terutama dengan dikeluarkannya Perppu No.2 Tahun 2017.

“Kami menegaskan kembali, bahwa Pancasila dasar NKRI yang mutlak tidak bisa diganti apapun. Ormas yang tidak sepaham dan tidak berazaskan Pancasila lebih baik hengkang,” pungkasnya.

Satkorcab Banser Kota Batu Arif Hariyanto menambahkan, pihaknya akan ada di barisan terdepan yang melawan apabila ada ormas yang merongrong keutuhan NKRI.
Pihaknya mendukung penuh penerapan Perppu tentang ormas. Tepatnya membubarkan ormas radikal dan tak berazaskan Pancasila.

“Jangan sampai ada sejengkal pun konsep merubah NKRI,” tukasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Aliansi Masyarakat Kota Batu: Ormas Anti Pancasila Sebaiknya Angkat Kaki dari Indonesia!

Aliansi Masyarakat Kota Batu gelar aksi damai mendukung Perppu No.2 Tahun 2017, di Jalan Gajah Mada Kota Batu, Jumat (28/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Gelombang dukungan agar pemerintah menindak tegas ormas radikal yang menentang Pancasila terus berlansung, tak terkecuali di Kota Batu. Jumat siang (28/7) puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kota Batu menggelar aksi damai.

Berbekal pengeras suara dan dua unit mobil bak terbuka, massa menyuarakan tentang pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) No.2 Tahun 2017. Dalam Perppu ini ditegaskan, bahwa Ormas dilarang melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras atau golongan; melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia; melakukan tindakan kekerasan, mengganggung ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial; dan melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ormas juga dilarang melakukan kegiatan sparatis yang mengancam kedaulatan NKRI, dan/atau menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Massa dengan pengawalan ketat Polres Batu dan TNI bergerak mulai Stadion Brantas Kota Batu, berorasi di Jalan Gajah Mada (Alun-alun Batu) dan finish di depan Balai Kota Among Tani. Massa terdiri dari lintas ormas di Kota Batu ini terus menyuarakan dukungan dengan slogan, Save Pancasila, Save UUD 45, Save NKRI dan Save Bhineka Tungga Ika.

Dalam aksi damai ini, selain membagian selebaran lima poin tuntutan, juga digelar aksi tanda tangan dalam kain putih sepanjang 10 meter. “Kami Aliansi Masyarakat Kota Batu mendesak aparat maupun pemerintah menindak tegas ormas tak berazas Pancasila,” teriak koordinator aksi, Elvis Revualu melalui pengeras suara.

Ormas yang tidak sepaham, lanjut Elvis, lebih baik angkat kaki dari NKRI. Sebab, Pancasila merupakan dasar Negara yang mutlak dan tidak bisa diganti dengan ideologi apapun.

“ormas yang tidak sepaham dan tidak berazaskan Pancasila lebih baik hengkang,” lanjut dia disambut teriakan massa.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Kurang Hati-Hati, Pengemudi Motor Diseruduk Avanza

Petugas Laka Lantas Polres Batu dipimpin langsung Kanit Laka Lantas Polres Batu Ipda Anton Hendri melakukan olah TKP, di Jalan Bukit Berbunga Kota Batu. (istimewa)

MALANGVOICE – Kecelakaan melibatkan mobil merek Toyota Avanza nopol B-1751-URC dengan sepeda motor Honda Beat nopol N-2207-LT, Jumat pagi (28/7), di Jalan Bukit Berbunga Desa Sidomulyo Kecamatan Batu. Diduga kuat akibat pengendara motor Ngataji, (36) Dusun Kenteng Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang ini kurang berhati-hati melajukan kendaraannya.

Kanit Laka Lantas Polres Batu Ipda Anton Hendri menjelaskan, sekitar pukul 09.00, pengemudi motor melajukan kendaraan cukup kencang dari arah utara menuju selatan. Saat melintas di TKP, pengendara motor berusaha mendahului mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Rayan Handoyo (47) warga asal Sawahan, Kota Surabaya, dari samping kiri. Nahas kemudian, pengendara motor mendadak memotong jalan persis di depan mobil tersebut.

“Tabrakan pun tak terhindarkan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat sehingga terjadi benturan atau tabrakan, ” jelas Anton.

Pengendara motor lantas terjatuh akibat tabrakan bagian depan samping kanan mobil. Ngataji mengalami memar pada kepala dan luka lecet pada tangan dan kaki, itu kemudian dievakuasi ke RS. Bhayangkara Hastabrata Kota Batu. “Korban sudah dievakusi untuk mendapatkan perawatan,” sambung dia.

Dari hasil keterangan saksi-saksi juga menguatkan bahwa ada faktor kelalaian pada pengendara motor.
Dari kejadian ini diperkirakan kerugian materi sekitar Rp 2.5 juta.

“Kami mengimbau agar pengendara untuk tidak melajukan kendaraannya terlalu kencang dan tanpa kehati-hatian,” pungkas mantan Kanit Turjawali Satlantas Polres Batu ini.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Atlet Mancanegara Terkesan dengan Kota Wisata Batu

Atlet paragliding asal Jepang, Sinji Sugiura saat menyampaik sambutannya, di pembukaan Batu International Tourism Paragliding Festival 2017. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Agenda Batu International Tourism Paragliding Festival 2017 yang resmi dimulai, Kamis (27/7) mendapat respon positif sejumlah atlet mancanegara. Mayoritas terkesan dengan venue lomba yang menyajikan hamparan hijau pegunungan dan pemandangan perkotaan Kota Wisata Batu (KWB).

Atlet paragliding asal Jepang, Mitsunori Hasuda ini misalnya. Dia mengaku terpesona dengan keindahan Kota Wisata Batu. “Ini baru pertama kali saya ke Kota Batu. Cuacanya, di sini cukup dingin ya,” kata Mitsunori Hasuda.

Mitsunori menambahkan, venue paragliding di Gunung Banyak juga membuatnya jatuh hati. Buka hanya pesona alamnya, melainkan akses yang terbuka untuk wisatawan. “Atlet dan masyarakat tidak ada batasan. Kami jadi bisa berinteraksi cukup menyenangkan,” ujarnya.

Dia ikut berpartisipasi tidak sendiri. Ada temannya, Sinji Sugiura yang mengajak. Sinji sendiri sudah lama menetap di Bali. “Saya sebenernya tidak tahu acara ini. Teman saya yang mengajak,” imbuhnya.

Nakul Malik, atlet asal New Delhi, India, menambahkan, venue perlombaan tidak terlalu sulit. Untuk kategori lomba akurasi cukup mudah dilalui. Sedangkan kategori cross country, menurutnya cukup sulit namun menyengkan. Selebihnya mereka tidak ada kendala berarti. “Ada tim keamanan yang selalu mendampingi dan mengawasi kami,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

14 Atlet Mancanegara Ikuti Batu International Tourism Paragliding Festival 2017

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko membuka secara resmi Batu International Tourism Pragliding Festival 2017 di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kamis malam (27/8). (Aziz Ramadani)
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko membuka secara resmi Batu International Tourism Pragliding Festival 2017 di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kamis malam (27/8). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Batu International Tourism Pragliding Festival 2017, Kamis malam (27/7) resmi dibuka. Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko berpesan agar panitia memberikan pelayanan maksimal kepada 71 atlet paragliding dan 14 diantaranya dari mancanegara.

Dalam sambutannya, ER sapaan akrab Eddy Rumpoko mengatakan, para peserta yang mengikuti festival olahraga ini adalah atlet pilihan. Mereka memiliki skill yang jarang dimiliki.

Atlet paragliding asal Jerman dan Prancis ikut bermain perkusi dalam acara pembukaan Batu International Tourism Pragliding Festival 2017.
Atlet paragliding asal Jerman dan Prancis ikut bermain perkusi dalam acara pembukaan Batu International Tourism Pragliding Festival 2017.

“Maka saya berpesan agar jadi tuan rumah yang baik. Baik itu dari atlet Kota Batu sendiri, panitia dan pemerintah,” kata ER.

Soal keamanan jalannya festival turut jadi perhatian ER. Politisi PDI Perjuangan ini mengimbau panitia memperhatikan betul faktor keselamatan khususnya para peserta.

“Jadi jangan hanya mengedepankan tujuan sektor pariwisata saja. Kalau bisa setiap atlet ada pendamping,” sambung dia.

Dengan sukses berjalannya event ini, maka otomatis akan dipercaya seluruh atlet paragliding nasional maupun internasional. “Bagi pemenang akan ada kami tambah bonus Rp 20 juta,” pungkas penghobi motor trail ini.

Imam Suryono Kadisparta Kota Batu menambahkan, sekitar 14 atlet paragliding mancanegara yang ikut ambil bagian. Diantaranya atlet Jerman, Prancis, India, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand.

“Agenda tahunan ini jadi ajang promosi pariwisata kota batu
agarsemakin dikenal internasional. Bukan hanya tentang wisata sebagai veneu olahraga paralayang,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Merespon Minimnya PAD Retribusi, Dishub Ajak Jukir Berdialog

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Susetya Herawan, melakukan kordinasi di Kantor Dishub Kota Batu dengan puluhan Jukir yang biasa parkir diseputar area alun-alun Kota Batu, Kamis (28/7). (istimewa)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Susetya Herawan, melakukan kordinasi di Kantor Dishub Kota Batu dengan puluhan Jukir yang biasa parkir diseputar area alun-alun Kota Batu, Kamis (28/7). (istimewa)

MALANGVOICE – Permintaan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi sektor parkir direspon Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu. Kamis (27/7) perwakilan juru parkir (jukir) diajak dialog merumuskan solusinya.

Baca juga:
Target Tak Pernah Tercapai, Pemkot Batu Telisik Kebocoran Retribusi Parkir

Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan mengatakan, pihaknya menjaring setiap gagasan atau ide pemikiran untuk peningkatan pendapatan restribusi parkir.
Hasilnya ada beberapa pilihan terobosan dalam peningkatan pendapatan parkir.

Pertama, pembayaran retribusi parkir dengan menggunakan karcis ,dan petugas parkir atau jukir dibayar Pemkot Batu. “Atau jukir dibayar bagi hasil pendapatan dan penetapan retribusi parkir, atau bisa juga dengan kerjasama dengan pihak ketiga,” kata Susetya Herawan.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu menambahkan, langkah riilnya, karcis parkir dicetak oleh Dishub dan memiliki nomor seri dan porporasi yang legal.
Sedangkan penyetoran retribusi berdasarkan jumlah karcis yang dikeluarkan atau terpakai.

“Jukir menyetor retribusi berdasarkan SRP yang dikelolanya, kontrak dengan Pemkot untuk penanganan retribusi parkir, Jukir digaji dan dibawah kendali pihak ketiga,” sambung dia.

Selanjutnya, masih kata Herawan, penyetoran hasil retribusi parkir langang ke kas daerah (Kasda) secara bruto. “Dengan solusi ini diharapkan target realisasi PAD retribusi sektor parkir terpenuhi,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Gelapkan Mobil, Warga Tumpang Kabupaten Malang Dibui

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menggelar rilis kasus penipuan atau penggelapan di Mapolres Batu. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Seorang berinisal Y (31) warga Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang terpaksa mendekam di balik jeruji besi tahanan Mapolres Batu. Sebab, satu unit mobil Daihatsu Zebra warna emas Nopol L 1066 PB, milik korban Arief Hidayat warga Desa Bumiaji, Kota Batu dijual tanpa sepengetahuan korban.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengatakan, modus operandi pelaku yang beraksi April silam ini, yakni dengan berpura-pura membeli mobil korban. Pelaku membayar uang muka Rp 500 ribu dan berjanji akan melunasi sisanya segera.

“Korban percaya saja lalu menyerahkan kendaraan tersebut,” beber Buher, sapaan akrab AKBP Budi Hermanto.

Namun, masih kata Buher, diam-diam pelaku menjual kembali mobil tersebur tanpa sepengetahuan korban seharga Rp 13 juta. Padahal pelaku belum melunasi pembayaran kepada korban. Uang hasil penjualan mobil diakui pelaku untuk foya-foya. “Pelaku sempat kabur lari dari tanggung jawabnya. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Batu,” jelas Buher.

Hampir satu bulan pelaku menjadi buronan polisi dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku terdeteksi bersembunyi di kawasan Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.

Polisi berhasil menciduknya, Kamis (13/7) silam. Petugas juga menyita barang bukti satu unit mobil Daihatsu Zebra warna emas Nopol L 1066 PB, lengkap dengan STNK dan BPKB.

“Atas perbuatan tersangka akan dijerat Pasal 378 KUHP Jo Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Dengan ancaman 9 tahun penjara.” pungkas Alumnus Akpol 2000 ini.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Smart City Permudah Akses Warga dan Wisatawan

Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo Kota Batu, Andiek Iman Santoso menandatangani perjanjian kerjasama, disaksikan President Director Lintasarta, Arya Damar, Kadiskominfo Kota Batu Siswanto dan Plt Sekda Kota Batu Achmad Suparto. (istimewa)

MALANGVOICE – Program Smart City yang dimulai tahap I bakal memudahkan akses segala informasi. Program yang bekerjasama dengan PT Lintasarta ini berbasis solusi IT services.

President Director Lintasarta, Arya Damar mengatakan, Smart City, aplikasi karya anak bangsa ini, memberikan kemudahan informasi dari pemerintah kota kepada masyarakat dan wisatawan dengan platform command center. Produk Lintasarta Smart City yang diimplementasikan di Kota Batu antara lain laporan masyarakat, informasi kota, dan smart farming. “Ketiga unsur itu akan berkolaborasi dengan command center Smart City yang sudah dimiliki oleh Pemerintah Kota Batu,” kata Arya.

Laporan masyarakat, lanjut Arya, memungkinkan masyarakat di suatu daerah melaporkan keadaan lingkungan di sekitarnya kepada pemerintah kota tersebut. Lalu informasi kota memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk mengetahui kegiatan, tempat wisata, dan tempat-tempat penting lainnya seperti rumah sakit, kantor polisi, dan lain-lain. “Segala informasi yang dibutuhkan tersedia,” sambung Arya.

Kemudian, masih kata Arya, smart farming memungkinan petani, khususnya di kota Batu dapat berinteraksi dengan pemerintah daerah dan para ahli pertanian sehingga diharapkan pengetahuan para petani akan meningkat. Selain itu juga membantu petani lokal untuk memasarkan langsung hasil panennya kepada calon pembeli.

“Terlepas dari itu, Lintasarta memiliki platform smart city yang berbasis cloud. Platform ini memungkinkan pemerintah daerah membuat, mengembangkan, melakukan uji coba, dan mengelola aplikasi tanpa perlu berinvestasi infrastruktur,” urainya.

Kelebihan lainnya platform smart city yakni semua aplikasi sudah terintegrasi degan baik. Dengan kata lain, aplikasi tidak berdiri sendiri-sendiri.

“Implementasi solusi smart city dapat dimulai secara cepat hanya kurang dari seminggu, tidak perlu berbulan-bulan,” pungkasnya.

Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo Kota Batu, Andiek Iman Santoso menambahkan, aplikasi yang telah dibuat juga dapat direplikasi dan dibagikan kepada pemerintah daerah lainnya, sehingga tidak perlu membuat aplikasi baru untuk di setiap daerah. “Hal ini akan mendukung percepatan implementasi smart city di berbagai daerah di seluruh Indonesia, sehingga dari berbagai smart city akan menjadi smart nation,” tukas pria akrab disapa Dedek ini.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti