Pemkab Malang Tunggu Vaksin Sinovac dan Jadwal Pelatihan Vaksinator

Bupati Malang H.M Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini sedang menunggu kepastian pendistribusian vaksin Sinovac dan jadwal pelaksanaan pelatihan petugas vaksin Covid-19.

“Kita masih menunggu. Untuk tukang vaksin (vaksinator, red) itu belum dilatih. Jadi nunggu pelatihan. Untuk pelatihannya dilakukan tanggal 17-20 Januari secara vidcon. Kalau vaksinator 30 Januari selesai (pelatihan, red), ya awal Bulan Februari baru baksinasi,” ungkap Bupati Malang, H.M Sanusi, ketika ditemui awak media di Peringatan, Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Jumat (8/1).

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo menyampaikan untuk melalui tahapan-tahapan persiapan vaksinasi, dirinya telah mempersiapkan fasilitas kesehatan yang akan digunakan untuk melakukan vaksinasi.

“Kita sampaikan, (faskes, red) sudah siap 52 titik. Terdiri dari 39 puskesmas, 12 Rumah Sakit dan satu kantor kesehatan pelabuhan seperti Abdul Rachman Saleh,” ucapnya.

Menurut Arbani, untuk persiapan proses vaksinasi sendiri dari Pemkab Malang akan melakukan simulasi-simulasi yang akan dilakukan para vaksinator. Untuk tahap awal proses vaksinasi, bakal diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (Nakes) yang ada di Kabupaten Malang ada sebanyak 5.270 tenaga kesehatan.

“Cara-cara vaksinasi seperti petunjuk yang ada. Ada 4 meja yakni registrasi, verifikasi data kesehatan yang bersangkutan, imunisasi dan observasi pasca imunisasi yaitu 30 menit setelah diimunisasi. Alokasi yang pertama 10.556 (vaksin,red) untuk nakes single dosis tapi diberikan dua kali. Saat ini (vaksin, red) belum datang,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Arbani, untuk vaksin Sinovac yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Malang yang rencananya juga akan diberikan kepada masyarakat Kabupaten Malang, masih belum diketahui vaksin Sinovac merek apa yang akan digunakan.

“Untuk Sinovac kita belum tahu itu pakai merek yang mana. Karena ada enam merek yang diapkai Pemerintah Indonesia. Untuk Kabupaten Malang kita belum tahu. Semua masih dalam tahap uji klinis,” terangnya.

Sementara, tambah Arbani, untuk tahap uji klinisnya sendiri, akan dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan yang telah berpengalaman dalam bidangnya di Pemerintah Pusat.

“Untuk masalah vaksin, uji klinisnya dilakukan oleh expertnya yaitu di UNPAD (Universitas Padjajaran, red) oleh pemerintah pusat yang melakukan,” tukasnya.(der)

Lawan Petugas, Spesialis Curanmor Didor Polisi

Proses penangkapan Anggota Komplotan Curanmor oleh Satreskrim Polres Batu (Istimewa)

MALANGVOICE – Satu anggota komplotan curanmor Ampelsari diringkus Satreskrim Polres Batu. Pelaku kriminal itu bernama Sodir warga Kabupaten Pasuruan.

Sodir ditangkap di sekitar Terminal Paserpan, Pasuruan sekitar pukul 20.00 pada Selasa malam (19/1). Saat akan ditangkap dirinya melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus mengatakan, sebelumnya, pada 15 Januari lalu, Sodir dan rekannya, Farid hampir saja dilumpuhkan petugas. Waktu itu, kedua pelaku dihadang oleh petugas.

“Tersangka ini sebelumnya berhasil kabur ketika dilakukan pengepungan oleh aparat kepolisian pada tanggal 15 Januari malam oleh Tim Resmob Polres Batu di daerah Kepuharjo, Karangploso Kabupaten Malang,” ujar Jeifson (Rabu, 20/1).

Saat masuk di daerah Langlang Singosari, Sodir bersama rekannya Farid sempat berusaha dipepet dan diberhentikan oleh petugas. Namun melawan hingga akhirnya diberikan tindakan tegas terukur berupa tembakan ke arah kaki sebanyak satu kali di paha kanan.

“Namun Sodir dan Farid berhasil melarikan diri ke jurang di daerah Desa Purwoasri, Singosari Kabupaten Malang,” urai dia.

Tim Resmob Polres Batu dibantu Anggota Reskrim Polsek Karangploso dan Singosari beserta warga sempat mengepung tempat Sodir dan Farid melarikan diri. Namun kedua pelaku itu berhasil lolos.

Kemudian pada tanggal 18 Januari hasil penyelidikan mendapatkan informasi, jika pelaku bernama Sodir terlihat di seputaran terminal Paserpan, Pasuruan. Setelah anggota menyakini bahwa keberadaan pelaku kemudian anggota melakukan penangkapan terhadap pelaku pada tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 20.00 WIB di terminal Paserpan.

Penangkapan satu tersangka kelompok Ampelsari ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa pencurian dengan menggunakan bondet di Karangploso beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Jeifson mengatakan saat penangkapan kali kedua, Sodir melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian dengan menabrak kendaraan anggota Resmob Polres Batu.

“Dia tetap berusaha melarikan diri hingga akhirnya petugas memberikan tindakan tegas terukur berupa satu kali tembakan ke arah kaki pelaku,” bebernya.

Dari penangkapan tersangka, Polisi berhasil mengamakan barang bukti berpa satu set kunci T, anak kunci T sebanyak lima buah, satu motor merk Honda Vario warna HITAM tahun 2018 No.Pol N-3584-KI.

Pada 14 Januari lalu, komplotan ini melancarkan aksi pencurian kendaraan bermotor di Karangploso, Kabupaten Malang. Dalam menjalankan aksinya, mereka tak segan melakukan perlawanan ketika berhadapan dengan aparat keamanan.

Seperti yang terjadi di Karangploso beberapa waktu lalu. Dua anggota komplotan ini melemparkan bondet ke arah petugas saat akan dibekuk.(der)

PWI Malang Raya Sediakan Ambulans Gratis

foto bersama usai menerima bantuan Kendaraan Ambulan. (Toski D)

MALANGVOICE – Yayasan Bahrul Magfiroh Cinta Indonesia, bersama PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) memberikan bantuan berupa ambulans ke Pemkab Malang.

Bantuan itu kemudian diteruskan ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Senin (29/3).

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, ambulans ini untuk membantu kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

“Ambulans ini digunakan untuk kegiatan sosial. Jadi nanti masyarakat yang membutuhkan ambulans bisa langsung telepon ke bisa langsung PWI termasuk wartawan yang butuh ambulans bisa langsung saja pakai,” ucap Sanusi, saat ditemui awak media, Senin (29/3).

Sebab, lanjut Sanusi, tugas wartawan tersebut dinilai berat, dan langsung bersinggungan dengan masyarakat, untuk itu, wartawan perlu diberi fasilitas.

“Untuk teknisnya terserah teman-teman PWI, apakah biayanya gratis atau bagaimana. Saya tahu tugasnya wartawan ini berat dalam menyampaikan informasi. Diharapkan ambulans ini bisa memberikan bantuan kepada anggotanya, utamanya dan masyarakat bidang kesehatan, jika ada yang sakit bisa dibawa sendiri ke rumah sakit,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono menyampaikan, ambulans diharap bisa dimaksimalkan penggunaannya.

“Ambulans ini khusus orang sakit, kami siap memberikan pelayanan secara gratis atau tidak kami pungut biaya,” tandasnya.(der)

Sambut Tahun Baru, Masyarakat Dilarang Gunakan Bak Terbuka dan Sound System

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi. (Toski D)

MALANGVOICE – Masyarakat Kabupaten Malang yang akan merayakan pergantian malam tahun baru dilarang mengaktualisasikannya secara berlebihan. Salah satunya yakni menyalakan petasan atau kembang api besar-besaran, konvoi kendaraan di jalan raya dan hal-hal lain yang dapat mengganggu kondustifitas.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang juga melarang masyarakat turun ke jalan dengan mengendarai kendaraan bak terbuka. Termasuk mengangkut warga dengan kendaraan bak terbuka saat pergi ke tempat wisata.

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi menyampaikan, jika pihaknya mengimbau pada masyarakat supaya tetap menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan pada malam pergantian tahun nanti.

“Kami imbau masyarakat agar pada malam tahun baru nanti, masyarakat tidak menggunakan bak terbuka dan wisata dengan bak terbuka, karena itu berbahaya,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Lutfi, pihaknya juga mengeluarkan larangan pada kendaraan pengangkut sound system, untuk berkeliling saat malam Tahun Baru.

“Truk sound system juga dilarang. Tapi kita cuma bisa mengimbau, tidak bisa menindak, yang bisa menindak hanya pihak berwajib, kecuali kalau ada operasi gabungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Malang, AKP William Thamrin Simatupang juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam merayakan malam pergantian tahun.

“Himbauan dari saya, bagi masyarakat yang ingin merayakan Tahun Baru, saya harapkan tidak terlalu terlarut dalam euforia. Kemudian, memperhatikan keselamatan dalam berkendara. Diharapkan tidak ada masyarakat yang menggunakan bak terbuka dalam merayakan Tahun Baru,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Masih Misteri, Polisi Terus Dalami Penyebab Kematian Dullah

Tempat kejadian. (Toski D).

MALANGVOICE – Korban dugaan perampokan dan pembunuhan seorang duda sebatang kara bernama Karim Mullah alias Dullah (58) warga dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, yang ditemukan tak bernyawa secara tragis di toko sekaligus rumahnya pada Jumat (2/11) lalu, masih misterius.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung sempat mengutarakan, jika pihaknya masih terus melakukan penyidikan kasus ini, walau dalam kasus ini petunjuk yang didapatkan sangat minim.

Tak hanya itu, polisi juga tak temukan sidik jari pelaku di lokasi kejadian. Parahnya lagi warga di sekitar lokasi kejadian korban tidak ditemukan warga yang memasang CCTV. Apalagi kejadian terjadi pada tengah malam.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, ketika dihubungi menjelaskan, pihaknya telah mengendus dalang dari perampokan dan pembunuhan Dullah berjumlah lebih dari satu orang, mesti petugas minin petunjuk.

“Pelaku perampokan dan pembunuhan ini kami menduga lebih dari dua atau tiga pelaku, dan kami masih kami mendalaminya,” ujarnya.

Untuk perkembangan sementara, lanjut Adrian, pihaknya sudah lebih dari tiga kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hal itu dilakukan untuk mencari petunjuk. Dengan tidak adanya sidik di lokasi TKP serta kemungkinan melakukan aksi keji dengan menggunakan sarung tangan. Pelaku diduga bukanlah orang baru.

“Beberapa saksi sudah kami periksa. Mereka tetangga korban. Kemungkinan pelaku residivis,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP awal, tambah Adrian, pihaknya sempat menduga jika korban diseret dari bilik toko yang berada di depan rumah menuju ke kamar tidur di belakang dan di kamar itu korban diduga dibenturkan ke dinding serta menusukkan benda tajam ke leher kanan Dullah.

Senjata tajam juga disabet ke leher bagian belakang. Namun ternyata, setelah melakukan olah TKP yang ketiga, korban dibunuh ketika tidur. Saat Dullah tidur, pelaku diperkirakan membekap dan menganiaya korban. Mereka menggunakan senjata tajam.

“Kami awalnya menduga jika korban diseret dari luar ke dalam kamar. Tapi kemudian, hasil olah TKP selanjutnya, dia dibunuh ketika tidur. Jadi pas tidur itu diserang,” pungkasnya.

Sementara, Salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat itu dirinya sempat melihat tiga orang datang ke rumah korban.

“Mereka menggunakan satu unit motor Satria FU berkenalpot brong. Dua orang masuk kedalam dan satu orang lainnya berjaga di depan,” tegasnya. (Hmz/Ulm)

14 Kebakaran Lahan Akibat Kekeringan Terjadi dalam Satu Bulan Terakhir

Kepala BPBD Kabupaten Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Data Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kabupaten Malang, menyebut, sebanyak 14 kali kebakaran lahan terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir di wilayah Kabupaten Malang. Hal ini disampaikan Kepala Seksi PBK Kabupaten Malang, Agus Suyanto, Minggu (7/10).

“Bulan September kemarin, kita sudah melakukan upaya pemadaman di lahan terbuka sebanyak 14 kali. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka,” ungkapnya.

Kebanyakan, lahan terbuka yang mengalami kebakaran adalah ladang tebu, tempat pembuangan sampah, maupun ladang bambu.

“Kebakaran terjadi di tempat yang banyak sampah kering, seperti daun kering, hal itu jika kena api sedikit saja kan mudah sekali terbakar. Apalagi perilaku masyarakat kita yang masih suka membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penangulanggan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebenarnya bukanlah wewenang instansinya.

“Sebenarnya itu wewenang Dinas Lingkungan Hidup, hanya karena orang sering melihat personil kita turun membantu memadamkan karhutla, mereka mengira itu adalah wilayah kami,” ucapnya.

Namun, jika memang karhutla yang terjadi tergolong besar dan masuk kategori bencana, maka pihaknya akan siap ikut serta dalam penangulangganya.

“Jika memang kebakaran yang terjadi sudah besar, masuk kategori bencana apalagi mengancam keselamatan penduduk, maka kita wajib untuk bersama-sama menangulangginya, sesuai dengan kewenangan dan tupoksi kita tentunya,” ulasnya.

Memang kebakaran lahan akhir-akhir ini marak terjadi, untuk itu diimbau supaya masyarakat selalu waspada dan berhati-hati.

“Sekarang ini musim kemarau, cuaca panas dan terik, saya menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, jangan membuang puntung rokok sembarangan, serta jika membakar sampah, pastikan apinya benar-benar padam ketika selesai. Kita cegah kebakaran dengan perilaku hati-hati dan waspada,” pungkasnya.(Der/Aka)

Hadapi Lebaran di Tengah Pandemi, PJT I Laksanakan ‘Quick Win’

Petugas saat mendistribusikan paket bantuan sembako. (Istimewa/Humas).
Petugas saat mendistribusikan paket bantuan sembako. (Istimewa/Humas).

MALANGVOICE – Menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah ditengah pandemi Covid-19, Perum Jasa Tirta (PJT) I beri bantuan paket sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) di empat provinsi yang bertajuk ‘Quick Win’.

Empat Provinsi tersebut, yaitu tiga provinsi berada di lima wilayah sungai (WS) yang dikelola PJT I, mulai WS Bengawan Solo di Jatim dan Jateng, WS Brantas di Provinsi Jawa Timur (Jatim), WS Jeratun Seluna di Jateng, WS Serayu Bogowonto di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dan WS Toba Asahan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), serta satu Provinsi yang berada wilayah kerja anak perusahaan PJT I, yakni PT JTE (Jasa Tirta Energi) di Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 terutama jelang lebaran idul Fitri. Sebanyak 2.600 paket sembako yang dibagikan bagi masyarakat terdampak di 25 kabupaten/kota di empat provinsi di Indonesia.

“Quick Win ini merupakan program donasi kemanusiaan dalam rangka penanggulangan dampak COVID-19. Untuk paket sembako kami salurkan jelang Lebaran untuk meringankan beban masyarakat,” ungkap Raymond dalam rilisnya, Sabtu (23/5).

Menurut Raymond, ribuan paket sembako itu dibagikan kepada masyarakat yang terkena PHK dan/atau tutup usaha akibat adanya pandemi covid-19. Disamping itu, pihaknya juga telah membagikan APD dan obat-obatan bagi petugas medis yang telah menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Corona.

“APD tersebut mulai dari baju hazmat, masker, boots, face shield, dan peralatan lainnya. Sudah kami dibagikan ke beberapa faskes di 25 kabupaten/kota di seluruh wilayah kerja PJT I serta anak perusahaan PT JTE. Pemberian sembako dan APD itu berbasis wilayah serta ketersediaan dana,” jelasnya.

Untuk setiap daerah, lanjut Raymond, mendapat porsi jumlah paket sembako dan APD yang sama, dalam paket sembako tersebut berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula dan makanan instan atau sesuai ketersediaan sembako di masing masing wilayah.

“Paket sembako tersebut kami beli dan peroleh dari Perum Bulog atau toko-toko yang dapat memenuhi kebutuhan di masing masing wilayah. Itu sesuai dengan program Quick Win. Kami tidak memperkenankan pemberian sembako dan APD dalam bentuk uang tunai,” terangnya.

Dalam program tersebut, tambah Raymond, anggarannya berasal dari pengalihan Tunjangan Hari Raya (THR) Dewan Pengawas dan Direksi PJT I, serta THR dari Komisaris dan Direksi PT JTE. Total terkumpul Rp.454 juta. Pelaksana program juga bekerja sama dengan kelurahan atau desa setempat dalam menentukan target penerima manfaat. Untuk menghindari kerumunan massa, kata dia, pembagian sembako dilakukan secara door to door.

“Kami berharap bantuan paket sembako yang kami salurkan membawa manfaat bagi masyarakat. Terutama di saat pandemi dan jelang Lebaran. Termasuk bantuan APD semoga dapat melindungi para petugas medis dan paramedis dalam penanganan pasien COVID-19,” tandasnya.(Der/Aka)

Sambil Tunggu Pelantikan, Sanusi Pilih Istirahat dan Bertani

Bupati Malang H.M Sanusi (kiri).(Toski D).

MALANGVOICE – Sambil menunggu pelantikan, Bupati Malang terpilih, H.M Sanusi memilih beristirahat dan meluangkan kesempatan ini untuk kembali berkutat dalam dunia pertanian.

Diketahui pelantikan bupati terpilih pemenang Pilkada 2020 diundur karena pandemi Covid-19.

“Ya kembali, saya kembali melakukan aktivitas seperti biasa, kembali lihat tebu, dan pertanian, istirahat dulu, sembari menunggu pelantikan,” ungkap Sanusi, Rabu (17/2).

Meski demikian, lanjut Sanusi, dirinya akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk ikut memikirkan pembangunan di Kabupaten Malang kedepannya.

“Dalam waktu jeda ini, pak Sekda (Plh, red) saya minta untuk intens berkomunikasi dengan para investor, agar setelah jeda dapat ditindaklanjuti dengan Kementerian,” jelasnya.

Dengan harapan setelah pelantikan Pemkab Malang dapat langsung bersinergi dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Menko bidang Perekonomian, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengangkat potensi yang ada di Kabupaten Malang.

“Dengan Potensi itu saya ingin Kabupaten Malang semakin maju, program-program sudah kami siapkan,” tukasnya.(der)

Sempat Tak Ada Kabar, Pria Ini Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang)

MALANGVOICE – SW (55) warga jalan Taman Makam Pahlawan, Turen, ditemukan ditemukan tewas mengapung di sebuah sumur, Kamis (11/4).

Kanit Reskrim Polsek Turen Iptu Soleh Mashudi mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, ibu korban mencari keberadaan SW, hingga berkeliling rumahnya.

“Ibu korban merasa khawatir, karena malam sebelum kejadian korban sempat menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hidupnya dengan alasan tidak ingin menambah beban orangtuanya,” ungkapnya.

Setelah berupaya mencari korban, lanjut Soleh, ibu korban meminta bantuan Sukarji serta Supri yang merupakan tetangganya untuk ikut mencari. Ketika dilihat di sumur yang ada di belakang rumahnya, ternyata ada pakaian korban di dekat sumur.

“Merasa curiga korban mencebur sumur, para saksi pun akhirnya mengeceknya dan ternyata dari atas terlihat bahwa di dalam sumur ada tubuh korban,” jelasnya.

Berdasarkan dari keterangan para saksi, korban selama ini sering mengeluh tentang kondisi kesehatannya yang diketahui mengalami sakit komplikasi. Korban beberapa kali menyampaikan ingin mengakhiri hidupnya.

“Dari hasil olah TKP dan evakuasi tubuh korban, memang sama sekali tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Kematiannya murni karena korban bunuh diri. Tapi, pihak keluarga menolak dilakukan visum. Mereka menerima kematiannya sebagai musibah, dengan membuat surat pernyataan,” pungkasnya.(Der/Aka)

Lebih dari 10 Desa Belum Cairkan ADD dan DD

Sekretaris DPMD, M Darwis. (Miski)

MALANGVOICE – Alokasi Dana Desa dan Dana Desa tahap kedua mulai dicairkan. Pencairan tahap kedua sebesar 60 persen setelah 40 persen dicairkan tahap pertama.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, M Darwis, mengatakan, pencairan ADD dan DD wewenangnya berubah.

ADD masuk di DPMD, sedangkan DD dibagian BPKAD sejak tahun 2017. “Sebelumnya, ADD dan DD dihandel kami, tapi sekarang langsung BPKAD, karena anggarannya dari pusat,” kata dia.

Sampai sekarang, lebih 10 desa belum mencairkan ADD. Salah satunya Desa Bocek. Desa Bocek sendiri belum mencairkan ADD sejak tahap pertama pasca adanya proses pemeriksaan dari Inspektorat.

Selain itu, salah satu persyaratan pencairan ADD dan DD yaitu adanya APBDes. Namun, APBDes tidak ditandatangani BPD.

Ia mengaku tidak tahu berapa desa yang sudah mencairkan DD. Namun, biasanya pengajuan ADD dan DD secara bersamaan, atas rekom dari kecamatan masing-masing.

“Target pencairan tahap dua kan bulan ini. Semakin cepat pencairannya, lebih baik. Supaya tidak menghambat pembangunan di desa, kecuali yang sedang ada masalah,” paparnya.

Tahun 2017, ADD sebesar Rp 184 miliar dan DD mencapai Rp 312 miliar untuk 378 desa se Kabupaten Malang.(Der/Yei)