Heboh Temuan Mortir di Dasar Sungai Konto Kasembon

Petugas dari Polsek Kasembon dibantu TNI mengamankan barang bukti diduga bom, Senin sore (31/7). (istimewa)

MALANGVOICE – Warga Dusun Lemurung Desa Pondokagung Kecamatan Kasembon Kabupetan Malang dihebokan penemuan diduga bom atau mortir, Senin sore (31/7). Barang bukti mortir lantas segera diamankan petugas Polsek Kasembon dan TNI.

Informasi yang dihimpun MVoice, mortir ditemukan sekitar pukul 15.30 dari dasar sungai Konto, Dusun Lemurung Desa Pondokagung Kecamatan Kasembon. Panjang mortir sekitar setengah meter. Penemunya adalah warga sekitar yang berprofesi sebagai penggali pasir. Petugas Polsek Kasembon dipimpin Kanit Provost Aiptu Suratno bergegas ke lokasi kejadian begitu mendapat loporan warga.

“Kami langsung evakuasi barang bukti dibantu Koramil Kasembon juga,” kata Aiptu Suratno dihubungi MVoice, Selasa (1/8).

Terpisah, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto membenarkan temuan diduga bom tersebut. Saat ini pihaknya tengah berkoodinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jatim. “Iya mas, barang bukti saat ini dievakuasi ke Koramil Kasembon,” ujarnya singkat dihubungi MVoice melalui WhatsApp.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Memasuki Musim Kemarau, Pemkab Malang Antisipasi Desa Langganan Kekeringan

Mobil tangki air pemerintah melayani masyarakat yang membutuhkan air bersih pasca daerahnya dilanda kekeringan. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebagian wilayah di Kabupaten Malang menjadi langganan kekeringan setiap tahun. Kondisi tersebut direspon Pemkab Malang dengan mengantisipasi terjadinya kekeringan. Salah satunya menyiapkan suplai air bersih.

Di tahun 2015, ada delapan kecamatan mengalami krisis air. Di antaranya Kecamatan Bantur, Donomulyo, Sumbeanjing Wetan, Gedangan, Pagak, Singosari, Tirtoyudo, dan Kalipare. Jumlah tersebur lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 10 kecamatan.

“Jika kondisi tahun ini sama dengan tahun lalu, Kabupaten Malang akan terhindar dari kekeringan. Kalaupun ada mungkin satu dua desa,” kata Kepala BPBD, Kalaksa Iriantoro, kepada MVoice, Selasa (1/8).

Pihaknya telah menerima surat dari BMKG perihal pemberitahuan peralihan musim. Selanjutnya, surat tersebut disampaikan ke kepala daerah dan kini sudah ada SK tentang kondisi musim kemarau.

Namun, melihat perkembangan musim, seharusnya musim kemarau berlangsung awal Juli, tapi sampai sekarang masih terjadi beberapa kali hujan.

“Sudah terlewati satu bulan. Jika kondisinya seperti ini, nantinya akan terhubung ke musim penghujan,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD belum menerima laporan adanya desa yang mengalami kelangkaan air. Petugas dan relawan di lapangan terus bergerilya, mengecek kondisi di masyarakat.

Koordinasi dengan Dinas Cipta Karya serta PDAM juga sudah dilakukan. Mobil tangki air saat ini siaga, jika sewaktu-waktu ada permintaan air bersih dari masyarakat.

“Segala sesuatunya soal kekeringan sudah kami siapkan. Suplai air bersih ke desa bisa dilakukan, apabila ada permintaan dari desa dan kecamatan,” tukasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Kembangkan Jalan Malang-Kepanjen, Pemkab Malang Bersurat ke Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Romdhani. (Miski)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Romdhani. (Miski)

MALANGVOICE – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang mengusulkan rencana pengembangan jalan ke pemerintah pusat. Salah satunya jalur Malang-Kepanjen.

Kadinas PU Bina Marga, Romdhoni, mengatakan, jalan Malang-Pakisaji-Kepanjen merupakan tanggung jawab nasional. Daerah, kata dia, tidak memiliki wewenang untuk mengembangkan.

“Sudah diajukan ke pusat, sekarang nunggu respon dari sana,” katanya, Senin (31/7).

Sedangkan jalur Malang-Kendal Payak-Kepanjen merupakan jalan lokal atau tanggung jawab daerah. Kontruksinya pun masih skala lokal.

Namun, seharusnya sudah masuk jalan kolektor, karena terhubung ke jalan nasional. Untuk menaikkan status jalan dari lokal ke nasional perbandingan biayanya bisa tiga kali lipat tiap kilometer nya.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, baik itu perbaikan jalan, pelebaran dan lainnya. Kecuali, ada lampu hijau dari pusat, mungkin pusat, provinsi dan daerah bisa bersinergi. Artinya, mana yang dicover daerah, provinsi dan pusat,” jelas mantan Kadinas Cipta Karya itu.

Pengembangan Jalan Lingkar Selatan dan menuju ke tempat wisata juga sedang dikembangkan. Terbatasnya anggaran daerah sehingga pembangunan jalan tidak langsung selesai.

Program tersebut merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Yang jelas, saat ini kami fokus pengembangan jalan dan perawatan rutin. Termasuk jalan di desa-desa,” pungkas dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Cuci Tiga Pesawat Tandai HUT ke-57 Skatek 022 Lanud Abd Saleh

Anggota Skatek 022 mencuci pesawat dalam memeringati HUT ke-57 Skatek 022.(istimewa)
Anggota Skatek 022 mencuci pesawat dalam memeringati HUT ke-57 Skatek 022.(istimewa)

MALANGVOICE – Skadron Teknik (Skatek) 022 Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, memeringati HUT ke-57 dengan mencuci pesawat, Senin (31/7).

Melalui rilis yang diterima MVoice, Skatek 022 merayakan dengan sederhana, tetapi bermakna.

Komandan Skatek 022 Letkol Tek Sidik Dhani Brotonugroho, mengatakan, peringatan dengan mencuci pesawat kali pertama dilangsungkan. Tujuannya tidak lain untuk memupuk kebersamaan dan bentuk kecintaan anggota terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai perawat pesawat.

Ada tiga jenis pesawat dicuci secara bersama yang melibatkan sekitar 150 anggota. Di antaranya, pesawat EMB 314 Super Tucano, Hercules C-130 dan SAS 212 Cassa.

“Pesawat ditarik secara bersama dan dimandikan di depan hanggar Skatek 022,” katanya.

Cuci pesawat dilakukan secara rutin sebelum pesawat masuk hanggar atau 1000 jam terbang selama tiga tahun sekali.

Selain itu, pesawat yang dalam perbaikan sebelum masuk hanggar juga harus dicuci. Sekali mencuci pesawat melibatkan 20-30 anggota.

“Setiap pesawat berbeda perlakuannya,” tambah Kasihar Skatek 022, Mayor Tek Zulkifli Efendi.

Sebagian anggota yang beragama Islam melangsungkan khataman Alquran, sebelum ikut dalam mencuci pesawat.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Pembenahan Manajemen Aset Jadi Prioritas Kadisdik Baru Pemkab Malang

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, M Hidayat.(Miski)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, M Hidayat.(Miski)

MALANGVOICE – M Hidayat dipercaya menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Bupati Malang, Rendra Kresna, menaruh harapan besar kepada pejabat baru.

Salah satunya, yaitu membenahi kualitas pendidikan. Sebab, di 2016 lalu, ranking pendidikan Kabupaten Malang tingkat Sekolah Dasar (SD) merosot drastis.

“Saya harap, kondisi ini segera dibenahi. Prestasi perorangan siswa maupun lembaga harus ditingkatkan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdik, M Hidayat, mengaku, sudah sepatutnya pendidikan di Kabupaten Malang lebih baik.

Selain peningkatan kualitas pendidikan, Dayat, sapaan akrabnya, punya target perbaikan lainnya. Yaitu membenahi secara menyeluruh manajemen aset di Dinas Pendidikan.

“Manajemen aset belum clear. Setiap tahun ada catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujar mantan Kabag Umum ini.

Pengelolaan SMA/SMK menjadi wewenang Pemprov Jawa Timur. Namun, kata Dayat, pemerintah daerah punya tanggung jawab, yakni mengkoordinasikan. Sebab, pemerintah daerah lebih memahami kondisi di lapangan.

Pihaknya juga akan menopang tiga prioritas Pemkab Malang. Meliputi penurunan angka kemiskinan, pariwisata dan menggalakkan penghijauan.

“Tidak ada lagi sekolah yang gersang, harus ada pepohonan di lingkungan sekolah. Sama halnya dengan kebersihan di sekolah. Ini penting untuk menopang kualitas pendidikan,” tandasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Rendra Minta PDAM Kabupaten Malang Ambil Alih Sumber

Bupati Malang, Rendra Kresna.(Miski)

MALANGVOICE – Bupati Malang, Rendra Kresna angkat bicara perihal sikap cuek Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang, terkait peninjauan kembali Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Malang. Dua kali bersurat, tak satupun yang dapat balasan pihak PDAM.

Rendra meminta PDAM Kabupaten Malang ambil alih sumber-sumber yang dimanfaatkan selama ini jika tidak kunjung mendapat respon positif dari PDAM Kota Malang. Di antaranya Sumber Wendit, Kecamatan Pakis, Karangan, Karangploso, dan Sumber Pitu, Kecamatan Tumpang.

“Ambil alih saja sumbernya. Biar dimanfaatkan bagi warga sekitar sumber,” kata Rendra, Senin (31/7).

Pemkab Malang tidak pada posisi menzalimi PDAM Kota Malang. Namun, pihaknya meminta besaran tarif yang dibayarkan patut dan sewajarnya.

Selama ini, Pemkab Malang toleran dengan memberi leluasa PDAM Kota Malang, mengakses air guna mencukupi kebutuhan air di Kota Malang. Biaya Rp 80 rupiah per meter kubik dirasa tak wajar dan terlalu kecil dibandingkan dengan besaran tarif PDAM ke masyarakat.

Disisi lain, biaya perawatan dan menjaga sumber mata air cukup tinggi. Belum lagi Pemkab Malang berkewajiban agar sumber tidak tercemar.

“Coba dicek, berapa besaran biaya yang diapatok ke masyarakat Kota Malang per meter kubiknya?,” tanya Ketua DPW Nasdem Jawa Timur ini.

Pihaknya memberi waktu sampai akhir tahun 2017. Rendra berharap PDAM Kabupaten Malang diminta berkoordinasi secara kekeluargaan dengan PDAM Kota Malang supaya ada titik terang.

Ditanya besaran tarif yang diinginkan Pemkab Malang, Rendra tak menyebut pasti. Tarif baru bisa disepakati apabila berangkat dari keputusan kedua belah pihak.

“Masyarakat sekitar Wendit misalnya, masih banyak yang butuh air bersih. Jangan salahkan masyarakat nantinya jika berkehendak lain,” ungkapnya.

Bupati dua periode itu membandingkan dengan Kota Batu yang mendapat konpensasi dari PDAM Kota Malang. Selain mengambil sumber di Kabupaten Malang, PDAM Kota Malang juga mengalirkan air dari Kota Batu.

“Kota Batu dikasih konpensasi berapa kemarin. Uangnya kan bisa dimanfaatkan untuk penambahan fasilitas dan lainnya. Intinya sama-sama ingin memakmurkan masyarakat,” pungkasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Kabag Humas dan Asisten Kosong, Rendra Pastikan Segera Terisi

Pelantikan pejabat di jajaran Pemkab Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Jabatan Kepala Bagian Umum dan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Malang, kosong pasca pejabat lama pensiun dan mengisi jabatan lain.

Mengenai hal tersebut, Bupati Malang, Rendra Kresna, memastikan dalam waktu dekat jabatan itu terisi. Saat ini, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sedang membahasnya.

Selain dua jabatan itu, nantinya pada pelantikan selanjutnya juga dilangsungkan perombakan, baik eselon 2 dan 3 hingga unsur staf.

“Ada yang harus melalui seleksi. Seperti eselon 2 dan 3 kan harus melalui assessment,” katanya usai pelantikan, Senin (31/7).

Willem Petrus yang dipercaya mengisi jabatan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, dikembalikan pada jabatan lamanya yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah.

Willem, kata Rendra, memiliki keahlian di bidang tersebut, sehingga dipercaya di Badan Pendapatan.

Sedangkan, Nurman Ramdamsyah memiliki bekal cukup baik selama ini dan paham soal hukum, sehingga dirasa cocok mengisi BKD.

M Hidayat memiliki latar belakang lulusan pendidikan dan cocok mengisi Dinas Pendidikan. Hidayat mendapat promosi setelah sebelumnya lolos seleksi di Pansel.

“Saya harap, kembalinya pak Willem bisa meningkatkan PAD Kabupaten Malang. Sama halnya dengan yang lain, sama-sama memiliki tanggung jawab dan harus bisa membenahi di dinas yang di pimpinnya,” jelas dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Didik Muljono Jabat Sekda Pemkab Malang, Hidayat Kadinas Pendidikan

Pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat di jajaran Pemkab Malang. (Miski)

MALANGVOICE – Kepala Badan Pendapatan Daerah, Didik Muljono, resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Malang. Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin langsung Bupati Malang, Rendra Kresna di Pendopo Agung, Senin (31/7).

Didik menggantikan posisi Abdul Malik yang masuk masa pensiun. Sedangkan, jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah diisi Willem Petrus yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Jabatan lamanya digantikan Nurman Ramdamsyah. Nurman sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda.

Sedangkan M Hidayat yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Umum, dipercaya mengisi jabatan Kepala Dinas Pendidikan. Panca Ningsih Srirejeki mengisi jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sementara, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Budiar, mengisi jabatan sebagai Asisten Administrasi Umum Sekda.

“Selamat bagi pak Didik yang dipercaya jabat Sekda dan pejabat di dinas terkait. Jadilah Sekda yang merangkul dan mengarahkan ASN di Kabupaten Malang,” katanya, saat sambutan.

Rendra berharap pejabat yang telah dilantik mampu meneruskan program pejabat sebelumnya. Bahkan, kinerjanya melebihi pejabat terdahulu.

“Sinergi dan saling koordinasi dalam memajukan Kabupaten Malang. Saya harap pejabat baru bisa bekerja maksimal,” paparnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Cinta Indonesia, Alasan Eka Tertarik Jadi Putri Duta Anti Narkoba

Putri duta anti narkoba Kabupaten Malang, Eka Fahrun Nisak Ramadhani. (istimewa)

MALANGVOICE – Eka Fahrun Nisak Ramadhani, dinobatkan sebagai putri duta anti narkoba Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

Ia berhasil menyisihkan 130 orang peserta lain. Sedangkan putra duta anti narkoba disandang M Renaldi Bagus Wijayanto, siswa MAN Gondanglegi.

Perempuan kelahiran Malang 06 Desember 2000 lalu ini mengaku tertarik menjadi duta anti narkoba lantaran memiliki misi kemanusiaan. Terlebih, menyangkut hidup masyarakat banyak.

Berlatar belakang sebagai organisatoris sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Eka tak terlalu sulit untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Siswi kelas XI SMAN 1 Kepanjen tersebut pun bersyukur dinobatkan sebagai duta anti narkoba. Selain peduli terhadap sesama, Eka mengaku mencintai Indonesia.

Putri duta anti narkoba Kabupaten Malang, Eka Fahrun Nisak Ramadhani. (istimewa)

“Seusia saya banyak yang terjerat narkoba. Saya tidak ingin teman-teman dan pelajar di Kabupaten Malang terjebak hal serupa,” aku putri sulung pasangan Kariono dan Anis Sulistiyoningsih ini.

Baginya, narkoba sangat berbahaya. Sasaran barang haram tersebut pun menyerang generasi muda Indonesia. Lantas bagaimana Indonesia di masa mendatang jika pemudanya telah terjangkit narkoba?

“Padahal, kami digadang-gadang sebagai penerus bangsa. Harapan masyarakat luas,” ungkap perempuan yang hobi berenang itu.

Langkah awal menyuarakan stop narkoba, katanya, akan dimulai dari diri sendiri. Sehingga nantinya bisa mengajak dan memberi contoh pelajar lain.

Mensosialisasikan bahaya narkoba membutuhkan keuletan dan kesabaran. Tidak hanya dilakukan di sekitar sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat.

Meski demikian, perempuan yang aktif di Karang Taruna di desanya ini mengaku belum terlalu luas memahami kompleksitas soal narkoba. Eka butuh belajar lebih banyak agar wawasannya akan narkoba mumpuni.

“Saya harapkan ada bimbingan dari BNN. Terpenting, sebelum mengajak orang lain, saya harus bebas dari barang haram itu,” paparnya.

Ke depan, Eka berharap Indonesia bebas narkoba dan masyarakatnya hidup sehat tanpa narkoba. Sekaligus bersama-sama memberantas peredaran narkoba.

“Ini akan jadi pengalaman baru bagi saya dan teman-teman. Semakin banyak yang mensosialisasikan, saya yakin suatu saat Indonesia terbebas dari narkoba,” pungkasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas, BNPB: Satelit Deteksi 239 Titik Panas

Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Indonesia.(BNPB for MVoice)
Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Indonesia.(BNPB for MVoice)

MALANGVOICE – Kebakaran hutan dan lahan semakin meluas. Aparat gabungan belum berhasil memadamkan kobaran api.

Dari rilis yang dikirim BNPB, Satelit Terra, Aqua dan SNNP pada catalog Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) LAPAN, mendeteksi adanya peningkatan jumlah titik panas hutan dan lahan di Indonesia.

Musim kemarau yang mengakibatkan intensitas cuaca kering meningkatkan luasan titik panas. Rincinya, sebanyak 173 titik panas pada Kamis (27/7), Jumat (28/7) ada 277 titik, Sabtu (29/7) 238 titik, dan 239 titik pada Minggu (30/7).

Terbanyak di Kalimantan Barat, NTT, dan Aceh. Di hari ini (Minggu, red), sebanyak 239 titik panas sebarannya meliputi 126 titik di Kalimantan Barat, NTT 42 titik, Kalimantan Utara 35 titik, Kalimantan Timur 10 titik, Kalimantan Selatan 5 titik, Maluku 4 titik, Riau 1 titik, Kalimantan Tengah 1 titik, Jawa Tengah 2 titik, Jawa Timur 2 titik, Sulawesi Selatan 5 titik, Sumatera Selatan 2 titik, NTB 1 titik, Sulawesi Tengah 1 titik, dan Bangka Belitung 1 titik.

Di Kalimantan Barat, kebakaran hutan dan lahan belum berhasil dipadamkan. Empat hari terakhir kebakaran semakin meluas. Dari 126 titik, 77 titik panas kategori sedang dan 49 titik panas kategori tinggi

“Sebagian besar lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Pembukaan lahan dengan cara membakar masih banyak dilakukan di daerah ini. Meskipun sudah dilarang, imbauan sering dilakukan, patroli ke pelosok dilakukan, namun kenyataannya masih banyak pembakaran hutan dan lahan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Upaya pemadaman api terus dilakukan oleh Satgas terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Empat helikopter pembom air milik BNPB jenis Bell 214B, MI-8, Kamov KA32 dan Bolcow 105.

“Kendala petugas di darat lantaran luasnya wilayah yang harus dijaga, akses menuju lokasi cukup sukit, terbatasnya sumber air, alat, cuaca kering, dan kesadaran masyarakat agar tidak membakar masih rendah,” paparnya.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria