Pelaksanaan Pilkades Serentak Dipastikan Digelar November

Kepala DPMD Kabupaten Malang, Suwaji. (Toski D)
Kepala DPMD Kabupaten Malang, Suwaji. (Toski D)

MALANGVOICE – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) akan digelar serentak pada November 2018 mendatang.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Suwadji, Senin (2/7).

Menurut Suwadji, pelaksanaan Pilkades yang sempat simpang siur akhirnya mendapat kejelasan yang akan diagendakan pada pekan kedua November mendatang.

“Pelakasanaan Pilkades serentak pada tanggal 11 November mendatang diikuti 42 desa,” ungkap Suwadji.

Untuk teknis pelaksanaan Pilkades serentak, lanjut Suwadji, pihaknya mempersiapkan dan memproses untuk menyelesaikan dengan peraturan Bupati.

“Dalam Perbub ini nantinya akan diatur tentang tata cara pelaksanaan Pilkades,” jelasnya.

Proses pengajuan dalam Perbub tersebut, tambah Suwadji, kini naskah akademiknya sedang dalam tahap kajian Bagian Hukum Pemkab Malang.

Setelah Perbup tersebut tuntas, imbuh Suwadji, selanjutnya tahapan Pilkades serentak akan masuk pada tahapan sosialisasi kepada camat, kades dan BPD, selain itu, kami juga tengah mempersiapkan surat keputusan bupati tentang penetapan hari dan tanggal pelaksanaan pilkades.

“Termasuk di dalamnya juga tercantum SK tentang pembentukan panitia tingkat kabupaten, desk Pilkades tingkat kabupaten dan kecamatan, serta besaran anggaran biaya pilkades di masing-masing desa,” pungkasnya.(Der/Ak)

KPU Kabupaten Malang Harap PPK Segera Selesaikan Rekap Suara

Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko.

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menghimbau kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Malang segera menyelesaikan rekap suara hasil Pilgub Jatim 2018.

Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko mengatakan imbauan ini disebabkan adanya persoalan dan peristiwa yang terjadi, akibat keterlambatan para saksi untuk datang, atau para saksi dan panwas yang tidak diberi lembar C1 dan hanya diberi C saja. Juga ada lembar DA1 yang sudah tertulis tanggalnya 27 Juni 2018 dan sebagainya.

“Jika dibilang ada masalah atau dinamika di lapangan pasti iya. Namun kami instruksikan pada seluruh PPK hingga KPPS, untuk menyelesaikan semua masalah di tingkat masing-masing bersama Panwas,” ujar Santoko.

Untuk itu, lanjut Santoko, pihaknya juga mengimbau agar PPK yang melaksanakan rekap dapat menyelesaikan rekapnya dalam satu hari. Sebab ini juga terkait dengan faktor keamanan.

“Semakin cepat semakin baik, supaya menghindati adanya human error. Jika semakin lama merekap jelas akan butuh ekstra pengamanan,” jelasnya.

Untuk Rekapitulasi Hasil perhitungan di Tiap Kecamatan, tambah Santoko, pihak KPU membuat jadwal pelaksanaan rekap serentak pada tanggal 30 Juni 2018 yang melibatkan 18 Kecamatan yakni Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dau, Donomulyo, Jabung, Kasembon, Kromengan, Ngantang, Pakis, Pujon, Singosari, Sumawe, Tajinan, Tumpang, Wagir, Wajak dan Wonosari.

Sedangkan pelaksanaan rekap untuk 14 Kecamatan lainnya antara lain Dampit, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Karangploso, Kepanjen, Lawang, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakisaji, Sumberpucung, Tirtoyudo, Turen pada tanggal 1 Juli 2018, dan pada tanggal 2 Juli hanya satu kecamatan yakni Poncokusumo.

“Hasil susunan jadwal rekap satu hari bagi PPK ini pun sudah kami sampaikan ke Polres Malang untuk dijadikan dasar Pola Pengamanannya,” pungkasnya.(Der/Aka)

Jadi Penadah, ‘Unyil’ Diringkus Polisi

Barang bukti yang disita polisi. (Istimewa)
Barang bukti yang disita polisi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Polsek Bululawang berhasil mengamankan satu tersangka penadah sepeda motor hasil penipuan dan pengelapan, Kamis (28/6) malam.

Kapolsek Bululawang, Kompol Supari, menyampaikan, tersangka bernama Theresia Yongki Prasetyo alias Unyil (27) warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

“Penangkapan ini berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya,” ungkap Supari, Jumat (29/6).

Supari menjelaskan, sebelumnya rekan Unyil, Prandi lebih dulu dibekuk anggota Polsek Bululawang pada Minggu (24/6) karena membawa lari Yamaha Vixion N 4115 EEB milik Martini (60) warga Desa Lumbangsari, pada Kamis (31/5).

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Rony Margas mengatakan penangkapan ini dilakukan ketika Unyil sedang berada di rumahnya.

“Setelah mendapat keterangan dari tersangka sebelumnya, PP, kami langsung melakukan pengintaian dan tersangka Unyil berhasil diamankan,” jelasnya.

Dari pengakuan para tersangka, mereka saling kenal ketika sama-sama berada di LP Lowokwaru karena melakukan pengelapan sepeda motor.

“Mereka merupakan residivis yang saling kenal di penjara dengan kasus yang sama,” tegasnya.

Berdasarkan kesepakatan, tambah Rony, mereka kemudian bertemu di Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Di sana mereka sepakat tukar tambah satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU dan uang Rp 1 juta dari tersangka PP.

“Kedua tersangka saat ini kami tahan guna menjalani proses penyidikan lanjutan,” pungkasnya.(Der/Aka)

Bupati Malang Merotasi 114 Orang Pejabatnya

Suasana pelalsanan mutasi jabatan oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna. (Toski D)
Suasana pelaksanaan mutasi jabatan oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang, DR H Rendra Kresna kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap pejabat Struktural eselon II, III, dan IV di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, di Pendopo Agung Jalan Agus Salim Kota Malang, siap Jum’at (29/6).

Sebanyak 114 orang, mulai dari Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas Pemerintah Kabupaten Malang, mereka selain dilantik dan diambil sumpahnya, juga melaksanakan sebuah komitmen lewat pakta integritas yakni untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Dalam sambutannya, Bupati Malang DR H Rendra Kresna menyampaikan dengan adanya mutasi jabatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sesuatu yang perlu disyukuri atas amanah jabatan dan sekaligus sebagai bagian dari koreksi serta introspeksi.

“Saya berharap momen ini jangan dianggap sekedar seremoni, akan tetapi sebagai amanah untuk semakin memperbaiki dalam bekerja,” katanya.

Kepada semuanya yang dilantik dan diambil sumpahnya itu, Rendra berharap agar saling menjunjung tinggi komitmen atas janji, sumpah dan pakta integritas serta etika kerja dan kinerja jabatan ini secara maksimal dan bertanggung jawab.

“Saya menegaskan ini karena yang melakukan pengawasan bukan hanya para pimpinan atau lingkungan kerja, tetapi yang paling utama kinerja saudara diawasi Allah SWT,” tegasnya.

Terus terang, tambah Rendra, harapan masyarakat terhadap pelayanan terbaik masih belum maksimal. Sebab harapan tersebut seharusnya juga diimbangi dengan ketersediaan ASN dan sarana serta prasarana pelayanan dan keterbatasan teknologi informatika yang sudah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Saat ini kita tidak bisa lagi sekadar mengandalkan latar belakang pendidikan. Kita juga harus didukung aplikasi tehnologi informatika dalam menghadapi dinamisasi masyarakat zaman now,” paparnya.

Sebab, imbuh Rendra, digitalisasi wajib dikejar. Karena ini adalah bagian dari kinerja ASN dalam menyongsong masa depan.

“Sekali lagi, saya mengingatkan atas sumpah, janji dan komitmen karena itu menyangkut kerja, kinerja etika kerja dan etika jabatan,” pungkasnya.(Der/Aka)

Gus Ipul – Puti Menang di Kabupaten Malang

Saifullah Yusuf. (deny rahmawan)
Saifullah Yusuf. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urur 2, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno, menang dalam perolehan suara di Kabupaten Malang, hal ini disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Malang, Abdul Holik, Kamis (28/6).

Pria yang akrab disapa Gus Holik ini menyampaikan, berdasar dari mekanisme hitung cepat suara yang dilakukan oleh KPU Kab Malang sampai Kamis (28/6) jumlah suara yang sudah masuk sekitar 96,41 persen.

“Saat ini yang sudah masuk baru 96,41 persen dengan perolehan suara 1.196.430. ini masih sementara, belum jumlah suara semuanya,” katanya.

Berdasarkan peroleh suara sementara KPU Kabupaten Malang, Gus Ipul mengungguli pasangan Khofifah – Emil Dardak dalam pertarungan merebutkan jabatan orang nomor 1 di Jawa Timur.

“Paslon nomor urut 2 mendapat perolehan suara 613.805 atau 51, 33 persen, sedangkan paslon nomor urut 1 mendapat suara 582.030 atau 48,67 persen,” bebernya.

Perlu diketahui, keunggulan suara Paslon Saifullah Yusuf – Putih Guntur Soekarno, tidak hanya unggul di Kabupaten Malang saja, tapi juga unggul di Kota Batu, karena paslon nomor 2 memperoleh 50,89 persen, dan paslon nomor 1 memperoleh 49,11 persen. Sehingga keunggulan suara Gus Ipul di Kota Batu sangat tipis sekali yakni hanya selisih suara 1,7 persen. Namun di Kota Malang, Paslon Nomor 1 unggul dengan memperoleh suara sebesar 52,7 persen, dan Gus Ipul memperoleh 47,3 persen atau selisih suara 5 persen.

Untuk suara yang tidak sah berdasarkan dari suara yang sudah masuk ke KPU Kabupaten Malang mencapai 33.141 surat suara. Sedangkan data kehadiran penguna hak suara berjumlah 1.228.970. Melihat data tersebut tidak bisa dipungkiri jika angka golput terbilang tinggi, menurut Holik, hal tersebut disebabkan beberapa faktor.

“Banyak pemilih yang sedang berkerja di luar kota, kemudian banyak diantara para TKI/TKW yang masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap-red). Hal itu yang kami nilai mempengaruhi kenapa angka partisipasi masyarakat rendah jika mengacu dalam jumlah DPT,” pungkasnya.(Der/Aka)

Pencari Pakan Ternak Tewas Tersambar Kereta Api

Korban saat di evakuasi. (Istimewa)
Korban saat di evakuasi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Saimun (48) warga Dusun Barisan, Desa Arjowilangun, Kalipare, tewas tersambar kereta api saat asik menebang padi di area persawahan Desa Sambigede, Sumberpucung, Kamis (28/7).

Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Aprilijanto, Ketika dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Tadi pagi ada permintaan bantuan untuk evakuasi korban warga Kalipare yang tersambar kereta api di Desa Sambige, Sumberpucung,” ungkap April.

Berdasarkan Informasi yang didapat, lanjut April, korban bersama temannya datang untuk mencari batang padi yang sudah dipanen untuk pakan ternak.

“Korban berangkat dari Kalipare bersama rekan – rekannya ke area persawahan di Desa Sambigede, yang kebetulan ada perlintasan kereta api,” jelasnya

Saat sedang menebang padi, datang KA Malabar dengan relasi Bandung – Malang dengan lokomotif bernomor CC 2061382, dari arah Blitar menuju Malang.

“Sempat diingatkan namun korban rupanya tidak dengar, saat itu melintas kereta api dari barat, karena jaraknya terlalu dekat, korban tersambar dan langsung meninggal di tempat kejadian,” ulasnya.

Setelah dilakukan olah TKP bersama Polsek Sumberpucung, jasad Saimun langsung dibawa ke IKF (Instalasi Kedokteran Forensik) RSSA (Rumah Saiful Anwar) Kota Malang.

“Selesai dilakukan pemeriksaan oleh Polsek Sumberpucung, korban langsung dibawa ke RSSA untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya.

Karena keluarga korban menolak dan keberatan dilakukan proses autopsi, jasad Saimun kemudian dibawa pulang ke Kalipare guna langsung dikebumikan di pemakaman umum setempat.(Der/Aka)

Nasdem Kabupaten Malang Optimistis Tambah 10 Kursi di Pemilu 2019

Kresna Dewanata Phrosakh. (Toski D)
Kresna Dewanata Phrosakh. (Toski D)

MALANGVOICE – Partai Nasional Demokrat (NasDem) percaya diri bakal mendapatkan 14 kursi di parlemen saat Pileg 2019 mendatang. NasDem menargetkan penambahan 10 kursi dari 4 kursi yang ada di DPRD Kabupaten Malang saat ini.

‎”Saat ini kursi NasDem di DPRD Kabupaten Malang ada 4, dalam Pileg nanti ditargetkan bertambah jadi 14 kursi. Semua daerah pilihan (dapil) 1 hingga dapil 7 semuanya harus ada wakil dari Nasdem. Kami akan terus berjuang dan konsolidasi memenangkan pilihan legislatif,” ungkap Anggota DPR RI Komisi II, Kresna Dewanata Phrosakh saat ditemui usai menjalankan hak pilihnya di TPS 02 Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Rabu (27/6).

Walau kompetisi antar Parpol dalam Pemilu 2019 mendatang dipastikan akan semakin ketat, tambah Dewa, pihaknya akan melakukan beberapa strategi untuk dilakukan dalam upaya mendapatkan kursi DPRD lebih banyak.

“Untuk itu, konsolidasi hingga tingkat ranting partai saat ini terus kami lakukan dalam rangka memperkuat posisi partai di masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, kata Dewa, Pihaknya juga melakukan sosialisasi tentang program-program dan visi misi partai NasDem guna menjaring pemilih baru dan pemilih yang ngambang, serta seluruh elemen masyarakat.

“Semua lapisan masyarakat target kami, kita tawarkan visi dan misi program yang menarik dari partai. Kita punya strategi khusus memenangkan pertarungan di Pemilu 2019 mendatang,” pungkasnya.(Der/Ak)

Puluhan Tahanan Mencoblos di Polres Malang

Suasan pencoblosan di rumah tahanan Polres Malang. (istimewa/Humas)
Suasan pencoblosan di rumah tahanan Polres Malang. (istimewa/Humas)

MALANGVOICE – Paksanaan Pemilihan Umum Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur di ruang tahanan Polres Malang berlangsung lancar dan cepat, Rabu (27/6).

Tidak ada satu jam proses pencoblosan sudah selesai. Pencoblosan dilakukan sejak pukul 12.00 siang hingga pukul 12.45 siang.

Dalam pelaksanaan pencoblosan ini, sebanyak 64 tahanan dari 76 tahanan, menyumbangkan suaranya di Pilgub Jatim 2018 ini. Sedangkan 12 tahanan, tidak bisa lantaran tidak memenuhi syarat. Guna memfasilitasi hak politik mereka, ruang isolasi tahanan pun disulap jadi bilik suara.

Satu per satu tahanan pria maupun wanita ikut antre mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 03 Ardirejo, Kecamatan Kepanjen.

Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko, mengatakan, para tahanan ini masuk dalam kategori pemilih A5, yakni dengan menggunakan surat pindah pilih, dan TPS 3 Ardirejo, Kepanjen yang merupakan TPS terdekat dengan Polres Malang.

“Di kesempatan ini, hanya 64 tahanan dari 76 tahanan yang bisa menyalurkan hak pilih. Sedangkan 12 tahanan dinyatakan TMS (tidak memenuhi syarat) lantaran mereka tidak masuk daftar pemilih tetap,” ungkap Santoko, ketika memantau proses pemilihan di ruang tahanan Polres Malang.

Dalam pelaksanaan Pilgub ini, lanjut Santoko, ada 12 tahanan yang masuk dalam TMS, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai daftar pemilih tetap (DPT), dimana mereka tidak memiliki KTP ataupun surat keterangan sebagai pemilih.

“Sebelumnya kami sudah bekerja sama dengan Polres Malang dan Dispendukcapil Kabupaten Malang, untuk pendataan kepada para tahanan supaya mereka bisa memiliki hak pilih dengan menerbitkan surat keterangan sementara,” jelasnya.

Petugas dari TPS yang terdiri dari 2 petugas KPPS, 1 PPL dan dua saksi mendatangi ke ruang tahanan, dengan membawa semua logistik. Termasuk kotak dan surat suara.

“Begitu juga dengan tahanan yang berada di 30 Polsek yang ada di jajaran Polres Malang. Teknisnya sama, yakni TPS terdekat mendatangi ke masing-masing Polsek,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menyampaikan, sebenarnya jumlah tahanan penghuni rumah tahanan Polres Malang ada 76 orang.

“Namun yang 12 orang tidak bisa menggunakan haknya karena tidak didukung dengan syarat formal mereka, seperti e-KTP, Surat Keterangan dan sebagainya,” ujar Yade.

Selain tahanan di rutan Polres, 83 tahanan lain yang tersebar di seluruh Polsek jajaran juga memperoleh hak yang sama.

“Teknisnya petugas KPU yang datang ke Polres, dan sebelumnya kami memang sudah koordinasi dengan KPU. Begitu yang di Polsek, petugas PPS terdekat yang mendatangi Polsek,” jelasnya.

Tahanan Polres Malang sendiri bukan hanya warga Kabupaten Malang, namun ada juga dari luar Malang.

“Namun yang penting mereka warga Jatim dan memiliki identitas diri secara formal,” pungkasnya.(Der/Ak)

Bupati Malang Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih di Pilgub Jatim

Bupati Malang saat menunjukkan kertas suara yang dicoblos. (Toski D)
Bupati Malang saat menunjukkan kertas suara yang dicoblos. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang Dr H Rendra Kresna didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Malang, Jajuk Rendra Kesana bersama keluarga gunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018, Rabu (27/6).

Sekitar pukul 09.21 WIB Rendra bersama keluarga menuju ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 di Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Pakis yang berada di lingkungan rumah pribadinya.

Seperti pemilih lainnya, Rendra beserta istrinya Ny Hj Jajuk Rendra Kresna juga harus daftar lehih dulu dengan menyerahkan surat model C6, yakni surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih. Serelah itu Rendra sekeluarga terlihat antre menunggu giliran. Setelah ada panggilan, Rendra pun menuju bilik untuk menentukan pilihannya.

“Saya berharap siapapun yang terpilih jadi Gubernur Jatim nanti, hakekatnya adalah harus mampu lebih memajukan pembangunan di Jawa Timur,” ungkap Rendra usai melakukan pencoblosan.

Menurut Rendra yang juga sebagi Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur ini, untuk menuju kesana, diperlukan adanya partisipasi masyarakat untuk menuju TPS dalam menggunakan hak pilih mereka.

“Saya sudah mengamati di beberapa TPS di Kabupaten Malang. Hampir semuanya memiliki masterplan yang luas dan bisa mengcover hingga 500 orang. Jadi suasananya lebih nyaman apalagi dalam cuaca yang cerah seperti ini,” tegasnya.

Ia juga minta kepada masyarakat untuk saling mengingatkan agar datang ke TPS. Tingkat partisipasi tinggi, katanya, memang diharapkan agar ke depan masyarakat Kabupaten Malang khususnya bisa merasakan produk politik pilihannya dengan tepat.

Rendra berharap tingkat partisipasi pemilih bisa meningkat sampai 80 persen.

“Kalau pada Pilgub lalu mencapai 65 persen, saya berharap kali ini lebih dari itu lah,” tandasnya.(Der/Aka)

Siswa MA An-Nur Bululawang Terseret Ombak Pantai Ngudel

Korban Saat setelah di evakuasi oleh Tim SAR. (Istimewa/PMI)
Korban Saat setelah di evakuasi oleh Tim SAR. (Istimewa/PMI)

MALANGVOICE – Keganasan pantai selatan kembali menelan korban jiwa, kali ini terjadi di Pantai Ngudel, Desa Tumpakrejo, Gedangan, Selasa (26/6).

Korban diketahui bernama M Yasin (17) warga warga Dusun Sumber Tangkep, Desa Sumbersuko, Dampit yang merupakan siswa MA An-Nur Bululawang.

Kepala Sub Seksi Penangulanggan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo menyampaikan, kejadian laka laut tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

“Korban berwisata ke Pantai Ngudel bersama rekan-rekannya,” kata Mudji Utomo, yang akrab disapa mbah Tomo.

Sebelum pergi ke Pantai Ngudel, lanjut Mbah Tomo, sapaan akrabnya, mereka singgah terlebih dahulu di Pantai Batu Bekung dan Nganteb. Mereka berangkat dengan bersama-sama sekitar pukul 10.30 WIB.

“Korban janjian sama temannya bertemu di pom bensin Talok. Korban bersama 11 temannya berangkat menuju Pantai Batu Bengkung menggunakan tujuh unit sepeda motor,” jelasnya.

Setelah tiba di Pantai Ngudel, Tambah Mbah Tomo, korban dan rekan-rekannya sempat diperingatkan oleh anggota SAR PSR yang berjaga pada saat itu supaya tidak mandi di laut.

“Bapak Suliadi (anggota SAR PSR) sempat mengingatkan korban dan temannya, tetapi tidak dihiraukan,” imbuhnya.

Tidak berselang lama, SAR PSR mendapat laporan dari teman-teman korban, bahwa korban terseret arus ke tengah pada saat bermain. Petugas pun bergerak cepat untuk memberi pertolongan pada korban.

“Anggota langsung berusaha melakukan pertolongan kepada korban yang sudah terbawa arus ke tengah kurang lebih 50 meter dari bibir Pantai Ngantep. Jam 14.44 WIB, korban dapat ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” pungkasnya.

Sementara, Kasatpol Air Polres Malang AKP Dwiko Gunawan SH, membenarkan adanya kejadian yang menimpa wisatawan yang bernama M Yasin (17).

“Ada kejadian yang menewaskan wisatawan di pantai Ngudel, namun kami belum menerima data lengkapnya,” tegas Dwiko.

Namun, lanjut Dwiko, setelah dievakuasi jasad korban dibawa ke RSSA dengan menggunakan ambulans milik PMI.

“Sekitar pada pukul 17.10 WIB jasad korban dievakuasi,” tandasnya.(Der/Aka)