Sempat Hilang, Jafar Sodiq Akhrinya Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai

Jenazah Jafar ditemukan oleh tim pencari dan penyelam dari PMI Kabupaten Malang. (Istimewa)
Jenazah Jafar ditemukan oleh tim pencari dan penyelam dari PMI Kabupaten Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jafar Sodiq (15) warga Kampung Kater, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang ditemukan tak bernyawa, Kamis (1/2). Ia dikabarkan hilang setelah diduga tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB di Sungai Bendungan Lahor, kemarin, Rabu (31/1) sore.

Jasad Jafar Sodiq, baru ditemukan tim pencari pada Kamis (1/2) sekitar pukul 09.45 WIB. Artinya remaja ini tenggelam selama 20 jam.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo, menjelajaskan, korban dilaporkan tenggelam ketika berenang dan bermain bersama ketiga rekannya.

Mereka berempat mencari ikan dengan teknik gogon alias senam bebas. Saat itu, lanjut laki-laki yang akrab disapa Mbah Tomo tersebut, kondisi cuaca sedang hujan ringan.

Keempatnya asyik mencari ikan. Namun, setelah beberapa lama berenang, salah satu teman korban berteriak meminta tolong kepada warga, karena Jafar tenggelam.

“Salah seorang warga melaporkan kejadian ini kepada kami, meminta bantuan pencarian. PMI Kabupaten Malang dan kekuatan SAR lainnya mencari korban di sungai,” kata Mbah Tomo.

Mbah Tomo menjelaskan, pencarian sejak siang hingga sore hari sempat dihentikan. Pasalnya, kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Selain itu, karena kondisi sudah sore dan menjelang gelap, akhirnya pencarian dilanjutkan keesokan hari atau hari inu.

“Kedalaman air sekitar tujuh meter. Arus bawah sangat kencang dan berputar,” kata dia.

Sekarang, jasad korban sudah dievakuasi oleh PMI dan bantuan tim SAR lainnya. Kemudian dibawa ke rumah duka dan keluarga sepakat tidak dilaksanakan visum. (Der/Ery)

BNN Kota Malang

Demokrat Kabupaten Malang Bakal All Out Dukung Khofifah-Emil

Ketua DPC partai Demokrat bersama Sekretaris DPC. (Istimewa)
Ketua DPC partai Demokrat bersama Sekretaris DPC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang akan di gelar pada 27 Juni 2018, Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Malang akan all out mendukung pasangan Calon Gubernur (Cagub) Khofifah Indar Parawansa dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Emil Dardak.

Hal ini diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Ir H Ghufron Marzuqi Kamis (1/2) kepada awak media ketika di kantor DPC Demokrat Kabupaten Malang Jalan Trunojoyo Kecamatan Kepanjen.

Menurut Gufron, Partai Demokrat di Kabupaten Malang sudah siap untuk mendukung penuh. Sebab Khofifah merupakan sosok wanita kuat, gigih, tangguh dan tidak gampang putus asa.

“Meskipun belum berhasil berkali-kali tapi beliau tetap berusaha melakukan yang terbaik, tidak gampang putus asa itulah yang dibutuhkan Jawa Timur kali ini,” ujar Gufron.

Selain itu, lanjut Gufron, pilihan Khofifah untuk menggandeng Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 merupakan hal yang sangat tepat, sebab, sosok Emil mewakili kesuksesan pemimpin muda.

“Emil Dardak salah seorang pemimpin termuda di Jawa Timur, yang mampu membuat perubahan secara signifikan di Kabupaten Trenggalek, kiranya layak untuk mendampingi Khofifah untuk mempin Jawa Timur kelak,” pungkas Ghufron.(Der/Ery)

BNN Kota Malang

Nadia Reka Ulang 23 Adegan Pembunuhan di Ngliyep

Pelaku memperagakan kronologi Pembunuhan. (Istimewa)
Pelaku memperagakan kronologi Pembunuhan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Polres Malang menggelar rekontruksi pembunuhan di Dusun Ngilyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, dengan tersangka Nadia Fegi Madona (18) warga Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Dalam rekontruksi pembunuhan tersebut, ada 23 adegan yang diperagakan oleh pelaku, untuk menjelaskan kronologi pembunuhan yang menewaskan Fena Selinda Rahmawati (16) warga Dusun Mentaraman, Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo.

Pelaku Dengan lancar menceritakan dan memperagakan bagaimana awal mula kejadian tragis yang terjadi di hutan kawasan Pantai Ngliyep, pada Jumat (29/12/2017) silam.

Menariknya pisau yang digunakan pelaku untuk menewaskan korban ternyata diambil dari rumah korban oleh korban sendiri, yang kemudian ditaruh di jok sepeda motor Honda Beat N 6823 IW milik pelaku.

Menurut pelaku, pisau tersebut rencananya hendak digunakan untuk mencari buah markisa. Dalam rekontruksi tersebut juga memperlihatkan, ternyata sebelum pelaku menghabisi nyawa korban, korban terlebih dahulu mengajak cekcok dan mengancam korban dengan pisau. Bahkan digambarkan korban sempat menaiki tubuh pelaku dan mencekiknya.

Menurut Nadia dirinya pun akhirnya melawan tindakan korban yang akhirnya mendorong korban dengan kedua kakinya sehinga korban terjatuh. Setelah itu pelaku sempat bersandar di pohon pisang, kemudian korban hendak melempar batu ke pelaku.

Merasa terancam, pelaku akhirnya mengambil pisau yang sempat terlepas dan terlempar. Dengan dua kali sabetan, yang mengenai tangan dan leher korban, Fena pun akhirnya meregang nyawa.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP. Adrian Wimbadra, menyampaikan bahwa dalam rekontruksi ini pelaku membunuh korban karena upaya membela diri.

“Awalnya mereka memang sudah ada perselisihan paham, yang akhirnya berlanjut pada cekcok dan perkelahian, sampai akhirnya pelaku menghilangkan nyawa korban,” jelas Adrian.

Menurut Adrian, kejadian ini ada upaya provokasi dari korban terhadap pelaku, sehinga pelaku akhirnya bertindak seperti itu.

“Dari hasil rekontruksi, pelaku memang membela diri,” ujar Adrian.

Terlepas dari motif pelaku menghabisi korban, Polisi menjerat Nadia Fegi Madona, dengan Pasal 338 KUHP yang ancaman pidananya paling lama 18 tahun kurungan penjara.(Der/Ery)

BNN Kota Malang

Warga Antusias Melihat Fenomena Supermoon

Antusias Warga Saat Melihat Fenomena Supermoon di Masjid Al Ikhlas.
Antusias Warga Saat Melihat Fenomena Supermoon di Masjid Al Ikhlas.

MALANGVOICE – Selain di Kota Batu, antusiasme warga menyambut fenomena gerhana bulan juga terjadi di Dusun Krajan Karangkates. Meskipun cuaca langit mendung disertai gerimis, sedikitnya 400 warga berbondong-bondong ke Masjid Al Ikhlas selain untuk salat gerhana, mereka juga menyaksikan kejadian gerhana bulan tersebut.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Musripan, bahwa fenomena gerhana bulan ini dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Untuk Puncak Gerhana Bulan Total terjadi pada pukul 22.10 WIB.

“Mereka sangat antusias ingin melihat,” kata Musripan.

Musripan mengatakan bahwa bila tidak tertutup awan, bulan tidak akan hilang dari pandangan sepenuhnya, melainkan akan hanya akan tampak merah darah.

“Yang sangat menarik itu kalau tidak tertutup awan, bulan nya akan tampak seperti merah darah, tidak hilang dia, makanya disebut Super Blue Blood Moon,” ungkapnya.

Musripan menambahkan bahwa Fenomena Gerhana Bulan yang di barengi Supermoon, atau Blue Blood Moon ini adalah femomena yang sangat langka.

“Perkiraan, fenomena ini akan terjadi lagi pada tanggal 11 februari tahun 2036, dan fenomena ini pernah terjadi pada tanggal 31 maret 1866,” pungkasnya. (Der/Ery)

BNN Kota Malang

Fenomena Alam Langka, Tiga Kejadian Dalam sehari

Tim Geofisika BMKG Karangkates mempersiapkan peralatan untuk melihat gerhana. (Istimewa)
Tim Geofisika BMKG Karangkates mempersiapkan peralatan untuk melihat gerhana. (Istimewa)

MALANGVOICE – Fenomena alam yang terjadi pada 31 Januari 2018 ini menjadi momentum untuk tiga peristiwa lunar yang terjadi secara bersamaan.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Musripan, saat ditemui di depan masjid Al Ikhlas di Dusun Krajan Karangkates, Rabu (31/1) malam.

Menurut Musripan, bahwa fenomena ini terjadi tiga kejadian sekaligus dalam malam ini antara lain gerhana bulan Supermoon (bulan purnama yang kedua kalinya di Januari), Blue Moon (dua bulan purnama dalam sebulan), dan Gerhana bulan.

“Supermoon ini lantas disebut juga Blue Moon, sebab, Supermoon hari ini merupakan kejadian dua kali dalam sebulan yaitu pada tanggal 1 dan 31 Januari,” ujar Musripan.

Namun, lanjut Musripan, yang benar-benar membuat supermoon sekaligus blue moon ini spektakuler adalah kenyataan bahwa fenomen ini berbarengan dengan peristiwa lunar ketiga, gerhana bulan total.

“Fenomena Supermoon sekaligus blue moon ini akan melewati bayangan (umbra) bumi. Maka, saat terjadi gerhana bulan total, bulan akan berwarna kemerahan atau oranye seperti tembaga sehingga diberi julukan Blood Moon,” pungkas Musripan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Kapolres Malang Siap Tindak Tegas Jika Ada Oknum yang “Bermain” di Galian C Tegaron

Kegiatan pengerukan. (Istimewa).
Kegiatan pengerukan. (Istimewa).

MALANGVOICE – Kasus pengerukan tebing yang termasuk dalam bahan tambang galian C di Dusun Tegaron, Desa Pangungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, semakin berbuntut panjang. Selain diduga tanpa izin, dugaan lain banyak oknum yang terlibat.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan akan menindak tegas apabila ada anggotanya yang ikut bermain pada proyek itu.

“Jika memang ada anggota kami yang ikut terlibat, maka akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucap Yade, Selasa (31/1).

Menurut Yade, pihaknya telah memerintahkan jajaran Satreskrim untuk segera mengadakan penyelidikan terkait kasus dugaan oknum korps baju cokelat yang menjadi backing permainan galian C illegal di Dusun Tegaron.

Wakapolres Malang, Kompol Deky Hermansyah, menambahkan, meski belum bisa memastikan dugaan siapa oknum yang bermain, namun pihaknya telah melakukan penyelidikan di jajarannya.

“Kalau terkait dengan aktivitas pengerukan tanah galian C di Dusun Tegaron, kami telah melakukan penyelidikan dan hasil temuan di lapangan, aktivitas pengerukan telah dihentikan. Sedangkan dugaan oknum yang terlibat, sejauh ini masih melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut menurut Deky, proses pengerukan tebing yang nantinya akan digunakan sebagai tanah kavling untuk perumahan tersebut sesuai dengan aturan harus mempunyai izin yang jelas.

“Harus ada izinnya, apalagi tanah itu informasinya akan digunakan sebagai kavlingan, nilai harga jualnya kan sudah beda,” beber Deky Hermansyah.

Selain itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Gatot Subroto, mengamini pernyataan Wakapolres Malang.

“Jika memang tidak ada izinnya, jelas merugikan pemerintah, bagaimana dengan pajak yang seharusnya dibayarkan kepada negara,” tandas Didik, saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Malang.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Bawa Kayu Hasil Curian, Pengepul Ditangkap Polisi

Pelaku Pengepul Kayu Curian (Toski).
Pelaku Pengepul Kayu Curian (Toski).

MALANGVOICE – Ahmad Naim (40) warga Dusun Sumbersari, Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo pada Sabtu (20/1) lalu ditangkap polisi di rumahnya. Ia terbukti menjadi pengepul kayu curian milik Perhutani.

Wakapolres Polres, Kompol Deky Hermansyah, mengungkapkan bahwa penangkapan Naim berkat adanya informasi dari masyarakat. Dikatakannya, warga melihat truk bernopol N 8014 UD yang bermuatan kayu yang diduga hasil pembalakan. Naim, mengaku bahwa kayu sengon tersebut diperoleh dari orang-orang yang menjual kepada dirinya.

“Jadi tersangka ini adalah pengepul, yang bersangkutan mengaku membeli dari orang yang menjual kepada dirinya. Setelah dilakukan penyelidikan diketahui kayu tersebut ditebang dari hutan milik Perhutani di Tirtoyudo, dan hasil illegal loging tersebut akan dijual ke daerah Lumajang,” ulas Kompol. Deky Hermasnyah.

Akibat ulah Iwan Ahmad Naim tersebut, polisi menjerat dengan Pasal 82 UU No 18 Tahun 2013 Jo Pasal 83 UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana lima tahun kurungan penjara dan denda Rp 2,5 miliar.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Coba Bobol ATM, Dua Pelaku “Nangkring” di Tahanan Polres Malang

Kedua tersangka saat di Mapolres Malang. (Istimewa)
Kedua tersangka saat di Mapolres Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – ARR alias Ade (26) warga Perumahan Puri Kartika Asri, Blok M, Arjowinangun, Kedung Kandang, Kota Malang, dan seorang rekannya berinisial SDP (16) terpaksa merasakan dinginnya tahanan Mapolres Malang.

Hal itu lantaran mereka ditangkap anggota Polsek Tumpang karena percobaan membobol mesin ATM bank swasta di Tumpang, Jumat (26/1) lalu.

“Sebenarnya ide untuk membobol mesin ATM itu dari pelaku yang masih berusia anak-anak, karena ingin mendapatkan uang dengan cara mudah dan tanpa usaha yang melelahkan, tersangka ARR akhirnya menuruti kemauan SDP,” jelas Deky kepada wartawan, Rabu (31/1).

Dalam menjalankan aksinya, lanjut Deky, SDP berperan mengawasi keadaan sekitar, sedangkan eksekutornya adalah Ade.

“Aksi mereka dilakukan sejak dini hari hinga pagi hari, namun tak juga membuahkan hasil. Karena takut ditangkap massa, mereka pun meninggalkan ATM dengan tangan kosong,” jelas Deky.

Kendati begitu, aksi keduanya sudah terendus anggota polisi yang kemudian menangkap pelaku.

Kepada Ade dijerat Pasal 363 ayat (4) Jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun kurungan penjara.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Pembunuh Painah Ngaku Khilaf

Pelaku saat di Mapolres Malang.
Pelaku saat di Mapolres Malang.

MALANGVOICE – SKM (75), pelaku pembunuh Painah (65) warga Dusun Purwodadi Desa Bumirejo Kecamatan Dampit, mengaku tega menghabisi nyawa korban karena jengkel diejek tidak bisa ereksi.

Merasa harga dirinya direndahkan, SKM tidak terima. Dia khilaf hingga membunuh korban dengan cara memukul kepala Painah menggunakan batu di lokasi kejadian.

“Saya khilaf. Saya gak ‘bangun-bangun’ lalu di marahi sama dia,” ujar SKM kepada polisi, Rabu (31/1).

Kakek yang sudah mempunyai 2 anak dan 4 cucu itu juga mengatakan bahwa telah memiliki hubungan gelap dengan Painah selama 20 tahun. Selama itu, pelaku kerap kali berhubungan intim dengan korban.

“Itu selingkuhan saya. Iya dia sudah punya suami, tapi tidak apa-apa. Setiap kali ‘begituan’ ya saya bayar Rp 20 ribu, tapi saya kasih Rp 15 ribu, sisanya dibagi,” akunya.

Selain itu, SKM mengungkapkan bahwa dia sebenarnya sayang kepada korban. Namun, emosi sesaat membuat SKM tega membunuh punjaan hatinya tersebut.

“Ya sayang sebenarnya, tapi mau gimana lagi saya dimarahi,” pungkasnya.

Sebelumnya, pelaku pembunuhan Painah (65) warga Dusun Purwodadi Desa Bumirejo Kecamatan Dampit akhirnya berhasil diamankan polisi. Pelaku diketahui adalah warga Kecamatan Dampit.

Pelaku diamankan dirumahnya sehari setelah melakukan pembunuhan terhadap Painah.

SKM yang sudah menduda, sehari-hari bekerja sebagai pencari barang rosokan. Pelaku nekat membunuh korban lantaran sakit hati.

“Korban bersama tersangka berjalan bersama menuju lokasi itu. Mereka sudah janjian untuk bertemu, kemudian mengajak hubungan segama, lalu timbul permasalahan itu. Karena tersangka ini juga sudah berumur, tersangka ini diejek korban,” tutup Wakapolres Malang, Kompol Deky Hermansyah.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Terkuak Motif Kakek Pembunuh Painah Karena Masalah Asmara

Tersangka Pembunuhan Dampit saat rilis di Mapolres Malang
Tersangka Pembunuhan Dampit saat rilis di Mapolres Malang

MALANGVOICE – Jajaran Polsek Dampit berhasil menangkap pelaku pembunuh Painah (65) warga Dusun Purwodadi, Bumirejo, Dampit. Sebelumnya, korban ditemukan tewas di ladang beberapa hari lalu.

Pelaku diketahui berinisial SKM (75) warga Kecamatan Dampit. SKM diamankan dirumahnya sehari setelah melakukan pembunuhan terhadap Painah.

Wakapolres Malang, Kompol Deky Hermansyah, menyampaikan bahwa pelaku selama ini memiliki hubungan gelap.

“Pelaku yang sudah menduda selama 20 tahun. Lalu memiliki hubungan asmara dengan korban,” Ungkap Kompol Deky Hermansyah, Rabu (31/1) kepada wartawan.

SKM yang dalam sehari-harinya bekerja sebagai pencari barang rosokan, lanjut Deky, nekat membunuh korban lantaran sakit hati. Pelaku yang mengaku sudah mempunyai 2 anak dan 4 cucu tersebut tega membunuh korban dengan cara memukul kepala menggunakan batu.

“Saat itu, korban bersama tersangka berjalan bersama menuju lokasi itu. Mereka sudah janjian untuk bertemu, kemudian mengajak hubungan suami istri. Tiba-tiba keduanya timbul masalah karena pelaku diejek korban,” jelasnya.

Selain diejek masalah hubungan suami istri, korban juga diketahui sempat menendang pelaku. Tidak terima, pelaku lalu memukul kepala korban dengan menggunakan batu yang ada di lokasi.

“Tersangka akan dijerat Pasal 338 Sub Pasal 351 ayat 3 yang mengakibatkan orang meninggal. Ancamannya 15 tahun penjara,” ulas Deky.

Diberitakan sebelumnya, penemuan jasad perempuan dengan kondisi setengah telanjang sempat mengegerkan warga Kelurahan Dampit Kecamatan Dampit. Diduga, perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan.

Korban diketahui bernama Painah (65) warga Dusun Purwowadi Desa Bumirejo Kecamatan Dampit. Jasad perempuan paruh baya itu ditemukan salah satu warga saat hendak buang air kecil di sebuah ladang di sebelah selatan Pasar Baru Dampit, Sabtu (27/1) sore.(Der/Ery)

BNN Kota Malang