Gunungsari Festival, Strategi Disparta Batu Munculkan Destinasi Unggulan Berbasis Potensi Desa

Sekumpulan anak-anak di Desa Gunungsari menampilkan tarian sapi saat gelaran Gunungsari Festival. Tarian tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat Desa Gunungsari, tepatnya di Dusun Brau yang mayoritas bergantung pada hasil produksi susu sapi. (MVoice/M. Noerhadi).

MALANGVOICE– Berada di lereng pegunungan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menyuguhkan pemandangan alam yang memukau. Ditambah pula dengan kentalnya nilai-nilai kultural yang masih dilestarikan masyarakat setempat. Hal tersebut dapat dijadikan suatu komoditi menarik kunjungan wisatawan melalui destinasi wisata terpadu berbasis potensi desa.

Desa Gunungsari memiliki beragam daya tarik sebagai destinasi wisata. Seperti agrowisata, lantaran di wilayah tersebut dikenal sebagai sentra penghasil mawar potong. Serta terdapat pula wisata edukasi susu di Dusun Brau yang mayoritas masyarakatnya menyandarkan hidup pada sektor peternakan sapi perah. Bahkan jumlah populasi sapi perah hampir dua kali lipat dibandingkan populasi penduduknya.

Segala potensi daya tarik wisata tersebut ditampilkan melalui gelaran Gunungsari Festival 2024 di Lapangan Desa Gunungsari, Selasa (9/7). Event tersebut diinisiasi Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu untuk mempromosikan sektor pariwisata berbasis potensi desa. Sehingga diharapkan muncul destinasi unggulan dan membawa dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Minum susu bersama turut mewarnai gelaran Gunungsari Festival 2024 yang digelar Disparta Kota Batu di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (MVoice/M. Noerhadi).

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq menuturkan event tersebut merupakan bentuk komitmennya memacu terbentuknya desa wisata tematik. Untuk mewujudkan tujuan itu tentunya perlu langkah kolaboratif dan menyeluruh dalam membangun kualitas desa wisata. Mengingat sektor pariwisata jadi tumpuan menggerakkan perekonomian di Kota Batu.

“Desa Gunungsari memiliki potensi wisata alam yang indah, wisata kuliner dan wisata budaya. Kami mendukung agar potensi ini bisa tumbuh dan dikenal lebih luas,” ujar dia.

Baca juga:
Pemindahan Makam ER Bukan karena Tekanan Kelompok Tertentu

Bang Fuad Tegaskan Kesiapan Ikut Pilkada Kota Malang

Sesuai Arahan Presiden, Pj Wali Kota Malang Sebut WTP Adalah Kewajiban

Visi ‘MBATU’ Dituangkan dalam RPJPD 2025-20245 Kota Batu

Masyarakat mengikuti lomba merangkai buket bunga mawar saat gelaran Gunungsari Festival 2024. (MVoice/M. Noerhadi).

Selaras dengan itu, Disparta juga menyusun rencana jangka pendek guna mengembangkan destinasi wisata yang ada di Desa Gunungsari. Langkah yang dilakukan yakni mempercantik spot wisata di Goa Pandawa dan Kampung Papua. Di samping itu juga gencar menggelar beragam event wisata guna menarik minat wisatawan.

“Ini wujud dari Disparta untuk memunculkan destinasi unggulan melalui desa wisata te.matik Salah satunya di Desa Gunungsari yang memiliki beragam potensi wisata, termasuk kulinernya yang khas, yakni kudapan ladu yang dihidangkan saat perayaan hari besar keagamaan,” tandas Arief.

Baca juga:
Desa Wisata Dampak Positif dari Upaya Pelestarian Alam dan Akar Budaya

Desa Wisata Gunungsari Tempat Berlibur Alternatif di Kota Batu

Program ‘Sobo Deso’ Strategi Fordewi Pacu Pertumbuhan Desa Wisata di Kota Batu

Wisata Edukasi Dusun Brau, Penghasil Susu Terbesar di Wilayah Terpencil Kota Batu

Dongkrak Penjualan Bunga Mawar, Wali Kota Batu Canangkan Program Satu Kamar Satu Tangkai

Gunungsari Festival dihadiri pula Asisten SDM, Administrasi dan Kemasyarakatan Supriyanto yang mewakili Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai. Mewakili Pj Wali Koya Batu, dirinya mengapresiasi event festival yang mengangkat segala potensi di Desa Gunungsari. Diharapkan dapat berkontribusi nyata memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batu. Sehingga dapat mendatangkan wisatawan sekaligus membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kota Batu diberkahi pemandangan dan corak budaya yang unik. Hal ini perlu terus digali guna memacu potensi wisata dan budaya. Serta diharapkan membuka peluang pada sektor UMKM yang jadi penopang kesejahteraan masyakat,” pungkasnya.

Gelaran Gunungsari Festival dimeriahkan pula dengan beragam kegiatan yang menggambarkan corak budaya masyarakat setempat. Seperti tari sanduk, jaran kepang, pencak silat, keplak gemblung hingga tarian sapi yang dibawakan anak-anak dengan mengenakan kostum sapi. Selain itu terdapat pula lomba merangkai buket bunga mawar.

“Desa kami ini terkenal sebagai sentra penghasil susu dan penghasil bunga mawar potong yang dikirimkan ke seluruh Indonesia. Serta ada kudapan khas ladu di Dusun Kapru. Ladu ini banyak peminatnya, terutama saat perayaan hari raya,” terang Kades Gunungsari, Andi Susilo.