MALANGVOICE– Tahun ajaran baru 2026/2027 di depan mata. Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu berkomitmen memastikan sistem penerimaan murid baru (SPMB) berjalan transparan dan berintegritas.
Menyambut agenda itu, kegiatan sosialisasi digelar guna menyamakan persepsi terkait persyaratan sehingga transparansi dan integritas SPMB 2026 bisa tercapai.
Kepala Dindik Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan SPMB bukan hanya rutinitas tahunan sekolah untuk menerima murid baru. Tetapi bentuk upaya pemberian layanan terbaik guna memudahkan para orang tua yang putra-putrinya akan meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya. Karena banyak dari para orang tua tersebut juga memiliki kesibukan.
Untuk menunjang penyelenggaraan SPMB 2026 Kota Batu yang transparan dan berintegritas Dindik Kota Batu telah melaksanakan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Dalam sosialisasi, Dindik menggandeng Inspektorat Kota Batu untuk memberikan materi penyuluhan anti korupsi.
“Kita melibatkan seluruh Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP, dan juga Kepala Desa, Lurah agar SPMB berintegritas 2026 bisa diwujudkan di Kota Batu,” ujar Alfi.
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi yang disampaikan berpedoman pada Surat Edaran KPK Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Dalam Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Selain itu juga ada Surat Edaran Wali Kota Batu Nomor : 700/ 4/ 35.79.300/ IX/2026 tentang pencegahan korupsi PPDB di Kota Batu.
“Setelah sosialisasi, kità lanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas sebagai komitmen tertulis untuk jujur, transparan, dan profesional dalam menjalankan tugas,” jelas Alfi.
Selain layanan SPMB, Dindik Kota Batu juga telah menyelenggarakan sosialisasi terkait pelayanan disabilitas di lingkungan pendidikan. Hal ini diwujudkan dengan adanya Unit Layanan Disabilitas (ULD).
Adapun sosialisasi adanya ULD ini disampaikan kepada perwakilan 1 guru dan 1 wali murid dari semua sekolah jenjang TK sampai SMP se-Kota Batu. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang ada di Kota Batu
Dindik juga membuka akses pendidikan setinggi-tingginya bagi pelajar yang hendak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Hal ini menindaklanjuti visi Mbatu Sae dimana Pemkot Batu mendorong program strategis 1000 Sarjana sebagai motor penggerak berbasis intelektualitas.
Program 1000 Sarjana ini juga menjadi harapan baru bagi perempuan di Kota Batu untuk meningkatkan emansipasinya. Seperti dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, Fauziyah Nurochman yang menyatakan bahwa pendidikan adalah kunci utama agar perempuan Batu tidak hanya berdaya secara sosial. Namun juga bisa mandiri secara ekonomi dan relevan dengan tantangan global.
“Perjuangan RA Kartini dahulu adalah tentang hak pendidikan. Hari ini, Pemkot Batu mewujudkannya melalui akses beasiswa agar perempuan-perempuan kita mampu menembus batas, menjadi sarjana, dan kembali untuk membangun daerahnya,” ujar Siti Fauziyah.
Di Kota Batu, katanya, perempuan telah menunjukkan kiprah nyata di berbagai sektor. Dimulai dari pelaku UMKM, tenaga kesehatan, hingga pemimpin di berbagai tingkatan birokrasi.
“Penguatan kualitas SDM melalui pendidikan formal dan literasi digital menjadi fokus utama agar perempuan tetap kompetitif menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas dia.(der)