Warga Perum Griya Shanta Pasang Banner, Beri Sinyal Buka Diskusi Demi Solusi Jalan Tembus

MALANGVOICE- Beberapa banner terpasang di sekitaran Perumahan Griya Shanta, RW 12 Kelurahan Mojolangu. Banner itu bertuliskan “Bersinergi Meraih Solusi. Lelah dengan Donasi, Membuka Ruang Diskusi dan Solusi.”

Berdasarkan tulisan yang dipasang, warga menyiratkan pesan untuk lebih terbuka membuka ruang dialog dan diskusi untuk mencari solusi, terutama terkait polemik jalan tembus yang di kawasan Perum Griya Shanta.

Pasar Tawangmangu Bakal Dibuat Modern

Koordinator forum, Irawan Satrijo, mengatakan langkah ini bukan sekadar simbolik. Banner dipasang sebagai upaya nyata menjaring suara warga yang selama ini memilih diam.

“Ini bentuk keseriusan kami. Kami berusaha menjaring warga yang sebelumnya tidak berani speak up. Sejak awal, sebenarnya banyak juga warga yang setuju dengan rencana jalan tembus,” ujar Irawan, Selasa (7/4).

Ia menyebut, selama polemik berlangsung, tak sedikit warga yang enggan bersuara karena faktor ewuh-pakewuh. Situasi itu juga berkaitan dengan penggalangan donasi yang dilakukan untuk berbagai kebutuhan, termasuk urusan hukum. Dana yang terkumpul bahkan mencapai puluhan juta rupiah.

Di sisi lain, Irawan menegaskan pemasangan banner bukan bentuk perlawanan atau aksi tandingan. Justru sebaliknya, forum ingin mengajak seluruh elemen warga membuka ruang komunikasi yang lebih sehat.

“Faktanya, banyak warga tidak berani speak up. Kami ingin semua punya ruang yang sama untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya.

Polemik ini sendiri berkaitan dengan rencana pembangunan jalan tembus oleh Pemkot Malang di lahan berstatus PSU. Rencana tersebut memicu pro dan kontra, terutama dari warga yang menolak pembangunan tersebut.

Forum warga menilai, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Mereka mendorong adanya diskusi terbuka agar informasi yang beredar tidak lagi simpang siur.

Irawan mencontohkan, sempat muncul isu pembangunan tower yang membuat warga resah. Namun, belakangan diketahui kabar tersebut tidak benar.

“Informasi yang simpang siur harus diluruskan. Dengan komunikasi terbuka, termasuk bertemu DPRD, kami berharap semuanya bisa lebih jelas,” pungkasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait