Wahyu Sampaikan Komitmen Maksimalkan Kawasan Cagar Budaya dan Kesenian di Kota Malang

MALANGVOICE- Paslon Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin (Wali) berkomitmen memaksimalkan kawasan Cagar Budaya di Kota.

Komitmen itu disampaikan dalam debat pamungkas Pilkada Kota Malang 2024 pada Rabu (20/11).

“Ada ketentuan dari Perda Cagar Budaya ada yang gak sesuai dengan Perda Tata Ruang. Kita evaluasi supaya sesuai dengan arahan kawasan cagar budaya,” ujar Cawali nomor urut 1, Wahyu Hidayat.

Penataan itu dilanjutkan Wahyu akan dengan memperhitungkan honor dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang dinilai rendah oleh paslon lain.

Komunitas Branjang Kawat Deklarasi Bolo Wali

“Terkait honor ada batasnya, segala sesuatu kita lakukan dengan ketentuan biar gak salah kita melangkah,” ucapnya.

Nantinya jika terpilih, maka paslon Wali akan membenahi internal TACB.

“Kita mengubah tim cagar budaya, supaya lebih eksis. Terbukti cagar budaya saat ini bisa dikembalikan, kita atur lagi komposisinya nanti,” ungkapnya.

Terkait seni dan budaya, Wahyu mengaku sudah banyak melakukan perhatian saat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang. Kini hal itu juga masuk dalam visi misi bersama Ali Muthohirin.

“Kami punya program 1.000 event. Kami lihat langsung mendatangi sanggar kesenian, yang ada di Kota Malang. Mereka aktif, kami ajak di event yang lebih baik berskala nasional,” jelas Wahyu.

Selain itu, dirinya juga sempat memberikan stimulan dalam beberapa hal. Salah satunya memberi bantuan berupa sarana dan prasarana (sarpras). Hal itu diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada pelaku seni budaya agar tetap bersemangat.

“Untuk mengenalkan budaya Kota Malang, alhamdulillah kami beri stimulan berupa sarpras, dan karena mereka sangat aktif. Itu sangat penting bagi budaya Kota Malang semakin dikenal, bahkan hingga di kancah internasional,” pungkas Wahyu.(der)

spot_img

Berita Terkini

Arikel Terkait