UMKM Malang ‘Sarang Maduku’ Cerita Kesuksesan Lewat Program Inisiatif Tokopedia dan ShopTokopedia

Tokopedia dukung UMKM Lokal. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Tokopedia menghadirkan pelaku UMKM lokal di Malang, Sarang Maduku yang sukses menjalankan bisnisnya melalui Tokopedia dan ShopTokopedia.

Sarang Maduku merupakan bisnis yang didirikan Andoni Pridatama sejak tahun 2020 kini sukses memiliki banyak pelanggan hingga bekerja sama dengan 120 peternak lebah lokal di berbagai daerah.

“Hingga kini kami telah bekerja sama dengan 120 peternak lebah lokal dari wilayah Malang, Kediri, Pati, Sumatra dan beberapa wilayah lainnya untuk mendapatkan madu berkualitas tinggi. Kini Sarang Maduku memiliki lebih dari 30 varian madu dengan karakteristik, rasa, serta manfaat yang beragam,” kata Andoni.

Baca Juga: Kenaikan Tarif PBB 700 Persen Dirasa Ganjil, APEL Batu Datangi Bapenda

Ekspor Ribuan Tanaman Hias, Nama Kota Batu Semakin Mendunia

Sarang Maduku

Andoni termotivasi untuk mendirikan Sarang Maduku karena ingin memberdayakan komunitas peternak lebah di Indonesia.

“Sebelum memutuskan berwirausaha, saya bekerja sebagai karyawan bank. Hingga suatu saat, saya memberanikan diri keluar dari zona nyaman dan membuka usaha madu setelah berkunjung ke peternakan lebah. Di sana saya bertemu dan mendengar keluh kesah peternak lebah terkait produksi madu dan pendapatan yang tidak stabil karena belum memiliki kerja sama dengan pelaku usaha. Sejak saat itu, saya mulai merintis usaha Sarang Maduku ini,” imbuhnya.

Dalam mengembangkan usahanya, Andoni pun membuka toko online di Tokopedia dan ShopTokopedia, yang bisa ditemukan pada aplikasi TikTok.

“Berkat Tokopedia dan ShopTokopedia, Sarang Maduku bisa memperoleh omzet hingga Rp2 miliar per tahun. Bahkan saat mengikuti kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB), kenaikan penjualan Sarang Maduku bisa mencapai hingga 3 kali lipat dibandingkan sebelum bergabung kampanye tersebut. Melihat dampak yang positif tersebut, Sarang Maduku juga mengikuti promo Guncang 6.6,” jelas Andoni.

E-Commerce Communications Director ShopTokopedia, Nuraini Razak, menambahkan, Tokopedia dan ShopTokopedia terus berupaya mendukung kemajuan UMKM.

Dari data pemerintah, UMKM memiliki potensi besar di Malang dan Jawa Timur. UMKM Jatim menyumbang 58,36 persen bagi Produk Domestik Regional (PDRB) provinsi pada tahun 2022. Di samping itu, pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada tahun 2023 tercatat sebesar 6,07%, salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.

“Saat ini, ada sekitar 21 juta penjual di Tokopedia dan ShopTokopedia, termasuk dari Malang dan Jawa Timur. Melihat potensi yang besar di Malang dan Jawa Timur, kami menggencarkan deretan inisiatif untuk mendorong perkembangan para pelaku usaha sekaligus mempermudah pembeli mendapatkan produk kebutuhan dengan lebih beragam, cepat, dan efisien,” ujarnya.

Salah satu inisiatif yang diusung adalah Promo Guncang 6.6, sebagai bagian dari rangkaian kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB). Ada pula, kampanye Beli Lokal, yang mengusung produk-produk brand lokal, termasuk dari Malang dan Jawa Timur. Seperti Promo Guncang 6.6, kampanye Beli Lokal juga dapat ditemukan baik di Tokopedia dan ShopTokopedia, sehingga UMKM bisa mendapatkan jangkauan pasar yang semakin luas dan bervariasi.

“Data internal Tokopedia mencatat bahwa para pelaku usaha di Jawa Timur, termasuk UMKM lokal, yang mengikuti kampanye Beli Lokal di Tokopedia mengalami rata-rata kenaikan transaksi 1,5 kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum mengikuti Beli Lokal. Sementara itu, volume pesanan secara keseluruhan pada kampanye Beli Lokal di ShopTokopedia, dalam aplikasi TikTok, meningkat 2,5 kali lipat pada Februari 2024 jika dibandingkan rata-rata volume pesanan pada September 2023,” kata Nuraini.

Selain itu, ada Tokopedia NYAM!, panggung khusus untuk pelaku usaha makanan dan minuman, termasuk UMKM dari Malang dan Jawa Timur. Masyarakat juga dapat membeli dari penjual terdekat lewat Kumpulan Toko Pilihan (KTP).

Berkat kehadiran deretan inisiatif tersebut, Tokopedia dan ShopTokopedia mencatat berbagai temuan menarik berkaitan dengan tren penjual dan pembeli di Malang dan Jawa Timur sepanjang kuartal I 2024.

“Di Malang, Kedungkandang, Blimbing dan Klojen menjadi beberapa daerah dengan kenaikan tertinggi jumlah pelaku usaha di Tokopedia. Sedangkan Kedungkandang, Sukun dan Blimbing adalah beberapa daerah dengan kenaikan tertinggi jumlah pembeli di Tokopedia di Malang,” ungkap Nuraini.

“Di sisi lain, Malang, Gresik, dan Madiun adalah daerah dengan kenaikan tertinggi jumlah pelaku usaha di Tokopedia di Jawa Timur. Mojokerto, Lamongan dan Gresik menjadi daerah dengan kenaikan tertinggi jumlah pembeli di Tokopedia di Jawa Timur,” tutupnya.(der)