Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Siap Dideklarasikan, Nanda – Wanedi Ingin Wujudkan Koalisi Rakyat

Pasangan Ya'qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi segera dideklarasikan di Kota Malang. (Muhammad Choirul)
Pasangan Ya'qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi segera dideklarasikan di Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi, bakal dideklarasikan pada Rabu (10/1) mendatang. Rencananya, ajang tersebut bakal berlangsung di kawasan Jalan Simpang Balapan.

Di hari itu pula, pasangan ini bakal mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. Prosesi deklarasi dan pendaftaran dihadiri segenap pengurus partai pengusung di tingkat provinsi dan pusat.

Sejauh ini, Nanda – Wanedi diusung gabungan 5 partai, yakni PDIP, PAN, PPP, Hanura, dan Nasdem. “Bersama dukungan 5 partai yang memiliki 22 kursi di DPRD atau separuh dari jumlah anggota dewan, kami optimis meraih hasil maksimal,” tutur Nanda.

Sebagai pasangan yang diusung gabungan koalisi terbesar, Nanda tidak jumawa. Dalam benaknya, dia masih ingin mewujudkan koalisi rakyat. Harapannya, koalisi rakyat benar-benar tercipta yang diawali sejak deklarasi nanti.

Karena itu, pemilihan tempat dan konsep deklarasi tidak dilakukan asal-asalan.
Dia menilai, kawasan Jalan Simpang Balapan merupakan simbol semangat kepahlawanan.

Di tempat itu, selain terdapat patung pahlawan asal Malang, Hamid Rusdi, juga berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). “Ini melambangkan geliat pemuda pada zaman penjajahan yang rela mengorbankan harta dan nyawamya berjuang demi merebut kemerdekaan,” tandasnya.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang ini menyebut, semangat ini harus diaplikasikan dalam membangun Kota Malang ke depan. Semua itu, lanjut Nanda, bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan itu, deklarasi bakal melibatkan sekitar 1000 orang serta dimeriahkan kesenian tradisional. Tak sebatas itu saja, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) juga dilibatkan dalam ajang ini.

“Kami menyebutnya dengan deklarasi kerakyatan karena akan diikuti oleh ribuan masyarakat dengan konsep yang betul-betul bernuansa kerakyatan,” imbuh peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya ini.(Coi/Aka)