Polisi Belum Ketahui Motif Dugaan Pembunuhan Serma Achmad

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Satuan unit khusus dari polisi, Divif 2 Kostrad dan Denpom masih mencari titik terang terkait tewasnya Serma Achmad.

Beberapa dugaan motif pembunuhan anggota Denma Divif 2 Kostrad tersebut muncul sejak korban pertama kali ditemukan di dalam saluran air atau parit pada Minggu (24/12) kemarin. Yakni pembegalan atau perampokan. Akan tetapi Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, tidak bisa memastikan dan menunggu hasil penyelidikan.

“Motif belum diketahui, lah. Nunggu pelaku tertangkap dulu. Kami tidak bisa menyimpulkan,” katanya kepada wartawan, Senin (25/12).

Meski ditemukan di area parit, Yade menyatakan korban tidak dibunuh di tempat tersebut. Melainkan di tempat lain. Hal itu juga berdasar dari olah TKP yang dilakukan polisi dengan temuan kondisi mulut korban diikat kain.

“Kemungkinan dianiaya terlebih dahulu. Kemungkinan lain TKP bukan di parit tapi diseret ke sana,” lanjutnya.

Perkiraan waktu pembunuhan, ungkap Yade berkisar antara pukul 24.00 WIB atau Minggu (24/12) dini hari. Pasalnya, korban terakhir bertemu istri pada jam tersebut dan baru diketahui jasadnya pagi hari.

“Jadi antara 4-5 jam dari jam 24.00 WIB sampai subuh dengan waktu ditemukan jasadnya. Intinya meninggalnya ini tidak wajar. Kami tidak bisa menyimpulkan lebih lanjut. Minta doanya saja biar cepat diungkap,” tegasnya.(Der/Yei)