MALANGVOICE– Lapas Kelas I Malang melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum ikut ambil bagian dalam Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang digelar nasional, Kamis pagi (15/1). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, dipimpin langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Panen raya ini menjadi bentuk komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Di Lapas Kelas I Malang, panen berlangsung di lahan pertanian kacang hijau SAE L’SIMA Ngajum, Kabupaten Malang. Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja), Asmuri, bersama petugas kegiatan kerja, regu pengamanan, serta warga binaan yang menjalani asimilasi. Proses panen berjalan tertib dan produktif, dengan tetap mengedepankan aspek pembinaan, keamanan, dan keberlanjutan program.
Pada panen tahap awal ini, SAE L’SIMA Ngajum berhasil memanen sekitar 1 kuintal kacang hijau. Selain itu, panen juga dilakukan pada komoditas kacang tanah yang ditanam di lahan seluas 1 hektare. Panen kacang tanah dijadwalkan rampung pada 20 Januari mendatang, dengan estimasi hasil mencapai 9 ton. Capaian ini menunjukkan pengelolaan lahan pertanian SAE L’SIMA berjalan optimal dan memberikan hasil nyata bernilai ekonomis.
Dua komoditas tersebut merupakan hasil kerja sama Lapas Kelas I Malang dengan pihak ketiga, Prime 4.0. Kerja sama meliputi pendampingan teknis, pengelolaan budidaya, hingga rencana pemanfaatan hasil panen. Perwakilan Prime 4.0 juga hadir dalam panen raya sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan kemandirian warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, mengikuti kegiatan panen raya serentak secara daring dari Lapas Banyuwangi bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur dan jajaran. Ia mengapresiasi peran aktif SAE L’SIMA Ngajum dalam mendukung program nasional ketahanan pangan.
“Kegiatan ini bukan hanya wujud pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial Pemasyarakatan. Seluruh hasil panen, baik bahan pangan maupun pendapatan, dikumpulkan ke pusat dan akan disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra,” ujar Teguh.
Ia berharap program pembinaan kemandirian ini terus berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.(der)