MALANGVOICE- Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kota dan Kabupaten Malang mendapat bantuan modal Rumah Pangan Kita (RPK) dari Perum Bulog. Bantuan diserahkan langsung bersama perwakilan Pemkot Malang dan Pemprov Jatim, Jumat (9/1).
RPK merupakan tindak lanjut dari Program Bulog Peduli UMKM, salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor pangan.
Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan, Program Bulog Peduli UMKM merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro dan kecil.
Kembangkan Usaha Mikro, Aplikasi Malpro Mulai Disosialisasikan
“Melalui Program Bulog Peduli UMKM, kami ingin mendorong UMK binaan agar dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Keberadaan RPK diharapkan tidak hanya memperkuat jaringan distribusi pangan Bulog, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung stabilitas harga pangan di tingkat konsumen,” ujar Sudarsono.
Bulog melaksanakan Program Bulog Peduli UMKM dengan menggandeng Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui kolaborasi tersebut, direkomendasikan sebanyak 30 UMK binaan di bidang perdagangan yang tersebar di Kota Malang dan Kabupaten Malang sebagai calon penerima manfaat program.
Setelah melalui tahapan survei dan verifikasi untuk memastikan ketepatan sasaran, BULOG menetapkan 30 UMK sebagai penerima bantuan modal pendirian RPK baru. Setiap penerima bantuan memperoleh dukungan senilai Rp5 juta dalam bentuk komoditas pangan Bulog, rak pajang, spanduk RPK, identitas Bulo, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Ia berharap dengan adanya RPK bisa membantu stabilitas harga terutama bahan pokok.
“Kami bisa menekan dan bantu stabilitas harga di tingkat produsen dan HPP untuk beras. Kalau di konsumen ada SPHP beras dan bantuan pangan. Ini khusus penyaluran produk beras tapi juga kebutuhan lain seperti minyak goreng,” lanjutnya.
Selain itu tidak menutup kemungkinan RPK nanti bisa dikolaborasikan dengan Koperasi Merah Putih dan UMK bisa menyuplai pasokan untuk SPPG.
“Itu bebas untuk bisa menjadi distributor. Termasuk juga misalnya kalau SPPG setempat membutuhkan minyak yang dimiliki RPK sangat bagus sekali,” tegasnya.
Diketahui hingga 2026 ini jumlah RPK yang aktif mencapai 26 ribu dan ditarget akan terus bertumbah di setiap daerah.(der)