Konsolidasi Wawasan Kebangsaan Pemuda Malang Raya

Kemajuan Bangsa Tergantung Sikap Pemuda!

Dandim 0833, Letkol Arm Aprianko Suseno, memaparkan materi seminar. (Muhammad Choirul)
Dandim 0833, Letkol Arm Aprianko Suseno, memaparkan materi seminar. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kemajuan Bangsa Indonesia tidak pernah lepas dari peran pemuda. Hal ini diungkapkan Dandim 0833 Letkol Arm Aprianko Suseno, saat memaparkan materi dalam seminar di Baiduri Cafe and Resto, Rabu (15/2).

Selain Dandim, dalam seminar itu hadir pula sebagai pembicara, antara lain Wali Kota Malang, HM Anton, dan anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam. Seminar ini dikemas melalui konsolidasi wawasan kebangsaan pemuda Malang Raya.

Ratusan pemuda dari berbagai elemen hadir, turut serta menyimak paparan materi bertema ‘peran pemuda dalam mempertahankan NKRI dan menanggulangi krisis konstitusi, intoleransi, dan radikalisme’. Aprianko menilai, tema ini cukup relevan.

“Maju-mundurnya, kuat-tidaknya bangsa ini tergantung pemuda,” tegas pria berdarah Madura ini.

Dalam kesempatan itu, Aprianko juga memaparkan sejumlah ancaman kebangsaan. Dia meminta, para pemuda berkaca pada pengalaman ketika sejumlah peristiwa terjadi.

“Sudah ada pengalaman tahun 1999 Timor-timor lepas. Saat ini Papua sudah ‘digergaji’. Apa akan terjadi kita tidak tahu. Mudah-mudahan NKRI tetap utuh, karena itulah pemuda harus berperan strategis,” imbuhnya.

Ancaman itu tidak lepas dari letak geografis Indonesia di garis khatulistiwa. Dengan begitu, negeri ini memiliki tanah yang subur dan punya potensi vegetasi cocok tanam sepanjang tahun.

“Kita negara kaya raya. Kalau kata Panglima TNI, kita bagai cewek seksi, banyak yang mengejar,” tegasnya.

Selain itu, ancaman lain datang dari beragam gerakan sparatisme dan terorisme. Dandim mewanti-wanti agar pemuda menyadari dan mendalami wawasan kebangsaan, sehingga tidak salah mengaktualisasikan diri.