Libur Akhir Tahun, Ini Tempat Rekreasi di Malang yang Wajib Dikunjungi

MALANGVOICE – Liburan Natal dan Tahun baru menjadi kesempatan emas bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Jangan bingung memilih tempat tujuan, karena Malang punya beberapa rekomendasi tempat wisata yang ramah keluarga selain pantai. Apa saja?

MVoice merangkum 6 tempat wisata di Malang Raya yang direkomendasikan untuk liburan keluarga akhir tahun ini.


1. Taman Kelinci atau Taman Hobbit

Bagi yang belum tahu, tempat wisata yang berlokasi di Jalan Paralayang, Desa Pandesari, Pujon, Kabupaten Malang ini sebenarnya bernama Plaza Graden Wisata Edukasi Rabbit Field. Namun, orang lebih senang menyebutnya sebagai Taman Kelinci Malang.

Daya tarik utama yang dimiliki oleh destinasi wisata dengan pemandangan alam yang indah ini adalah hadirnya rumah hobbit yang mirip seperti latar tempat di film Lord of The Rings. Tidak cuma asyik untuk berfoto, anak-anak bisa bermain puas dengan kelinci lucu


2. Selecta

Kini Taman Rekreasi Selecta dipenuhi dengan wahana seru dan menarik Rekreasi Selecta. Mulai dari bioskop 4D, berbagai permainan tunggangan, taman air, serta tempat swafoto paling hits ada di sana. Siapkan baju renang Anda karena Selecta juga dilengkapi wahana kolam renang


3. Museum Angkut

Museum yang memiliki koleksi sekitar 300 kendaraan dari berbagai masa dan negara ini bahkan disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Sambil menyerap informasi tentang sejarah kendaraan di dunia, Anda juga bisa berwisata kuliner dan berswafoto ria di sana. Ada banyak spot Instagramable yang dapat Anda jumpai ketika berada di tempat wisata yang beralamat di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Malang, Jawa Timur.


4. Jatim Park 1,2 dan 3

Jawa Timur Park yang biasa disebut Jatim Park oleh pengunjung ini merupakan taman hiburan terbesar di Malang. Saking luasnya, tempat liburan ramah anak ini terbagi menjadi dua kawasan lho. Bahkan, dalam waktu dekat ini akan ditambah satu kawasan lagi. Tiap kawasan memiliki keunikan tersendiri yang bisa Anda coba bersama anak-anak.

Jatim Park 1 terkenal dengan wahana bermain, kolam renang, serta galeri etnik nusantara. Berbeda dengan Jatim Park 1, Jatim Park 2 lebih mengusung konsep edukatif. Di sana terdapat Museum Satwa, Secret Zoo, dan Eco Green Park. Yang terbaru adalah Jatim Park 3, lengkap dengan wahana swafoto, dan museum dinosaurus.


5. Taman Wisata Agro

Taman Wisata Agro yang berlokasi di Perkebunan Teh Wonosari, Lawang, Malang, ini memungkinkan Anda untuk melakukan berbagai aktivitas seru bersama keluarga. Kegiatan menyenangkan yang bisa dicoba selagi berada di sana adalah kegiatan menantang, seperti flying fox, ATV, panjat dinding, paint ball, tur mempelajari produksi teh, dan masih banyak lagi.


6. Kampung Tematik Malang

Ada berbagai macam kampung tematik di Kota Malang. Ada kampung Warna-Warni Jodipan lengkap dengan jembatan kaca di atas sungai Brantas. Kampung Tridi lengkap dengan berbagai macam lukisan tiga dimensi keren. Cocok untuk tempat swafoto bersama keluarga.(Der/Ak)

VIDEO: Serunya Berpetualang di Dunia Game VR Jatim Park 3

Zona Game VR di Jatim Park 3 (Aziz R)
Zona Game VR di Jatim Park 3 (Aziz R)

MALANGVOICE – Saat berkunjung ke Dino Mall Jatim Park 3, rugi tidak mencoba zona Virtual (VR) Arena. Zona ini hadir cocok untuk gamers dengan permainan yang memiliki teknologi canggih.

Tepatnya berada di Dino Mall lantai dua. Dalam VR Arena itu terdapat empat pilihan permainan dengan keseruan berbeda-beda. Seperti mix reality experience, permainan pilihan tentang berburu monster yakni tentang sword gladiator dan atomic VR.

Dalam bermain pengunjung harus menggunakan peralatan seperti kacamata dan remote controller. Anda aka berduel satu lawan satu layaknya gladiator di arena laga. Menariknya, pengunjung juga dapat menyimpan video saat bermain.

“Kalau zona mix reality ini pengunjung bisa dapat rekaman video saat bermain dalam game tersebut. Gamers ini seolah bermain nyata,” ungkap Penanggung Jawab VR Arena, Gilang Permata.

Kemudian ada VR Bridge, sambil menggunakan kacamata dan stik pada dua tangan, pengunjung ditugaskan dengan misi menyelamatkan kucing terjebak pada sebuah gedung. Untuk menyelamatkan kucing ini tidak mudah. Sebab harus melintasi sebuh papan kecil untuk menjemput dan mengembalikan kucing pada tempat yang aman.

Lalu ada game XD yang mengharuskan pemainya masuk dalam mobil tank. Pengunjung juga diharuskan mengenakan kacamatan 3D dan membawa pistol. Di ruangan kedap suara, Anda akan dihadapkan pada peperangan melawan sekumpulan mumi. Permainan ini untuk usia 18 ke atas. Sedangkan 18 tahun ke bawah pengunjung akan diajak menyusuri hutan dengan mobil tank tersebut.

“Selain itu kita juga ada virtual shooter experience dan virtual jetpack simulator,” tutupnya.(Der/Ak)

Dua Tahun Berturut, Selecta Raih 1 Juta Kunjungan

Taman Rekreasi Selecta. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu kembali ukir 1 juta jumlah kunjungan selama dua tahun berturut. Tahun ini, rekor tersebut dibukukan, Minggu (26/11).

Sebelumnya, tahun 2016 Selecta menorehkan satu juta jumlah kunjungan wisatawan, tercatat pada 26 Desember 2016. Bahkan, hingga tutup tahun, jumlahnya terus bertambah mencapai 1.077.000 pengunjung.

Jumlah itu memang belum memenuhi target tempat wisata yang terletak di Desa Tulungrejo, Bumiaji, itu tahun 2017. Sebab, target kunjungan wisatawan 2017 ini adalah 1,2 juta. Namun, di sisa waktu hingga pengujung 2017, pengelola Selecta optimistis bisa melampaui target.

Direktur PT. Selecta, Sujud Hariadi, mengatakan, tercapainya total 1 juta wisatawan lebih awal ini jadi kabar membahagiakan. Maka, diperkirakannya kunjungan bisa melebihi target yang ditetapkan.

“Ini sebuah prestasi. Sudah dua tahun ini Selecta bisa mendatangkan hingga satu juta wisatawan,” kata Sujud.

Sujud melanjutkan, konsistensi jumlah kunjungan wisatawan tak terlepas dari inovasi yang terus diciptakan. Dicontohkannya, Selecta terus memberikan fasilitas pelayanan maksimal, mulai perawatan, kebersihan, bertambahnya wahana yang menarik dan unik. Paling penting, penambahan spot-spot foto yang ‘Instagramable’.

Total wahana di Selecata saat ini ada delapan. Meliputi flying fox, berkuda, family coaster, perahu ayun, sky bike, sepeda air, cinema 4 dimensi, dan kidie ride.

“Kami selalu mengevaluasi Selecta. Apa yang kurang ditambahi untuk memanjakan wisatawan,” ujarnya.

Momen kunjungan 1 juta, PT Selecta memberikan surprise alias kejutan.Tepatnya untuk wisatawan dengan tiket seri nomor 1 juta. Pengunjung beruntung adalah Ashab Basarudin, wisatawan asal Mojokerto.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Punjul Santoso, mengapresiasi sukses Selecta yang sejak dua tahun terakhir mampu menembus satu juta pengunjung serta pemberian reward kepada wisatawan. Menurut dia, diraihnya kunjungan satu juta di bulan November menunjukkan peningkatan yang signifikan terkait kunjungan di Selecta.

“Ini dapat dicapai karena manajemen memberikan fasilitas yang nyaman kepada pengunjung,” tutup Punjul.(Der/Ak)

Bukan Anak Zaman Now, Kalau Belum ke Zona Infinity Jatim Park 3

Spot seribu cermin dalam zona Infinity Jatim Park 3. (istimewa)
Spot seribu cermin dalam zona Infinity Jatim Park 3. (istimewa)

MALANGVOICE – Jatim Park 3 bukan melulu tentang Dinosaurus yang hidup kembali. Ada zona kece yang wajib Anda coba.

Adalah zona Infinity World. Merupakan zona yang mengusung konsep rumah kaca dengan berbagai tema. Keunikannya terletak pada efek lighting yang didesain sangat cantik. Cocok untuk mengabadikan momen, baik bersama teman, keluarga dan kekasih.

Total ada 13 spot di zona Infinity World ini. Di antaranya time tamel, stretch maze , elektonase, sky walker, beach infinity, jungle bridge, wobbly, kebakaran, crazy shout, seribu cermin, plasma magic. kaleidoscope, dan galaxy garden. Tiket masuk dipatok Rp 30 ribu perorang.

“Di Indonesia ya baru ada di sini. Di luar negari adanya di Australia dan Jepang. Konsepnya kita diajak menembus batas ruang,” urai Manager Marketing dan Public Relation Jatim Park Group, Titik S Ariyanto.

Spot seribu cermin misalnya. Anda akan seolah berada di suatu tempat yang tidak terbatas. Bayangan diri pada cermin terpantul begitu banyak. Sehingga tubuh pengunjung seolah ada puluhan bahkan ratusan jumlahnya.

“Tidak kalah menarik juga zona Virtual Arena (VR). Permainan lebih action yang memacu adrenalin,” tutupnya.(Der/Aka)

Mengenal Wayang Sakral, Ritual Petirtan Air Sumberawan

Ritual Wayang Sakral di sumberawan. (Istimewa)
Ritual Wayang Sakral di sumberawan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sumberawan adalah nama Dusun yang diambil dari sebuah nama Candi Sumberawan peninggalan sejarah kerajaan Singhasari yang berlokasi di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari.

Awalnya, Sumberawan hanya berupa candi tunggal dan ada sumber mata air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang mengaliri sawah-sawah disekitarnya dan sebagian diambil untuk air PDAM Kabupaten Malang mempunyai mitos yang sangat tinggi dan salah satu mitosnya adalah awet muda.

Dikisahkan, lokasi Candi Sumberawan pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk di tahun 1359 Masehi ketika melakukan perjalanan keliling wilayahnya. Saat itu, kawasan tersebut masih hutan belantara. Hayam Wuruk menemukan beberapa sumber mata air yang memiliki aura tinggi. Karena itu, ia membangun Candi Sumberawan dan waktu itu dikenal sebagai Kasurangganan atau padepokan. Istilah Kasurangganan sendiri cukup terkenal di Kitab Negarakertagama.

Berangkat dari itulah warga dusun Sumberawan selalu mengadakan ritual patirtan dan sedekah bumi. Kali ini di selenggarakan pada hari sabtu 4 November 2017 di pelataran Candi Sumberawan dalam acara rangkaian Kirab Budaya san tumpeng untuk selametan Patirtan Sumberawan.

Arak arakan dalam bentuk karnaval keliling desa mewarnai kemeriahan sedekah bumi dengan berbagi kostum dan peragaan budaya dan dilanjutkan malam dengan pagelaran wayangan sakral dengan lakon
‘jumenenge kiyai Lurah semar’ yang diselingi dengan sendra tari beskalan putri, gambyong, jaranan, reog, singo dan tari kreasi baru Sumberawan.

Menurut penuturan sesepuh Sumberawan, Prof Dr Juajir Sumardi, menjaga seni tradisi tersebut penting untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam yang berikan oleh Tuhan.

“Sumber mata air yang melimpah hendaknya di kelola sebagai berkah maka, ruwatan bumi ini sebagai wujud bakti bahwa air adalah sumber kehidupan dan di sumberawan ini haruslah muncul sumber sumber generasi pewaris budaya kelestarian,” paparnya

Pada kesempatan yang sama saat pemetasan wayang sakral. Guru taru di sanggar Sumberawan, Reni Kurniawati mengatakan, kreasi seni budaya yang di tampilkan adalah kreasi seni tari tematik dan budaya yang menggambarkan suka cita masyarakat akan cintanya terhadap lingkungan.(Der/Aka)

Festival Kampoeng Dokar #2, Bangkit Menuju Kampung Bermartabat

Persiapan Festival Kampoeng Dokar di Dusun Banjar Tengah, Sumbersekar, Dau, Kabupaten Malang. (Istimewa)
Persiapan Festival Kampoeng Dokar di Dusun Banjar Tengah, Sumbersekar, Dau, Kabupaten Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Akhir pekan adalah waktu yang tepat menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. Plesiran menggunakan dokar, atau bersantai sambil menikmati kuliner tradisi plus hiburan panggung budaya dalam suasana asli perkampungan menjadi alternatif mengisi akhir pekan.

Semua itu menjadi susunan Festival Kampung Dokar #2, mulai 27-29 Oktober 2017 ini. Lokasi ajang ini bertempat di Dusun Banjar Tengah, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Koordinator Bidang Acara Festival Kampoeng Dokar #2, Wahyu Panca Saputra, mengatakan, tak cuma sajian ala festival tempo dulu yang biasa ditemui. Perhelatan ini adalah wujud nyata semangat muda-mudi setempat untuk menjadikan kampungnya sebagai ruang kreatif.

“Ruang sekaligus rumah yang hidup,” tandasnya. Berdasar sejarah, sebutan Kampoeng Dokar ini sejak lama memang dipergunakan sebagai stasioner transportasi yang ditarik kuda. Dokar dikenal juga dengan istilah andong atau delman.

“Secara geografis, Kampoeng Dokar berada di kawasan strategis, perbatasan Kabupaten Malang dan Kota Batu yang sejuk. Meski tergolong sub-urban, tapi masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian petani, peternak, dan wiraswasta ini masih menjaga entitas kampung mereka,” paparnya.

Festival ini merupakan bentuk hari raya kebudayaan warga Banjar Tengah. Di antara suara kecil warga yang menyangsikan, Gotong royong , antusiasme warga, dan kolaborasi lintas komunitas menjadi kekuatan tersendiri.

Hal ini sudah terlihat sejak gelaran Dokar Berbunyi pada 30 Agustus 2017 lalu. Di gelaran tersebut, untuk kali pertama tersaji kolaborasi Tarian Jaran Kepang, Reog Ponorogo dengan iringan Trance Music Arrington De Dionyso dan gerak dinamis video mapping Etnicholic Project. Warga larut dan bersemangat hingga dini hari.

Festival Kampung Dokar #2 mengusung tema ‘Ojo Kepaten Obor’. “Capaian atau ikatan yang sudah terwujud sejak dulu di masyarakat jangan sampai terputus. Selama tiga hari ada banyak penyaji dalam panggung budaya dengan desain artistik,” pungkasnya.(Coi/Aka)

Hari Ini Jembatan Kaca Diresmikan

Jembatan kaca Ngalam Indonesia. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Jembatan kaca yang menghubungkan dua kampung tematik di Kota Malang, Jawa Timur, yaitu Kampung Wisata Jodipan (KWJ) di Kelurahan Jodipan dan Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian diresmikan, Senin (9/10). Jembatan yang disebut jembatan kaca Ngalam Indonesia ini berdiri di atas Sungai Brantas ini sekaligus menjadi jembatan kaca pertama di Indonesia.

Jembatan didominasi warna kuning emas, dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter sehingga bisa digunakan dua jalur atau dua orang yang berjalan berpapasan. Diestimasikan, jembatan dapat menampung sekitar 50 orang dan menanggung beban 250 kilogram.

KWJ dan kampung Tridi terletak berseberangan dan dipisahkan aliran sungai Brantas. Sebelum jembatan dibangun, wisatawan yang ingin menikmati kedua sisi kampung harus menaiki puluhan anak tangga dan memutar lewat Jembatan Brantas. Munculnya Jembatan Kaca menjadi fasilitas baru bagi warga sekaligus alternatif bagi pengunjung. Diharapkan, selain mempermudah akses, kekerabatan antar kampung pun kian rekat untuk mempercantik Kota Malang.

Selain itu, lantaran berlantai kaca, warga dan pengunjung diajak menikmati pemandangan dasar sungai dari atas jembatan. Kaca yang transparan memiliki sensasi tersendiri layaknya Jembatan Kaca di Zhangjiajie Cina. Kini, jembatan kaca menjadi spot foto baru bagi netizen yang kerap mengunggah foto-foto menariknya di media sosial.

Mahasiswa UMM memainkan peran penting di balik berdirinya jembatan kaca ini. Hal itu berawal dari KWJ yang merupakan inisiasi delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM yang tergabung dalam kelompok praktikum Public Relations (PR) Guys Pro. Lahirnya KWJ menjadi inspirasi bagi berdirinya Kampung Tridi yang berada di seberang sungai.Sejak diresmikan September 2016, kedua kampung itu selalu padat pengunjung.

Sementara jembatan kaca merupakan hasil desain dua mahasiswa Teknik Sipil UMM, yaitu Mahatma Aji dan Khoriul di bawah binaan dosen mereka, Ir Lukito Prasetyo. Hal itu lantaran pengalaman mereka sebagai Juara Umum Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Tahun 2015. Untuk pembangunan, mereka difasilitasi oleh Indana, pemilik produk Mix One.

Menurut Lukito, jembatan ini tidak hanya memiliki fungsi penghubung semata, tapi juga memiliki nilai estetika. Oleh sebab itu, dari sekian desain yang dipamerkan pada Walikota Malang, terpilihlah model jembatan gantung dengan tambahan kaca sebagai material pijakannya. “Agar pada malam hari, pijakan jembatan yang terbuat dari kaca dapat memperlihatkan lampu-lampu yang indah,” tutur Lukito.

Setelah disetujui berbagai pihak, jembatan itu akhirnya dikerjakan dengan membutuhkan waktu lima bulan, yaitu sejak 8 Mei hingga 7 Oktober 2017. Vice President Indana Steven menjelaskan, tak sedikit biaya dihabiskan untuk pembuatan jembatan kaca. Lebih-lebih, kata Steven, ada sekitar enam ton cat tersalurkan untuk memperindah KWJ dan Kampung Tridi.

“Indana sebagai perusahaan cat asal Malang, akan terus membantu pembangunan di Kota Malang. Wujud kepedulian sosial ini sebagai bentuk terima kasih kami pada warga,” ujarnya.

Sebelumnya, Indana telah banyak menyelesaikan program CSR. Sebut saja Kampung Hijau Decofresh, Kampung Warna-warni (KWJ), Kampung Tridi, Kampung Putih, dan mural flyover Arjosari. Saat ini, Indana juga tengah mengerjakan Kampung Arema yang posisinya berada tepat di sebelah barat Kampung KWJ dan Kampung Tridi. Berbeda dengan konsep sebelumnya, Kampung Arema identik warna biru di tiap-tiap dinding dan atapnya.(Der/Yei)

Lahir Bulan Agustus Gratis Masuk Pantai Balekambang

Pantai Balekambang dan Jembatan Panjang. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Agustus merupakan bulan spesial bagi Indonesia. Betapa tidak, di bulan ini rakyat Indonesia merayakan pesta kemerdekaan ke 72.

Untuk memeriahkan HUT RI, PD Jasa Yasa memberlakukan promo khusus. Setiap warga yang lahir pada bulan Agustus, digratiskan masuk ke Pantai Balekambang.

“Syaratnya cukup tunjukkan KTP asli. Kalau benar lahir pada Agustus ya gratis,” kata Direktur Usaha PD Jasa Yasa, Faiz Wildan, saat dihubungi MVoice, Selasa (8/8).

PD Jasa Yasa selaku pengelola beberapa pantai di Kabupaten Malang akan terus mempromosikan pantai agar banyak dikunjungi. Hingga saat ini pengunjung di Pantai Balekambang bisa mencapai ratusan ribu dari awal tahun.

Selain itu, PD Jasa Yasa juga merenovasi Pantai Jembatan Panjang. Pantai itu bersebelahan dengan Pantai Balekambang. Jembatan sepanjang kurang lebih 150 meter ini sudah rampung, hanya tinggal 90 persen.

“Nanti kurang dipasang lampu saja. Kalau di sana sengaja tidak dicat, beda dengan jembatan di Balekambang,” tandasnya.

Ia berharap, adanya program itu bisa memancing wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati pemandangan pantai yang indah.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Ingin Pesta Jeruk Sepuasnya? Yuk ke Balitjestro Batu!

Pengunjung memetik jeruk di kebun Balitjestro, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa (11/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Anda ingin makan jeruk sepuasnya? buruan datang ke Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Buah Subtropika Desa Tlekung Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Hanya dengan membayar tiket masuk Rp 25 ribu, Anda bisa makan jeruk sepuasnya dan membawa pulang 2 kg per tiket.

Baiq Dina, Peneliti Pemuliaan Balitjestro Kota Batu mengatakan, event tahunan yang dibuka sejak Senin (10/7) lalu sudah ramai diserbu pengunjung. Total 350 tiket terjual habis. Kebun jeruk di blok 1 seluas 1 hektar bahkan buahnya hampir habis. “Kami rencananya buka tiga blok.

Event akan kami tutup jika sudah habis buahnya dan khusus anak SD ke bawah kami bebaskan tiket,” kata Dina ditemui MVoice beberapa saat lalu.

Dina menambahkan kegiatan kali ini bertajuk wisata dan edukasi petik jeruk. Sesuai tema tersebut, pihaknya mengharapkan interaksi dengan pengunjung tentang varietas dan diseminasi teknologi jeruk.

“Buah yang kami edukasikan yakni jeruk keprok satsuma dan jeruk manis pacitan. Kami juga ingin mengajak masyarakat ikut serta mengembangkan varietas unggulan dengan cara uji rasa varietas baru yakni Topazindo Agrihorti dan Keprok RGL,” tandasnya.

Salah seorang pengunjung asal Surabaya, Andreas mengungkapkan kesan senangnya terhadap event ini. Sebab, pengetahuan dan wawasan tentang jeruk semakin luas.

“Saya suka dengan terobosan ini terutama tentang ilmu pembibitannya,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Ayunan Warna-Warni Coban Talun Siap Manjakan Wisatawan

Wahana baru 1.000 ayunan wana wisata Coban Talun, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, siap menyambut wisatawan libur lebaran. (ist)

MALANGVOICE – Menyambut kunjungan wisata libur Lebaran atau Idul Fitri 1438 Hijriyah, beberapa tempat wisata telah siap 100 persen. Wana Wisata Coban Talun Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji ini misalnya.

Pengelola wisata yang dinaungi KPH Perhutani Malang ini menambah wahana baru, yakni wahana 1.000 Ayunan dan Goa Jepang.

Wahana 1.000 Ayunan berada tak jauh dari lokasi air terjun atau Coban Talun. Sesuai namanya, pengelola memasang ayunan. Jumlahnya memang belum sampai 1.000. Namun, dari penampilannya, cukup memanjakan bagi pecinta foto. Sebab, selain menyuguhkan pemandangan pepohonan pinus, warna-warni ayunannya sangat menarik perhatian. ”Ayunan ini sebelummya sudah ada tapi tidak terawat. Sekarang kami perbaiki dengan konsep baru,” kata Koordinator Wisata Coban Talun, Samsul Huda.

Tiket masuk, lanjut Samsul, dipatok Rp 5.000 per pengunjung. Wahana ini diakuinya sudah dibuka seminggu sebelum libur lebaran. Tercatat sudah ada 300 pengunjung yang mencoba wahana baru tersebut. ”Saat hari libur jumlahnya (kunjungan) terus meningkat,” urainya.

Samsul menambahkan, untuk wahana Goa Jepang, pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh 500 meter. Namun, tidak perlu khawatir, karena pihaknya sudah memperbaiki akses jalan. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhkan hamparan hijau persawahan yang indah.

”Goa ini sudah ada dan diketahui warga sekitar. Sesuai namanya, di zaman peperangan, goa ini kabarnya dimanfaatkan tentara Jepang untuk bersembunyi,” pungkasnya.