28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Bermula dari Hobi, Kini Jadi Ladang Rezeki

Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono saat berada di Coban Talun (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono memiliki mobil Jeep yang awalnya hanya sekedar hobi. Kini, setelah adanya wisata Jeep, masyarakat Tulungrejo, Kota Batu menjadikannya ladang rejeki bagi masyarakat.

Dari pantauan MVoice, sebanyak 9 mobil Jeep tipe 4X4 berdehem dengan kerasnya saat dipanasi. Tak berselang lama, terdengar imbauan dari balik spiker yang memecah canda tawa wisatawan di rest area Sidomulyo, Kota Batu. Hal tersebut tanda agar penumpang bersiap menaiki mobil yang berkapasitas maksimal 4 hingga 5 orang itu.

Para wisatawan yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB pun sorak sorai keceriaan. Tak sabar, mereka ingin segera menaiki dan menjelajahi alam Kota Batu. Setelah satu persatu naik dan dirasa lengkap. Para sopir yang sejak tadi memanasi mobilnya langsung berkode dengan jari jempolnya.

Operator Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono memaparkan jika pemandangan tersebut, setiap minggunya seakan tak pernah absen. Bahkan, dua hingga tiga kali dalam seminggu selalu menghiasi rest area yang berada di depan pasar Sidomulyo itu.

“Jadi, Wisata Jeep ini wisata jelajah yang berbasis pertanian. Yang mana mereka kita ajak mengitari perkebunan apel terbesar se-Asia. Tepatnya di Gades,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Dia juga menceritakan, perbedaan wisata Jeep tersebut dengan lainnya. Selama empat jam, para wisatawan akan diajak menjelajahi beberapa tempat di Tulungrejo, Kota Batu. Mulai dari perkebunan dan berlanjut ke Pura Luhur Giri Arjuna. Setelah itu, mereka akan menjajal jalur offroad di hutan pinus dan sungai di Coban Talun.

Saat melewati perkebunan, wisatawan akan disuguhi aneka macam edukasi pertanian. Kemudian para sopir akan memberikan pengetahuan ke wisatawan terkait tanaman di perkebunan tersebut. Mulai dari kebun sayur hingga buah-buahan. Selanjutnya, saat melewati jalur offroad para wisatawan akan dipacu adrenalinnya dengan melewati jalur-jalur berlumpur. Tak sedikit dari mobil yang mereka tumpangi ada yang mogok. Bahkan, ada yang sampai harus di ganti. Malah, saat awal mula merintis pada tahun 2014 lalu Jeepnya mogok 20 kali. Waktu itu dirinya mengantar wisatawan dari Malaysia.

Momon sapaan akrabnya juga menjelaskan selain memfokuskan pada edukasi. Wisata Jeep itu juga memberdayakan masyarakat. Karena, Jeep yang digunakan miliknya masyarakat sekitar. Sehingga, wisata Jeep tersebut diberi nama Agro Rakyat (AR) Adventure.

Diketahui, anggota yang ikut dalam AR Adventure tersebut pekerjaan utamanya petani. Sehingga, Jeep itu hanya sekedar hobi bagi anggotanya. Disisi lain, adanya wisata Jeep itu juga dengan tujuan mengenalkan wisata alam di Kota Batu. Karena, selama ini yang masih banyak di kenal oleh kebanyakan masyarakat wisata itu saja.

Saat ini, wisata Jeepnya itu sudah memiliki 100 personel. Sebanyak 50 personel dari masyarakat sendiri dan 50 personel dari komunitas. Meski begitu, dirinya tetap mendahulukan miliknya masyarakat. Karena, beberapa kali dirinya juga sering kewalahan karena banyaknya tamu. Bahkan, dirinya pernah dalam satu hari mengerahkan 140 unit kendaraan.

Selama enam tahun, berbagai wisatawan belahan dunia pun sudah menjajal wisata Jeepnya itu. Salah satunya dari Malaysia, Singapura, Prancis hingga Belanda. “Awal mula berdiri, kami langsung dapat tamu dari Malaysia itu,” pungkas pria Asli Dusun Junggo, Tulungrejo, Kota Batu itu.((Der/Aka)

Kota Batu Miliki Taman Sejuta Lampu

Wisatawan saat berswafoto di wahana Milenial Glow Garden
Wisatawan saat berswafoto di wahana Milenial Glow Garden

MALANGVOICE – Jika Tokyo Jepang memiliki TeamLab Borderless, kini Kota Batu juga memiliki wahana baru yang tak kalah menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Ya, taman sejuta lampu ‘Milenial Glow Garden’ namanya. Wahana yang dioperasikan sejak 15 Desember 2019 kemarin itu dirancang menggunakan Hi-Tech Projector untuk mendukung setiap wahana yang ada.

Manajer Operasional Milenial Glow Garden, Yusuf Indra Hermawan mengatakan bila wahana tersebut sengaja dikonsep berbeda dan lebih kekinian dibandingkan wahana yang telah dimiliki Jatim Park Grup.

“Ya, kami mencoba hal baru dan berbeda. Terkesan lebih kekinian dengan memadukan antara teknologi proyeksi dan sensor. Sehingga membuat apa yang ditampilkan oleh proyektor lebih interaktif,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan wahana yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare tersebut memiliki dua area yakni Milenial World (indoor) dan Glow Garden (outdoor).

“Nah, untuk indoor terdapat 16 titik dengan tema berbeda yang akan dilalui pengunjung. Seperti Under The Sea yang akan membawa pengunjung seperti berada di bawah laut dengan aneka jenis ikan yang bergerak.

“Dan flower forest yang akan membuat pengunjung seperti berada di tengah hutan dengan penuh bunga,” jelasnya

Sedangkan di area outdoor pengunjung akan disajikan dengan berbagai rekayasa cahaya lampu di area terbuka dengan berbagai jenis permainan.

Kemudian, untuk kebutuhan listrik demi memenuhi cahaya proyektor dan lampu Yusuf mengungkapkan mencapai sekitar 800 ribu watt.

Sementara, Dewi Aulia pengunjung asal Kota Malang mengungkapkan jika wahana tersebut sangat menakjubkan dan instagramable.

“Sangat kekininan sekali. Spotnya keren untuk digunakan foto instagramable banget,” ungkap siswi SMAN 4 Malang itu.

Perlu diketahui, Milenial Glow Garden dibuka pukul 15.00-22.00 WIB dengan harga tiket senilai Rp 75 ribu di hari aktif dan Rp 100 ribu di hari libur.(Der/Aka)

Jembatan ala Eropa, Kentalkan Suasana Kayutangan Heritage

Jembatan Kayutangan Heritage. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suasana Berbeda terlihat di Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang. Gambaran kampung yang sebelumnya kumuh, kini menjadi cukup menarik dan elegan.

Terlihat cukup banyak perubahan mulai dari jalan poros di pintu masuk utama, di setiap sudut kampung cukup banyak rumah-rumah dengan arsitektur zaman dulu.

Lebih menariknya lagi, terdapat satu jembatan yang ada di bantaran Sungai Sukun, memiliki desain ala Eropa dengan beberapa coretan gambar rumah di tembok dan lampu hias sebagai pendukung nuansa heritage.

Perubahan ini, setelah adanya pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembangunan Jembatan ala Eropa ini terealisasi tujuh bulan lalu, saat pelaksanaan program Kotaku. Lalu pak wali pun sempat survey kesini dan akhirnya mulailah dibangun jembatan ini. Baru sekitar sebulan yang lalu jembatan ini akhirnya selesai dikerjakan,” ujar Wakil Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage, Herman, Ahad (30/5).

Setelah, jembatan ala Eropa ini selesai dikerjakan, warga pun terdorong untuk mulai menata dan menginovasi. Seperti, rencana pembuatan kapal kecil di sungai hingga pembuatan dam, sebagai penunjang wisata di kawasan itu.

“Jadi saat ditutup kan airnya naik, nanti barulah kapal kita taruh dan wisatawan bisa bersantai diatas kapal itu,” tuturnya.

Selain itu, untuk gambaran atau lukisan yang ada di tembok itu nantinya akan dilanjutkan oleh pihak ketiga sebagai penanggung jawab sekaligus pengerjaan.

“Lukisannya sendiri nanti akan dibikin nuansa heritage zaman dulu ya. Biar kesannya lebih dalam lagi. Itu di semua tembok yang masih kosong,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman Mengatakan, akan ada pemberian ornamen mulai dari, bunga-bunga hingga papan petunjuk sebagai pelengkap.

“Ini nanti dari pihak ketiga yang membantu. Keinginan kita bisa menambah bunga-bunga di pintu masuk, terus lampu juga dan kemudian membikin tempat loket hingga papan petunjuk,” kata dia.

Herman menambahkan, akan membuat manajemen kuliner, saat kawasan Kampung Kayutangan Heritage yang saat ini ditutup karena pandemi covid-19 kembali dibuka.

Sebagai upaya antisipasi, agar suasana jembatan yang sudah bagus dan bersih tidak kembali terlihat kumuh.

“Jualan didalam rumah, tidak boleh dijalanan jembatan ini. Nanti akan kita data dan kita buatkan plakat yang seragam dan pastinya tetap berkonsep heritage. Setelah itu, nantinya disepanjang aliran sungai ini akan kita bersihkan semua dibantu oleh pihak ketiga agar lebih indah lagi,” tandasnya.(der)

Serunya Berlibur di “Lumbung Stroberi” Kota Batu

Wisatawan saat asik memetik stroberi di Lumbung Stroberi, Desa Pandanrejo, Kota Batu (Ayun/MVoice)
Wisatawan saat asik memetik stroberi di Lumbung Stroberi, Desa Pandanrejo, Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Memetik Stroberi di hamparan kebun adalah salah satu kegiatan berkebun sekaligus bertamasya yang mengasyikan.

Kota Batu memang tak pernah habis menawarkan beragam tempat wisata alam yang menarik. Satu di antaranya yakni Wisata Petik Stroberi di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo, Kota Batu.

Di sentra perkebunan stroberi terbesar di wilayah Kota Batu ini, pengunjung layaknya pemilik kebun sebab mereka bisa menikmati sensasi petik buah stroberi sepuasnya. Disuguhkan juga keindahan serta kesejukkan gunung Welirang dan Arjuna.

Penanggung Jawab Lumbung Stroberi, Edy Purwanto mengatakan selain dipergunakan sebagai wisata petik stroberi di sana juga banyak makanan olahan stroberi seperti sari stroberi, stick stroberi hingga selai stroberi.

“Tidak melulu di sini untuk petik Stroberi saja. Tapi bisa untuk workshop, reuni, dan acara ulang tahun. Sudah di sediakan gazebo untuk acara tersebut,” ujarya saat ditemui MVoice, Selasa (23/7)

“Dan dalam waktu dekat ini bakal ada penambahan fasilitas yakni homestay,” sambungnya.

Hal menarik wisata petik buah stroberi di Desa Pandanrejo dapat di lakukan setiap hari termasuk malam hari. Ini karena pada bulan Juli dan Agustus Stroberi pada masa panen raya buah musiman.

“Tetapi kami warga masyarakat Pandanrejo ingin membuat buah musiman ini menjadi buah sepanjang masa yang dapat selalu dinikmati kesegaran setiap saat,” ungkapnya.

Sementara, Ninil Rima warga asal Wagir Kabupaten Malang mengatakan sengaja kesini untuk berlibur menikmati sejuknya Kota Batu. Dan mengajak buah hatinya untuk memetik langsung ke kebunnya.

“Sekalian liburan. Karena anak saya suka dengan buah ini. Di rumah juga menanamnya, ya cuma satu hingga tiga pohon saja” ungkapnya.

Perlu diketahui, selain bisa membawa stroberi pengunjung juga bisa membeli bibit buah stroberi dalam polibag yang banyak dijual oleh masyarakat setempat.

Bagi wisatawan yang ingin menyantap stroberi segar langsung dari kebunnya dapat berkunjung langsung ke Desa Pandanrejo dan bisa menghubungi Pokdarwis yang ada.

Jika bingung, langsung saja datang ke kantor Kecamatan Bumiaji, pegawai kecamatan sudah terlatih untuk memberikan informasi terkait wisata di Pandanrejo. Dan pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 15 ribu untuk menikmatinya

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, menjelaskan, beberapa destinasi tersebut akan terus dikembangkan untuk diikutkan sebagai wakil Kota Batu di ajang Anugerah Wisata Jawa Timur 2019.

Apalagi, pada tahun sebelumnya Kecamatan Bumiaji telah meraih juara ketiga kategori daya tarik wisata budaya dalam Anugerah Wisata Jawa Timur 2018.

“Khusus untuk Lumbung Stroberi atau petik stroberi wisatawan bisa menikmati wisata edukasi. Mulai dari proses penanaman, panen, dan juga pengolahan produk,” ujarnya.
.(Hmz/Aka)

Wisata ke Goa Pinus, Ada Rumah Honai Papua Lho!

Wisata di Goa Pinus (anja)
Wisata di Goa Pinus (anja)

MALANGVOICE – Berwisata ke Goa Pinus Kecamatan Bumiaji Batu, Anda akan menemukan rumah Honai, rumah khas Papua.

Rumah Honai ini menjadi spot foto andalan dan terbaru destinasi wisata Goa Pinus. Mengangkat tema ‘Kembali ke alam’, salah seorang pengurus dan perwakilan masyarakat, Muslimin, mengatakan akan terus menambah spot-spot foto menarik.

“Masyarakat dan Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan mulai serius menggarap lokasi wisata ini. Saat ini ada 5 unit rumah Honai ditmbah 1 aula,” kata dia.

Tiket masuk Goa Pinus cukup murah, hanya Rp 5 ribu saja. Pengunjung bisa puas berfoto di spot-spot menarik sambil menikmati pemandangan.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Siska Widiyanti kagum dengan pemandangan di Goa Pinus.

“Aduh Batu memang enak ya. Sejuk banyak tempat wisata, dan enggak macet,” kata dia.

Lebih Instagrammable, Yuk Foto Ala Noni Belanda di Kusuma Agrowisata

Foto-foto kumpulan dari pengunjung. (Instagram Kusuma Agrowisata)
Foto-foto kumpulan dari pengunjung. (Instagram Kusuma Agrowisata)

MALANGVOICE – Meski Malang Raya sering turun hujan beberapa hari terakhir, jangan urungkan niatmu untuk berlibur di luar ruangan saat weekend nanti. Tak ada salahnya kamu mencoba berwisata mencoba beragam spot foto menarik, seperti yang ditawarkan oleh Kusuma Agrowisata Batu.

Kusuma Agrowisata menyiapkan aneka spot menarik tematik. Ada spot foto berbentuk bunga matahari tinggi nan lebar menjuntai ke udara bakal menyambut wisatawan yang ingin membuat feed instagram lebih keren. Ditambah pemandangan alam disekitar, pengunjung bisa dengan leluasa melihat keindahan alam di Kota Batu.

Selain itu, pengunjung bisa menyewa aneka kostum khas Belanda atau kostum pedesaan mulai dari harga Rp 15 ribu- Rp 25 ribu /orang. Kostum ini akan lebih memercantik sesi foto pengunjung. Di Kusuma Agrowisata terdapat spot bangunan kincir angin khas Belanda dan gubuk-gubuk khas persawahan di pedesaan.

Sementara itu, Marketing Marketing Kusuma Agrowisata Kota Batu, Hanna Febri Nikita menyatakan spot foto tersebut memang sengaja dihadirkan menjelang libur akhir tahun untuk menyambut wisatawan yang berlibur.

“Biasanya libur akhir tahun, wisatawan itu membeludak. Kita ingin menyuguhkan nuansa yang baru, jadi mereka kesini tidak sekedar mampir tapi memang benar – benar berkesan nantinya,” ucapnya.

Salah satu wisatawan, Intan Nurmawaddah, mengaku senang bisa berfoto ria dengan temannya. Meski belum pernah ke Belanda, setidaknya spot foto di Kusuma Agrowisata bisa menjadi alternatif baru menarik dan unik.

“Bagus sih, saya sewa kostum sama teman-teman. Foto disini enaknya sore atau pagi gitu, soalnya sejuk suasananya, jadi pas banget,” kata wanita asal Kota Mojokerto ini.(Hmz/Aka)

The Alana Lengkapi Hotel Bintang 4 di Malang dengan Eksplorasi Budaya

Topping Off The Alana Hotel Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Daya tarik wisatawan luar daerah ke Malang membuat banyak hotel tumbuh. Hal ini juga yang menyeret The Alana Hotel membuka jaringan di Malang.

Hotel jaringan Aston ini segera membuka The Alana pada 2022 mendatang. Saat ini proses pembangunan masih ditandai dengan topping off ceremony pada Kamis (10/6) di Jalan Ahmad Yani, Blimbing, Kota Malang.

Hotel ini digarap PT Jaya Kirana Samudera Wibowo, managed by Archipelago.

Owner PT Jaya Kirana Samudera Wibowo, Gagah Eko Wibowo, mengatakan, The Alana Hotel merupakan hotel bintang empat dengan memiliki ciri khas tersendiri. Menurutnya, ciri khas Malang perlu ditonjolkan agar memberi nuansa berbeda bagi para tamu.

“Kami mengeksplor budaya dan historical city icon di The Alana Hotel. Nanti ada kebudayaan khas Singosari dan banyak lainnya,” ujarnya.

The Alana Hotel akan dibangun 11 lantai dengan 150 kamar. Di dalamnya disediakan fasilitas seperti ballroom dan meeting room.

Gagah menambahkan, meski sedang dalam masa pandemi Covid-19, ia optimistis hotel ini akan menjadi jujukan bagi wisatawan. Apalagi berada di tengah kota dan dekat dengan kawasan Singosari yang disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kami tetap optimistis bisa ikut membantu memulihkan ekonomi nasional khususnya Malang. Karena Malang menjadi jujukan wisatawan domestik dan banyak pebisnis atau kegiatan pendidikan juga di sini,” lanjutnya.

Regional General Manager Archipelago, Yohanes Sulistiyono Hadi, mengatakan, Malang dipilih karena reputasi yang baik selain Bali soal wisata.

“Di Jawa, Malang bahkan jadi destinasi nomor satu. Karena itu kami akan memanfaatkan segmen promosi penjualan e-commerce, offline, dan bahkan membership yang memudahkan wisatawan,” tandasnya.(der)

Akhir Pekan Liburan ke Kediri, Ada Destinasi Surganya Wanita di Dhoho

Jalan Dhoho. (kedirisupport)

MALANGVOICE – Bagi kebanyakan perempuan, berwisata dan belanja adalah satu paket. Di Kediri, ada tempat yang cocok bagi kaum hawa menghabiskan waktu. Jalan Dhoho namanya.

MVoice merangkum alasan Dhoho bisa disebut sebagai ramah perempuan, berikut penjelasannya.

Belanja Produk Fesyen dengan Beragam Harga dan Merek Sepuasnya

Ada berbagai produk fesyen yang ditawarkan toko-toko di kawasan Dhoho, seperti pakaian, sepatu, aksesori, bahkan makeup.

Kualitas barang di Jalan Dhoho bervariasi; ada yang asli, bermerek, atau kw. Harganya pun beragam. Nah, Anda tinggal belanja menyesuaikan kebutuhan dan bujet. Oh ya, kawasan ini bisa dibilang Malioboro-nya Kediri, lo!

Tidak hanya produk fesyen dan riasan, Anda juga bisa menemukan buku, kebutuhan rumah tangga, sampai kebutuhan sehari-hari. Lengkap deh!

Mencicip Nasi Pecel Pincuk dengan Rasa Maknyus

Saatnya mengisi perut setelah lelah belanja! Kawasan Jalan Dhoho dipenuhi berbagai kafe dan tempat makan. Cukup pilih saja mana tempat yang paling cocok untuk beristirahat dan bersantai.
Yang tak boleh ketinggalan jika datang ke sini adalah mencicip kelezatan nasi pecel pincuk. Kuliner ini adalah salah satu kuliner khas Kediri yang sangat populer di kawasan Dhoho.

Jangan lewatkan minta sambal tumpang pada penjualnya, ya. Sambal tumpang ini merupakan olahan fermentasi tempe yang bakal membuat makanan lebih maknyus! Pecel ini dihidangkan dengan daun pisang yang dibentuk pincuk.

Mencari Penginapan Mudah Tanpa Harus Repot Keliling Kota

Tidak perlu panik jika Anda belum mendapat hotel untuk menginap. Kawasan Dhoho dipadati hotel dari berbagai kelas. Mulai kelas melati sampai berbintang, semua ada.

Mau lebih gampang, manfaatkan saja aplikasi Airy untuk mencari hotel di Kediri. Cara pesan kamarnya mudah, pilihan hotelnya banyak, harganya terjangkau pula. Belum lagi fasilitasnya lengkap dengan berbagai promo! Sempurna, kan?

Bosan Berdiam di Hotel? Saatnya Main ke Mal!

Perempuan biasanya mudah bosan dan butuh hiburan. Nah, Anda bisa mampir ke mal atau pusat perbelanjaan sekitar Jalan Dhoho. Ada Dhoho Plaza I, Dhoho Plaza II, Borobudur, dan Ramayana. Anda bisa jalan-jalan, makan, menonton film, dan tentunya belanja lagi!

Beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah
Selesai liburan, perempuan biasanya memikirkan masalah oleh-oleh. Nah, Jalan Dhoho ini merupakan salah satu pusat untuk membeli oleh-oleh di Kediri.
Jadi, tidak hanya belanja baju saja, Anda juga bisa membawa pulang aneka buah tangan khas Kediri, seperti stik tahu, keripik bekicot, gethuk pisang, tahu kuning, atau cokelat tempe.

Selesai liburan ke Kediri, Anda bisa melanjutkan liburan ke Blitar. Di sini juga banyak tempat wisata yang seru kok. Hotel di Blitar juga banyak; jadi jangan takut kalau tidak dapat tempat menginap. Selamat berlibur!
(Der/Ulm)

Wow… Ada Pantai Ngudel di Kabupaten Malang Lho…

Pantai Ngudel, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang (Tika)
Pantai Ngudel, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang (Tika)

MALANGVOICE – Berbicara pesona wisata alam di Kabupaten Malang, terutama lantainya, seolah tidak pernah habis.

Pesonanya, jangan ditanya, sudah pasti indah dengan paduan pasir putih, deburan ombak dan laut yang berwarna biru menenangkan.

Salah satunya adalah Pantai Ngudel, yang berlokasi di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Namanya cukup unik, Ngudel yang terinspirasi dari kata udel alias pusar. Pengelola wisata, Sukiyanto menjelaskan, nama ini terinspirasi karena batu besar yang ada di tengah laut. Batu itu, menyembul ditengah dengan diapit oleh dua bukit besar.

“Jadi batu di tengah itu seperti udel, maka dari itu namanya Ngudel,” kata dia.

Akses menuju Pantai Ngudel ini cukup mudah. Bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan empat.

Lokasinya masih satu garis pantai dengan Balekambang. Wisatawan bisa menuju Ngudel dengan menempuh Jalur Lintas Selatan (JLS).

Sepanjang jalan terdapat penunjuk arah untuk pantai Ngudel. Jalanan sudah beraspal hotmix, sehingga memanjakan perjalanan. Pengunjung bisa menyaksikan kebun dan sawah penduduk di kiri dan kanan jalan.

Akses jalan yang mudah serta pemandangan yang menakjubkan merupakan keunggulan pantai ini.

Begitu sampai di kawasan pantai, gugusan pohon cemara udang yang hijau sangat memanjakan mata segera menyambut wisatawan.

Belum lagi deburan ombak yang tidak pernah putus, pecah begitu menghantam gugusan batu di pinggir pantai. Membuat atmosfer menyenangkan segera tercipta.

Apalagi lagi kondisinya yang masih sepi, membuat pantai yang banyak didatangi pencari ikan ini seolah venue pribadi.

“Saya belum pernah ke Ngudel. Tempat ini recomended sekali. Tidak rugi ke sini, jalannya bagus dan pantainya juga masih bersih. Sayang belum banyak pedagang makanan,” beber salah satu pengunjung, Herdy (35) yang datang bersama keluarganya.

5 Destinasi Wisata Keren di Malang, Hits dan Instagramable Banget!

MALANGVOICE – Kota Malang punya banyak tempat yang menawarkan berbagai macam destinasi wisata. Mulai dari wisata alam sampai wisata buatan yang memiliki keindahan tersendiri. Berikut ini adalah destinasi wisata keren di Malang yang hits dan instagramable banget:

1. Bumi Kitiran

Wisata Edukasi Bumi Kitiran (Foto @nadyahsilvy ngadem.id)
Wisata Edukasi Bumi Kitiran (Foto @nadyahsilvy ngadem.id)

Bumi kitiran terletak di Dusun Binangun, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu adalah tempat wisata edukasi yang tidak kalah Instagramable. Terbilang baru dan menyajikan keindahan tersendiri dengan konsep warna-warni pada ribuan kincir angin. Selain itu harga tiket masuk Bumi Kitiran terbilang murah sebesar Rp10 ribu.

2. Kampung Warna-warni Jodipan

Kampung Warna-warni Jodipan Malang (Foto Gilatripgoodnewsfromindonesia.id)
Kampung Warna-warni Jodipan Malang (Foto Gilatripgoodnewsfromindonesia.id)

Kampung Wisata Warna-warni jodipan menjadi tujuan pilihan wisata di Kota Malang. Selain harga tiket masuknya yang murah, kamu bisa menikmati indahnya pemandangan di Jodipan dengan nuansa warna-warni yang jarang ditemukan di kota lain.

3. Taman Langit

Patung bidadari di Taman Langit Batu (foto @tamanlangitgunungbanyakrutemu.com)
Patung bidadari di Taman Langit Batu (foto @tamanlangitgunungbanyakrutemu.com)

Taman langit yang berada di Jalan Gunung Banyak, Desa Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur bisa menjadi pilihan wisata, dengan berbagai macam patung yang menjadi daya tarik tersendiri dan instagramable seperti angsa raksasa, singa bersayap hingga patung bidadari yang terbuat dari rotan yang menambah kesan bak berada di Negeri Dongeng. Dengan harga tiket yang terjangkau sebesar Rp 10 ribu.

4. Malang Night Paradise

Malang Night Paradise (foto feliciagustinetankanalmalang.net)
Malang Night Paradise (foto feliciagustinetankanalmalang.net)

Berbeda dengan tempat-tempat wisata sebelumnya, kali ini Malang Night Paradise memadukan unsur seni, teknologi dan edukasi dengan keindahan warna-warni lampion menjadikan Malang Night Paradise sebagai tempat instagramable malam hari di kota Malang. Malang night paradise dibuka pukul 18.00-23.00 terletak di Perumahan Jalan Graha Kencana Raya, Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang. Untuk harga tiket masuk hari biasa Rp 25.000 dan untuk weekend dan hari libur Rp 35.000.

5. Coban Rais

Spot foto sepeda udara Coban Rais (foto @joelee_ndoetngalam.co)
Spot foto sepeda udara Coban Rais (foto @joelee_ndoetngalam.co)

Tak kalah hits dan instagramable, Coban Rais adalah tempat wisata Air terjun yang berada di perbukitan Padermaan lebih tepatnya terletak di Jalur Lingkar Barat, Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan ketinggian air terjun kurang lebih 75 meter. Coban Rais menyajikan berbagai spot foto yang menarik dan kekinian seperti gardu pandang, sepeda udara dan banyak lainnya.(Der/Aka/MG2)