28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Kane Lop! Disparta Kota Batu Kembali Hadirkan Batu Street Food Festival 2021

Batu Street Food Festival 2021.

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata Kota Batu kembali menggelar Batu Street Food Festival 2021. Event ini akan digelar mulai 7-8 Desember di Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Pada tahun 2020 lalu, event ini sempat ditiadakan seiring tingginya kasus penularan Covid-19. Sehingga diberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat yang diikuti pula pelarangan pelaksanaan event yang memicu kerumunan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, kuliner merupakan bagian dari sub sektor ekonomi kreatif. Sehingga inheren dengan sektor industri pariwisata karena akan menjadi pemikat belanja wisatawan dan memberi nilai tambah kawasan itu.

“Kuliner menjadi pendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemikat tingkat belanja wisatawan serta pelengkap kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya,” kata Arief.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, Batu Street Food Festival 2021 ini bekerjasama dengan PHRI Kota Batu. Makanan yang disajikan kepada pengunjung berkualitas hotel namun harganya ekonomis.

“Harga PKL tapi kualitas masakannya setara hotel. Dalam strategi pemasarannya kami membantu melalui sistem pemasaran online. Sehingga tidak berkerumun,” ujar dia.

Acara yang bakal dihelat di halaman parkir Balai Kota Among Tani tersebut bakal semakin meriah. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu bakal mendatangkan guest star yaitu Chef Olivia Tommy peserta Master Chef Indonesia sesion 8.

Nanti pengunjung cukup merogoh kocek Rp 5 – 25 ribu dan bisa memilih aneka makanan maupun minuman. Khususnya Tempo Doeloe, sesuai tema yang diselenggarakan. Tidak hanya itu saja, pengunjung juga bisa membuat vlog saat mendatangi acara, karena panitia juga menggelar lomba vlog dengan hadiah jutaan rupiah.

“Selain kuliner pengunjung juga bisa menyaksikan cooking competition, live DJ performance, juggling and mixology performance, acoustic/band, zumba dance, dan live fruit carving. Jadi rugi sekali bila tidak datang ke Kota Batu,” lanjut Arief.(der/adv)

Kota Batu Terima Suntikan dana Rp15 Miliar untuk Bangkitkan Ekonomi Pariwisata

Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Dana hibah sebesar Rp15 miliar digelontorkan pemerintah pusat melalu Kemenparekraf untuk menstimulus kebangkitan ekonomi akibat pandemi covid-19 melalui pariwisata. Dana hibah ini dibagikan untuk 101 Kabupaten/kota yang salah satunya adalah Kota Batu.

Bantuan itu diserahkan kepada Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu untuk didistribusikan kepada pelaku industri pariwisata. Antara lain perhotelan, restoran dan desa wisata. Ditambah lagi UMKM juga termasuk sasaran dan hibah ini.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan untuk mendapat dana ini pelaku industri pariwisata perlu mengajukan proposal. “Proposal itu masih dalam proses verivikasi, kalau sudah selesai langsung disalurkan,” ujarnya, Senin (14/12).

Ia melanjutkan bahwa Pemkot Batu melalui Disparta Kota Batu hanyalah pelaksana penyaluran dana tersebut. Sedangkan juknis penyaluran sudah dibuat oleh dari pusat yakni Kemenparekraf.

“Jadi peran kita di sini hanya sebagai pengkaji apakah dana ini pantas untuk disalurkan pada pelaku-pelaku yang sudah mengajukan proposal,” lanjutnya. Secara rinciannya ada sekitar 100 lebih hotel yang akan mendapat dana hibah ini dan sekitar 30 restoran.

Hotel dan restoran mendapat 70% dari dana hibah itu. Sisanya difokuskan untuk perbaikan sarana prasarana desa wisata yang ada di Kota Batu. “Besaran nilai rupiahnya tergantung ketertiban membayar pajak dan besarannya,” imbuh Arief.

Ia mengatakan bahwa semakin pelaku industri pariwisata mebayar pajak dengan nominal yang besar maka semakin banyak pula bantuan yang akan diterima. “Dana yang kita berikan berkisar pada 10 juta sampai ratusan juta rupiah,” urainya.

Arief menjelaskan bahwa penyaluran dana ini harus selesai di akhir tahun ini. Sedangkan dana ini murni dari APBN yang di mana Disparta hayalah pelaksana.

Dalam penyaluran ini, Disparta Kota Batu juga meminta pendampingan hukum kepada pihak Kejari Kota Batu dan Polres Batu. Sehingga bantuan tepat sasaran dan tepat dalam aspek legal formal.

Kajari Kota Batu, Supriyanto mengatakan, kejaksaan turut membantu terlaksananya program pemerintah tersebut melalui pendampingan hukum yang diberikan Seksi Datun Kejari Kota Batu.

“Agar program tersebut bisa berjalan dengan baik, lancar. Tepat dari segi sasaran, waktu, mutu dan tertib administrasi,” urai Supriyanto.

Supriyanto memberikan rekomendasi agar dilakukan verifikasi secara komprehensif terhadap pihak-pihak penerima bantuan hibah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk mengantisipasi penyimpangan ketentuan hukum yang berlaku, baik peraturan perundangan maupun juklak-juknis dari kementerian.

Serta perlu koordinasi lintas lembaga, yakni Disparta, Inspektorat, Kejari dan Polres Batu. Serta melibatkan pihak PHRI selaku wadah organisasi industri perhotelan dan restoran. Sehingga bisa tepat sasaran.

“Jangan ada manipulasi data maupun fakta. Bagi penerima hibah harus dipergunakan sesuai peruntukkan. Selanjutnya agar segera membuat bukti pertanggungjawaban penggunaan bantuan hibah tersebut,” papar mantan Kajari Gorontalo itu.(der)

Usaha Camilan di Kota Batu Makin ‘Renyah’ di Momen Lebaran

Masyarakat membanjiri toko kue untuk berburu aneka macam camilan untuk suguhan saat hari lebaran. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Bisnis kue kering dan aneka camilan makin ‘renyah’ saat memasuki momen lebaran. Maklum saja, mayoritas masyarakat selalu berburu suguhan untuk merayakan hari kemenangan bersama sanak saudara.

Hiruk pikuk pembeli terlihat di Toko Kharisma, salah satu grosir kue kering di Kota Batu. Toko yang sudah ada sejak 2006 lalu, selalu dibanjiri pembeli, terutama saat mendekati lebaran.

Pengelola Toko Kharisma, Yuyun, mengaku penjualannya naik 180 persen dibandingkan hari-hari biasa. Menurutnya kenaikan harga kue lebaran imbas kebijakan PPN 11 persen, tak menyurutkan minat masyarakat berburu kue lebaran.

“Penjualannya mulai dirasa naik sejak H-10 lebaran. Terus tambah ramai ketika mendekati lebaran,” ujar perempuan asal Sumatera itu.

Berkaca pada tahun-tahun sebelum wabah melanda, biasanya pembelian terus meningkat hingga H+7 lebaran. Namun situasi berbeda dirasakan pada lebaran 2020 dan 2021 lalu. Bisnis kue pada momen lebaran di tahun tersebut mengalami kelesuan.

“Sekarang meningkat drastis dibandingkan dua kali lebaran tahun lalu. Permintaan parsel juga meningkat,” ucap Yuyun.

Pembelinya, rata-rata juga adalah warga Kota Batu sendiri. Masyarakat lebih memilih membeli kue lebaran karena lebih praktis tanpa perlu repot-repot mengolah bahan.

Mereka ramai-ramai membeli beragam makanan camilan untuk disajikan di meja tamu menyambut tamu-tamu yang datang. Seperti diakui Sania Sayyida saat berbelanja berburu kue lebaran bersama ibunya.

Perempuan 22 tahun itu antusias menyambut lebaran tahun ini karena sudah tidak ada lagi pembatasan mobilitas. Sejumlah saudara, teman dan ponakannya rencana akan berkunjung pada lebaran nanti.

“Senang sekali Idul Fitri tahun ini karena sudah bisa bersilaturahmi. Ini mumpung ada waktu luang, saya ngajak ibu belanja kue-kue buat di rumah nanti,” ungkapnya.(der)

Coba Kuliner Nusantara di Pondok Kopi Sambel Teri

Pengunjung saat asik bercengkrama di Pondok Kopi Sambel Teri (Foto: Ayun/MVoice)
Pengunjung saat asik bercengkrama di Pondok Kopi Sambel Teri (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Akhir pekan identik dengan hari libur. Masyarakat umumnya memanfaatkan waktu ini untuk istirahat atau jalan-jalan dengan keluarga.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati kuliner dengan nuansa pedesaan? ‘Pondok Kopi Sambel Teri’ dapat menjadi rekomendasi tepat menikmati akhir pekan dengan keluarga.

Restoran yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kota Batu ini sembari bersantai, pengunjung pun dapat menikmati suasana dan pemandangan kota berjuluk de Kleine Swizterland.

Pondok Kopi Sambel Teri yang dilaunching pada 3 November 2018 lalu, memiliki bangunan utama berupa Joglo.

Konsep joglonya tradisional dengan pilar dan dindingnya berbahan kayu. Selain itu perabotnya pun mayoritas berbahan kayu.

Owner ‘Pondok Kopi Sambel Teri’, Agung Panji Kurnia mengungkapkan awalnya hanya sebuah gazebo tempat istirahat. Kemudian seiring berjalannya waktu menjadi sebuah restoran

“Jadi, awalnya kami dengan pesantren depan ini sering makan bareng. Ya, sudah seperti keluarga. Kemudian, karena makan tak lengkap rasanya jika tanpa sambel,” ungkapnya.

“Begitu kami membuat Sambel Teri ternyata rasanya enak. Obrolan, tersebut suatu saat terkabulkan menjadi sebuah restoran,” imbuh Pria enam bersaudara ini.

Lebih lanjut ia mengatakan bila menu yang menjadi andalan yakni Ayam Geprek Sambel Teri. Sementara untuk minuman ada olahan buah, susu, serta kopi.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, dibanderol mulai harga Rp 8 ribu – Rp 20 ribu pengunjung sudah dapat menikmati serbagai makanan dan minuman di sana.

Selain itu, restora tersebut sering dijadikan tempat pemotretan prewedding dan pembuatan film.

“Kami juga tidak pernah menarik biaya untuk prewedding dan pengambilan film. Semuanya bebas,” terang pria kelahiran Banyuwangi ini.

Sejumlah artis nasional pun pernah berkunjung ke Pondok Kopi Sambel Teri. Salah satunya Asmirandah dan sang suami, Jonas Rivanno.

Perlu diketahui, restoran tersebut buka sejak pukul 11.00 WIB – 23.00 WIB. Dan libur setiap hari Kamis.

Kemudian, untuk akses terbilang cukup mudah. Dari Alun-Alun Kota Batu, wisatawan hanya butuh waktu sekitar 12 menit ke lokasi. Untuk menuju lokasi, memang saat ini belum ada papan penunjuk arah.

Namun wisatawan dapat menggunakan Google Map agar lebih mudah menuju Pondok Kopi Sambel Teri.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah.

“Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat,” tuturnya. (Adv)

Smile Addict, Learning Cafe Baru dan Satu-satunya di Malang

Smile Addict Cafe Baru di Malang. (Instagram Smile Addict)

MALANGVOICE – Kelompok atau komunitas yang bingung mencari tempat nongkrong, kini tak perlu repot lagi. Smile Addict Learning Cafe hadir sebagai solusi.

Smile Addict Cafe adalah sebuah tempat makan, nongkrong dan ngopi dengan konsep learning cafe satu-satunya di Malang. Berlokasi di Jalan Sumbersari no 91, Kav 3, Malang, cafe ini baru saja resmi dibuka 28 September 2017.

Pemilik cafe, Sari Kurniawati, mengatakan cafenya menjawab kegelisahan anak-anak muda, anggota komunitas, yang selama ini kebingungan mencari tempat gathering.

“Sekalipun menemukan tempat yang enak, tapi biasanya berisik, lalu ada yang makanannya nggak enak, banyak asap rokok lagi. Kalau di cafe kami, kami menyediakan tempat yang nyaman, full wifi, makanan enak murah meriah, dan bebas asap rokok,” katanya saat ditemui MVoice.

Smile Addict memang mengangkat konsep healthy environment, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan merokok. Menu yang disajikan kebanyakan snack ringan seperti toast, french fries dan lainnya yang tentunya ramah di kantong.

Selain itu, Smile Addict memang mengutamakan segmentasi pasar dari komunitas yang ada di Malang Raya karena Smile Addict ingin menjadi fasilitator dan bagian dari kegiatan positif dan sosial.

“Nama Smile Addict dipilih karena tersenyum merupakan awal memulai mod yang positif dan baik,” tukas Sari.

Dalam peluncurannya, Smile Addict mengeluarkan kartu member bagi komunitas seperti Lukis Bareng Ngalam, Cat Lovers Malang, Gerakan 1000 Guru, Gerakan Dongeng Indonesia, Backpacker Dunia, Akar Tuli dan sebagainya. Member akan mendapatkan diskon 10 persen tiap pemesanan. Setelah 5 kali kunjungan, komunitas akan mendapatkan diskon 20 persen. Fasilitas yang didapatkan yaitu tentunya ruang kumpul lengkap dengan LCD, snack, minuman. Karena terbatas, komunitas di Malang Raya yang ingin menjadi member segeralah mendaftar langsung ke cafe.

“Kami batasi karena kami ingin memastikan pengunjung yang menjadi member kami dapat menikmati suasana learning senyaman mungkin,” tutupnya.(Der/Yei)

Mie Instan Lover Wajib Simak Hal Ini Agar Makan Tetap Sehat

Mie Instan Lengka dengan telur dan sayur (booksburgadvatiser)
Mie Instan Lengka dengan telur dan sayur (booksburgadvatiser)

MALANGVOICE – Mie instan adalah makanan yang digandrungi segala lapisan masyarakat. Demikian terlalu sering makan mie instan bisa mengancam kesehatan. Tapi jangan khawatir, sesekali makan mie instan bisa sehat asalkan Anda mengikuti tips yang dirangkum MVoice dari laman The Health Site, Rabu (13/12)

1. Tambahkan Telur
Telur mengandung protein yang menyehatkan. Agar tak monoton, umumnya mie instan ditambahkan telur ceplok, telur rebus atau telur orak-arik.

2. Sayur Mayur
Menambahkan sayuran jelas akan membuat mie instan jadi lebih sehat. Anda bisa menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, kubis, kembang kol, atau brokoli. Tambahkan sayuran tersebut saat mie akan matang sehingga nutrisi dalam sayuran tetap terjaga. Anda mendapatkan tambahan serat yang bermanfaat untuk mendukung pencernaan.

3. Daging Ayam Tanpa Lemak
Selain bahan di atas, Anda juga bisa menambahkan daging ayam yang akan membuat mie jadi lebih sehat. Namun pilihlah daging ayam tanpa lemak.

4. Kurangi Bumbu
Mie Instan biasanya memiliki sepaket bumbu. Jika bisa, kurangi saja porsi bumbunya dan ganti dengan penambah rasa buatan sendiri seperti dengan lada hitam, garam secukupnya, atau bubuk cabe yang tidak terlalu pedas.(Der/Aka)

Perkuat UMKM Kayutangan Heritage Sebagai Ikon Baru Kota Malang

Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Kampung Kayutangan Heritage secara pelan namun pasti kini menjadi destinasi wisata andalan di Kota Malang.

Kayutangan terletak di Jalan Basuki Rahmat ini juga mulai berbenah. Penataan kursi di sepanjang pedestrian, lampu hias serta bangunan lawas semakin menjadikan Kayutangan sebagai warisan budaya di Kota Malang.

Belum lagi banyak festival yang digelar di sana sehingga banyak menarik wisatawan lokal maupun asing.

Dampaknya pun semakin positif dengan pertumbuhan dan perputaran ekonomi di wilayah Kayutangan Heritage.

Berbagai macam kuliner pun tersaji di sepanjang jalan hingga masuk ke dalam gang-gang kecil yang perlu dijajal.

Salah satu pengunjung Kayutangan Heritage yang ditemui MVoice, Hendra, mengaku sangat senang dengan lokasi Kayutangan Heritage.

Widayati Sutiaji berpose di Kayutangan Heritage. (Instagram Widayati Sutiaji)

Ia bisa memanfaatkan banyak tempat di sana untuk berkumpul bersama teman untuk ngopi atau bahkan hanya duduk santai di kursi pedestrian yang sudah tertata cantik.

“Biasanya sama teman-teman akhir pekan selalu ke sini. Ya selain bagus tempatnya kalau malam juga tidak bingung mencari lokasi nongkrong atau kulineran,” ungkapnya.

Wali-Kota-Malang-Drs.-H.-Sutiaji-dan-Wakil-Wali-Kota-Malang-Ir.-H.-Sofyan-Edi-Jarwoko-saat-pagelaran-Malang-108-‘Rise-and-Shine-Kayutangan-Heritage. (humas Pemkot Malang)

Jajanan Andalan Kayutangan Heritage

Salah satu jajanan khas di Kayutangan adalah Ontbijtkoek (Ombikuk). Ontbijtkoek adalah kue khas negara kincir angin yang kaya rempah di dalamnya. Warnanya coklat, dengan kacang almond atau kenari sebagai topingnya, serta rasa dan aroma dominannya adalah kayu manis. Pas sekali sebagai pendamping minum kopi atau teh.

“Hampir semua warga di sini sudah bisa membuat kue Ontbijtkoek. Kami beberapa kali adakan pelatihan untuk pembuatan kue ini. Untuk sementara memang hanya made by order ya. Karena kalau kue, cake semacam ini kan hanya tahan maksimal tiga hari,” terang Ninik Abdilah, seorang pegiat Pokdarwis Kayutangan.

Kue ini seakan menjadi primadona sebagai oleh-oleh karena dipesan banyak pihak. Ninik mengaku, pesanan Ontbijtkoek dijual bervariasi mulai Rp4 ribu sampai Rp80 ribu tergantung ukuran.

Tak hanya berbentuk cake. Kue Ontbijtkoek ini juga bisa dikreasikan menjadi kue dengan gaya berbeda. Seperti yang dilakukan Sri Arniati, pemilik UMKM Gubug Lombok, melalui inovasi, kreativitas, dan tangan terampilnya, Ontbijtkoek juga disulap menjadi cookies dan pie.

Salah satu jajanan khas di Kayutangan adalah Ontbijtkoek (Ombikuk). (Istimewa)

“Kalau cookies ini kan lebih tahan lama, jadi cocok juga untuk oleh-oleh. Kalau pie Ontbijtkoek ini, saya kepikirannya kalau brownis bisa diolah menjadi pie brownis kan. Nah kalau Ontbijtkoek kenapa tidak dibuat pie juga. Ternyata hasilnya enak. Ini pertama kali saya coba,” papar wanita yang akrab disapa Atik ini.

Produk UMKM Kayutangan. (istimewa)

Menjelajah lebih dalam, kita akan menemukan Warung Mak Nap yang sudah berjualan sejak 1958. Warung dengan bangunan lawas bercat kuning inu bisa dengan mudah ditemukan di Gang 2 Kayutangan.

Adapun menu yang ditawarkan antara lain, soto, rawon, nasi pecel dan nasi campur. Yang menjadi favorit para pelanggan di warung ini adalah soto babat yang tersaji hangat di sebuah piring.

Lebih nikmat lagi disantap dengan perkedel kentang dan juga aneka sate seperti misalnya sate daging dan sate usus.

Untuk bisa menikmati hidangan-hidangan tersebut, Nawak Ngalam cukup menyiapkan dana sebesar Rp15.000,00 hingga Rp25.000,00 untuk setiap porsi makanannya.

Pemilik warung, Yanti, bercerita, ia adalah generasi ketiga yang mengelola warung tersebut. Awalnya, neneknya yang memulai usaha pada tahun 1958 di lokasi yang sama. Usaha tersebut kemudian berlanjut dikelola ibu dan budenya, dan kini Yanti melanjutkan usaha turun-temurun keluarganya tersebut.

“Untuk memasak semua makanan ini, ibu saya masih turun tangan langsung. Jadi semua makanan ini masih menggunakan resep asli yang sama dari mbah saya mulai berjualan di tahun 1958 itu,” ujarnya.

Produk UMKM Kayutangan. (istimewa)

UMKM Manfaatkan Teknologi

Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan, Mila kurniawati, menambahkan, sebenarnya ada lebih dari 100 UMKM yang ada di wilayahnya, namun hanya sekitar 30 an yang terdaftar.

“Maksud yang terdaftar adalah UMKM yang bertema kuliner jadul dan menunjang pariwisata (oleh-oleh),” kata Mila kepada MVoice, Jumat (14/10).

Mila melihat geliat Kampung Kayutangan Heritage sudah terlihat sejak dibuka setelah pandemi Covid 19 selama dua tahun belakangan.

Hal ini terlihat mulai banyaknya kunjungan wisata di sekitar Kayutangan Heritage, mulai hanya sekadar berfoto atau juga berbelanja hingga masuk ke dalam kampung.

Warga di sana selama pandemi Covid 19 juga semakin kreatif belajar memasarkan produk lewat online. Hasilnya juga cukup lumayan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengenalkan produk ke luar Malang.

Pelatihan UMKM. (Istimewa)

“Sekarang ditambah koridor Kayutangan bergeliat menjadi umpan untuk bangkit kembali. Tidak serta merta semua langsung bangkit, tapi bertahap. Sebagian masih “menunggu” tamu yang masuk, sebagian sudah berjalan ke depan dengan memasarkan produknya secara online,” imbuhnya.

Untuk memaksimalkan pemasaran, selain menggunakan teknologi online, para UMKM di sana juga terus digembleng pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk dan SDM.

Wanita berkerudung ini mengaku banyak menggandeng pakar dan praktisi dari akademisi untuk membekali pelaku UMKM di Kayutangan Heritage.

“Beberapa kali mengikuti pameran, bazar yang mengikutkan produk lokal warga. Beberapa produk juga sudah kita promosikan melalui medsos pokdarwis maupun tingkat kota,” jelasnya.

“Selanjutnya akan tetap dilakukan pendampingan pengurusan legalitas usaha, peningkatan kualitas produk dan semacamnya,” Mila menadaskan.(der)

Manfaatkan Ekosistem Digital Bantu Kembangkan Kuliner Indonesia Timur, Se’i Sapi Kana

Head Marketing Se'i Sapi Kana Yogyakarta. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kuliner Se’i merupakan makanan khas asal Kupang, NTT. Karena kepopulerannya, se’i banyak dijumpai di beberapa tempat termasuk di Jawa.

Olahan se’i yang menggunakan daging babi, kini juga banyak diubah menggunakan daging sapi. Salah satu pionir menggunakan daging sapi adalah Se’i Sapi Kana.

Saat pertama kali diluncurkan di Yogyakarta tahun 2019 lalu, Se’i Sapi Kana terus mempopulerkan masakan khas Indonesia Timur ini dengan menyediakan berbagai macam variasi menu.

Dari menu sambal, mereka mempertahankan sambal asli dari Indonesia Timur, Sambal Lu’at sebagai menu andalannya dan juga menyediakan varian lain seperti rica-rica, lada hitam, sambal hijau dan sambal matah. Variasi menu ini tidak disangka sangat digemari dan diterima oleh masyarakat yang lebih luas dan berkontribusi atas popularitas Se’i Sapi Kana secara umum.

Lebih lanjut, perjalanan membawa Se’i ke industri kuliner Indonesia juga didukung dengan kehadiran bisnis dan peluang di ranah digital.

Andra Lesmana, selaku founder dari Sei Sapi Kana menyatakan, misi untuk mempopulerkan hidangan Se’i di seluruh nusantara telah berhasil dengan dukungan dari ekosistem digital yang mumpuni.

“Kita sebagai pelaku usaha diharapkan untuk bisa fokus dengan menganalisis tren secara akurat dan menerapkan pembaruan untuk pasar, yaitu bagaimana kami menerapkan strategi baru untuk melayani masyarakat yang harus berkegiatan di rumah misalnya. Selain itu pelaku usaha juga harus mempunyai mental yang luar biasa karena selain fokus yang membedakan kita dengan pengusaha yang lain adalah mental,” katanya dalam rilis yang diterima MVoice.

Banyubiru, selaku Head of Marketing dan RnD dari Se’i Sapi Kana menyatakan, pengembangan bisnis banyak menggunakan media sosial sebagai alat promosi.

“Kami menjalankan strategi tersebut untuk tujuan pemasaran dan periklanan. Selain media sosial, Se’i Sapi Kana juga terus memanfaatkan peluang yang diberikan oleh platform digital yang menawarkan layanan pesan-antar online seperti GrabFood untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Alhasil sekarang konsumen kami dapat menikmati kelezatan Se’i Sapi Kana hanya dengan beberapa kali klik saja di aplikasi GrabFood,” imbuhnya.

Terbukti dari kehadiran Se’i Sapi Kana di platform digital menghasilkan awareness atau kesadaran pasar yang lebih baik, dan juga mendorong penjualan dine-in.

Dari segi awareness pasar, dua atau tiga tahun lalu, Se’i Sapi adalah menu yang cukup sulit ditemukan di kalangan masyarakat Indonesia. Eksposur dari GrabFood telah membantu Se’i Sapi Kana dalam mempopulerkan makanan ini di kalangan pengguna Grab. Kini masyarakat bisa menikmati hidangan ini di 100 gerai di kota-kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Malang, Bali dan kota lainnya di seluruh Indonesia.

Ketika Se’i Sapi Kana mencapai puncak popularitasnya, sulit untuk mengelola permintaan yang masuk untuk layanan dine-in. GrabFood berperan dalam menyokong operasional Se’i Sapi Kana. Kini, proporsi pesanan dine-in dan GrabFood di Se’i Sapi Kana seimbang, bahkan kadang-kadang lebih mengarah ke GrabFood dengan perbandingan 60:40.

Dalam perjalanannya, Se’i Sapi Kana juga bekerja sama dengan Account Manager GrabFood untuk mengembangkan menu dan paket yang sesuai dengan permintaan konsumen dan promosi menarik.

Banyu juga menjelaskan bagaimana dukungan dari GrabFood juga telah mempengaruhi strategi bisnis dan meningkatkan layanan dine-in Se’i Sapi Kana,

“Bagi kami, hal yang perlu diperhatikan adalah menciptakan keseimbangan antara promosi yang tersedia di platform pengantaran online seperti GrabFood dan yang tersedia di gerai offline. Kami menemukan bahwa kehadiran kami di platform online memang mendorong konsumen untuk ke toko offline kami,” jelasnya.

Meskipun telah mencapai titik kesuksesan perkembangan bisnisnya, Se’i Sapi Kana tidak mudah puas dengan pencapaian tersebut dan terus menunjukan kegigihannya dalam mempelajari wawasan bisnis baru.

Melalui webinar GrabAcademy dari GrabFood, Se’i Sapi Kana mendapatkan kesempatan untuk bisa berbagi tentang perjalanan bisnisnya dengan sesama pelaku UMKM lainnya.

Hadi Koe, Head of Marketing GrabFood juga menekankan bagaimana Grab menciptakan ekosistem digital yang kondusif untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya di ranah digital.

“Hrapannya, program ini dapat membantu mitra merchant mengembangkan menu baru untuk memanjakan konsumen. Lewat inisiatif dan dukungan ini, GrabFood selalu berusaha untuk memberdayakan para mitra merchant dan menjadi platform terbaik bagi pelaku UMKM. Se’i Sapi Kana adalah salah satu mitra merchant kami yang mampu memanfaatkan inovasi berbasis teknologi yang telah kami rancang dan kami harap untuk terus bisa membawa semangat ini ke lebih banyak pelaku UMKM di platform kami,” tandasnya.(der)

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)

Rasa Konsisten Sejak 1959, Es Tanimbar Andalkan Resep Turun-Temurun

Joni (kiri) menyajikan es Santan yang legendaris, (MG2).

MALANGVOICE – Salah Satu minuman yang cukup dikenal warga Kota Malang adalah Es Santan. Meski hanya berada di pinggir jalan Tanimbar tepatnya di samping SMKN 4 Kota Malang, tapi es ini selalu laris diburu pembeli.

Minuman yang ada dan dijalankan secara turun temurun sejak Tahun 1959 ini memiliki berbagai macam julukan mulai dari mengadopsi nama Jalan, menjadi Es Tanimbar, hingga disebut juga dengan Es Blackpink serta Es Grafika.

Menurut penjual es santan ketan hitam, Joni Purnomo, awal mula orang tuanya berjualan masih berkeliling menggunakan gerobak, lalu pada tahun 1998 menetap di Jalan Tanimbar hingga saat ini.

“Berjualan es sudah sejak awalnya tahun 1959, kemudian berada di sini (Jalan Tanimbar) sejak tahun 1998,” ujarnya.

Es santan ketan hitam ini memiliki komposisi tape, cendol, roti yang ditutup dengan siraman sirup merah di atasnya.

Uniknya, es tersebut tidak menggunakan es batu, melainkan air santan yang telah beku.

Joni, mengatakan, untuk beberapa bahan baku yang digunakan untuk es itu dibuat sendiri. Hal itu dikatakannya guna mempertahankan cita rasa yang telah dimiliki.

“Kami pakai santan sama es serut aja. Tapi di sini yang bikin spesial itu santan, cendol, tape, dan sirup itu kami bikin sendiri semuanya,” tuturnya.

Dalam satu hari Joni mampu menjual antara 400 hingga 600 gelas es santan ketan hitam. Dengan membanderol satu gelasnya seharga Rp 5 ribu.

Dirinya menambahkan, salah satu alasan bisa tetap ramai pembeli adalah memberikan pelayanan terbaik dan konsisten pada cita rasa yang dimiliki.

“Konsisten untuk rasa dan pelayanan yang membedakan itu dari segi tanggap dan kecepatan dalam melayani,” tandasnya.(der)