Kafe Ubi Kota Batu, Suguhkan Nuansa Tempo Dulu

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini saat berada di dapur kafe (Foto: Ayun/MVoice)

0MALANGVOICE – Sejarah menyebutkan ubi pernah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia saat mengalami masa sulit di zaman penjajahan dahulu. Di beberapa daerah ubi sempat menjadi bahan makanan pokok pengganti nasi. Meski demikian saat diolah oleh tangan trampil, ubi bisa berubah menjadi camilan enak dan sehat.

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini saat berada di dapur kafe (Foto: Ayun/MVoice)

Kreativitas terbukti menjadi hal penting dalam pengembangan wisata kuliner. Itulah yang ditempuh oleh warga Desa Pandanrejo, Kota Batu.

Ya, di Kafe Ubi yang berada di tengah sawah jalan satu arah menuju Coban Lanang, Kota Batu. Ubi disajikan begitu menggoda selera ketika mata menelusuri buku daftar menunya.

Kafe ini dikenal dengan suguhan makanan ala petani. Salah satunya ketela rambat yang direbus dan disuguhkan hangat-hangat. Karena itu, nama kafe ini bernama ‘Kafe Ubi’.

Menariknya di Kafe Ubi ini semua makanan dimasak tidak menggunakan kompor gas, melainkan tungku. Selain itu, pengunjung juga bisa mengambil makanan sendiri di dapur kafe ini layaknya rumah sendiri.

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini (43) mengatakan kafe ini baru buka sekitar dua minggu. Dan ini untuk melestarikan makanan ketela yang ditanam petani di Desa Pandanrejo.

“Ya, karena sekarang keadaan ubi ini sudah berkurang. Karena itu, kami utamakan makanan itu jadi khas di kafe ini,” bebernya saat ditemui MVoice

“Selain itu juga mengenalkan ke anak-anak yang sudah jarang mengetahui makanan yang termasuk ke dalam Polo Pendem ini,” sambungnya.

Selain ubi, juga ada makanan rumahan seperti lauk ikan pindang, sayur pedas, sayur tewel, tempe tahu, telor, dan lainnya.

Harganya pun sangat terjangkau, untuk makanan berat paket menu sawah hanya Rp 7000 rupiah. Dengan tambahan menu masing-masing antara Rp 1500 – Rp 5000 rupiah. Sementara, kafe ini buka sejak pukul 10.00 WIB – 17.00 WIB.

Sementara itu, Lidsya Rizky pengunjung asal Pujon merasa kembali nuansa tempo dulu. Lantaran suasana yang begitu asri dan jauh dari suara kendaraan membuat tempat ini dipilihnya.

“Awalnya saya mau ke Coban Lanang. Tapi, begitu melihat kafe ini jadi mampir. Cuma ya maklum sih baru buka jadi kalau mau parkir rada sulit,” ungkapnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Akhir Pekan Liburan ke Kediri, Ada Destinasi Surganya Wanita di Dhoho

Jalan Dhoho. (kedirisupport)

MALANGVOICE – Bagi kebanyakan perempuan, berwisata dan belanja adalah satu paket. Di Kediri, ada tempat yang cocok bagi kaum hawa menghabiskan waktu. Jalan Dhoho namanya.

MVoice merangkum alasan Dhoho bisa disebut sebagai ramah perempuan, berikut penjelasannya.

Belanja Produk Fesyen dengan Beragam Harga dan Merek Sepuasnya

Ada berbagai produk fesyen yang ditawarkan toko-toko di kawasan Dhoho, seperti pakaian, sepatu, aksesori, bahkan makeup.

Kualitas barang di Jalan Dhoho bervariasi; ada yang asli, bermerek, atau kw. Harganya pun beragam. Nah, Anda tinggal belanja menyesuaikan kebutuhan dan bujet. Oh ya, kawasan ini bisa dibilang Malioboro-nya Kediri, lo!

Tidak hanya produk fesyen dan riasan, Anda juga bisa menemukan buku, kebutuhan rumah tangga, sampai kebutuhan sehari-hari. Lengkap deh!

Mencicip Nasi Pecel Pincuk dengan Rasa Maknyus

Saatnya mengisi perut setelah lelah belanja! Kawasan Jalan Dhoho dipenuhi berbagai kafe dan tempat makan. Cukup pilih saja mana tempat yang paling cocok untuk beristirahat dan bersantai.
Yang tak boleh ketinggalan jika datang ke sini adalah mencicip kelezatan nasi pecel pincuk. Kuliner ini adalah salah satu kuliner khas Kediri yang sangat populer di kawasan Dhoho.

Jangan lewatkan minta sambal tumpang pada penjualnya, ya. Sambal tumpang ini merupakan olahan fermentasi tempe yang bakal membuat makanan lebih maknyus! Pecel ini dihidangkan dengan daun pisang yang dibentuk pincuk.

Mencari Penginapan Mudah Tanpa Harus Repot Keliling Kota

Tidak perlu panik jika Anda belum mendapat hotel untuk menginap. Kawasan Dhoho dipadati hotel dari berbagai kelas. Mulai kelas melati sampai berbintang, semua ada.

Mau lebih gampang, manfaatkan saja aplikasi Airy untuk mencari hotel di Kediri. Cara pesan kamarnya mudah, pilihan hotelnya banyak, harganya terjangkau pula. Belum lagi fasilitasnya lengkap dengan berbagai promo! Sempurna, kan?

Bosan Berdiam di Hotel? Saatnya Main ke Mal!

Perempuan biasanya mudah bosan dan butuh hiburan. Nah, Anda bisa mampir ke mal atau pusat perbelanjaan sekitar Jalan Dhoho. Ada Dhoho Plaza I, Dhoho Plaza II, Borobudur, dan Ramayana. Anda bisa jalan-jalan, makan, menonton film, dan tentunya belanja lagi!

Beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah
Selesai liburan, perempuan biasanya memikirkan masalah oleh-oleh. Nah, Jalan Dhoho ini merupakan salah satu pusat untuk membeli oleh-oleh di Kediri.
Jadi, tidak hanya belanja baju saja, Anda juga bisa membawa pulang aneka buah tangan khas Kediri, seperti stik tahu, keripik bekicot, gethuk pisang, tahu kuning, atau cokelat tempe.

Selesai liburan ke Kediri, Anda bisa melanjutkan liburan ke Blitar. Di sini juga banyak tempat wisata yang seru kok. Hotel di Blitar juga banyak; jadi jangan takut kalau tidak dapat tempat menginap. Selamat berlibur!
(Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Mie Instan Lover Wajib Simak Hal Ini Agar Makan Tetap Sehat

Mie Instan Lengka dengan telur dan sayur (booksburgadvatiser)
Mie Instan Lengka dengan telur dan sayur (booksburgadvatiser)

MALANGVOICE – Mie instan adalah makanan yang digandrungi segala lapisan masyarakat. Demikian terlalu sering makan mie instan bisa mengancam kesehatan. Tapi jangan khawatir, sesekali makan mie instan bisa sehat asalkan Anda mengikuti tips yang dirangkum MVoice dari laman The Health Site, Rabu (13/12)

1. Tambahkan Telur
Telur mengandung protein yang menyehatkan. Agar tak monoton, umumnya mie instan ditambahkan telur ceplok, telur rebus atau telur orak-arik.

2. Sayur Mayur
Menambahkan sayuran jelas akan membuat mie instan jadi lebih sehat. Anda bisa menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, kubis, kembang kol, atau brokoli. Tambahkan sayuran tersebut saat mie akan matang sehingga nutrisi dalam sayuran tetap terjaga. Anda mendapatkan tambahan serat yang bermanfaat untuk mendukung pencernaan.

3. Daging Ayam Tanpa Lemak
Selain bahan di atas, Anda juga bisa menambahkan daging ayam yang akan membuat mie jadi lebih sehat. Namun pilihlah daging ayam tanpa lemak.

4. Kurangi Bumbu
Mie Instan biasanya memiliki sepaket bumbu. Jika bisa, kurangi saja porsi bumbunya dan ganti dengan penambah rasa buatan sendiri seperti dengan lada hitam, garam secukupnya, atau bubuk cabe yang tidak terlalu pedas.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Di Hayaku, Kita Bisa Masak Yakiniku dan Steamboat Sendiri

Masak sendiri bersama teman
Masak sendiri bersama teman

MALANGVOICE – Satu lagi destinasi kuliner ala Jepang yang harus Anda coba di Malang. Adalah Hayaku Yakiniku and Steamboat di Jalan Bendungan Sigura-gura Barat 1C, Sukun, Malang.

Hayaku adalah rumah makan baru yang menyajikan yakiniku, daging sapi dan ayam yang dimasak dengan cara dibakar. Sedang steamboat semacam mie dengan berbagai tambahan sawi dan sayur, udang, dan rebus.

Serunya, Anda bisa memasak semuanya sendiri. Hayaku sudah menyiapkan kompor dan panci untuk memasak di meja masing-masing.

Untuk harga semuanya dibanderol kisaran Rp 50 ribu. Tapi bisa untuk dimakan berdua bahkan berempat.

BNN Kota Malang

Smile Addict, Learning Cafe Baru dan Satu-satunya di Malang

Smile Addict Cafe Baru di Malang. (Instagram Smile Addict)

MALANGVOICE – Kelompok atau komunitas yang bingung mencari tempat nongkrong, kini tak perlu repot lagi. Smile Addict Learning Cafe hadir sebagai solusi.

Smile Addict Cafe adalah sebuah tempat makan, nongkrong dan ngopi dengan konsep learning cafe satu-satunya di Malang. Berlokasi di Jalan Sumbersari no 91, Kav 3, Malang, cafe ini baru saja resmi dibuka 28 September 2017.

Pemilik cafe, Sari Kurniawati, mengatakan cafenya menjawab kegelisahan anak-anak muda, anggota komunitas, yang selama ini kebingungan mencari tempat gathering.

“Sekalipun menemukan tempat yang enak, tapi biasanya berisik, lalu ada yang makanannya nggak enak, banyak asap rokok lagi. Kalau di cafe kami, kami menyediakan tempat yang nyaman, full wifi, makanan enak murah meriah, dan bebas asap rokok,” katanya saat ditemui MVoice.

Smile Addict memang mengangkat konsep healthy environment, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan merokok. Menu yang disajikan kebanyakan snack ringan seperti toast, french fries dan lainnya yang tentunya ramah di kantong.

Selain itu, Smile Addict memang mengutamakan segmentasi pasar dari komunitas yang ada di Malang Raya karena Smile Addict ingin menjadi fasilitator dan bagian dari kegiatan positif dan sosial.

“Nama Smile Addict dipilih karena tersenyum merupakan awal memulai mod yang positif dan baik,” tukas Sari.

Dalam peluncurannya, Smile Addict mengeluarkan kartu member bagi komunitas seperti Lukis Bareng Ngalam, Cat Lovers Malang, Gerakan 1000 Guru, Gerakan Dongeng Indonesia, Backpacker Dunia, Akar Tuli dan sebagainya. Member akan mendapatkan diskon 10 persen tiap pemesanan. Setelah 5 kali kunjungan, komunitas akan mendapatkan diskon 20 persen. Fasilitas yang didapatkan yaitu tentunya ruang kumpul lengkap dengan LCD, snack, minuman. Karena terbatas, komunitas di Malang Raya yang ingin menjadi member segeralah mendaftar langsung ke cafe.

“Kami batasi karena kami ingin memastikan pengunjung yang menjadi member kami dapat menikmati suasana learning senyaman mungkin,” tutupnya.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Numani Senang, Lezatnya Nugget Berbahan Utama Rumput Laut Cocok untuk Diet

Nugget Rumput Laut yang sudah matang dan siap disantap (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) baru saja menciptakan makanan olahan nugget Numani Senang berbahan utama rumput laut. Mereka adalah Tristanti Rakhmaningrum, Anggia Kususma, Respati Satriyanis, Umdatul Muftin, dan Vany Zuhriya Zain oleh bimbingan Dr Murni Sapta Sari MSi.

Tristanti mengatakan, bahan rumput laut yang mereka ambil berasal dari Kabupaten Pacitan, tepatnya di Kecamatan Ngadirojo yang memiliki potensi sumber daya alam prospektif khususnya bidang perikanan di kawasan pantai. Bukan hanya ikan, ternyata daerah tersebut punya komoditas rumput laut yang besar.

Kemasan Nugget Rumput laut (Anja Arowana)

“Produksi rumput laut bisa sampai 13 ribu kilogram lebih tahun 2010 lalu. Jenis rumput laut yang banyak di daerah Ngadirojo adalah Eucheuma cottonii. Sayangnya rumput laut disana dijual dalam bentuk bahan mentah. Jadi untuk peningkatkan nilai produk harus ada inovasi baru,” kata dia kepada Mvoice.

Kemudian, Tristanti dan timnya membuat nugget rumput laut dengan cara mengganti bahan utama daging sebagai nugget dengan rumput laut yang dihaluskan. Metode pengolahannya pun hampir sama dengan metode membuat nugget pada umumnya.

Rumput laut jenis ini, lanjutnya, selain mengandung karagenan yang tinggi, apabila dalam bentuk tepung dapat mengandung serat pangan total mencapai 91,3% berat kering dan iodium sebesar 19,4 µg/g berat kering

“Cocok buat diet lho, karena lemaknya rendah, ” tukasnya.

Hasil inovasi mereka pun berhasil didanai penuh oleh DIKTI dalam program PKM Nasional 2017. Mereka berharap mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk hasil olahan rumput laut yang dapat menjadi produk unggulan khas daerah Pacitan, membantu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Ngadirojo.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Olahan Kambing Beberapa Negara yang Bisa Dicoba

MALANGVOICE – Tepat sudah hari ini, Rabu (22/8) umat Islam merayakan Idul Adha 1439. Nah, pastinya Anda sudah mendapatkan daging banyak ya, baik daging kambing maupun daging sapi.

Jika Anda bosen dengan masakan khas Indonesia terutama saat momen Idul Adha ini, maka cobalah menu dari berbagai negara ini. Melansir dari berbagai sumber, berikut macam-macam menu khususnya untuk daging kambing:

1. Lamb Kebab – Timur Tengah

Kalau bosan mengolah daging kambing menjadi sate biasa, bisa dicoba buat sate khas Timur Tengah atau biasa disebut kebab.

Bahan sausnya terbuat dari 175 ml yogurt, 2 buah jalapeno, cincang, 2 siung bawang putih, cincang, 3 sdm campuran mint dan peterseli cincang, ½ sdt garam dan setengah sdt merica hitam bubuk.

Sedangkan untuk dagingnya siapkan 500 g daging kambing, cincang, 1 sdm cabai merah kering bubuk (flakes), setengah sdt jintan bubuk, 2 sdt ketumbar bubuk, seperempat sdt kayu manis bubuk, 4 cm jahe parut, 100 g bawang bombai cincang, 2 siung bawang putih, cincang halus, 2 buah jalapeno, cincang dan 1¼ sdt garam.

Cara buatnya juga mudah. Tusukkan daging yang sudah dimarinasi, kemudian selingi dengan potongan bawang bombay dan sayuran. Bakar kebab hingga matang, sajikan. Hidangan satu ini untuk menemani kebersamaan bareng teman dan keluarga dekat.

2. Tagine – Maroko

Tagine merupakan salah satu kuliner mirip semur khas Maroko. Daging kambing yang dibumbui beragam rempah khas Maroko dimasak dalam wadah tanah liat yang dilengkapi dengan tutup berbentuk kerucut.

Bahannya sangat mudah yakni, 2 sdm minyak zaitun, 1 buah bawang bombay (cincang), 2 buah wortel (potong kecil-kecil), 500g kaki kambing (potong kotak-kotak), 2 siung bawang putih besar (hancurkan), 1/2 sdt jinten, 1/2 sdt bubuk jahe, 1/4 sdt saffron Maroko, 1 sdt bubuk kayu manis, 1 sdm madu, 100g kismis buah aprikot (potong embat bagian) dan 1 kubik kecil vegatable stock.

3. Lamb Rogan Josh – India

Menu satu ini merupakan salah satu jenis kari yang berasal dari wilayah Kashmiri, India. Hidangan ini terdiri dari potongan daging kambing yang dimasak dengan saus kental campuran bawang putih, jahe, dan beragam rempah aromatik.

Penggunaan rempah inilah yang membuat daging kambing tidak berbau. Selain itu, cara memasak dengan teknik slow cooking juga membuat tekstur daging menjadi empuk. Lamb rogan josh paling pas disantap dengan nasi hangat.

4. Greek Lamb Kletfiko – Yunani

Yunani salah satu negara yang memiliki kuliner khas dengan daging kambing. Masakan satu ini dinamakan Kleftiko, yaitu daging kambing yang direndam dalam perasan air lemon, bawang putih, dan minyak zaitun serta dimasak perlahan dalam wadah tertutup. Karena dimasak lama, tekstur daging kambing yang keras pun menjadi lebih empuk.

5. Spici Lamb Tacos – Meksiko

Taco merupakan salah satu makanan favorit orang Meksiko yang kepopulerannya sudah mendunia. Tak hanya orang lokal, makanan satu ini juga memiliki penggemar dari berbagai belahan dunia.

Kalau Anda ingin suasana yang berbeda saat Idul Adha, bisa buat kuliner satu ini. Bisa menyajikan taco dengan daging kambing yang dimarinasi dengan bumbu pedas, berbagai sayuran, roti tortilla, dan tak lupa saus guacamole sebagai pelengkap.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Menu Rahasia Rengginang Lorjuk Khas Madura

Makanan olahan dari lorjuk (blog.traveloka)

MALANGVOICE – Madura dikenal sebagai kota yang memiliki banyak sekali kebudayaan dan ciri khas di dalamnya, salah satunya adalah kuliner.

Salah satu makanan khas yang berasal dari Madura adalah Lorjuk. Lorjuk merupakan kerang bambu yang umumnya terdapat di pantai pesisir ataupun perairan di Pulau Madura. Kerang ini berbeda dengan kerang pada umumnya, bentuknya kecil dan panjang serta memiliki cangkang yang berwarna kecoklatan dengan garis – garis coklat kehijauan.

Untuk mendapatkan lorjuk ini masyarakat Madura memanfaatkan momen saat laut sedang pasang sehingga banyak lorjuk yang terjebak dalam alat tangkap yang dibuat dengan sangat sederhana.

Sedikit Informasi tentang Lorjuk

Masyarakat Madura memanfaatkan lorjuk untuk disantap sebagai jajanan ataupun bahan penyedap masakan sehingga makanan terasa jauh lebih nikmat. Lorjuk juga bisa dikonsumsi secara langsung sebagai masakan yang digunakan sebagai lauk utama ataupun bisa juga dicampurkan dengan kuliner yang lain misalnya soto.

Bentuknya yang sedikit kecil serta kesulitan untuk memperolehnya menjadikan kerang bambu yang satu ini memiliki harga yang agak mahal bila dibandingkan dengan olahan kerang lainnya.

Untuk menyiasati adanya lonjakan harga yang drastis, para pedagang mengolah lorjuk menjadi campuran yang gurih dan enak pada rengginang dan juga kacang.

Olahan Rengginang Lorjuk Khas Madura

Cemilan yang satu ini memang mudah untuk dibuat namun membutuhkan waktu yang cukup lama, sebab melalui beberapa tahapan yang sangat panjang seperti proses penjemuran yang memakan waktu hingga beberapa hari sampai benar – benar kering.

Cita rasa dari rengginang lorjuk memang tidak begitu jauh dengan rengginang pada umumnya, namun ciri khas dari rengginang ini adalah bentuknya yang sangat unik yang menjadikan ciri khas dari masyarakat Madura. Rasanya yang gurih menjadikan rengginang lorjuk menjadi makanan favorit orang Madura. Berikut ini merupakan bahan yang dibutuhkan untuk membuat rengginang lorjuk serta proses pembuatannya :

a. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat rengginang lorjuk

Bahan – bahan yang dibutuhkan untuk membuat rengginang dari kerang bambu adalah beras ketan yang putih sebanyak 1 kg, daun jeruk sekitar 5 lembar, ketumbar yang sudah dihaluskan sebanyak 1 sendok teh, garam sebanyak 1 sendok teh, air panas kurang lebih 500 ml, lorjuk atau kerang bambu yang sudah dikupas sebanyak 250 gr, santan kelapa sebanyak 300 ml, minyak yang digunakan untuk menggoreng rengginang lorjuk yaitu sekitar 1 liter, dan juga bawang putih yang sudah dihaluskan terlebih dahulu sekitar 5 siung saja.

b. Cara membuat rengginang lorjuk

Proses pembuat rengginang lorjuk yakni pertama beras ketan yang sudah disiapkan sebelumnya harus Anda cuci terlebih dahulu hingga bersih dan rendam beras ketan tersebut selama kurang lebih 5 jam. Setelah di rendam, beras ketan dikukus sampai memadat dan diangkat.

Langkah selanjutnya, siramlah kukusan beras ketan dengan air panas sambil Anda aduk terus sampai merata. Biarkan beras tersebut hingga 10 menit, atau sampai sedikit mengering dan tuangkan santan kelapa. Setelah itu, Anda bisa menambahkan bumbu yang sudah dihaluskan sebelumnya dan juga garam. Aduk kembali hingga beras ketan menyatu dengan bumbu dan santan.

Setelah itu, kukus kembali hingga matang dan beras ketan menjadi empuk. Cetak lah beras ketan tersebut menjadi bentuk yang Anda inginkan. Jemur rengginang yang sudah dibentuk di bawah sinar matahari langsung selama kurang lebih 3 hari atau hingga betul – betul mengering.

Setelah kering, angkat dan panaskan minyak goreng terlebih dahulu. Setelah itu, masukkan rengginang dan gorenglah hingga mekar. Rengginang lorjuk siap untuk dinikmati.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Sempol Bumbu Kari Apel? Coba Saja di Sini…

Sempol bumbu kari apel (anja)
Sempol bumbu kari apel (anja)

MALANGVOICE – Kota Malang terkenal dengan jajanan sempol, makanan yang terbuat dari komposisi telur, tepung dan gilingan ayam, yang kemudian ditusuk dengan bambu dan digoreng.

Semakin enak dan lezat, karena kini hadir varian baru sempol yaitu sempol bumbu kari apel. Dari namanya saja sudah khas Malang. Para pelancong harus mencicipi kuliner karya chef Karyono, dari Fenix Restaurant Gets Hotel Malang.

Sempol ini disajikan dengan baluran bumbu kari apel di bagian dalam dan luarnya. Potongan apel Malang diiris kecil-kecil dan dicampurkn dalam adonan sempol dan bumbu kari. Jadi ketika menggigit sempol, akan ada sensasi tekstur apel yang renyah dan rasa sedikit asam khas buah apel.

Bisa membuat latte art bersama barista professional (anja)
Bisa membuat latte art bersama barista professional (anja)

“Setelah daging ayam dicincang, kemudian dicampur dengan potongan halus bawang merah dan bawang putih, adonan tersebut lalu diblender dan ditambahkan dengan tepung kanji dan tepung terigu, serta campuran bumbu kari dan potongan Apel Malang dan diaduk. Lalu dililitkan pada tusuk sate,” papar Chef Karyono.

Tak cukup sempolnya saja, jangan lupa celupkan sempol ke bumbu saus kari apel yang lezat.

Untuk sausnya, Chef Karyono membuatnya dari bumbu kari cair dengan potongan Apel Malang, dan tambahan bubuk cabai lalu dimasak hingga mendidih dan mengental.

“Wah ini sih beda sama sempol-sempol di sudut-sudut jalan ya. Ini lebih istimewa,” kata salah seorang pengunjung restaurant.

Satu porsi Sempol Kari Apel di Fenix Restaurant Gets Hotel dibanderol dengan harga Rp 10 ribu. Pengunjung juga bisa mencoba untuk memasak sendiri Sempol Kari Apel dalam Fun Cooking Class di Fenix Restaurant Gets Hotel Malang.

Tak hanya membuat Sempol Kari Apel, pengunjung juga bisa mencoba membuat Nasi Bakar Kari Apel dan membuat Latte Art bersama Barista profesional.

BNN Kota Malang

Coba Kuliner Nusantara di Pondok Kopi Sambel Teri

Pengunjung saat asik bercengkrama di Pondok Kopi Sambel Teri (Foto: Ayun/MVoice)
Pengunjung saat asik bercengkrama di Pondok Kopi Sambel Teri (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Akhir pekan identik dengan hari libur. Masyarakat umumnya memanfaatkan waktu ini untuk istirahat atau jalan-jalan dengan keluarga.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati kuliner dengan nuansa pedesaan? ‘Pondok Kopi Sambel Teri’ dapat menjadi rekomendasi tepat menikmati akhir pekan dengan keluarga.

Restoran yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kota Batu ini sembari bersantai, pengunjung pun dapat menikmati suasana dan pemandangan kota berjuluk de Kleine Swizterland.

Pondok Kopi Sambel Teri yang dilaunching pada 3 November 2018 lalu, memiliki bangunan utama berupa Joglo.

Konsep joglonya tradisional dengan pilar dan dindingnya berbahan kayu. Selain itu perabotnya pun mayoritas berbahan kayu.

Owner ‘Pondok Kopi Sambel Teri’, Agung Panji Kurnia mengungkapkan awalnya hanya sebuah gazebo tempat istirahat. Kemudian seiring berjalannya waktu menjadi sebuah restoran

“Jadi, awalnya kami dengan pesantren depan ini sering makan bareng. Ya, sudah seperti keluarga. Kemudian, karena makan tak lengkap rasanya jika tanpa sambel,” ungkapnya.

“Begitu kami membuat Sambel Teri ternyata rasanya enak. Obrolan, tersebut suatu saat terkabulkan menjadi sebuah restoran,” imbuh Pria enam bersaudara ini.

Lebih lanjut ia mengatakan bila menu yang menjadi andalan yakni Ayam Geprek Sambel Teri. Sementara untuk minuman ada olahan buah, susu, serta kopi.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, dibanderol mulai harga Rp 8 ribu – Rp 20 ribu pengunjung sudah dapat menikmati serbagai makanan dan minuman di sana.

Selain itu, restora tersebut sering dijadikan tempat pemotretan prewedding dan pembuatan film.

“Kami juga tidak pernah menarik biaya untuk prewedding dan pengambilan film. Semuanya bebas,” terang pria kelahiran Banyuwangi ini.

Sejumlah artis nasional pun pernah berkunjung ke Pondok Kopi Sambel Teri. Salah satunya Asmirandah dan sang suami, Jonas Rivanno.

Perlu diketahui, restoran tersebut buka sejak pukul 11.00 WIB – 23.00 WIB. Dan libur setiap hari Kamis.

Kemudian, untuk akses terbilang cukup mudah. Dari Alun-Alun Kota Batu, wisatawan hanya butuh waktu sekitar 12 menit ke lokasi. Untuk menuju lokasi, memang saat ini belum ada papan penunjuk arah.

Namun wisatawan dapat menggunakan Google Map agar lebih mudah menuju Pondok Kopi Sambel Teri.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah.

“Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat,” tuturnya. (Adv)

BNN Kota Malang