Jembatan ala Eropa, Kentalkan Suasana Kayutangan Heritage

Jembatan Kayutangan Heritage. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suasana Berbeda terlihat di Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang. Gambaran kampung yang sebelumnya kumuh, kini menjadi cukup menarik dan elegan.

Terlihat cukup banyak perubahan mulai dari jalan poros di pintu masuk utama, di setiap sudut kampung cukup banyak rumah-rumah dengan arsitektur zaman dulu.

Lebih menariknya lagi, terdapat satu jembatan yang ada di bantaran Sungai Sukun, memiliki desain ala Eropa dengan beberapa coretan gambar rumah di tembok dan lampu hias sebagai pendukung nuansa heritage.

Perubahan ini, setelah adanya pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembangunan Jembatan ala Eropa ini terealisasi tujuh bulan lalu, saat pelaksanaan program Kotaku. Lalu pak wali pun sempat survey kesini dan akhirnya mulailah dibangun jembatan ini. Baru sekitar sebulan yang lalu jembatan ini akhirnya selesai dikerjakan,” ujar Wakil Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage, Herman, Ahad (30/5).

Setelah, jembatan ala Eropa ini selesai dikerjakan, warga pun terdorong untuk mulai menata dan menginovasi. Seperti, rencana pembuatan kapal kecil di sungai hingga pembuatan dam, sebagai penunjang wisata di kawasan itu.

“Jadi saat ditutup kan airnya naik, nanti barulah kapal kita taruh dan wisatawan bisa bersantai diatas kapal itu,” tuturnya.

Selain itu, untuk gambaran atau lukisan yang ada di tembok itu nantinya akan dilanjutkan oleh pihak ketiga sebagai penanggung jawab sekaligus pengerjaan.

“Lukisannya sendiri nanti akan dibikin nuansa heritage zaman dulu ya. Biar kesannya lebih dalam lagi. Itu di semua tembok yang masih kosong,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman Mengatakan, akan ada pemberian ornamen mulai dari, bunga-bunga hingga papan petunjuk sebagai pelengkap.

“Ini nanti dari pihak ketiga yang membantu. Keinginan kita bisa menambah bunga-bunga di pintu masuk, terus lampu juga dan kemudian membikin tempat loket hingga papan petunjuk,” kata dia.

Herman menambahkan, akan membuat manajemen kuliner, saat kawasan Kampung Kayutangan Heritage yang saat ini ditutup karena pandemi covid-19 kembali dibuka.

Sebagai upaya antisipasi, agar suasana jembatan yang sudah bagus dan bersih tidak kembali terlihat kumuh.

“Jualan didalam rumah, tidak boleh dijalanan jembatan ini. Nanti akan kita data dan kita buatkan plakat yang seragam dan pastinya tetap berkonsep heritage. Setelah itu, nantinya disepanjang aliran sungai ini akan kita bersihkan semua dibantu oleh pihak ketiga agar lebih indah lagi,” tandasnya.(der)

Solusi Makan Praktis, Enak, dan Sehat, Frozen Box Malang Semakin Diminati

Olahan makanan produk Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang dikenal dengan banyak sekali produk kuliner. Mulai jajanan pasar hingga makanan restoran atau siap saji. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak usaha kuliner menciptakan inovasi agar bisa tetap survive, salah satunya makanan frozen food.

Ya, salah satu olahan makanan beku milik Frozen Box contohnya. Berawal dari ide membuat makanan agar bisa bertahan lama, ternyata digemari banyak orang.

Gurame bumbu kuning Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

Tim marketing Frozen Box, Riza Alfianto, mengatakan, produknya ini bisa tahan selama enam bulan di dalam freezer dan praktis langsung dimasak.

“Selama pandemi kami mencoba mengolah bahan sendiri dan memasarkan ke teman-teman, alhamdulillah ternyata diterima dengan baik. Kemudian kami coba terjunkan ke pasar dan hasilnya bagus,” kata Riza di kantor ruko Jalan Wilis Kavling 4, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang,

Riza mengatakan, selama Ramadan ini penjualannya meningkat drastis. Disebutkan seperti olahan gurame selama April bisa terjual 300 bugkus, lele bumbu kuning 150 bungkus, dan lele fillet bisa mencapai 200 bungkus.

“Yang paling banyak permintaan ini ada lele fillet dengan harga 35 ribu rupiah per 250 gram. Pesananya mencapai 200 bungkus di awal bulan ini, karena kami ada bonus tepung bumbu biar pembeli lebih mudah untuk mengolah,” jelasnya. Hal itu belum ditambah olahan lain seperti ayam fillet dan sayap.

Selain tahan lama, produk Frozen Food ini dibuat menggunakan bahan pilihan. Semua merupakan budidaya sendiri hasil kerja sama petani dengan sistim pakan organik. Kerja sama ini sekaligus membawa keuntungan bagi petani yang kehilangan pasokan selama pandemi.

“Jadi kami bisa klaim makanan ini sangat sehat tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Frozen Box mendatang akan melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar. Penambahan menu juga akan dilakukan, seperti ikan dori, kakap, dan kerapu.

“Penjualan selama ini melalui reseller dan langsung melalui akun @feozenboxmalang serta banyak mitra yang tersebar di Malang. Selanjutnya semoga bisa merambah ke kota-kota besar karena tidak ada masalah soal pengiriman jarak jauh,” tandasnya.(der)

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)