28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Berkat Zugos Karya Mahasiswa UB, Tingkat Kekeruhan Air Limbah Rumah Tangga Berkurang

Tim mahasiswa penemu Zugos. (istimewa)
Tim mahasiswa penemu Zugos. (istimewa)

MALANGVOICE – Empat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat alat penyaring limbah berdesain zig-zag. Alat yang diberi nama Zugos atau Zig-zag Ultra Grey Water dengan metode Organic Sand Filter (O-sandfil) tersebut berhasil menurunkan pH dan kekeruhan air limbah rumah tangga.

Mereka yang berperan dalam inovasi ini yaitu Siska Rahmadani, Ayu Khurotul Aini Amalia, Dwi Laksana Aji Putra, dan Yayang Saputra, didampingi Dosen Pembimbing Dr Eng Tri Budi Prayogo ST MT. Inspirasi pembuatan Zugos tak lepas dari keprihatinan terhadap air limbah rumah tangga yang langsung dibuang tanpa melalui penyaringan terlebih dahulu.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya rumah bertingkat. “Pada awalnya limbah bukan masalah besar, namun akibat pertumbuhan penduduk yang pesat maka terjadilah peningkatan limbah cair rumah tangga,” kata Ayu. Tingkat limbah pada sungai- sungai di Indonesia yang mencapai 70-75 persen inilah yang mendorong mereka menciptakan sebuah alat penyaring air limbah rumah tangga, khususnya untuk rumah bertingkat.

Zugos sendiri terdiri dari kotak penampungan yang berisi serbuk biji kelor yang merupakan filter pertama dalam penyaringan. Setelah kotak terdapat pipa yang didesain secara zig-zag. Di dalam pipa tersebut terdapat filter pasir, zeolit, arang, dan ijuk. Kemiringan dari pipa zig-zag kurang lebih 30 derajat kemiringan dengan panjang dua meter dan diameter tiga inchi. Air limbah dari kamar mandi yang tersaring setidaknya dapat digunakan menyiram tanaman.

“Serbuk biji kelor belum banyak dimanfaatkan di Indonesia. Kami memilih serbuk biji kelor karena mengandung zat – zat yang dapat menurunkan pH serta dapat menurunkan tingkat kekeruhan. Kedepannya kami berharap bisa mengembangkan alat ini agar lebih baik lagi dalam pengolahan air limbah menjadi air bersih,” papar dia.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Aplikasi Game dan Kuliner Jadi Andalan Industri Kreatif Kota Malang

Pemkot Malang - Bekraf tandatangani momitmen bersama pengembangan ekonomi kreatif. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Kota Malang menunjukkan grafik positif dalam beberapa waktu terakhir ini, ditandai dengan banyaknya startup baru bermunculan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Malang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari sektor ini.

Melihat tumbuh dan kembangnya industri kreatif tersebut, Pemerintah Kota Malang mengajukan diri untuk dilakukan uji petik terhadap 3 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas kepada Tim Pemeringkatan Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia.

Hasilnya, dua subsektor yakni Game Aplikasi dan Kuliner dijadikan fokus andalan di Kota Malang untuk dikuatkan dalam bentuk komitmen bersama antara Pemkot Malang dan Bekraf. Pemaparan Uji Petik Kota Kreatif dan Penandatangan Berita Acara Komitmen Bersama Antara Pemkot malang dan Bekraf, dilakukan di Ruang Sidang Balai Kota Malang, dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, H. Moch Anton dan Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkrawi, pada Selasa (20/6).

Kota Malang sendiri termasuk dari 40 kota/kabupaten yang sudah didatangi oleh Tim PMK3I untuk mendorong ekonomi kreatif. Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari, mengatakan, dua subsektor andalan Kota Malang ini berdasarkan penilaian tim independen, di samping keterlibatan para ahli dan akademisi.

Dengan begitu, diharapkan Kota Malang menjadi percontohan dan yang terbaik di Indonesia dalam hal mendorong ekonomi kreatif. “Uji petik sudah kami lakukan di berbagai daerah termasuk di Kota Malang, dengan harapan ekonomi kreatif ini mampu menjadi solusi dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hari Sungkari.

Penandatangan berita acara yang dilakukan pada hari ini, kata Hari, merupakan bentuk komitmen dari Pemkot Malang dan Bekraf untuk fokus mengembangkan dua sektor yang sudah diputuskan dalam uji petik yakni Game Aplikasi dan Kuliner. “Penandatanganan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah meningkatkan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, H. Moch Anton, mengatakan, potensi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang memiliki sendi penopang yang sangat kuat. Selain, potensi sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dari para anak muda kreatif yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF), kehadiran 55 perguruan tinggi sebagai sarana pengembangan dari sisi akademis juga sangat mendukung hal itu.

“Waktu awal Pemkot Malang membentuk MCF, kita sudah melihat potensi besar itu, sehingga saat ini bisa ditunjukkan hasil nyata,” kata suami Hj Dewi Farida Suryani itu.

Pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai angka 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang cukup rendah yakni 2,6 persen, menunjukkan jika selama ini berbagai sektor termasuk sektor ekonomi kreatif berperan di dalamnnya.

“Kota Malang ini memiliki penduduk yang padat, dan masalah besar dari segi ekonomi adalah inflasi, namun dengan adanya anak muda kreatif ini angka inflasi kita masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.

Suka Game Sambil Belajar Bisnis, Install Saja The Profit

MALANGVOICE – Pada Januari lalu game The Profit dirilis untuk versi android. Dalam waktu singkat, jumlah download The Profit ternyata sudah mencapai lebih dari 5 ribu. Dan saat ini jumlah donwload mencapai 6.219.

Kenapa game buatan anak negeri itu begitu dinikmati? Jawabannya, karena game yang satu ini memang tak sekadar main, tapi ada edukasi bisnis yang memungkinkan kita belajar berstrategi dalam usaha.

“Alhamdulillah, banyak yang menerima The Profit sebagai game edukasi bisnis. Semoga jumlah downloader semakin bertambah semakin banyak,” tutur Founder The Profit, Tony Susanto.

Sebagai bentuk dukungan The Profit di dunia edukasi bisnis, Jumat (19/5) kemarin, Manajemen The Profit game secara resmi meluncurkan versi desktop.

Menurut Tony, diluncurkannya versi dekstop karena The Profit ingin mempermudah user yang memainkannya dengan layar lebih lebar dan menghemat data, atau user yang kesulitan mendapat akses jaringan internet.

“Untuk versi desktopnya, secara UI (user interface) sama dengan versi smartphone. User tetap bisa mendapatkan strategi bisnis dan modul bisnisnya,” papar CEO The Profit, Henry Karya Nugraha.

Sedikitnya ada 277 strategi bisnis pada The Profit game yang bisa diakses user ketika memainkan game. Sedangkan modul bisnisnya sudah ada dalam satu paket CD dengan format file PDF atau user bisa mengunduhnya di laman resmi the profit www.theprofit.id/product.

“Jumlah modul bisnis yang diperoleh user sebanyak 20 modul bisnis, sama dengan user yang memainkan The Pofit melalui smatphone,” timpal Digital Marketing The Profit, Afietadi Kurniawan.

Di dalam satu paket CD juga sudah tersedia beberapa petunjuk menginstall, hingga cara memainkan The Profit, termasuk spesifikasi PC atau laptop khusus.

CPU yang digunakan minimum harus Single Core 1 GHz, minimum RAM 512 MB, minimum Graphic yang digunakan Ge Force FX 5700, ATI Radeon 9500, OS yang digunakan minimum Windows 7, HDD free space minimum 1 GB, Direct X Version 11, dan web browser yang disarankan Ie8/Forefox/Chrome.

Promo launching versi dekstop The Profit dijual dengan harga Rp 50 ribu dan R 30 ribu. Promo berlangsung selama 3 hari, dimulai 19–21 Mei 2017 di Jatim Expo.

Setelah promo, The Profit akan dijual dengan harga normal Rp 249 ribu. Untuk mempermudah pembeli yang ingin belajar bisnis melalui The Profit, dalam waktu dekat The Profit versi dekstop segera hadir di seluruh gerai Gramedia yang ada di Indonesia.