Kembangkan UMKM, BRIncubator Diluncurkan di Malang

Produk UMKM binaan BRI. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan program BRIncubator. Program itu dikhusukan untuk mengembangkan UMKM.

BRIncubator merupakan program yang beroientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas UMKM secara digital dak validasi ekspor.

Program inkubasi tersebut fokus pada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion dan kriya ini bertujuan untuk modernisasi UMKM agar berbasis teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi, mengatakan, BRIncubator ini mendukung program OJK selama Oktober, yaitu Bulan Inklusi Keuangan.

Di Malang, peluncuran program ini merupakan yang kelima dari beberapa kota lain sebelumnya, yakni Solo, Makassar, Bandung, dan Padang.

“Kami ingin fokus pada pemberian ruang dan pendampingan melalui fasilitas yang bisa mendorong kemajuan dan berdampak pada ekonomi lokal dan nasional,” katanya seusai peluncuran BRIncubator, Senin (8/10).

Di batch pertama ini BRIncubator melibatkan 500 UMKM di lima kota tersebut. Program ini tentu akan diperluas sehingga dapat menjangkau kota lain di Indonesia.

Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto bersama Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi. (Deny rahmawan)

“Melalui program inkubasi ini, kami mengharapkan kontribusi positif dari seluruh pihak untuk bersinergi memajukan UMKM agar bisa go modern, go digital, go online dan go global,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto, menjelaskan, total dana yang dikucurkan untuk UMKM berjumlah 90 persen dari dana kredit sebanyak Rp 40 triliun. Sesuai catatan ada 35.373 anggota UMKM binaan BRI yang terdaftar di RKB.

“Sisanya Rp 490 miliar untuk usaha menengah. Itu bukti kami serius mengembangkan UMKM,” tandas Djoko. (Der/Ulm)

Qur’ani, Aplikasi Belajar Al-qur’an Ciptaan Mahasiswa UM

Mahasiswa UM pencipta Aplikasi Qur'ani. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Penyandang tunarungu kini bisa lebih mudah memahami dan belajar Al-Qur’an dengan aplikasi yang diciptakan sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang. Adalah Qur’ani, aplikasi pembelajaran membaca Al-qur’an inovasi M Ilham Nurhakim, Rony Aldhea Dwi Cahya, dan Elien Widayuk.

“Selama ini pendidikan bagi penyandang tunarungu di Indonesia tertinggal dari negara-negara lain. Demikian penyandang tunarungu di Indonesia lulus tanpa penguasaan bahasa. Nah, aplikasi ini hadir sebagai solusi belajar Al-qur’an bagi mereka. Masyarakat umum juga bisa menggunakannya,” kata Ilham.

Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur lengkap membaca Al-Quran, memuat tampilan huruf hijaiyah, iqro jilid 1-6, juz amma, dan evaluasi. Setiap kontennya menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

“Di dalamnya ada 28 huruf hijaiyah. Semisal, pengguna bisa belajar melafalkan huruf alif dengan menekan tombol microfone. Selanjutnya akan muncul suara yang diucapkan. Konten juga dilengkapi play suara dan isyarat tangan berupa animasi,” tambah dia.

Selain itu, ada pula tampilan iqra jilid 1 sampai jilid 6 dimana anak atau pengguna bisa memilih tiap kontennya sesuai kemampuan. Konten iqra juga dilengkapi sistem suara dan animasi isyarat.

Untuk fitur juz amma, aplikasi menyediakan konten bacaan surat pendek dengan teks arab, terjemahan, dan juga latin untuk memudahkan pembelajaran. Video bahasa isyarat surat pendek juga menjadi pelengkap aplikasi ini.

“Bahasa isyarat ini sebagai salah satu cara menghafal dan memahami Al-qur’an bagi penyandang tunarungu,” tutup Ilham.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Penyandang Disabilitas Kini Punya Cara Mudah Cari Pekerjaan Lewat Aplikasi

Tim pencipta aplikasi saat menerima pemghargaan di Bogor. (Istimewa)
Tim pencipta aplikasi saat menerima pemghargaan di Bogor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (Filkom UB) merancang suatu sistem aplikasi yang diberi nama D’Loker. Mereka adalah Renaldy Sabdo Jati Purboningrat (Sistem Informasi/2016), Alexander Krisna Giri Wicaksono (Teknik Informatika/2016) dan Imam Farouqi Faisal (Teknik Informatika/2016).

Ketiganya membuat aplikasi D’Loker di bawah bimbingan salah satu dosen Filkom UB, Hanifah Muslimah Az-Zahra. Dijelaskan Renaldy, D’Loker dirancang dan dibuat dalam rupa sebuah aplikasi yang nantinya akan memudahkan penyandang disabilitas untuk menemukan berbagai informasi terkait lowongan pekerjaan, sehingga kemudian bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan keterbatasan yang mereka miliki.

“Mekanisme dari D’Loker cukup sederhana. D’Loker dibuat dalam dua versi. Versi pertama adalah aplikasi yang digunakan oleh pelamar pekerjaan. Pada aplikasi untuk pelamar pekerjaan, penyandang disabilitas akan melakukan registrasi dengan mengisikan data diri, melengkapi profil dan mengunggah foto diri,” papar Renaldy.

Setelah data diri terpenuhi, pelamar dapat secara aktif mencari lowongan pekerjaan yang tersedia pada aplikasi D’Loker. Selain itu, pada D’Loker juga ditanamkan beberapa fitur agar pelamar mendapatkan pekerjaan, semisal fitur pengiriman CV, history dan bookmark lowongan pekerjaan.

Sementara, versi kedua adalah aplikasi D’Loker bagi perusahaan atau instansi yang memberikan lowongan pekerjaan. Bagi perusahaan dan instansi, aplikasi ini akan mempermudah penyebaran informasi, serta dapat menghemat waktu dan biaya.

Berkat hasil karyanya tersebut Renaldy dan kawan-kawan berhasil meraih juara 3 kategori Apps Today dalam kompetisi IT Today 2018 di Bogor pada 15-16 September 2018 lalu. Untuk diketahui IT Today adalah kompetisi IT tingkat nasional tahunan yang diselenggarakan oleh IPB. Dimana terdapat tiga kategori yang diperlombakan, meliputi kategori Apps Today, Hack Today dan Business IT Case.(Der/Aka)

Susah Move On dari Path? Aplikasi Vero Bisa Jadi Gantinya

Tampilan user interface aplikasi yang terkesan futuristik. (Vero)
Tampilan user interface aplikasi yang terkesan futuristik. (Vero)

MALANGVOICE – Bagi kamu yang susah move on pasca ditutupnya Path, ada sebuah aplikasi mobile berbasis sosial media dengan fitur yang bisa dibilang menyerupai Path yaitu Vero. Aplikasi ini bisa kamu jumpai di Google Play Store dan bisa diunduh gratis.

Mengusung tagline True to Life, aplikasi ini sebenarnya sudah hadir sekitar akhir 2016. Vero telah diunduh lebih dari satu juta. Sementara di App Store iOS, Vero menempati posisi ke-17 untuk aplikasi sosial networking.

Dalam keterangan aplikasi, Vero memaparkan konsep media sosial mereka adalah sharing rekomendasi dari mulai film hingga buku. Setelah dicoba, Vero memiliki user interface yang lebih ‘futuristik’ dengan mengusung warna hitam dan biru gradasi hijau tosca.

Fitur fitur aplikasi Vero. (Mundocontact.com)
Fitur fitur aplikasi Vero. (Mundocontact.com)

Pengguna dapat menambah teman dengan langsung memilih kategori pertemanan. Ada empat kategori yang disediakan yakni private, close friend, friend, hingga acquaintance. Pengguna pun dapat memilih untuk mengikuti akun-akun penyedia konten yang sudah terverifikasi.

Baca Juga: “Goodbye!”, Path Resmi Umumkan Berhenti Beroperasi

Nyaris menyerupai Path, pengguna bisa mengunggah posting mereka dari mulai foto, link, film, buku, musik dan lokasi. Untuk postingan film, buku, lokasi dan musik, pengguna bisa memberikan ‘tanda’. Tanda ini berfungsi untuk memberikan informasi bagi teman dalam linimasa.

Pilihan tanda ini ada lima yakni watching, watched, want to watch, recommend dan dont recommend. Tiga pilihan awal menjadi unggahan biasa untuk pengguna menunjukkan eksistensi di media sosial.

banner

 

Sedangkan dua pilihan terakhir cocok bagi pengguna yang senang memberikan konten bagi teman dan pengikutnya. Misalnya, buku yang sudah dibaca tersebut apakah masuk kategori yang pantas untuk direkomendasikan atau tidak.

Linimasa Vero pun menyerupai linimasa Instagram yakni kotak-kotak besar dengan pilihan komentar atau menyukai di bawah postingan. Bagi sebagian orang, Vero bisa dijadikan alternatif pengganti Path untuk memberikan ulasan musik, film dan buku.(Der/Aka)

Tahun Politik, BeliBisnis.com Tawarkan Program Akses Dana Murah

Founder BeliBisnis.com, Maximillan Wienardi Nyoto. (Muhammad Choirul)
Founder BeliBisnis.com, Maximillan Wienardi Nyoto. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Tahun 2018 yang merupakan tahun politik bagi sejumlah daerah disambut BeliBisnis.com dengan meluncurkan program inovatif. Bersama Venture Capital, perusahaan yang bergerak di bidang jual-beli perusahaan ini mempersembahkan ‘Program Dana Tanpa Syarat’.

Program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan akses dana murah tak terbatas. Sejalan dengan itu, tawaran dari program BeliBisnis.com juga layak dipertimbangkan para politisi karena diperkirakan dapat memberikan citra positif bagi calon kepala daerah.

Founder BeliBisnis.com, Maximillan Wienardi Nyoto, menjelaskan bahwa program ini bisa direalisasikan bersama pemerintah daerah, partai politik, atau pun instansi lain yang bersedia. Dia menuturkan, BeliBisnis.com menawarkan sinergi yang memungkinkan masyarakat daerah akan menikmati keuntungan-keuntungan atas keikutsertaannya.

“Adapun program-program BeliBisnis.com, di antaranya akses dana tanpa riba. Untuk part 1, ada Rp 5 triliun yang bisa diakses melalui Program Trading Invoice di setiap daerah yang pemerintah daerahnya bersedia bersinergi,” tandasnya.

Selanjutnya, ada pula pendampingan manajemen untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) menuju World Class Enterprise hingga siap diprivatisasi. Pendampingan ini bisa berlangsung melalui ‘Program GO PRIVATE – GO PUBLIC’.

Dia juga menyebutkan bahwa program ini berpotensi menaikkan nilai omset UKM hingga 598 persen per tahun. “Selain itu, bila program BeliBisnis.com berjalan, akan menimbulkan multiplayer effect yang dasyat,” serunya.

Efek yang dia maksud tentu saja adalah dampak positif, seperti hilangnya dominasi perbankan. Rasionalisasinya, lanjut dia, karena program ini tidak butuh jaminan dan tanpa riba.

Sejalan itu, partisipasi aktif masyarakat bisa dimaksimalkan. Hal ini memungkinkan terdongkraknya Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusul munculnya banyak modern enterprise.

“Semua itu dimungkinkan terjadi karena kami telah menyiapkan program ini secara integreted. Juga didukung penuh semua pihak yang masing-masing secara sadar mengambil bagian mewujudkan financial freedom yang menguntungkan dan demi Indonesia lebih baik, sejahtera, serta berkeadilan,” pungkasnya.(Coi/Aka)

RSUD Saiful Anwar Ciptakan Stetoskop Digital

Ilustrasi. (RSUD Saiful Anwar Malang)

MALANGVOICE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang mengembangkan stetoskop digital. Dinamakan Inoscope, inovasi ini diharapkan mampu melindungi tenaga medis di tengah-tengah pandemi COVID-19.

Direktur RSUD Saiful Anwar Malang dr. Kohar Hari Santoso mengatakan, inovasi dilatarbelakangi kesulitan para petugas medis untuk menggunakan stetoskop. Terutama saat memakai setelan alat pelindung diri (APD) level 4 di Instalasi COVID-19 dan Infeksius Terpadu (INCOVIT).

“Penggunaan APD menutupi seluruh kepala, dan tubuh. Sehingga, apabila hendak melakukan pemeriksaan dengan stetoskop, harus menempelkan eartips ke telinga, yang artinya membuka penutup kepala,” kata Kohar, melalui keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, jika para tenaga medis membuka penutup kepala tersebut, maka memiliki risiko tinggi terpapar virus. Baik akibat adanya droplet, atau mikro droplet, yang tersembur dari pasien ke media stetoskop yang dipergunakan.

Adanya inovasi Inoscope tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa membantu para tenaga medis untuk meminimalisir transmisi COVID-19, pada saat melakukan pemeriksaan kepada pasien.

Cara kerja Inoscope berbeda dengan stetoskop pada umumnya. Inoscope akan melakukan perekaman denyut jantung, hingga nafas pasien. Suara denyut jantung dan nafas pasien kemudian ditangkap oleh mikrophone yang akan terhubung ke aplikasi pada telepon pintar.

Selain itu, Inoscope memiliki sampling suara yang tinggi dengan built in filter pada alat tersebut. Sampling suara tidak akan menggunakan filter digital pada telepon pintar, yang menyebabkan sampling rendah dan mengurangi kejelasan.

Petugas medis bisa mendengarkan suara jantung dan nafas pasien, melalui aplikasi yang terinstal di telepon pintar. Saat ini, inovasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan harus melalui proses validasi sebelum dipergunakan secara resmi.

Sementara itu, Ketua Tim Pengembangan dan Validasi Inoscope dr. Susanthy Djajalaksana menambahkan, penggunaan Inoscope diharapkan mampu mengurangi risiko petugas medis terpapar COVID-19. Diharapkan pula dengan penggunaan alat ini dapat mengurangi transmisi dan kontak dengan pasien.

“Sehingga mendapatkan hasil pemeriksaan yang valid tanpa perlu berlama-lama kontak dengan pasien,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa pengembangan stetoskop digital tersebut, melibatkan tim gabungan yang terdiri dari dokter spesialis dari SMF Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSUD Saiful Anwar,dan tim pakar informatika medis diketuai Wahyu Teja Kusuma.(der)

Jenius BTPN Mudahkan Cari Solusi Kelola Keuangan

Perkenalan aplikasi Jenius BTPN. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jenius terus berinovasi ciptakan fitur-fitur unik sebagai solusi life finance bagi masyarakat melek digital atau digital savvy.

Usai dikenalkan di masyarakat Kota Surabaya Mei 2018 lalu, Jenius terus mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para digital savvy di Jawa Timur, termasuk Kota Malang.

Kini warga kota Malang dapat mengunduh aplikasi inovatif PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) ini di App Store atau Google Play Store, ataupun dengan mengunjungi booth Jenius yang berada di Malang Town Square dan Mall Olympic Garden.

“Kehadiran Jenius di Malang sekaligus menjawab kebutuhan para digital savvy untuk mendapatkan solusi life finance yang mudah, cerdas, dan aman. Dengan ini, kami berharap dapat mengajak lebih banyak digital savvy untuk mengembangkan solusi life finance yang semakin lengkap,” jelas Digital Banking Head BTPN, Peterjan van Nieuwenhuizen.

Setelah diluncurkan di Jakarta pada Agustus 2016, Jenius berhasil mengintegrasikan elemen gaya hidup dan finansial (konsep life finance) kepada masyarakat yang melek teknologi di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

“Penetrasi teknologi digital di masyarakat yang semakin meningkat membuat smartphone memiliki peran signifikan untuk mengakses beragam layanan sekaligus membuat keputusan. Disadari atau tidak, setiap keputusan dalam hidup memiliki konsekuensi terhadap finansial. Untuk itu, Jenius hadir sebagai solusi life finance yang membantu mengelola gaya hidup dan finansial sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN, Irwan Sutjipto Tisnabudi menjelaskan fitur-fitur Jenius terus dikembangkan, melalui proses kreasi dengan masyarakat digital savvy sehingga dapat menyesuaikan gaya hidup penggunanya.

“Kolaborasi dan kreasi yang kami lakukan tidak hanya berhenti di fase pembentukan awal. Kehadiran Jenius di berbagai lokasi baru menjadi semangat bagi kami untuk berkreasi mendapatkan masukan dan ide untuk layanan perbankan yang semakin relevan dengan kebutuhan para digital savvy,” ujarnya.

Perlu diketahui, Jenius adalah aplikasi perbankan digital yang memungkinkan nasabah untuk memiliki rekening bank dan mengelola keuangan dari ponsel, baik ponsel berbasis Android maupun iOS.

Beberapa fitur unik di Jenius antara lain, Send It yang dapat digunakan untuk mengirimkan uang dan membayar tagihan telepon, kartu kredit, e-commerce, internet, televisi berlangganan, transportasi, dan isi pulsa melalui smartphone. Fitur $Cashtag memberikan pilihan bagi pengguna untuk mengingat dan memberikan informasi nomor rekening ke pihak lain dengan lebih mudah karena diciptakan bukan dengan deretan angka melainkan nama.

Sementara itu, setiap pengguna Jenius berkesempatan mendapatkan lima kartu debit yang dilengkapi dengan jaringan Visa dan GPN yang berfungsi untuk melakukan alokasi finansial sesuai dengan kebutuhan. (Der/Ulm)

Pemerintah Indonesia Ajak Investasi ‘First Class’ Korea Selatan Masuk ke Indonesia

PTSP Pusat BKPM. (Istimewa)
PTSP Pusat BKPM. (Istimewa)

MALANGVOICE – Investasi first class Korea Selatan (Korsel) dianggap sudah saatnya masuk Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut B. Pandjaitan, mengatakan pada forum bisnis “Invest Indonesia” di Seoul, Korsel, Jumat (20/9), invetasi first class adalah yang mengandalkan teknologi maju, ada proses alih teknologi dan peningkatan nilai tambah atas produk yang dihasilkan.

Beberapa peluang investasi di sektor hilir domestik yang memiliki nilai tambah tinggi, antara lain pengolahan mineral nikel, bauksit, dan mangan. Saat ini, Pemerintah tengah membangun kawasan industri terpadu pengolahan nikel di Morowali yang mencakup smelter, stainless steel, dan carbon steel. Dengan volume ekspor nikel sebesar USD 612 juta per tahun (19,25 juta ton). Jika sudah diolah menjadi stainless steel nilainya berlipat 10,2 kali lipat, mencapai USD 6,24 miliar.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dalam sambutannya melalui video menyatakan, saat ini, ekonomi dunia menghadapi banyak ketidakpastian.
Seperti yang kita ketahui, perang dagang Tiongkok-AS terus berkecamuk, di mana baru-baru ini Tiongkok mendevaluasi mata uangnya, sehingga tembus dari 7,1 Dollar AS.

“Namun, Pemerintah Indonesia terus melanjutkan reformasi dan inovasi. Sekitar dua bulan setelah Pemilu, agensi pemeringkat internasional Standard & Poor’s menaikkan Investment Grade Indonesia dari BBB- ke BBB,” katanya sesuai rilis yang diterima MVoice.

Menurutnya, hal ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa positif mengingat Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara berkembang yang mendapatkan peningkatan peringkat dalam masa-masa sulit.

Hubungan bisnis Korsel-Indonesia terus menjadi titik terang dalam perekonomian regional dan dunia. Dalam beberapa waktu kita memiliki sejumlah terobosan positif, seperti groundbreaking petrochemical complex oleh Lotte Chemical dengan investasi sebesar USD 3,5 miliar.

Selain itu, Hyundai Motor juga mengumumkan bahwa mereka akan kembali ke Indonesia dengan investasi sebesar USD 1,7-1,8 juta. Saat ini Pemerintah Indonesia sedang dalam proses negosiasi dan sejumlah inisiatif dengan perusahaan-perusahaan besar di Korsel
yang strategis.

Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi mengatakan,selama lima tahun terakhir Korsel menjadi salah satu sumber arus utama FDI ke Indonesia. Namun, menurut data Financial Times FDI Market (2018) pengusaha Korsel menempatkan Indonesia sebagai pilihan ketiga sebagai opsi investasi luar negeri dengan dengan total capex USD 11,3 miliar (41 proyek).

Mereka memilih Vietnam sebagai opsi pertama dengan total capex sebesar USD 39,2 miliar (201 proyek).

“Masih banyak ruang untuk reformasi dan inovasi sebagai pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan untuk mengambil momentum dari perang dagang Tiongkok-AS seperti yang
dikemukakan Presiden baru-baru ini,” ujarnya.

Pada forum bisnis Invest Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Seoul, BKPM difasilitasi oleh IIPC (Indonesia Investment Promotion Center) turut membawa delegasi Market Sounding yang melibatkan 10 kawasan, terdiri dari dua Kawasan Ekonomi Khusus(Sei Mangke & Mandalika) beserta delapan Kawasan Industri. Beberapa perusahaan Korsel yang sukses berbisnis di Indonesia, antara lain KEB Hana Bank, Samick Musical Instruments dan Hansae Textile turut memaparkan terkait keputusan memilih dan kiat suksesnya berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, BKPM juga membuka klinik konsultasi bisnis yang melibatkan Kemenaker, Ditjen Imigrasi, dan Ditjen Pajak. Terdapat kurang lebih 20 perusahaan Korsel yang menyatakan minat pada sesi Business Matching.

Forum bisnis Invest Indonesia dibuka oleh Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi, merupakan salah satu dari rangkaian acara peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 RI dan Hubungan Diplomatik ke-46 Indonesia-Korsel di Seoul. Forum ini diadakan bekerja sama dengan BKPM, Pemprov Sumsel, dan Himpunan Kawasan Industri.

Selain menghadirkan Menko Maritim selaku keynote speaker, juga menampilkan sejumlah pembicara antara lain co-founder unicorn BukaLapak Muhammad Fajrin Rasyid dan CEO aplikasi rumah makan Qraved Steven Kim, dan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman.

Catat Jadwal Lokasi Pelayanan Penukaran Uang di Malang Raya

BI luncurkan 14 mobil kas keliling. (Lisdya Shelly)
BI luncurkan 14 mobil kas keliling. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Kegiatan penukaran uang baik melalui kantor bank yang sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) maupun melalui kegiatan kas keliling akan dimulai sejak 28 Mei hingga 8 Juni 2018.

Untuk penukaran uang melalui kas keliling di Kota Malang, akan dipusatkan di lapangan parkir Stadion Gajayana (Mall Olympic Garden), dan beberapa tempat di wilayah Malang Raya mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Dari data yang dihimpun MVoice, berikut jadwal lokasi penukaran uang di Malang Raya:

1. 28 hingga 30 Mei 2018

Penukaran uang dilaksanakan di lapangan parkir Stadion Gajayana Kota Malang dan Masjid Baiturahman Kepanjen Kabupaten Malang.

2. 31 Mei 2018

Penukaran uang dilaksanakan di lapangan parkir Stadion Gajayana Kota Malang, Pasar Murah Kota Malang (dapan Balai Kota Malang) serta Masjid Baiturahman Kepanjen Kabupaten Malang.

3. 1 Juni 2018

Penukaran uang dilaksanakan di Pasar Murah Kota Malang (dapan Balai Kota Malang).

4. 2 hingga 3 Juni 2018

Penukaran uang dilaksanakan di Pasar Murah Kabupaten Malang (Balai Desa Giri Mulyo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang).

5. 4 hingga 8 Juni 2018

Penukaran uang dilaksanakan di lapangan parkir Stadion Gajayana Kota Malang, Masjid Baiturahman Kepanjen Kabupaten Malang serta Pasar Murah Kota Batu (Depan Graha Pancasila).

“Untuk penukaran uang kecil, masyarakat hanya dapat menukarkan satu paket yakni sebesar Rp 3,7 Juta,” ujar Kepala Perwakilan BI Malang, Dudi Herawadi usai membuka kegiatan benang emas, Senin (28/5).

Dudi mengimbau masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi baik yang dilakukan oleh BI, perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih.

“Takutnya itu penukaran ilegal, susah. Tapi mereka menganggap penukaran uang di pinggir jalan itu suatu peluang. Kami kerjasama juga dengan pihak terkait, seperti satpol PP agar tidak terganggu,” pungkasnya.(Der/Aka)

Wujudkan Impian Milenial Miliki Hunian Idaman Lewat Program BNI Syariah Tunjuk Rumah

Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGVOICE – Impian para milenial memiliki rumah idaman bakal gampang diwujudkan. Sejalan dengan program pemerintah terkait satu juta rumah, BNI Syariah mendukung dengan meluncurkan program Tunjuk Rumah.

Tunjuk Rumah adalah program yang ditujukan bagi calon nasabah terutama generasi milenial yang ingin mempunyai rumah idaman yang sesuai keinginan.

Milenial hanya perlu menunjuk salah satu rumah atau apartemen yang tersedia pada developer yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah.

Kelebihan program tunjuk rumah dibanding program lain yaitu adanya harga spesial atau tarif khusus, cicilan tetap sampai akhir cicilan serta kemudahan lainnya yaitu bebas biaya administrasi, bebas biaya KPR, bebas biaya taksasi, dan bebas denda.

Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi berharap program Tunjuk Rumah ini dapat mempermudah calon nasabah terutama kaum milenial dalam memiliki rumah. “Serta dapat meningkatkan kinerja pembiayaan terutama BNI Griya iB Hasanah,” kata Iwan Abdi belum lama ini.

Program Tunjuk Rumah 2020 di launching pada tanggal 20 Januari 2020 berjalan hingga 30 Juni 2020. Target program Tunjuk Rumah diantaranya karyawan perusahaan yang mempunyai fix income.

BNI Syariah memberikan promo atau tarif khusus kepada calon nasabah yang merupakan karyawan BUMN, ASN, Regulator (BI, KPK, OJK), dokter, karyawan perusahaan swasta nasional/ multinasional, karyawan swasta lokal, nasabah referral dari developer rekanan BNI Syariah, maupun karyawan korporasi.

Karyawan korporasi ini adalah pegawai institusi/perusahaan yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah untuk payroll maupun penyaluran pembiayaan karyawan.

Untuk saat ini ada sekitar 1.000 developer aktif yang bekerjasama dengan BNI Syariah. Hingga 9 April 2020, perolehan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah melalui program Tunjuk Rumah mencapai Rp766,7 miliar. Daerah terbesar penyerapan program Tunjuk Rumah yaitu wilayah Jabodetabek.

Target program Tunjuk Rumah sampai dengan akhir periode tahun ini yaitu Rp1,4 triliun. Untuk mencapai target ini, BNI Syariah mengoptimalkan pemasaran lewat cabang, gathering developer, media sosial dan media online.

Sampai dengan bulan Februari 2020, outstanding pembiayaan KPR BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah berada di posisi Rp13,23 triliun dengan pertumbuhan 11,15% year on year.(Der/Aka)