Hospitaly, Program Web Optimasi Rute ke Rumah Sakit

Tim pencipta Hospitaly. (Istimewa)
Tim pencipta Hospitaly. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jalur perjalanan mengantar ke rumah sakit terdekat harus cepat dan tepat karena pasien harus segera mendapat pertolongan. Pengantaran pasien dengan rute yang terbaik adalah salah satu hal yang sangat penting agar pasien dapat segera dapat ditangani.

Sekolompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mencoba memanfaatkan program web dengan Google API sehingga menyediakan informasi tentang rute rumah sakit terdekat dengan mengimplementasikan algortitma shortest path. Program ini dinamakan Hospitaly.

Tampilan program web Hospitaly. (Anja a)
Tampilan program web Hospitaly. (Anja a)

Mereka adalah Dwi Retno Sari (Matematika, 2015), Vina Sherlyana (Matematika, 2015), Rifdian Hamyasa Famhas(Matematika, 2015). Mereka adalah peserta Program Kreativitas Mahasiswa yang dibimbing dosen Matematika UM, Dra Sapti Wahyuningsih MSi.

“Algoritma shortest path merupakan metode dalam ilmu matematika yang digunakan untuk mencari jarak terdekat dari suatu titik asal ke titik tujuan,” kata Dwi, Rabu (30/5).

Dengan adanya program ini, maka diharapkan masyarakat dapat mengakses dengan mudah rute rumah sakit terdekat yang ditampilkan dalam program web ini. Serta dapat meminimalisir penanganan pasien yang terlambat karena kurang mengetahui rute rumah sakit terdekat.(Der/Aka)

Tak Pengaruh Pandemi Covid-19, Industri Kreatif Motor Custom Tetap Diminati

Dimas Zakaria Builder dari Bold Riders Malang sekaligus pemilik bengkel kustom DJ AS Garage di Malang, saat berada di bengkelnya awal pekan lalu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pandemi Covid-19 yang semakin masif di Malang Raya, tidak menyurutkan semangat para penggila motor custom untuk membangun motor idamannya. Peluang inilah yang dimanfaatkan sejumlah bengkel motor custom di Malang untuk tetap produktif.

“Alhamdulillah pesanan tetap datang meski lagi ada virus corona, yang pesan banyak dari luar Malang bahkan luar Jawa,” ucap Dimas Zakaria Builder dari Bold Riders Malang sekaligus pemilik bengkel kustom DJ AS Garage di Malang, belum lama ini.

Menurut Dimas, industri kreatif seperti motor custom memiliki pasar tersendiri. Selain berbasis komunitas, biasanya pemesan motor custom adalah orang-orang yang suka berpetualang. Karena itu dampak pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh.

“Jika sebelum pandemi ini kami bisa menerima dan menggarap tiga sampai empat pesanan per bulan, saat ini jumlah pesanan juga tak jauh berbeda. Yang membedakan, sekarang ini dalam bekerja lebih memperhatikan aspek kesehatan dan protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Dimas, menjelang lebaran kemarin, banyak pemesan yang datang dan meminta motornya sudah siap saat lebaran tiba, ini merupakan fenomena unik.

“Mungkin buat silaturahmi, buat tongkrongan, jadi cari tunggangan yang baru. Bisa tampil beda di hari raya tentu bikin tambah pede. Untuk motor kustom kebanyakan saya memakai mesin merek Scorpio (Yamaha) dan Binter Mercy,” bebernya.

Hal serupa juga dialami Yanto, yang merupakan pemilik bengkel kustom K09. Dia juga mendapat pesanan motor custom dari berbagai daerah seperti Bali dan tentu saja Malang.

“Dalam sebulan ada dua yang masuk” tukasnya.

Sebagai informasi, di bengkel kustom DJ AS Garage ini kebanyakan motor custom jenis chopper, scrambler yang sering dipesan. Untuk membuat satu motor ini akan merogoh kocek mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 60 juta.(der)

Tiga Tim Robot Unmer Malang Berlaga di KRI 2018

MALANGVOICE – Universitas Merdeka Malang (Unmer) akan berlaga di Kontes Robot Indonesia 2018, di Polinema, 1-3 Mei mendatang. Tim Unmer Malang terdiri dari 3 tim mahasiswa dari Prodi Teknik Elektro antara lain Tim Salamander, Tim COS, dan Tim Wipeout. Ketiga tim ini mengangkat rancangan robot berbeda-beda.

Tim Salamander terdiri dari Danu Syaiful Abu Bakar, Stanislaus Yoseph dan Krishna Tiwikrama. Tim Salamander merakit robot yang mampu mendeteksi api dan memadamkannya. Dirancang sejak Januari, robot ini dilengkapi sensor pendeteksi sinar UV yang dihasilkan dari api, kemampuan mendeteksi rintangan seperti dinding atau tembok, dan juga mikro kontroler. Robot salamander memiliki gerakan motor yang mirip dengan kaki laba-laba.

Sedangkan Tim Wipe Out, terdiri dari Dwi Agung, Ferdinandus Wagge, Aloysius Gonzaga Lay Boro menciptakan robot Creacker dan Banker. Kedua robot ini mampu melempar bola dan menangkap bola.

Terakhir adalah tim COS yaitu Eko Wahyu, Karitas Darson dan Muhammad Boni, merakit dua robot yang dapat melakukan gerakan tari remo. Robot ini mampu bergerak sesuai dengan tempo musik.(Der/Aka)

Pemerintah Indonesia Ajak Investasi ‘First Class’ Korea Selatan Masuk ke Indonesia

PTSP Pusat BKPM. (Istimewa)
PTSP Pusat BKPM. (Istimewa)

MALANGVOICE – Investasi first class Korea Selatan (Korsel) dianggap sudah saatnya masuk Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut B. Pandjaitan, mengatakan pada forum bisnis “Invest Indonesia” di Seoul, Korsel, Jumat (20/9), invetasi first class adalah yang mengandalkan teknologi maju, ada proses alih teknologi dan peningkatan nilai tambah atas produk yang dihasilkan.

Beberapa peluang investasi di sektor hilir domestik yang memiliki nilai tambah tinggi, antara lain pengolahan mineral nikel, bauksit, dan mangan. Saat ini, Pemerintah tengah membangun kawasan industri terpadu pengolahan nikel di Morowali yang mencakup smelter, stainless steel, dan carbon steel. Dengan volume ekspor nikel sebesar USD 612 juta per tahun (19,25 juta ton). Jika sudah diolah menjadi stainless steel nilainya berlipat 10,2 kali lipat, mencapai USD 6,24 miliar.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dalam sambutannya melalui video menyatakan, saat ini, ekonomi dunia menghadapi banyak ketidakpastian.
Seperti yang kita ketahui, perang dagang Tiongkok-AS terus berkecamuk, di mana baru-baru ini Tiongkok mendevaluasi mata uangnya, sehingga tembus dari 7,1 Dollar AS.

“Namun, Pemerintah Indonesia terus melanjutkan reformasi dan inovasi. Sekitar dua bulan setelah Pemilu, agensi pemeringkat internasional Standard & Poor’s menaikkan Investment Grade Indonesia dari BBB- ke BBB,” katanya sesuai rilis yang diterima MVoice.

Menurutnya, hal ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa positif mengingat Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara berkembang yang mendapatkan peningkatan peringkat dalam masa-masa sulit.

Hubungan bisnis Korsel-Indonesia terus menjadi titik terang dalam perekonomian regional dan dunia. Dalam beberapa waktu kita memiliki sejumlah terobosan positif, seperti groundbreaking petrochemical complex oleh Lotte Chemical dengan investasi sebesar USD 3,5 miliar.

Selain itu, Hyundai Motor juga mengumumkan bahwa mereka akan kembali ke Indonesia dengan investasi sebesar USD 1,7-1,8 juta. Saat ini Pemerintah Indonesia sedang dalam proses negosiasi dan sejumlah inisiatif dengan perusahaan-perusahaan besar di Korsel
yang strategis.

Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi mengatakan,selama lima tahun terakhir Korsel menjadi salah satu sumber arus utama FDI ke Indonesia. Namun, menurut data Financial Times FDI Market (2018) pengusaha Korsel menempatkan Indonesia sebagai pilihan ketiga sebagai opsi investasi luar negeri dengan dengan total capex USD 11,3 miliar (41 proyek).

Mereka memilih Vietnam sebagai opsi pertama dengan total capex sebesar USD 39,2 miliar (201 proyek).

“Masih banyak ruang untuk reformasi dan inovasi sebagai pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan untuk mengambil momentum dari perang dagang Tiongkok-AS seperti yang
dikemukakan Presiden baru-baru ini,” ujarnya.

Pada forum bisnis Invest Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Seoul, BKPM difasilitasi oleh IIPC (Indonesia Investment Promotion Center) turut membawa delegasi Market Sounding yang melibatkan 10 kawasan, terdiri dari dua Kawasan Ekonomi Khusus(Sei Mangke & Mandalika) beserta delapan Kawasan Industri. Beberapa perusahaan Korsel yang sukses berbisnis di Indonesia, antara lain KEB Hana Bank, Samick Musical Instruments dan Hansae Textile turut memaparkan terkait keputusan memilih dan kiat suksesnya berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, BKPM juga membuka klinik konsultasi bisnis yang melibatkan Kemenaker, Ditjen Imigrasi, dan Ditjen Pajak. Terdapat kurang lebih 20 perusahaan Korsel yang menyatakan minat pada sesi Business Matching.

Forum bisnis Invest Indonesia dibuka oleh Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi, merupakan salah satu dari rangkaian acara peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 RI dan Hubungan Diplomatik ke-46 Indonesia-Korsel di Seoul. Forum ini diadakan bekerja sama dengan BKPM, Pemprov Sumsel, dan Himpunan Kawasan Industri.

Selain menghadirkan Menko Maritim selaku keynote speaker, juga menampilkan sejumlah pembicara antara lain co-founder unicorn BukaLapak Muhammad Fajrin Rasyid dan CEO aplikasi rumah makan Qraved Steven Kim, dan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman.

Beri Pelayanan Prima, Beon Terima Sertifikasi Internasional ISO

Menerima penghargaan standart internasional. (Istimewa)
Menerima penghargaan standart internasional. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tahun ini, PT Beon Intermedia berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 90001 dan 270001 setelah memberikan pelayanan unggul kepada lebih dari 50.000 pelanggan setelah 11 tahun berkiprah.

Sertifikasi tersebut merupakan standart internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya. Tak hanya itu Beon juga
mendapatkan sertifikasi ISO 27001, yang merupakan standar internasional keamanan informasi.

Sertifikasi ISO 27001 memuat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam usaha keamanan informasi yang berlaku secara internasional pada sebuah
organisasi atau perusahaan. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-11 PT Beon Intermedia menggelar event tahunan, yaitu Gala Dinner yang juga sekaligus menjadi ceremony penyerahan sertifikasi ISO dari lembaga yang membantu terwujudnya standart Internasional tersebut.

Sertifikat ISO diserahkan langsun Business Development PT Intertek Utama Services, Waniwatining kepada Human Resource Development Manager PT Beon Intermedia, Putri Juwita Shinta Dewi.

“Rasanya lega dan senang, karena hal tersebut akan mendukung tercapainya visi Beon yaitu memberi manfaat lebih dari yang Anda bayangkan. Kami juga berharap, dengan pencapaian ini kualitas yang akan kami berikan tetap terjaga dan tentu saja melebihi ekspektasi pelanggan,” tukas Putri.

Dengan diraihnya ISO tersebut, diharapkan pula semakin meningkatkan kepercayaan customer, jaminan kualitas proses layanan, peningkatan produktivitas, motivasi, moral dan kinerja karyawan, peningkatan efisiensi, dan lainnya.

“Saat proses mendapatkan sertifikasi ini juga bukan hal yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus kami lewati, salah satunya yaitu menyamakan proses bisnis perusahaan dengan standart yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi ISO. Tentu saja hal ini akan membantu efisiensi setiap karyawan dalam bekerja,” sambung Putri.

User Acquisition Manager PT Beon Intermedia, Andy Novianto juga menambahkan, sertifikasi ISO menunjukkan komitmen Beon pada pelanggan dalam menjaga mutu pelayanan.

“Harapannya Beon terus menjaga komitmen memberikan pelayanan terbaik untuk customer,” harapnya.(Der/Aka)

Solusi Kelangkaan Energi, Mahasiswa UM Ciptakan Superkapasitor Hindobat

Tim peneliti HINDOBAT. (Istimewa)
Tim peneliti HINDOBAT. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kelangkaan sumber energi fosil mengakibatkan tingginya harga minyak dan gas, pasokan listrik yang tidak merata dan isu emanasan global. Sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM) menciptakan superkapasitor Hindobat yang merupakan singkatan dari Hybrid Ni-Doped BaTiO3.

Mereka adalah Fathinnatussifa U Z, Rizky Aditya S, Putri Nur A. Ketiganya merupakan mahasiswa jurusan fisika. menurut ketua tim penelitian, Fathinnatussifa, sumber energi merupakan hal yang penting untuk masyarakat.

Namun, tidak dapat dipungkiri akibat berkembangnya industri dan jumlah penduduk, kebutuhan akan energi terus meningkat, sehingga terjadi kelangkaan sumber energi fosil. Superkapasitor bisa menjadi solusi kelangkaan energi. Superkapasitor ini dapat digunakan dengan fleksibel sehingga dapat diterapkan di berbagai alat.

“Nah superkapasitor ini juga dapat mengurangi efek penggunaan energi terhadap lingkungan dikarenakan kami menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan,” katanya, Selasa (29/5).

Dia menjelaskan, BaTiO3 merupahan bahan yang memiliki konstanta dielektrik yang sangat tinggi pada suhu ruang dan juga memiliki nilai ‘dielectric loss’ yang besar pula. Oleh karena itu, keramik BaTiO3 dapat digunakan sebagai superkapasitor. Penambahan sejumlah kecil pengotor dapat memodifikasi sifat dielektrik BaTiO3 dan barium titanat yang mengalami proses pen-dopingan ternyata memiliki aplikasi yang lebih luas sehingga pada penelitian ini BaTiO3 didoping dengan material Ni.

“Superkapasitor Hindobat dibuat dengan menggunakan metode blending berdasarkan metode yang telah berhasil diterapkan oleh beberapa peneliti,” tukasnya.

Oleh karena itu, tim PKM ini menggunakan metode blending. Beberapa tahapan yang dilakukan yakni pembuatan partikel Ni, pencampuran Ni dengan BaTiO3, dan pembuatan komposit Ni-BaTiO3/PVDF. Dalam penelitian ini PVDF digunakan sebagai bahan polimer untuk menunjang fleksibilitas superkapasitor.

“Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat mengatasi krisis energi yang terjadi di masyarakat serta dapat mengembangkan superkapasitor yang fleksibel sehingga dapat diproduksi massal di Indonesia,” pungkasnya.(Der/Aka)

Dynamix Getol Dikenalkan Sebagai Pengganti Holcim

Direktur Human Capital, Legal, and Corporate Affairs PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Agung Wiharto (kanan), Head of Customer Marketing PT Solusi Bangun Indonesia, M Taufiq Hidayat (kiri). (Istimewa)
Direktur Human Capital, Legal, and Corporate Affairs PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Agung Wiharto (kanan), Head of Customer Marketing PT Solusi Bangun Indonesia, M Taufiq Hidayat (kiri). (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) terus getol mengenalkan Dynamix sebagai merek baru pengganti produk semen Holcim. Dynamix resmi berganti sejak diakuisisi PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB).

Mengawali langkah pengenalan itu di Malang, PT SBI mengajak para kontraktor dan developer untuk mempererat sinergi agar Dynamix bisa dikenal luas, Selasa (5/11).

Direktur Human Capital, Legal, and Corporate Affairs PT SBI, Agung Wiharto, mengatakan, pangsa pasar di Malang cukup menjanjikan dan potensial. Karena itu, momen ini sangat penting agar menjalin relasi dan kemitraan dengan para pelanggan dengan tema “Berani Berubah Lebih Baik”.

“Jatim naik 13,5 persen. Kami berharap mempertahankan market di Jatim. Harapannya pasti naik karena situasi pasar sekarang menantang,” katanya.

Dijelaskan Agung, secara mutu kualitas Holcim dan Dynamix tidak ada perbedaan. Justru merek baru Dynamix ini diklaim unggul dari segi kualitas dan standar yang ada.

“Yang penting kami menjamin ketersediaan Dynamix di pasar. Di Jatim sendiri terdapat 21 retail distributor aktif yang melayani hampir 4.000 toko bangunan,” tandasnya.(Der/Aka)

Ini Dia Inovasi Mahasiswa UB untuk Memudahkan Nelayan

Tim Kevin dan teman-teman menjelaskan kegunaan alat CAPTION. (Lisdya)

MALANGVOICE – Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE UB) kembali menorehkan prestasi akhir tahun di ajang Indonesia Energy Innovation Challenge 2018. Acara itu diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasanuddin pada tanggal 21 hingga 23 November 2018 lalu.

Tim yang diketuai oleh Kevin Rachman Firdaus bersama dua rekannya Ariq Kusuma Wardana dan Mohammad Mufti Fajar ini berhasil menjadi juara dua dengan penelitian berjudul Cantilever Piezoelectric Energy Harvester with Energy Bank System for Fisherman (CAPTION) sebagai alternatif inovasi teknologi pemanfaatan sumber energi kemaritiman.

Ariq mengatakan terciptanya karya ini dilatarbelakangi oleh kurang meratanya elektrifikasi pada masyarakat pesisir sehingga menimbulkan kesenjangan dan menurunnya kesejahteraan bagi nelayan. Menurutnya, alat elektronik bisa sangat memudahkan nelayan, namun karena kurangnya pasokan listrik justru menambah permasalahan baru.

“Misalnya saja ada lemari pendingin ikan yang dialihfungsikan sebagai lemari baju. Selain itu, pemerintah juga menyadari, bahwa pembangkit listrik berbahan dasar batu bara perlu direvisi sehingga pemanfaatan Renewable Energi perlu dimanfaatkan,” ujarnya.

CAPTION berusaha menawarkan alternatif solusi dengan memanfaatkan gelombang laut dan kantilever piezoelektrik.

Perlu diketahui, Piezoelektrik adalah alat pemanen energi yang bersumber dari getaran dan diubah menjadi tegangan listrik. Sistem kantilever menghasilkan getaran dan defleksi secara berulang. Sistem ini menghasilkan energi listrik yang murah dan mudah diaplikasikan.

Alat ini berbentuk gearbox yang diletakkan pada sisi kiri dan kanan kapal yang berisi pelampung, mekanisme gear, blade serta kantilever piezoelektrik. Selain itu, alat ini dilengkapi juga dengan energy storage berupa accumulator untuk menjadi energyharvester.

Sementara itu, Mufti menjelaskan, dari hasil survei didapatkan bahwa umumnya nelayan melaut hampir selama 6 hingga 8 jam, sehingga dengan durasi tersebut, nelayan mampu menghasilkan energi sebesar 17,84 Wh sampai 22,12 Wh. Energi ini dapat semakin bertambah apabila dikembangkan dari segi kualitas dan kuantitas piezoelektriknya, menambah kuantitas defleksi piezoelektrik serta lamanya penyimpanan energi.

Alat ini pun cukup ekonomis, sebab hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 950 ribu. Pun, alat yang berupa prototype ini dipersiapkan kurang lebih selama dua bulan dan mampu memberikan hasil yang memuaskan.

“Semoga ke depan alat ini mampu menemukan komponen tepat guna yang melalui beberapa pengujian. Terlebih, tim CAPTION berharap adanya berbagai kolaborasi yang mendukung penelitian sehingga siap diaplikasikan pada nelayan di seluruh pantai di Indonesia,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Kota Malang Alami Deflasi 0,41 Persen, Dampak Corona?

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo. (Tangkapan layar YouTube)
Kepala BPS Kota Malang Sunaryo. (Tangkapan layar YouTube)

MALANGVOICE – Kota Malang alami deflasi sebesar 0,41 persen pada Maret 2020 ini. Kuat dugaan akibat faktor pandemi COVID-19 atau Virus Corona.

Hal ini diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dalam rilis resminya, Rabu (1/4). Dari 8 daerah di Jawa Timur berstatus IHK (Indeks Harga Konsumen), hanya Kota Malang alami deflasi. Sedangkan daerah alami inflasi tertinggi adalah Jember sebesar 0,34 persen.

“Deflasi ini akibat adanya penurunan harga dua kelompok indeks pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau. Lalu kelompok transportasi,” kata Kepala BPS Kota Malang Sunaryo.

Ia melanjutkan, komoditas penyumbang deflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau, tercatat sebesar – 0,50 persen. Rinciannya, komoditas cabai rawit, daging ayam ras dan cabai merah.

Lalu kelompok tranportasi sebesar – 3,21 persen, yakni komoditas angkutan udara.

“Adanya penurunan harga dua kelompok indeks pengeluaran tersebut bobotnya cukup besar sehingga mempengaruhi deflasi Kota Malang,” jelasnya.

Ia menambahkan, fenomena deflasi ini menjadi catatan baru. Sebab, pada Maret pada dua tahun sebelumnya tidak pernah terjadi.(Der/Aka)

Antusias Siswa Siswi Sekolah di Malang Mengikuti Edukasi Safety Riding

Safety riding di sekolah. (Istimewa)
Safety riding di sekolah. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distrubutor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memberikan edukasi kepada siswa siswi sekolah di Malang pada 10 – 11 Maret 2020.

Dengan mengambil tema Kemanapun Perginya Selalu Cari_Aman, sebanyak 150 peserta yang berasal dari SMAN 10 Malang dan SMK Brawijaya Batu mengikuti edukasi safety riding bertujuan agar memahami pentingnya keselamatan lalu lintas, mengetahui rambu-rambu lalu lintas, serta keselamatan saat berada di sekitar jalan raya.

Selain itu juga diberikan pengetahun edukasi kelengkapan keselamatan berkendara yang wajib dipakai sebagai dasar agar mendapatkan hal hal berharga dalam hidupnya.

“Edukasi ini sangat penting untuk generasi muda terutama di tingkat pendidikan paling bawah, di mana anak anak dengan sangat mudah untuk diberikan bekal ilmu safety riding sehingga ke depan dapat memahami dan mempraktekkan hal hal baik yang berkaitan dengan keselamatan saat berada di lalu lintas,” kata Mizidianto selaku instruktur Safety Riding MPM.(Der/Aka/Adv)