Lewat Program Khusus, Siswa SD di Bululawang Dilatih PHBS

Penyuluhan kepada siswa di sekolah. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bekerjasama dengan PT Ciomas Adisatwa (CIOMAS) unit Malang, menyelenggarakan Pelatihan JAPFA for Kids.

Hal itu bertujuan Mewujudkan terciptanya sekolah-sekolah bersih dan sehat agar menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

Program ini difokuskan sejak Kamis (27/6) di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang dengan menggandeng Dinas Pendidikan setempat serta sekolah peserta.

“Ini merupakan langkah awal menuju perubahan yang berkelanjutan. Dengan hadirnya JAPFA for Kids di Bululawang, anak-anak akan dibiasakan untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di mana pun mereka berada,” ujar Budi Fatoni, Head of Region Jawa Timur 1.

Dalam prgram ini siswa yang terpilih untuk mewakili sekolahnya dalam pelatihan ini memiliki misi untuk mengajak teman sebayanya disekolah masing-masing untuk menerapkan PHBS.

“Kami membentuk seorang agen perubahan yang bersama dengan komite guru dan JAPFA, akan membawa perubahan kearah sekolah yang bersih dan sehat,” lanjut Budi.

JAPFA for Kids Bululawang merangkul 1350 siswa dan 111 guru dari 10 Sekolah, serta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Bululawang dan Puskesmas. Setiap sekolah akan mengirimkan 15 orang perwakilannya untuk mengikuti pelatihan Duta Anak Sehat, Duta Lingkungan Sehat dan Duta Makanan Sehat dan memberikan pemahaman mengenai gizi, kebersihan lingkungan, dan PHBS sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Sesi pelatihan disesuaikan dengan bidang masing-masing seperti contoh Duta Anak Sehat yang dibimbing oleh Puskesmas Bululawang untuk mempraktekkan bagaimana cara mencuci tangan, menggunting kuku, dan sikat gigi yang baik dan benar disertai dengan alat peraga.

Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) sehingga kedepannya apabila terjadi keadaan darurat seperti patah tulang atau pingsan, para Duta Sehat dan pembina bisa terlebih dahulu melakukan pertolongan pertama di sekolah sebelum ke rumah sakit.

“Tidak berhenti pada pelatihan, duta sehat bersama pembina selanjutnya akan membuat program berbasis lingkungan dan PHBS menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah,” ujar R. Artsati Alif, Head of Social Investment JAPFA.

Artsanti menjelaskan, banyak program yang bermanfaat untuk diaplikasikan pasca pelatihan, contohnya seperti ‘Jumat Potong Kuku’ dan ‘Jumat Bersih’. “Program JAPFA for Kids di desain untuk mendorong warga sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar, dimulai dari pola hidup bersih dalam sekolah dan keseimbangan gizi anak,” sambung Artsanti.

Dalam implementasi hasil pelatihan yang didapatkan siswa dan guru, sekolah akan mendapatkan pendampingan selama 9 bulan disertai dengan penempatan fasilitator di lokasi yang terpapar program.

“Selama 9 bulan kedepan, JAPFA akan menjadi bagian dari sistem sosial di Malang terutama di kecamatan Bululawang. Hal ini semata-mata untuk mencapai tujuan mewujudkan lingkungan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan, terutama di tempat-tempat dimana kami beroperasi,” tutup Artsanti.(Der/Aka)

Whiz Prime Hotel Siap Bersaing di Kota Malang

Whiz Prime Hotel di Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Intiwhiz International secara resmi mulai mengoperasikan Whiz Prime Hotel di Jalan Basuki Rahmat Malang. Hotel bintang tiga ini siap menjawab kebutuhan masyarakat dan diharap mampu bersaing dengan bisnis hotel yang ada di Kota Malang.

Whiz Prime Hotel baru pertama di Malang dan menjadi yang kedua di Jatim. Hal ini menunjukkan, kedua tempat tersebut sangat pesat perkembangan bisnis maupun ekonomi.

“Ketika satu kota makin banyak hotel itu menandakan tumbuhnya sebuah kota. Kami optimistis di tahun pertama okupansi bisa 65 persen,” kata President Director Intiwhiz Hospitality Management, Moedjianto S Tjahjono, Sabtu (11/11).

Berbagai fasilitas disediakan di Whiz Prime Hotel. Antara lain 70 kamar yang nyaman, kolam renang, spa dan ruang meeting hingga 100 orang. Apalagi, lokasi hotel tersebut sangat strategis di tengah Kota Malang yang banyak menjadi akses ke tempat penting. Seperti Alun-Alun Merdeka, stasiun atau Stadion Gajayana.

Dengan begitu, Whiz Prime Hotel menargetkan bisa menjadi hotel pilihan masyarakat dalam 2018.

“Persentasi terbesar dari total pangsa
pasar adalah wisatawan dan pekerja yang melakukan perjalanan dinas. Pada tahun ini hingga tahun 2018, Kami menargetkan menjadi salah satu dari 3 Hotel papan atas di wilayah Malang berdasarkan tingkat hunian kamar,” tutup
Edi Syumardi, Corporate GM Sales & Marketing Intiwhiz Hospitality Management.(Der/Aka)

Kerennya Rakai Langit, Buku Augmented Reality Karya Mahasiswa UM

Cover buku Rakai Langit (istimewa)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil berinovasi menciptakan buku berbasis teknologi augmented reality. Adalah buku Rakai Langit, sebuah kumpulan cerpen ilustrasi berwarna dan menarik yang meningkatkan minat baca siswa.

Tim ini diketuai Teguh Dewangga dari Teknik Mesin, dengan anggota Aji Setiawan, Monica Widyaswari, Alfina Musfira dan Ekki Septian Putra.

Menurut Teguh, inovasi ini dilatarbelakangi angka minat baca di Indonesia yang berdasarkan Unesco tahun 2012 hanya 0,001. Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya 1 dari 1000 penduduk yang mempunyai minat baca serius.

“Terlebih dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, buku seolah menjadi benda usang dan tak tersentuh,” kata dia kepada MVoice.

Selain itu, permasalahan tersebut juga disebabkan oleh jumlah buku yang terbatas dan pengemasan buku yang kurang menarik serta minimnya sentuhan teknologi.

Tim penemu buku Rakai Langit (Anja Arowana)

Teguh dan timnya kemudian, mengusung ide kreatif membuat buku yang lebih menarik. Cara kerja buku juga sederhana, melibatkan gadget, animasi dan audio visual.

“Kita membuat buku kumpulan cerita pendek dengan puluhan ilustrasi berwarna. Di setiap ilustrasi akan memunculkan animasi dalam bentuk audio visual yang berasal dari program augmented reality. Saat ini hampir semua orang memiliki gadget, maka kami tidak memandang teknologi sebagai ancaman, melainkan potensi besar yang dapat dikolaborasikan dalam upaya meningkatkan angka literasi di Indonesia,” ucap Teguh yang juga penulis naskah buku ini.

Rakai Langit, lanjut dia, diambil menjadi judul buku kumpulan cerpen tersebut karena memuat sepuluh cerita pendek yang tema besarnya adalah kearifan lokal. Bahkan delapan puluh persen cerita-cerita tersebut pernah dimuat di media cetak, dan menjuarai lomba kepenulisan cerpen tingkat kampus hingga nasional.

Buku Rakai Langit jika dibuka lewat gadget smartphone (Anja Arowana)

Selain itu nilai kearifan lokal yang diangkat juga menjadi salah satu poin penting, seperti kejujuran, sikap toleransi, gotong-royong, menghargai kepercayaan masing-masing dan sebagainya. Terlebih nilai-nilai tersebut semakin hari semakin hilang.

“Ilustrasi yang ada juga disesuaikan dengan isi naskah, agar nilai-nilai kerarifan lokal tersebut muncul. Selain itu puluhan ilustrasi yang dicetak berwarna, juga menjadi salah satu cara agar pemula lebih tertarik untuk membaca bukunya,” ungkap Aji, ilustrator buku Rakai Langit.

Penggunaan program pada buku cukup mudah. Program yang telah terinstal dalam android akan terintegrasi dengan aplikasi kamera, untuk menikmati animasi cukup arahkan kamera pada setiap ilustrasi yang ada. Animasi akan muncul pada layar dan menggambarkan bagian cerita yang divisualisasikan. Setiap ilustrasi yang ada akan memunculkan animasi sehingga alternatif menikmati cerita bisa lebih beragam dan menarik.

Alfina dan Ekki yang bertanggung dalam bidang produksi dan pemasaranan mengungkapkan bahwa segmentasi dari pengguna buku seharga Rp. 65.000,- tersebut adalah usia sekolah menengah atas hingga dewasa.

Monica selaku programer juga menambahkan, program augmented reality nantinya bisa didownload secara gratis di Playstore, sehingga pembaca cukup membeli bukunya.

Tim yang mengemban tugas dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan tahun 2017 tersebut mengungkapkan, nantinya kegiatan ini tidak saja berhenti pada capaian dalam bentuk buku dan software, namun juga diharapkan mampu menjadi starting point dalam mengembangkan produk lainnya. Bisa dalam bentuk film pendek, komik, maupun merchandise.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Inovasi Aplikasi ‘Melijo’, Petani Kontrol Penjualan Lebih Mudah

Tampilan Aplikasi Melinjo. (Istimewa)

MALANGVOICE – Berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), diprediksi pada tahun 2030 jumlah penduduk di dunia meningkat sebanyak 8.5 milyar dan pada tahun 2050 meningkat sebanyak 9.7 milyar.

Kenaikan jumlah penduduk tersebut seharusnya membuat kebutuhan pangan nasional ikut meningkat drastis. Hal ini disinyalir karena para petani kesusahan mendistribusikan langsung hasil panennya kepada konsumen. Adanya peran serta tengkulak juga menjadikan fluktuasi harga pasar yang tidak jarang merugikan petani.

Melihat fenomena tersebut Laboran Team yang beranggotakan tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat sebuah aplikasi dengan proses bisnis yang berguna untuk memberikan solusi atas masalah pendapatan petani di Indonesia saat ini.

Mereka adalah dua mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (Fia) yaitu Ekananda Putri N. A. dan Mohamad Faathir Al Hakim serta seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) I Made Resza Surya Adinata. Aplikasi Laboran team tersebut diberinama Melijo. Dengan aplikasi ini petani dapat menjual hasil panennya langsung kepada konsumen tanpa melalui tengkulak, sehingga harga produk dapat lebih terkontrol.

Resza mengatakan aplikasi Melijo terdiri atas dua jenis yaitu aplikasi bagi petani dan bagi pelanggan. Pada aplikasi bagi petani terdapat empat fitur yang disediakan meliputi fitur transaksi tani berfungsi untuk menanggapi proses pemesanan, dari pemberitahuan sistem Melijo.

Tim Laboran Filkom UB. (Istimewa)

“Fitur laba panen merupakan informasi riwayat hasil transaksi yang telah dilakukan, fitur sisa panen berfungsi memonitoring jumlah stok hasil panen yang masih tersedia dan fitur tani pedia yang memberikan informasi lengkap seputar dunia pertanian,” katanya.

Sementara itu, pada aplikasi bagi pelanggan juga disediakan empat fitur meliputi fitur memesan sayuran yang berfungsi untuk melakukan pemesanan sesuai komoditas sayuran, petani terdekat dan harga yang tercantum, fitur tracking pemesanan untuk memberikan informasi pada pelanggan tentang tahapan proses yang sedang berjalan mulai dari pemesanan hingga produk diterima, fitur paket promo yang memberikan pilihan bagi pelanggan untuk membeli produk sayuran secara paket dengan keuntungan harga yang lebih murah dan gratis ongkos kirim, dan fitur rating berguna untuk menjaga keberlanjutan berlangganan.

Laboran team telah memperkenalkan dan melakukan uji coba aplikasi serta proses bisnis Melijo ini pada kelompok tani yang ada di Malang dan beberapa restoran atau rumah makan di Malang sebagai pengguna.Hasilnya hingga kini telah ada 15 kelompok tani yang bergabung.

“Setiap kelompok tani menaungi 100 petani, sehingga bisa dikatakan sebanyak 1.500 petani telah bergabung dalam sistem Melijo. Sementara dari sisi pengguna telah terdapat beberapa restoran atau rumah makan yang telah bergabung antara lain Ayam Bawang Cak Per dan Ayam Nelongso,” tambahnya.

Faathir menyampaikan dirinya bersama tim berniat untuk terus mengembangkan aplikasi dan proses bisnis ini hingga dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Rencana ke depan kita tidak hanya mencakup wilayah Malang saja. Inginnya dikembangkan sampai cakupan luar kota misalkan Surabaya,” jelas Faathir.

Melijo juga berhasil membawa laboran team sebagai peraih Medali Emas (Juara I) dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) pada sepuluh kategori Pengembangan Bisnis TIK, sebuah ajang kompetisi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) paling bergengsi di tanah air.

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam perannya memajukan TIK dan pemanfaatannya di Indonesia. Berkat raihannya tersebut laboran team berhak membawa pulang medali emas dan dana pengembangan senilai lima juta rupiah.(Der/Yei)

Canggih Tapi Terjangkau, Facebook Luncurkan VR Terbaru

Oculus Rift harganya mencapai 5 Juta Rupiah (Staticworld.net)
Oculus Rift harganya mencapai 5 Juta Rupiah (Staticworld.net)Oculus Rift harganya mencapai 5 Juta Rupiah (Staticworld.net)

MALANGVOICE – Kini, penggila gadget bisa memilih alternatif yang ditawarkan. Facebook sedang mengembangkan gadget Virtual Reality model baru dan terjangkau. Selama ini, masyarakat enggan membeli headset virtual reality (VR) lantaran harganya yang mahal. Misalnya, Oculus Rift dibanderol Rp 5 juta dan harus dipasangkan dengan komputer berkelas dan mahal.

Saat ini di pasaran terdapat dua jenis headset VR. Pertama, memanfaatkan smartphone sebagai player virtual reality macam Samsung Gear VR (130 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 juta). Jenis kedua merupakan headset untuk gaming high-end macam Oculus Rift. Sedang VR baru yang tengah dikembangkan Facebook nantinya akan berada di antara dua kategori itu. Harganya bisa dipatok di kisaran 200 dollar AS atau sekitar Rp 2,7 juta.

Juru bicara Oculus, Alan Cooper, menolak berkomentar ketika ditanyai.

“Tidak ada produk yang akan diluncurkan saat ini, tetapi kami bisa mengatakan sedang melakukan investasi teknologi yang signifikan di kategori VR stand-alone,” ujar Cooper, sebagaimana dirangkum Mvoice dalam situs Bloomberg, Minggu (16/7/2017).

Sumber yang dikutip Bloomberg, menyebutkan bahwa headset VR baru Facebook bentuknya lebih ringkas dari Rift dan lebih ringan dari Gear VR karena memakai chip mobile Snapdragon dari Qualcomm.

Headset VR ini kabarnya baru akan dirilis pada 2018 mendatang. Facebook turut disinyalir bakal menggandeng Xiaomi sebagai rekanan manufaktur.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Maxwin Tawarkan Semua Masyarakat Dapat Miliki Saham Tanpa Riba

Senior Associate Maxwin Organization, Agung Riyadi. (Lisdya)

MALANGVOICE – Maxwin Organization menawarkan program kepemilikan saham dengan mudah. Bahkan, diklaim bebas bunga atau riba.

Dengan tagline semua orang bisa punya saham perusahaan, sekaligus organisasi yang berafiliasi dengan group belibisnis.com ini menawarkan program revolusioner Indonesia bebas riba.

Senior Associate Maxwin Organization, Agung Riyadi, menyampaikan, pihaknya memiliki program “Marketing Konglomerat”.

Ia menjelaskan, dengan marketing konglomerat ini semua elemen masyarakat bisa mengikuti, baik ibu rumah tangga, buruh, jurnalis, kalangan profesional, bahkan mahasiswa, mampu memiliki saham di satu perusahaan tertentu.

“Akan kami berikan pelatihan, karena kami ingin mereka go publish. Pelatihannya khususnya dalam hal jual belinya saham perusahaan,” kata Agung Riyadi dalam gelaran table talk, Kamis (8/11).

Ia pun memaparkan, untuk mendapatkan saham di perusahaan tertentu, anggota yang tergabung dalam program Marketing Konglomerat hanya mempertemukan pengusaha atau klien yang cashflow bisnisnya dengan pihak Maxwin.

“Seperti contoh, Anda mempunyai bisnis dan cashflow bisnisnya bermasalah, pertemukan dengan kami nanti akan kami bantu hingga go publish. Kalau go publish, saham 2,5 persen dari perusahaan tadi jadi miliknya,” ujar Agung.

Kendati demikian, Agung menjelaskan, tidak semua perusahaan akan dibantu oleh Maxwin hingga go publish. “Kalau di Malang ini ya, yang kemungkinan lolos ya kuliner, EO dan lain sebagainya itu. Karena kami melihat pangsa pasarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, program Marketing Konglomerat merupakan bisnis yang ditawarkan Maxwin tanpa ada praktik riba. Yang terjadi adalah, perusahaan yang sedang low mampu bangkit kembali hingga go publish. Sementara bagi anggota Marketing Konglomerat selain berhasil membantu perusahaan yang tengah sekarat, juga mendapatkan bonus tambahan, yakni saham 2,5 persen.

Selain program Marketing Konglomerat, ada pula program partnership yang ditujukan bagi para pengusaha ataupun investor yang ingin berbisnis bersama Maxwin. Selain pengusaha, koperasi dan yayasan pun bisa ikut andil dalam program partnership Maxwin. (Der/Ulm)

Postingan Instagram Bisa Bantu Facebook Lacak Teroris

Ilustrasi.
Ilustrasi

MALANGVOICE – Pihak Facebook menguraikan kemajuan perusahaannya dalam hal Kecerdasan Buatan atau Artificial Intellegence (AI), konektivitas, dan realitas virtual atau visual reality (VR).

Menurut Eksekutif Facebook, Mike Schroepfer, dalam laman CNN, Rabu (16/5), salah satu contoh kemajuan yang sedang digarap Facebook adalah menyaring/menghapus konten, sebelum itu dilihat penggunanya. Bahkan pada kuartal pertama 2018, Facebook mampu mendeteksi 2 juta konten propaganda terorisme. 99 persen konten itu sepenuhnya terdeteksi sebelum diakses oleh pengguna internet

Konten berbau terorisme dan provokatif itu bisa dideteksi melalui pemrosesan bahasa, menandai kalimat-kalimat bulyying, hate speech dan ancaman.

“Proses pemeriksaan saja tidak cukup. Kami perlu memastikan bahwa tindakan dan konsekuensi kita selaras dengan kerangka etika,” tambah ilmuwan data Facebook Isabel Kloumann.

Kloumann mengatakan Facebook memiliki panduan untuk mendeteksi dan memperbaiki bias yang muncul dalam algoritmanya. Selama ini usaha Facebook untuk mendeteksi konten provokatif masih belum optimal.

“Perusahaan terus mengembangkan sistem pengecekan ini untuk mengevaluasi implikasi pribadi dan kemasyarakatan dari setiap produk yang kami bangun,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pengguna Instagram yang dimiliki Facebook mungkin terkejut ketika mengetahui foto-foto mereka tentang pesta ulang tahun dan anjing digunakan untuk melatih alat kecerdasan buatan ini.

Facebook telah memindai 3,5 miliar foto yang ditandai secara publik untuk mengajarkan sistemnya yang bernuansa seperti ‘cupcake’ misalnya. Bukan tak mungkin, konten-konten provokatif berbau terorisme di Instagram pun akan membantu AI Facebook untuk mendeteksi dan menghapus otomatis konten berbau terorisme, bahkan melacak si teroris.(Der/Aka)

Jenius BTPN Mudahkan Cari Solusi Kelola Keuangan

Perkenalan aplikasi Jenius BTPN. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jenius terus berinovasi ciptakan fitur-fitur unik sebagai solusi life finance bagi masyarakat melek digital atau digital savvy.

Usai dikenalkan di masyarakat Kota Surabaya Mei 2018 lalu, Jenius terus mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para digital savvy di Jawa Timur, termasuk Kota Malang.

Kini warga kota Malang dapat mengunduh aplikasi inovatif PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) ini di App Store atau Google Play Store, ataupun dengan mengunjungi booth Jenius yang berada di Malang Town Square dan Mall Olympic Garden.

“Kehadiran Jenius di Malang sekaligus menjawab kebutuhan para digital savvy untuk mendapatkan solusi life finance yang mudah, cerdas, dan aman. Dengan ini, kami berharap dapat mengajak lebih banyak digital savvy untuk mengembangkan solusi life finance yang semakin lengkap,” jelas Digital Banking Head BTPN, Peterjan van Nieuwenhuizen.

Setelah diluncurkan di Jakarta pada Agustus 2016, Jenius berhasil mengintegrasikan elemen gaya hidup dan finansial (konsep life finance) kepada masyarakat yang melek teknologi di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

“Penetrasi teknologi digital di masyarakat yang semakin meningkat membuat smartphone memiliki peran signifikan untuk mengakses beragam layanan sekaligus membuat keputusan. Disadari atau tidak, setiap keputusan dalam hidup memiliki konsekuensi terhadap finansial. Untuk itu, Jenius hadir sebagai solusi life finance yang membantu mengelola gaya hidup dan finansial sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN, Irwan Sutjipto Tisnabudi menjelaskan fitur-fitur Jenius terus dikembangkan, melalui proses kreasi dengan masyarakat digital savvy sehingga dapat menyesuaikan gaya hidup penggunanya.

“Kolaborasi dan kreasi yang kami lakukan tidak hanya berhenti di fase pembentukan awal. Kehadiran Jenius di berbagai lokasi baru menjadi semangat bagi kami untuk berkreasi mendapatkan masukan dan ide untuk layanan perbankan yang semakin relevan dengan kebutuhan para digital savvy,” ujarnya.

Perlu diketahui, Jenius adalah aplikasi perbankan digital yang memungkinkan nasabah untuk memiliki rekening bank dan mengelola keuangan dari ponsel, baik ponsel berbasis Android maupun iOS.

Beberapa fitur unik di Jenius antara lain, Send It yang dapat digunakan untuk mengirimkan uang dan membayar tagihan telepon, kartu kredit, e-commerce, internet, televisi berlangganan, transportasi, dan isi pulsa melalui smartphone. Fitur $Cashtag memberikan pilihan bagi pengguna untuk mengingat dan memberikan informasi nomor rekening ke pihak lain dengan lebih mudah karena diciptakan bukan dengan deretan angka melainkan nama.

Sementara itu, setiap pengguna Jenius berkesempatan mendapatkan lima kartu debit yang dilengkapi dengan jaringan Visa dan GPN yang berfungsi untuk melakukan alokasi finansial sesuai dengan kebutuhan. (Der/Ulm)

Inklusi dan Literasi Keuangan Meningkat, Sutiaji Apresiasi Kinerja OJK

Wali Kota Malang, Sutiaji saat memberikan sambutannya dalam peresmian kantor OJK baru. (Lisdya)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hingga saat ini mampu memberikan edukasi dalam hal keuangan bagi masyarakat.

Menurut Sutiaji, OJK saat ini mampu meningkatkan inklusi dan literasi keuangan dan telah berkolaborasi dengan sejumlah pihak. “Dengan adanya kolaborasi, tidak hanya berhenti sampai di sini tapi terus menerus agar mempermudah perputaran ekonomi lebih baik di daerah,” ujar Sutiaji saat menghadiri peresmian Kantor OJK Selasa (22/1).

Ia menilai jika masyarakat saat ini telah memahamimi peran industri jasa keuangan seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang No 21 Tahun 2011 Pasal 4. Ia juga mengatakan apabila literasi masyarakat bagus maka inklusi juga akan bagus.

“Saat ini, nilai literasi kami 32 dan inklusi 73. Literasi masyarakat Kota Malang semakin tinggi, saya yakin akselerasi yang dilakukan oleh mahasiswa membawa pemahaman kepada masyarakat bahwa industri jasa keuangan adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Selain itu, inflasi Kota Malang saat ini juga cukup terkendali, bahkan pertumbuhan ekonomi tinggi disertai menurunnya gini rasio serta UMKM saat ini yang mulai berkembang.

“Dengan demikian, maka sudah jelas peran OJK juga mempengaruhi ekonomi di Kota Malang,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Generasi Millenial Manfaatkan Perkembangan Teknologi Pesat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno. (Lisdya)

MALANGVOICE – Perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini tak dipergunakan dengan sia-sia oleh generasi millenial khususnya. Banyak dari mereka yang memanfaatkan teknologi khususnya e-commerce untuk memperoleh pendapatan setiap harinya.

Hal ini ditanggapi dengan baik oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat menghadiri acara Wirausaha Muda Mandiri (WMM) di Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (15/9).

“Anak-anak muda jaman sekarang itu sangat berani dan kreatif untuk kencoba melakukan usaha. Dan mereka sangat bagus untuk memanfaatkan teknologi, khususnya e-commerce untuk usaha mereka,” ujar Rini.

Selain itu, menurut Rini, perkembangan teknologi yang pesat saat ini harus dimanfaatkan juga oleh pemerintah guna mendukung kemajuan e-commerce di Indonesia.

“Selain itu pemerintah juga harus benar-benar memanfaatkan. Anak-anak muda ini lahir di era digitalisasi, sehingga bisa membuat mereka bisa berwirausaha secara cepat dan memanfaatkan teknologi dengan baik,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Komunitas