Mahasiswa Ciptakan Doctor, Alat Penyelamat Lumba-Lumba

Tim Mahasiswa Pencipta Doctor (Anja Arowana)
Tim Mahasiswa Pencipta Doctor (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan sebuah alat untuk menyelamatkan lumba-lumba. Adalah Doctor (Dolphin Protector), sebuah alat yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dan piezoelektrik effect.

Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Maulana M R, Alam M S, Nurbaiti I, Agustin, Vitalia P A dari Jurusan Manajemen Suberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya.

Menurut mereka, pola migrasi lumba-lumba sering kali tidak sesuai dengan lokasi tujuan mencari makan, berkembang biak, dan mencari habitat baru. Seringkali, lumba-lumba berenang terlalu dekat dengan perairan yang dangkal. Akibatnya, lumba-lumba terjebak tidak dapat kembali ke laut lepas. Lumba-lumba memiliki kemampuan sensor menggunakan gelombang ultrasonik untuk komunikasi dan menentukan keadaan lingkungan sekitar dengan frekuensi yang mencapai lebih dari 20KHz.

Alat Doctor (Anja Arowana)
Alat Doctor (Anja Arowana)
“Sayangnya, terjadi peningkatan kebisingan di perairan akibat aktivitas manusia. Mulai dari pengeboran industri minyak, gas, pelayaran komersil dan sebagainya. Ini membingungkan lumba-lumba karena frekuensinya tumpang-tindih dan mengakibatkan pembelokan migrasi lumba-lumba menuju luar jalur migrasi,” papar Maulana.

Doctor dirancang untuk mengirimkan sinyal peringatan melalui gelombang ultrasonik sehingga lumba-lumba bisa menjauhi perairan dangkal. Sistem kerja dari DOCTOR (Dolphin Protector) ialah dengan memanfaatkan pergerakan gelombanglaut yang dinamis, sehingga dapat memberikan tekanan pada bagian bawah Doctor kemudian menyebabkan pegas karet pada bagian alat bergerak naik turun.

Gaya mekanik yang ditimbulkan akibat pergerakan pegas karet dirubah oleh film PVDF sebagai material piezoelektrik menjadi listrik. Energi listrik kemudian diproses ke dalam papan sirkuit PCB FR4 untukdisalurkan kedalam ultrasonik transducer dan sebagian listrik masuk kedalam power inverter sebagai cadangan energi. Setelah itu ultrasonik transducer mengubah energilistrik yang diterima menjadi gelombang bunyi dengan frekuensi mencapai 20kHz.

Gelombangberfrekuensi 20kHz atau yang disebut gelombang ultrasonic bergetar melewati dinding Doctor yang selanjutnya bergetar keluar menuju perairan. Lumba-lumba yang bergerak menuju perairan dangkal ketika mencapai radius jangkauan Doctor akan menerima sinyal tanda bahaya sehingga akan bergerak menjauhi perairan dangkal.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Dome, Robot Cerdas Pemadam Api Ciptaan Mahasiswa UMM

Robot pemadam ciptaan mahasiswa UMM (Istimewa)

MALANGVOICE – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan Dome, sebuah robot yang mampu memadamkan api. Ciptaan mereka ini berhasil menjadi juara kedua dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) kategori robot pemadam api pada 9 Juli lalu, di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Mereka tergabung dalam Tim Elektro UMM Imam Hanafi, Abdul Syukron, dan Alfan Achmadillah Fauzi dalam bimbingan Khusnul Hidayat.

Menurut Khusnul, robot milik UMM unggul dalam hal kecepatan dan mapping. Robot Dome memiliki kecepatan tertinggi di Indonesia setelah ITS. Selain itu, dalam hal mapping, robot Dome juga tidak mengalami kebingungan dalam pemetaan arena, mengenali room, berjalan mencari titik api, maupun kembali ke titik start.

“Robot Dome dalam menyemprot air ke titik api belum sepenuhnya lurus berhadapan. Ada kemiringan sekitar 20 derajat. Robot Dome saat ini menggunakan alat penyemprot air (nozzle) berukuran kecil,” papar Khusnul ketika ditemui diruang Workshop Robotika UMM.

Kelebihannya, air yang keluar dari lubang nozzle tidak terlalu banyak, sehingga jika api belum padam, maka persediaan air bisa lebih lama.

Sistem pemadaman dan penyemprotan api akan dievaluasi. Pada robot Dome, bahan yang digunakan sebagai pemadam api adalah air. Menurut peraturan KRI, ada dua bahan yang dibolehkan untuk memadamkan api, yaitu air dan gas.

Robot Dome membutuhkan waktu 23 detik untuk mencari titik api dan memadamkannya di sesi pertama dan 80 detik di sesi kedua. Robot Dome memiliki dimensi panjang 27 cm, lebar 28 cm, dan tinggi 26 cm dengan kapasitas air 50 ml. Dimensi ini menjadikan robot Dome sebagai robot dengan ukuran terkecil dibandingkan robot kampus lain.

Ke depan, ada kemungkinan robot Dome mengubah ukuran nozzle yang dipakainya dan mengubah bahan pemadam, yakni menggunakan gas.

“Semua akan kami pertimbangkan karena ada kelemahan dan kelebihannya. Kelebihan menggunakan gas karena ia mampu memadamkan api dari jarak cukup jauh, mencapai 1,5 meter. Sedangkan jika ukuran nozzle besar, air akan cepat habis,” pungkas Khusnul.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Cegah Ancaman Malware, Bank OCBC NISP Perkuat Sistem Keamanan

Surung Sinamo, Country Director, Palo Alto Networks Indonesia (Kiri) dan Filipus H. Suwarno, technology security and governance division head, Bank OCBC NISP (kanan) (Istimewa)
Surung Sinamo, Country Director, Palo Alto Networks Indonesia (Kiri) dan Filipus H. Suwarno, technology security and governance division head, Bank OCBC NISP (kanan) (Istimewa)

MALANGVOICE – Beberapa waktu lalu, masyarakat terutama nasabah bank dan perusahaan perbankan dikhawatirkan dengan ancaman malware baru. Namun, Bank OCBC NISP, sebagai salah satu bank tertua di Indonesia, tidak tinggal diam dan memperbarui sistem keamananya.

OCBC menggandeng Palo Alto Networks Next- Generation Security Platform dalam memperkokoh sistem keamanan mereka. OCBC pun mampu mencegah munculnya ancaman-ancaman siber karena pengguna mobile bank OCBC kini mencapai 3000 orang.

Terlebih lagi, Bank OCBC NISP kemudian mulai menerapkan kebijakan bring-your-own-device (BYOD). Namun demikian,firewalls dan software antivirus tradisional tidak mampu menandingi gencarnya serangan-serangan persisten maupun zero-day yang berhasil mencium celah-celah keamanan melalui perangkat yang digunakan oleh pengguna perangkat mobile tersebut.

Setelah menggelar Palo Alto Networks Next-Generation Security Platform di lingkungan mereka, kini bank tersebut memiliki bangunan advanced threat prevention yang kokoh, yang mampu menginspeksi setiap trafik sekaligus memblokir serangan-serangan siber secara otomatis.

“Sistem pengamanan baru kami punya standar yang begitu istimewa. Produktitvitas menjadi lebih signifikan,” papar technology security and governance division head, Bank OCBC NISP, Filipis H Suwarno dalam keterangan tertulis yang diterima MVoice.

Salah satu pengamanan itu adalah Threat Intelligence Cloud dan Advanced Endpoint Protection. Platform tersebut mampu menyuguhkan visibilitas dan kendali yang kokoh terhadap aplikasi, pengguna, maupun konten, serta menyematkan proteksi yang tangguh terhadap known cyberthreats maupun unknown cyberthreats.

Selanjurnya, fitur WildFire™ private cloud appliance yang disematkan mampu mendukung pihak bank dalam melakukan analisis terhadap setiap file yang mencurigakan di sebuah lingkungan analisis malware lokal.

Secara keseluruhan, fitur-fitur cerdas dan terotomatisasikan yang disematkan dalam Palo Alto Networks platform mampu memangkas waktu dalam mengelola keamanan jaringan hingga setengahnya, sehingga staf bisa menjadi lebih fokus dalam hal pengembangan dan menghadirkan layanan-layanan digital banking baru bagi nasabah.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Rumit Urus Administrasi Nikah, Laterpek Solusinya

LATERPEK bisa diakses mudah secara online (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Pada era globalisasi, masyarakat semakin disibukkan dengan aktivitas. Alhasil mengurus administrasi nikah tidak sempat dan rumit karena kesibukan. Alasan lainnya karena jarak rumah mereka jauh dari tempat mereka akan melakukan akad nikah, sehingga harus bolak – balik ke kampung halaman.

Masalah itulah yang menginspirasi sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat suatu sistem informasi bagi para calon mempelai. Yaitu Laterpek (Layanan Terpadu Pernikahan), sebuah sistem informasi yang memudahkan proses pendaftaran pernikahan berbentuk website.

Sistem ini dibuat Putri Ayu Anggreini, Tinesa Fara Prihandini, Safitri Nurfaida, Pranadya Bagus Imansyah dalam bimbingan Drs Wahyu Sakti Gunawan Irianto MKom. “Sebenarnya, Indonesia sudah ada Simkah di bawah naungan Kementerian Agama, namun hanya digunakan di Kantor Urusan Agama saja. Sedangkan ini, kami membuat sistem informasi dimana proses pendaftaran administrasinya dilakukan dimana saja secara online oleh calon pengantin,” kata ketua tim, Putri Ayu kepada MVoice.

Tim LATERPEK (istimewa)

Dengan berkembangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di era globalisasi ini, lanjut Putri, kemungkinan besar sistem informasi ini dapat diterapkan dikalangan masyarakat. Alur pendaftaran pada LATERPEK ini cukup mudah dipahami.

Seperti halnya dalam melakukan pendaftaran PTN secara online, Laterpek bisa diakses di mana pun dan kapan pun. Setelah melakukan pendaftaran, tahap selanjutnya yaitu menginputkan data yang telah ditetapkan seperti syarat-syarat yang memang harus dipenuhi untuk proses pernikahan.

Setelah semua proses itu selesai, akan muncul nomor pendaftaran. Sehingga nantinya akan dipermudah dalam proses pendaftaran saja, kemudian calon pengantin ke KUA untuk melakukan validasi data dan selanjutnya calon pengantin dapat melaksanakan akad nikah.

“Jangan khawatir, untuk para calon mempelai yangmasuk dalam kategori, maaf, gagap teknologi, bisa ke KUA langsung agar data yang dapat di inputkan oleh petugas,” tukas dia.

Puteri memaparkan, selama proses pengerjaan, Laterpek menggunakan metode waterfall yang terdapat 5 tahapan yaitu: 1) Requirement analisis, 2) Sistem design, 3) Impelementasi, 4) Integration and testing, 5) Operation dan maintance. Pada tahap 2-5 dapat dilakukan beberapa kali sesuai dengan kebutuhan, sehingga setiap hasil akan dilakukan evaluasi untuk melihat tingkat keberhasilan dan sebagai tahap perbaikan sebelum diujikan secara langsung.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Si Tohir Mampu Tekan Kematian Bayi Sapi, Peternak Terbantu

Sapi yang memakai alat Si Tohir. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Indonesia mengalami peningkatan permintaan daging sapi sebesar 4 persen setiap tahun. Namun, kematian bayi sapi (pedet) akibat kurangnya perhatian pemilik mengakibatkan pertumbuhan jumlah sapi di Indonesia kurang optimal.

Menjawab keluhan peternak di Desa Cepoko, Kecamatan Sumber Lawang, Sragen, tiga mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), Pipik Lestari, Yusron Hamidi dan Tri Rahmawatiningsih, dalam bimbingan Dr Eng Cahya Cahya Rahmad ST MKom merealisasikan Si Tohiratau Sistem Monitoring Kelahiran Pedet Berbasis Raspberry Pi.

Teknologi ini dapat memantau atau mendeteksi ciri-ciri fisik sapi yang akan melahirkan dan memberikan informasi secara realtime kepada peternak. Uniknya, alat bernama Si Tohir ini sangat mudah digunakan dan praktis sehingga bisa dipindah dan diperbanyak.

Selain itu, Si Tohir juga mampu memberikan informasi berupa gambar, teks, maupun video kepada peternak sapi secara realtime melalui Telegram. Telegram merupakan aplikasi messager yang dapat di pasang pada smartphone peternak.

Alat ini merupakan gabungan beberapa alat dan sensor yang bertugas mendeteksi ciri-ciri fisik dan perilaku pada sapi sebelum melahirkan. Deteksi meliputi suara, gerak ekor, dan pergerakan sapi yang selanjutnya akan di informasikan kepada pemilik.

Tim inovator Si Tohir. (Anja Arowana)

Si Tohir terdiri dari 2 sub bagian yaitu sistem yang berupa website dan alat itu sendiri. Web digunakan untuk input data kawin dan perhitungan perkiraan kelahiran pedet dengan menggunakan kalender 21.

Sedangkan alat Si Tohir sendiri merupakan alat yang di pasang di ekor sapi terdiri dari sensor tilt yang digunakan untuk mendeteksi gerakan ekor sapi. Sensor tilt dibantu dengan sensor imu yang di setting hanya membaca inputan gerakan ekor sapi dengan arah vertikal atau naik turun saja.

Setelah seperangkat sensor tilt mendeteksi gerakan pada ekor sapi maka selanjutnya akan dikirim ke raspberry pi melalui bluetooth HC06. Kemudian sistem mengirim notifikasi pesan ke telegram pengguna berupa teks, gambar, maupun video.

Dalam uji lapangan, didapatkan bahwa sebagian besar peternak mengaku terbantu dengan alat ini, mereka berharap alat ini dapat diproduksi secara massal sehingga dapat memberikan keuntungan dan kemudahan bagi peternak.

Lewat inovasi ini tim Polinema akan berlaga di Monitoring Evaluasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 30 pada 18-19 Juli 2017. Di ajang ini tim juga membawa misi menyuarakan pemanfaatan teknologi untuk membantu kehidupan manusia khususnya di bidang teknologi peternakan.

“Saatnya mahasiswa membawa langkah perubahan serta memanfaatkan teknologi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena sejatinya teknologi bukanlah predator melainkan ujung tombak inovator,” kata salah seorang anggota tim melalui rilis yang diterima MVoice.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Locwis Digi Flipbook, Suplemen Bahan Ajar Digital Berbasis Kearifan Lokal

Locwis Digi Flipbook (Anja Arowana)
Locwis Digi Flipbook (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menyusun suplemen bahan ajar inovatif. Adalah Locwis (Local Wisdom) Digi Flipbook, suplemen bahan ajar yang dikemas dalam bentuk digital yang kental sentuhan teknologi.

Bahan ajar yang digunakan di sekolah merupakan salah satu kunci suksesnya pembelajaran. Bahan ajar yang digunakan kebanyakan berbentuk buku. Buku tersebut mampu menyukseskan tujuan pembelajaran bila dimanfaatakan secara optimal.

“Sayangnya, siswa cenderung malas membaca buku pelajaran karena terlalu banyak teks, minim gambar serta tampilan yang kurang berwarna,” kata ketua tim, Ika.

Tim pun menyusun bahan ajar untuk menunjang bahan ajar utama yang digunakan di sekolah. Oleh karena itu, produk mereka disebut suplemen bahan ajar yang dikemas dalam bentuk digital yang tidak hanya memuat teks dan gambar berwarna, tetapi juga memuat video dan audio.

Tim pencipta Locwis (Anja Arowana)
Tim pencipta Locwis (Anja Arowana)

Dari segi tampilan, suplemen bahan ajar ini dilengkapi animasi flip, sehingga pembaca dapat membuka halaman buku digital layaknya buku biasa. Aksesnya juga mudah karena dapat dilakukan secara online dan offline. Akses online dapat dilakukan dengan koneksi internet, sedangkan akses offline dapat dilakukan dengan menginstal aplikasi pada PC ataupun gadget.

Nilai-nilai kearifan lokal menjadi poin penting dalam suplemen bahan ajar yang mengangkat materi pemanfaatan sumber daya laut ini.

“Bahan ajar di sekolah belum memaparkan secara mendalam terkait materi tersebut, padahal dalam salah satu kompetensi dasar (KD) mata pelajaran geografi kelas XI materi tersebut menjadi fokus pembelajaran mengingat negara kita ingin menjadi poros maritim dunia,” tambahnya.

Menurut paparan kelompok, materi kearifan lokal pada Locwis Digi Flipbook diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Prigi, Trenggalek, Jawa Timur. Penelitian tersebut dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan.

Tim penyusun Locwis berharap suplemen bahan ajar ini mampu meningkatkan minat siswa untuk membaca dan memberikan wawasan lebih luas tentang pemanfaatan sumber daya laut sehingga sumber daya tersebut tetap lestari. Selain itu, Locwis Digi Flipbook juga diharapkan menjadi media untuk menjaga eksistensi kearifan lokal kepada generasi muda.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Wow! Mahasiswa UM Ciptakan Bioetanol dari Buah Bintaro

Tim pengolah buah Bintaro (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menemukan cara untuk menghasilkan bioetanol dari buah bintaro. Mahasiswa tersebut tergabung dalam tim BIOACTION yaitu Rangga Ega Santoso, Nur Fitriana, Maria Carolina, dan Firda Chynthia.

Menurut ketua tim, Rangga Ega, Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Kebutuhan Etanol di Indonesia masih sangat tinggi yakni 3 juta kiloliter per-tahunnya. Sedangkan produksi Etanol di Indonesia masih sebanyak 535 ribu kiloliter per tahun. Berarti saat ini, Indonesia masih kekurangan pasokan etanol sebesar 2,465 juta kiloliter lagi.

Formula yang mereka ciptakan mengolah tanaman Bintaro yang termasuk tumbuhan mangrove yang tumbuh melimpah di daerah tropis. Tumbuhan ini masih belum dimanfaatkan secara penuh.

Buah bintaro (istimewa)

“Buah Bintaro ini mengandung serat lignoselulosa menyerupai buah kelapa. Komponen selulosa di dalamnya berpotensi sebagai substrat dalam pembuatan bioetanol melalui serangkaian proses yang cukup kompleks namun tetap merujuk pada penelitian serupa sebelumnya,” kata Rangga

Formula yang berbeda, lanjut dia, dapat menghasilkan peningkatan hasil bioetanol dari katalis asam sulfat yang eknomis dan proses fermentasi yang lebih singkat. Hasil temuan mereka pun berhasil lolos dan didanai dalam PKM Nasional 2017.

“Dengan begitu, temuan ini mengacu pada PerPres No.5 Tahun 2006 Pasal 1 untuk diversifikasi energi guna mewujudkan ketercapaian Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2025 khususnya pada sektor energi biomassa,” tutup dia.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Kerennya Rakai Langit, Buku Augmented Reality Karya Mahasiswa UM

Cover buku Rakai Langit (istimewa)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil berinovasi menciptakan buku berbasis teknologi augmented reality. Adalah buku Rakai Langit, sebuah kumpulan cerpen ilustrasi berwarna dan menarik yang meningkatkan minat baca siswa.

Tim ini diketuai Teguh Dewangga dari Teknik Mesin, dengan anggota Aji Setiawan, Monica Widyaswari, Alfina Musfira dan Ekki Septian Putra.

Menurut Teguh, inovasi ini dilatarbelakangi angka minat baca di Indonesia yang berdasarkan Unesco tahun 2012 hanya 0,001. Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya 1 dari 1000 penduduk yang mempunyai minat baca serius.

“Terlebih dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, buku seolah menjadi benda usang dan tak tersentuh,” kata dia kepada MVoice.

Selain itu, permasalahan tersebut juga disebabkan oleh jumlah buku yang terbatas dan pengemasan buku yang kurang menarik serta minimnya sentuhan teknologi.

Tim penemu buku Rakai Langit (Anja Arowana)

Teguh dan timnya kemudian, mengusung ide kreatif membuat buku yang lebih menarik. Cara kerja buku juga sederhana, melibatkan gadget, animasi dan audio visual.

“Kita membuat buku kumpulan cerita pendek dengan puluhan ilustrasi berwarna. Di setiap ilustrasi akan memunculkan animasi dalam bentuk audio visual yang berasal dari program augmented reality. Saat ini hampir semua orang memiliki gadget, maka kami tidak memandang teknologi sebagai ancaman, melainkan potensi besar yang dapat dikolaborasikan dalam upaya meningkatkan angka literasi di Indonesia,” ucap Teguh yang juga penulis naskah buku ini.

Rakai Langit, lanjut dia, diambil menjadi judul buku kumpulan cerpen tersebut karena memuat sepuluh cerita pendek yang tema besarnya adalah kearifan lokal. Bahkan delapan puluh persen cerita-cerita tersebut pernah dimuat di media cetak, dan menjuarai lomba kepenulisan cerpen tingkat kampus hingga nasional.

Buku Rakai Langit jika dibuka lewat gadget smartphone (Anja Arowana)

Selain itu nilai kearifan lokal yang diangkat juga menjadi salah satu poin penting, seperti kejujuran, sikap toleransi, gotong-royong, menghargai kepercayaan masing-masing dan sebagainya. Terlebih nilai-nilai tersebut semakin hari semakin hilang.

“Ilustrasi yang ada juga disesuaikan dengan isi naskah, agar nilai-nilai kerarifan lokal tersebut muncul. Selain itu puluhan ilustrasi yang dicetak berwarna, juga menjadi salah satu cara agar pemula lebih tertarik untuk membaca bukunya,” ungkap Aji, ilustrator buku Rakai Langit.

Penggunaan program pada buku cukup mudah. Program yang telah terinstal dalam android akan terintegrasi dengan aplikasi kamera, untuk menikmati animasi cukup arahkan kamera pada setiap ilustrasi yang ada. Animasi akan muncul pada layar dan menggambarkan bagian cerita yang divisualisasikan. Setiap ilustrasi yang ada akan memunculkan animasi sehingga alternatif menikmati cerita bisa lebih beragam dan menarik.

Alfina dan Ekki yang bertanggung dalam bidang produksi dan pemasaranan mengungkapkan bahwa segmentasi dari pengguna buku seharga Rp. 65.000,- tersebut adalah usia sekolah menengah atas hingga dewasa.

Monica selaku programer juga menambahkan, program augmented reality nantinya bisa didownload secara gratis di Playstore, sehingga pembaca cukup membeli bukunya.

Tim yang mengemban tugas dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan tahun 2017 tersebut mengungkapkan, nantinya kegiatan ini tidak saja berhenti pada capaian dalam bentuk buku dan software, namun juga diharapkan mampu menjadi starting point dalam mengembangkan produk lainnya. Bisa dalam bentuk film pendek, komik, maupun merchandise.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

AbsoSiGel, Inovasi Unik Mahasiswa UM Atasi Sepatu Bau

Contoh produk yang ditawarkan (anja arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Malang (UM) menemukan solusi mengurangi masalah bau pada sepatu. Ialah AbsoSiGel, sebuah inovasi sol sepatu dengan lapisan silika gel yang dapat menyerap kelembaban dan bau pada sepatu.

Inovasi ini dipelopori Rani Wahyu A, ST Ulfawanti I S, Ika Putri N, Sintia Arianti, Egidia Nasifatul N, oleh bimbingan Nurul Hidayat SSi MSi.

Rani Wahyu menjelaskan, ide inovasi berasal dari pengalaman dan keluhan teman-teman kuliah mereka. Sebagai mahasiswa FMIPA yang selalu pergi ke lab dan harus melepas sepatu, Rani dan tim mengetahui banyak dari sepatu teman mereka sudah rusak dan bau.

“Ya teman-teman banyak yang mengeluh dan terganggu karena bau kaki itu. Kayaknya kalau mahasiswa juga tidak sempat nyuci sepatu. Sepatunya ya cuma satu itu,” kata Rani saat ditemui MVoice.

AbsoSiGel mempunyai cara kerja yang sederhana. Sifat silika gel memang menyerap H2O dan menetralkan kelembaban. AbsoSiGel terdiri dari tiga lapisan. Lapisan paling bawah yang bersentuhan pada sepatu, sedangkan silika gel dipasang di lapisan sol bagian tengah, dan paling atas adalah lapisan yang bersentuhan dengan kaki.

“Jadi sol ini tinggal dimasukkan saja ke dalam sepatu. Kalau sering dipakai, sebaiknya tiap hari dijemur di terik matahari atau di oven. Tanpa dicuci kok,” kata dia.

Sejak produksi awal bulan April lalu, Rani dan timnya sudah menjual lebih dari 100 pasang sol. melalui sosial media Instagram, Line, Tokopedia dan Facebook, AbsoSiGel menarik minat para customer. Bahkan, ukuran dan motif sol bisa direquest sesuai kebutuhan. Soal harga, Rani membandrol harga sol cukup terjangkau. Sepasangnya hanya Rp 30 ribu saja.

Saat ini Rani dan tim sedang mengurus hak paten dan desain packaging. AbsoSiGel juga akan dikembangkan sehingga memiliki kemampuan seperti sol pijat refleksi.

“Iya saat ini lagi kerjasama dengan Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya. Jadi silika gelnya bisa berfugsi sebagai pemijat refleksi titik-titik syaraf. Masih disesuaikan posisi silika gelnya agar sesuai dengan penyakit-penyakit yang ingin disembuhkan. Misal, yang sakit diabetes bisa request ke kami,” tutup dia.


Reporter: Anja Aronawa
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Mbois! WDC Rilis Teknologi 3D NAND 96-Layer Pertama di Dunia Industri

Teknologi 3D NAND 96-Layer.

MALANGVOICE – Western Digital Corp (WDC) baru saja mengumumkan keberhasilannya mengembangkan teknologi 3D NAND generasi terbaru, yaitu BiCS4 dengan kapabilitas perangkat penyimpanan sebanyak 96 lapisan. Pengiriman contoh produk ini ke para pelanggan OEM diperkirakan dilaksanakan pada paruh kedua 2017 dan pengiriman produk perdana pada 2018.

BiCS4 yang dikembangkan bersama-sama dari teknologi Western Digital dan mitra perakitan Toshiba Corporation, pertama kali diimplementasikan pada chip 256 gigabit, dan akan didistribusikan terhadap berbagai varian kapasitas, termasuk satu terabit pada sebuah chip tunggal.

“Keberhasilan kami mengembangkan teknologi 3D NAND 96-layer pertama di industri ini menandakan konsistensi kepemimpinan Western Digital pada teknologi flash NAND dan eksekusi nyata roadmap teknologi kami,” ujar Executive Vice President of Memory Technology at Western Digital, Dr Siva Sivaram, dalam rilis yang diterima MVoice.

BiCS4 akan tersedia dalam arsitektur 3-bit-per-sel dan 4-bit-per-sel, berisi inovasi teknologi dan perakitan untuk memberikan kapasitas penyimpanan 3D NAND. Dikatakannya, performa dan keandalan tertinggi dalam biaya, menjadi daya tarik bagi para pelanggan.

“Portofolio 3D NAND Western Digital didesain untuk menjawab kebutuhan pasar yang termasuk consumer, mobile, computing dan data center,” lanjut dia.

Perusahaan ini juga menyoroti kuatnya operasi yang terus berjalan pada fasilitas perakitan patungannya di Jepang. Khususnya, WDC menekankan kembali ekspektasinya di tahun 2017 dimana output keseluruhan dari teknologi 3D NAND 64-layer, BiCS3, akan terdiri dari lebih 75 persen dari keseluruhan suplai bit 3D NAND. WDC kini percaya, bersama mitranya Toshiba Corporation, output bit 3D NAND 64-layer gabungan dari usaha patungan tersebut pada tahun 2017 akan lebih tinggi dibandingkan suplai produsen di industri lainnnya pada tahun yang sama.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Komunitas