Peringati Hari Bumi, BNI Syariah Bagikan Bibit Tanaman Kepada Nasabah Baru

Branch Manager BNI Syariah cabang JA Suprapto, Bahaudin, saat memberikan bibit tanaman kepada nasabah baru. (Lisdya Shelly)
Branch Manager BNI Syariah cabang JA Suprapto, Bahaudin, saat memberikan bibit tanaman kepada nasabah baru. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional yang jatuh pada tanggal 22 April mendatang, BNI Syariah pusat menyelenggarakan program Hasanah Earth Day di seluruh cabang.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat terutama nasabah untuk bersama mendukung pelestarian lingkungan. Sesuai dengan program yang diinisiasi pemerintah yakni green banking dan SDG’s (Suistainable Development Goals).

Kegiatan Hasanah Earth Day 2018 ini, BNI Syariah memberikan privilege berupa bibit tanaman kepada 100 nasabah pertama yang membuka rekening.

“Kalau di Kota Malang sendiri, seluruh cabang sudah 55 nasabah yang diberikan bibit tanaman ini. Ada tanaman durian, lemon, jeruk, dan masih banyak lagi,” tegas Branch Manager BNI Syariah Cabang JA Suprapto, Bahaudin, kepada MVoice, Kamis (19/4).

Hasanah Earth Day dilaksanakan pada tanggal 19, 20 dan 23 April 2018 di 68 Kantor Cabang BNI Syariah seluruh Indonesia.

“Jadi lumayan meskipun 3 hari, kan Kota Malang sekarang sudah mulai panas karena banyak gedung-gedung dan pohon mulai ditumbangi. Jadi ini juga salah satu solusinya,” imbuhnya.

Selain itu, BNI Syariah juga mengajak generasi muda untuk ambil bagian dalam Hasanah Vlog Competition, yakni vlog berisi tayangan ajakan menjaga lingkungan yang diupload di sosial media.

BNI Syariah juga mengajak rekan –rekan media untuk mengikuti Hasanah Photography Competition yakni lomba foto untuk mengabadikan momen setiap kegiatan menjaga lingkungan.

“Untuk teman media bisa mengikuti lomba photograpy, lumayan hadiahnya. Untuk kedepannya semoga dengan adanya pembagian bibit ini bisa menghijaukan kembali Kota Malang maupun Indonesia,” pungkasnya.(Der/Aka)

Cegah Ancaman Malware, Bank OCBC NISP Perkuat Sistem Keamanan

Surung Sinamo, Country Director, Palo Alto Networks Indonesia (Kiri) dan Filipus H. Suwarno, technology security and governance division head, Bank OCBC NISP (kanan) (Istimewa)
Surung Sinamo, Country Director, Palo Alto Networks Indonesia (Kiri) dan Filipus H. Suwarno, technology security and governance division head, Bank OCBC NISP (kanan) (Istimewa)

MALANGVOICE – Beberapa waktu lalu, masyarakat terutama nasabah bank dan perusahaan perbankan dikhawatirkan dengan ancaman malware baru. Namun, Bank OCBC NISP, sebagai salah satu bank tertua di Indonesia, tidak tinggal diam dan memperbarui sistem keamananya.

OCBC menggandeng Palo Alto Networks Next- Generation Security Platform dalam memperkokoh sistem keamanan mereka. OCBC pun mampu mencegah munculnya ancaman-ancaman siber karena pengguna mobile bank OCBC kini mencapai 3000 orang.

Terlebih lagi, Bank OCBC NISP kemudian mulai menerapkan kebijakan bring-your-own-device (BYOD). Namun demikian,firewalls dan software antivirus tradisional tidak mampu menandingi gencarnya serangan-serangan persisten maupun zero-day yang berhasil mencium celah-celah keamanan melalui perangkat yang digunakan oleh pengguna perangkat mobile tersebut.

Setelah menggelar Palo Alto Networks Next-Generation Security Platform di lingkungan mereka, kini bank tersebut memiliki bangunan advanced threat prevention yang kokoh, yang mampu menginspeksi setiap trafik sekaligus memblokir serangan-serangan siber secara otomatis.

“Sistem pengamanan baru kami punya standar yang begitu istimewa. Produktitvitas menjadi lebih signifikan,” papar technology security and governance division head, Bank OCBC NISP, Filipis H Suwarno dalam keterangan tertulis yang diterima MVoice.

Salah satu pengamanan itu adalah Threat Intelligence Cloud dan Advanced Endpoint Protection. Platform tersebut mampu menyuguhkan visibilitas dan kendali yang kokoh terhadap aplikasi, pengguna, maupun konten, serta menyematkan proteksi yang tangguh terhadap known cyberthreats maupun unknown cyberthreats.

Selanjurnya, fitur WildFire™ private cloud appliance yang disematkan mampu mendukung pihak bank dalam melakukan analisis terhadap setiap file yang mencurigakan di sebuah lingkungan analisis malware lokal.

Secara keseluruhan, fitur-fitur cerdas dan terotomatisasikan yang disematkan dalam Palo Alto Networks platform mampu memangkas waktu dalam mengelola keamanan jaringan hingga setengahnya, sehingga staf bisa menjadi lebih fokus dalam hal pengembangan dan menghadirkan layanan-layanan digital banking baru bagi nasabah.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Bekraf: Packaging Kuliner di Kota Malang Belum Menarik

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah Agam saat memberikan sambutan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Perkembangan kuliner yang pesat di Kota Malang ternyata menjadi perhatian pemerintah, dalam hal ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Meski kuliner di Kota Malang dinilai sangat kreatif dan berkembang pesat, namun, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah Agam mengatakan jika packaging kuliner di Kota Malang belum menarik.

“Sebenarnya kami itu cari yang unik dan menarik. Malang itu terkenal loh kulinernya, misalkan seperti bakwan Malang, terkenal kan? Hanya saja packaging kurang,” ujar Syaifullah dalam acara Sosialisasi Kreatifood di Harris Hotel, Selasa (2/4).

Ia pun mengimbau kepada para pelaku usaha untuk terus mengembangkan ide-ide kreativnya. “Dengan sosialisasi ini, mereka jadi mengerti dan terus mengembangkan idenya,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, pasar-pasar luar negeri tengah bersaing di Indonesia. Sayangnya, dari jumlah 300 ribu lebih, pasar lokal belum mampu bersaing.

“Kita tahu seperti restaurant dari negara Thailand dan Jepang, sudah menguasai hampir seluruh pasar-pasar Internasional. Maka dari itu, dengan sosialisasi ini para pelaku diharapkan siap bersaing, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional,” tegasnya.

Pada tahun 2020 mendatang, dijelaskan Syaifullah, diperkirakan lebih dari 140 ribu pasar berpotensi sebagai big market atau konsumen dengan kemampuan membayar tinggi. Dalam kesempatan itu pula, diharapkan produk kuliner lokal mampu bersaing hingga mancanegara.

“Bekraf juga bekerjasama dengan lembaga ekspor impor untuk memberi peluang baru bagi pelaku usaha kuliner untuk memperluas jaringan,” paparnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Fahmy Akmal mengatakan, Kreatifood tahun lalu, Kota Malang masuk dalam top seller untuk memasarkan produk dari FoodStartup Indonesia.

“Ini menunjukkan antusias pelaku usaha kuliner di Kota Malang sangat luar biasa,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Sun Life Luncurkan Manfaat Wakaf Untuk Polis Asuransi Jiwa Syariah

PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) meluncurkan manfaat wakaf untuk polis produk asuransi jiwa syariah. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) meluncurkan manfaat wakaf untuk polis produk asuransi jiwa syariah, di Jakarta, Senin (14/8).
Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life, mengatakan, peluncuran manfaat wakaf pada polis asuransi syariah Sun Life merupakan penegasan komitmen dalam memberikan layanan dan produk asuransi syariah secara lengkap.

“Manfaat wakaf melalui produk asuransi merupakan solusi inovatif, nasabah kami tidak hanya memperoleh proteksi jangka panjang yang sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga menjalankan ibadah dengan memperbanyak amal melalui kesempatan berwakaf,” katanya dalam rilis yang diterima MVoice.

Bagi para tenaga pemasar, menurut Elin, kehadiran manfaat wakaf yang melengkapi polis asuransi syariah Sun Life berpotensi untuk mempermudah upaya mereka dalam melakukan pendekatan pasar yang didominasi oleh masyarakat muslim.

Melalui manfaat yang berlaku untuk semua produk asuransi syariah ini, peserta asuransi kini dapat mewakafkan manfaat asuransinya hingga maksimal 45% dari santunan asuransi dan mewakafkan manfaat investasinya hingga maksimal sepertiga dari total kekayaan dan atau harta warisan (tirkah).

Adanya batasan maksimal tersebut sesuai dengan fatwa DSN-MUI. Berdasarkan fatwa tersebut, manfaat investasi harus tetap dapat dinikmati oleh ahli waris. Langkah Sun Life dalam memberikan fitur wakaf bagi pemegang polis syariah juga memperoleh dukungan DSN-MUI.

Sun Life memberikan kemudahaan dalam menyalurkan dana wakaf dengan menggandeng lembaga pengelola aset wakaf (nazhir) yaitu Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, dan 174 lembaga yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI). Seluruh lembaga pengelola aset wakaf terdaftar dan diawasi BWI yang berperan untuk membina pengelola aset wakaf agar aset tersebut dikelola lebih baik dan produktif.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Kampung Tematik Buka Peluang Pemasaran Produk UMKM

Malang City Expo 2017 resmi dibuka. (Bagian Humas Pemkot Malang)
Malang City Expo 2017 resmi dibuka. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Banyaknya kampung tematik di Kota Malang mendapat perhatian Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Hal ini disampaikan di kawasan luar Stadion Gajayana, Kamis (27/4), saat membuka Malang City Expo 2017.

Pada ajang yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke 103 tahun Kota Malang ini, dia menilai positif terkait keberadaan kampung tematik. Menurutnya, kampung tematik membuka peluang pemasaran produk UMKM.

Puspayoga juga memberikan gambaran, keberadaan koperasi dan UKM juga penting diperhatikan agar terjadi pemerataan kesejahteraan kepada masyarakat. Pembiayaan terhadap koperasi dan UKM, lanjutnya, harus dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Sehingga terjadi pemerataan di seluruh lapisan masyarakat seperti yang telah diharapkan oleh Presiden RI Joko Widodo,” tegasnya lagi.

Kpw BI Jatim: Kurangi Impor Agar Rupiah Tetap Stabil

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah. (Lisdya)

MALANGVOICE – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, Jumat (15/2), terpantau melemah di kisaran Rp 14.100.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, naik turunnya nilai tukar rupiah merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi.

“Ketidakstabilan ini memang sudah wajar. Kalau kemarin rupiah menguat, ya saat ini yang dibutuhkan hanya kestabilan saja,” katanya belum lama ini.

Ia pun menjelaskan, masalah kurs rupiah tak lain dikarenakan tingginya transaksi, seperti misalnya transaksi ekspor impor.

Tak dipungkiri, saat ini Indonesia banyak mengambil berbagai macam produk dari luar negeri. Seperti bahan sandang, pangan, barang elektronik, hingga barang – barang mewah.

“Selama proses impor barang masih tinggi maka, nilai rupiah dinilai masih rawan untuk tukarnya,” tegasnya.

Adapun cara yang ampuh guna menguatkan kembali nilai rupiah adalah dengan mengurangi impor produk dan mulai belanja produk lokal.

“Kuncinya kurangi impor dan perbanyak ekspor. Jangan terlalu banyak membeli produk yang berasal dari luar negeri, selain itu juga kita harus mencari devisa negara yang banyak,” jelasnya.

Saat ini, devisa negara Indonesia yang paling berpotensi guna membantu menguatkan nilai tukar Rupiah adalah sektor pariwisata. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat Indonesia mengurangi berwisata ke luar negeri dan diganti dengan wisata dalam negeri.

“Masyarakat saat ini lebih sering mengejar promo ke luar negeri untuk berwisata. Padahal, eksotisme wisata kita juga nggak kalah menarik,” pungkasnya.(Der/Aka)

Daging Ayam hingga Cabai, Penyumbang Deflasi Kota Malang September 2020

Ilustrasi daging ayam ras
Ilustrasi daging ayam ras

MALANGVOICE – Kota Malang kembali mengalami deflasi pada September 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat deflasi sebesar 0,05 persen.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan bahwa, deflasi didorong adanya penurunan pada kelompok pengeluaran transportasi, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau, masing-masing sebesar 0,30 persen, dan 0,22 persen.

Sunaryo merinci, komoditas penyumbang deflasi Kota Malang adalah penurunan harga tiket pesawat yang mencapai 3,71 persen, daging ayam ras 2,0 persen, telur ayam ras, 4,29 persen, cabai rawit 12,89 persen, dan emas perhiasan turun 0,69 persen.

kelompok pengeluaran lain yang menyumbang deflasi Kota Malang adalah penurunan pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang tercatat sebesar 0,01 persen.

“Dua kelompok itu (transportasi dan makanan minuman) yang memberikan andil besar terhadap deflasi Kota Malang,” katanya saat konferensi pers, Kamis (1/10).

Sementara, lanjut dia, untuk komoditas penghambat deflasi, diantaranya kenaikan harga bawang putih sebesar 8,43 persen, sepeda motor naik 0,85 persen, bawang merah 3,37 persen, dan minyak goreng naik sebesar 0,66 persen.

Ia menambahkan, bahwa kelompok pengeluaran yang menjadi penghambat deflasi diantaranya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik atau mengalami inflasi sebesar 0,33 persen.

Kemudian, ada kelompok perawatan pribadi, dan jasa lainnya naik sebesar 0,16 persen, kesehatan naik 0,13 persen, pakaian, dan alas kaki naik 0,03 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen, dan penyedia makanan, dan minuman restoran naik 0,01 persen.

Sedangkan, ada dua kelompok pengeluaran yang tercatat stabil tersebut, yakni kelompok pengeluaran air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok pengeluaran pendidikan.

“Deflasi pada September ini merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya deflasi juga terjadi pada bulan Maret, April, Agustus 2020,” sambung dia.

Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang pada periode Januari hingga September 2020 sebesar 0,83 persen, sementara untuk inflasi Years on Years (YoY) sebesar 1,22 persen. Untuk inflasi tahun ke tahun, pada 2020 ini merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir.

“Inflasi tahun ke tahun Kota Malang pada 2020, merupakan yang terendah dalam sepuluh tahun terakhir,” pungkasnya.

Perlu diketahui, untuk wilayah lain di Jawa Timur, sebagian besar mengalami deflasi, dan hanya Kota Kediri yang mengalami inflasi sebesar 0,15 persen.(der)

Bawang Putih dan Cabe Rawit Jadi Penyumbang Terbesar Inflansi

Cabe rawit dan bawang penyumbang kenaikan inflansi Maret. (malangvoice)
Cabe rawit dan bawang penyumbang kenaikan inflansi Maret. (malangvoice)

MALANGVOICE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, inflasi Kota Malang pada Maret 2018 sebesar 0,06 persen. Akumulasi dari tingkat inflansi dari bulan Januari hingga Maret 2018 sebesar 0,82 persen. Dibandingkan tingkat inflansi bulan Maret 2017, inflansi ini naik 3,16 persen.

Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyawati mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2018 adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,07 persen), perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,14 persen), sandang (0,36 persen) dan transportasi, komunikasi, jasa keuangan (0, 53 persen)

“Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah bahan makanan (0,23 persen), pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,23 persen), dan kesehatan (0,05 persen),” katanya saat rilis inflansi Maret, Senin (2/4)

Selain itu, Dwi Handayani menambahkan, komoditas penyumbang inflansi adalah bawang putih, cabe rawit, angkutan udara, bensin, cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, mujair, rokok kretek filter, cat kayu/besi.

Inflasi bulan Maret tidak melonjak karena ditahan sejumlah komoditas. 10 komoditas utama penghambat inflasi bulan Maret adalah beras, telur ayam reas, kelapa, gula pasir, tarip kereta api, kentang, semangka, tahu mentah, wortel dan udang basah.(Der/Aka)

Kembangkan UMKM, BRIncubator Diluncurkan di Malang

Produk UMKM binaan BRI. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan program BRIncubator. Program itu dikhusukan untuk mengembangkan UMKM.

BRIncubator merupakan program yang beroientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas UMKM secara digital dak validasi ekspor.

Program inkubasi tersebut fokus pada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion dan kriya ini bertujuan untuk modernisasi UMKM agar berbasis teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi, mengatakan, BRIncubator ini mendukung program OJK selama Oktober, yaitu Bulan Inklusi Keuangan.

Di Malang, peluncuran program ini merupakan yang kelima dari beberapa kota lain sebelumnya, yakni Solo, Makassar, Bandung, dan Padang.

“Kami ingin fokus pada pemberian ruang dan pendampingan melalui fasilitas yang bisa mendorong kemajuan dan berdampak pada ekonomi lokal dan nasional,” katanya seusai peluncuran BRIncubator, Senin (8/10).

Di batch pertama ini BRIncubator melibatkan 500 UMKM di lima kota tersebut. Program ini tentu akan diperluas sehingga dapat menjangkau kota lain di Indonesia.

Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto bersama Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi. (Deny rahmawan)

“Melalui program inkubasi ini, kami mengharapkan kontribusi positif dari seluruh pihak untuk bersinergi memajukan UMKM agar bisa go modern, go digital, go online dan go global,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto, menjelaskan, total dana yang dikucurkan untuk UMKM berjumlah 90 persen dari dana kredit sebanyak Rp 40 triliun. Sesuai catatan ada 35.373 anggota UMKM binaan BRI yang terdaftar di RKB.

“Sisanya Rp 490 miliar untuk usaha menengah. Itu bukti kami serius mengembangkan UMKM,” tandas Djoko. (Der/Ulm)

Kilang Minyak Tuban Ditarget Beroperasi Tahun 2025

MALANGVOICE – Kilang minyak Pertamina di Tuban, Jawa Timur, ditarget beroperasi pada tahun 2025 mendatang. Kilang minyak “new gras root refinery” itu diprediksi mampu memproduksi sekitar 400 ribu barel tiap hari.

Manager Operation dan CSR Marketing Operation Manager (MOR) V Jatim – Balinus, Rustam Aji, mengatakan, kebutuhan lahan untuk pembangunan kilang tersebut mencapai 800 hektare. Saat ini, tanah yang sudah tersedia dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutani sekitar 400 hektare.

“Sedangkan sisanya nanti pakai lahan masyarakat. Saat ini kita sedang sosialisasi kepada warga terkait dengan pembebasan lahan,” ujar Rustam Aji, pada Senin (15/7).

Dijelaskan, produksi minyak sebesar 400 ribu barel yang diprediksi di Kilang Minyak Tuban itu, jumlahnya lebih besar dari yang ada di Refinering Unit IV Cilacap yang saat ini mampu memproduksi sekitar 350 ribu barel.

“Meski di RU Cilacap nanti akan ditingkatkan kapasitas produksinya, tapi yang jelas, dengan adanya Kilang Minyak Tuban itu akan menambah jumlah produksi secara nasional,” tandasnya.

Saat ini, jumlah produksi dari kilang minyak yang ada di seluruh Indonesia mencapai 1 juta barel tiap hari. Namun, yang menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), hanya sekitar 700 ribu hingga 800 ribu barel tiap harinya. Sedangkan, kebutuhan BBM masyarakat Indonesia, mencapai 1,5 juta barel perhari.

Kilang minyak di Tuban, diharapkan mampu mengurangi pasokan impor BBM, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Indonesia serta mendukung program nasional.

Terpisah, Manajer Communication, Relation dan CSR RU Cilacap IV, Laode Syarifudin, menambahkan, Kilang Minyak di Tuban nantinya juga diharapkan mampu menambah daya ekspor avtur dari Indonesia ke negara tetangga.

“Pada Juli bulan ke tiga, kita sudah akan ekspor avtur, dan saat ini sedang masa tender,” kata Laode.

Ekspor avtur, lanjut Laode, tidak akan mengganggu produksi dan stok avtur dalam negeri, dan justru malah akan menambah jumlah produksi makin meningkat.(Hmz/Aka)