Neko Kepo Cat Cafe, “Surga” Kecil Pecinta Kucing

Neko Kepo Cat Cafe. (deny rahmawan)
Neko Kepo Cat Cafe. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Pecinta kucing di Kota Malang kini bisa merasakan sensasi baru saat nongkrong. Adalah di Neko Kepo Cat Cafe yang tak hanya menyajikan makanan lezat, namun juga menyediakan beberapa ekor kucing untuk diajak bermain.

Konsep cat cafe ini memang sedang booming. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sudah banyak yang menerapkan konsep tersebut. Hal itu yang mendasari Ikbar Haskara membuka Neko Kepo.

“Saya awalnya memang suka kucing. Terus browsing di internet dan sempat mengunjungi cat cafe di Jakarta dan Kemang. Akhirnya saya bawa konsep serupa,” kata Ikbar kepada MVoice.

Terletak di Jalan Raya Sulfat no 170 C, Blimbing, Kota Malang, Neko Kepo sudah banyak didatangi pengunjung meski baru dibuka pada 17 Agustus lalu. Saat ini ada lima jenis kucing yang siap diajak bermain.

Kelima kucing itu ada ras persia, domestik dan bengal. Paling banyak diajak main adalah jenis bengal dan persia odd eye yang memiliki warna Mereka sengaja dilepas di dalam cafe agar bisa berinteraksi dengan pengunjung. Bagian interior Neko Kepo pun dibuat sedemikian rupa agar kucing bisa menjelajahi seluruh ruangan. Seperti jembatan, kolong tidur dan lain-lain.

“Sehari itu bisa sampai 50 pengunjung. Rata-rata mereka itu cewek yang juga suka kucing,” lanjut pria lulusan Universitas Brawijaya (UB).

Masalah kebersihan setiap kucing selalu terjamin. Pasalnya kucing tersebut sudah terlatih makan, minum dan membuang kotoran di tempat yang sudah disediakan. Meski begitu, pengunjung diharap tetap mematuhi peraturan yang sudah disediakan.

Ikbar menjelaskan, beberapa peraturan itu antara lain tidak mengganggu kucing yang sedang tidur, berfoto menggunakan flash dan memberi makanan lain bukan makanan kucing.

Apabila pengunjung ingin memberi makan kucing, Neko Kepo sudah menyiapkan makanan khusus. Namun, ada biaya yang dikenakan.

“Pertama ada biaya masuk itu Rp 10 ribu, terus kasih makan juga kami sediakan dengan biaya lagi. Nah, biaya itu untuk perawatan kucing kami. Jadi mau main kucing tanpa pesan makanan pun tak masalah,” jelasnya lagi.

Neko Kepo buka mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB. Rencananya, Ikbar akan menambah lima kucing lagi. Ia berharap adanya cat cafe ini bisa jadi “surga kecil” pecinta kucing sekaligus pelepas stres karena seharian bekerja atau tugas kuliah dengan bermain kucing yang tingkahnya menggemaskan.

“Saya mau kucing yang jarang ada. Seperti British shorthair atau sphynx biar koleksinya makin lengkap,” tandasnya. (Der/Ulm)

Puti: Malang Punya Potensi Perkembangan Ekonomi Kreatif

Puti Guntur Soekarno dan Krisdayanti saat usai mengisi acara Cooking Competition yang diselenggarakan oleh Makobu. (Lisdya Shelly/MVoice).
Puti Guntur Soekarno dan Krisdayanti saat usai mengisi acara Cooking Competition yang diselenggarakan oleh Makobu. (Lisdya Shelly/MVoice).

MALANGVOICE – Pasangangan Gus Ipul dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim), Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri, melihat Jatim memiliki potensi besar untuk membangun ekonomi kreatif (ekraf).

Menurut cucu Presiden RI pertama, Soekarno ini, Malang merupakan contoh kota dengan perkembangan ekraf yang sangat pesat.

“Banyak sekali contohnya, seperti kuliner, fashion dan yang lainnya yang itu dibuat oleh wanita, selain itu kalau pria itu lebih dilihat dari seni,” ujar wanita yang akrab disapa Puti Guntur Soekarno, saat selesai menemui undangan Diva Indonesia, Krisdayanti dalam acara Cooking Competion dan diselenggarakan di ruko toko kue Makobu, Sabtu (10/2).

Dalam hal ini, Puti berharap para wanita yang ada di Kota Malang untuk berlomba-lomba berinovasi dalam ekraf, namun harus tetap dengan pengelolaan yang profesional.

“Misalnya bikin kue dengan pengemasan yang cantik, dengan ini kan orang akan tertarik untuk membeli, kemudian juga harus memikirkan kemana produk dipasarkan. Kalau sekarang kan era digital dan E-Commerce jadi ya lewat online,” imbuhnya.

Kedatangan Puti di Malang pun disambut hangat warga. Puti juga mengaku senang bisa kembali bertemu dengan Krisdayanti sekaligus reuni.(Der/Aka)

Kembangkan UMKM, BRIncubator Diluncurkan di Malang

Produk UMKM binaan BRI. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan program BRIncubator. Program itu dikhusukan untuk mengembangkan UMKM.

BRIncubator merupakan program yang beroientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas UMKM secara digital dak validasi ekspor.

Program inkubasi tersebut fokus pada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion dan kriya ini bertujuan untuk modernisasi UMKM agar berbasis teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi, mengatakan, BRIncubator ini mendukung program OJK selama Oktober, yaitu Bulan Inklusi Keuangan.

Di Malang, peluncuran program ini merupakan yang kelima dari beberapa kota lain sebelumnya, yakni Solo, Makassar, Bandung, dan Padang.

“Kami ingin fokus pada pemberian ruang dan pendampingan melalui fasilitas yang bisa mendorong kemajuan dan berdampak pada ekonomi lokal dan nasional,” katanya seusai peluncuran BRIncubator, Senin (8/10).

Di batch pertama ini BRIncubator melibatkan 500 UMKM di lima kota tersebut. Program ini tentu akan diperluas sehingga dapat menjangkau kota lain di Indonesia.

Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto bersama Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi. (Deny rahmawan)

“Melalui program inkubasi ini, kami mengharapkan kontribusi positif dari seluruh pihak untuk bersinergi memajukan UMKM agar bisa go modern, go digital, go online dan go global,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto, menjelaskan, total dana yang dikucurkan untuk UMKM berjumlah 90 persen dari dana kredit sebanyak Rp 40 triliun. Sesuai catatan ada 35.373 anggota UMKM binaan BRI yang terdaftar di RKB.

“Sisanya Rp 490 miliar untuk usaha menengah. Itu bukti kami serius mengembangkan UMKM,” tandas Djoko. (Der/Ulm)

Kilang Minyak Tuban Ditarget Beroperasi Tahun 2025

MALANGVOICE – Kilang minyak Pertamina di Tuban, Jawa Timur, ditarget beroperasi pada tahun 2025 mendatang. Kilang minyak “new gras root refinery” itu diprediksi mampu memproduksi sekitar 400 ribu barel tiap hari.

Manager Operation dan CSR Marketing Operation Manager (MOR) V Jatim – Balinus, Rustam Aji, mengatakan, kebutuhan lahan untuk pembangunan kilang tersebut mencapai 800 hektare. Saat ini, tanah yang sudah tersedia dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutani sekitar 400 hektare.

“Sedangkan sisanya nanti pakai lahan masyarakat. Saat ini kita sedang sosialisasi kepada warga terkait dengan pembebasan lahan,” ujar Rustam Aji, pada Senin (15/7).

Dijelaskan, produksi minyak sebesar 400 ribu barel yang diprediksi di Kilang Minyak Tuban itu, jumlahnya lebih besar dari yang ada di Refinering Unit IV Cilacap yang saat ini mampu memproduksi sekitar 350 ribu barel.

“Meski di RU Cilacap nanti akan ditingkatkan kapasitas produksinya, tapi yang jelas, dengan adanya Kilang Minyak Tuban itu akan menambah jumlah produksi secara nasional,” tandasnya.

Saat ini, jumlah produksi dari kilang minyak yang ada di seluruh Indonesia mencapai 1 juta barel tiap hari. Namun, yang menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), hanya sekitar 700 ribu hingga 800 ribu barel tiap harinya. Sedangkan, kebutuhan BBM masyarakat Indonesia, mencapai 1,5 juta barel perhari.

Kilang minyak di Tuban, diharapkan mampu mengurangi pasokan impor BBM, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Indonesia serta mendukung program nasional.

Terpisah, Manajer Communication, Relation dan CSR RU Cilacap IV, Laode Syarifudin, menambahkan, Kilang Minyak di Tuban nantinya juga diharapkan mampu menambah daya ekspor avtur dari Indonesia ke negara tetangga.

“Pada Juli bulan ke tiga, kita sudah akan ekspor avtur, dan saat ini sedang masa tender,” kata Laode.

Ekspor avtur, lanjut Laode, tidak akan mengganggu produksi dan stok avtur dalam negeri, dan justru malah akan menambah jumlah produksi makin meningkat.(Hmz/Aka)

PT Madusari Murni Indah Resmi Tercatat di BEI

Saham PT Madusari Murni Indah tayang di layar perdagangan bursa saham. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Madusari Murni Indah Tbk secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/8). Tampil perdana di layar perdagangan bursa dengan harga saham Rp 580 per lembar.

PT Madusari Murni Indah Tbk tercatat sebagai emiten ke-34 di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2018 dan merupakan emiten dari sektor industri dasar dan kimia yang pertama di tahun 2018 yang melantai di bursa dengan kode emiten MOLI.

Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata, mengungkapkan PT Madusari Murni Indah Tbk melepas sebanyak 351 juta saham atau 15,03 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Pada masa penawaran umum yang berlangsung tanggal 27 Agustus 2018, terjadi oversubscribe sebanyak 221,53 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan disalurkan perseroan untuk 94,45 persen kepada entitas anak untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru. Sedangkan sisanya akan disalurkan “perseroan” kepada entitas anak untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di daerah Jawa Timur,” ungkapnya.

Ia berharap momentum IPO akan menjadi langkah awal bagi Perseroan dalam meningkatkan kinerja yang lebih baik, serta dengan dicatatkannya saham PT Madusari Murni Indah di BEI.

“Manajemen perseroan akan terus berupaya meningkatkan Tata Kelola Perusahaan (GCG) dengan baik,” tutup Arief Goenadibrata. (Der/Ulm)

BPS Kota Malang: Cabai Rawit Penyumbang Inflasi Terbesar

(Humas Pemkot Malang)
(Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Komoditi cabai rawit menjadi penyumbang terbesar Inflasi di Kota Malang. Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat andil Inflasi mencapai 0,1857 persen, Juli 2019 ini.

Kepala BPS Kota Malang Drs. Sunaryo, M,Si menyampaikan bahwa komoditas penyumbang tertinggi inflasi Kota Malang pada bulan Juli 2019 adalah cabai rawit. Ini juga akibat kenaikan harga sebesar 151,86 persen. Harga cabai rawit ini menyumbang sebesar 0,1857 persen dari angka inflasi 0,20 bulan Juli Kota Malang.

“Pada bulan Juli 2019 ini komoditas penyumbang inflasi terbesar kota malang adalah cabai rawit dengan andil sebesar 0,1857 persen yang pedasnya menasional, kenaikan harga bukan hanya di Kota Malang tapi berdampak nasional,” kata Sunaryo, Kamis (1/8).

“Sedangkan penghambat inflasi Kota Malang terdapat dari angkutan udara dengan andil sebesar -0,2343,” imbuhnya.

Berdasarkan rilis data BPS kota Malang, inflasi bulan Juli Kota Malang sebesar 0,20 persen. Angka inflasi ini lebih tinggi dari Inflasi bulan Juli Provinsi Jawa Timur yang berkisar di angka 0,16 persen.

Inflasi Kota Malang diklaim tertinggi keempat se-Jawa Timur setelah Jember dengan 0,24 persen. Inflasi bulan Juli 2019 dipicu oleh naiknya harga beberapa komoditi antara lain, cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, emas perhiasan, buah pir, tauge/kecambah, ketimun, pisang, labu siam/jipang dan upah pembantu rumah tangga.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Bulan Juli 2019, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2.01 persen, diikuti kelompok sandang sebesar 0.59 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0.17 persen serta yang terkecil adalah kelompok pendidikan rekreasi & olahraga sebesar 0.01 persen.

Adapun komoditi yang menahan laju inflasi pada bulan Juli 2019 seperti: angkutan udara, bawang putih, tomat sayur, mujair, bawang merah, tongkol pindang, semangka, selada/daun selada, tarif kereta api dan besi beton.(Der/Aka)

Tinjau Pasar, Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan Relatif Aman

Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi beserta rombongan saat mengunjungi pasar Oro-Oro Dowo. (Lisdya Shelly)
Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi beserta rombongan saat mengunjungi pasar Oro-Oro Dowo. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Menjelang bulan Ramadhan, Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi beserta tim inflasi dan dinas terkait melakukan sidak pasar guna meninjau kestabilan harga pokok, Rabu (2/5).

Salah satu sasaran sidak, yakni pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang. Selain meninjau harga bahan pokok, Pjs juga meninjau ketersedian bahan pokok dan perkembangan konsumen.

“Saat ini ketersediaan bahan, dari informasi pedagang masih aman-aman saja. Harga bahan pun relatif stabil dan tidak ada kenaikan yang signifikan, begitu juga para konsumen juga normal-normal saja,” tegas Wahid.

Wahid mengatakan untuk ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 2018 relatif normal. Sedangkan Bulog sudah mempersiapkan cadangan hingga lima bulan kedepan.

“Jadi masyarakat tidak perlu panik, semua normal-normal saja,” pungkasnya.(Der/Aka)

Selain Faktor Ekonomi, Banyak Pesaing Jadi Penyebab Banyaknya TKI

Kasubdit Kelembagaan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) BNP2TKI, Rendra Setiawan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Kasubdit Kelembagaan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) BNP2TKI, Rendra Setiawan mengatakan ada berbagai faktor masyarakat memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara lain.

Hal itu disampaikan dalam Sarasehan Migrant Day yang diadakan di Universitas Ma Chung, Kamis (20/12).

Ia menegaskan bahwa faktor utama yang mendorong masyarakat untuk menjadi TKI adalah masalah ekonomi dan terbatasnya lapangan kerja.

“Faktor utama adalah ekonomi keluarga. Memang masih ada beberapa faktor lain yang ikut menjadi daya dorong masyarakat untuk mencari kerja ke luar negeri,” ujarnya.

Selain itu, angka tekanan kerja yang tinggi tidak sebanding dengan lulusan pelajar. “Banyak lulusan SD SMP datang ke kota besar mencari pekerjaan di pabrik, mall, instansi yang lain itu susah karena pesaingnya kebanyakan S1 dan S2. Sehingga akhirnya memutuskan memilih menjadi TKI,” tegasnya.

Faktor lainnya yakni masyarakat tergiur akan iming-iming untuk mendapat uang dalam jumlah banyak setiap bulan, dan gaji mereka akan dibayar dengan menggunakan mata uang dolar.

“Bekerja sebagai asisten rumah tetangga di Jakarta paling banyak ya dua juta, tapi kalau di Hongkong atau Taiwan sampai 8 juta setengah,” ungkapnya.

Untuk itu, pemerintah memberikan pusat layanan dan jaringan perlindungan baik itu dari BPJS atau yang lainnya.

“Kami juga mendirikan pusat terpadu satu atap Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menyatukan semua layanan pembuatan paspor, KTP, SKCK satu tempat. Kita bisa mengurus semua surat yang diperlukan sehingga efektivitas dan irit biaya,” pungkasnya.(Der/Aka)

Inflasi Bulan Juni Turun, Kota Malang Paling Rendah di Jatim

Kepala BPS Kota Malang, Mohammad Sarjan usai menerangkan inflasi Kota Malang. (Lisdya Shelly)
Kepala BPS Kota Malang, Mohammad Sarjan usai menerangkan inflasi Kota Malang. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menyampaikan laporan inflasi bulan Juni 2018 sebesar 0,25 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan Mei 2018 sebesar 0,29 persen.

Selain itu, inflasi Juni Kota Malang juga paling rendah dibandingkan dengan beberapa kota di Jawa Timur.

“Biasanya di bulan Juni itu inflasi tinggi. Saya yakin ini semua keberhasilan dari TPID yang sudah berusaha untuk mengendalikan harga,” ujar Kepala BPS Kota Malang, Mohammad Sarjan kepada awak media, Senin (2/7).

Ditambahkan, inflasi kalender tahun 2018 paling rendah yakni bulan Juni dibandingkan dengan 8 tahun lalu yakni sebesar 0,68 persen.

Begitu juga dengan inflasi tahun ke tahun (year or year), dibandingkan dengan 8 tahun lalu, hingga bulan Juni ini terbilang rendah yakni sebesar 2,25 persen.

“Ada beberapa komoditas yang menyebabkan inflasi bulan Juni terkendali,” imbuhnya.

Beberapa komuditas itu antara lain, angkutan umum, keuangan, junkfood, rokok, kesehatan dan bahan makanan. “Sandang turun mengikuti harga emas serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar,” imbuhnya.

Sedangkan komoditas penyumbang inflasi antara lain, angkutan udara, daging ayam, daging ayam ras, angkutan antar kota, tiket KA, tahu mentah, nasi dan lauk, travel, ayam goreng, dan daging ayam kampung.

Sementara komoditas penghambat inflasi yakni telur ayam ras, bawang merah dan putih, emas perhiasan, cabai merah, tomat sayur, kentang, mujair, tongkol, serta minyak goreng.

“Meski beberapa harga komuditas menurun tapi perlu diingatkan, ada kenaikan BBM. Oleh sebab itu TPID dan masyarakat harus menyikapi dengan tenang, agar inflasi bulan Juli terkendali,” pungkasnya.(Der/Ak)

Sediakan Kebutuhan Komunikasi Selama Ramadan dan Idulfitri, IM3 Luncurkan Paket New Freedom

Wulang Prabowo Edhi - Head of Sales East Java Indosat Ooredoo. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyediakan kebutuhan komunikasi selama Ramadan dan Idulfitri, IM3 Ooredoo meluncurkan produk terbaru. Produk itu diberi nama paket New Freedom.

Paket New Freedom hadir dengan total kuota internet besar hingga 50GB dan semakin lengkap dengan gratis telepon ke semua operator. Paket itu memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan teman maupun keluarga, dari sahur sampai waktu buka puasa tanpa perlu khawatir

Wulang Prabowo Edhi, Head of Sales East Java Indosat Ooredoo, mengatakan, selain fokus menyediakan paket Internet, IM3 Ooredoo juga menyadari bahwa komunikasi melalui panggilan suara masih penting dalam silaturahmi. Untuk itu paket New Freedom kini hadir lebih lengkap dalam berbagai pilihan sesuai kebutuhan pelanggan.

Harga paket mulai dari yang termurah Rp25.000 untuk total kuota 4GB; Rp70.000 untuk total kuota 20GB, dan paket New Freedom 50GB dengan harga Rp150.000, semua paket tersebut sudah termasuk Gratis Nelpon ke semua operator.

“Dengan paket New Freedom dari IM3 Ooredoo, kami berharap pelanggan dapat memperkuat tali persaudaraan, menikmati momen kebersamaan Ramadan yang menyenangkan tanpa rasa khawatir akan kehabisan kuota atau pulsa telpon. Paket New Freedom adalah paket terlengkap dan terbaik yang menggabungkan dua keuntungan, kuota internet besar dan gratis nelpon ke semua operator,” ujarnya.

Dilaunchingnya paket New Freedom di Malang ini juga merupakan satu strategi dan menjawab kebutuhan pelanggan setia IM3 Ooredoo.

“Pelanggan juga akan tetap nyaman dalam menikmati semua layanan IM3 Ooredoo selama Ramadan, Lebaran, hingga perjalanan Mudik dengan 4G Plus yang tersedia di seluruh jaringan Indosat Ooredoo,” jelasnya. (Der/Ulm)