Kembangkan UMKM, BRIncubator Diluncurkan di Malang

Produk UMKM binaan BRI. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan program BRIncubator. Program itu dikhusukan untuk mengembangkan UMKM.

BRIncubator merupakan program yang beroientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas UMKM secara digital dak validasi ekspor.

Program inkubasi tersebut fokus pada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion dan kriya ini bertujuan untuk modernisasi UMKM agar berbasis teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi, mengatakan, BRIncubator ini mendukung program OJK selama Oktober, yaitu Bulan Inklusi Keuangan.

Di Malang, peluncuran program ini merupakan yang kelima dari beberapa kota lain sebelumnya, yakni Solo, Makassar, Bandung, dan Padang.

“Kami ingin fokus pada pemberian ruang dan pendampingan melalui fasilitas yang bisa mendorong kemajuan dan berdampak pada ekonomi lokal dan nasional,” katanya seusai peluncuran BRIncubator, Senin (8/10).

Di batch pertama ini BRIncubator melibatkan 500 UMKM di lima kota tersebut. Program ini tentu akan diperluas sehingga dapat menjangkau kota lain di Indonesia.

Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto bersama Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi. (Deny rahmawan)

“Melalui program inkubasi ini, kami mengharapkan kontribusi positif dari seluruh pihak untuk bersinergi memajukan UMKM agar bisa go modern, go digital, go online dan go global,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto, menjelaskan, total dana yang dikucurkan untuk UMKM berjumlah 90 persen dari dana kredit sebanyak Rp 40 triliun. Sesuai catatan ada 35.373 anggota UMKM binaan BRI yang terdaftar di RKB.

“Sisanya Rp 490 miliar untuk usaha menengah. Itu bukti kami serius mengembangkan UMKM,” tandas Djoko. (Der/Ulm)

Festival Pesona Lokal Malang Hadirkan Berbagai Ragam Budaya

Sutiaji saat menghadiri Festival Pesona Lokal Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 5 ribu peserta ikut menyukseskan Festival Pesona Lokal Malang, Minggu (14/10). Festival yang menghadirkan ragam budaya dan kearifan lokal ini dipusatkan di Rampal.

Malang menjadi kota ke-lima setelah sukses diadakan di Bandung, Solo, Bali dan Makassar. Rencananya juga akan digelar di kota besar lain seperti Medan, Pontianak, Palembang dan Jakarta.

Swandajani Gunadi selaku Chief of Marketing and Digital Business Officer Adira Finance, mengatakan, festival ini diadakan dengan berbagai kegiatan antara lain parade karnaval budaya, lomba mural, lomba kreasi masakan daerah, bazaar UMKM dan pasar rakyat.

“Festival ini bertujuan untuk mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal suatu daerah. Sekaligus dalam rangka hut Adira finance,” katanya.

Acara Festival Pesona Lokal Pesona Lokal Malang dimulai dengan parade karnaval budaya yang diikuti lebih dari 2500 peserta dengan menampilkan baju adat dan musik tradisional hingga seni pertunjukkan khas budaya Jawa Timur. Karnaval budaya ini melewati rute karnaval dengan panjang kurang lebih 2,2 km.

Selain Karnaval Budaya, lomba mural serta lomba kreasi masakan khas daerah. Ada juga lomba UMKM yang dipilih tiga terbaik untuk mendapatkan hadiah berupa uang tunai.

Festival itu pun didukung kehadiran Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, serta Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji untuk menyapa dan memberikan sambutan kepada seluruh peserta dan pengunjung yang hadir.

“Saya pesan Disbudpar agar semua budaya dipatenkan. Kami sudah inventarisasi budaya Malangan agar tidak diambil orang. Mudah-mudahan budaya Indonesia tidak dicontek negara lain,” harap Sutiaji. (Der/Ulm)

Komoditas Ini Sumbang Inflasi Terbesar, Apa Saja?

Kepala Seksi Statistik Distribusi, Dwi Handayani Prasetyowati. (Lisdya Shelly).
Kepala Seksi Statistik Distribusi, Dwi Handayani Prasetyowati. (Lisdya Shelly).

MALANGVOICE – Inflasi Kota Malang pada April 2018 mencapai 0,14 persen. Kenaikan inflasi ini disebabkan beberapa harga komoditas naik.

Kepala Seksi Statistik Distribusi, Dwi Handayani Prasetyowati, menyebutkan ada 10 komoditas penyumbang tertinggi inflasi, yaitu bawang merah, daging ayam, cabai merah, bensin, rokok kretek filter, bawang putih, apel, cat tembok, kentang, dan emas perhiasan.

“Komoditas ini lah penyebab inflasi naik. Tapi ada beberapa komoditas lain yang justru turun,” ujar Dwi kepada MVoice, Rabu (2/5).

Sebelumnya, pada bulan Maret 2018 inflasi Kota Malang mencapai 0,12 persen. Sedangkan penghambat inflasi terbesar adalah tiket transportasi, terutama tiket pesawat

“Harga tiket pesawat turun sehingga inflasi di Kota Malang tidak tinggi pada bulan April,” pungkasnya.(Der/Aka)

PT Madusari Murni Indah Resmi Tercatat di BEI

Saham PT Madusari Murni Indah tayang di layar perdagangan bursa saham. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Madusari Murni Indah Tbk secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/8). Tampil perdana di layar perdagangan bursa dengan harga saham Rp 580 per lembar.

PT Madusari Murni Indah Tbk tercatat sebagai emiten ke-34 di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2018 dan merupakan emiten dari sektor industri dasar dan kimia yang pertama di tahun 2018 yang melantai di bursa dengan kode emiten MOLI.

Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata, mengungkapkan PT Madusari Murni Indah Tbk melepas sebanyak 351 juta saham atau 15,03 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Pada masa penawaran umum yang berlangsung tanggal 27 Agustus 2018, terjadi oversubscribe sebanyak 221,53 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan disalurkan perseroan untuk 94,45 persen kepada entitas anak untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru. Sedangkan sisanya akan disalurkan “perseroan” kepada entitas anak untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di daerah Jawa Timur,” ungkapnya.

Ia berharap momentum IPO akan menjadi langkah awal bagi Perseroan dalam meningkatkan kinerja yang lebih baik, serta dengan dicatatkannya saham PT Madusari Murni Indah di BEI.

“Manajemen perseroan akan terus berupaya meningkatkan Tata Kelola Perusahaan (GCG) dengan baik,” tutup Arief Goenadibrata. (Der/Ulm)

Sediakan Kebutuhan Komunikasi Selama Ramadan dan Idulfitri, IM3 Luncurkan Paket New Freedom

Wulang Prabowo Edhi - Head of Sales East Java Indosat Ooredoo. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyediakan kebutuhan komunikasi selama Ramadan dan Idulfitri, IM3 Ooredoo meluncurkan produk terbaru. Produk itu diberi nama paket New Freedom.

Paket New Freedom hadir dengan total kuota internet besar hingga 50GB dan semakin lengkap dengan gratis telepon ke semua operator. Paket itu memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan teman maupun keluarga, dari sahur sampai waktu buka puasa tanpa perlu khawatir

Wulang Prabowo Edhi, Head of Sales East Java Indosat Ooredoo, mengatakan, selain fokus menyediakan paket Internet, IM3 Ooredoo juga menyadari bahwa komunikasi melalui panggilan suara masih penting dalam silaturahmi. Untuk itu paket New Freedom kini hadir lebih lengkap dalam berbagai pilihan sesuai kebutuhan pelanggan.

Harga paket mulai dari yang termurah Rp25.000 untuk total kuota 4GB; Rp70.000 untuk total kuota 20GB, dan paket New Freedom 50GB dengan harga Rp150.000, semua paket tersebut sudah termasuk Gratis Nelpon ke semua operator.

“Dengan paket New Freedom dari IM3 Ooredoo, kami berharap pelanggan dapat memperkuat tali persaudaraan, menikmati momen kebersamaan Ramadan yang menyenangkan tanpa rasa khawatir akan kehabisan kuota atau pulsa telpon. Paket New Freedom adalah paket terlengkap dan terbaik yang menggabungkan dua keuntungan, kuota internet besar dan gratis nelpon ke semua operator,” ujarnya.

Dilaunchingnya paket New Freedom di Malang ini juga merupakan satu strategi dan menjawab kebutuhan pelanggan setia IM3 Ooredoo.

“Pelanggan juga akan tetap nyaman dalam menikmati semua layanan IM3 Ooredoo selama Ramadan, Lebaran, hingga perjalanan Mudik dengan 4G Plus yang tersedia di seluruh jaringan Indosat Ooredoo,” jelasnya. (Der/Ulm)

Edukasi Solusi Finansial di Masa Pandemi, Waspada Fintech Ilegal

MALANGVOICE – Pesatnya perkembangan industri keuangan digital, khususnya kehadiran teknologi finansial atau financial technology (fintech), memaksa perbankan kelas menengah dan kecil untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Kini, sejumlah bank kecil dan menengah mulai mengembangkan produk kredit melalui digital agar dapat bersaing dengan fintech. Arah pengembangan digital tersebut sudah sejalan dengan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank kecil dan menengah.

OJK merilis data terbaru terkait jumlah penyelenggara jasa keuangan berbasis digital atau financial technology (fintech) yang sudah mengantongi izin dan terdaftar di OJK. Sampai dengan 5 Agustus 2020, total jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending terdaftar dan berizin adalah sebanyak 158 perusahaan.

Selaras dengan perkembangan industri fintech P2P lending, PT Mapan Global Reksa (Findaya) dan PT Digital Yinshan Indonesia (CrediNex) menyelenggarakan talkshow dengan mahasiswa Universitas Brawijaya pada hari Senin (26/10) secara daring melalui aplikasi komunikasi video untuk mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk tetap mendorong inklusi keuangan selama masa pandemi.

Ageng Aji Panggayuh – Compliance Head Findaya mengatakan, kehadiran inovasi produk fintech P2P lending diharap mampu membuka solusi alternatif finansial untuk masyarakat.

“Semoga ini menjadi solusi masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Data yang telah diterima oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 113,46 triliun hingga Juni 2020.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada Rabu (12/8), nilai itu tumbuh 153,23% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan.

Dannis Joseph – VP Business Development CrediNex menambahkan, dengan adanya edukasi daring ini, diharap mampu menyadarkan masyarakat bagaimana fintech legal.

“Kami juga berharap masyarakat Malang dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending untuk kebutuhan dan tetap waspada terhadap fintech ilegal,” katanya.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa Universitas Brawijaya ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat antusisas menyambut inovasi yang terus diberikan industri fintech.(der)

Malang Masuk 10 Besar “Dapur” Industri Digital

Malang Masuk 10 Besar

MALANGVOICE – Perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangat impresif. Nilai pasar ekonomi digital Indonesia telah menembus US$40 miliar pada 2019 dan diproyeksikan mencapai US$133 miliiar pada 2025.

Namun, angka tersebut tidak dapat menggambarkan dengan lengkap perkembangan dan potensi pasar digital di Tanah Air. Laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) adalah upaya untuk memetakan perkembangan dan potensi ekonomi digital di penjuru Nusantara, mencakup data dari 34 provinsi dan 24 kota terbesar.

Laporan EV-DCI menunjukkan bahwa ekonomi digital yang saat ini tumbuh pesat, hanyalah
sebagian kecil dari potensi Indonesia. Pertumbuhan bakal makin melesat jika Indonesia bisa menanggulangi beberapa kendala yang dihadapi seperti keterbatasan talenta digital, pelaku usaha yang enggan menggunakan produk digital, hingga akses atas layanan finansial yang rendah.

EV-DCI juga menggambarkan ada ketimpangan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.
Skor daya saing digital Jawa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pulau lain, sedangkan
selisih skor antara Jakarta dengan provinsi lain di Jawa masih sangat besar.

Infrastruktur internet yang lengkap dan tingkat adopsi digital yang cepat membuat Jakarta
sebagai magnet industri digital dan pendiri-pendiri startup baru. Skor daya saing digital Jakarta (EV-DCI = 76,8) adalah yang tertinggi di Indonesia.

Namun, beberapa kota lain juga menunjukkan perkembangan yang menarik. Kota berukuran
sedang seperti Malang (EV-DCI = 47,2), misalnya, mampu menempati posisi 10 besar. Posisi Malang sebagai “dapur” industri digital Indonesia membuatnya unggul dalam aspek talenta digital. Balikpapan adalah kota dengan daya saing digital paling tinggi di Kalimantan (EV-DCI = 44,2).

“Kehadiran perusahaan-perusahaan besar di Balikpapan membuatnya sebagai tempat
pertemuan pekerja berkeahlian dari seluruh Indonesia,” kata Partner East Ventures, Melisa Irene.

Kota dengan daya saing paling tinggi di Sumatra adalah Medan (EV-DCI = 50,3). Meskipun memiliki infrastruktur yang kuat dan pasokan talenta yang memadai, Medan mencatatkan skor yang rendah dalam hal adopsi digital.

Di wilayah bagian timur Indonesia, Makassar adalah kota dengan daya saing paling tinggi (EV-DCI = 46,8). Posisi ini tidak mengherankan karena Makassar adalah pusat ekonomi di regional timur. Namun, skor penetrasi layanan finansial digital dan tingkat adopsi UMKM atas layanan digital sangat rendah.

Laporan dan data yang lengkap bisa diunduh di east.vc/dci. Dari data yang disajikan oleh EV-DCI, para pemangku kepentingan dan sektor publik dan sektor swasta bisa saling membandingkan tingkat pemanfaatan teknologi digital di wilayah masing-masing.

Misalnya, bagi pemimpin di tiap daerah, dengan memanfaatkan indeks tersebut dapat semakin
terpacu untuk berlomba menciptakan ekosistem yang terbaik bagi perkembangan ekonomi, digital, baik lewat pembangunan infrastruktur, pengembangan talenta, maupun regulasi yang tepat.

Bagi para pemain besar di industri teknologi Indonesia, EV-DCI bisa menjadi panduan untuk
melangkah lebih jauh dari kota-kota besar ke seluruh pelosok Tanah Air, untuk membantu lebih banyak bangsa Indonesia menikmati manfaat perekonomian digital.

“Untuk mereka yang akan atau baru merintis bisnis, EV-DCI adalah sebuah peta peluang,” tandasnya.(Der/Aka)

Berkah Ramadan, Pot Berbahan Limbah Kayu Laris untuk Souvenir Lebaran

Produk pot berbahan limbah kayu karya Gunawan Wibisono. (Aziz Ramadani / MVoice).
Produk pot berbahan limbah kayu karya Gunawan Wibisono. (Aziz Ramadani / MVoice).

MALANGVOICE – Produsen pot berbahan limbah kayu di Kota Batu tuai untung. Ramadan ini, permintaan naik drastis.

Jika rata-rata order 200-500 perbulan. Ramadan ini mencapai 1.000 orderan. Peminatnya tidak hanya dari Kota Batu dan Malang Raya. Tercatat ada Jakarta, Surabaya hingga Kalimantan

“Paling banyak pesanan memang pot sampai kewalahan memenuhi produksi. Paling diminati pot berbentuk sumur,” kata Gunawan Wibisono pengrajin pot kayu ditemui di rumah produksinya di Jalan Wukir Kelurahan Temas, Kamis (24/5).

Gunawan melanjutkan, usaha yang dirintis September 2017 silam diakuinya cukup mendapatkan respon baik konsumen. Sebab pot berbahan kayu masih jarang. Bentuk dan konsepnya pun unik. Harga yang dibanderol pun terbilang ramah di kantong. Yakni mulai Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu.

“Harga tergantung bahan dan konsep. Paling mahal itu yang konsepnya gelas karena harus melalui beberapa proses yang tidak mudah. Sehari hanya bisa buat tiga sampai empat pot,” sambung pria juga staf TRC BPBD Kota Batu ini.

Dipilih kayu tak terpakai atau limbah, menurutnya, memberi keuntungan yang lumayan. Sebab bahan kayu mudah didapat dan terjangkau.

“Biasanya ambil borongan di pabrik yang sudah tidak terpakai kayunya,” tutup alumnus SMK 1 Batu ini.

Salah satu pemesan pot kayu asal Mojokerto, Juni Kuswanto mengatakan, pihaknya memesan sekitar 500 pot untuk dijadikan souvenir lebaran. Dipilih pot karya Gunawan ini menurutnya sangat menarik.

“Menariknya pasar jarang mengolah limbah kayu. Saya juga berbisnis brandingnya pengolahan sampah
makanya saya langsung tertarik untuk kemudian ajak kerjasama ,” jelasnya.(Der/Aka)

BI Malang Siapkan Rp 3,9 Triliun di Bulan Ramadan dan Idul Fitri 2018

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Malang, Dudi Herawadi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Malang, Dudi Herawadi.

MALANGVOICE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada Bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2018.

Menurut Kepala Perwakilan BI Kota Malang, Dudi Herawadi, ada peningkatan kebutuhan uang tunai (outflow) tahun ini sebesar 14 persen yakni sebesar Rp 3,9 triliun.

“Kebijakan penambahan libur dan cuti bersama menjadi 12 hari itu juga mempengaruhi peningkatan,” kata Dudi.

Sebelumnya, pada tahun 2017 outflow berada dikisaran Rp 3,5 triliun.

Jumlah ini meningkat dipengaruhi oleh tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan ke pecahan 100 ribuan.

“Kami juga minta perbankan men-swicth (beralih), untuk tidak menyediakan terlalu banyak ATM yang nominal Rp 100 ribu. Tapi saat ini tidak sedikit bank yang membuka ATM pecahan Rp 50 ribu,” tandasnya.

Tak hanya Malang Raya, wilayah yang menjadi tanggung jawab BI Malang adalah Pasuruan dan Probolinggo.(Der/Ak)

Tinjau Pasar, Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan Relatif Aman

Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi beserta rombongan saat mengunjungi pasar Oro-Oro Dowo. (Lisdya Shelly)
Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi beserta rombongan saat mengunjungi pasar Oro-Oro Dowo. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Menjelang bulan Ramadhan, Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi beserta tim inflasi dan dinas terkait melakukan sidak pasar guna meninjau kestabilan harga pokok, Rabu (2/5).

Salah satu sasaran sidak, yakni pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang. Selain meninjau harga bahan pokok, Pjs juga meninjau ketersedian bahan pokok dan perkembangan konsumen.

“Saat ini ketersediaan bahan, dari informasi pedagang masih aman-aman saja. Harga bahan pun relatif stabil dan tidak ada kenaikan yang signifikan, begitu juga para konsumen juga normal-normal saja,” tegas Wahid.

Wahid mengatakan untuk ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 2018 relatif normal. Sedangkan Bulog sudah mempersiapkan cadangan hingga lima bulan kedepan.

“Jadi masyarakat tidak perlu panik, semua normal-normal saja,” pungkasnya.(Der/Aka)