Setara Amerika Serikat, War Room Kota Makassar Dilengkapi Sistem CCTV Canggih

Mini War Room di stan Kota Makassar, ICE Apeksi 2017. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Makassar membuktikan kotanya layak dijuluki Smart City karena berbagai inovasinya. Salah satu gebrakan yang baru dirilis adalah War Room, yaitu program pemasangan CCTV di berbagai penjuru daerah di Makassar yang bertujuan menekan angka kriminalitas di kota angin mamiri tersebut.

Kasubid Pengembangan Inovasi Daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Makassar, Drs Burhanuddin MSi, menjelaskan, kamera yang digunakan War Room juga tidak sembarangan karena memakai teknologi terkini yang memiliki pixel besar, sehingga jika ada satu peristiwa yang terekam kamera, maka bisa di zoom in (perbesar) dengan kualitas baik.

Drs Burhanuddin MSi (kiri) dan Dr Assiiqin (kanan) saat ditemui MVoice (Anja)

“Kamera ini berbeda dengan kamera CCTV biasa yang memiliki pixel kecil, yang membuat sulit mengidentifikasi satu kejadian. Wajah penjahat bisa kita lihat dari CCTV ini. CCTV nya juga bisa berputar 360 derajat. Tidak ada yang lolos dari pengawasan,” papar Burhanuddin saat ditemui MVoice di Indonesia City Expo, Malang, Jumat (21/7)

Keunggulan lain dari War Room ini adalah bisa mendeteksi logam, senjata tajam, dan busur panah. Sehingga, para pelaku kejahatan bisa dicegah terlebih dahulu sebelum melakukan aksinya.

“Pengguna lalu lintas juga tidak bisa macam-macam. Karena semua aktivitas lalu lintas akan terekam di big data. Pusatnya ada di War Room lantai 10 gedung Pemkot Makassar,” kata dia lagi.

Dipaparkan Burhanuddin, War Room Makassar terkoneksi dengan 300 CCTV dalam kota yang beroperasi selama 24 jam. Kamera CCTV War Room mampu memperbesar tampilan obyek (zoom) hingga 4 km. CCTV itu juga dilengkapi dengan infra red yang mampu mendeteksi senjata tajam dari sensor suhu tubuh subjek pengamatan. Gambar yang terekam juga tajam mampu menembus kaca depan pengendara mobil sehingga wajah pengendara dapat terlihat jelas.

Data yang tertangkap CCTV akan terekam dan disimpan dalam server yang hanya dapat diakses seizin Pemerintah kota Makassar. Teknologi War Room Makassar tidak hanya melayani kebutuhan pengamanan dalam kota, lebih dari itu juga berfungsi mengontrol jalannya pelayanan publik di kantor – kantor pemerintah.

Fitur yang dimiliki juga dapat menyajikan data tracking kendaraan Tangkasaki (Truk Angkutan Sampah Kita), Home Care (Dottoro ta) dilengkapi jumlah bahan bakar yang digunakan dan jalur yang dilalui.

War Room, Program pemasangan CCTV diseluruh penjuru Kota Makassar (Makassartoday.com)

Informasi medis tentang jumlah kamar rawat inap yang terintegrasi dalam sistem War Room juga dapat diakses lewat sistem ini. Pemutakhiran paling anyar dari sistem War Room Makassar adalah terintegrasinya layanan Call Center 112 yang melayani kondisi darurat masyarakat selama 24 jam seperti ambulans, dan kebakaran.

“Pemkot Makassar juga bersinergi dengan Polrestabes Makassar dalam mendukung upaya kepolisian menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Burhanuddin.

Inovasi seperti ini sebenarnya bukan pertama di dunia, negara-negara maju sudah menerapkannya, salah satunya Amerika Serikat. Biro Investigasi Federal/Federal Bureau Investigation (FBI) sangat mengandalkan kamera seperti ini untuk melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku kriminal.

War Room Makassar tidak hanya menjadi perbincangan dalam negeri, negara lain juga memuji program yang digagas oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto ini. Makassar disulap Danny menjadi kota yang modern dan diperhitungkan di dunia internasional.

Teknologi War Room Makassar diakui paling canggih di Indonesia. Tak ada satu pun kota di nusantara yang memiliki sistem platform keamanan kota berbasis digital selengkap Makassar.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

PT KAI Rekrutmen Pegawai, Awas Penipuan!

Manager Humas Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko (tengah). (Muhammad Choirul)
Manager Humas Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko (tengah). (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – PT KAI (Persero) kembali membuka pendaftaran pegawai untuk lulusan SMA/sederajat. Rekrutmen secara resmi baru dibuka pada 24 Juli 2017 mendatang.

Meski begitu, masyarakat yang tertarik mendaftar sudah dapat registrasi terlabih dahulu pada website rekrutmen PT KAI yang baru yakni recruitment.kai.id mulai 20 Juli 2017. Para pelamar kerja yang sudah melakukan registrasi harus melengkapi data pribadi dan pendidikannya agar dapat langsung mendaftar sesuai posisi yang diinginkan.

Manager Humas Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko, menyebut, ada sejumlah posisi yang ditawarkan untuk periode ini. Posisi itu meliputi calon masinis, pengatur perjalanan kereta api (PPKA), petugas rumah sinyal (PRS), petugas langsir (PLR), petugas wesel (PJW), pengawas peron (PAP), pemeliharaan sarana, pemeliharaan jalan rel dan jembatan, serta pemeliharaan sintelis.

Informasi terkait website rekrutmen baru milik PT KAI dan tata cara melakukan registrasi ini telah beredar di masyarakat melalui media sosial. “Namun ternyata bersamaan dengan sosialisasi tentang website dan tata cara regsitrasi tersebut, beredar modus penipuan berupa surat undangan sebuah agen travel yang mengatasnamakan PT KAI,” kata Gatut.

Dalam surat undangan tersebut, tercantum nama-nama peserta tes yang diundang menghadiri tes di Gedung Jakarta Railway Center (JRC). Dalam undangan tersebut juga disebutkan bahwa peserta diharuskan reservasi tiket transportasi/akomodasi dan melakukan pembayaran ke travel agent yang tertera di surat undangan tersebut.

“PT KAI dengan tegas menyatakan bahwa segala proses rekrutmen resmi PT KAI, mulai dari pengumuman hingga proses pengiriman berkas hanya dilakukan melalui website resmi PT KAI yakni recruitment.kai.id,” tegasnya.

Setiap pelaksanaan perekrutan pegawai yang dilakukan, lanjut Gatut, tidak dikenakan biaya apapun, termasuk uang muka, uang tanda jadi, atau segala jenis biaya serupa. Karena itu, manajemen PT KAI mengimbau masyarakat waspada atas segala upaya penipuan yang memanfaatkan momen perekrutan pegawai yang dalam waktu dekat ini.

“Masyarakat diharapkan lebih jeli dan teliti bila mendapatkan pesan berupa pengumuman rekrutmen. Jangan mudah tertarik dan waspada akan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan menjadi pegawai dari oknum yang mengatasnamakan PT KAI,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Sun Life Luncurkan Manfaat Wakaf Untuk Polis Asuransi Jiwa Syariah

PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) meluncurkan manfaat wakaf untuk polis produk asuransi jiwa syariah. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) meluncurkan manfaat wakaf untuk polis produk asuransi jiwa syariah, di Jakarta, Senin (14/8).
Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life, mengatakan, peluncuran manfaat wakaf pada polis asuransi syariah Sun Life merupakan penegasan komitmen dalam memberikan layanan dan produk asuransi syariah secara lengkap.

“Manfaat wakaf melalui produk asuransi merupakan solusi inovatif, nasabah kami tidak hanya memperoleh proteksi jangka panjang yang sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga menjalankan ibadah dengan memperbanyak amal melalui kesempatan berwakaf,” katanya dalam rilis yang diterima MVoice.

Bagi para tenaga pemasar, menurut Elin, kehadiran manfaat wakaf yang melengkapi polis asuransi syariah Sun Life berpotensi untuk mempermudah upaya mereka dalam melakukan pendekatan pasar yang didominasi oleh masyarakat muslim.

Melalui manfaat yang berlaku untuk semua produk asuransi syariah ini, peserta asuransi kini dapat mewakafkan manfaat asuransinya hingga maksimal 45% dari santunan asuransi dan mewakafkan manfaat investasinya hingga maksimal sepertiga dari total kekayaan dan atau harta warisan (tirkah).

Adanya batasan maksimal tersebut sesuai dengan fatwa DSN-MUI. Berdasarkan fatwa tersebut, manfaat investasi harus tetap dapat dinikmati oleh ahli waris. Langkah Sun Life dalam memberikan fitur wakaf bagi pemegang polis syariah juga memperoleh dukungan DSN-MUI.

Sun Life memberikan kemudahaan dalam menyalurkan dana wakaf dengan menggandeng lembaga pengelola aset wakaf (nazhir) yaitu Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, dan 174 lembaga yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI). Seluruh lembaga pengelola aset wakaf terdaftar dan diawasi BWI yang berperan untuk membina pengelola aset wakaf agar aset tersebut dikelola lebih baik dan produktif.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Ada Sensasi Santapan Volcano Rise di Ow My Plate

Magdalena memasak Volcano​Rice. (deny)

MALANGVOICE – Bisnis makanan di Kota Malang semakin hari semakin menjamur. Berbagai jenis makanan tak sulit ditemukan di mana saja mulai yang biasa sampai unik.

Hal itu menjawab persaingan dan pamer kreativitas dari pebisnis makanan agar menarik konsumen. Salah satunya Ow My Plate.

Tempat makan yang baru buka di Jalan Panderman ini menyajikan menu unik. Semua makanan disajikan di atas hot plate, sesuai namanya.

“Saya melihat perkembangan bisnis makanan di Malang luar biasa. Saya harap bisa ikut bersaing dan sukses,” kata Manager Marketing Ow My Plate, Magdalena.

Wanita yang kerap kali muncul di layar televisi sebagai artis dan sekaligus model ini menambahkan, menu andalan di Ow My Plate adalah Volcano Rise. Nasi itu dihidangkan di atas hot plate dan berbentuk seperti gunung.

Sebelum disantap, nasi itu disiram dengan adukan telor kemudian dimasak di depan konsumen. “Jadi nasi itu gunung dan telor jadi lavanya. Seporsi bisa untuk 2 orang,” lanjutnya.

Dari segi harga, Magdalena memastikan pasti cocok dengan kocek konsumen yang notabene adalah mahasiwa. “Kalau rasa sudah jangan ditanya, silakan coba sendiri. Kami siapkan makanan pedas sesuai selera,” tambahnya.

Saat ini Ow My Plate memasang promo khusus bagi yang ingin mencoba sensasi baru. Setiap pembelian akan mendapat gratis satu menu sampai 4 Juni mendatang.

PEASE, Alat Canggih Deteksi Gempa Lebih Awal

Tim PEASE berfoto bersama. (Anja arowana)

MALANGVOICE – Tahun 2015 tercatat 184 kali total gempa bumi diatas 5 SR dan memakan korban jiwa yang lumayan tinggi. Penyebab tingginya korban jiwa tak lain karena jalur komunikasi antara petugas dan warga yang terlalu lama. Masyarakat pun harus menunggu instruksi petugas akankah itu gempa berbahaya dan diharuskan segera mengungsi atau tidak.

Menjawab kegelisahan warga Desa Penataran, kecamatan nglegok, Kabupaten Blitar ini empat mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Septya Hananta Widyatama, Yusuf Aji Wicaksono, Rangga Ega Santoso, dan Fitri Ika Mardiyanti, dengan dosen pembimbing Drs Imam Sudjono, memberikan solusi efektif juga cepat tanggap gempa bumi dengan PEASE (pendulum earthquake sensor) alat detektor getaran berbasis sistem pendulum sebagai solusi sistem peringatan dini datangnya gempa bumi.

Alat PEASE yang ditunjukkan kepada MVoice. (Anja arowana)

Penggunaan dan perawatan PEASE yang begitu mudah membuat pengguna cukup mengecek kondisi alat selama 2 minggu sekali, listrik yang disedot pun sangat minim karena penggunaan dan penerapan sistem hybrid, hingga penggunaan speaker aktif dengan kekuatan ± 90 dB sebagai media peringatan dini. Canggihnya, PEASE punya dua fungsi yakni ditambahnya fitur lampu. Lampu bisa dikategorikan kebutuhan primer masyarakat.

“Ketika gempa berlangsung maka dalam sekejap speaker akan berbunyi mengeluarkan suara sirine, dimaksudkan untuk kewaspadaan tahap awal juga metode pembangunan korban ketika gempa terjadi pada malam hari,” papar Septya kepada MVoice.

Selanjutnya akan diteruskan suara persuasif sebagai media pemberitahuan bahwasannya telah terjadi gempa dan harus segera berlindung dan nantinya speaker akan berhenti setelah ± 25 detik berbunyi.

“Alat ini pun dirancang hanya akan berfungsi jika kekuatan gempa 4 SR keatas, karena digolongkan gempa berbahaya dan mampu merobohkan sebuah gedung,” tukasnya.

Dengan PEASE, tim dari UM akan berlaga pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-30 di Universitas Islam Makassar pada tanggal 23 – 28 Agustus 2017.

Di ajang ini, tim membawa pesan tersirat bahwasannya sudah saatnya para mahasiswa bergerak aktif menanggulangi masalah di Indonesia dengan pemanfaatan teknologi modern. Karena sejatinya prestasi itu bukan ketika kita lebih baik dari yang lain, melainkan ketika kita lebih bermanfaat dari yang lain.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Si Tohir Mampu Tekan Kematian Bayi Sapi, Peternak Terbantu

Sapi yang memakai alat Si Tohir. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Indonesia mengalami peningkatan permintaan daging sapi sebesar 4 persen setiap tahun. Namun, kematian bayi sapi (pedet) akibat kurangnya perhatian pemilik mengakibatkan pertumbuhan jumlah sapi di Indonesia kurang optimal.

Menjawab keluhan peternak di Desa Cepoko, Kecamatan Sumber Lawang, Sragen, tiga mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), Pipik Lestari, Yusron Hamidi dan Tri Rahmawatiningsih, dalam bimbingan Dr Eng Cahya Cahya Rahmad ST MKom merealisasikan Si Tohiratau Sistem Monitoring Kelahiran Pedet Berbasis Raspberry Pi.

Teknologi ini dapat memantau atau mendeteksi ciri-ciri fisik sapi yang akan melahirkan dan memberikan informasi secara realtime kepada peternak. Uniknya, alat bernama Si Tohir ini sangat mudah digunakan dan praktis sehingga bisa dipindah dan diperbanyak.

Selain itu, Si Tohir juga mampu memberikan informasi berupa gambar, teks, maupun video kepada peternak sapi secara realtime melalui Telegram. Telegram merupakan aplikasi messager yang dapat di pasang pada smartphone peternak.

Alat ini merupakan gabungan beberapa alat dan sensor yang bertugas mendeteksi ciri-ciri fisik dan perilaku pada sapi sebelum melahirkan. Deteksi meliputi suara, gerak ekor, dan pergerakan sapi yang selanjutnya akan di informasikan kepada pemilik.

Tim inovator Si Tohir. (Anja Arowana)

Si Tohir terdiri dari 2 sub bagian yaitu sistem yang berupa website dan alat itu sendiri. Web digunakan untuk input data kawin dan perhitungan perkiraan kelahiran pedet dengan menggunakan kalender 21.

Sedangkan alat Si Tohir sendiri merupakan alat yang di pasang di ekor sapi terdiri dari sensor tilt yang digunakan untuk mendeteksi gerakan ekor sapi. Sensor tilt dibantu dengan sensor imu yang di setting hanya membaca inputan gerakan ekor sapi dengan arah vertikal atau naik turun saja.

Setelah seperangkat sensor tilt mendeteksi gerakan pada ekor sapi maka selanjutnya akan dikirim ke raspberry pi melalui bluetooth HC06. Kemudian sistem mengirim notifikasi pesan ke telegram pengguna berupa teks, gambar, maupun video.

Dalam uji lapangan, didapatkan bahwa sebagian besar peternak mengaku terbantu dengan alat ini, mereka berharap alat ini dapat diproduksi secara massal sehingga dapat memberikan keuntungan dan kemudahan bagi peternak.

Lewat inovasi ini tim Polinema akan berlaga di Monitoring Evaluasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 30 pada 18-19 Juli 2017. Di ajang ini tim juga membawa misi menyuarakan pemanfaatan teknologi untuk membantu kehidupan manusia khususnya di bidang teknologi peternakan.

“Saatnya mahasiswa membawa langkah perubahan serta memanfaatkan teknologi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena sejatinya teknologi bukanlah predator melainkan ujung tombak inovator,” kata salah seorang anggota tim melalui rilis yang diterima MVoice.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Rike Herliana, Perajin Perhiasan dari Kawat dan Batuan Alam

Usaha kerajinan menjadi pundi-pundi pemasukan Keke. (Anja Arowana)
Usaha kerajinan menjadi pundi-pundi pemasukan Keke. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Kreatif dan ulet. Dua kata itulah yang bisa mendeskripsikan Rike Herliana, ibu rumah tangga yang sukses menekuni bisnis kerajinan perhiasan handmade berbahan dasar kawat dan kuningan.

Wanita yang akrab dipanggil Keke ini, menekuni dunia kerajinan aksesoris sejak 2010. Waktu itu, Keke mengaku hanya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat seperti monel.

Sekarang, Keke mengembangkan aksesoris buatannya dengan menggunakan logam, tembaga, perak dan kuningan, serta batu-batuan alam yang dia dapatkan dari berbagai daerah di Indonesia.

Keke menunjukkan produk buatannya. (Anja Arowana)
Keke menunjukkan produk buatannya. (Anja Arowana)

“Batu-batuan ini saya dapat dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bengkulu, Kalimantan. Saya ingin memakai sumber daya alam dari Indonesia dulu,” kata wanita yang tinggal di Malang ini.

Dalam seminggu, Keke bisa membuat 3-4 buah perhiasan. Kalau dikebut, sehari Keke bisa buat 1 perhiasan. Aksesoris yang dibuat Keke biasanya didesain sendiri. Terkadang dia mencoba memodifikasi contoh desain perhiasan dari Pinterest.com.

“Kadang saya improvisasi. Desain yang rumit bisa ambil di Pinterest,” kata dia.

Pesanan dia dapatkan dari berbagai daerah di Indonesia seperti Makassar, Papua, dan seluruh daerah di Jawa. Soal harga, dia patok kisaran Rp 100 ribu – Rp 500 ribu ke atas.

“Pemasukan saya dari usaha ini alhamdulillah. Sebulan bisa Rp 4-6 juta,” kata wanita kelahiran 1977 ini.

Ternyata, bukan cuma membuat perhiasan. Herliana juga piawai mendesain busana dan menjahit pakaian. Dia mengaku merasa beruntung karena mendapatkan support penuh dari keluarga. Akhir-akhir ini Keke juga sering memberi kursus membuat perhiasan di galerinya di Jalan Renang nomor 19.

“Ayo mbak main kesana, nanti saya ajari membuat perhiasan seperti ini,” ajak dia.

Contoh-contoh karya Keke bisa dilihat di akun Instagram @bolder.korsase.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Kota Malang Terpilih City of Charm Jatim Expo 2017

Pameran Koperasi dan UMKM Expo 2017 di Grand City Convex. (Istimewa)
Pameran Koperasi dan UMKM Expo 2017 di Grand City Convex. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Malang dinobatkan sebagai City of Charm pada ajang Koperasi dan UMKM Jawa Timur (Jatim) Expo 2017 di Grand City Convex, Surabaya pada 26-30 Juli. Ini berarti Kota Malang menjadi kota branding dalam acara tersebut.

Dengan begitu, Kota Malang juga mewakili 38 kota/kabupaten se-Jatim sebagai media memperkenalkan produk koperasi dan UMKM Jatim. Hal ini tidak lepas dari perkembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Koperasi di Kota Malang.

Torehan tersebut merupakan apresiasi sebagaimana sejumlah prestasi yang didapat sebelumnya dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM hingga Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Pada ajang kali ini, Kota Malang mendapatkan mandat yang cukup menantang.

Pasalnya, mengusung tema ‘Memperkuat Koperasi dan UMKM Melalui Kegiatan Ekonomi Kreatif’, kegiatan pameran itu bertujuan agar produk koperasi dan UMKM bisa go international. Wali Kota Malang, H Moch Anton, mengatakan, terpilihnya Malang sebagai kota branding merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat dan dinas terkait.

“Tentunya kita berbangga karena dari 38 kota dan kabupaten, Kota Malang dipilih sebagai kota branding koperasi dan UMKM di Jawa Timur,” katanya.

Anton menegaskan, selama ini pemerintah terus berkomitmen dalam peningkatan koperasi dan UKM. Hal ini sesuai visi dan misi pemerintah menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Menteri Koperasi dan UMKM, beliau sangat mengapresiasi perkembangan koperasi dan usaha kecil menengah di Kota Malang,” sahut suami Hj Dewi Farida Suryani itu.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Ini Dia Sajian Menu Buka Puasa Spesial di Santika Premiere Malang

Public Relations Santika Premiere Hotel Malang, Erwinda Moonica. (Deny)

MALANGVOICE – Berbagai makanan disiapkan Hotel Santika Premiere Malang di Ramadan tahun ini. Setiap hari, hidangan tradisional maupun mancanegara tersaji di Teracota Cafe.

Menu itu disiapkan bagi pengunjung hotel yang ingin merasakan sensasi berbeda saat berbuka puasa.

“Di Pasar Ramadan kali ini ada juga jajanan pasar yang membuat kita teringat jajanan masa kecil. Jenis makanan lengkap mulai takjil sampai makanan penutup,” kata Public Relations Santika Premiere Hotel Malang, Erwinda Moonica.

Di segi makanan western, Santika Premiere menyiapkan jajanan pasta seperti Spaghetti, Fettuccini, Penne, ataupun Farfalle. Tentunya semua diracik dengan rasa yang nikmat dengan resep khusus.

“Semua bisa dinikmati dengan harga paket khusus yang terjangkau. Kami membuka paket ini selama Ramadan hingga 24 Juni mendatang,” lanjut Moonica.

Selain itu, bagi pengunjung yang ingin beramai-ramai datang untuk berbuka puasa, Santika Premiere menyiapkan bonus pay 10 get one free.

“Di bulan ini kami ingin berikan banyak sekali promo termasuk untuk menginap dengan harga spesial diskon hingga 40 persen,” tandasnya.

Begini Jadinya Bila Sepatu Roda Jadi Powerbank

Sepatu Roda ini bisa jadi powerbank lho. (Istimewa)
Sepatu Roda ini bisa jadi powerbank lho. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kebutuhan masyarakat akan penyimpan daya listrik portable (power bank) dan maraknya permainan sepatu roda di kalangan pelajar menjadi pemicu lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat Rollex. Inovasi ini menjadi alternatif pengisian daya baterai smartphone atau handphone.

Tekniknya, dengan memanfaatkan energi kinetik yang terbuang dari putaran roda pada saat bermain sepatu roda. Rollex akan membantu masyarakat memanen potensi energi kecil yang terbuang (energy harnesting) pada saat bermain sepatu roda, serta membantu mengurangi penggunaan energi dari sumber berbahan bakar fosil.

“Tak hanya bermain dan berolahraga, dengan Rollex masyarakat juga bisa menyimpan energy listrik yang nantinya bisa digunakan untuk mengisi ulang gadget,” kata salah satu anggota tim, Mohammad Shiddiq Pratomo, Kamis (27/7).

Shiddiq mengajukan inovasi ini pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017 bersama empat rekannya Fahrizal Hari Utama (Teknik Elektro), Reynaldi Nugraha (Teknik Elektro), Ika Lestiana Sari (Peternakan), dan Nimas Setya Ayuning Tyas (Ilmu Komunikasi).

Dengan menambahkan charger pada sepatu roda yang dihubungkan ke baterai, Rollex dapat menyimpan daya listrik yang nantinya bisa digunakan sebagai power bank.

Cara kerja Rollex cukup sederhana, putaran roda akan memutar dinamo yang akan menghasilkan tegangan, kemudian listrik akan melalui TP4056 (Standalone Linear Li-lon Battery Charger) untuk diubah tegangannya agar sesuai dengan yang dibutuhkan. Cara pemakaiannya juga mudah , user cukup menancapkan baterai ke charger lalu luncurkan sepatu rodanya maka baterai akan otomatis akan terisi.

Di bawah bimbingan Dr Rini Nur hasanah ST MSc tim Rollex bersama 11 tim PKM FT lain telah mendapat pendanaan dari Dikti untuk mengikuti monev eksternal dan bersaing dengan puluhan tim PKM lainnya agar mendapatkan kursi di Pimnas 2017 mewakili UB.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Komunitas