Ahmad Nufiandani Terancam Absen Jangka Panjang

Ahmad Nufiandani Terancam Absen Jangka Panjang karena cedera yang serius
Dokter tim Arema, dr Indrawan Dwantoro (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Bintang muda Arema, Ahmad Nufiandani, terancam tak bisa membela Singo Edan sampai beberapa bulan ke depan. Cedera yang diderita pemain jebolan Akademi Arema itu memang cukup serius.

Dokter tim Arema, dr Indrawan Dwantoro, mengatakan, Ahmad Nufiandani masih harus istirahat total hingga dua pekan. Dani, sapaan akrabnya, masih dalam pantauan ketat dokter untuk menjalani proses pemulihan.

“Dia masih harus istirahat total sambil diobservasi perkembangannya selama 2 minggu ke depan. Ada masalah di ligamen lututnya,” kata Indrawan, Kamis (6/8).

Dani mendapat cedera setelah bertabrakan dengan pemain Persewangi Banyuwangi, Guntur Ariadi, pada laga pamungkas Sunrise of Java Cup 2015, beberapa waktu lalu.

Dendy Masih Dibelit Cedera

Dokter tim Arema, dr Indrawan Dwantoro (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Kondisi gelandang Arema, Dendy Santoso, yang mengalami cedera engkel hingga kini belum pulih 100 persen. Pemilik nomor punggung 41 itu masih dalam pantauan ketat dokter tim, dr Indrawan Dwantoro.

Pemain jebolan SSB Unibraw dan Akademi Arema itu juga belum bisa menjalani latihan normal bersama skuad Singo Edan, Kamis sore (6/8) nanti. “Mungkin akhir pekan ini baru bisa bergabung latihan,” kata Indrawan kepada MVoice, Kamis (6/8) pagi ini.

Kendati demikian, Indrawan menilai, pemain kelahiran Malang, 9 Mei 1990 itu mengalami tren positif dalam fase pemulihannya. “Sudah mulai membaik, semoga lawan Persib Bandung bisa turun,” tambahnya.

Dendy mendapat cedera engkel saat bertanding menghadapi Indonesia All Star, 31 Juli 2015 lalu, dalam ajang Sunrise of Java Cup 2015, di Banyuwangi.

Eksis Bersama, Jargon Arema Ingin Lepas Fase Konflik

logo resmi HUT ke-28 Arema. (arema for malangvoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema resmi meluncurkan logo dan jargon baru untuk menyambut HUT ke-28 Arema. Mengusung jargon ‘Eksis Bersama’, ada makna filosofis di balik pemilihan jargon dan desain logo.

Media Officer Arema, Sudarmaji menjelaskan, pemilihan jargon tak lepas dari perjalanan Arema selama 28 tahun sejak tim kebanggaan arek Ngalam ini lahir pada 1987 silam.

“Kita telah melewati masa-masa tidak mudah untuk mempertahankan eksistensi. Jargon itu dipilih untuk menjaga dan memelihara eksistensi Arema, apalagi saat ini sepak bola Indonesia sedang menghadapi ketidakpastian,” kata pria asal Banyuwangi itu.

Jargon ‘Eksis Bersama’, lanjut pria tambun ini, juga representasi kondisi tim saat ini. Arema memilih mempertahankan skuad dengan segala risiko, meski klub-klub lain membubarkan tim. Ia menyebut, kesolidan ini tak lepas dari peran keluarga besar Arema dan Aremania.

Sedangkan logo yang diluncurkan, menurut Sudarmaji, terdapat representasi keinginan masyarakat pecinta sepak bola yang sudah hampir setahun kehilangan hiburan.

“Logo itu tentang semangat baru. Karena sudah hampir setahun sepak bola kita dirundung konflik,” imbuhnya.

Mantan wartawan itu menjelaskan, ada warna biru dan oranye yang berarti solidaritas tinggi. Sementara, kepala singa sedang mengaum makin mempertajam makna soal solidaritas itu.

“Butuh solidaritas dan kebersamaan untuk lepas dari fase konflik ini. Kami ingin susun harapan baru,” pungkasnya.

Lima Atlet Angkat Besi Kota Malang Ikuti Puslatda

Muslimin (Muhammad Choirul /MalangVoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 5 atlet angkat besi Kota Malang masuk Puslatda di Surabaya. Kelima atlet itu dipanggil KONI Jatim untuk dipersiapkan pada ajang Pra PON akhir September nanti, dan PON 2016 di Jawa Barat.

Lima atlet itu yakni Choirul Anwar, Sofyan Listiyanto, Adi Pratama, Okky Dwi Cahyono. Bella Seviana. Pelatih angkat besi Kota Malang, Muslimin, bangga atletnya bisa masuk Puslatda sampai akhir September.

Khusus untuk Adi Pratama dan Bella Seviana, baru mendapat panggilan usai Porprov 2015 Jatim di Banyuwangi, Juni lalu. Keduanya baru bergabung pertengahan Juli lalu.

“Kalau tiga atlet lainnya, sudah ikut Puslatda sejak tahun 2011,” imbuh Muslimin.

Pada Porprov 2015, Adi sukses menyumbangkan 3 medali emas bagi Kota Malang. Sedangkan Bella, gagal meraih medali karena didiskualifikasi.
“Keduanya sebenarnya bagus. Bella kemarin gagal karena kelebihan berat badan. Untuk Puslatda, saya yakin semua bisa raih prestasi, gudang atlet angkat besi Jatim memang dari Kota Malang,” pungkas Muslimin.

Klub Binaan Tentara Berlaga di Danrem Cup

Wali Kota Malang, M Anton dan Danrem 083/BDJ Kolonel Fajar Setyawan bersama tim yang akan bertanding Danrem Cup. (deni/malangvoice)

MALANGVOICE – Sembilan klub sepak bola akan berlaga memperebutkan Piala Danrem 083 Baladika Jaya Malang, mulai Selasa (4/8) pagi ini.
Pertandingan digelar di lapangan Rampal dan Alang-alang selama empat hari. Pertandingan ini untuk meramaikan HUT Kemerdekaan RI ke 70.

Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Fajar Setyawan mengatakan, selain memeriahkan Agustusan, Danrem Cup digelar juga untuk mencari bibit unggul.

“Tujuan besarnya kami cari bibit yang nanti akan kami bina juga untuk kompetisi yang lebih besar,” katanya kepada Mvoice.

Fajar juga berpesan agar tetap jaga sportifitas dan pertebal rasa persaudaraan.

“Kami juga menyegarkan sepak bola yang sudah lama tidak ada. Yang jelas juga harumkan nama daerah masing-masing dengan sepak bola, itu pesan saya,” tuturnya.

Selama sehari akan mempertandingkan 4 laga, masing-masing venue dua pertandingan, pagi dan sore. Pada hari akhir, tim finalis dipertemukan di Stadion Gajayana.-

Skuad Singo Edan Libur 3 Hari

Arema saat menggelar latihan rutin. (dani kristian wardhana for malangvoice)

MALANGVOICE – Setelah sukses membawa pulang trofi Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015, tim pelatih Arema memberi libur pada para pemain. Rencananya, liburan diberikan selama 3 hari, mulai hari ini (4/8).

Asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo mengatakan, anak asuhnya perlu diberi waktu untuk beristirahat. Juan Revi dkk baru kembali berkumpul dalam sesi latihan pada 7 Agustus 2015 mendatang.

Libur ini, juga dimaksudkan untuk mengembalikan stamina pemain, jelang laga eksebisi kontra Persib Bandung, 11 Agustus 2015 mendatang. “Istirahat 3 hari cukup ideal, karena anak-anak juga perlu istirahat agar siap saat menjalani program latihan sebelum lawan Persib,” kata pria asal Cepu itu.

Meski hanya laga eksebisi, menghadapi Persib merupakan tantangan tersendiri, karena Maung Bandung merupakan jawara ISL 2014. Apalagi, laga ini digelar untuk memperingati HUT ke-28 Arema. Praktis, Aremania tak ingin tim kebanggaannya menyerah begitu saja.

Kata Gethuk, Kalah-Menang Sudah Biasa

Skuad Arema Cronus (arema for malangvoice)

MALANGVOICE – Tim pelatih Arema Cronus tak terlalu risau atas kekalahan mengejutkan dengan skor 0-1 dari Persewangi Banyuwangi, di di Stadion Diponegoro.

Asisten pelatih Arema Cronus, Joko ‘Gethuk’ Susilo, menganggap hasil pertandingan semalam tidak perlu terlalu diratapi. Sebaliknya, ia menilai, ada pembelajaran dari kekalahan.

“Memang anak-anak terlihat panik setelah kemasukan. Soal hasil, kalah menang sudah biasa. Yang pasti, pemain sudah berjuang maksimal dengan raihan juara ini,” ungkap legenda Singo Edan di era Galatama itu.

Pada laga terakhir Sunrise of Java Cup 2015, Senin (3/8) malam, Juan Revi dkk gagal meraih poin sempurna. Tim asuhan Suharno itu kalah 0-1 dari tuan rumah Persewangi Banyuwangi, di Stadion Diponegoro.

Meski begitu, Arema tetap berhak mengangkat piala sebagai tim terbaik, karena unggul head to head atas Bali United Pusam (BUP) yang sama-sama mengoleksi 6 poin seperti Arema.

MODAL MENGHADAPI PERSIB

Pemain Arema Cronus tampak gembira setelah dinobatkan juara Sunrise of Java 2015 di Stadion Dipinegoro, Banyuwangi, Senin (3/8) malam ini. (mohammad choirul/malangvoice)

MALANGVOICE – Gelar juara Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015 yang disabet Arema Cronus menjadi modal berharga untuk menghadapi Persib Bandung.
Arema Cronus bakal bertarung lawan Persib Bandung pada laga uji coba dalam rangka memperingati HUT ke-28 Arema, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, 11 Agustus 2015 mendatang.

Pelatih Arema, Suharno bangga atas raihan anak asuhnya di Piala SoJ 2015. Meski kalah di laga pamungkas, namun pelatih asal Klaten itu tetap menganggap tambahan koleksi trofi Arema merupakan suntikan positif bagi motivasi pemain.

“Ini juga merupakan kado ulang tahun untuk Arema, sekaligus modal bagus menghadapi Persib,” tambah mantan pelatih Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura itu.

Ia tak memungkiri, hasil juara sebenarnya cukup mengejutkan. Pasalnya, mengacu pada persiapan minim dan materi pemain yang tidak lengkap, praktis Arema memiliki sejumlah kendala.

“Kami datang dengan tenaga minim, pemain minim, persiapan minim. Awalnya, hanya mencari pengalaman tanding karena semuanya serba minim,” pungkasnya.

Arema Angkat Piala Maneh, Ho!

Pemain Arema Cronus tampak gembira setelah dinobatkan juara Sunrise of Java 2015 di Stadion Dipinegoro, Banyuwangi, Senin (3/8) malam ini. (mohammad choirul/malangvoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus kembali dinobatkan sebagai juara. Kali ini, tim berjuluk Singo Edan itu menjadi yang terbaik pada ajang Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015, di Banyuwangi.

Sayang, pada laga terakhir Senin (3/8) malam, Juan Revi dkk gagal meraih poin sempurna. Tim asuhan Suharno itu kalah 0-1 dari tuan rumah Persewangi Banyuwangi, di Stadion Diponegoro.

Meski begitu, Arema tetap berhak mengangkat piala sebagai tim terbaik, karena unggul head to head atas Bali United Pusam (BUP) yang sama-sama mengoleksi 6 poin.

Pada laga yang disaksikan belasan ribu pendukung kedua kesebelasan itu, gawang Arema jebol oleh gol tunggal Trubus Gunawan, melalui sundulan kepala di akhir babak pertama. Hasil tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.-

Recovery Cukup, Arema Fight!

Arema saat menggelar latihan rutin

MALANGVOICE – Arema Cronus siap tampil maksimal pada laga terakhir Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015 menghadapi Persewangi Banyuwangi, Senin (3/8) malam nanti, di Stadion Diponegoro, Banyuwangi.

Setelah memenangkan dua laga, Singo Edan langsung fokus recovery pemain. Tim pelatih sengaja menjalankan program latihan ringan, mengingat jadwal SoJC 2015 yang super padat.

“Kami hanya pemanasan atau warming up, agar otot pemain tidak kaku. Program ini untuk memaksimalkan recovery,” kata pelatih Arema, Suharno.

Terkait kebutuhan komposisi pemain, mantan pelatih Persiwa Wamena danĀ  Gresik United itu mengaku beruntung, pada dua laga sebelumnya Arema menjalankan rotasi pemain yang cukup apik.

“Anak-anak harus menjaga kondisinya. Mudah-mudahan kondisi mereka sudah kembali pulih saat lawan Persewangi nanti,” pungkasnya pelatih asal Klaten itu.-

Komunitas