Wafatnya Suharno Harus Jadi Pelecut Semangat

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus meminta skuad Singo Edan tak terus-terusan larut dalam kesedihan. Permintaan itu diungkapkan General Manager Arema, Ruddy Widodo, Jumat (21/8) pagi, di sela menikmati sarapan di salah satu warung dekat Balai Kota Malang.

“Rasa duka pasti ada, tapi harus dijadikan pelecut semangat,” tegas Ruddy, sapaan akrabnya.

Menurutnya, mendiang Suharno pasti sedih jika tahu kepergiannya justru membuat Arema terpuruk. “Apa yang dicita-citakan Pak Harno harus dicapai, ini harus jadi pelecut,” harapannya.

Untuk memberi motivasi itu, Ruddy berjanji datang pada latihan Arema, sore ini, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Dia tak ingin para pemain kehilangan semangat juang untuk meraih prestasi bagi tim kebanggaan Aremania.

Suharno Sempat Sodorkan Nama Pemain Tambahan

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Mendiang pelatih Arema, Suharno, ternyata sempat menyodorkan beberapa nama untuk pemain tambahan, sesaat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Dalam meeting bersama jajaran manajemen Arema di rumah makan Warung Nayamul, Rabu (19/8) petang, Suharno memberikan sejumlah nama pemain bidikannya untuk membela Singo Edan. Nama-nama itu diserahkan pada General Manager Arema, Rudy Widodo.

“Di situ juga saya langsung telepon Pak Eko (Eko Subekti, agen pemain) untuk menanyakan status pemain-pemain yang disodorkan beliau,” kata Ruddy Widodo kepada MVoice, Jumat (21/8).

Sayang, Ruddy enggan menyebut nama-nama pemain yang jadi incaran itu. Beberapa saat kemudian Suharno dinyatakan meninggal dunia.

“Pak Eko juga kaget, dia tidak percaya dengan kabar itu, karena sebelumnya memang masih baik-baik saja,” ungkapnya.

IB Belum Bahas Pengganti Suharno

Iwan Budianto. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus belum ingin membicarakan siapa pengganti mediang Suharno sebagai pelatih Arema. CEO Arema, Iwan Budianto, mengaku masih berduka atas kepergian pelatih kelahiran Klaten itu.

“Kami masih dalam suasana berkabung, belum berpikir untuk mencari pengganti beliau,” papar pria yang lekat disapa IB, Jumat (21/8) pagi ini.

“Beberapa hari ke depan jajaran manajemen baru akan berkumpul untuk membahas itu. Kalau sekarang, rasanya tidak etis,” lanjutnya.

Sementara ini, latihan Arema masih akan dipimpin jajaran tim pelatih yang ada. Sesuai jadwal, Jumat (21/8) sore nanti, Arema kembali menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Latihan tepat pukul 15.30 WIB,” kata asisten pelatih Arema, Kuncoro, saat dikonfirmasi MVoice.-

Ucapan Duka Mengalir di Media Sosial

MALANGVOICE – Kabar meninggalnya pelatih Arema Cronus, Suharno pada Rabu (19/8) malam ini langsung menyebar dikalangan netizen, khususnya media sosial Twitter.

Seperti pada akun @AremaCronus yang mengabarkan mengenai meninggalnya Once, panggilan Suharno langsung disamber 1.839 retweets dari followersnya.

Mereka seakan tidak percaya dengan kepergian pelatih asal Klaten tersebut secara mendadak.

“Inalillahiwainalillahi, temenan tah rekk..??,” tulis akun @jabritsentiko di twitter.

Dari pemilik akun @AriefRafli menulis doa kepergian Suharno. “Semoga amal ibadah beliau diterima Allah sWT Aamiin..”

Sama dengan pemilik akun @Aremayulia yang menulis duka kepergian pelatih Tim Singo Edan itu. “Orang baik psti meninggalnya dngn cara yg baik.. Semoga keluarga pak no diberi ketabahan”.

Saat ini di twitter nama Suharno menjadi trending topic Indonesia dengan urutan 4 dan ditwit sebanyak 14ribu.-

PSSI Batalkan Piala Proklamasi

MALANGVOICE – Piala Proklamasi yang mempertemukan Arema Cronus kontra Persib Bandung, 22 Agustus 2015, dipastikan batal setelah PSSI resmi memutuskan laga urung digelar.

Pembatalan itu disebabkan dua hal, yakni izin pertandingan dan belum ada kesepakatan dengan stasiun televisi untuk menyiarkan laga itu.

“Mabes Polri masih melakukan kajian di seluruh aspek terhadap PSSI terkait dengan putusan PTUN terhadap SK Menpora. Sementara waktu persiapan pertandingan sudah mepet, jadi kami putuskan untuk dibatalkan,” ujar Sekjend PSSI, Azwan Karim, Rabu (19/8) sore, dalam laman resmi pssi.org.

Ia menambahkan, sebenarnya ada stasiun televisi yang berkenan menyiarkan laga itu jika digelar malam hari. Namun, hasil konsultasi panpel dengan kepolisian, jika izin turun laga hanya bisa dihelat sore hari.

Terkait izin kepolisian, PSSI mendapat hadangan Kemenpora yang mengajukan surat keberatan kepada Mabes Polri atas rencana pertandingan tersebut.

“Prinsipnya Mabes Polri melakukan kajian terlebih dahulu. Tapi ini kan soal waktu yang mepet, apalagi Persib dan Arema juga harus melakoni turnamen Piala Presiden. Sehingga opsi terbaik dibatalkan,” pungkasnya.-

Arema Masih Tunggu Undangan Piala Proklamasi

Pertandingan Arema kontra Persib Bandung (Miski / MalangVoice)

MALANGVOICE – Gelaran PSSI bertajuk Piala Proklamasi yang mempertemukan Persib Bandung dan Arema Cronus, 22 Agustus mendatang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, ternyata belum menemui kejelasan.

Manajemen Arema Cronus belum mendapat undangan resmi terkait duel juara Indonesia Super League (ISL) 2014 kontra juara Inter Island Cup itu. General Manager Arema, Ruddy Widodo memberi deadline hingga 20 Agustus untuk kejelasan laga itu.

“Sejauh ini pembicaraan tentang itu hanya sebatas lisan, belum ada follow up lagi,” kata Ruddy, Rabu (19/8) pagi ini.

Sebenarnya, Ruddy tak mempermasalahkan undangan meski hanya disampaikan lisan. Namun, ia mempertanyakan fasilitas yang didapat Arema untuk turun di ajang itu.

“Kalau lisan ya nggak masalah, tapi kan semua tergantung PSSI jadi atau tidaknya. Sampai sekarang syarat yang kami ajukan belum ditanggapi,” tambahnya.

Syarat yang dimaksud pengusaha travel itu yakni terkait tanggung jawab penyelenggara pada kontestan, seperti match fee, biaya akomodasi, dan transportasi. Sebab, di tengah tidak jelasnya kompetisi sepakbola nasional, Arema tidak mungkin berangkat dengan biaya sendiri lantaran tak ada pemasukan tim.

“Idealnya kalau memang jadi ya kami berangkat tanggal 20 Agustus, kalau sampai 20 Agustus belum berangkat ya berarti batal,” pungkasnya.-

Singo Edan Asah Mental Tandang di Bandung

Pertandingan antara Arema kontra Persib Bandung. (Miski / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus kembali dijadwalkan menghadapi Persib Bandung pada ajang Piala Proklamasi, 22 Agustus mendatang, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Pada laga gelaran PSSI untuk mempertemukan juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Inter Island Cup itu, Arema memanfaatkan sebagai ajang uji mental pemain saat bertandang.

Pelatih Arema, Suharno, menilai, atmosfer pertandingan cukup relevan menjajal mental anak asuhnya. Tim berjuluk Maung Bandung itu memiliki suporter setia, Bobotoh, yang fanatisme dan militansinya tak diragukan.

Apalagi, pertandingan antara Arema dan Persib sarat akan rivalitas kedua suporter yang akhir-akhir ini memiliki hubungan kurang harmonis. “Anak-anak bisa mencoba atmosfer bermain di kandang lawan, terutama di hadapan pendukung Persib,” tambah pelatih asal Klaten itu.

Dikatakannya, pertandingan itu juga harus mampu dimanfaatkan sebagai modal sebelum turun pada Piala Presiden, akhir Agustus nanti. “Di kandang, pemain sudah pernah merasakan saat 11 Agustus lalu, tapi pertandingan tandang juga perlu,” tuturnya.

Fisik Pemain Arema Masih Kedodoran

Asisten pelatih Arema Cronus, Joko 'Gethuk' Susilo. (Miski/MalangVoice)

MALANGVOICE – Tim pelatih Arema Cronus masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR), sebelum turun pada ajang Piala Presiden akhir Agustus mendatang.

Asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo, mengakui fisik anak asuhnya masih kedodoran. Ini terlihat saat Singo Edan menjajal Pra PON Papua Barat, Sabtu (15/8) kemarin.

Dalam sesi latihan hingga beberapa hari ke depan, fisik pemain bakal terus digenjot. “Fisik belum mendukung. Ini masih jadi PR. Selain melahap porsi latihan, saya harap semua pemain juga menjaga kondisinya dengan latihan sendiri,” tambahnya.

Dalam laga kemarin, Arema kesulitan menguasai permainan. Tim kebanggaan Aremania itu harus bersusah payah mencari pola permainan sebelum akhirnya mengakhiri laga dengan kemenangan 3-2.

Manajemen Arema Gantung Nasib Hermawan

Pertandingan antara Arema kontra Persib Bandung. (Miski / MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus tak ingin buru-buru memberi kontrak pada Hermawan. Meski hampir sebulan ini Hermawan ikut berlatih bersama Arema, namun statusnya bersama tim berjuluk Singo Edan itu hingga kini belum ada kejelasan.

Media Officer Arema, Sudarmaji mengatakan, keberadaan Hermawan di Arema hanya untuk berlatih atas kemauannya sendiri. “Dia masih latihan di Arema, dia ingin mengasah feeling ball,” kata pria tambun itu kepada MVoice, Minggu (16/8).

Hermawan sendiri sudah berlatih dan turun dalam beberapa laga bersama Arema sejak ajang Sunrise of Java Cup di Banyuwangi beberapa waktu lalu. Dalam laga uji coba menghadapi Pra PON Papua Barat kemarin (15/8), pemain yang pernah ikut menyumbangkan gelar juara Copa Indonesia 2005 dan Indonesia Super League 2010 untuk Arema, itu juga masih berlaga.

Hermawan bermain pada pertandingan menghadapi Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, 11 Agustus lalu. Bahkan, dia sempat menjadi kapten tim, menggantikan ban kapten yang dilepas Ahmad Bustomi di babak kedua.

Sampai saat ini, Arema belum memastikan keikutsertaan Hermawan dalam Piala Presiden. Pasalnya, klub terakhir yang dibela Hermawan, Persipasi Bandung Raya, juga ikut pada ajang itu.

“Lihat saja nanti, dia main di Piala Presiden atau tidak,” imbuh Sudarmaji.-

Dengan Susah Payah, Arema Tekuk Pra PON Papua Barat

Pemain Arema Cronus saat uji coba melawan Pra Pon Papua Barat. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus berhasil mengakhiri laga uji coba melawan tim Pra PON Papua Barat dengan skore 3-2, di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (15/8) sore.

Sejak menit pertama, anak asuh Suharno langsung tancap gas. Peluang emas didapat, tetapi belum tercipta gol.

Papua Barat justru memimpin lebih awal setelah Roberto Sawiaye menjebol gawang Arema yang dikawal Rusdiana. Pemain nomor punggung 21 itu lepas dari pengawalan pemain belakang Singo Edan.

Unggul 1 gol, pemain Papua justru lebih banyak melakukan serangan. Namun, selalu gagal melewati lini pertahanan.

Tendangan bebas kembali didapat Arema, sayang Sunarto yang lepas dari penjagaan belum mampu menyundul si kulit bundar dengan baik.

Okky Derry berhasil menyamakan skor 1-1 bagi Arema, setelah menerima umpan matang dari Sunarto. Skor seri untuk kedua tim bertahan hingga turun minum.

Tiga menit peluit babak kedua dimulai, Bakhori hampir menambah keunggulan Arema. Sayang tendangannya masih melambung di atas mistar.

Menit 52, Gilang Ginarsa membawa Arema unggul 2-1 atas Papua, setelah tendangan bebasnya berhasil disarangkan ke kiri gawang.

Sunarto hampir saja menambah pundi-pundi gol Arema, andai saja tendangannya tidak melambung di atas mistar.

Menit 75, Bakhori lepas dari pengawalan dan berhasil mengecoh penjaga gawang Papua Barat, sayang tendangan nomor punggung 45 itu masih melebar ke samping.

Papua Barat menyamakan kedudukan melalui titik putih, Doddy K sukses menjadi eksekutor. Wasit menghadiahi penalti setelah pemain belakang Arema melanggar pemain Papua.

Tensi permainan semakin memanas, beberapa kali wasit mengganjar kartu terhadap pemain kedua tim.

Arema yang turun tanpa pemain inti seperti Gonzales, Fabiano, Achmad Bhustomi, I Gede Sukadana, Ahmad Kurniawan dan Samsul Arif, tampil dominan. Beberapa peluang emas didapat, namun masih belum berhasil diselesaikan dengan baik.

Pemain muda Arema, Supriadi akhirnya membawa Singo Edan unggul 3-2 pada menit 85 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Hingga peluit panjang, Arema menang 3-2 atas anak asuh Hanafi.-

Komunitas