Meski Imbang, Joko Nilai Permainan Arema Bagus

Aji Santoso

MALANGVOICE – Pelatih Arema, Joko. Susilo menganggap permainan Arema saat menjamu Persela Lamongan di Stadiun Kanjuruhan pada Selasa (1/9) kemarin sudah bagus meskipun berakhir imbang

Menurutnya, ekspektasi masyarakat saja yang terlalu besar akan Arema untuk dapat mengalahkan Persela Lamongan. Padahal pemain sudah mengerahkan kemampuannya hingga berhasil imbang dimenit terakhir.

“Permainan kemarin itu jauh lebih bagus. Kalau dari kacamata pelatih, permainan Arema sudah maksimal, saya kira wartawan juga berfikiran sama,” kata pelatih yang sering dipanggil Gethuk ini.

Bahkan menurut Joko, Arema beruntung karena berhasil memasukkan gol pada menit ke 90. Namun, lanjutnya, lebih beruntung Persela karena berhasil memasukkan gol pada awal permainan.

“Kita akan tingkatkan konsentrasi pemain dan menerapkan strategi yang berbeda pada permainan berikutnya,” tandas Gethuk.

Ini Rahasia Huda Tampil Sigap Lawan Arema

Kiper Persela Lamongan, Khoirul Huda (kanan). (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Kiper Persela Lamongan, Khoirul Huda mengaku punya motivasi tersendiri saat menghadapi Arema Cronus pada babak penyisihan Grup B di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9) malam.

Kapten Persela itu tampil memukau, berkali-kali menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Serangan demi serangan yang dilancarkan Samsul Arif Munip dkk lebih banyak mentah berkat penyelamatan Huda.

Kiper kelahiran 7 Juni 1978 itu mengaku, motivasi menghadapi tim besar menjadikan dia bekerja ekstra. “Motivasi saya karena Arema adalah tim besar. Ketika menghadapi tim langganan juara saya selalu berusaha lebih keras,” kata pemilik nomor 1 di Persela itu.

Atas motivasi itu, sebagai ia juga mengimbau rekan satu timnya untuk tidak takut dan menyiapkan mental lebih besar. “Tapi akhirnya saya kebobolan. Sebenarnya sangat kecewa, tapi kembali lagi itulah sepak bola,” pungkasnya.-

Pertaruhan Gethuk Pasang Duo Afrika Berhasil

Lancine Kone memberikan umpan kepada Samsul Arif Munip. (Muhanmad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo memutuskan memasang Lancine Kone dan Morimakan Koita, sebagai starter pada laga menghadapi Persela Lamongan setelah melihat latihan terakhir.

“Mereka sudah memenuhi syarat untuk bertanding. Kondisi bagus dan penyesuaian sangat cepat,” kata mantan bintang Arema di era galatama itu.

Keputusan itu merupakan pertaruhan Joko Susilo, mengingat Kone dan Koita baru dua kali mengikuti latihan bersama Singo Edan. Mereka baru tiba Sabtu (30/8) di Malang dan langsung berlatih bersama punggawa lain.

Pelatih yang akrab disapa Gethuk itu menyebut, keputusan memainkan Kone dan Koita diambil setelah melihat kondisi keduanya pada latihan terakhir, Senin (1/9), sebelum pertandingan.

Pertaruhan Gethuk berhasil. Kone dan Koita tampil meyakinkan saat menghadapi Laskar Joko Tingkir di Kanjuruhan, Selasa (1/9) malam. Bahkan, Kone mampu menyelamatkan Arema dari kekalahan saat pertandingan nyaris berakhir.-

Fabiano: Kami Kurang Konsentrasi

Pemain Arema, Fabiano Beltrame (kanan) saat jumpa pers usai pertandingan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Punggawa Arema asal Brasil, Fabiano Beltrame, mengakui dia dan rekan satu timnya kurang konsentrasi saat bertanding menghadapi Persela Lamongan di babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2015.

Menurutnya, hasil imbang pada laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9) malam ini kurang memuaskan.

Ia menyayangkan banyaknya serangan yang dilancarkan tim Singo Edan, namun tak berbuah banyak hasil. “Kami banyak peluang tapi kurang konsentrasi, lini belakang juga sempat tidak fokus,” paparnya saat jumpa pers usai pertandingan.

Ia menilai, kesulitan Arema mencetak gol disebabkan pertahanan kokoh Persela sulit ditembus. “Persela main bagus,” tambah mantan kapten Persela dan Persija Jakarta ini.

Meski demikian, ia menyebut para pemain telah berjuang maksimal mengerahkan yang terbaik bagi Arema.

Persela Dapat Pelajaran Berharga dari Arema

Pelatih Persela, Didik Ludianto (kiri) saat jumpa pers usai pertandingan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pelatih Persela Lamongan, Didik Ludianto, mengaku mendapat pelajaran berharga dari Arema Cronus pada laga babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9) malam ini.

Betapa tidak, kemenangan di depan mata harus sirna di menit akhir setelah pemain asing Arema, Lancine Kone, menceploskan gol di menit 94. “Kami kecolongan, ini pelajaran berharga. Yang kami dapat dari hasil imbang adalah pelajaran bahwa setelah 90 menit, pertandingan belum berakhir,” tambahnya.

Meski begitu, Didik tetap bersyukur bisa mendapat satu poin. Menurutnya, anak asuhnya sudah bekerja maksimal hingga menyulitkan Singo Edan meraih angka.

“Imbang lawan Arema sudah lumayan. Ke depan harus lebih fokus, disipin dan konsentrasi sampai pertandingan selesai,” pungkasnya.

Hingga Menit Akhir, Joko Masih Yakin Belum Kalah

Pelatih Arema, Joko Susilo (kiri) saat jumpa pers usai pertandingan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Kegigihan Arema Cronus untuk menyamakan kedudukan hingga menit-menit akhir dilatarbelakangi motivasi pelatih Arema, Joko Susilo.

Pada laga menghadapi Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9) malam ini, Arema tak pantang menyerah meski dalam kondisi tertinggal.

Singo Edan baru berhasil selamat dari kekalahan setelah Lancine Kone menceploskan gol di menit 94 sekaligus menyudahi laga dengan skor 1-1. Joko Susilo, mengaku mengintruksikan anak asuhnya untuk terus menyerang.

“Hingga menit akhir, kami masih punya keyakinan bahwa Arema belum kalah,” kata Gethuk, sapaan akrabnya, saat jumpa pers usai pertandingan.

Pada laga itu, Gethuk mengaku telah merancang sejumlah perubahan strategi. Anak asuhnya sudah diberikan bekal variasi permainan yang dipelajari dari laga uji coba menghadapi Persegres Gresik United, beberapa waktu lalu.

“Pemain sudah melakukan itu semua tadi. Tapi ya namanya sepak bola, tidak semua berlangsung mulus. Pemain sudah melakukan hal luar biasa. Semua dalam kontrol, hanya satu dua yang di luar kontrol. Cuma hasilnya memang belum bisa membuat Aremania senang,” pungkasnya.-

Kone Selamatkan Arema dari Kekalahan

Pertandingan antara Arema menghadapi Persela berlangsung sengit. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Legiun asing teranyar Arema, Lancine Kone, menyelamatkan muka Arema Cronus dari kekalahan atas Persela Lamongan pada laga penyisihan Grup B Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9) malam ini.

Pemain asal Afrika itu sukses menceploskan gol di menit 94, sesaat sebelum laga berakhir. Mendapat umpan kepala dari Ferry Aman Saragih, tandukan keras Kone tak mampu diantisipasi kiper Persela, Khoirul Huda. Gol itu sekaligus membuat kedudukan yang tadinya 0-1 untuk Persela menjadi seri 1-1 bagi kedua kesebelasan.

Dengan hasil itu, masing-masing tim harus berbagi poin. Upaya Arema menyamakan kedudukan tidak mudah. Serangan demi serangan sering kali gagal baik di babak pertama maupun babak kedua.

Pada babak pertama, pertandingan baru berjalan 5 menit, Arema sudah dikejutkan dengan gol cepat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir. Adalah Diallo Mamodou yang menjadi momok bagi barisan bertahan Singo Edan.

Mendapat umpan lambung dari Zaenal Arifin, tandukan Mamodou sukses menggetarkan jala gawang Arema yang dijaga I Made Wardana. Skor berubah menjadi 0-1 untuk Persela.

Seakan tak ingin malu di kandang sendiri, Arema berupaya membalas. Menit 16, terjadi kemelut di mulut gawang Persela.

Morimakan Koita sukses menyerobot bola dari kemelut dan menceploskan sepakan keras menjadi gol. Namun, wasit Novari Iksan melihat Cristian Gonzales dalam posisi offside sebelum gol terjadi. Alhasil, gol yang semoat membuat Aremania bersorak itu dianulir dan skor sementara masih 0-1 untuk Persela.

Memimpin satu angka, Persela justru lebih banyak tertekan. Menit 34, striker Arema, Samsul Arif Munip melakukan penetrasi dari tengah lapangan hingga di depan gawang Persela. Lagi-lagi peluang tim kebanggaan Aremania ini gagal berbuah hasil positif. Tendangan Samsul setelah melewati beberapa pemain, hanya melaju lemah dan tepat mengarah ke pelukan Khoirul Huda.

Hingga menit-menit akhir babak pertama, Arema terus melancarkan serangan. Namun, kokohnya pertahanan tim kebanggaan LA Mania membuat skor 0-1 untuk Persela bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Arema lebih sering menguasai bola. Meski begitu, serangan demi serangan yang dilancarkan Ahmad Bustomi dkk berkali-kali gagal di tengah jalan.

Secara bergantian barisan depan Arema yang dimotori Cristian Gonzales dan Samsul Arif Munip menciptakan peluang. Namun, ketangkasan kiper Persela, Khoirul Huda, sukses mengamankan jala gawangnya dari kebobolan.

Kapten Persela itu kerap berjibaku menghalau datangnya bola. Menit 70, kiper bernomor punggung 1 itu kembali mematahkan serangan tim asuhan Joko Susilo.

Dengan sigap, ia terbang menangkap bola lambung hasil umpan crossing Samsul Arif. Beberapa pemain Arema yang berada di kotak penalti pun harus gigit jari karena gagal mengkonversikan peluang menjadi gol.

Hingga empat menit tambahan waktu, Arema baru menemukan keberuntungan. Gol Kone di menit 94 membuat kedudukan imbang 1-1 dan bertahan hingga laga usai.-

Babak Pertama Arema Halak 0-1, Ker!

Pertandingan antara Arema menghadapi Persela berlangsung sengit. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus sementara halak (bhs walikan. Red) 0-1 dari Persela Lamongan pada laga penyisihan Grup B Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9) malam ini.

Pertandingan baru berjalan 5 menit, Arema sudah dikejutkan dengan gol cepat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir. Adalah Diallo Mamodou yang menjadi momok bagi barisan bertahan Singo Edan.

Mendapat umpan lambung dari Zaenal Arifin, tandukan Mamodou sukses menggetarkan jala gawang Arema yang dijaga I Made Wardana. Skor berubah menjadi 0-1 untuk Persela.

Tertinggal satu angka, Arema mencoba membalas. Menit 12, Arema mendapat peluang melalui tendangan bebas. Ahmad Bustomi yang mengeksekusi bola mati itu nyaris menyamakan kedudukan. Namun, Persela masih beruntung karena tendangan keras Bustomi membentur mistar gawang yang dijaga Khoirul Huda.

Seakan tak ingin malu di kandang sendiri, empat menit berselang Arema kembali menyerang. Menit 16, terjadi kemelut di mulut gawang Persela.

Morimakan Koita sukses menyerobot bola dari kemelut dan menceploskan sepakan keras menjadi gol. Namun, wasit Novari Iksan melihat Cristian Gonzales dalam posisi offside sebelum gol terjadi. Alhasil, gol yang sempat membuat Aremania bersorak itu dianulir dan skor sementara masih 0-1 untuk Persela.

Memimpin satu angka, Persela justru lebih banyak tertekan. Menit 34, striker Arema, Samsul Arif Munip melakukan penetrasi dari tengah lapangan hingga di depan gawang Persela. Lagi-lagi peluang tim kebanggaan Aremania ini gagal berbuah hasil positif. Tendangan Samsul setelah melewati beberapa pemain, hanya melaju lemah dan tepat mengarah ke pelukan Khoirul Huda.

Hingga menit-menit akhir babak pertama, Arema terus melancarkan serangan. Namun, kokohnya pertahanan tim kebanggaan LA Mania membuat skor 0-1 untuk Persela bertahan hingga babak pertama usai.-

Banyak Peluang, PSGC Akui SFC Menang Pengalaman

Pelatih PSGC Ciamis, Heri Rafni (kanan) saat jumpa pers usai pertandingan sore ini. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pelatih PSGC Ciamis, Geri Rafni mengakui tim asuhannya kalah pengalaman jika dibandingkan Sriwijaya FC Palembang.

Hal itu yang membuat PSGC kalah 0-1 pada laga pembuka babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9) sore ini.

“Kami telah berjuang sekuat tenaga, tapi hasilnya masih kalah. Ketika melihat Sriwijaya FC, mereka memang dihuni pemain berpengalaman, sedangkan kami hanya mengandalkan semangat juang,” kata Heri saat jumpa pers usai pertandingan.

Terlepas dari itu, dia mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Menurutnya, beberapa insiden yang harusnya jadi pelanggaran dan membuahkan hadiah untuk PSGC, tidak terjadi.

“Wasit kurang bertindak bijaksana. Tapi, apapun itu saya ucapkan selamat bagi Sriwijaya. Kemenangan ini hasil kerja keras mereka meskipun kami sempat banyak peluang,” pungkasnya.-

Taklukkan PSGC, Sriwijaya FC Amankan Poin Laga Perdana

Sriwijaya FC sempat tertekan dengan serangan yang dilancarkan para pemain PSGC. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Sriwijaya FC Palembang sukses mengalahkan PSGC Ciamis 1-0 pada laga pembuka babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2015, Selasa (1/9) sore ini, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Bertanding menghadapi tim asal Divisi Utama, Sriwijaya sempat kesulitan di menit-menit awal. Tim asuhan Benny Dollo itu dibuat ketar-ketir menghadapi serangan para pemain PSGC.

Namun, kuatnya pertahanan tim berkostum kuning-kuning itu belum berhasil ditembus. PSGC justru kecolongan lebih dulu.

Menit 23, Syakir Suleiman mencetak gol bagi Sriwijaya FC melalui tandukan, setelah mendapat umpan dari Titus Bonai. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Sriwijaya dan bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, jual beli serangan kembali terjadi. Menit 61, PSGC mendapat kesempatan mencetak gol. Diawali umpan lambung Bima Ragil ke depan gawang Sriwijaya, Dimas Galih yang menerima bola gagal menyelesaikan peluang.

Tandukannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang Laskar Wong Kito yang dijaga Dian Agus Prasetya.

Menit 63, giliran Sriwijaya menekan melalui tendangan bebas yang dieksekusi Asri Akbar. Namun, pagar pemain PSGC yang berdiri kokoh sukses menghalau tembakan itu. Bola mentah yang memantul ke arah Yu Hyun Ho langsung disapu. Sayang, tendangan keras pemain nomor 8 itu tidak tepat sasaran, sehingga belum merubah kedudukan.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Sriwijaya. Hasil ini membuat Sriwijaya sukses mengamankan tiga poin pertandingan perdananya.-

Susunan Pemain

Sriwijaya

Dian Agus Prasetya (GK), Asri Akbar, Yu Hyun Koo, Titus Bonai (C), Fachrudin Aryanto, Ngurah Wahyu Nanak, Patrick Wanggai, Yohanis Nabar, Syakir Suleiman.
Cadangan: Yogi Triyana (GK), Saiful Indra Cahya, A Maiga, Hapit Ibrahim, TA Musafri, Rizsky Ramadhana.
Pelatih: Benny Dollo

PSGC

Irfan (GK), Ipan Priyanto, Ledi Utomo, Abdul Basid (C), Julia Mardianus, Rosian Indira, Budi Awan, Andi Dwi Kurniawan, Arip Budiman, Osas Saha, Dimas Galih Gumilang.
Cadangan: Barep Wahyudi (GK), Vinsens, Dedeyan Surdani, Susanto, Bima Ragil, Rinto Hermawan, Ganjar Kurniawan.
Pelatih: Heri Rafni

Wasit: Nazamudin Aspiran
Asisten Wasit 1: Sarjana
Asisten Wasit 2: M Yunus
Wasit Cadangan: Dwi Purba