Arema Turunkan Skuad Terbaik

MALANGVOICE – Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo menepati janjinya menurunkan skuad terbaiknya saat menghadapi PSGC Ciamis, pada babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (9/9) malam ini.

I Made Wardana masih dipercaya mengawal gawang tim berjuluk Singo Edan. Sementara, Kurnia Meiga yang sebelumnya tak pernah masuk line up, kali ini duduk di bangku cadangan.

Di lini tengah, I Gede Sukadana yang pada pertandingan sebelumnya mengeluhkan tak jadi starter, kali ini dipasang sejak awal pertandingan. Di lini depan, Gonzales dan Samsul masih belum tergantikan sebagai starter.

Di lain pihak, PSGC masih mengandalkan Osas Saha di lini depan. Pemain nomor 10 itu patut diwaspadai Arema. Sebab, Osas Saha berkali-kali mengobrak-abrik jantung pertahanan lawan ketika bertanding baik menghadapi Sriwijaya FC atau Persela Lamongan. Bahkan, dia sempat mencetak satu gol ketika PSGC menahan imbang Persela.

Berikut line up selengkapnya:

Arema Cronus
I Made Wardana (GK), Fabiano Beltrame, Purwaka Yudhi, Hasyim Kipuw, Ahmad Alfarizi, I Gede Sukadana, Ahmad Bustomi (C), Lancine Kone, Dendy Santoso, Samsul Arif Munip, Cristian Gonzales.
Cadangan: Kurnia Meiga, Suroso, Beny Wahyudi, Juan Revi, Hendro Siswanto, Morimakan Koita, Sunarto.
Pelatih: Joko Susilo

PSGC Ciamis
Irpan (GK), Ledi Utomo (C), Ipan Priyanto, Vinsens, Julia Mardianus, Susanto, Andi Dwi Kurniawan, Budiawan, Budiman, Osas Saha, Dimas Galih.
Cadangan: Barep Wahyudi, Dedeyan Surdani, Rinto Hermawan, Ganjar Kurniawan, Aldi Imron, Dicky Adi Nugraha, Didin Jahidin.
Pelatih: Heri Rafni Kotari

Wasit: Nazamudin Aspiran
Asisten Wasit 1: M Samsuri
Asisten Wasit 2: M Yunus
Wasit Cadangan: Novari Iksan

Taklukkan Persela, SFC Kantongi Tiket 8 Besar

MALANGVOICE – Sriwijaya FC (SFC) memastikan satu tempat di babak 8 besar Piala Presiden 2015 setelah menundukkan Persela Lamongan 2-0, pada laga terakhirnya di penyisihan Grup B di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (9/9) sore ini.

Pada laga ini, sejak wasit meniup peluit kick off tanda laga dimulai, SFC langsung menekan pertahanan Persela. Beberapa serangan di awal pertandingan sempat merepotkan barisan belakang Laskar Joko Tingkir.

Menit 7, giliran Persela membangun serangan. Zaenal Arifin yang sukses menerobos ke depan mencoba memberi umpan ke depan gawang SFC. Namun, sepakannya masih terlalu lemah dan mampu diamankan Dian Agus.

Sama-sama ingin meraih kemenangan, kedua tim terus melancarkan serangan silih berganti. Menit 34, Sriwijaya mendapat peluang emas. Ketika Wanggai melakukan penetrasi. Sayang ketika ia melepaskan umpan, bola melaju terlalu deras dan membuat Titus Bonai gagal menggapai bola. Hingga turun minum, skor 0-0 untuk kedua kesebelasan bertahan.

Di babak kedua, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu baru berhasil memecah kebuntuan di menit 66 melalui titik putih, setelah salah satu pemain SFC dilanggar di kotak terlarang Persela. Patrich Wanggai yang dipercaya sebagai eksekutor penalti tak menyia-nyiakan peluang itu. SFC membuka keunggulan 1-0.

Tim asuhan Benny Dollo itu menggandakan keunggulan pada menit 70 melalui sepakan Wildansyah. Pemain nomor punggung 22 itu sukses merubah skor menjadi 2-0. Kedudukan itu bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, SFC mengantongi 6 poin hasil dua kali menang. Sementara Persela yang hanya mengantongi 2 poin hasil dua kali seri, harus tersingkir dari Piala Presiden. Kepastian runner up dan juara Grup B masih harus menunggu hasil laga Arema kontra PSGC malam ini.

Berikut susunan pemain kedua kesebelasan:

Sriwijaya FC
Dian Agus Prasetya (GK), Saiful Indra Cahya, A Maiga, Asri Akbar, Yu Hyun Koo, TA Musafri, Wildansyah, Titus Bonai (C), Fachrudin WA, Patrich Wanggai, Syakir Suleiman.
Cadangan: Yogi Triyana (GK), Alan Martha, Fathul Rachman, Hapit Ibrahum, Ngurah Nanak, Rizsky Ramadhana, Yohanis Nabar.
Pelatih: Benny Dollo

Persela Lamongan
Khoirul Huda (C) (GK), Taufik Kasrun, Zaenal Haq, Eki Taufik, Mahyadi Panggabean, Jusmadi, Radikal Edialis, Zaenal Arifin, Arif Aryanto, Dendy Sulistiawan, Diallo Mamadou.
Cadangan: Rony Tri (GK), MT Bako, Andika Rama, Akbar Rasyid, Iman Budi Hernandi, Edi Gunawan, Bijahil Calwa.
Pelatih: Didik Ludianto

Wasit: Jerry Elly
Asisten Wasit 1: Iman Suyitno
Asisten Wasit 2: Sarjana
Wasit Cadangan: Kusni

Jersey Baru Arema segera Diproduksi Massal

Media Officer Arema, Sudarmaji. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

Media Officer Arema, Sudarmaji telah meminta Specs sebagai apparel resmi Arema untuk segera melakukan produksi massal.
Dikatakannya, kehadiran jersey utama yang dipakai selama Piala Presiden 2015 ini bakal membangkitkan gairah pasar.

“Tentunya pasar kembali bergairah, jadi bersemangat lagi menjual jersey Arema. Kita tau sendiri sejak sepak bola Indonesia vakum, perputaran bisnis atribut anjlok,” tambahnya.

Pria asal Banyuwangi itu menyebut, respon Aremania terhadap jersey baru juga cukup positif. “Alhamdulillah respon Aremania positif, banyak yang ingin punya jersey itu,” tandasnya.-

Meiga Masih Diragukan Tampil

Kiper Arema Cronus, I Made Wardana dan Ahmad Kurniawan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Kiper utama Arema Cronus, Kurnia Meiga masih diragukan tampil pada laga menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (9/9) malam nanti.

Kiper langganan Timnas Indonesia itu masih dalam proses pemulihan dari cedera, meski perkembangannya menunjukkan trend positif. “Meiga sudah bagus, tapi masih kami pantau lagi kesiapannya,” kata pelatih Arema, Joko Susilo.

Kendati demikian, pelatih yang akrab disapa Gethuk itu tak khawatir. Sebab, dua kiper lain, Ahmad Kurniawan (AK) dan I Made ‘Kadek’ Wardana siap mengawal gawang Singo Edan jika Meiga tidak bisa turun.

“Selain Meiga dan Dani (Ahmad Nufiandani) yang cedera, pemain lainnya tidak ada masalah,” imbuh Gethuk.

Sebenarnya, bagi Arema sendiri tidak ada istilah cadangan. Berkali-kali Gethuk menegaskan bahwa semua pemain Arema adalah pemain ini.

Begitu pula Kadek dan AK. Keduanya selalu sigap mengawal gawang tim kebanggaan Aremania setiap kali diperlukan.
Pada dua laga sebelumnya, penampilan Kadek cukup meyakinkan. Kiper asal Bali itu hanya kebobolan 2 gol, dan berkali-kali menyelamatkan gawang Arema dari kebobolan.-

PSGC Janji Main Habis-habisan

MALANGVOICE – PSGC Ciamis akan bertanding habis-habisan saat menghadapi Arema Cronus pada laga lanjutan babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (9/9).

Tim yang identik dengan kostum ungu-putih itu tak punya pilihan lain selain memenangkan pertandingan, jika tidak ingin pulang lebih awal.

Pada daftar klasemen sementara, PSGC menduduki posisi buncit dengan raihan 1 poin hasil sekali imbang dan sekali menderita kekalahan. Namun, peluang untuk lolos masih ada.

Jika Arema berhasil ditaklukkan, praktis PSGC mengoleksi 4 poin dan membuatnya lolos. Di sisi lain, Arema terancam tersingkir karena kalah perhitungan head to head, apalagi jika Persela atau Sriwijaya FC menang.

Manager PSGC, Herdiyat, tak ingin menyia-nyiakan peluang sekecil apapun. “Bertanding menghadapi tuan rumah memang sulit, tapi kami tetap berusaha semaksimal mungkin, peluang lolos masih ada,” katanya.

Pada laga malam nanti, PSGC dipastikan kehilangan Abdul Basid karena menderita cidera ligament. Namun, mengandalkan pemain lain yang sudah lama berkumpul, PSGC tetap menjadi ancaman bagi Singo Edan.

“Kami tim kampung dari kota kecil. Mudah-mudahan kami bisa buktikan dengan tidak main kampungan,” tambah Herdiyat.-

Arema Target Menang

Para pemain Arema saat menjalani sesi latihan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus hanya membutuhkan hasil imbang menghadapi PSGC Ciamis, Rabu (9/9) malam nanti di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, untuk bisa lolos ke babak 8 besar Piala Presiden 2015.

Tim kebanggaan Aremania itu telah mengantongi 4 poin hasil sekali imbang dan sekali menang selama penyisihan Grup B. Jika mendapat tambahan satu poin hasil imbang lawan PSGC, praktis Arema memiliki 5 poin.

Hanya saja, hasil imbang belum tentu membuat Arema lolos sebagai juara grup. Penentuan juara grup jika Arema imbang tergantung hasil pertandingan Persela kontra Sriwijaya FC.

Namun, jika Arema menang, dipastikan tambahan 3 poin membuat total raihan poin Arema tak mampu dikejar tim lain. Karena itu, pelatih Arema, Joko Susilo menegaskan, target menang tetap diusung.

“Kami tetap menurunkan formasi terbaik. Kami tidak mau ambil risiko karena kalau PSGC menang, Arema bisa tidak lolos,” kata Gethuk, sapaan akrabnya.

Pelatih asal Cepu itu menambahkan, bagi Arema, semua pertandingan adalah final yang harus dimenangkan. “Meski hanya butuh imbang, tapi kami harus menang. Apalagi main di kandang, kami ingin memuaskan Aremania,” tandasnya.

Berikut ini perkiraan starting line up kedua tim:

Arema Cronus
I Made Wardhana, Johan Alfarizie, Fabiano Beltrame, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi, I Gede Sukadana, Ahmad Bustomi, Lancine Kone, Samsul Arif, Dendi Santoso, Cristian Gonzales.

PSGC Ciamis
Irpan, Vinsens, Ledi Utomo, Ipan Priyanto, Mardianus, Budiawan, Susanto, Andi Kurniawan, Arip Budiman, Rinto Hermawan, Osas Saha.

UMM Tundukkan Sinar Mas 2-1

PS UMM menang setelah melalui pertarungan sengit menghadapi PS Sinar Mas. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – PS UMM berhasil menaklukkan PS Sinar Mas pada laga lanjutan Divisi Utama Kompetisi Internal Asosiasi PSSI Kota Malang.

Bertanding di Lapangan Tunjung Sekar, Selasa (8/9) sore, UMM yang mengenakan kostum merah-hitam mengandaskan perlawanan Sinar Mas dengan skor 2-1.

UMM sudah menguasai pertandingan sejak babak pertama berlangsung. Dua gol tercipta bagi UMM disumbangkan Onky Cucuk S di menit 7 dan Alil Uqbah di menit 28. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk UMM.

Di babak kedua, UMM lebih banyak bertahan. Sebaliknya, Sinar Mas berkali-kali menekan jantung pertahanan UMM. Alhasil, gawang UMM jebol di menit 70 oleh gol Sinar Mas yang diciptakan Alfan Izul. Kedudukan berubah menjadi 2-1 masih untuk kemenangan UMM dan bertahan hingga laga usai.

Pelatih UMM, Hartoyo, mengaku puas dengan skor yang diraih. Kendati demikian, ia menilai banyak yang masih harus diperbaiki.

“Secara teknis, tim kami belum menemukan apa yang saya inginkan. Baik permainan individu maupun kolektivitas tim jauh dari kata baik,” ujar mantan pelatih Tim Porprov Kota Malang itu.

Dikatakannya, koordinasi antar lini masih sering terjadi kesalahan. “Kendalanya karena 3 bulan anak-anak libur. Mereka baru bergabung seminggu lalu. Selain itu, banyak pemain senior yang pergi,” papar Hartoyo.

Berikut Hasil Pertandingan Lain Hari Ini:

Divisi Satu
PS AMARTA 0 vs PS DOMHIL 7

Divisi Dua
PS PERSPEN’96 0 vs PS UMS MAHA PUTRA 0

Divisi Tiga
PS SUMBER SARI 1 vs PS AFA 0

Hujan Kartu Kuning, FC HW Menangi Pertandingan

MALANGVOICE – Pertandingan Perdana Divisi II Kompetisi Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Batu antara Gala Muda FC melawan FC HW di GOR Perdamaian, Kelurahan Temas, dimenangi FC HW dengan kesudahan 2-1, Selasa (8/9) sore tadi.

Pertandingan berlangsung sengit, karena beberapa kali wasit mengeluarkan kartu kuning dari sakunya. Di menit awal, Gala Muda FC bisa berbangga karena dapat melesakkan gol dengan tentangan bebas dari Deni Susanto.

Tak lama kemudian, FC HW membalas serangan dan menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1 melalui tendangan pemain nomor punggung 8, Dwi Putra. Permainan pun bertambah sengit, karena masing-masing club ingin mengungguli skore.

Di babak kedua, Gala Muda FC terpaksa harus bermain dengan 10 orang, lantaran dua kartu kuning dihadiahkan pada salah satu pemainnya. Skore selanjutnya pun dengan mudah direbut FC HW melalui tendangan pinalti Dwi Putra.

“Kekompakan tim masih kurang, karena starting line up kurang siap, juga banyak pergantian pemain. Sebenarnya kurang maksimal, tapi puas dengan hasilnya,” tandas pelatih FC HW, Hanafi.

Malang Post Menang Telak, MAN 3 Ditahan Setia WG

MALANGVOICE – PS Malang Post sukses membantai PS Satria dengan skor 4-0 pada laga lanjutan Divisi Satu Kompetisi Internal PSSI Kota Malang, Senin (7/9) di Lapangan Merjosari, Kota Malang.

Dalam laga itu, Muh Sobirun berhasil menceploskan dua gol, masing-masing di menit 21 dan 33. Sedangkan dua gol lain disumbangkan M Mutanaqil menit 31 dan Istyo Nur Rohim menit 57.

Asisten Manager Malang Post, Sudarmaji, mengaku puas dengan hasil itu perjuangan para pemain Malang Post yang tak lain adalah hasil didikan Akademi Arema.

“Alhamdulillah meskipun bermain di lapangan yang kondisinya kurang bagus tapi anak-anak bisa bermain sabar dan bisa ciptakan gol,” tambah pria asal Banyuwangi itu.

Sementara itu, pada pertandingan Divisi Tiga, MAN 3 Malang harus puas dengan hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Setia WG. Pelatih MAN 3, Rahmat Yuwono, menilai sebenarnya anak asuhnya sudah bermain bagus.

“Anak-anak sudah menguasai pertandingan. Namun lapangan jelek, sehingga kerap gagal mengontrol bola,” sesalnya.

Arema Waspadai Kolektivitas PSGC

Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo, usai memimpin latihan anak asuhnya di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus terus melakukan persiapan jelang menghadapi PSGC Ciamis pada laga lanjutan babak penyisihan Grup B Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (9/9) mendatang.

Pelatih Arema, Joko Susilo mengaku, mewaspadai kolektivitas permainan PSGC. Pelatih asal Cepu itu menilai, secara individu PSGC biasa-biasa saja. Namun, secara tim PSGC tak bisa diremehkan.

“Mereka persiapan sudah sangat matang. Para pemain PSGC sudah lama berkumpul dan menggelar banyak uji tanding sebelumnya,” kata Gethuk, sapaan akrabnya, saat ditemui usai memimpin latihan di Stadion Gajayana, Senin (7/9).

Meski menduduki posisi buncit klasemen sementara Grup B, PSGC bukanlah lawan yang mudah dikalahkan.

“Terbukti mereka bisa main bagus saat lawan SFC dan Persela,” tambah mantan bintang Arema di era Galatama itu.-

Komunitas