Besok, Koita dan Kone Tiba di Malang

Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema akhirnya angkat bicara terkait identitas pemain asing anyar. Media Officer Arema, Sudarmaji, menyebut dua pemain asing yang didatangkan adalah Morimakan Koita dan Lancine Kone.

Kedua pemain itu juga telah didaftarkan sebagai pemain Arema untuk ajang Piala Presiden. Meski baru kali ini membela Arema, dua pemain asal Benua Afrika itu bukanlah muka baru di Indonesia.

Keduanya pernah sama-sama berseragam Sriwijaya FC Palembang. Selama kompetisi sepak bola nasional terhenti sejak awal tahun ini, kedua pemain itu pulang ke negara asalnya.

“Mereka baru tiba di Jakarta hari ini (28/8). Rencananya besok (29/8) bergabung dengan tim,” ujar Sudarmaji kepada MVoice, Jumat (28/8) siang ini, saat ditemui di Kantor Arema, Jalan Kertanegara no 7 Kota Malang.

Pria tambun itu menambahkan, keduanya datang bersamaan. Manajemen juga telah menyiapkan satu unit mobil dan satu unit rumah untuk kedua pemain itu sebagai fasilitas sehari-hari.

Joko Susilo Petakan Karakter Lawan

Pelatih Arema, Joko 'Gethuk' Susilo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Jelang turun di ajang Piala Presiden, 1 September mendatang, Arema mulai mempelajari karakteristik lawan yang bakal dihadapi.

Pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo menilai tipe-tipe permainan kontestan Piala Presiden sangat bagus. Ia memberi contoh, Persegres Gresik United merupakan cerminan lawan Arema nanti.

“Permainan bagus seperti yang ditampilkan Gresik kemarin (26/8) ini tipe-tipe permainan yang akan kita hadapi di Piala Presiden,” kata mantan bintang Arema di era Galatama itu.

Karena itu, Arema terus melakukan pembenahan di berbagai aspek. Selain memperbaiki kondisi fisik pemainnya, Gethuk juga menyorot lini depan Arema yang masih kurang maksimal dalam penyelesaian akhir.-

Temukan Kerangka Tim, Arema Tunggu Pemain Asing

Pelatih Arema Cronus, Joko 'Gethuk' Susilo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pelatih Arema Cronus, Joko ‘Gethuk’ Susilo, telah menemukan kerangka tim inti, untuk diturunkan dalam laga-laga resmi.

Mantan bintang Arema di era Galatama ini menyebut, otak-atik pemain guna mencari skuad utama telah dilakukan sejak Arema pulang dari Banyuwangi, pasca mengikuti Sunrise of Java Cup 2015 lalu.

Komposisi ideal akhirnya dikantongi, setelah menjajal Persegres Gresik United di Stadion Kanjuruhan, kemarin (26/8). “Saya sudah dapat kerangka tim. Makanya lawan Gresik tidak kami paksakan menang, karena sekaligus percobaan ganti-ganti pemain,” tambahnya.

Dalam latihan beberapa hari ke depan sebelum turun di Piala Presiden, Gethuk ingin mematangkan tim, sembari menunggu kedatangan dua pemain asing yang identitasnya masih disembunyikan.

“Soal nama pemain asing saya tidak boleh membocorkan dulu. Yang jelas kami tidak terlalu pusing dengan pemain asing, kami tetap persiapkan pemain yang ada. Kalau pemain asing sudah tiba, baru dikolaborasikan,” pungkasnya.

Gethuk Resmi Pelatih Arema

Pelatih Arema, Joko 'Gethuk' Susilo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus akhirnya resmi menunjuk Joko ‘Gethuk’ Susilo sebagai pelatih, melanjutkan kendali tim setelah ditinggal Suharno yang wafat beberapa waktu lalu.

“Ini sudah keputusan bersama jajaran manajemen. Keputusan ini cukup ideal, karena selama ini Gethuk juga sudah menangani tim bersama almarhum (Suharno),” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo kepada MVoice, Kamis (27/8) pagi ini.

Ia mengaku sudah melakukan pembahasan dengan jajaran tim pelatih. Gethuk memiliki tugas perdana menangani Arema dalam Piala Presiden mulai awal September mendatang.

Terpisah, Gethuk mengaku siap menahkodai tim berjuluk Singo Edan itu. Jika biasanya ada Suharno yang mendampingi, kali ini Gethuk berupaya memaksinalkan kondisi tim pelatih yang ada.

“Program tetap berjalan, tidak ada yang berbeda, hanya biasanya ada Pak Harno di samping saya yang lebih banyak memotovasi tim. Secara umum tidak ada masalah,” tambahnya.

Main Tanpa Gol, Gresik United Mulai Padu

Pemain kedua kesebelasan berduel sengit pada laga amal ini. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sukses menahan imbang Arema Cronus 0-0 pada ajang Tribute Game for Onche, Rabu (26/8), membuktikan komposisi pemain Persegres Gresik United mulai terpadu.

Perpaduan antar lini saat berlaga di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen itu juga diakui pelatih Persegres, Suliadi. “Secara umum team work sudah berjalan. Para pemain sudah menunjukkan keberanian main lawan tim besar seperti Arema,” katanya.

Keberanian itu ditunjukkan dengan serangan demi serangan yang sempat membahayakan gawang Singo Edan. Menurutnya, para punggawa Laskar Joko Samudro tak segan berduel dengan pemain lawan.

Ia mengakui, penampilan anak asuhnya tak lepas dari program latihan selama ini, untuk persiapan Piala Presiden. “Persiapan kami sebenarnya bukan minim. Walau anak-anak saya kasih libur tapi saya kasih tugas di rumah. Begitu berkumpul, kondisi sudah 70 persen,” tambahnya.

Meski begitu, dia tetap memiliki sejumlah evaluasi. Ia menyebut, kesalahan dasar beberapa kali terjadi. “Passing sering lepas, mudah dipotong. Termasuk finishing touch belum maksimal. Jadi kita masih ada evaluasi untuk Jumat dan Sabtu besok, sebelum turun di Piala Presiden,” paparnya.-

Imbang Lawan Gresik United, Gethuk Fokus Piala Presiden

Pemain kedua kesebelasan berduel sengit pada laga amal ini. (Istimewa)

MALANGVOICE – Arema Cronus gagal memetik kemenangan di kandangnya sendiri, Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (26/8), saat menghadapi Persegres Gresik United.

Mengenakan seragam berwarna biru-merah, Singo Edan ditahan imbang Gresik Unitef tanpa gol, dalam laga bertajuk Tribute Game for Onche.
Sebenarnya, kedua kesebelasan bermain terbuka sejak babak pertama dibuka. Serangan demi serangan dilancarkan silih berganti.

Sejumlah peluang emas tercipta, seperti yang dilakukan Ferry Aman Saragih di menit 37. Bergerak bebas di mulut gawang Persegres, sayang penyelesaian akhir Ferry gagal berbuah gol. Skor kaca mata menutup babak pertama.

Di babak kedua, sejumlah perombakan komposisi pemain kedua tim juga tak mampu membuat papan skor berubah. Hasil 0-0 untuk kedua tim bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.

Pelatih Arema Cronud, Joko ‘Gethuk’ Susilo tak merisaukan hasil ini. Menurutnya, target Arema dipertandingan uji coba kali ini bukanlah hasil akhir.

“Situasi imbang sangat bagus bagi kami. Ini kan uji coba, bukan laga resmi. Kami memang tidak ada persiapan lawan Gresik. Latihan selama ini fokusnya tetap ke Piala Presiden,” kata Gethuk.-

Berikut Starting Line Up Arema vs Persegres:

Arema

I Made Wardhana, Fabiano Beltrame, Purwaka Yudi, Hasyim Kipuw, Ahmad Alfarizi, Ferry Aman Saragi, Ahmad Bustomi, Juan Revi, Arif Suyono, Samsul Arif Munip, Cristian Gonzales.

Persegres GU

M Ridwan, M Rifki, Agus Nova, Rendi Siregar, Supriono, Bima Sakti, Fitra Ridwan, M Yusuf, Riko Simanjuntak, M Kamri, Herman Dzumafo.

Ladeni Dua Tim, Singa Tua Masih Tangguh

Mantan pemain Arema berbaur dengan skuad Singo Edan sebelum laga berlangsung. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim Arema All Star turun pada dua laga pembuka bertajuk Tribute Game for Onche, Rabu (26/8) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Meski rata-rata para pemain ini sudah berusia lebih dari 40 tahun, namun mereka masih mampu menunjukkan kegigihan mengolah si kulit bundar. Singa Tua bahkan unggul pada laga pertama menghadapi tim wartawan olah raga Malang Raya dengan skor 3-1.

Mantan bintang Arema di era Galatama, Singgih Pitono, berperan besar dalam kemenangan itu. Pria yang pernah melatih Arema U-21 itu sukses menceploskan dua gol. Satu gol lain bagi Arema All Star diciptakan Rudi Hariantoko.

Usai meladeni tim wartawan, Arema All Star kembali bertanding menghadapi tim kepolisian. Dalam laga kedua ini, tim kepolisian unggul dengan skor 1-0.

Dua pertandingan itu merupakan rangkaian persembahan untuk menghormati mediang Suharno yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Usai laga ini, dilanjut dengan Arema kontra Persegres Gresik United.-

Ini Dia 28 Pemain Arema untuk Piala Presiden

Arema Cronus saat menjalani sesi latihan di Stadion Kanjuruhan. (Muhamnad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 28 pemain resmi didaftarkan Arema Cronus untuk turun pada ajang Piala Presiden. Dari nama-nama itu, dua nama masih menjadi misteri.

Hingga Selasa (25/8) manajemen Arema belum menyebut siapa dua pemain asing anyar yang berseragam Singo Edan. Sementara itu, beberapa nama yang jarang ikut latihan akhir-akhir ini, seperti Fabiano Beltrame dan Kurnia Meiga, juga turut didaftarkan.

Pemain muda yang masih dubelit cedera parah, Ahmad Nufiandani, tak luput dari pendaftaran. Arema juga mendaftarkan dua mantan pemain Timnas U-19, Dio Permana dan M Junda Irawan.

Berikut Daftar Nama Pemain Arema Selengkapnya:

1. Kurnia Meiga Hermansyah
2. Made Kadek Wardana
3. Achmad Kurniawan
4. Utam Rusdiana
5. Fabiano Beltrame
6. Purwaka Yudhi Pratomo
7. Suroso
8. Hasim Kipuw
9. Benny Wahyudi
10. Johan Ahmad Alfarizie
11. Gilang Ginarsa
12. Ahmad Bustomi
13. Hendro Siswanto
14. I Gede Sukadana
15. Juan Revi Auriqto
16. Ferry Aman Saragih
17. Dendi Santoso
18. Oky Derry Andryan
19. Arif Suyono
20. Ahmad Nufiandani
21. Cristian Gonzales
22. Samsul Arif Munip
23. Sunarto
24. Muhammad Yusuf
25. Dio Permana
26. Junda Irawan
27. Pemain asing pengganti Abblode Yao Rudy
28. Pemain asing pengganti Sengbah Kennedy

Matangkan Persiapan, Panpel Dibentuk

Suasana rapat pembentukan Panpel (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Asosiasi PSSI Kota Malang tampaknya tak risau dengan kabar penolakan 37 PO/PS terhadap kompetisi internal. Alih-alih berspekulasi menanggapi kabar itu, PSSI Kota Malang lebih memilih mematangkan persiapan kompetisi.

Senin (24/8) semalam, PSSI Kota Malang menggelar rapat pembentukan Panpel. Rapat yang dilanjutkan dengan verifikasi data tim yang telah mendaftar kompetisi itu berlangsung hingga tengah malam.

Hasil rapat, setiap jenjang kompetisi mulai Divisi Utama, Divisi Satu, Divisi Dua, hingga Divisi Tiga, memiliki Panpel masing-masing. Ketua Asosiasi PSSI Kota Malang, Lukman Al Karim, meski tak ikut dalam rapat itu mengaku tetap memantau kinerja jajarab pengurusnya.

Ia ingin memastikan persiapan kompetisi benar-benar baik, hingga terlaksana awal September mendatang.

Gus Lukman, sapaan akrabnya, memilih sendiri orang-orang yang mengisi kursi Panpel. “Komposisinya lengkap. Mereka terdiri dari teman-teman anggota PO/PS sendiri dan beberapa orang yang paham sepak bola, plus dari unsur pemerintah daerah,’’ tegas pengasuh Ponpes Bahrul Magfiroh itu, Rabu (25/8) pagi ini.

28 Pemain Arema Daftar Piala Presiden

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus resmi mendaftarkan 28 pemain untuk turun dalam ajang Piala Presiden, mulai 1 September 2015 mendatang.

Tak ada banyak perubahan nama pemain yang membela Arema jika dibandingkan dengan skuad Singo Edan pada Indonesia Super League (ISL) 2015 lalu, kecuali beberapa pemain yang hengkang.

Tim berjuluk Singo Edan itu hanya kehilangan duo Liberia, Sengbah Kennedy dan Abblode Yao Rudy yang diputus kontrak, serta Victor Igbonefo yang dipinjamkan ke Osotspa M-150 (Thailand).

Sebagai gantinya, Arema telah mendaftarkan dua pemain asing pengganti duo Liberia. Namun General Manager Arema, Ruddy Widodo, enggan membeberkan siapa dua pemain itu.

“Ditunggu saja, dalam pekan ini mudah-mudahan sudah datang. Yang jelas sudah kami daftarkan. Kalau langsung diungkap ke publik nanti kurang greget,” ujarnya kepada MVoice, Selasa (25/8).

Sementara itu, beberapa pemain muda tambahan juga telah didaftarkan, seperti M Yusuf, Dio Permana, dan Junda Irawan. “Semua nama yang didaftarkan sudah melalui pertimbangan matang dan rekomendasi tim pelatih,” pungkas pengusaha travel itu.

Komunitas