Cetak Tiket Maksimal, Suporter Tamu Diberi Kuota 5000

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Panpel Arema mencetak tiket maksimal sebanyak 40.000 lembar, untuk laga 8 Besar Piala Presiden 2015 antara Arema Cronus kontra Bali United Pusam (BUP), Sabtu (19/9) besok, di Stadion Kanjuruhan.

“Rincinya, 35.000 tiket ekonomi, sisanya VIP dan VVIP, masing-masing 2.500 lembar,” kata Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.

Dari total 40.000 lembar, Panpel memberi kuota 5.000 lembar tiket untuk suporter tamu. Haris mengaku telah berkoordinasi dengan pendukung BUP yang berencana hadir langsung di Stadion Kanjuruhan.

“Koordinasi dengan Panpel Bali, mereka bilang kurang lebih 2.000 suporter BUP datang ke sini, tapi nanti malam konfirmasi lagi berapa kepastian yang datang. Yang jelas kami siapkan 5.000 tiket,” ujarnya.

Nantinya, pendukung BUP ditempatkan di tribun sektor 14. Sementara itu, terkait keamanan Haris mengerahkan 500 personel, terdiri dari TNI/Polri.

“Sementara kami pakai keamanan standar, tapi tentu dilihat kondisinya di lapangan. Kami ada keamanan on call yang siap diminta tambahan personel sewaktu-waktu,” pungkasnya.-

Bayu Gatra: Kami Akan Beri Kejutan

Pemain Bali United Pusam (BUP) Bayu Gatra Sanggiawan (jersey putih), saat berlatih di Stadion Kanjuruhan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pemain bintang Bali United Pusam (BUP), Bayu Gatra Sanggiawan, berjanji tim yang dibelanya akan memberi kejutan untuk Arema Cronus dalam babak 8 besar Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) besok.

Ia mengaku sudah lama menantikan bertanding melawan Singo Edan. Di tubuh Arema, ada pemain tangguh yang pernah satu tim dengannya, yakni Lancine Kone.

“Kembali bertemu Arema, mudah-mudahan kami akan memberi mereka kejutan,” kata pemain Timnas U-23 dan Timnas senior itu.

Kendati demikian, menghadapi tim kebanggaan Aremania bukanlah pertandingan mudah. Ia menyadari, tim asuhan Joko Susilo tak akan membiarkan BUP merebut poin begitu saja.

“Kami harus berjuang keras dan harus waspada, karena Arema tim tangguh,” tegasnya.-

Boyong 20 Pemain, BUP Sajikan Permainan Menghibur

Skuad Bali United Pusam (BUP) menggelar uji lapangan di Stadion Kanjuruhan, Jumat (18/9) pagi. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pelatih Bali United Pusam (BUP), Indra Sjafrie memboyong 20 pemain ke Malang untuk menghadapi Arema Cronus, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) besok.

Tim yang bermarkas di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali itu siap menghadapi Singo Edan dalam babak 8 besar Piala Presiden 2015. “Dalam setiap pertandingan, kami selalu berusaha menyajikan permainan menghibur,” kata Indra.

Mantan pelatih Timnas U-19 itu berjanji, BUP bakal berusaha keras memenangkan pertandingan. Tanpa diperkuat pemain asing, Indra tak pernah meragukan permainan anak asuhnya.

Dia percaya pada semangat juang pemain lokal yang didominasi anak-anak muda itu. “Kami punya cara bermain sendiri. Kami selalu terapkan itu. Saya tidak terpengaruh siapa lawannya, saya fokus tim kami sendiri,” tandasnya.

Eddy Gunawan Prediksi Arema Unggul 2-1

Pemain Persela, Eddy Gunawan, saat menyaksikan latihan Bali United Pusam di Stadion Kanjuruhan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pemain Persela Lamongan, Eddy Gunawan menyampaikan prediksinya terkait laga babak 8 besar Piala Presiden 2015 antara Arema Cronus kontra Bali United Pusam (BUP) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) besok.

Mantan pemain Persebaya 1927 itu menyebut, Arema akan menaklukkan BUP dengan skor 2-1. Prediksi Arema menang 2-1. “Pertandingan pasti sengit, jadi Arema sulit menang besar,” ungkapnya, di sela menyaksikan latihan BUP di Stadion Kanjuruhan, pagi ini.

Menurutnya, kedua tim bakal memperagakan jual beli serangan dan sama-sama bermain terbuka. Mengandalkan materi pemain muda, BUP diprediksi bermain penuh semangat untuk merebut poin dari Arema.

“Kalau di Arema, pengalaman saya main di babak penyisihan kemarin, Lancine Kone sangat menonjol. Di BUP, kalau Arema bisa ‘matikan’ Bayu Gatra bisa jadi aman gawang mereka,” tandasnya.

Eddy Gunawan sendiri sengaja menyaksikan latihan BUP untuk menemui teman lamanya, Sultan Samma dan Fadil Sausu. Dua pemain BUP itu pernah satu tim dengan Eddy saat membela tim PON Kaltim beberapa tahun silam.

Dalam kesempatan itu, Eddy mengajak anak kandungnya, Nayaka Zahira Gunawan. Untuk sementara waktu, Eddy menetap di Malang selama Persela libur, di kediaman istrinya, Ari Clarawati yang notabene warga Kepanjen, Kabupaten Malang.

Temukan Kerangka Tim, Gethuk Siapkan Beberapa Plan

Para pemain Arema Cronus saat berlatih di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo mengaku telah menemukan kerangka tim yang diturunkan saat menghadapi Bali United Pusam (BUP) pada babak 8 besar Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) besok.

“Kerangka tim sudah saya temukan, saya sudah punya bayangan siapa yang turun,” ungkap Gethuk, sapaan akrabnya.

Kendati demikian, pelatih asal Cepu itu belum mengumumkan nama-nama itu kepada para pemain. Sebab, ia ingin anak asuhnya tetap bersaing untuk menunjukkan yang terbaik dalam latihan terakhir Jumat (18/9) pagi ini, di Stadion Gajayana, sebelum laga esok hari.

“Jangan sampai pemain merasa ini yang main, yang lain tidak, lalu tidak semangat latihan. Kami sudah siapkan plan A dan plan B. Tapi pastinya tetap saya lihat H-1 (hari ini),” tandasnya.

Dalam latihan hari ini dan kemarin, Gethuk menurunkan tensi latihan. Menurutnya, perlu membuat kondisi pemain kembali prima agar benar-benar maksimal saat pertandingan.

“Beban latihan tidak terlalu berat, saya takut kalau pertandingan malah capek. Karena sudah jelang pertandingan, kalau tidak ketemu ritmenya malah susah,” pungkas mantan bintang Arema di era Galatama itu.

Arema Antisipasi Kebobolan di Menit Akhir

Arema Cronus saat menjalani uji coba menghadapi tim Pra PON Papua di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus terus melakukan persiapan jelang babak 8 besar Piala Presiden 2015, menghadapi Bali United Pusam (BUP), Sabtu (19/9) mendatang di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Selain merancang strategi dan teknik untuk laga itu, tim pelatih juga menekankan antisipasi kebobolan di menit-menit rawan. Pelatih Arema, Joko Susilo mengakui, proses terjadinya gol di menit-menit tertentu menjadi salah satu catatan penting.

Menit-menit rawan itu terjadi saat awal dan akhir pertandingan, baik babak pertama maupun babak kedua. “Ini juga yang selalu kami evaluasi. Saya sampaikan ke pemain bagaimana untuk mengantisipasi gol di menit-menit rawan,” ungkap Gethuk, sapaan akrabnya, ditemui usai memimpin latihan di Stadion Gajayana, Kamis (17/9) sore ini.

Menurutnya, konsentrasi penuh sangat diperlukan untuk mengantisipasi kebobolan di menit akhir. Jika diperlukan, Gethuk meminta anak asuhnya mampu memanfaatkan kelengahan konsentrasi lawan untuk mencetak gol.

“Hari Sabtu (19/9) main seperti apa, memasukkan dan antisipasi kemasukan bola bagaimana, sudah saya berikan materinya ke anak-anak. Latihan sudah cukup baik, tidak perlu lagi uji lapangan di Kanjuruhan, besok (18/9) hanya latihan pemantaban saja di sini (Stadion Gajayana) lagi, ” tandasnya.-

Unggul Tipis, Sumber Sari Belum Puas

Para pemain Sumber Sari Putra saat berlaga menghadapi Persedapim. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Sumber Sari Putra unggul tipis 1-0 menghadapi Persedapim pada lanjutan Divisi III Kompetisi Internal Asosiasi PSSI Kota Malang, Kamis (17/9) sore ini.

Bertanding di Lapangan Amrong, Kota Malang, gol semata wayang dalam laga itu diciptakan pemilik nomor punggung 17 di Sumber Sari, Oky Dwi Alamsyah, pada menit 27.

Menanggapi hasil ini, pelatih Sumber Sari Putra, Saiful Imron mengaku belum puas dengan peforma anak asuhnya. “Permainan anak-anak menurun meski menang tanding,” ujar mantan pemain Persema Malang itu saat ditemui usai pertandingan.

Ia menyebut, sejumlah aspek menjadi kendala yang membuat permainan Sumber Sari kurang maksimal. “Kondisi lapangan dan bola kurang bagus, sehingga mempengaruhi teknis permainan. Harapannya, ke depan jadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Tiga Pemain Arema Pantas Gantikan Bustomi

Arema saat berlaga di babak penyisihan Grup B Piala Presiden. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pelatih Arema, Joko Susilo mengaku sudah menunjuk kapten baru, menggantikan Ahmad Bustomi yang dipastikan absen pada laga menghadapi Bali United Pusam (BUP), Sabtu (19/9) mendatang.

Namun, ia enggan membocorkan siapa yang bakal mengenakan ban kapten di lengan nanti. “Yang pasti saya sudah memilih kapten, tapi belum saya sampaikan,” tandasnya.

Pelatih yang akrab disapa Gethuk itu tak risau dengan kepergian Bustomi untuk sementara. Menurutnya, banyak pemain Arema yang memiliki kapasitas menjadi kapten, seperti Juan Revi, Purwaka Yudhi, atau Fabiano.

Menurutnya, ketiga nama itu cocok menjadi kandidat kapten. Sebab, mereka memiliki leadership bagus untuk memotivasi teman-temannya saat bertanding.

Revi sendiri beberapa kali menjadi kapten ketika Bustomi absen karena cedera, saat Singo Edan turun di ajang Sunrise of Java Cup beberapa waktu lalu. Sementara Fabiano, pernah menjadi kapten saat masih membela Persela Lamongan dan Persija Jakarta.

“Kapten ini tinggal melanjutkan apa yang sebelumnya diemban Bustomi,” pungkas Gethuk.-

Terkait Sanksi, PS Malang Post Masih Bisa Banding

PS Malang Post saat menghadapi PS Satria beberapa waktu lalu. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – PS Malang Post masih bisa mengajukan banding terkait sanksi yang diberikan melalui Surat Keputusan Komdis No 342/IX/2015/Komdis.

“Masih boleh banding. Memeang dalam aturannya, tim yang diberi sanksi ada kesempatan mengajukan banding,” kata anggota Komdis, Achmad Djunaedi SH.

Sementara itu, Manajer Tim PS Malang Post, Jon Soeparijono, mengaku belum mengambil keputusan. “Saya pelajari dulu peraturannya. Kalau memang bisa banding ya tentu mengajukan banding,” ungkap wartawan senior Malang Post itu.

Sebelumnya diberitakan, PS Malang Post mendapat sanksi dari Komdis karena tidak menunjukkan keabsahan pemain.

Ada empat poin keputusan dalam surat itu, yakni membatalkan pertandingan antara PS Malang Post vs Gatra Mapan, membatalkan pertandingan PS Malang Post vs PS Satria, dilarang melanjutkan mengikuti kompetisi Divisi Satu tahun 2015, dan secara otomatis PS Malang Post berada di urutan ke-12.

Atas keputusan itu, PS Malang Post yang sudah dua kali menjalani pertandingan, masing-masing menghadapi PS Garta Mapan dan PS Satria, harus out dari kompetisi.

Tim yang dikelola harian Malang Post itu seharusnya menjalani laga ketiga melawan PS Amarta, Kamis (17/9) sore ini, di Lapangan Merjosari. Namun karena adanya sanksi, laga itu dipastikan batal.

Disanksi Komdis, PS Malang Post Dilarang Melanjutkan Kompetisi

PS Malang Post saat menghadapi PS Satria beberapa waktu lalu. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Komisi Disiplin (Komdis) Asosiasi PSSI Kota Malang menjatuhkan sanksi pada PS Malang Post, Rabu (16/9). Sanksi itu diberikan melalui surat Keputusan Komdis No 342/IX/2015/Komdis.

Surat yang yang dikeluarkan tanpa tanggal, hanya tertuliskan bulan September 2015 itu, ditanda-tangani Ahmad Djunaedi SH dan diterima di kantor Harian Malang Post yang juga kantor PS Malang Post, Rabu (16/9) siang.

‚ÄčAda empat poin keputusan dalam surat itu, yakni membatalkan pertandingan antara PS Malang Post vs Gatra Mapan, membatalkan pertandingan PS Malang Post vs PS Satria, dilarang melanjutkan mengikuti kompetisi Divisi Satu tahun 2015, dan secara otomatis PS Malang Post berada di urutan ke-12.
Sanksi itu berawal ketika Komdis menyerahkan surat panggilan sidang kepada PS Malang Pos hari Senin (14/9) lalu, perihal memakai pemain tidak sah. Pada sidang itu, PS Malang Post disidang Komdis dan Komite Eksekutif PSSI Kota Malang.

PS Malang Post diminta menujukkan surat bukti, terkait keabsahan pemain yang dimilikinya, hingga batas waktu keesokan harinya pukul 15.00 WIB. Namun, PS Malang Post tidak memberikan surat tersebut dan akhirnya muncul surat dari Komdis yang langsung melarang PS Malang Post melanjutkan kompetisi.

Manajer Tim PS Malang Post Jon Soeparijono yang hadir dalam sidang itu, mempertanyakan keputusan Komdis. Menurutnya, sidang Komdis seusai Statuta pasal 33 memiliki kedudukan mandiri dalam melakukan pemeriksaan dan pengambilan keputusan.

“Tapi ini ada Komite Eksekutif ikut campur. Harusnya PO/PS hanya boleh disidang Komdis, tidak yang lain,” tegasnya.