Piala Presiden, Arema FC Gunakan Jersey Baru

Punggawa Arema FC saat perkenalan sponsor baru. (deny)
Punggawa Arema FC saat perkenalan sponsor baru. (deny)

MALANGVOICE – Persiapan Arema FC jelang Piala Presiden 2017 semakin matang. Bukan hanya dari segi pemain dan strategi, tetapi juga jersey.

Arema FC dipastikan menggunakan jersey baru pada laga yang dihelat akhir pekan nanti. General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan, launching kostum Singo Edan akan dilakukan sehari sebelum pertandingan pertama, pada Sabtu (4/2).

“Sabtu ini kami launching jersey baru, teknisnya seperti apa itu nanti dulu,” katanya.

Pada jersey baru nanti, Arema FC masih menggunakan warna biru sebagai ciri khas laga home serta dua lagi untuk away dan kostum ke tiga.

Sebenarnya, lauching jersey dijadwalkan sebelum Arema melakoni laga uji coba ke Purbalingga dan Trofeo Bhayangkara. Namun karena berbagai hal, peluncuran itu ditunda.

“Untuk sponsor kemungkinan ada yang baru, tapi jelasnya ada di bagian bisnis,” tandas Ruddy.

Pelatih Arema FC Gunakan Taktik Beda Lawan Tira Kabo

Milomir Seslija. (deny rahmawan)
Milomir Seslija. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC bersiap menghadapi PS Tira Kabo di lanjutan putaran kedua Liga 1 2019, Kamis (24/10).

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, beranggapan bahwa lawannya kali juga sama kuatnya dan berada di papan atas klasemen.

Pelatih yang akrab disapa Milo ini menjelaskan, timnya harus bermain bagus dan belajar dari dua pertandingan sebelumnya.

“Kami harus mencoba taktik baru, seperti menunggu momen yang bagus dan mencetak gol. Kami tak ingin kembali seperti lawan PSM Makassar kemarin,” katanya.

Pelatih asal Bosnia ini menambahkan, beberapa pemain dirasa sudah cukup siap saat ini. Hasil imbang lawan Persipura jadi modal bangkit setelah dikalahkan telak PSM Makassar 6-2.

“Kami berusaha main tanpa beban, nothing to lose. Sekarang pemain sangat termotivasi, tak ada masalah,” tambahnya.

Di pertandingan yang dijadwalkan digelar di Bogor ini, tim Singo Edan diprediksi masih tampil tanpa Hamka Hamzah. Meski sudah dikabarkan membaik, namun sang kapten masih dalam proses pemulihan cedera dan tifus.(Der/Aka)

Arema Indonesia Sambut Baik Wacana Pembekuan PSSI

MALANGVOICE – Merebaknya wacana pencabutan pembekuan PSSI oleh pemerintah Indonesia disambut baik Arema Indonesia.

Manajer Tim Arema Indonesia, Haris Pambudy, mengatakan, bila PSSI berdamai lagi dengan pemerintah, bisa berdampak pada banyak hal, namun yang terpenting PSSI bisa kembali ke statuta FIFA selaku federasi sepak bola seluruh dunia.

“Saya tidak ingin banyak komentar, yang jelas ada keharmonisan lagi di sepak bola. Sepak bola jalan, dan kami bisa main,” katanya, saat ditemui di kediaman Lucky Acub Zaenal, pendiri Arema Indonesia.

Saat ini Arema Indonesia berharap pada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) serius memverifikasi seluruh tim. “Semoga BOPI bisa melakukan verifikasi dengan mengacu pada statuta FIFA,” tutupnya.

Ikuti UNBK, Saddil Dapat Nasihat Aji Santoso

Saddil Ramdani bersiap mengikuti ujian. (deny rahmawan)
Saddil Ramdani bersiap mengikuti ujian. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Pemain Persela Lamongan, Saddil Ramdani, sementara ini harus berada jauh dari lapangan hijau dan si kulit bundar. Ia harus berjuang ‘melawan’ UNBK SMA sejak 9-12 April mendatang.

Saddil mengikuti ujian di SMAN 7 Malang. Berbeda jauh penampilannya di lapangan saat membela Persela Lamongan atau Timnas U-23. Kali ini ia tampak rapi dengan seragam lengkap mengenakan dasi khas SMA.

Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, mengetahui, anak asuhnya mengikuti ujian. Ia memberi nasihat agar waktu-waktu mengerjakan soal dilakukan dengan bagus dan fokus. Pasalnya, pendidikan di bangku sekolah sama pentingnya dengan sepak bola.

“Saya sampaikan ke Saddil, fokus menghadapi ujian, baru konsentrasi ke sepak bola. Prospek karier Saddil di sepakbola itu bagus,” ujar Aji.

Selain itu, mantan pelatih Arema FC ini juga berharap Saddil bisa lulus dengan baik dari SMA. Setelah itu pemain asal Sulawesi Tenggara ini diharap langsung ngegas bersama Persela di Liga 1.

“Semua harus ditingkatkan lagi. Setelah itu segera kembali ke tim karena tenaganya kami butuhkan,” lanjut Aji.

Sementara itu, Saddil mengaku siap menghadapi ujian. Ia mengaku banyak dibantu gurunya meski jarang masuk sekolah karena membela tim.

“Saya harus lulus karena ibu saya mendorong agar menyelesaikan sekolah dulu baru sepak bola,” tandas pemain 19 tahun.(Der/Aka)

Akhirnya… Hamka Hamzah Pamit

Postingan Hamka Hamzah di Instagram.
Postingan Hamka Hamzah di Instagram.

MALANGVOICE – Bek andalan Arema FC, Hamka Hamzah, tak lagi membela Singo Edan di musim kompetisi 2017 ini.

Pemain 32 tahun itu resmi meniggalkan Arema dan kembali ke kampung halamannya, PSM Makassar.

Lewat akun Instagram pribadinya, @hamka23hamzah, ia menulis kata perpisahan bagi Aremania dan seluruh orang yang sudah mendukung selama satu musim berseragam Arema FC.

“Salam satu jiwa AREMA… Nuwus hebak semusim yg begitu sangat luar biasa bagi saya membela tim sebesar AREMA,” tulisnya beberapa menit lalu.

“Di sini saya banyak mengucapkan terima kasih banyak pada CEO, manajemen, pelatih, pemain, official yang telah berjuang bersama di musim lalu membawa dan mengharumkan nama AREMA,” lanjutnya.

“Dan yang paling saya cintai dan hormati, Aremania/Aremanita seluruh Indonesia terima kasih banyak atas dukungan kalian. Sehingga saya mampu menunjukkan semangat juang tinggi dalam lapangan untuk membela Arema. Tanpa kalian saya bukan apa-apa,” tambahnya.

Otomatis, dari postingan itu langsung dibanjiri komentar dari fans setianya. Ada yang mengucap selamat dan sukses di klub baru dan ada yang menyayangkan kepindahan sang kapten Singo Edan itu.

“Selamat jalan capt, umak terbaik good luck di klub baru,” tulis akun @jovan_stenly.

Memang, sejak beberapa hari terakhir isu kepindahan Hamka santer terdengar semenjak ia jarang ikut berlatih di bawah arahan Aji Santoso. Hamka dikabarkan kembali ke tim kampung halaman, PSM Makassar.

Arema FC Tak Mau Remehkan Juru Kunci

Kedua tim usai konferensi pers sebelum laga. (deny rahmawan)
Kedua tim usai konferensi pers sebelum laga. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC akan menjamu Perseru Serui pada pekan ke-30 Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/11). Meski tamunya berstatus juru kunci, namun Singo Edan tak ingin anggap remeh.

Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, mengatakan, ia sangat respek terhadap semua lawan di Liga 1, termasuk Serui. Baginya, tak ada lawan mudah selama ia menjadi arsitek Singo Edan.

“Kami tahu tim asal Papua tak mudah bagi Arema. Mereka punya power, kecepatan dan berani fight di lapangan,” kata Milan.

Sebagai langkah antisipasi kekuatan tim berjuluk Cendrawasih Jingga ini, pelatih 57 tahun punya siasat khusus. Menurutnya, pemain Arema harus fokus 90 menit dan menjalankan strategi dengan baik.

“Kami harus tetap fokus dan menekan sejak menit awal dan berusaha mencetak gol lebih dulu,” lanjutnya.

Dalam pertandingan sore nanti dipastikan tidak ada dukungan suporter dari dalam maupun luar stadion. Hal itu juga sangat disayangkan Milan. Pasalnya, dukungan Aremania meski di luar stadion sangat berarti menambah energi pemain.

“Saya sedih tidak ada dukungan Aremania. Padahal mereka seperti pemain ke-12 kami dan memberi energi baru bagi pemain di lapangan,” tutupnya.

Arema sendiri menargetkan babat habis poin di kandang hingga akhir Liga 1. Hal itu dimaksud agar bisa menjauh dari zona degradasi. Saat ini Singo Edan hanya terpaut enam poin dari Perseru Serui di dasar klasemen.(Der/Aka)

Bawa 18 Pemain, Arema FC Siap Pressure Persita Tangerang

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC membawa 18 pemain ke kandang Persita Tangerang untuk melakoni leg kedua Piala Indonesia, Minggu (3/2).

Dari rombongan skuat Singo Edan, nama Hendro Siswanto dan Rivaldi Bawuo tak ikut dibawa.

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija punya alasan khusus tak membawa Rivaldi. Menurutnya ia butuh pemain berbeda agar bisa merepotkan lawan.

“Kalau Hendro ada urusan keluarga sehingga dia izin,” jelasnya.

Meski begitu, kekuatan Arema FC masih dibilang lengkap. Apalagi semua pemain diikutsertakan, termasuk Makan Konate.

Pelatih asal Bosnia ini mengatakan siap melawan Persita. Target memenangi Piala Indonesia jadi alasan Milo — sapaan akrab Milomir Seslija — untuk memberikan yang terbaik walaupun lawannya berbeda kasta.

“Target kami mendapat hasil yang baik. Persita kali ini pasti kuat di kandang dan kami akan terus bermain pressure,” tegasnya.

Di leg pertama lalu Persita Tangerang dijamu Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Pertandingan dimenangkan tuan rumah dengan skor 4-1. (Der/Ulm)

Sukses di Timor Leste, Hero Tito Siap Tantang Daud Yordan

Sukses di Timor Leste, Hero Tito Siap Tantang Daud Yordan
Sukses di Timor Leste, Hero Tito Siap Tantang Daud Yordan

MALANGVOICE – Keberhasilan petinju d’Kross BC, Hero Tito, merebut Sabuk Emas Xanana 2016 dan gelar juara dunia kelas ringan versi WPBF di Timor Leste, Minggu (27/11) malam, mengundang apresiasi dari berbagai pihak.

Presiden ke-2 Timor Leste, Jose Manuel Ramos Horta, tidak ketinggalan memberi sanjungan pada petinju kelahiran 30 September 1986 itu. Dia pun memuji Hero, di sela menyerahkan Sabuk Emas Xanana kepada Hero.

“Very good,” ujar sang mantan presiden yang melihat langsung pertandingan ini di Lospalos Gymnasium.

Hero sendiri tidak ingin lekas puas, meski sudah memenuhi ekspektasi menjadi juara dunia. Saat ini, bapak dua anak itu mengincar gelar lain. Tak main-main, kini Hero ingin merebut gelar juara dunia dari Daud ‘Cino’ Yordan yang notabene rekan sparing partnernya, belum lama ini.

Hal itu dipastikan langsung owner d’Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT yang bersama rombongan d’Kross dan KTPI turut mendampingi perjuangan Hero di Lospalos. “Terkait duel menantang Daud Yordan bukan isapan jempol. Hal ini telah dijajaki kedua kubu pelatih,” ujarnya.

Ketua KTPI Malang Raya itu menambahkan, kemenangan Hero kali ini menjadi modal penting untuk menyongsong prestasi berikutnya. Hal itu seiring dengan tekad yang diserukan Wali Kota, HM Anton, kembali menjadikan bhumi Arema sebagai barometer tinju nasional.

“Alhamdulilah. Ini momentum tepat memenuhi ambisi dan cita-cita tersebut. Dari sini, sudah waktunya kita mengembalikan kejayaan tinju Malang seperti dulu pernah kita rasakan,” tandas Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang itu.

Gomez Inginkan Pemain Arema FC Kompak Bertahan dan Menyerang Lawan PSIS

Arema FC vs Persib Bandung. (Dok. Liga 1 2020)
Arema FC vs Persib Bandung. (Dok. Liga 1 2020)

MALANGVOICE – Arema FC bersiap menghadapi PSIS Semarang di pekan ke-3 Liga 1 2020, Sabtu (14/3). Laga itu akan tersaji di Stadion Moch Soebroto, Magelang.

Pelatih Arema FC, Mario Gomez, mengaku akan mencoba menang di laga itu sebagai balasan dari kekalahan pekan lalu atas Persib Bandung.

“Persiapan sangat bagus, kami pasti mencoba menang karena penting tiga poin bagi kami,” kata Gomez, Jumat (13/3).

Bagi Gomez, mencoba meraih hasil baik di laga tandang ini bukan hal mudah. Pasalnya, PSIS kini dianggap sedang dalam kondisi baik karena pekan sebelumnya juga meraih kemenangan melawan Persela Lamongan.

“Setiap pertandingan pasti berbeda karena lawan juga beda. Kini PSIS punya pemain bagus, terutama striker yang perlu diwaspadai,” ujarnya.

“Kami tak hanya ingin mencoba menang, tapi harus kompak dalam bertahan dan menyerang,” tandas pelatih asal Argentina.(Der/Aka)

Gulat Jatim Sabet 1 Emas 2 Perak

Pegulat Jatim, Puji Prasetyo (biru dongker), sukses membawa pulang medali emas. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kontingen Jawa Timur (Jatim) langsung menunjukkan taringnya di hari pertama pertandingan gulat PON XIX/2016 Jawa Barat (Jabar), di GOR Saparua, Kota Bandung, hari ini (23/9).

Tak tanggung-tanggung, satu emas dan dua perak diraih arek-arek Jatim. Dari raihan itu, satu perak diraih pegulat asal Kabupaten Malang, Shintia Eka, sedangkan perak sisanya didapat Nur Eka Fitriana dari Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, medali emas digondol pegulat, Puji Prasetyo. Atlet asal Kabupaten Tuban itu turun di kelas 52 kg freestyel putra. Di final, dia berhasil mengandaskan pegulat tuan rumah, Jabar. Sedangkan medali perunggu di nomor ini diraih atlet asal Sumbar dan Kaltim.

Di kelas 48 kg freestyel putri, Shintia harus mengakui keunggulan pegulat Jabar yang memperoleh medali emas. Medali perunggu berhasil dibawa pulang Kaltim dan Sumbar.

Selanjutnya, Eka yang bermain pada kelas 60 kg juga meraih posisi kedua. Lagi-lagi Jabar menjadi momok Jatim, usai memastikan diri di posisi pertama. Di kelas ini Kaltim dan Sumbar berada pada posisi ketiga.

Peraih emas, Puji, sempat tak menyangka membawa pulang emas. Betapa tidak, ajang ini merupakan PON pertama baginya. Ia bersyukur dan berterima kasih pada berbagai pihak yang telah mendukungnya.

“Ini semua berkat dukungan semua, termasuk suporter dan pelatih. Saya tidak bisa seperti ini tanpa mereka, terutama keluarga saya,” paparnya.