Arema FC Dipilih di Kompetisi 2017

Cristian Gonzales berebut bola. (deny)
Cristian Gonzales berebut bola. (deny)

MALANGVOICE – Jelang kompetisi resmi 2017, tim Arema Cronus berganti nama.

Pengumuman nama baru itu dilakukan di jeda babak pertama saat melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Nama baru itu berdasarkan polling yang dilakukan manajemen Arema Cronus di awal Desember lalu. Hasilnya, nama Arema FC akan digunakan.

Arema FC unggul 59 persen lebih banyak dari nama Arema Malang yang meraih 41 persen suara dari 50 ribu lebih pemilih yang dilakukan lewat aplikasi Arema Access.

Sedangkan logo, masih memilih lagi dan akan diumumkan Januari mendatang.

Milo Puas Arema FC Curi Poin Lawan Persija

Arema vs Persija Jakarta. (dok. Liga 1)
Arema vs Persija Jakarta. (dok. Liga 1)

MALANGVOICE – Secara mengejutkan Arema FC mampu mengimbangi Persija Jakarta di lanjutan Liga 1 2019, Sabtu (3/8). Laga yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) ini berakhir dengan skor 2-2.

Gol pertama dicetak Arema FC dari tendangan Hanif Sjahbandi. Tak lama kemudian Persija membalas lewat gol Novri Setiawan. Di babak kedua Marko Simic menggandakan kedudukan tuan rumah. Sebelum laga bubar, Arema menyamakan kedudukan dari Ahmad Nur Hardianto.

Hasil ini tentu disyukuri tim Arema FC. Satu poin yang didapat sangat penting menjaga posisinya di papan atas klasemen sementara Liga 1.

“Wasit cukup bagus. Kami bisa mencetak gol pada menit awal, tapi kami melakukan kesalahan sendiri dan Persija memanfaatkan itu dengan bisa mencetak gol,” ujar pelatih Arema FC, Milomir Seslija usai pertandingan.

Selain itu, pelatih asal Bosnia ini sangat mengapresiasi kerja keras skuat Singo Edan. Meski sempat tertinggal, namun Hamka Hamzah dkk. terus berjuang hingga menit akhir dan menyamakan kedudukan.

“Hasil ini akan jadi modal di pertandingan selanjutnya. Kami tentu akan terus berbenah,” tukasnya.(Der/Aka)

Arema FC Siap Redam Persela Lamongan

Pelatih Arema FC, Joko Susilo. (deny rahmawan)
Pelatih Arema FC, Joko Susilo. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Pelatih Arema FC, Joko Susilo, mengaku mewaspadai kecepatan pemain Persela Lamongan, Samsul Arif di pekan ke-24 Liga 1, Sabtu (16/9) besok.

Gethuk, sapaan akrab Joko Susilo, sudah mengetahui persis bagaimana Samsul bermain. Betapa tidak, Samsul pernah menjadi bagian dari Singo Edan sebelum pindah ke Lamongan.

“Kalau ada yang diwaspadai ya Samsul, dia punya kecepatan. Saya tahu kemampuan dia,” kata Gethuk, Jumat (15/9).

Karena itu, kepada para pemainnya, pelatih 47 tahun akan memaksa Samsul tak bisa bergerak bebas. “Pasti akan kami redam. Tapi tak hanya dia saja, karena semua pemain bisa cetak gol,” lanjutnya.

Di pekan pertama lalu, Arema FC dipermalukan Persela di Lamongan dengan skor telak 4-0. Itu menjadi kekalahan terbesar Singo Edan selama Liga 1. Gethuk berharap di pertandingan bertajuk derby Jatim ini bisa berakhir dengan kemenangan. Karena baginya setiap laga adalah final.

“Apapun hasilnya yang penting maksimal. Kami akan terus berusaha hingga akhir. Biar nanti pengurus yang evaluasi,” tandasnya.(Der/Aka)

Gustavo Lopez Langsung Gabung Tim Singo Edan ke Kaltim

Gustavo Lopez. (AremaFC Official)
Gustavo Lopez. (AremaFC Official)

MALANGVOICE – Gustavo Lopez hampir pasti menjadi pemain Arema FC. Pemain asal Argentina itu sudah tiba di Indonesia dan langsung ikut rombongan tim ke Kalimantan Timur guna melakoni ajang Piala Gubernur Kaltim 2018.

Kedatangan Gustavo dikabarkan pertama kali dari akun Instagram ofisial Arema FC, Rabu (21/2). Postingan tersebut menunjukkan wajah sumringahnya sambil mengacungkan jempol. Tak lupa ia menggunakan kaus biru bergambar Singo Edan.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, membenarkan hal itu. “Iya langsung gabung tadi ini di Surabaya,” katanya saat dihubungi MVoice.

Mengenai kepastian sang pemain, Sudarmaji belum bisa menjawab. Namun ia hanya memastikan Gustavo Lopez belum dites medis.

Di lain pihak, pelatih Arema FC, Joko Susilo, juga menyatakan sudah bertemu dengan Gustavo Lopez. “Ini sudah satu pesawat dengan kami (pemain lain),” jelasnya.

Gethuk sapaan akrabnya memastikan sang pemain pengganti Rodrigo Ost Dos Santos ini akan dimainkan di Piala Gubernur Kaltim. “Insyaallah dia pasti main. Tapi saya no comment dulu, setelah trial baru bisa bicara, oyi,” singkatnya.

Perlu diketahui, Gustavo Lopez bukan benar-benar asing bagi Arema FC. Ia pernah membela Singo Edan pada musim 2013-2014 lalu. Ia juga pernah berseragam Persela Lamongan sebelum akhirnya meninggalkan Indonesia dan bermain di Malaysia.(Der/Aka)

Polisi Jamin Keselamatan Pemain Arema FC dan Persib Bandung

Suasana di dalam Stadion Kanjuruhan. (deny rahmawan)
Suasana di dalam Stadion Kanjuruhan. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, segera bertindak merespon kericuhan di Stadion Kanjuruhan saat pertandingan lanjutan Liga 1 antara Arema FC melawan Persib Bandung, Minggu (15/4).

Polisi langsung melakukan pengaman kepada wasit, perangkat pertandingan, dan kedua tim ke ruang ganti. Yade menjamin keselamatan kedua tim kembali dari stadion.

“Sudah kewajiban kami untuk pengamanan. Sekarang sudah mulai kondusif,” katanya.

Dalam pertandingan itu ia menyiagakan 1300 lebih anggotanya, belum ditambah jajaran TNI dan Pamswakarsa. “Ada Barracuda yang antar pulang untuk tim,” lanjutnya.

Pemain Persib Bandung dan Arema FC sempat tertahan di dalam stadion hingga pukul 22.45 WIB. Sebelum akhirnya dikawal polisi menggunakan empat kendaraan rantis barracuda.

Seperti diketahui, laga tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2.(Der/Aka)

Jelang Piala Bhayangkara, Arema Mulai Persiapan

Milomir Seslija
Milomir Seslija (deny)

MALANGVOICE – Skuat Arema Cronus petang hingga malam ini sudah kembali berlatih, di Stadion Gajayana, usai mendapat jatah libur dua hari.

Pelatih Milomir Seslija serius memberi arahan strategi dan taktik, sebelum berlaga di Piala Bhayangkara, 19 Maret mendatang.

Milo, sapaan akrabnya, optimis anak asuhnya bisa juara dan menyabet gelar kembali. “Saya sangat optimis dengan pemain. Kami akan lakukan yang terbaik, karena pemain saat ini dalam kondisi yang bagus,” katanya usai latihan.

Bagi Milo, Arema Cronus saat ini merupakan tim terbaik di Indonesia, karena itu ia tak takut dengan lawan di grup B yang dihuni tim hebat seperti Persija dan tuan rumah Bali United.

“Mereka yang seharusnya takut lawan kami. Arema tidak takut siapapun,” tegasnya.

Adam Alis Siapkan Diri Jelang Liga 1

Adam Alis. (deny)
Adam Alis. (deny)

MALANGVOICE – Pemain Arema FC, Adam Alis, mengaku segera meningkatkan skill, menghadapi ajang Liga 1.

Gelandang enerjik Singo Edan itu sukses membawa timnya juara Piala Presiden 2017 dan dinobatkan sebagai pemain terbaik di ajang bergengsi itu.

Ia juga bertekad memertahankan gelarnya itu. “Semoga bisa meningkat terus di Liga 1, setiap pertandingan kasih yang terbaik dan tampil konsisten,” ujarnya.

Saat ini, eks pemain Barito Putera itu sedang fokus persiapan jelang kompetisi resmi yang bakal digelar April mendatang. Katanya, Liga 1 pasti semakin berat.

“Harus ada persiapan fisik dan mental. Arema harus perbaiki kekompakan juga,” tandasnya.

Dua Pemain Ikut Seleksi Timnas, Aji: Demi Negara Saya Support

Aji Santoso. (deny)
Aji Santoso. (deny)

MALANGVOICE – Arema FC kini fokus persiapan babak final Piala Presiden 2017, melawan Pusamania Borneo, Minggu (12/3). Meski mental sedang bagus, usai mengalahkan Semen Padang, dipanggilnya dua pemain muda mengikuti seleksi Timnas U-22 mempengaruhi persiapan Singo Edan.

Pelatih Arema FC, Aji Santoso, mengatakan, dua pemain yang dipanggil, Nasir dan Hanif Sjahbandi merupakan pilar penting.

“Demi kepentingan negara, kami ya harus support walaupun mereka sebenarnya juga dibutuhkan Arema untuk persiapan partai final,” katanya.

Dua pemain itu akan kembali pada 9 Maret dan segera bergabung bersama tim.

Sempat Terhenti, Arema Indonesia Ditahan Imbang Mojosari Putra

Flare menyala di tribun utara Stadion Gajayana. (deny)

MALANGVOICE – Laga lanjutan Liga 3 antara Arema Indonesia melawan Mojosari Putra, diwarnai kericuhan, Minggu (14/5). Akibatnya, pertandingan yang digelar di Stadion Gajayana, harus terhenti beberapa saat.

Wasit Agung Setiawan menghentikan pertandingan di menit 60 karena suporter tidak bisa mengendalikan emosi sehingga menyalakan petasan dan dianggap membahayakan pemain. Aksi itu menyusul pelanggaran keras yang dilakukan pemain Mojosari Putra kepada pemain Arema Indonesia.

Suporter disinyalir tidak puas dengan kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah pada tim tamu. Bahkan sebagian suporter Singo Edan berusaha masuk ke dalam lapangan, namun bisa dicegah anggota polisi dan panitia pelaksana.

Selama 10 menit berhenti, kedua tim akhirnya kembali berlaga. Namun Arema harus bermain dengan 10 orang karena Maulana Arahman diganjar kartu merah wasit jelang bubaran pertandingan.

Akhirnya kedua tim harus puas berbagi satu angka karena pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Gol dicetak lebih dulu dari tim Mojosari Putra lewat tandukan Ryvaldo Ananda di menit 15 sebelum kemudian dibalas tim tuan rumah di menit 25 lewat aksi Khoirun Syaifudin.

Menanggapi hasil itu, pelatih Arema Indonesia, Torok Anjik, mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Wasit dinilai sangat menjatuhkan mental pemain dengan banyak peraturan yang merugikan.

“Kami dikerjai wasit. Harusnya tidak perlu diberhentikan karena itu semua mempengaruhi mental pemain,” kesalnya.

“Kalah menang itu hal biasa, tapi di Liga 3 ini bisa berkembang. Intinya saya kecewa hari ini,” tandasnya.

Babak Pertama Usai, Arema vs Barito 0-0

Babak Pertama Usai, Arema vs Barito 0-0

MALANGVOICE – Arema Cronus mengalami kesulitan menjebol gawang Barito Putera pada lanjutan TSC A 2016, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, malam ini. Hingga babak pertama usai, kedua kesebelasan belum mampu mencuri gol, skor masih bertahan 0-0.

Mengawali pertandingan, Barito Putera lebih dulu memulai dengan serangan. Rizky Pora menusuk jantung pertahanan Arema di menit 4, namun dia lebih dulu terperangkap offside. Empat menit berselang, Barito Putera kembali mengancam.

Berawal dari kerjasama apik di lini tengah, Yongki Aribowo melepaskan sepakan keras. Sayang hasil itu belum berbuah positif karena tendangan Yongki melebar ke sisi kiri gawang Arema.

Tak ingin terus-menerus digempur, Singo Edan berusaha menyerang. Peluang pertama Arema didapat di menit 11, ketika Hendro Siswanto yang berada di sektor kanan lapangan melepaskan umpan lambung ke depan gawang Barito.

Umpan tersebut dimentahkan barisan bertahan tim asuhan Mundari Karya, bola mentah kemudian disambut tendangan keras Sunarto. Namun bola belum mampu bersarang ke gawang lawan, skor masih 0-0.

Menit 30, Arema kembali mengancam lewat serangan sayap, namun Cristian Gonzales yang sudah di depan gawang terlebih dahulu terperangkap jebakan offside.

Menit 41, tim kebanggaan Aremania itu mendapat peluang melalui tendangan bebas di sektor kanan. Alfarizi yang dipercaya sebagai eksekutor melepaskan sepakan keras, namun bola masih berhasil ditepis kiper Barito, Adhitya Harlan. Hingga turun minum, kedudukan imbang 0-0 bertahan untuk kedua kesebelasan.

Komunitas