VIDEO: Blessed Merch, Wadahi Seniman Street Art Kota Batu

MALANGVOICE – Berawal dari jualan cat semprot, kini usaha yang menyediakan peralatan seniman street art di Kota Batu semakin berkembang.

Blessed Merch yang berlokasi di Jalan Bukit Berbunga 211 Sidomulyo Kota Batu ini tidak hanya menyediakan perlengkapan menggambar saja, melainkan juga menyediakan merchandise seperti topi, baju, jaket, tas dan aksesoris lainnnya.(Der/Aka)

Kopdar dan Halalbihalal Online Komunitas Honda CBR250RR Malang dan Blitar

Kopdar online komunitas Honda Malang dan Blitar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam suasana lebaran 2020, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memfasilitasi kopdar komunitas Honda melalui live ig @mpmhondajatim (26/06)

Sebanyak 4 perwakilan komunitas Honda CBR 250RR Malang dan Blitar antara lain CSMR (CBR250RR Squad malang Raya), Black Rider Malang, MCO (Malang CBR250RR Owner), BRC (Blitar Rider CBR250RR) menyampaikan kegiatan masing-masing komunitas selama #DiRumahAja dan berbagi pengalaman agar komunitas tetap terjalin.

“Meskipun kegiatan kopdar dibatasi tetapi silaturahmi kepada komunitas Honda tetap terjalin melalui online. Klub Honda di Malang ingin membuktikan bahwa kerukunan antar klub dapat terjaga dengan baik meskipun dipisahkan oleh jarak dan waktu. Kopdar online ini sekaligus untuk memberikan informasi kepada konsumen lain untuk bisa bergabung menjadi anggota komunitas Honda,” kata Mizidianto selaku Community Development MPM Honda.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh anggota komunitas yakni kegiatan sosial untuk mendukung pemerintah seperti yang dilakukan oleh komunitas CSMR dengan membagikan masker dan hand sanitizer dilingkungan sekitar rumah anggota komunitas. Selain itu silaturahmi tetep terjalin antar anggota komunitas dengan melakukan kopdar online via video.

“Kami berterima kasih kepada MPM atas support yang diberikan kepada komunitas kami. Semoga covid cepet berlalu agar dapat segera bisa touring bareng dan ketemu dengan teman-teman komunitas lain,” kata Agung perwakilan komunitas Black Rider Malang.(der)

Pengolahan Limbah Perca Antarkan Peni Budi Astuti Jadi Finalis Ajang Bergengsi

Sejumlah karya Diopeni Dondomane Handmade. (Muhammad Choirul)
Sejumlah karya Diopeni Dondomane Handmade. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pengolahan limbah perca mengantarkan sosok Peni Budi Astuti masuk dalam daftar finalis ajang bergengsi. Peni Budi Astuti terpilih sebagai salah satu Citi Microentrepreneurship Awards tahun 2017-2018 yang digelar oleh Citi Foundation bekerjasama dengan Mercy Corps.

Ajang ini digelar di 30 negara termasuk di Indonesia yang diikuti 807 peserta. Setelah dilakukan penilaian oleh tim juri, maka tersaring 50 finalis dari masing-masing kategori dan setelahnya dilakukan penyaringan kembali sehingga menghasilkan 20 finalis.

Dari 20 finalis itu, Peni Budi Astuti dinyatakan terpilih melalui UMKM miliknya, Diopeni Dondomane Handmade. UMKM tersebut bergerak mengelola limbah perca menjadi barang yang bermanfaat, sehingga dinilai sebagai ramah lingkungan.

Peni Budi Astuti masuk dalam jajaran kategori green microentrepreneur. Itu semua tak lepas dari upayanya untuk menciptakam usaha ramah lingkungan seperti menggunakan bahan daur ulang atau organik, energi terbarukan, sistem manajemen limbah, atau mengurangi emisi karbon.

Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi, mengapresiasi kesuksesan salah satu warga ini. Menurutnya, prestasi itu dapat mengharumkan nama Kota Malang. Hal ini merupakan bukti wujud kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Keberhasilan Peni Budi Astuti, lanjut Wahid, diharapkan menjadi pelecut semangat bagi warga lainnya untuk terus berkarya. Dengan begitu, semakin banyak warga yang mampu membawa hal positif kepada Kota Malang.

“Ini wujud kerja sama pemerintah dengan masyarakat karena tatanan yang sehat tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada keselarasan antara program yang dijalankan pemerintah dengan partisipasi warganya,” ujarnya.(Coi/Aka)

Lagu Jegal Sampai Gagal, Berry Minor – Tyzee Serukan Tolak RUU Omnibus Law

Berry Minor (ist)

MALANGVOICE – Gelombang penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja terus terjadi dengan berbagai cara. Salahsatunya dilakukan musisi Berry Minor melalui single terbarunya berjudul ‘Jegal Sampai Gagal’, rilis 11 Agustus 2020.

Konsisten di jalur Hip Hop Retorika, Berry Minor kali ini menggandeng Rapper Taufan aka Tyzee. Lagu Jegal Sampai Gagal mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut mengamati dan mendampingi proses pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR. Sebab, kuat dugaan RUU tersebut cenderung merugikan keberadaan kaum buruh. Sedangkan paling diuntungkan hanya investor atau pemilik modal.

“Proses perancangan dengan mekanisme yang lebih baik dan berpihak pada buruh harus dikawal. Bukan malah timpang, lebih condong ke kepentingan pemilik modal dan pelaku usaha besar,” kata Fahzlurr Berry Almustapha.

Lagu ini, lanjut dia, terdapat beberapa poin seruan dan tuntutan. Diantaranya, menolak upah pekerja dengan hitungan perjam. Menolak adanya penghapusan jaminan keuangan cuti hamil, dan seterusnya. Pada intinya, RUU Omnibus Law Cipta Kerja hanya memuluskan kepentingan penguasa tanpa memperhatikan kualitas dan kesejahteraan pekerjanya.

“Kebijakan ini bisa saja menjadi momok untuk pekerja. Bahkan disinyalir dapat dimanipulasi oleh pelaku usaha dengan menggunakan regulasi tersebut untuk menghindari upah minimum,” bebernya.

Berry berharap, mengawasi dan mengontrol arah kebijakan pemerintah dalam sistem demokrasi merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara, tak terkecuali generasi muda dan pelaku seni pada khususnya.

“Sebagaimana dikatakan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan. Mengamati kebijakan pemerintah bukan tugas aktivis saja,” pungkasnya.

Lagu video lirik Jegal Sampai Gagal ini bisa disimak di kanal YouTube Kadit Rudit https://youtu.be/Do8pDNwugrY. Merupakan wadah anak muda pelaku musik hiphop di Kota Malang yang juga mendukung sistem demokrasi di Indonesia agar lebih baik dan adil.(der)

Konser Virtual HUT Arema Sukses Trending, Ditonton 74 Ribu dari Berbagai Penjuru Dunia

Konser virtual HUT Arema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gelaran konser virtual d’Kross-Aremania berkolaborasi dengan Swara Narwastu, Senin (10/8) malam, sukses digelar.

Bahkan, acara yang dirayakan untuk memeriahkan HUT ke-33 Arema ini menjadi trending di media sosial, salah satunya YouTube.

Live streaming konser perayaan HUT ke-33 Arema bertajuk “Jangan Kemana-mana, Aremania Ada Dimana-mana” itu disaksikan hampir 74.000 viewers dari seluruh penjuru dunia.

Selain disiarkan live melalui channel Arema FC Official TV, konser yang berlangsung 2,5 jam itu juga dapat disaksikan melalui jaringan Times Indonesia, Surya -Tribun Jatim, ePro dan media partner lainnya.

Ade d’Kross membawakan lagu. (Istimewa)

Dari kolom komentar Youtube, penonton konser berasal dari Sabang sampai Merauke. Ada yang dari Medan, Pekanbaru, Jakarta, Karawang, Pemalang, Pati, Semarang, Madiun, Lumajang, Pasuruan, Wonogiri, Banjar, Mahakam Ulu hingga Makassar.

Aremania-Aremanita serta Arek Malang perantauan di luar negeri juga tak mau ketinggalan. Ada yang menyaksikan dari Malaysia, Hongkong, Korea bahkan hingga Eropa.

Ketua Panitia Kegiatan Baksos & Virtual Concert HUT ke-33 Arema, Rahmat Mashudi Prayoga menyebut, suksesnya acara tak lepas dari sinergi dan dukungan berbagai pihak.

“Terima kasih untuk para pengisi acara, mulai dari nawak-nawak d’Kross dan frontman Sam Ade Herawanto, Swara Narwastu, Kapusdik Brimob Lemdiklat Polri; Kombes Pol AW Kolopaking dan jajarannya, tim ePro, PWI Malang Raya dan rekan-rekan media partner, seluruh sponsor dan panitia yang terlibat dan tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Umak hebak mbois,” ujar Yoga, sapaan akrabnya.(der)

Angkat Gerakan Wanita Berwirausaha, Rini Dinobatkan Jadi Puteri Smart Jatim

Rini saat penobatan Puteri Smart Jatim. (istimewa)

MALANGVOICE – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (Filkom UB) menorehkan prestasi di
tingkat Jawa Timur.

Ialah Yusrini Meidita Audrey mahasiswa angkatan 2014, dinobatkan sebagai Puteri Smart dalam ajang pemilihan Puteri Kampus Jawa Timur 2017 yang diselenggarakan di Untag Surabaya (10/12).

Ajang ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) Jawa Timur dengan target peserta mahasiswi dari berbagai kampus yang ada di Jawa Timur.

Perempuan yang akrab disapa Rini ini bercerita, sebelum terpilih sebagai penyandang gelar Puteri Smart, dirinya harus melewati beberapa tahapan seleksi.

“Saat tahap awal saya bersaing dengan ratusan peserta lainnya dalam seleksi interview di Surabaya,” tukasnya.

Dari seleksi tersebut Rini terpilih dalam jajaran 20 besar finalis. Tahapan selanjutnya, para finalis harus menjalani karantina selama tiga hari. Pada tahap karantina tersebut selain dibekali berbagai materi, 20 finalis harus melewati beberapa tahapan tes antara lain presentasi tentang social project yang telah dilakukan dan juga kegiatan entrepreneur yang digeluti. Selain itu ada juga sesi leaderless group discussion (LGD) dan deep interview.hf

Tidak berhenti disitu, tahapan seleksi masih terus berlanjut hinggamalam grand final. Pada bagian ini dewan juri melakukan pemilihan finalis 10 besar, dilanjutkan seleksi pemilihan finalis 4 besar. Rini berhasil lolos dalam berbagai tahapan seleksi tersebut. Para finalis empat besar kemudian harus mengikuti sesi tanya jawab dengan para dewan juri.

“Juri yang hadir terdiri dari rektor, professor dan ada juga anggota DPR RI Arzeti Bilbina. Alhamdullilah, akhirnya saya bisa mendapatkan juara 2 Puteri Kampus Jawa Timur kategori Puteri Smart,” ungkap Rini.

Dengan terpilihnya sebagai salah satu juara, maka Rini memiliki masa jabatan selama satu tahun sebagai salah satu Puteri Kampus Jawa Timur. Dirinya harus menjalankan program kerja yang telah dibuatnya yaitu start up ‘Gerakan Wanita Berwirausaha’. Tidak hanya tanggung jawab saja yang didapat, para Juara Puteri Kampus Jawa Timur 2017 juga berhak atas beberapa hadiah berupa uang tunai, produk sponsor serta
paket umroh.

Rini mengaku senang bisa memiliki pengalaman berharga tersebut. Bertemu dengan banyak peserta yang memiliki latar belakang luar biasa membuatnya terpicu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Alhamdullilah, senang sekali karena pada awalnya tidak pernah menyangka bisa sampai sejauh ini. Mengingat semua finalis yang lain berasal dari background yang hebat-hebat juga. Mungkin kedepannya saya harus lebih baik lagi untuk menjalankan tugas saya sebagai mahasiswa dan juga Puteri Kampus Jatim,” pungkasnya.(Der/Yei)

Komunitas Turu Kene: Seni Itu Harus Nyaman

MALANGVOICE – Setiap komunitas punya ciri khas dan minat masing-masing. Komunitas seni bisa dibilang punya cerita dan karya menarik untuk disimak.

Adalah Komunitas Turu Kene (KTK) yang bergerak di bidang kesenian mural, stempel dan grafitti.
Papan cetak sablon (anja)

Komunitas yang berdiri sejak 14 Februari 2014 ini terbentuk karena kesamaan hobi anggota dan pengalaman menjadi relawan pada saat bencana gunung Kelud.

“Waktu ada bencana gunung Kelud kita menjadi relawan di posko bencana. Makanya dinamakan Turu Kene karena kita tidak peduli bakal tidur dimana waktu itu. Bagi kita dimana saja tidur tetap nyaman. Seni juga harus nyaman,” jelas Burhan, anggota KTK, kepada Mvoice.

Hasil karya KTK bermacam-macam mulai dari kaos yang disablon dengan metode cap, dan mural painting di tembok-tembok kosong sudut kota.

“Biasanya kami sering nongkrong di CFD. Kita kasih sablon gratis ke pengunjung CFD asal mereka bawa kaosnya sendiri dari rumah,” tambahnya.

Untuk sablon cap, mereka menyelupkan papan yang sudah diukir sedemikian rupa ke dalam tinta off set. Sedangkan untuk senin mural, mereka perlu melakukan survei terlebih dahulu dan ijin kepeda pihak berwenang.

“Selama ini kita tidak pernah bermasalah dengan pihak berwenang. Karena kita tidak merusak, melainkan memperindah. Lagipula, kami selalu ijin dahulu. Kalau tidak ijin lalu asal coret-coret itu namanya vandalisme,” tutupnya.

Shania, Belajar Keras Demi UN dan Masuk Kedokteran

Shania Nur (anja)

MALANGVOICE – Jelang Ujian Nasional (UN) semua siswa tentu mempersiapkan mental dengan banyak belajar dan berdoa. Salah satunya dilakukan Shania Nur, siswa kelas XII Akselerasi SMAN 8 Malang, yang belakangan ini belajar keras demi mendapat hasil memuaskan di UN.

Shania, demikin ia akrab disapa, selain mengikuti kelas di sekolah, juga menjalani serangkaian kelas tambahan dan les di Lembaga Bimbingan Belajar di Kota Malang. Rutinitas itu ia jalani setiap hari. Bahkan dia mulai les tambahan dari jam 1 siang hingga pukul 8 malam.

“Saya les bareng teman-teman dari sekolah lain juga. Jadi seneng aja, bisa sharing bareng mereka kalau ada soal-soal sulit,” kata dia, saat ditemui MVoice di sekolah.

Shania mengaku, dari lima mata pelajaran yang diujikan, Fisika, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Kimia, ia masih merasa kesulitan di Kimia.

“Aduh, soalnya Kimia ini susah. Ada bab-bab tentang reaksi Kimia dan ada hitung-hitungannya. Tapi kalau yang paling gampang Bahasa Inggris, sih,” tambahnya.

Karena sudah belajar keras, Shania berharap bisa mengantongi nilai sempurna. Nilai itu akan membantunya saat SNMPTN Program Studi Kedokteran di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang

“Kalau bisa semua mata pelajaran minimal dapat 8 mbak, soalnya saya pingin masuk di kedokteran,” kata perempuan yang hobi menulis cerpen ini.

Andalkan Berlatih dalam Melukis, Jangan Bakat Semata…

Lukman Arief menunjukkan karya-karya awal pelukis di seni instalasi (fathul)

MALANGVOICE – Menjadi pelukis bukan selalu soal bakat. Melukis juga soal berlatih, bersabar, dan bekerja keras, sehingga bisa menghasilkan karya gemilang.

Paling tidak itulah yang dipercaya oleh Lukman Arief, mahasiswa jurusan Seni Murni, Sekolah Tinggi Wilwatikta Surabaya. “Bakat itu nomor sekian,” katanya kepada MVoice.

Ia sendiri banyak belajar melukis dari motivasi sesama teman dan pengajar di kampus. Termasuk kepercayaan bahwa melukis bukan soal bakat, itu juga didapatnya di kampus.

“Kalau mengandalkan bakat, bisa jadi maksimal semester 3 ia malas karena merasa sudah bisa melukis,” tambah mahasiswa yang suka melukis sejak kecil ini.

Karena itu, ia bersama teman-temannya menggelar pameran bertema “Ekspansi” di Galeri Raos, Kota Batu, sejak satu minggu ini, dalam rangka memamerkan kerja keras melukisnya ke publik.

“Seperti karya instalasi ini menunjukkan kepercayaan itu. Melukis tidak bisa instan, kita harus belajar menangkap objek yang sederhana sampai kompleks lalu menuangkannya,” ulasnya.

Dalam seni instalasi berjudul “Nikmatnya Berproses” itu, Arief menunjukkan album berisi karya-karya awal pelukis.

Memang mulanya berisi coretan-coretan abstrak saja, tapi semakin sering berlatih, akan menjadi lukisan yang mencengangkan.

”Media Online Sudah Menjadi Kebutuhan Warga”

‘’Media online kini menjadi kebutuhan akan informasi yang cepat dan hangat bagi publik. Pada era kemajuan teknologi dan informasi, kehadiran media online kini sudah menjadi kebutuhan warga. MalangVoice harus mampu menghadirkan informasi yang akurat, aktual, hangat serta menjadi bahan kontrol sebagaimana umumnya peran media dalam dunia demokrasi.  Saya  berharap beberapa investigasi kasus juga menjadi topik hangat yang dibahas di media ini.”