Semakin Dekat dengan Masyarakat, HDCI Malang Bagi 700 Takjil dan Paket Sembako

HDCI Malang gelar baksos di bulan Ramadan sekaligus peringati HUT ke-59. (istimewa)

MALANGVOICE – Bulan Ramadan kali ini dimanfaatkan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Malang untuk berbagi kebahagiaan, Sabtu (25/5).

Acara ini diawali dengan memberikan takjil di depan Masjid Jami Kepanjen. Ada total 500 bungkus takjil yang dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas.

Ketua HDCI Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, acara ini dibarengkan dengan memperingati HUT ke-59 HDCI.

“Selanjutnya kami pindah ke Gondanglegi untuk memberikan 150 paket sembako ke panti jompo dan panti asuhan,” ujarnya.

Ditambahkan Sekretaris HDCI Malang, Yoga Adhinata, selain berbagai berkah dan kebahagiaan di bulan Ramadan, HDCI ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Sekaligus menegaskan bahwa klub motor gede ini tidak eksklusif, melainkan inklusif.

Buktinya, kegiatan serupa terus dilakukan tak hanya di bulan Ramadan saja, melainkan di banyak kesempatan setiap tahunnya.

“Bakti sosial ini murni dari anggota untuk masyarakat. Tahun ini berasa spesial karena bulan Ramadan dan bertepatan dengan HUT HDCI,” jelasnya. (Der/Ulm)

Bermodal Satu Kaki, Hasilkan Lukisan yang Bikin Kagum Andy F Noya

Saiful Arif saat diundang dalam bakti sosial penyerahan kaki palsu kerjasama Polres Batu dan Kick Andy Foundation. (Aziz Ramadani)
Saiful Arif saat diundang dalam bakti sosial penyerahan kaki palsu kerjasama Polres Batu dan Kick Andy Foundation. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Pria mengenakan batik warna biru tampak penuh konsentrasi saat menghadapi selembar kertas putih di atas meja. Dengan hati-hati, dia menggoreskan pensilnya, mulai menggambar sketsa di pelataran lobi Balai Kota Among Tani Kota Batu.

Yang membuat decak kagum, lelaki bernama Saiful Arif ini adalah seniman berkebutuhan khusus atau disabilitas. Tepatnya, ia dilahirkan tanpa dua tangan dan satu kaki kanannya. Sehingga, untuk beraktifitas melukis atau menggambar, dia menggunakan kaki kirinya. Andy F. Noya mengapresiasi semangat Saiful tersebut. Tepatnya saat kehadiran pria yang terkenal dalam acara Kick Andy itu dalam bakti sosial Polres Batu dan Pemkot Batu membagikan puluhan kaki palsu, 9 Agustus silam.

Saiful menghadiahi Andy dengan karya lukisannya yang mengambil objek lukis Andy F Noya. “Saya apresiasi karya Saiful ini. Nanti akan kami undang di Kick Andy,” kata Andy F Noya.

Bungsu dari lima bersaudara itu mengakui kalau dia harus bisa sukses dan berkarya. Hal itu juga sesuai dengan amanah almarhum ayahnya, Sukateman. Sejak ditinggalkan ayahnya dua tahun lalu, Ipul mendapatkan amanah bahwa ia harus menjadi seorang pelukis.

“Ayah sama ibu memang bukan pelukis. Tetapi ayah mendorong saya untuk menjadi pelukis,” kata akrab disapa Ipul ini.

Dunia seni dikenalkan ayahnya sejak Ipul berusia 9 tahun. Persisnya, almarhum Sukateman membelikan seperangkat alat lukis dan menggambar.

“Dari situ saya mulai suka menggambar dan melukis,” kenangnya.

Aktivitas yang ia lakukan, hampir ia kerjakan menggunakan kaki kirinya. Mulai dari membalikkan buku yang ia baca, terutama saat melukis. Namun, semula memang dia cukup kesulitan saat memegang pensil ataupun kuas. Begitu masuk di Yayasan Griya Anita pertengahan 2016 silam, bakat Saiful terus diasah. Terlebih dia mendapat guru lukis juga seniman ternama Kota Batu, Riyanto Sinyo.

“Paling sulit itu ya pas gambar wajah dan tangan. Karena harus detail. Tapi lama-lama saya terbiasa kok,” ujar domisili di Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu ini.

Kebiasan itu tidak lain buah dari seriusnya mempelajari dasar dasar melukis yang dibimbing Riyanto Sinyo. Bahkan , pada Septembar 2016, Saiful mengikuti pameran pertamanya di Galeri Raos Kota Batu.

Beberapa lukisannya bahkan diborong oleh Dewanti Rumpoko dan dipajang di Balai Kota Among Tani Kota Batu. Dua lukisan itu ialah, lukisan bertemakan anak-anak sekolah dan anak bermain.

“Saya ingin menunjukkan kalau anak seperti saya ini bisa berkarya. Makanya saya berusaha untuk terus berkarya dengan mengasah kemampuan melukis,” pungkasnya.(Coi/Aka)

Musik Alam 2016, Mengajak Masyarakat Cintai Alam dan Peduli Sesama

Penampilan band (ist)
Penampilan band (ist)

MALANGVOICE – Komunitas Uklam-Uklam mengajak seluruh masyarakat menyadari bahwa alam dan musik adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Pesan itu disampaikan melalui acara Musik Alam 2016 bertema Alam, Yatim dan Dhuafa di Camping Ground Randuwana, Desa Kertosari kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan, mulai tanggal 21-22 Mei kemarin.

Ramai peserta (ist)
Ramai peserta (ist)

“Tujuan utamanya adalah menggugah kesadran bagi masyarkat akan pentingnya alam raya bagi kehidupan,” kata Alamsyah, pendiri Uklam-uklam, saat dihubungi MVoice.

Acara yang dihadiri 750-1000 orang dari komunitas pecinta alam se-Jawa Timur ini diramaikan oleh band papan atas yaitu band reggae Tropical Forest, Monkey Rude, Baby Monkey, Rice Cat, dan 20 band lainnya. Suasana alam yang sejuk, Alam akui semakin menambah kenikmatan mendengarkan musik saat itu.

Donasi pada anak yatim (ist)
Donasi pada anak yatim (ist)

“Kami juga kedatangan ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi dan kepala Desa Kertosari, Waluyo,” tambahnya.

Sebagai bentuk donasi, uang penjualan tiket selanjutnya disumbangkan kepada 26 anak yatim di Desa Kertosari.

Mbois! Bikers Brotherhood & Walikota Batu Bagi Takjil Gratis

Bikers brotherhood (ist)

MALANGVOICE – Demi mewujudkan rasa syukur pada Ramadan, Bikers Brotherhood Chapter East Java membagikan takjil gratis kepada kaum dhuafa dan fakir miskin di Kota Batu.

Ceria berbagi takjil (ist)
Ceria berbagi takjil (ist)
“Acara ini sekaligus memperkenalkan dan mengembangkan Bikers Brotherhood di Kota Malang,” kata salah satu anggota Bikers Brotherhood, Bogie, saat dihubungi MVoice beberapa menit lalu.

Ia menambahkan kegiatan yang digelar akhir pekan lalu itu merupakan bentuk social responsibility dan persaudaraan pecinta motor.

“Ini tanggung jawab sosial kami juga. Ke depan kita juga adakan kegiatan Bikers Brotherhood Social Responsibility for Nature, for Education dan for Culture. Rencananya untuk For Culture kita akan kembangkan budaya topengan Malang,” katanya.

Bersama Eddy Rumpoko (ist)
Bersama Eddy Rumpoko (ist)

Lebih lanjut, kegiatan bagi takjil yang diadakan di Alun-alun Kota Batu ini mengundang 200 kaum dhuafa. Meski sempat menimbulkan macet, Bogie mengatakan hal itu bisa diatasi karena sudah berkoordinasi dengan Kapolsek.

Setelah berbagi takjil di Alun-Alun, Bikers Brotherhood berangkat ke Masjid Al Muttaqin di dusun Pager Gunung, Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Batu.

Di sana, bersama Walikota Batu, Eddy Rumpoko dan Dandim Kabupaten Malang, Letkol Inf Riksani Gumay ikut hadir menyambut warga desa Gunung Sari.

Di Masjid Desa Gunung Sari (ist)
Di Masjid Desa Gunung Sari (ist)

Bikers Brotherhood merupakab klub motor berbasis persaudaraan yang tidak membeda-bedakan merk motor, jabatan dan latar belakang anggota. Berdiri sejak tahun 1988 di Bandung, klub ini beranggotakan sedikitnya 100 orang khusus chapter East Java.

Stray Cat Defender, Penolong Kucing Terlantar

Kegiatan SCD. (istimewa)
Kegiatan SCD. (istimewa)

MALANGVOICE – Perkembangbiakan kucing di tengah kota yang tak terkendali memaksa hewan berbulu ini kadang tersisihkan. Manusia yang tak ingin keberadaannya kadang memperlakukan kucing semena-mena, mengusir bahkan menyakitinya.

Tak jarang banyak kasus kematian kucing liar di perkampungan sering terjadi. Atau bahkan tertabrak di jalanan.

Beruntung, di Kota Malang terdapat Stray Cat Defender (SCD). Komunitas yang lebih mempedulikan kucing segala jenis yang mengalami masalah dengan memberikan aksi pembelaan hak hidup pada kucing sakit dan terlantar. SCD dibentuk pada 8 Agustus 2015 lalu, bertepatan dengan International Cat Day.

SCD prakarsai tiga orang atas dasar banyaknya kucing yang sakit dan terlantar serta maraknya animal abuse di Indonesia, khususnya Kota Malang.

Sejak pertama terbentuk hingga sekarang, SCD memiliki 12 anggota yang disebut skuat. Mereka kebanyakan berusia 20-28 tahun dan didominasi mahasiswa. Penanggung jawab SCD, Suci Cisika Putri, mengaku tidak terhitung jumlah kasus yang ditangani terhadap masalah kucing.

“Dari semua kasus itu ada yang selamat dan tidak. Serta ada pula yang sudah diadopsi atau dirilis kembali ke alam liar,” katanya pada MVoice.

Cisi sapaan akrabnya menjelaskan, beberapa kasus kucing yang pernah ditangani SCD antara lain, mengalami sakit parah seperti cancer, tumor, patah kaki, eyeball prolapse, pyometra, dan lain-lain.

SCD juga menangani kucing yang mengalami kasus animal abuse. Beberapa di antaranya yaitu Rambo yang perutnya diikat tali dan digantungi botol body lotion hingga berbulan-bulan. Selain itu Lucas, yang di dalam tubuhnya terdapat peluru hingga meninggal, namun sempat bertahan sekitar tiga bulan.

“Kucing didapat dari mana saja, khusus area Kota Malang. Kucing di’rescue’ jika tim menemukan kasus secara langsung atau menurut laporan dari orang-orang,” jelas Cisi.

Kucing yang direscue apabila sudah sembuh akan dicarikan adopter. Kucing yang disteril melalui program TNR (Trap-Neuter/Spay-Release) akan dilepas kembali di tempat asalnya atau tempat aman, karena tidak mungkin semua bisa ditampung. Program TNR bertujuan untuk mengendalikan populasi kucing di lingkungan sekitar.

Saat ini kucing yang dikeep si shelter berjumlah 24 ekor. Menariknya, SCD tidak mau memberikan lokasi shelter secara gambalng, pasalnya, menurut Cisi, hal itu bisa berdampak pada kelangsungan SCD.

“Kami pernah diusir karena tetangga tidak berkenan adanya banyak kucing. Selain itu bisa mencegah masyarakat membuang kucing di tempat kami,” paparnya.

Untuk menangani kasus over populasi, salah satu cara yang paling ampuh ialah sterilisasi yang dilakukan oleh dokter hewan dan memiliki banyak manfaat. Tidak disarankan untuk suntik KB karena sangat berbahaya bagi kucing. Selain itu, saat ini marak terjadi “breeding”, terutama kucing ras non domestic seperti Persia, Angora, dan sebagainya.

Alasan orang mengembangbiakkan kucing beragam, mulai dari keingingan orang untuk punya kitten yang lucu hingga untuk alasan ekonomi. “Jauh lebih baik kita mengadopsi dari jalan atau shelter daripada membeli. Untuk itu kami tak hentinya mengkampanyekan “adopt don’t buy!” tegasnya.

Selama ini, SCD tidak sendirian. Mereka ditolong para dermawan yang rutin memberikan donasi. Selain itu, lanjut Cisi, dana berasal dari swadaya tim dan usaha mandiri. “Kami menjual produk kreatif serta barang second yang layak pakai. Hasilnya digunakan untuk aktivitas rescue serta operasional tim,” ia menambahkan.

SCD berharap penyiksaan pada hewan lucu ini bisa berkurang. Sehingga penyelamatan juga berkurang. Beberapa kasus yang sering dialami soal kucing berpemilik ialah minimnya pengetahuan owner soal merawat kucing hingga kucingnya sakit bahkan terlantar, serta kucing yang dibiarkan beranak-pinak hingga owner kewalahan.

“Rescue adalah program jangka pendek. Sementara sterilisasi dan edukasi adalah program jangka panjang. Bumi bukan milik manusia saja. Adil dan berbagilah dengan makhluk hidup lain,” pesannya.(Der/Aka)

Guru Tata Boga Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Avida Laily (kanan) [anja]

MALANGVOICE – Sayur mayur memang bukan menu favorit bagi sebagian orang.Tapi, di tangan Avida Laily, warga Kelurahan Ngaglik, Batu, sayur mayur bisa disulap jadi kudapan lezat kaya manfaat.

Avida memang bukan chef, namun ia sudah menemukan banyak variasi makanan salah satunya brownies terong. Meski tergolong jenis kue langka, kue ini sudah teruji bermanfaat bagi kesehatan.

“Khasiat terong bisa menurunkan kolestrol dan anti kejang lho,” kata Avida yang sehari-hari juga berprofesi sebagai guru tata boga di SMP Al Izza ini.

Brownies terong Avida juga memiliki kalori yang lebih rendah daripada kalori brownies pada umumnya. Jadi tidak akan menyebabkan gemuk.

Avida juga menemukan menu telor bumbu kecap paprika, sup bakso jamur brokoli, bakso ikan, wedang apel anget, dan lain-lain. Ia akui semua menu tersebut ia temukan saat mengikuti beberapa lomba cipta menu.

Berkat prestasinya, nama Kota Batu semakin terangkat. Pada 2008, kuenya memenangkan lomba cipta menu yang digelar dinas ketahanan pangan Kota Batu. 2014 lalu, ia juga memenangkan Parade Pangan Nusantara tingkat nasional.

Pada 2015 ia menjadi juara 1 lomba cipta menu yang digelar Universitas Brawijaya pada saat merayakan Dies Natalies ke-52. Ia juga pernah diapresiasi Gubernur Jatim Soekarwo dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko karena prestasinya.

Avida kini mengembangkan menu-menu buatannya menjadi bisnis yang menjanjikan. Brownies terong buatannya sudah ia jual hingga ke Timika, Papua, Denpasar, Bandung, dan Jogja.

Jingga, Atlet Lari Berprestasi dari SMPN 6 Malang

Jingga menunjukkan medalinya (anja)
Jingga menunjukkan medalinya (anja)

MALANGVOICE – Gadis belia asal Blitar kelahiran 2003 ini tidak menyangka dirinya bisa jatuh cinta dengan olahraga cabang lari.

Ialah Jingga Eka Farera, siswa SMPN 6 Malang ini memborong tiga medali sekaligus untuk olahraga lari di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) November 2016 lalu. Jingga, sapaan akrabnya, berhasil menyabet medali juara 1 estafet 400 meter, juara 2 estafet 400 meter dan juara 3 estafet 1. Desember ini ia juga berhasil mendapat juara 2 Nasional kategori lari 100 meter di Kejurda.

Ia bercerita, bakat olahraganya didapatkan dari sang ayah, Eko Yuli Suprianto yang juga gemar bermain basket. Demikin dia tidak terlalu menyukai basket.

Sejak kelas 5 sekolah dasar, Jingga pernah menjuarai lomba lari pertamanya. Saat itulah Jingga menemukan potensinya dalam berlari.

Jingga pantang menyerah dan semangat berlatih (anja)
Jingga pantang menyerah dan semangat berlatih (anja)

“Waktu itu ada lomba di sekolah, karena bingung ikut lomba apa, yasudah saya ikut lari. Ternyata bisa,” kata perempuan berjilbab ini.

Untuk melatih kecepatan, Jingga selalu rutin fitness seminggu dua kali. Kemudian lari berkeliling stadion Gajayana tiap hari senin dan sabtu. Bersama pelatihnya, Oni Chandra, Jingga bermimpi bisa menjuari kejuaraan lari hingga tingkat internasional.

Menurutnya, hal terberat ketika berlatih lari adalah jarak. Ia masih kewalahan berlari cepat 500 meter. Tapi ia gigih berlatih supaya suatu hari bisa menaklukkan jarak tersebut.

Pisang Gondrong, Berawal dari Hobi Seorang Gilang

Gilang Abednego, hobi masaknya berbuah bisnis (Tika)
Gilang Abednego, hobi masaknya berbuah bisnis (Tika)

MALANGVOICE- Apapun hobinya, jika diasah dan dikembangkan sungguh-sungguh, pasti bisa menjadi pundi-pundi rupiah. Itulah yang dilakukan Gilang Abednego, yang saat ini mengembangkan bisnis kuliner Pisang Gondrong.

“Saya memang suka masak, jadi usaha yang saya miliki sekarang juga tidak jauh dari kesukaan saya,” jelasnya kepada MVoice, di sela-sela melayani pembeli di kedainya, Jalan Candi Kalasan, dalam sebuah kesempatan.

Gilang juga menambahkan, usaha yang didasari hobi tidak hanya Pisang Gondrong saja. Mahasiswa kampus ABM ini juga pernah melakoni bisnis kuliner sebelumnya. tapi hanya bertahan 1,5 tahun.

“Saya desain seperti cafe untuk tongkrongan mahasiswa. Saya namakan Kimcil (kita mulai dari kecil). Cukup lama saya buka usaha itu. Akhirnya pemilik tanahnya ingin buka juga,” rinci mahasiswa jurusan akuntansi ini.

Hingga enam bulan berjalan, usaha yang bermodal hobi memasak ini sudah berjalan lancar. Sehari dia mampu melayani pemesanan hingga 50 boks Pisang Gondrong.

Belum lagi pilihan kuliner lainnya, sandwich misalnya. Bahkan penjualan produk buatannya ini sudah sampai ke luar Jawa.

“Paling penting itu menjaga mutu dan rasa. Quality control harus dijaga, untuk urusan supply bahan baku harus saya lakukan sendiri. Agar bahannya tidak berubah kualitasnya,” tegasnya.

Wedang Pokak Achmad Memang Beda dari Lainnya…

Achmad (kiri)
Achmad (kiri) (anja)

MALANGVOICE – Salah satu minuman Indonesia yang paling diminati saat musim hujan adalah wedang pokak, minuman khas Jawa Timur, terbuat dari serai, jahe, dan cengkeh, yang dicampur jadi satu. Dan kini mulai eksis di Kota Batu, serta menjadi peluang usaha menarik.

Adalah Achmad Yusni, yang berhasil menggawangi rumah produksi minuman pokak instan di Jalan Panglima Sudirman Gang 11 No 14, sejak 2012 lalu.

“Saya terinspirasi oleh Bandrek Bandung. Kalau lihat kondisi Batu yang cuacanya dingin, kayaknya harus ada minum yang menghangatkan dan sifatnya tradisional dan asli Batu,” kata Achmad, akrab ia disapa.

Wedang pokak instan
Wedang pokak instan (anja)

Pokak buatan Achmad berbeda dari yang lain. Terdiri dari beberapa varian rasa antara lain kopi, mix susu, original, dan cokelat. Masing-masing dibanderol Rp 12.500

“Karakter minumannya juga strong, gurih, dan punya banyak khasiat, seperti mengobati sariawan, meredakan batuk, hingga menurubkan kadar kolestrol, ” tambahnya.

Ia mengakui, pembuatan wedang pokak membutuhkan banyak eksperimen agar tercipta rasa yang pas dan khas. Ia sempat gagal beberapa kali dan membuang hasil percobaannya.

Selain itu, menurutnya masyarakat masih sering salah paham dengan istilah pokak.

“Mereka perlu edukasi, selama ini dikiranya terung pokak, padahal pokak ini istilah minuman, ” katanya.

Lebih lanjut, dengan fasilitas yang diberikan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu, wedang pokak Achmad kini sedang diproses untuk kepemilikan hak cipta.

Menurut rencana, wedang pokak ini akan dijadikan minuman wajib untuk segala pertemuan, rapat, kunjungan, dan event di kantor pemerintah Kota Batu.

IWAPI Percaya Setiap Wanita Punya Potensi Berhasil

Anggota IWAPI (Istimewa)
Anggota IWAPI (Istimewa)

MALANGVOICE – Memperingai Hari Kartini di Hotel Sahid Montana 2, hari ini, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menyelenggarakan talk show, peragaan busana, dan bazaar aneka produk hasil kreatifitas anggota IWAPI.

Dra H Nur Laili, salah satu anggota IWAPI dan kandidat Ketua IWAPI Malang periode 2016/2021 mengatakan, peringatan Hari  Kartini ini adalah kegiatan tahunan IWAPI yang dilaksanakan secara rutin.

“Kita setiap tahun memang mengadakan peringatan Hari Kartini, untuk mengenang jasa Kartini sebagai pejuang hak-hak wanita,” terang Lila, akrab ia disapa kepada MVoice.

Lila menambahkan, acara ini adalah upaya IWAPI untuk meningkatkan kualitas  dan mengembangkan kreatifitas wanita.

“Ibu-ibu anggota IWAPI bisa leluasa menampilkan hasil karyanya, seperti batik, handycraft dan beberapa aneka hasil kreatifitas yang bernilai jual,” ujarnya.

Menurut Lila, wanita akan lebih baik jika memiliki usaha. Meskipun usaha itu kecil, setidaknya itu adalah upaya meningkatkan kreatifitas dan keberhasilan.

“IWAPI adalah organisasi nasional bertujuan mengangkat keberhasilan wanita baik itu di dalam rumah maupun di dunia bisnis,” katanya.

Selain itu, ia percaya bahwa setiap wanita punya potensi untuk berhasil. Ia mengharapkan generasi muda mampu mengembangkan potensinya supaya bisa menjadi Kartini modern namun tetap ingat kodratnya sebagai seorang wanita.