Mbois Pol, Mahasiswa Ini Ciptakan Teknologi Pengaman Motor dari Maling

Vivie S, tim REV PPNS (anja)
Vivie S, tim REV PPNS (anja)

MALANGVOICE – Mahasiswa perantauan yang tinggal jauh dari kampung halaman, di kontrakan maupun kos, seringkali menjadi korban pencurian sepeda motor.

Alasan itulah yang melatarbelakangi sekelompok mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) membuat alat pengaman motor anti maling, REV Tech atau Revolution Technology.

Ialah Ali Qamariyah dan Vivie S, beranggapan bahwa kunci ganda motor tidak akan cukup mengamankan motor dari sasaran pencurian. Mereka menciptakan sistem pengamanan berbasis aplikasi android. Kunci motor hanya akan bisa dibuka melalui aplikasi khusus di smartphone. Hanya pemilik smartphone itu dengan password khusus yang bisa menyalakan mesin motor.

Teknologi REV (anja)
Teknologi REV (anja)

“Pengamanan ganda ini bisa meminimalisir pencurian. Kalau misalkan smartphone hilang tenang saja karena aplikasi itu menggunakan sistem login akun. Artinya si pengguna bisa install aplikasi ini di smartphone lain lalu login dengan akun sebelumnya,” papar Vivie kepada MVoice.

Jadi, si pencuri bisa membuka kunci T motor maupun gembok motor. Tapi dengan REV, si pencuri akan kesulitan menyalakan mesin motor.

Saat ini REV Tech sedang dalam tahap pengembangan. Rencananya, akan ditambahkan sistem kunci sidik jari (fingerprint) dan tombol tersembunyi.

“Kami sudah bekerja sama dengan sebuah perusahaan, jadi kedepannya teknologi ini akan segera kami patenkan dan diproduksi massal juga,” tutupnya

Ingin Ultahmu Beda, Yippie Organizer Saja…

Hadit, Dhanika, Sandro (anja)

MALANGVOICE – Membuat kejutan pada pesta ulang tahun kini jadi lebih mudah dan praktis dengan bantuan party organizer atau jasa dekorasi pesta. Adalah Yippie Organizer, yang berdiri sejak 22 Mei 2015 lalu, yang siap membantumu.

Yippie Organizer digawangi 3 sekawan, mahasiswa semester 5 Universitas Brawijaya yaitu Dhanika, Hadit dan Sandro.

Dekorasi pesta (istimewa)
Dekorasi pesta (istimewa)
“Awalnya, saya cuma iseng saja. Sering dimintai bantuan teman-teman untuk bikin dekorasi pesta dan siapin ‘surprise’ ke pacar teman. Kebetulan saya bisa desain. Lalu saya ajak Hadit dan Sandro,” kata Dhanika, kepada MVoice.

Dengan alat sederhana di rumah, seperti taplak, sendok, piring, cangkir, dan sebagainya, Yippie Organizer melayani klien pertama.

“Waktu itu dapat 3 klien dalam satu bulan pertama. Itupun kita kasih harga murah banget bahkan gratis. Klien kita masih teman-teman sendiri,” Hadit menyahut.

Tema yang biasa ditawarkan antara lain tema warna dan tema karakter.

“Kalau dulu umumnya bertema warna. Klien minta warna semisal merah/pink, hijau/kuning, atau pink saja. Sekarang, kita bisa terima permintaan tema karakter semisal minion. Kita sudah memiliki peralatan dekorasi lengkap,” imbuh Hadit.

Alur jasa dekorasi yang ditawarkan Yippie Organizer cukup mudah.

Pertama, klien memilih dari 3 jenis paket yang ditawarkan. Paket couple dibanderol Rp 195.000 – Rp 495.000, paket pesta Besar Rp 1.8 juta- Rp 3.9 juta, dan paket dekorasi pernikahan Rp 6 jutaan

Selanjutnya klien atau dari pihak Yippie Organizer memilih lokasi pesta dan melakukan reservasi. Diikuti dengan kesepakatan harga dan pelunasan pembayaran.

Kedepannya, Yippi Organizer akan mencoba menyediakan jasa wedding organizer dan memulai bisnis kuliner.

Halalbihalal, Momen Kebersamaan dan Kekompakan HDCI Malang

Halalbihalal HDCI Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Malang menggelar halalbihalal bersama seluruh anggota dan keluarga, Senin (25/6) malam.

Momen guyub dan rukun terlihat dari semua yang hadir di Taman Indie Resto, termasuk para pelindung dan pembina dari jajaran Kapolres dan Dandim se-Malang Raya.

Sebagai wadah pecinta motor gede, acara ini dikatakan Ketua Harian HDCI Malang, Pratikno Gautama, sebagai langkah untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

“Ini salah satu bentuk kebersamaaan kami, apalagi ini masih momen Idul Fitri di Bulan Syawal,” katanya.

Pratikno Gautama menambahkan, diharap dengan acara ini bisa menambah kekompakan sesama anggota.

“Kegiatan sosial bisa ditingkatkan daripada tahun lalu. Kami juga akan terus sosialisasikan bagaimana berkendara dengan santun di jalan, no complaint no accident,” harapnya. (Der/Ulm)

Permadi, Cinta Paralayang Hingga Jadi Juara 1 Dunia

Permadi di sekolahnya (anja)
Permadi di sekolahnya (anja)

MALANGVOICE – Paralayang termasuk dalam jenis olahraga ekstrim yang memacu andrenalin. Paralayang dilakukan di daerah dataran tinggi dengan menggunakan alat khusus mirip layang-layang. Kegiatan paralayang diminati bukan sekedar memacu andrenalin saja, tapi juga sebagai ajang rekreasi.

Banyak orang tertantang mencoba paralayang, begitu juga dengan siswa kelas XII IPA 4 SMAN 9 Malang, Permadi Candra Buana. Permadi berparalayang karena terlanjur jatuh cinta sejak ayahnya, Sugeng Santosa memperkenalkannya pada jenis olahraga ini beberapa tahun lalu.

“Tepatnya sih tahun 2008 lalu. Karena ayah saya sering main paralayang. Saya jadi tertarik karena diajak ayah,” kata dia.

Saking cintanya, Permadi bisa dibilang sudah ketagihan dengan paralayang. Dalam sebulan, dia bisa delapan kali berparalayang di Batu.

“Ya kadang sama ayah, kadang sama temen. Kadang ya latihan. Latihannya sama ayah atau sama Yustira Ramadhani,” katanya.

Karena mahir, Permadi pun tertantang mengikuti kejuaraan paralayang. Setelah melalui serangkaian latihan, Permadi meraih juara 1 dalam kejuaran paralayang tingkat dunia di Lombok dan juara 1 tingkat Asia tahun 2016. September lalu, Permadi juga juara 1 di Pekan Olahraga Nasional 2016.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini masih tertantang untuk mengikuti aneka ajang lomba paralayang tahun 2017. Seusai Ujian Nasional, dia akan lebih giat berlatih.

Mbois! KKN 129 UMM Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Hidroponik

Kelompok KKN tengah mempersiapkan alat. (istimewa)

MALANGVOICE – Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan sistem hidroponik merupakan salah satu program kerja dari KKN kelompok 129 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilaksanakan di Dusun Krajan, Desa Ngadirejo Kecamatan, Kromengan, Kabupaten Malang.

Program kerja ini akan diadakan pada 5 Agustus 2016, pukul 09.00 WIB, diikuti Kepala Dusun Krajan, Sekertaris Desa Ngadirejo, mahasiswa KKN 129 Universitas Muhammadiyah Malang, dan masyarakat setempat.

Menurut Kordinator Desa KKN 129, Andre, program kerja ini diadakan karena masyarakat Desa Ngadirejo mempunyai rutinitas padat sebagai petani dari pagi hingga sore hari.

“Karena itu kami menggunakan sistem hidroponik ini agar masyarakat dapat mengefisiensi waktu dan tenaga,” katanya kepada MVoice.

Dia menambahkan, KRPL merupakan suatu langkah nyata yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan swasembada pangan.

“Penggunaan sistem hidroponik dipilih karena tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga juga dapat diterapkan oleh masyarakat kota,” imbuhnya.

Harapannya, dengan diadakan KRPL dengan sistem hidroponik, dapat menjadi langkah tegap untuk menciptakan Indonesia yang mandiri.

“Kedepan, masyarakat dapat memanfaatkan lahan secara ekonomis dan ramah lingkungan. Selain itu keuntungan dari sistem hidroponik adalah pemakaian pupuk lebih efisien, tanaman akan lebih mudah diganti, tanaman yang dihasilkan akan lebih bersih dan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin,” tutupnya.

Ofi Hidayat, Bangga Menjadi Alumni Ikom UMM

Ofi Hidayat (anja)

MALANGVOICE – Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah memasuki tahun ke- 30. Berbagai prestasi telah diukir. Fasilitas dan kualitas pembelajaran yang baik juga menjadi kesan tersendiri di benak alumninya. Salah satunya Ofi Hidayat, alumni Ikom UMM yang baru saja lulus tahun 2016 ini.

Mengambil fokus jurusan Public Relation, Ofi mengaku mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa selama berkuliah di Ikom UMM.

“Saya masuk Ikom awalnya karena ingin menghindari matematika. Ternyata setelah saya masuk, saya terkesan dengan dosennya yang supel dan sangat akrab sama mahasiswanya. Kakak tingkat saya juga selalu menginspirasi. Saya betah,” katanya kepada MVoice saat ditemui di acara perayaan ulang tahun Ikom UMM, Commpilation 2016 di Taman Sengkaling beberapa menit lalu.

Belajar di Ikom UMM merupakan perjalanan panjang sekaligus pencarian jati diri bagi Ofi. Selama berkuliah, ia bersyukur bisa bertemu teman-teman yang positif dan berkesempatan mengikuti berbagai perlombaan public relation hingga mewakili ke tingkat provinsi.

“Ikom UMM itu keren karena selama belajar, kita tidak hanya dituntut ngerti teori atau akademis, tapi langsung terjun praktik lapangan. Jadi kebanyakan materi praktik itu sangat berguna setelah lulus,” kata pria asal NTB yang mempersiapkan studi S2 nya ini.

Meski kuliah di Ikom seru, menurutnya tak semua materi kuliah mudah. Ada saja mata kuliah yang membuatnya pusing tujuh keliling.

“Yang susah itu belajar teori dan paradigma. Karana Ikom sendiri berawal dari berbagai disiplin ilmu khususnya ilmu sosial,” kata pria penggemar olahraga basket dan futsal ini.

Ofi berharap, Ikom UMM di usia ke-30 nya menjadi penyemangat dan motivasi bagi adik-adik tingkatnya untuk terus optimis mengukir prestasi. Ikom UMM juga harus terbuka dengan konsep-konsep ilmu baru western dan nonbwestern sehingga ilmu Ikom di UMM semakin menguat dan berkembang.

“Fasilitas sudah lengkap, semua alat di kampus ada, jadi kemauan belajar harus meningkat. Ingat, meski begitu mahasiswa tetap tidak boleh melupakan attitude dan etika,” tandas Ofi.

Pasukan Hamid Rusdi Menumpas Anasir-anasir PKI di Malang Selatan

Dari kiri:Kapten Suyono (Yono Gaplek) Komandan Kompi, Abdul Syarif (Komandan Batalyon, Slamet Hardjooetomo (Komandan Seksi-2)

MALANGVOICE – Situasi yang terjadi di lini-waktu sepanjang perang kemerdekaan nampaknya dimanfaatkan oleh Belanda untuk kembali melakukan Agresi Militer II. Suhu politik meningkat saat terjadinya Peristiwa Madiun 1948 (Madiun Affair), kemudian Tan Malaka dengan ‘Kawi Pact” di daerah Malang Selatan, belum lagi FDR-nya Amir Syarifuddin, serta gerakan anasir-anasir pemberontakan PKI Madiun di Donomulyo (Malang Selatan) dan di wilayah lainnya. Padahal di Jawa Timur sebagian pasukan RI bertugas di daerah status-quo dan sedang melaksanakan konsolidasi seusai Agresi Belanda I.

Pemerintah RI segera bertindak dengan cepat menjadikan Jawa Timur sebagai daerah istimewa dengan mengangkat Kolonel Soengkono sebagai gubernur militer. Saat itu Panglima Besar Jenderal Soedirman sedang sakit, sehingga untuk menumpas pemberontakan-pemberontakan dikomando oleh A.H. Nasution sebagai Panglima Merkas Besar Komando Djawa.

Kecepatan gerak oleh Combat Inteligence dilakukan untuk menangkal upaya-upaya penyebaran pengkhianatan. Di daerah Kepanjen, atas perintah Mayor Soedjanudji, Pranowo Hadiwidjojo dan pasukannya berhasil menangkap kurir dari Madiun yang akan menyampaikan pesan surat berasal dari pimpinan PKI Yogyakarta yang tertuju pada badan perjuangan tertentu di daerah Malang Selatan.

Dalam menyebarluaskan ideologinya, PKI tidak hanya mempengaruhi rakyat setempat, tapi disertai konsolidasi kekuatan militer. Di Donomulyo didirikan sebuah batalyon khusus pertahanan yang dipimpin oleh Tjokro Bagong yang disebut Batalyon Dji’in. Mereka juga melakukan intimidasi, sabotase, dan penyiksaan, seperti yang dialami oleh Hardjo Prajitno sinder persil Kali Telo yang sempat dikubur hidup-hidup, tetapi sempat diselamatkan.

Untuk melaksanakan tugas penumpasan ini, Brigade IV berkedudukan di Sedayu dibawah pimpinan Letkol Abdoel Rifai. Mobat I yang dipimpin Mayor Hamid Rusdi dari Turen menuju Bantur dan berjalan kaki ke Sumbermanjing Kulon. Dari siini, berangkat Seksi-2 Slamet Hardjoeoetomo dan Seksi-3 Tjokro Hadi dan berhasil merebut Donomulyo. Dibantu Kompi Depo Kapten Nailun Hamam yang kemudian datang, mereka melakukan pembersihan di Donomulyo, Kalitelo, Tumpakrejo, dan Telogosari. Seksi-3 bertugas melakukan pembersihan di desa-desa gunung Malang, Jolosutro dan sekitarnya.

Di saat yang sama, Kompi I Sulam Samsun dikirim ke Cepu untuk membantu pasukan lainnya dalam Peristiwa Madiun dan bertugas menguasai instalasi-instalasi minyak di Cepu. Kompi 2 Sabar Soetopo melakukan penumpasan di sekitar Turen-Dampit. Kompi Depo Kapten Nailun bergerak dari Wonosari, Pagak,Tumpakrejo diperkuat Kompi Polisi (MB Polisi).

Gejolak di Donomulyo pada akhirnya dapat ditumpas oleh kesatuan-kesatuan dari Hamid Rusdi dan Wachman, dan pasukan dari Kompi Suyono. Mereka digrebeg sewaktu mengadakan rapat massa di persil Kali Telo dipimpin Tjokro Bagong yang bertujuan mempersiapkan penyambutan terhadap rencana kudeta di Madiun. Batalyon Dji’in berhasil dilucuti oleh Mayor Hamid Rusdi. Tjokro Bagong tertangkap di di daerah hutan Jolosutro, lalu dibawa ke Talangagung dan dipindahkan ke Turen, sementara anasir PKI lainnya melarikan diri ke Blitar Selatan.

Operasi di Donomulyo berjalan lancar berkat bantuan masyarakat. Pemeriksaan terhadap penduduk dilakukan di daerah basis PKI. Orang-orang PKI yang dianggap kelas ringan dibawa ke tempat tahanan di Suwaru,Gondanglegi, dan yang dianggap kelas berat dan membahayakan bangsa di tahan di daerah Petung Ombo, persil kopi di daerah Dampit.

Tugas penumpasan anasir-anasir PKI di Malang Selatan telah ditunaikan. Cobaan dan tantangan belum selesai. Pasukan RI kembali berkonsolidasi, menyatukan kembali semangat dan memusatkan perhatian untuk kembali menghadapi pasukan Belanda. (idur)

Inovasi Varian Susu, Mahasiswa UMM Kenalkan Rasa Taro Unik

Daniar (kanan) dan bisnisnya

MALANGVOICE – Makin meningkatnya kebutuhan akan susu, Daniar Lustiaji, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ingin ikut meraup rezeki di dalamnya. Namun ia sadar, berinovasi dengan menawarkan berbagai varian sangat dibutuhkan, agar komsumen tidak bosan.

Dream Milk
Dream Milk

Kini dia menawarkan susu rasa umbi talas atau dikenal dengan nama taro. Idenya berawal dari hobinya meminum susu dan iseng membuat susu rasa taro. Ternyata laris manis di pasaran, karena rasanya yang unik dan lezat.

Dream Milk, demikian nama produknya, kini mensuplai ke kios-kios dan kantin kampus, hingga mendapat omzet jutaan. Setahun lalu ia sempat membuka kios di Jalan Tlogomas, tapi ternyata kurang efektif.

Kepada MVoice, Daniar menjelaskan, bisnis susu ini ia awali dengan menyisihkan uang jajan, selanjutnya digunakan untuk modal berjualan susu. Dia memang ingin meringankan beban orang tua yang masih harus membiayai kuliahnya, juga adiknya.

Kios Dream Milk
Kios Dream Milk

“Jadi spiritnya untuk bantu orang tua, apalagi adik saya juga kuliah, tentu berat sekali. Saya sendiri ingin terjun dan praktek bisnis sejak dini, syukur kalau bisa sukses di usia muda,” jelasnya.

Menurutnya, berbisnis susu memang peluang bagus, tapi risikonya juga besar.

“Banyak permintaan akan susu, karena minuman yang menyehatkan. Jadi gak akan surut. Tapi risikonya juga besar, karena susu mudah basi. Nah, penanganannya harus intensif. Makanya saya ambil susu dari peternak lokal, sehingga bisa dikontrol kualitasnya,” ujarnya.

Untuk kualitas produknya, saat ini Daniar bekerja sama dengan kampus tempatnya menuntut ilmu, UMM, untuk pengurusan sertifikasi SNI.

Kepada nawak-nawak muda, ia berpesan, memulai sesuatu jangan melihat profit dulu, karena pengalaman lebih penting. Karena pengalaman mahal harganya.

“Pengalamanmu adalah profitmu, jadi langsung action!,” pesannya bersemangat.

Wow, Irama Keroncong Ikut Mengalun di Konser Rockestra

Mukti Rianto

MALANGVOICE- Penonton Konser Kebangsaan Rockestra di Hall UB TV, Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (UB), Sabtu malam ini, bakal mendapat suguhan genre yang relatif lengkap. Alunan irama keroncong dengan iringan orkestra memang ikut tampil.

Saat geladi bersih, beberapa menit lalu, Mukti Rianto dari Kosantos Band mendendangkan komposisi keroncong berjudul ‘Jali-jali’.

Mukti Rianto adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) Universitas Negeri Malang (UNM). Dia juga vokalis sekaligus ‘Cak’ dari Kosantos band, yang digawangi Ganes (drum), Shandy (bass), Eka (gitar), Krisma (cuk), dan Hardi (cello).

Mukti mengaku sudah lama suka musik keroncong. “Saya suka keroncong sejak dulu. Saya terinspirasi dari keroncong Larasati itu lho, mbak,” katanya kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Penampilannya bersama grup band pada Konser Kebangsaan Rockestra kali ini membawa kebanggan tersendiri, dan kali pertama ia tampil diiringi orkestra.

“Saya seneng sekali mbak. Menyanyi diiringi band aja seneng, apalagi orkestra. Ini pertama kali pengalaman nyanyi diiringi orkestra,” katanya.

Penggemar Superman Is Dead ini berpesan kepada kawula muda Malang agar terus berkarya, dan jangan malu mencoba.-

‘’Penting Bagi Kemajuan Daerah’’

‘’Asal akurat dan obyektif beritanya, tidak butuh waktu lama diterima di tengah-tengah masyarakat. Sebagai warga Malang pastinya menyambut baik, media anyar yang sesuai dengan kemajuan teknologi. Berita yang dimuat adalah berita yang bisa membuat masyarakat Malang Raya termotivasi untuk berkarya dan berbuat positif. Sehingga masyarakat tidak hanya sekadar menerima informasi  tetapi juga terdorong untuk melakukan hal positif, dan mengawal program pemerintah.  Bagaimanapun pers penting bagi kemajuan suatu daerah.’’

Komunitas