VIDEO: Desainer Perlu Waktu 12 Tahun Ciptakan Batik Mandara Malang

Lisa Oktarina. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Pembuatan Batik Mandara membutuhkan waktu riset selama 10 tahun. Masing-masing motif bisa memakan 2 tahun waktu pengerjaannya.

Desainer motif, Lisa Oktarina, mengatakan, proses itu cukup panjang mengingat menciptakan motif batik Mandara memerlukan riset terlebih dahulu.

Setiap motifnya diambil dari motif yang ditemukan arkeolog di berbagai candi di Singosari, Malang. Soal warna, Lisa tidak asal pilih. Tentu dicocokkan dengan nilai filosofi batik itu sendiri.(Der/Yei)

Simak cerita Lisa Oktarina dalam video berikut!

BNN Kota Malang

VIDEO: Darurat Popok Bayi di DAS Brantas

MALANGVOICE – Sampah popok bayi membanjiri sepanjang Daerah Aliran Brantas. Hulu Brantas sendiri berada di Kota Batu dan hilir Brantas di Kota Surabaya.

LSM Lingkungan Hidup (Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah) menyebut, banyaknya sampah popok bayi menyebabkan ikan mengalami interseks atau berjenis kelamin ganda. Selain itu, juga menurunkan kualitas air.

“Popok bayi kan tidak bisa didaur ulang. Sehingga sangat berbahaya bila dibuang ke sungai,” kata Koordinator Brigade Kuapok Ecoton, Azis, ketika melangsungkan aksi di depan Balai Kota Malang, Rabu (30/8).

Jumlah popok yang mencemari Sungai Brantas mencapai 7,5 ton setiap harinya. Perlu ketegasan pemerintah dalam hal ini.

Pemerintah didesak menyiapkan tempat sampah khusus untuk popok, sehingga popok tersebut nantinya langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).(Der/Yei)

BNN Kota Malang

VIDEO: Kota Batu Punya Pesantren Rakyat

Peresmian pesantren rakyat yang dihadiri oleh Wali Kota Batu, tokoh NU, tokoh Muhammadiyah, serta tokoh lintas agama. (istimewa)

MALANGVOICE – Kata pesantren identik sakral di telinga masyarakat. Kini Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum yang berada di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan, Kota Batu mengemas itu semua dengan sebutan ‘Pesantren Rakyat’, Kamis (31/1).

Dikemas dengan sesederhana mungkin tetapi tetap mempertahankan karakter madrasah di era revolusi 4.0 ini. Menggunakan pendekatan pelestarian alam dan mengikuti kebutuhan religi rakyat.

Pesantren Rakyat ini menggunakan lahan seluas 1.665 meter persegi dan merupakan tanah wakaf dari Khomsatun. Untuk bangunannya di sana menggunakan minim bahan beton, tetap menggunakan bangunan tapi berupa gubuk yang terbuat dari kayu.

Kepala Sekolah MI Bahrul Ulum, Ulul Azmi Lutfi menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Rakyat ini merupakan pengembangan madrasah dan cabang dari Pesantren Rakyat yang berpusat di Sumberpucung, Kabupaten Malang.

“Kita ingin menyederhanakan arti pesantren yang begitu sakral dan tampak menakutkan di masyarakat. Yang nanti santrinya adalah rakyat. Sasaran awal kita adalah ibu-ibu yang mengantarkan anaknya sekolah, ke depannya juga adalah siswa kita sendiri,” jelasnya.

Peresmian Pesantren Rakyat ke 132 ini dilakukan oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Dan diadiri juga tokoh NU seperti Gus Sirodjudin, tokoh Muhammadiyah Nurbani Yusuf, serta tokoh lintas agama.

Dalam kesempatan itu, Dewanti mengucapkan selamat atas berdirinya Pesantren Rakyat ini.

“Saya sebagai wali kota seperti mendapatkan rezeki, beberapa kali saya sudah meresmikan Pondok Pesantren. Pendidikan Dasar sangat penting untuk anak-anak kita, Pemkot Batu mendukung, niat baik mendidik Insya Allah barokah,” pungkasnya. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

VIDEO: 43 Tahun, Godbless Masih Saja Menggelegar

MALANGVOICE – 43 tahun sudah Godbless meramaikan blantika musik rock tanah air. Hari ini, ketiga personel Godbless Ian Antono, Ahmad Albar, dan Donny Fattah, meramaikan Godbless Cafe 2, sekaligus memperkenalkan album terbaru mereka Cermin 7 yang mengusung 3 single baru dan 9 lagu dari album lama dengan kemasan lebih segar.

BNN Kota Malang

VIDEO: Obor Asian Games 2018 Disemayamkan di Balai Kota, Antusiasme Masyarakat Luar Biasa

Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin membawa obor Asian Games 2018. (Mvoice)
Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin membawa obor Asian Games 2018. (Mvoice)

MALANGVOICE – Obor api abadi Asian Games 2018 sudah tiba di Balai Kota Malang, Jumat (20/7) sekitar pukul 18.30 WIB.

Obor yang dinyalakan dari api abadi India dan Mrapen itu mampir di Makam Bung Karno, Blitar pagi tadi. Setelah itu dibawa melewati Kabupaten Malang dan terakhir bersemayam di Balai Kota Malang sebelum dibawa ke Gunung Bromo.

Tiba di Malang, obor Asian Games 2018 itu sudah disambut warga. Mereka bahkan sampai meluber di sisi jalan raya. Belum lagi yang menunggu di depan Balai Kota Malang.

Sesampainya di Kacuk, obor diserahkan ke Forkopimda Kota Malang, seperti Dandim 0833/Kota Malang, Sekda, Kapolres Malang Kota dan instansi lain. Setelah itu secara estafet dibawa belasan atlet menuju Balkot.

Tiba di Balkot, KSAL Laksamana TNI Siswi Sukma Adji menyerahkan obor ke Plt Wali Kota Malang, Sutiaji yang sudah bersiap di panggung utama.

Dalam sambutannya, Sutiaji mengaku bangga Kota Malang bisa disinggahi obor Asian Games.

“Arek Malang harus bangga karena karena dipilih untuk menggelorakan cinta olahraga, sesuai dengan slogan kita, salam satu jiwa,” kata Sutiaji.

Obor tersebut kemudian disemayamkan semalam sebelum dibawa ke Gunung Bromo pada pukul Sabtu (21/7) dini hari.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

VIDEO: Family Day Pemkot Malang

MALANGVOICE-Dalam rangka Ultah ke-44 Korpru serta hari jadi ke-16 Dharma Wanita, Pemerintah Kota Malang menggelar jalan sehat bersama dengan tema Family Day Jalan Sehat Keluarga. Ribuan warga berkumpul di depan Balaikota, menunggu pembagian dorprize yang disediakan panitia usai jalan sehat.

BNN Kota Malang

VIDEO: Peran Si Tampan dan Si Cantik di Film EL Awal Mei Nanti

MALANGVOICE – Achmad Mergantara dan Aurelia merupakan peran pertama film EL. Film ini diangkat dari karya novel fiksi yang sempat populer di Watpadd. Keduanya sedang promo film di berbagai kota di Indonesia termasuk Malang.

Aurelie mengajak masyarakat Kota Malang agar tak ketinggalan menonton penayangan perdana film EL di layar lebar 9 Mei nanti.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

VIDEO: Spiderman Halau Pengendara Sepeda Motor Melintas Fly Over di Kota Malang

MALANGVOICE – Superhero manusia laba-laba atau Spiderman saat ini memang lagi nge-trend. Selain hebat dalam melawan musuh, aksinya yang kocak sering membuat decak kagum penggemarnya.

Tak hanya di dunia film saja, kali ini aksi Spiderman ada di Kota Malang. Akan tetapi, ia tak melawan musuh seperti pada cerita sesungguhnya. Melainkan mengatur lalu lintas.

Dengan sukarela Bang Ziz, panggilan akrabnya, mengatur laju pengendara sepeda motor di fly over Jalan Ahmad Yani, Selasa (18/7).

Aksinya sengaja dilakukan di jalan fly over lantaran masih banyak pengendara sepeda motor yang melanggar. Padahal, larangan bagi roda dua terpasang jelas di pintu masuk jembatan layang, baik dari arah Malang-Singosari dan sebaliknya.

Kegiatan Bang Ziz ini sontak menarik perhatian pengendara lalu lintas. Bagaimana aksi Spiderman asal Kota Malang ini?


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang

VIDEO: Hujan Lebat, Tanah Jembatan Kwansang Bergeser

MALANGVOICE – Pasca hujan lebat, kemarin, sejumlah tanah bergerak beberapa centi, hingga berimbas pada bergesernya tanah pondasi Jembatan Kwansang yang menghubungkan Sawojajar dengan Rampal.

BNN Kota Malang

VIDEO: Beginilah Cara Kerja Alakantuk: Bantal Anti Kantuk

MALANGVOICE – Alakantuk atau Bantal Anti kantuk adalah ciptaan 3 mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (FT UB). Mereka adalah Wahyu Tsary Naufal, Asri anjasari, Prayoga Bintang Primawan, Teknik Mesin 2016.

Ketua tim Alakantuk, Wahyu menjelaskan cara kerja alat tersebut yang cukup sederhana. Pertama sensor denyut nadi dipasang ke pergelangan tangan. Orang yang mengantuk memiliki denyut nadi lemah sehingga akan dideteksi oleh sensor. Sensor mengirimkan sinyal melalui bluetooth ke alat motor servo. Motor servo yang disenyapkan di dalam bantal akan bergetar sebesar 60hertz.

“Getaran ini cukup mengagetkan. Jadi siapapun yang mengantuk akan kaget dengan getarannya,” kata Wahyu.(Der/Yei)

BNN Kota Malang