Mahasiswa Ingin Wirausaha, Ini Tipsnya!

Mahasiswa dan usahanya (anja)

MALANGVOICE – Selagi muda jangan takut berwirausaha. Begitu dikatakan Desi Suci, pemilik usaha kerajinan limbah kaca Herbochi Creative Store, di Kota Batu.

Nah, untuk melangkah menjadi usahawan, menurut dia, harus punya ide, dan jangan takut risiko rugi. Untuk itu, dia pun berbagi tips, seperti ini:

1. Sesuai Disiplin Ilmu

Kreativitas bisa dibangun dari disiplin ilmu. Misal, jika mahasiswa jurusan perternakan, bisa mencoba membuka usaha perternakan sekaligus menjadi objek penelitian. Mulai sekarang analisa usaha apa yang kira-kira diminati.

2. Seminar Kewirausahaan

Banyak hal non akademis yang bisa dipelajari. Ikuti seminar kewirausahaan agar dibekali dengan kiat-kiat memulai usaha, bagaimana agar bisa hidup sukses. Di seminar, kita bisa menemukan banyak teman baru yang memiliki minat sama untuk berbagi pengalaman dan informasi.

3. Kebutuhan Mahasiswa

Sebagai mahasiswa, kenali pangsa pasar bisnis. Membuka usaha sesuai dengan mahasiswa, adalah cara memulai usaha karena lingkungan kita pasti kebanyakan mahasiswa.

4. Rajin Menulis

Jika kekurangan modal, cobalah menulis proposal kewirausahan atau mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah seperti PKM (Program Kreativitas mahasiswa ) di bidang kewirusahaan. Karya yang terpilih akan didanai oleh pemerintah.

5. Pantang Menyerah

Kunci dari keberhasilan adalah sifat pantang menyerah. Memulai usaha sendiri pasti mengalami banyak masalah dan rintangan. Jadi, jangan cepat berputus asa dan terus mencoba. Gagal sekali bukan berarti gagal selamanya.-

AgeLoc Galvanic Spa, Solusi Facial Rumahan Hasil Maksimal

Pengunjung mencoba facial ageLOC. (Shuvia Rahma)

MALANGVOICE – Tak hanya memberikan konsultasi gratis, Invitation for G-Spot yang digelar di Bali Cafe Matos juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mencoba facial dengan memakai alat ageLOC Galvanic Spa.

Facial kit yang dikembangkan para ahli Amerika itu memberikan banyak kemudahan, di antaranya memangkas waktu treatment facial dari hitungan jam menjadi beberapa menit saja.

Owner Kirana Janary Treatment, Putu Yuly Ratna Hapsari, menjelaskan, facial itu hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh menit.

Teknologi yang dipakai ageLOC Galvanic Spa adalah gelombang galva. Teknologi ini sejatinya sudah dipakai sejak 50 tahun lalu, namun dengan mesin yang besar dan rumit, sehingga dibutuhkan ahli estetika untuk pengoperasiannya.

“AgeLOC ini dibuat lebih simple. Mesin portable hanya sebesar genggaman tangan,” kata Yuly.

AgeLOC Galvanic Spa lanjut Yuly memiliki beragam fungsi, yaitu meremajakan kulit, mengurangi kerutan dan meningkatkan elastisitas kulit.

“Teknologi galva memiliki ion positif dan negatif yang secara bersamaan akan menarik kotoran wajah sekaligus memasukkan serum yang bermanfaat bagi kulit,” jelasnya.

Karena bentuknya yang praktis dan mudah dioperasikan, ageLOC bisa menjadi alat yang efektif untuk facial di rumah.

Yuly menambahkan, alat ini bisa didapatkan dengan harga Rp 4,2 juta. dalam paket penjualannya terdapat alat facial, spray moisturizer, dan serum gel perawatan yang terdiri dari detox dan nutrisi.

“Bisa didapatkan saat ini di event Invitation for G-Spot. Jika membeli di lain hari, bisa langsung melakukan pemesanan ke Kirana Janary di nomor telepon 08123815722,” urainya.

Kelebihan Lemak? Hindari Gorengan!

Pengunjung mall berkonsultasi dengan salah satu ahli dari Kirana Janary Skin Care. (Shuvia Rahma)

MALANGVOICE – Konsultasi gratis yang digelar di Bali Cafe Matos mendapat sambutan hangat dari pengunjung mall, khususnya kaum Hawa. Cara menghilangkan selulit, menetralkan kadar lemak tubuh, hingga cara mengurangi flek wajah, menjadi pertanyaan yang banyak diajukan tamu.

“Ada tamu yang kelebihan kadar lemak di bagian bawah lengan. Setelah ditelurusi pola makannya, ternyata penyebabnya adalah pengolahan makanan,” kata Ahli gizi, Yuni Lisa Rukmana Amd Gz.

Ia mengatakan, untuk mengatasi lemak, hal pertama yang disarankan adalah mengurangi konsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng. Selain itu, Yuni juga menyarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih.

“Termasuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta mulai membiasakan olah raga, setidaknya seminggu tiga kali,” kata Yuni.

Konsultasi gratis yang digelar di Bali Cafe saat ini merupakan upaya dari Kirana Janary Skin Care untuk membantu para perempuan mencari solusi atas permasalahan kesehatan dan kecantikan.

Selain memberikan konsultasi secara cuma-cuma dengan mendatangkan ahli, Kirana Janary juga memberikan tes kesehatan gratis serta facial dengan menggunakan alat ageLOC Galvanik Spa.

Diet Mayo Tak Disarankan untuk Pasien Degeneratif

Ahli gizi lulusan Poltekkes Kemenkes Malang, Yuni Lisa Rukmana Amd.Gz (Shuvia Rahma)

MALANGVOICE – Diet mayo saat ini menjadi pembicaraan di kalangan kaum hawa. Diet jenis ini menjanjikan hasil penurunan berat badan hingga 6 KG dalam jangka waktu 15 hari.

Jika dilihat dari kesehatan, diet jenis ini termasuk ekstrim karena penurunan berat badan berlangsung cukup singkat. Menurut ahli gizi lulusan Poltekkes Kemenkes Malang, Yuni Lisa Rukmana Amd Gz, diet mayo sebisa mungkin dilakukan di bawah pengawasan ahli yakni Ahli gizi atau dokter spesialis gizi.

“Diet ini menganjurkan pola konsumsi yang menghindari garam, membatasi minyak dan gula. Sehingga pola pengolahan makanannya lebih banyak rebus, panggang atau steam,” rinci Yuni.

Pola diet tersebut menurut perempuan berjilbab ini hanya bisa dilaksanakan setahun sekali. Selain itu, disarankan diet jenis ini tidak dilakukan oleh orang-orang dengan penyakit tertentu seperti diabetes, hepatitis, kanker, atau gastritis akut.

“Dengan kata lain, tidak dianjurkan untuk penderita penyakit degeneratif,” tegas dia.

Untuk melaksanakan diet mayo, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Usia, jenis kelamin, berat badan, tingkat kesibukan atau aktivitas, hingga riwayat kesehatan.

Faktor tersebut menjadi penting sebab jika ternyata tidak cocok, maka tubuh akan melakukan protes yang indikatornya antara lain, gampang emosi, mudah marah, pusing, hingga timbulnya penyakit maag.

“Karena adanya perubahan pola konsumsi, maka biasanya tubuh akan shock. Bisa jadi yang dulu nggak kena maag, sekarang menderita maag karena perubahan pola konsumsi yang dilakukan secara mendadak serta tanpa pengawasan ahlinya,” kata dia.

Mahasiswa ke Luar Negeri, Siapa Takut!

Dea di Korea (Baju merah paling kanan).(anja)

MALANGVOICE – Sudah banyak mahasiswa pergi keluar negeri, baik untuk mengikuti program internasional, pertukaran pelajar, kuliah, atau sekedar jalan-jalan.

Yang pasti, pernah mengalami culture shock, yakni keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan tempat barunya, cenderung gelisah, dan sulit mengenali hal yang baik dilakukan atau tidak.

Deassy Rizky Syahputri, misalnya, mahasiswa Teknik Industri Universitas Brawijaya yang pernah pergi ke Korea selama 1.5 bulan, menjadi asisten guru Internasional.

Ke Korea adalah pengalaman pertama kali ia pergi keluar negeri. Di sana ia kaget melihat tingkat kedisiplinan masyarakatnya yang sangat tinggi.

Begitu juga saat berpergian menggunakan transportasi umum, ia sempat kesulitan, karena fasilitas yang serba canggih, seperti kereta api.

“Naik busway saja saya bingung, di Korea malah lebih canggih. Saya sampai kebingungan dan bertanya pada orang setempat menggunakan bahasa isyarat, yang saya tanya tidak bisa ngomong Inggris,” ujarnya tertawa.

Sebab itu, Dea, begitu ia biada disapa, memberikan beberapa tips agar mahasiswa Indonesia tidak mengalami culture shock di luar negeri, yang dirangkum Mvoice sebagai berikut:

1. Lakukan Riset
Browsing semua informasi tentang negara yang dituju dan apa kebiasaan orang negara itu. Informasi bisa didapat dari internet, majalah, buku atau tanya pada orang yang pernah ke luar negeri. Cari informasi ihwal sistem transportasi, peta, bahasa, kebiasaan penduduk asli, makanan, dan tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi.

2. Bawa Makanan Indonesia
Agar tidak kangen rumah, bawa saja makanan Indonesia yang ringan dan awet, seperti abon, kecap, saos sambal, atau mie instan.

“Sebenarnya makanan Indonesia bisa didapat di toko makanan internasional setempat, tapi harganya terlalu mahal untuk kantong mahasiswa.” imbuh Dea.

3. ‘Live like locals’
Ikuti kebiasaan warga lokal. Gunakan transportasi dan fasilitas umum di sana. Jangan segan bertanya. Amati kebiasaan mereka ketika menyapa orang, atau kebiasaan mereka seperti selalu menghormati orang yang lebih tua, dan patuhi peraturan setempat.

4. Kuatkan Iman dan Mental
Tinggal di negri orang banyak godaan. Salah satunya pergaulan bebas, kebiasaan minum minuman beralkohol dan berpesta. Sebagai mahasiswa, sebaiknya kuatkan apa niat awal Anda keluar negeri. Meski harus hidup seperti orang lokal, bukan berarti semua budaya diserap mentah-mentap. Beberapa kebiasaan buruk warga setempat sebaiknya tak perlu ditiru, apalagi dibawa pulang ke Indonesia.

5.Rekam dan Catat, Lalu Terapkan
Pergi keluar negeri lebih baik jika ditulis atau diabadikan melalui foto. Jadi, rekam jejak pengalaman sebanyak mungkin, agar bisa dibagikan ke teman-teman di Indonesia. Kebiasaan yang baik dari negri orang, terapkan di Indonesia.

6. Perbanyak Teman
Rasa kangen keluarga biasanya timbul jika Anda tidak banyak memiliki aktivitas atau teman. Jadi perbanyaklah teman dan ramah dengan semua orang yang ditemui. Biasanya penduduk lokal senang membantu mahasiswa asing untuk lebih mengenal kebudayaan negara mereka.

“Kalau banyak teman, biasanya mereka pasti mengajak jalan-jalan ke tempat yang seru-seru,” jelas Dea.

7. Manfaatkan Teknologi
Di luar negeri banyak wifi sudah tersedia gratis. Siapkan aplikasi Android atau iPhone untuk membantu. Seperti aplikasi Maps, Skype, atau aplikasi-aplikasi kamus elektronik.

8. Adaptasi
Mau tak mau, kemampuan beradaptasi adalah kunci. Pada akhirnya, ketika pulang nanti, kita pasti akan merindukan teman-teman dan suasana dan dosen pengajar di negara itu.

Wajah Kesat Tak Berarti Bersih

Sensasi kesat pada wajah saat pemakaian sabun cuci muka diakibatkan oleh hilangnya kelembaban wajah. (Ilustrasi/istimewa)

MALANGVOICE – Menjaga wajah tetap bersih adalah cara paling simple, mudah dan efektif untuk menjauhkan wajah dari berbagai gangguan. Ada berbagai pembersih yang beredar di pasaran, mulai dari yang dua langkah, satu langkah, hingga face foam atau sabun pembersih muka.

Pembersih dua langkah, bisa dikatakan cukup efektif mengangkat kotoran maupun sisa kosmetik pada wajah. Praktisi kesehatan dan kecantikan, Dr Nanditya Ika Faramita MMRS, menjelaskan, indikasi wajah telah bersih adalah ketika kapas yang dipakai untuk membersihkan wajah tetap berwarna putih ketika diusapkan pada wajah.

“Setelah dibersihkan, cuci dengan air,” saran dokter berkacamata tersebut.

Ia mengatakan, untuk memilih sabun wajah, sebaiknya menghindari sabun yang meninggalkan sensasi kesat pada wajah. Bagi sebagian perempuan, kesat adalah indikasi bersih, padahal sejatinya sensasi tersebut timbul karena hilangnya kelembapan wajah.

“Pembersih yang benar tidak menimbulkan rasa kesat pada wajah,” ucap Dita, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, selain dibersihkan, wajah juga harus dijauhkan dari stress yang diakibatkan oleh paparan sinar ultraviolet dari matahari atau asap kendaraan bermotor yang memicu penuaan dini.

“Beri nutrisi pada wajah, vitamin E. Kemudian istirahatlah dengan cukup agar sel kulit bisa berregenerasi dan lakukan pemijatan pada wajah,” kata dokter yang membuka praktik di jl Aluminium no 9 tersebut.

Pemijatan pada wajah memiliki banyak fungsi, diantaranya memperlancar pembuluh darah, mempercepat regenerasi kulit sehingga memperlambat timbulnya kerut halus pada wajah.

Awas! Jangan Sembarangan Suntik Vitamin C

Dr dita

MALANGVOICE – Rida Ayu Nabila Kusumawardani, mahasiswi Universitas Brawijaya ini mengaku sangat ingin memiliki kulit putih. Ia pun tergiur untuk mencoba perawatan suntik vitamin C seperti yang dilakukan teman-teman sebayanya di kampus agar kulit cokelatnya bisa terlihat putih.

“Teman-teman banyak yang suntik vitamin C. Memang terlihat putih sih. Jadi pengin banget mencoba,” kata sulung dari tiga bersaudara tersebut.

Menurut praktisi kesehatan dan kecantikan, Dr Nanditya Ika Faramita MMRS, suntik vitamin C sejatinya merupakan tindakan medis untuk pemulihan pasca operasi. Karena itulah, tindakan tersebut harus berada di bawah pengawasan dokter.

“Suntik vitamin C harus dilakukan oleh dokter yang memiliki pengetahuan tentang dosis aman penggunaan Vitamin C. Sebab jika melebihi dosis, efeknya bisa berbahaya,” tegas dokter yang prakek di jl Alumunium no 9 tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Dita ini menjelaskan, dosis suntik vitamin C maksimal 1000 mg dan periodenya dilakukan paling cepat enam bulan sekali. Pasalnya, kandungan vitamin C yang terlalu tinggi pada tubuh akan membuat kerja ginjal menjadi berat dan memacu timbulnya penyakit gagal ginjal.

“Vitamin C memiliki fungsi sebaga ianti oksidan yang merangsang pembentukan sel baru. Memang bagus. Masalahnya, tubuh hanya mampu menyerap vitamin C sebanyak 500 mg. Jika lebih dari itu, maka akan dibuang melalui ginjal,” urainya.

Jika suntik vitamin C dilakukan terus menerus, maka efeknya akan timbul batu ginjal dimana jika teruskan, maka akan terjadi gagal ginjal.

Krim Pemutih Kikis Kulit Seperti Ampelas

dokter dita

MALANGVOICE – Bagi sebagian perempuan Indonesia, putih adalah simbol cantik. Tak heran jika kemudian di pasaran banyak beredar krim-krim pemutih berbagai merek yang menawarkan kulit putih dalam waktu yang instan.

Praktisi kesehatan dan kecantikan perempuan, Dr Nanditya Ika Faramita MMrs, mengatakan, seringkali perempuan membeli produk pemutih kulit tanpa melihat dulu kandungan di dalamnya.

Padahal, tak sedikit dari produk kecantikan tersebut yang mengandung komposisi berbahaya karena dibuat tanpa resep dokter.

“Yang ditawarkan adalah kulit putih instan. Padahal itu berbahaya. Penggunaan beberapa zat kimia pada kulit secara terus menerus justru akan menimbulkan flek hitam, peradangan dan berakhir dengan kanker kulit,” kata perempuan berjilbab tersebut.

Ia menjelaskan, kulit memiliki beberapa lapisan. Penggunaan krim menurut anjuran dokter biasanya disarankan seminggu dua kali. Sayangnya, karena ingin tampil cantik, maka dipakailah setiap hari.

Pada proses tersebut kemudian terjadi peradangan pada kulit. Krim pemutih bekerja seperti ampelas, dimana dia akan mengikis kulit sehingga terjadi penipisan.

Lapisan terluar kulit yang biasanya melindungi tubuh dari paparan ainar matahari, akan mwnipis dan hilang.

Efek yang bisa dilihat adalah, wajah yang lebih putih, mengilap, cenderung kemerahan karena mengalami peradangan dan timbul flek hitam.

“Apabila kulit terkikis, maka dia akan lebih sensitif. Jika diteruskan, maka akan terjadi kanker kulit,” tegas dia.

Pemakaian krim pemutih sejatinya diperbolehkan, hanya saja perlu diperhatiakn beberapa hal, seperti mencari produk yang telah mendapatkan label dari BPOM.

“Jika sudah dilabeli BPOM berarti dia aman untuk dipakai karena sudah melalui uji klinis,” kata dia.

Selain itu, sebaiknya konsultasikan produk kecantikan tersebut dengan dokter yang berkompeten di bidangnya. Konsultasi menjadi sangat penting karena bisa jadi, ada kandungan dalam produk kecantikan yang membuat alergi.

“Produk kecantikan alami kadang juga bisa membuat alergi. Jadi peran dokter dalam memilih produk pemutih kulit sangat penting,” imbuhnya.

Ingin Pohon Pisang Berbuah Lebih Cepat, Ini Dia Caranya!

Imam dan Pohon PIsang hasil percobaan (anja)

MALANGVOICE – Kita mungkin telah mengenal sistem pembanyakan vegetatif tanaman seperti mencangkok, sambung, dan stek.

Ternyata, ada metode lain yang bisa digunakan untuk mempercepat pertumbuhan buah pada tanaman.

Seorang lulusan jurusan Pertanian FPP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencoba mengembangkan teknik baru dalam budi daya tanaman pisang.

Dia adalah Imam Rosyadi dan membuktikan bahwa teknik pelubangan batang bisa menumbuhkan bakal buah lebih cepat dari pohon pisang biasa.

Ditemui MVoice di Kebun Pertanian FPP, UMM, dia menjelaskan, inspirasinya berasal sebuah postingan Facebook tentang teknik pengembangan tanaman dengan cara pelubangan yang dilakukan orang luar negeri.

Karena di Malang atau mungkin di Indonesia belum pernah mencoba teknologi demikian, ia pun mencoba mengimplementasikannya pada sebuah pohon pisang ambon di kebun Pertanian FPP, UMM.

“Tiga minggu pertama saya putus asa. Kok tidak ada tanda-tanda muncul bunga. Kayaknya gagal ini. Lalu saya tidak pernah lagi datang melihat kondisi pisang tersebut karena saya pulang kampung ke Kediri,” ujarnya.

Satu setengah bulan kemudian ia kembali ke Malang dan kagetnya bukan main, karena ontong pisang muncul tepat di batang yang ia lubangi. Ontong tersebut tumbuh sepanjang 40 cm.

Keberhasilan percobaan itu menginspirasi dosen Pembantu Dekan 3 Fakultas Pertanian dan Pertenakan UMM, Henik Sukorini PHd. meminta Imam melakukan perlakuan serupa pada 4 pohon pisang liar di lahan UMM seluas 7.000 meter persegi.

Berikut cara melakukan pelubangan pada pohon pisang:

1. Pertama, singkirkan daun-daun dan pelepah pisang yang sudah tua dan mengering.

2. Buat lubang dengan ukuran sekitar 8 x 20 cm pada batang pisang. Lubang dibuat tepat di tengah-tengah pohon. Lubang yang dibuat harus cukup dalam sampai hati pohon pisang terlihat.

Melubangi Pohon PIsang (anja)
Melubangi Pohon PIsang (anja)

3. Setelah dilubangi, tanaman harus dipantau selama 4-5 hari karena pertumbuhan hati pisang sangat cepat.

4. Jika hati pisang sudah terlihat tumbuh, bengkokkan hati pisang keluar lubang. Jika perlu sisipkan kayu atau papan triplek di atas hati pisang untuk mencegahnya tumbuh ke atas.

 Buah tumbuh cepat dan tidak tinggi (anja)
Buah tumbuh cepat dan tidak tinggi (anja)

5. Tunggu sampai bunga pisang berubah menjadi bakal buah kecil yang berwarna ijau. Demikian, bagian putih-putih pada bakal pisang harus dibuang agar tidak menguras cadangan makanan pada buah.

6. Bakal buah ini harus di bungkus dengan karung beras (plastik).

7. Tidak perlu melakukan perawatan khusus. Lakukan perawatan normal seperti menyiram dan membersihkan daun dan pelepah kering.

Pisang berbuah normal (anja)
Pisang berbuah normal (anja)

Dengan metode seperti ini, pisang bisa dipersingkat waktu berbuahnya. Soal memetik buah pisang juga tidak akan rumit karena buah pisang muncul di bagian tengah pohon yang relatif bisa dijangkau. –

Peringati Hari Hak Asasi Manusia, M Nasai Gelar Pameran Foto

Poster pameran foto "Mereka Bukan Pahlawan" (istimewa)

MALANGVOICE – Keteguhan, keiklasan, kesedihan, dan keceriaan, tertuang dalam bingkai potret pameran foto ”Mereka Bukan Pahlawan” di Rumah Ada-Ada Saja, Jalan Jakarta 34 Malang.

Pameran menampilkan 40 karya foto itu untuk memperingati Hari Asasi Manusia (HAM), 10 Desember. Sang fotografer, M Nasai ingin menyampaikan bahwa kehidupan subyek foto dalam pameran itu juga berhak mendapat penghidupan yang layak.

“Saya hadirkan potret-potret kemanusiaan korban 65 yang hingga kini ikhlas menjalani hidupnya,” tutur jurnalis lepas itu.

Pameran ini tak lain adalah keinginan Nasai mengajak masyarakat untuk lebih bisa menghargai orang. Karena hal inilah yang sudah mulai luntur di era sekarang.

“Terlebih memanusiakan para sepuh, yang puluhan tahun di cap merah, dan dipinggirkan,” tutur Nasai.

Mengangkat tema kemanusiaan, pameran akan digelar selama tiga hari. Pembukaan pameran dan bedah karya dilakukan Kamis (10/12) ini, pukul 19.00 WIB. Bedah karya dimeriahkan penampilan musik Christabel Annora dkk., Hanskestra, Lourdy Nico, baca puisi Denny Mizhar dan Jenar.

Karya fotografi dengan genre sosial ini ia lakukan sejak tahun 2011 silam. Pria asli Malang ini mengedepankan rasa kemanusiaan, hal itu bisa terlihat dari foto-foto yang dipamerkan. Tidak ada batas antara subyek dengan dirinya menjadikan foto yang dipamerkan sangat “humanis”.

Aji Prasetyo, selaku kurator pameran menyampaikan, apa yang dilakukan Nasai dalam menghasilkan karya fotografi ini sangatlah bisa diapresiasi. Banyak yang perlu diketahui dari proses dalam menghasilkan foto ini. “Dalam foto-foto ini yang ‘mahal’ itu prosesnya,” terang Aji.

Aji melanjutkan, mahal yang dimaksud tak lain adalah proses (perjalanan) menemukan dan mendekati subyek. “Kita tahu, mereka adalah orang-orang yang puluhan tahun kebebasannya di kebiri,” tambahnya.

Dalam rangkaian acara juga ada diskusi dan bedah karya “Merayakan Manusia” diisi Wakil Rektor Universitas Islam Raden Rahmat Malang, Hasan Abadi dan Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Djuir Muhamad dari Kontras Surabaya dan Aji Prasetyo seorang komikus, anggota PP Lesbumi NU, Ketua Lembaga Kajian Seni Budaya Universitas Islam Raden Rahmat Malang, sekaligus Ketua Lembaga Bhinneka Nusantara Malang, serta Moderator Kristanto Budi Prabowo, Gusdurian Malang.-

Komunitas