Resmikan God Bless Cafe 2, Ahmad Albar Harap Tak Hanya Ada di Malang

Personil God Bless dalam acara Grand Launching God Bless Cafe 2.

MALANGVOICE – Tiga personil band legendaris God Bless masing-masing Ahmad Albar, Ian Antono dan Doni Fatah, malam ini, meresmikan God Bless Cafe 2 di Jalan Ahmad Yani.

Dalam sambutannya Ahmad Albar, mengaku sangat terkejut dengan dibukanya cafe ke 2 itu dengan waktu yang relatif cukup cepat hanya 7 bulan.

“Saya harap tidak hanya di Malang tapi cafe ini juga ada di Jakarta, Bandung, dan lainnya,” kata Ahmad Albar.

Ia juga mengapresiasi kerja keras pendiri cafe tematik ini, karena telah mengapresiasi band yang sudah berusia 42 tahun dengan bentuk yang lebih nyata.

“Kepada mas Rudi saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya mewujudkan ini,” tegasnya.

IMG_20151107_210018~01

Sementara itu, salah satu pendiri cafe ini, Rudi Kurnianto, mengatakan God Bless Cafe merupakan wujud kecintaan para fans terhadap grup band idolanya.

“Ini bentuk apresiasi dengan keterbatasan kami sebagai penggemar kepada grup band legendaris dunia,” kata Rudi.

Tak hanya itu, pria ramah berkacamata itu juga menegaskan bahwa Kota Malang masih menjadi barometer musik rock tanah air. Terbukti dengan dibukanya dua cafe miliknya, apresiasi dari musisi lokal cukup baik.

Hebat, Generasi Sekarang Ternyata Hobi Menabung!

Generasi Milenium. (Linkedin.com)

MALANGVOICE – Lihat generasi muda zaman sekarang, mulai remaja SMP, SMA, atau bahkan yang mahasiswa, selalu akrab dengan kegiatan bersenang-senang, semisal nonton konser band, ke bioskop, ke mall, nongkrong di cafe dan lainnya.

Tapi kita salah besar jika menganggap mereka memiliki kebiasaan hedonis dan boros. Justru usia 18-33 tahun lebih disiplin dalam mengatur arus keuangan.

Sebuah penyedia tabungan online, GE Capital Direct, melakukan penelitian dan membuktikan bahwa generasi milenium ternyata lebih disiplin menabung dibanding generasi X dan generasi baby boomer.

Penelitian yang melibatkan 2000 penabung di Inggris, menemukan bahwa generasi muda di rentang usia 18-24 tahun menyimpan hampir sepertiga dari pendapatan per bulan mereka.

Kemudian, generasi muda di rentang usia 25-34 tahun, setidaknya menyimpan seperlima gaji bulanan mereka. Sedangkan generasi X, generasi senior usia 45-54 tahun.

Alasannya, anak generasi sekarang memegang teguh prinsip ‘You Only Live Once’. Artinya, mereka lapar dengan pengalaman, petualangan, dan pengetahuan yang bisa dinikmati selama mereka masih hidup.

Itulah kenapa 13 persen remaja memilih menabung untuk mendapatkan pengalaman hidup berharga dan bermakna.

“Anak muda zaman sekarang bekerja sangat keras dan suka menabung rutin. Mereka menuai hasil dari kebiasaan menabung sejak dini,” kata Sheragh Beirne, CMO dan MD Retail Banking di GE Capital

Mirisnya, penelitian menunjukkan hampir sepertiga dari generasi baby boomers (berusia 55-64 tahun), malah tidak menabung sama sekali!-

sumber: femalefirst.com

Facebook Larang Sebut Medsos Lain di Websitenya

Facebook

MALANGVOICE – Facebook sebagai sosial media nomor satu selalu memperbarui dan update layanan aplikasi dan websitenya.

Kali ini sedikit berbeda, karea Facebook tidak memperbolehkan pengguna menyebut alias ‘mention’ nama aplikasi sosial media lain di aplikasi dan website Facebook. Alasan Facebook membuat kebijakan ini juga cukup aneh.

Salah satu penyebabnya ada Tsu.co, sosial media berbasis ‘invite-only’, sosial media ini berfokus pada kegiatan berbagi pendapatan iklan dengan penggunanya.

Pengguna tidak bisa mengetik nama situs atau sosmed tertentu
Pengguna tidak bisa mengetik nama situs atau sosmed tertentu

Alhasil, kegiatan seperti itu menjadi sumber spam di Facebook. Jadi, Facebook memblokir pengguna agar tidak menyebut link situs tersebut.

Coba saja ketik “Tsu.Co” dimana saja di Facebook, Instagram, atau Facebook Messager maka akan muncul notifikasi error.

Pihak Facebook mengatakan, jika aplikasi dengan model kerja seperti Tsu.Co membuat orang punya kebiasaan sebar-sebar iklan tidak jelas alias spamming. Tindakan seperti itu sudah bertentangan dengan aturan dari pengembang Facebook. –

sumber: mashable.com

Waspadai Suplemen Pelangsing Palsu!

Suplemen pelangsing. (macrophotoz.com)

MALANGVOICE – Suplemen atau obat pelangsing marak beredar di Indonesia. Namun, beberapa di antaranya bisa jadi obat palsu dan berbahaya bagi tubuh.

Contoh terkenal, suplemen Garcinia Cambogia yang dipopulerkan oleh Dr Oz. Ternyata hasil tes laboratorium menemukan suplemen itu tidak bekerja sesuai harapan untuk melangsingkan badan.

Uji laboratorium di LabDoor, menemukan 21 dari 29 suplemen Garcinia Cambogia yang dijual online, ternyata mengandung kandungan hydroxycitric (HCA) yang kadarnya kurang dari yang tertera di label. Bahkan lab lain juga menemukan hal yang serupa.

“Saya sudah melihat masalah besar kualitas pada produk Garcinia dan dalam beberapa kasus, tidak ada kandungan HCA dalam produk tersebut. Sementara yang lain memiliki potensi rendah dan jumlah tak sesuai yang tertera di label,”ujar James Neal-Kababick, seperti dikutip Prevention (7/11/15),

James Neal adalah direktur Flora Research Laboratories, laboratorium penguji makanan dan obat di Oregon, AS.

Parahnya lagi, ada kandungan lain seperti zat tambahan seperti gelatin, selulosa, tepung dan gula.

Akibatnya, sekarang produk Garcinia sudah ditarik dari pasar. Begitu pula di Indonesia, produk pelangsing juga marak tersebar. Hal ini harus dicurigai, karena pada dasarnya, cara sehat untuk menurunkan berat badan selalu memakan waktu alias ‘No Instant-instant’.-

sumber: prevention.com

Ingin Selalu Bugar, Tambahkan Bahan ini pada Setiap Makanan…

Daun Mint (motherearthliving.com)

MALANGVOICE – Selain mencoba diet konvensional. Bahan herbal juga bisa ditambahkan kedalam makanan harian. Selain sehat, bahan alami ini tidak membawa efek samping.

Melly Lou, dokter Naturopati dari Liquorice Lifestyle, mengatakan, setidaknya ada 6 bahan alami yang secara drastis membuat tubuh menjadi sehat dan bugar, dikutip dari Dailymail (6/11).

1. Mint, membantu proses pencernaan
2. Kunyit, atasi inflamasi, membangun kekebalan tubuh, dan turunkan kolekstrol
3.Jelatang, mengurangi efek heyfever
4. Mawar, menenangkan sistem pencernaan dan kesehatan jantung
5. Kayu Manis, memperbaiki fungsi insulin, melancarkan gula darah, cocok untuk penderita diabetes
6. Ketumbar, membersihkan sistem saraf pusat dari logam berat seperti merkuri yang terdapat pada ikan laut dan makanan kaleng.

sumber: dailymail.com

Tandai 5 Tahun Perjalanan Karir, Atlesta Rilis Film

Cover Film Lost After Løvv (istimewa)

MALANGVOICE – Sukses perjalanan karir grup band Atlesta selama lima tahun ditandai peluncuran film berjudul ‘Lost After Løvv’, yang menceritakan kisah awal bagaimana menemukan orang-orang berjasa hingga terbentuknya Atlesta.

Dengan memadukan konsep live, perjalanan maupun rahasia yang belum diketahui khalayak tentang lagu Atlesta, dirangkum dengan cerita memories, dreams, dan lovers, serta ungkapan dari kegusaran sang vokalis, Fifan Christa. Semua bakal tersaji lengkap di Lost After Løvv.

Sang sutradara, Ervan Putra, dengan tangan dinginnya dibantu para kru, sukses mengemas film dokumenter itu berbeda dengan yang lain, dan sangat menyentuh. Penonton akan dibawa menuju perspektif Atlesta yang berbeda seperti mewah dan berkelas.

Bersamaan rilis Lost After Løvv, Atlesta juga meluncurkan sequel dari album Sensation (2014), yakni Sensation (Deluxe Album). Pada album itu terdapat 12 lagu lama ditambah 5 lagu (unreleased track) seperti ‘Modern Club feat Aditya Kurniawan’ dan ‘Baby Won’t You Love Me’.

Film dan album itu rencananya dirilis pada 12 Desember mendatang, sesuai kampanya Atlesta dalam angka romawi XII.XII.MMXV, yang sempat bikin penasaran.

Video: Final look #LostAfterLøvv – Chapter Lovers. Watch full trailer here https://t.co/tFuH8BHQJ7 https://t.co/ElrRQb09Rk

Ngalamancal Park to Park #2, Wujudkan Malang Kota Hijau

MALANGVOICE – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang bekerja sama dengan Komunitas Peduli Malang, mengadakan Ngalamancal Park to Park ke-dua.

Lewat rilis yang dikirim ke redaksi MVoice, ketua panitia, Dody Wahyu Ashari, menjelaskan, acara akan digelar hari Minggu, 15 November, start di Taman Merjosari.

Untuk acara kali kedua ini rute lebih panjang, sekitar 12 km, melewati beberapa taman dan berakhir di Alun-Alun Kota Malang.

Selain bersepeda, peserta akan melakukan aksi hijau dengan mengumpulkan botol bekas dan koran bekas. Lalu ada kegiatan aksi hijau cabut paku, tanam pohon, dan bersih-bersih sampah.

Yang menarik peserta akan disambut dengan Tari Topeng, doorprize, dan musik reggae.

Pendaftaran peserta di Sekretariat Asli Malang Jalan Silikat no. 57 Malang (Belakang Superindo Sulfat) tanpa dipungut biaya alias gratis.

Harapan Dody, lewat acra ini bisa terwujud kesadaran dan rasa kepedulian untuk menjaga lingkungan dan kebersihan sehungga tercipta Kota Malang yang asri, hijau dan nyaman.-

Pilih Gel, Wax atau Pomade?

Tampil keren dengan gel, wax, atau pomade. (menshealth.com)

MALANGVOICE – Tak perlu bingung pilih produk perawatan rambut. Memilih produk perawatan rambut harus mempertimbangkan penampilan, seperti apa yang ingin dicapai.

1. Gel
Gel termasuk produk klasik menunjukkan kesan elegan tapi ‘jadul’. Rambut terlihat selalu basah. Produk ini cocok untuk pria yang ingin rambutnya terlihat rapi klemis seharian. Gel cocok diaplikasikan pada rambut yang setengah basah setelah kramas. Gunakan secukupnya.

2. Wax
Memberikan kesan ‘matte’ pada rambut, dan lebih tebal dari pada gel. Tetapi tidak membuat rambut mengeras atau lengket. Beberapa tipe wax sifatnya berminyak dan susah untuk dibilas.

Caranya ambil sedikit wax di tangan, lalu aplikasikan ke rambut. Sebaiknya aplikasikan mulai dari ujung rambut atau kepala bagian bawah untuk mengindari penggumpalan pada pangkal rambut dekat dahi.

3. Pomade
Jika punya rambut kering, pomade solusi tepat. Pomade berbahan dasar air, jadi lebih ringan dan mudah dibilas. Pilih pomade ‘matte’ untuk dipakai sehari-hari. –

Sumber:
menshealth.com

Hebat, Lukisan Kakak Beradik Ini Juara Lomba Kelas Dunia!

Kakak adik pelukis kecil, Taza dan Amira. (istimewa)

MALANGVOICE – Kalayfa Nabila Tazakka (16) dan Amira Farras Athayazzaka (12), warga Jalan Kripton 36, Kelurahan Sulfat, Blimbing, sukses mengukir prestasi seni lukis kelas internasional.

Tak tanggung-tanggung, lukisan karya Taza berhasil merebut medali emas pada kompetisi Tianjin International Children’s Painting, di China. Sedangkan Amira memenangkan Peace Pals International Art Exhibition Award, di Amerika Serikat, tahun ini.

Taza yang kini duduk di kelas 12 IPA SMAN 3 Malang itu putri pasangan Herly Herjudi dan Ninuk Srie Wahyuni. Dia memang sudah gemar ‘melukis’ sejak kecil. Mencorat coret tembok menjadi kesehariannya.

Melihat bakat terpendam itu, oleh orangtuanya, Taza didaftarkan ke Sanggar Lukis Duta Alam untuk Lingkungan (Daun).

“Dia sering melukis imajinasi. Misalnya, kalau kepikiran astronot ya langsung dilukis. Puluhan piagam juga didapat dari banyak lomba,” kata Ninuk, sang ibu.

Dari bakatnya pula, Taza sering unjuk prestasi pada lomba internasional, seperti kompetisi lukis The World of Art, di Celje, Slovania dengan tema “Ethnic clothes and dance of my people” dengan lukisan berjudul Reog Dance, dan menduduki peringkat dua di bawah adiknya yang peringkat pertama dengan lukisan berjudul “The Dayak Moon Princess Dance” di kompetisi yang sama.

“Mereka sudah sering ikut kompetisi internasional, bahkan lima kali juara,” lanjut Ninuk.

Kini, dengan usia yang masih belia, orangtua berharap prestasi anaknya makin berkembang menjadi pelukis handal skala internasional. “Motivasi ingin keliling dunia. Kemarin sempat mau ke Macedonia lomba di sana, tapi ada konflik, jadi batal,” tutupnya.-

Produksi Film Brush With Danger, Livi Zheng 32 Kali Revisi

Livi dan fans

MALANGVOICE – Sutradara muda asal Kota Blitar, Livi Zheng, melewati perjuangan keras untuk sampai mampu menembus Hollywood. “Skrenario saya berkali-kali ditolak, dan berkali-kali direvisi,” ungkapnya.

Livi Zheng sampai mampu menciptakan karya dengan kualitas Hollywood, sebenarnya sangat bertolak belakang dengan latar pendidikannya. Ia awal menetap di Amerika Serikat untuk kuliah di jurusan ekonomi University of Washington, di Seattle.

Selama lima tahun menuntut ilmu ekonomi di Negeri Paman Sam, Livi Zheng mulai tertarik dengan dunia perfilman. Ia bersama komunitasnya pun mencoba menekuni dunia barunya, perfilman.

Berkiprah di dunia film ternyata tak semudah yang ia bayangkan. Banyak tahapan yang harus ia lalui. Diawali dengan menjadi pembantu umum, wardrobe, editing diberbagai setting film pendek, dan indie. ”Semua saya pelajari agar bisa tahu lebih mendalam tentang dunia perfilman,” cerita Livi Zheng, saat berkunjung ke Malang, hari ini.

Livi Zheng kelahiran Blitar 1989 itu kini menetap di Los Angeles. Ia mengaku sampai tertarik menekuni dunia perfilman terinspirasi dari kehidupan Bruce Lee, aktor film laga terkenal. Menurutnya, sebelum namanya tenar, Bruce Lee juga bekerja di belakang layar untuk film-filmnya.

Livi Zheng dengan semangatnya terus berburu pengetahuan agar benar-benar bisa menjadi produser film. Ia pun menemui seorang produser eksekutif dan mencari tahu cara membuat film di Hollywood.

”Kata produser itu, syarat untuk bisa membuat film adalah harus punya skenario terlebih dahulu,” cerita Livi Zheng.

Dari sinilah, Livi Zheng menyusun skenario cerita film laga. Ceritanya itu diinspirasi kehidupan temannya asal Ethiopia yang berjuang belajar dan membiayai kuliah di Amerika Serikat.

Cerita sudah tersusun, tapi perjuangan Livi Zheng belum berakhir. Ia menghadapi lagi persoalan baru untuk menyempurnakan skenario film. Padahal menurutnya skenario sudah sesuai harapannya. ”Skenario harus direvisi sebanyak 32 kali sampai akhirnya bisa dianggap layak,” ungkapnya.

Setelah skenario layak diproduksi, tetap saja persoalan belum berakhir. Untuk memproduksi menjadi sebuah film, butuh biaya yang jumlahnya tidak sedikit. Livi harus mencari sponsor untuk membiaya produksi, membayar kru film dan pengeluaran lainnya.

Selesai? Ternyata tidak. Livi masih dihadapkan persoalan kru. Dikatakan, kru film Hollywood tidak mudah menerima tawaran memproduksi film. Mereka masih mempelajari dulu skrip yang sudah disusunnya.

“Banyak kru yang menolak ajakan saya. Saya merasa bahwa disini letak kesalahan ada pada diri saya. Jadi, saya revisi lagi skenario tersebut lalu saya tunjukkan juga hasil akhir skenario kepada mereka. Satu persatu, banyak kru yang mulai tertarik dengan tawaran ini,” cerita Livi Zheng.

Gayung bersambut. Livi Zheng berhasil mendapatkan kru yang memiliki pengalaman membuat film box office. Ada juga mantan kru film Expendables, dan film-film besar Hollywood lainnya bekerja membuat film Brush with Danger.

Baginya, keberhasilan merupakan kepuasan tersendiri dan butuh perjuangan. Sebagai sosok produser film Hollywood, Livi Zheng berpesan kepada sineas muda Indonesia bahwa untuk sukses dan berhasil kuncinya harus berani gagal dan meluangkan waktu untuk belajar. “Pesan saya untuk sineas muda, banyaklah mencari pengalaman di lokasi syuting dan juga proses editing film,” ujar Livi.

Komunitas