29 January 2023
29 January 2023
22.1 C
Malang
ad space

Lengkuas, Obat Herbal Kaya Manfaat

MALANGVOICE – Lengkuas, meski namanya tidak setenar jahe, namun jenis tumbuhan umbi-umbian yang banyak ditemui di Indonesia tersebut memiliki banyak sekali manfaat sebagai obat herbal atau jamu.

Lengkuas memiliki senyawa yang baik bagi kesehatan, seperti antioxidan dan tannins (zat yang memperkuat kekebalan tubuh). Ekstrak lengkuas juga bisa membunuh bakteri berbahaya di dalam tubuh.

Dilansir altmedicine, lengkuas bisa mengatasi beberapa penyakit, seperti sesak nafas, diabetes, diare, sakit perut, mabuk perjalanan, mual, dan bisul di dalam perut.

Selain itu, lengkuas bisa meningkatkan kemampuan pencernaan, memperlancar sirkulasi darah, dan meningkatkan berat badan, tumbuhan yang memiliki nama latin Alpinia Galanga itu juga bermanfaat dapat mencegah beberapa jenis kanker. Untuk kulit, lengkuas bisa mencegah penuaan dini, jerawat dan mengobati luka bakar.

Meksi beberapa studi mengatakan efek samping dari lengkuas hanya sedikit, namun penggunaan dan mengkonsumsi dalam jangka panjang bisa menimbulkan iritasi kulit dan rasa panas di dada (heartburn). –

Ridwan: Warga Sangat Perlu Pahami Empat Pilar Kebangsaan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam

MALANGVOICE – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam menekankan kembali pentingnya penanaman empat pilar kebangsaan di Indonesia.

Terbukanya akses informasi baik dari dalam maupun luar negeri, dikatakan sedikit banyak mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Politisi Partai Golkar itu menerangkan, penguatan kembali Pancasila sebagai dasar ideologi negara merupakan tonggak kuat yang membuat negara ini bisa tetap eksis.

“Penguatan kembali nilai dan ideologi Pancasila ini agar masyarakat tidak mudah terpecah belah,” kata Ridwan Hisjam, saat ditemui MVoice disela Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jalan Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jum’at (25/9) sore.

Dijelaskan, masuknya kepentingan asing ke Indonesia yang dianggap mengganggu kedaulatan, memerlukan penguatan sisi ideologi sebuah bangsa agar tidak mudah terpecah belah.

“Masyarakat kita ini majemuk, berbagai suku, agama dan ras ada. Kondisi ini sangat mudah dipecah belah, tapi jika ideologi negara kuat, maka kepentingan asingpun tidak bisa menggoyah kita,” bebernya.

Empat Pilar yang disosialisasikan para anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini adalah Pancasila, UUD 1945 dan Tap MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Masyarakat juga harus mengetahui pentingnya NKRI karena ini bentuk final negara kita,” tandasnya.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilakukan anggota MPR ini sudah memiliki embrio pada masa Orde Baru dengan program Pedoman, Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4) yang didukung Pemerintah melalui BP7.

Pergantian masa dari Orde Baru ke masa Reformasi, maka sosialisasi empat pilar kebangsaan ini kembali mulai dipikirkan masyarakat memiliki landasan ideologi sebuah bangsa.

Kegiatan positif ini akhirnya didukung Pemerintah melalui Instruksi Presiden No 6 Tahun 2005 dimana salah satu poin penting dalam Inpres itu adalah dukungan dari pemerintah baik dari tataran pusat hingga daerah terhadap kegiatan ini.-